cover
Contact Name
Prasko
Contact Email
prmik@poltekkes-smg.ac.id
Phone
+622476479188
Journal Mail Official
rmik@poltekkes-smg.ac.id
Editorial Address
Jl. Tirto Agung, Pedalangan, Banyumanik, Semarang, Jawa Tengah 50268
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan
ISSN : 26221863     EISSN : 26227614     DOI : https://doi.org/10.31983/jrmik.v2i1.4391
Core Subject : Health,
It is aimed at all medical record and health information practitioners and researchers and those who manage and deliver medical record and health information services and systems. It will also be of interest to anyone involved in health information management, health information system, and health information technology.
Articles 154 Documents
Literatur Review: Pengembangan Instrumen Uji Kompetensi Pada Mahasiswa Bidang Kesehatan Nuryati, Nuryati; Pramono, Angga Eko
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrmik.v8i1.12350

Abstract

Uji kompetensi wajib diikuti oleh mahasiswa bidang kesehatan pada akhir masa studi dengan metode exit exam. Maknanya wisuda mahasiswa setelah lulus uji kompetensi.  Sampai saat ini metode uji kompetensi secara nasional untuk mahasiswa D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (RMIK) maupun Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan (MIK) secara nasional dalam bentuk multiple-choice question dengan computer-based test (CBT). Sedangkan uji kompetensi metode Objective Structured Clinical Examination (OSCE) dilaksanakan pada tingkat lokal beberapa perguruan tinggi.  Mengacu pada kelulusan uji kompetensi tahun 2023, prosentase kelulusan mahasiswa sarjana terapan belum mencapai 80%. Berdasarkan hasil penelitian tahun 2023 terkait evaluasi pelaksanaan uji kompetensi dari 116 dosen RMIK-MIK, perlu dilakukan pelatihan pembuatan soal uji kompetensi (94%). Selain menjadi kewajiban dalam akhir masa studi, uji kompetensi CBT maupun OSCE juga merupakan prasayarat dalam pencapaian status akreditasi Unggul Prodi RMIK dan MIK, sehingga perlu dilakukan pengembangan instrumen uji kompetensi yang secara obyektif menilai kemampuan, keterampilan dan sikap mahasiswa RMIK-MIK sesuai dengan kebutuhan profesi PMIK.Metode penelitian yang digunakan adalah literatur review dengan menggunakan pencarian melalui google scholar, pubmed, sciencedirect, Cochrane library dan portal garuda. Penelitian diawali dengan mencari artikel dengan menggunakan keyword pengembangan, instrumen, uji kompetensi, mahasiswa kesehatan. Kriteria inklusi yang diterapkan adalah artikel terbit 2017-2024, fulltext, dan menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.Dari 22 literatur yang terpilih, terdapat lima langkah dalam pengembangan instrumen uji kompetensi mahasiswa bidang kesehatan: pengembangan awal instrumen dengan melakukan identifikasi pemangku kepentingan, identifikasi domain kompetensi dan kerangka kerja yang dilakukan melalui tinjauan literatur, wawancara, FGD, teknik delphi, brainstorming dengan melibatkan pakar atau ahli. Langkah kedua adalah pengembangan instrumen dan uji validitas melalui konsultasi dengan pakar atau ahli. Langkah ketiga adalah pengujian instrumen dan reliabilitas melalui uji coba dan uji statistik, selanjutnya dilakukan modifikasi dan penyempurnaan berdasarkan umpan balik uji coba. Langkah terakhir adalah implementasi instrumen untuk mengukur kompetensi mahasiswa bidang kesehatan. Pengembangan sistematis ini memastikan instrumen uji kompetensi yang dihasilkan relevan dan efektif, serta membekali lulusan dengan keterampilan yang diperlukan untuk peran profesional mereka.
Hubungan Kualitas Pelayanan Kesehatan dengan Kepuasan Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Kuta Utara Wardani, Silvia Intan; Yudhawati, Ni Luh Putu Suardini; Widyawati, Ivana Kusuma
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrmik.v8i1.12563

Abstract

Kepuasan pasien merupakan indikator penting dalam menilai kualitas layanan kesehatan yang ditawarkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kualitas pelayanan berdasarkan dimensi tangible (bukti langsung), reliability (kehandalan), responsiveness (daya tanggap), assurance (jaminan), dan empathy (kepedulian) terhadap kepuasan pasien rawat jalan di Puskesmas Kuta Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 99 responden yang dipilih menggunakan metode accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup dengan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden merasa kurang puas terhadap aspek tangible (69,2%) dan empathy (69,7%), sementara dimensi reliability (60,6%) dan assurance (56,6%) dianggap baik. Analisis bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara kepuasan pasien dengan dimensi responsiveness (p=0,024) dan empathy (p=0,034). Temuan ini menggarisbawahi pentingnya peningkatan kualitas layanan dalam dimensi yang berpengaruh langsung terhadap kepuasan pasien.
Evaluation of SIMPUS Using the Technology-to-Performance Chain Model at the Bogor City Health Center Kadarisman, Aris
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrmik.v8i1.12786

Abstract

The Health Center Management Information System (SIMPUS) is a regional health information system of the Bogor City Health Office that has been used since 2014 until now. This study aims to evaluate the use of SIMPUS at the Bogor City Health Center using the Technology-to-Performance Chain model. The research was conducted from April to June 2024 at Bogor City Health Center. The type of research used quantitative research methods with a cross sectional design. The study population was 533 SIMPUS users consisting of the Admin / Medical Recorder Technician, Nurses, General Practitioners, Dentists, Midwives and Pharmacy Officers of the Bogor City Health Center with a sample size of 90 officers. Data collection using a questionnaire with variables of Task-characteristics, Technology-characteristics, Task-technology Fit, Utilization and Performance Impact with a Likert scale of 1-4 where 1 (strongly disagree) and 4 (strongly agree). Data analysis with Partial Least Square Structrual Equation Modeling (PLS-SEM). The results showed that most of the 90 respondents were female in the age range of 26 to 35 years old with bachelor’s degree. Task-characteristics and Technology-characteristics have a positive and significant effect on Task-technology Fitit. Task-Technology Fit has a positive and significant effect on Utilization and Performance Impact. Utilization has a positive and significant effect on Performance Impact.
Transformasi Digital dalam Layanan Kesehatan Primer: Evaluasi Kematangan Sistem RME di Puskesmas Irmawati, Irmawati; Trama, Ghitrif Firdaus; Golo, Zefan Adiputra
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrmik.v8i1.12824

Abstract

Puskesmas Pandanaran Kota Semarang telah menerapkan sistem rekam medis elektronik (RME) sejak tahun 2019. Penerapan ini sepenuhnya mengikuti sistem RME yang ditetapkan oleh Dinas Kesehatan Kota Semarang, sehingga Puskesmas hanya berperan sebagai pelaksana. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kematangan digital sistem RME di Puskesmas Pandanaran Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan wawancara terstruktur terhadap 6 informan, observasi lapangan, focus group discussion (FGD), dan pengolahan data secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem RME di Puskesmas Pandanaran telah berfungsi sesuai dengan tugas dan perannya dalam organisasi. Sistem ini efektif mendukung pelayanan kesehatan karena telah terintegrasi dengan Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS). Sistem RME juga mendukung manajemen data pelayanan, meskipun pengukuran kepuasan pasien dilakukan secara terpisah melalui Google Forms. Selain itu, layanan personalisasi pasien dilakukan melalui aplikasi mobile JKN yang juga terpisah dari sistem RME. Sistem RME di Puskesmas Pandanaran menunjukkan tingkat kematangan digital yang cukup baik berdasarkan Digital Maturity Index (DMI) untuk komponen rekam medis elektronik. Namun demikian, pengembangan lebih lanjut terhadap beberapa fitur sistem masih diperlukan untuk meningkatkan fungsionalitas dan layanan yang lebih terintegrasi.
Analisis Value Added Activity Berbasis Lean Hospital Pada Penyelesaian Klaim BPJS Rawat Inap RSIA Mutiara Bunda Padang Ningdia, Adisti; Astiena, Adila Kasni; Syah, Nurafrainin
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrmik.v8i2.11867

Abstract

RSIA Mutiara Bunda is a type C hospital where 89-94% of its patients come from BPJS Health patients. The current condition of the hospital is developing Hospital Management Information System (SIMRS), but still using manual medical record files to complete evidence of inpatient BPJS claims. In preliminary research, it was found that 99% of medical record files did not comply with the 2x24 hour file return standard and the claim settlement deadline. A mix-method sequential exploratory was held, identifying activities that are value-added(VA), non value-added (NVA), and necessary non value-added (NNVA). The results of the study showed that the percentage of activity in completing claims for BPJS patient inpatient files at RSIA Mutiara Bunda consisted of VA of 1.47%, NNVA of 1.30%, and NVA of 97.23% (in the form of waiting time / idle).
Transformasi Digital Rekam Medis : Analisis Implementasi PMK Nomor 24 Tahun 2022 di Puskesmas Pesantren 1 Kota Kediri Munir, Mochammad Miftahul; Suryandari, Putri Indra; Hidayat, Andra Dwitama; Simorangkir, Anggia Dini Marsaroha Boru Panggabean
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrmik.v8i2.12703

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi informasi mendorong transformasi digital dalam pelayanan kesehatan, termasuk penerapan rekam medis elektronik (RME) yang diatur dalam PMK Nomor 24 Tahun 2022. Namun, banyak fasilitas kesehatan, termasuk Puskesmas Pesantren 1 Kota Kediri, masih menghadapi tantangan dalam transisi dari sistem manual ke elektronik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan implementasi RME di Puskesmas Pesantren 1 dengan fokus pada sumber daya manusia, fasilitas, kebijakan, dan registrasi pasien. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan wawancara mendalam kepada empat petugas rekam medis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi RME belum optimal; dari sisi SDM, pelatihan belum menyeluruh dan kurangnya tenaga IT, fasilitas belum mendukung penerapan SIMPUS dan billing system, serta kebijakan belum terstandarisasi dengan adanya SOP yang jelas. Selain itu, pengisian data sosial pasien masih belum lengkap dalam registrasi, yang dapat menghambat keakuratan data. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa Puskesmas Pesantren 1 masih perlu melakukan perbaikan signifikan pada aspek SDM, fasilitas, dan kebijakan untuk mencapai implementasi RME yang efektif dan efisien.
External Reporting Analysis of Hospital Information System (SIRS-Revision VI) at Hospital Pujihastuti, Antik; Sutrisno, Trismianto Asmo; Diah Rochani
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrmik.v8i2.13188

Abstract

Hospital Information System (HIS) is an external report that must be fulfilled by every hospital to the Health Efforts Development of the Ministry of Health periodically according to the reporting deadline. The data source used comes from the Hospital Management Information System which is an application that is integrated into all health services so that it can be used as a source of hospital reporting. One of its uses is as external hospital reporting data. This hospital reporting is one of the indicators for measuring the achievement of health services for the community. The method used is descriptive analysis to measure the achievement and obstacles faced in processing external reporting data. This measurement is to obtain an overview of the implementation of external hospital reporting through SIMRS which is used to compile the SIRS Revision VI report in meeting the needs of the Ministry of Health periodically. The results of the identification of types and periods where reporting is carried out through reporting applications including the Hospital Emergency Incident System, Online Hospital Information System and Hospital Information System Revision VI.
Design of Electronic Medical Record Data Quality Indicator Dictionary at National Brain Center Hospital Jakarta Wahyuni, Fatia Fiqri; Hosizah; Agustina, Sri Jumiati
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrmik.v8i2.13218

Abstract

To ensure the quality of Electronic Medical Records (EMR), indicators are needed that function as measuring tools and performance evaluations. These indicators are formulated in the form of an indicator dictionary, which describes operational information to measure performance systematically. Currently, the National Brain Center Hospital (RSPON) does not have an EMR indicator dictionary. Therefore, this study aims to design and test an EMR indicator dictionary, especially in outpatient service units. The study used the Research and Development (R&D) method with the RAND/UCLA Appropriateness Method approach, implemented from November 2024 to January 2025. Based on the method above, the research stages include designing an EMR indicator dictionary using data collection methods through interviews with heads of medical record work units, testing the feasibility of the EMR indicator dictionary using the Delphi technique through a questionnaire involving four experts, and testing EMR indicators through document review of 64 EMR samples. Data analysis used content and descriptive analysis. The results show that the designed indicator dictionary contains operational definitions, data sources, data collection methods, and achievement targets of 100% which are made in accordance with applicable standards. Four experts in the Delphi method agreed that the draft RME indicator dictionary was feasible to use. From the results of the review of 64 RMEs, 50 RMEs (78.13%) were declared complete and on time, while the timeliness indicator separately reached 96.88%. In conclusion, the dictionary of completeness and timeliness indicators is feasible to use as an evaluation tool for filling RMEs in RSPON.
Faktor yang Berhubungan dengan Stres Kerja pada Perawat Pasien Jiwa di Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi Provinsi Sulawesi Selatan Darwis, Andi Muflihah; Wahyu, Atjo; Awaluddin, Awaluddin; Ibnu, Indra Fajarwati; Azizah, Luthfiyah
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrmik.v8i2.13548

Abstract

Perawat yang merawat pasien dengan gangguan jiwa menghadapi tantangan kompleks, terutama saat menangani individu dengan gangguan kognitif seperti skizofrenia, depresi, dan bipolar. Mereka berisiko tinggi mengalami stres kerja karena tanggung jawab langsung terhadap keselamatan dan kesehatan pasien di lingkungan kerja yang bertekanan tinggi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan stres kerja pada perawat jiwa di RSKD Dadi, Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan pendekatan potong lintang, melibatkan populasi sebanyak 142 perawat. Sampel sebanyak 104 perawat diperoleh melalui proportionate stratified random sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara usia (p=0,006), jenis kelamin (p=0,004), shift kerja (p=0,003), masa kerja (p=0,018), beban kerja (p=0,000), dan konflik interpersonal (p=0,005) dengan stres kerja, sedangkan status pernikahan (p=0,686) tidak memiliki hubungan yang signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor demografis dan lingkungan kerja berkontribusi terhadap stres kerja pada perawat jiwa. Disarankan perawat menerapkan strategi koping yang efektif untuk mengelola stres, serta pihak rumah sakit melakukan evaluasi berkala terhadap beban kerja dan jadwal kerja guna mencegah beban berlebih yang dapat meningkatkan risiko stres kerja.
Tinjauan Aspek Ergonomi Unit Pendaftaran Pasien Rawat Jalan di BLUD RSU Kota Banjar Suhenda, Andi; Shaddam, Muhammad; Sukawan, Ari; Barsasella, Diana
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrmik.v8i2.13758

Abstract

The application of ergonomic principles in the work environment is very important to support employee productivity and well-being, especially in the medical records unit which has a vital role in hospital services. This study aims to evaluate the ergonomic conditions in the outpatient registration unit of BLUD RSU Kota Banjar. The method used is qualitative with a case study approach, involving registration officers and the head of the medical records installation as respondents. Data collection was carried out through interviews, observations, and measurements of the work environment using a thermometer hygrometer, lux meter, sound level meter, and roll meter. The results of the study showed that the ergonomic conditions were not optimal, with a room temperature reaching 28.6°C, humidity 74%, lighting only 79 lux, and noise level 73.4 dBA, all of which were outside the work comfort standard. In addition, limited space and non-ergonomic work chairs also hampered work efficiency. However, the working relationship between employees and superiors went well, creating a conducive work atmosphere. The main factors inhibiting improvement were limited space and the bureaucratic process in the renovation. Therefore, efforts are needed to improve spatial planning and increase work facilities to support comfort and better service qualityPenerapan prinsip ergonomi di lingkungan kerja sangat penting untuk mendukung produktivitas dan kesejahteraan karyawan, khususnya di unit rekam medis yang memiliki peran vital dalam pelayanan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi ergonomi di unit pendaftaran pasien rawat jalan BLUD RSU Kota Banjar. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan petugas pendaftaran dan kepala instalasi rekam medis sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, serta pengukuran lingkungan kerja menggunakan thermometer hygrometer, lux meter, sound level meter, dan roll meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi ergonomi belum optimal, dengan suhu ruangan mencapai 28,6°C, kelembaban 74%, pencahayaan hanya 79 lux, dan tingkat kebisingan 73,4 dBA, yang semuanya berada di luar standar kenyamanan kerja. Selain itu, keterbatasan ruang dan kursi kerja yang tidak ergonomis turut menghambat efisiensi kerja. Meskipun demikian, hubungan kerja antarpegawai dan atasan berjalan dengan baik, menciptakan suasana kerja yang kondusif. Faktor utama penghambat perbaikan adalah keterbatasan ruang dan proses birokrasi dalam renovasi. Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikan tata ruang dan peningkatan fasilitas kerja guna menunjang kenyamanan dan mutu pelayanan yang lebih baik