cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pertanian Agros
Published by Universitas Janabadra
ISSN : 14110172     EISSN : 25281488     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Pertanian Agros (JPA) is published by Faculty of Agriculture, Janabadra University and the Agribusiness Association of Indonesia (AAI). It available online supported by Directorate General of Higher Education - Ministry of Research, Technology, and Higher Education- Republic of Indonesia JPA is a peer-reviewed and open access journal that publishes significant and important research from all area of agriculture science fields such as crops, horticulture, fisheries, animal husbandary, and forestry.
Arjuna Subject : -
Articles 1,386 Documents
EFIKASI HERBISIDA ETIL PIRAZOSULFURON 10% TERHADAP GULMA DAN HASIL PADI SAWAH (Oryza sativa L.) METODE SRI DAN KONVENSIONAL Ananda Muhammad Hidayah Harahap; A Ardi; Zulfadly Syarif
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 3 (2022): Edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i3.2245

Abstract

Penelitian ini mengenai efikasi herbisida etil pirazosulfuron 10% terhadap gulma dan hasil padi sawah (Oryza sativa L.) metode SRI dan Konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh dosis herbisida etil pirazosulfuron 10% terbaik untuk mengendalikan gulma dan hasil padi sawah metode SRI dan Konvensional. Penelitian ini dilakukan bulan Februari 2022 sampai Juni 2022 di Kelurahan Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat. Rancangan yang digunakan adalah Split Plot Acak Kelompok yang terdiri dari 7 taraf perlakuan yaitu kontrol, herbisida etil 10% dosis (50, 100, 150, 200, 250, g/Ha), dan penyiangan manual dengan 4 kali ulangan. Data di analisis secara statistik dengan uji F pada taraf nyata 5%, apabila F hitung lebih besar dari F tabel maka dilanjutkan dengan Uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa biomassa gulma terendah terdapat pada metode padi konvensional dengan pemberin dosis herbisida etil pyrazosulfuron 10% sebesar 100 g/ha, 150 g/ha, 200 g/ha dan 250 g/ha. Metode budidaya padi paling baik untuk hasil tanaman adalah metode padi konvensional. Herbisida etil pirazosulfuron 10% dengan dosis 100 g/Ha merupakan dosis yang terbaik karena dapat mengurangi pemakaian herbisida namun dapat mengendalikan gulma serta tidak menyebabkan keracunan pada tanaman padi.
PENGARUH DOSIS PGPR DAN LCPKS TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT DI PEMBIBITAN AWAL Kristalisasi, Elisabeth Nanik; Rusmarini, Umi Kusumastuti; Perwana, Rifaldi Gravian
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 2 (2022): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i2.1949

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis PGPR dan LCPKS terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di pembibitan awal. Penelitian dilakukan di PT. Perkebunan Nusantara III yang terletak di desa Sei Meranti, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhan Batu Selatan, Sumatera Utara, pada bulan Juni sampai September 2021. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah dosis PGPR terdiri dari 3 aras (30, 40, dan 50 ml/bibit). Faktor kedua adalah dosis LCPKS terdiri dari 4 aras (0/kontrol, 30, 40, dan 50 ml/bibit).  Hasil penelitian menunjukkan ada interaksi nyata antara aplikasi dosis PGPR dan LCPKS terhadap tinggi bibit, diameter batang, bobot kering akar, bobot segar tajuk, bobot kering tajuk, volume akar, bobot kering tanaman, dan bobot segar tanaman kelapa sawit di pembibitan awal. Kombinasi perlakuan terbaik adalah PGPR 50 ml/bibit dengan LCPKS 50 ml/bibit. Dosis PGPR maupun LCPKS memberikan pengaruh  sama terhadap parameter panjang akar serta bobot segar akar.
APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR KULIT PISANG KEPOK (Musa paradisiaca L) TERHADAP PERKEMBANGAN PEMBIBITAN KELAPA SAWIT PRE-NURSERY Panjaitan, Winnes Kennedy; Mustamu, Novilda ElizaBeth; Yusida Saragih, Siti Hartati; Adam, Dini Haryati
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 2 (2022): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i2.1968

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aplikasi pemberian pupuk organik cair dari kulit pisang (Musa paradisiaca L) terhadap pertumbuhan  pembibitan kelapa sawit pre- nursery dan konsentrasi yang terbaik yang dibutuhkan untuk pertumbuhan pada pembibitan kelapa sawit pre-nursery. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 perlakuan dengan 4 ulangan, P4 (400ml), P5 (500ml) yaitu P0 (kontrol), P1 (100ml), P2 (200ml), P3 (300ml). Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari-Maret 2022 di laboratorium dan  halaman belakang lokasi rumah peneliti, tepatnya di Desa Perbaungan di Kabupaten Labuhan Batu Provinsi Sumatera Utara. Variabel yang diamati yaitu berat basah, dan tinggi tanaman,jumlah daun, serta berat kering,dan  panjang akar. Hasil dari penelitian ini yaitu kulit pisang mampu memberikan pengaruh pada tinggi tumbuhan minggu ke 2 dan 1 tetapi tidak berbeda nyata terhadap jumlah daun, panjang akar, berat basah dan berat kering. Perlakuan P3 (300 ml) merupakan dosis yang terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan pembibitan sawit pre-nursery. 
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT (Solanum lycopersicum L.) TERHADAP PEMBERIAN KONSENTRASI PAKLOBUTRAZOL DAN MACAM PUPUK ORGANIK CAIR Rika Rahmawati; Agus Sulistyono; Guniarti Guniarti
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 2 (2022): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i2.1980

Abstract

Tomat merupakan buah yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat baik secara langsung maupun dalam bentuk olahan. Kebutuhan tomat di pasar terus meningkat namun ketersediaan produksinya masih rendah. Peningkatan produksi tomat dapat ditunjang melalui pemberian zat pengatur tumbuh dan pupuk organik cair. Tujuan penelitian ini untuk mengetauhi konsentrasi terbaik akibat pemberian konsentrasi paklobutrazol dan macam pupuk organik cair serta pengaruh interaksi antara kedua faktor tersebut. Penelitian ini dilakukan di Jalan Simowau Indah Blok H, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, dimulai dari bulan Januari sampai dengan Maret 2022 menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial. Faktor pertama konsentrasi paklobutrazol P0=kontrol; P1= 125 ppm; P2= 150 ppm; P3= 175 ppm, Faktor kedua yaitu macam pupuk organik cair 200 ml/tanaman K1= Limbah Ikan; K2= Eceng Gondok; K3= Kulit pisang. Hasil menunjukkan bahwa pemberian konsentrasi paklobutrazol 125 ppm dan pupuk organik cair limbah ikan memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, umur muncul bunga, jumlah bunga, jumlah buah per periode, jumlah buah total, bobot buah per buah dan bobot buah per periode.
IDENTIFIKASI MODEL AGROFORESTRI TRADISIONAL PADA WILAYAH DATARAN RENDAH KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA Edvend Saba Agu, Yakobus Pffeferius; Pareira, Magdalena Sunarty; Boybana, Kornelius M.
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 2 (2022): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i2.2076

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi model-model agroforestri tradisional dan analisis vegetasi yang terdapat diwilayah dataran rendah Kabupaten Timor Tengah Utara yang terbagi di tiga Desa yakni Desa Manumean, Desa Upfaon, dan Desa Nansean. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksploratif dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan wawancara. Plot ukur yang dibangun dalam penelitian ini ditentukan secara purposive sampling berdasarkan komposisi tanaman penyusun yang di temukan diwilayah dataran rendah Kabupaten TTU, dengan ukuran 20x20 meter atau seluas 400 m2 berbentuk bujur sangkar. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga model agroforestri tradisional yakni agrosilvopastura poan, agrsilvikultura kono dan apikultur kono. Analisis vegetasi pada setiap tingkatan model agroforestri, agrosilvopastura poan, INP tertinggi pada tingkat  semai 108%,  pancang 300%, tiang 107%  dan Pohon 160%. Agrsilvikultur kono, INP tertinggi pada tingkat semai 145%, pancang 230%, tiang 172, dan pohon 105%, sedangkan pada model apikultur kono, INP tertinggi pada tingkat semai 89%, pancang 300%, tiang 300%, dan pohon 108%.
PENGARUH INSEKTISIDA NABATI EKSTRAK RIMPANG KENCUR (Kaempferia galanga L.) TERHADAP MORTALITAS HAMA ULAT GRAYAK (Spodoptera frugiperda) PADA TANAMAN JAGUNG (Zea mays) Waluyo, Lud; Hikmah, Lailatul; Wahyuni, Sri
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 2 (2022): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i2.2115

Abstract

Menurunnya produktivitas jagung di Indonesia dapat disebabkan oleh serangan hama. Salah satu hama yang sangat mengganggu pertanaman jagung saat ini adalah hama ulat grayak (Spodoptera frugiperda). Penggunaan insektisida nabati ekstrak rimpang kencur (Kaempferia galanga L.) berpotensi dalam menanggulangi serangan hama ulat grayak dengan berbagai keunggulan diantaranya tidak berdampak negatif bagi lingkungan dan aman bagi kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh insektisida nabati ekstrak rimpang kencur (Kaempferia galanga L.) terhadap mortalitas hama ulat grayak (Spodoptera frugiperda) pada tanaman jagung. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain post test kelompok kontrol yang menggunakan 5 perlakuan dengan pengulangan sebanyak 5 kali, dimana terdapat kelompok kontrol negatif 100% menggunakan aquades, kelompok kontrol positif  1% menggunakan sidamethrin dan 3 kelompok perlakuan menggunakan ekstrak kencur 15%, 20%, dan 25%. Hasil penelitian menunjukkan pada konsentrasi 25% ekstrak kencur dapat menyebabkan kematian lebih cepat pada larva ulat grayak dan didapatkan nilai LC50  sebesar 30.247 µg/mL. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ekstrak rimpang kencur (Kaempferia galanga L.) dapat digunakan sebagai alternatif insektisida nabati terhadap ulat grayak (Spodoptera frugiperda).
STRATEGI PENGEMBANGAN FOOD ESTATE DI KABUPATEN LANDAK Dwi Prasetyo; Maswadi Maswadi; Wanti Fitrianti
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 3 (2022): Edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi potensi sumber daya alam untuk mendukung program food estate dan menentukan strategi pengembangan pada program food estate di Kabupaten Landak. Penelitian ini dilaksanakan selama 2 (dua) bulan dengan pemilihan lokasi yaitu Desa Senakin, Kecamatan Sengah Temila. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan 10 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan interview, kuesioner, dan observasi. Variabel penelitian yaitu kriteria agroklimatologi, infrastruktur, aspek sosial ekonomi, sumber daya manusia dan teknologi. Hasil penelitian ini didapat prioritas utama yang optimal untuk strategi pengembangan food estate di Kabupaten Landak adalah kriteria sumber daya manusia dengan nilai prioritas sebesar 0,277, sub kriteria prioritas dari agroklimatologi adalah iklim dengan nilai sebesar 0,596, prioritas dari sub kriteria aspek sosial adalah pendapatan dengan nilai sebesar 0,6,48, prioritas dari sub kriteria infrastruktur adalah jalan dengn nilai yang di dapat sebesar 0,363, prioritas dari sub kriteria dari sumber daya manusia adalah penglaman kerja dengan nilai sebesar 0,666, dan prioritas dari sub kriteria teknologi adalah alat pertanian degan nilai sebesar 0,659. sedangkan alternatif yang menjadi prioritas utama pada tanaman terdapat tiga komoditas yang memiliki nilai tertinggi yaitu padi sebesar 0,240, prioritas ke dua yaitu kelapa sawit sebesar 0,181, dan prioritas yang tertinggi ke tiga adalah jagung sebesar 0,139.
UPAYA MEMPERTAHANKAN KUALITAS DEDAK PADI SEBAGAI BAHAN PAKAN DENGAN PENAMBAHAN BUTYLATED HYDROXYTOLUENE DAN KALSIUM PROPIONAT SELAMA PENYIMPANAN ENAM MINGGU Abdul Alim Yamin; Jasmal A Syamsu
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 3 (2022): Edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i3.2227

Abstract

Dedak padi merupakan salah satu bahan pakan ternak yang umum digunakan sebagai sumber energi dan serat bagi ternak. Selain itu dedak padi juga mengandung asam lemak tak jenuh sehingga sangat bermanfaat bagi ternak. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh penambahan Butylated Hydroxytoluene (BHT) dan Kalsium Propionat sebagai upaya mempertahankan kualitas dedak padi. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknologi dan Industri Pakan Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin. Penelitian  disusun berdasarkan rancangan acak lengkap pola faktorial  2x4, dengan faktor pertama adalah waktu penyimpanan yaitu W1 = 0 minggu, W2 = 6 minggu, faktor kedua adalah  jenis pengawet yaitu P1 = tanpa pengawet, P2 = BHT 0,01 %, P3 = kalsium propionat 0,3 %, dan P4 = kombinasi BHT 0,01 % + kalsium propionat 0,3 %, dengan dua ulangan. Penggunaan BHT 0,01% (P2) sebagai antioksidan dalam pakan berpengaruh nyata terhadap penurunan kandungan bilangan peroksida dan asam lemak bebas sedangkan penggunaan kalsium propionat 0,3 % (P3) berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan koloni jamur. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan BHT dan kalsium propionat sebagai aditif dalam pakan maupun bahan pakan dapat digunakan untuk mencegah ketengikan hidrolisis dan menghambat pertumbuhan jamur selama penyimpanan.
PENGARUH IRADIASI SINAR GAMMA TERHADAP PERTUMBUHAN KENIKIR LOKAL LABUHANBATU (Cosmos caudatus kunth) Dalimunthe, Reza Nazaruddin; Sitanggang, Kamsia Dorliana; Dalimunthe, Badrul Ainy; Walida, Hilwa
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 2 (2022): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i2.1962

Abstract

Kenikir merupakan tanaman obat-obatan yang mana memiliki banyak manfaat, bagian tanaman kenikir yang sering di manfaatkan iyalah daun kenikir,daun kenikir sendiri banyak di manfaat kan sebagai antihipertensi, antiinflamasi, dan anti kanker selain itu daun kenikir juga memiliki anti oksidan yang tinggi, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan serta perubahan morfologi yang terjadi pada tanaman kenikir Penelitian ini dilaksanakan di Labuhanbatu dan Bogor. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah biji bunga kenikir lokal labuhanbatu,selanjutnya biji di iradiasi dengan 7 taraf dosis yang berbeda pengamatan yang di amati adalah perkecambahan, tinggi tanaman, jumlah daun, dan perubahan morfologi pada tanaman, hasil penelitian ini menjukjakan hasil yang berbeda-beda dengan tanaman kontrol.
PENDAPATAN DAN KELAYAKAN USAHATANI SAYURAN HIDROPONIK SEBELUM DAN SAAT PANDEMI COVID-19 DI KOTA YOGYAKARTA Subeni, Subeni
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 2 (2022): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i2.1974

Abstract

             Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pendapatan usahatani sayuran hidroponik sebelum dan saat pandemi covid- 19 di Kota Yogyakarta, (2) mengetahui kelayakan usahatani sayuran hidroponik sebelum dan saat pandemi covid-19 di Kota Yogyakarta. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian dengan metode purposive yang diambil secara sengaja dengan pertimbangan bahwa Kota Yogyakarta ada kampung sayur. Sampel responden ditentukan dengan metode random sampling. Data dianalisis dengan Analisis Pendapatan dan Analisis Kelayakan. Hasil penelitian menunjukkan (1) Rata-rata pendapatan usahatani sayuran per enam bulan atau sekitar 3 sampai 4 kali musim panen sayuran hidroponik sebelum pandemi covid-19 sebesar Rp 1.754.845,7 sedangkan rata- rata pendapatan yang diperoleh usahatani sayuran hidroponik saat pandemi covid-19 sebesar Rp 1.485.373,2. (2) Nilai R/C ratio sebelum pandemi covid-19 adalah 4,30 dan R/C ratio R/C ratio saat pandemi covid-19 adalah 3,48 sehingga layak untuk diusahakan.

Page 42 of 139 | Total Record : 1386