cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pertanian Agros
Published by Universitas Janabadra
ISSN : 14110172     EISSN : 25281488     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Pertanian Agros (JPA) is published by Faculty of Agriculture, Janabadra University and the Agribusiness Association of Indonesia (AAI). It available online supported by Directorate General of Higher Education - Ministry of Research, Technology, and Higher Education- Republic of Indonesia JPA is a peer-reviewed and open access journal that publishes significant and important research from all area of agriculture science fields such as crops, horticulture, fisheries, animal husbandary, and forestry.
Arjuna Subject : -
Articles 1,386 Documents
ANALISIS PARTISIPASI ANGGOTA KELOMPOK TANI DALAM PROGRAM PERTANIAN PERKOTAAN DI KAMPUNG MARKISA BLUNYAHREJO KALURAHAN KARANGWARU KEMANTREN TEGALREJO KOTA YOGYAKARTA Sulistiya, Sulistiya; Hariadi, Untoro; Arti, Hestina Dwi
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 2 (2022): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i2.2030

Abstract

Tujuan penelitian adalah mengetahui: 1) faktor yang memengaruhi partisipasi anggota kelompok tani terhadap program pertanian perkotaan di Kampung Markisa, 2) bentuk dan tingkat partisipasi anggota kelompok tani terhadap program pertanian perkotaan di Kampung Markisa. Metode dasar yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penentuan lokasi dilakukan secara purposive. Metode penentuan sampel menggunakan teknik sensus, yaitu mengambil semua anggota dalam populasi sebanyak 30 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Metode analisis untuk mengetahui faktor yang memengaruhi partisipasi adalah analisis regresi linier berganda, sementara untuk mengetahui bentuk dan tingkat partisipasi adalah dengan analisis interval kelas. Hasil menunjukkan: 1) faktor internal yang memengaruhi partisipasi bentuk dana dan partisipasi bentuk material adalah usia, tingkat pendidikan, tingkat penghasilan, dan lamanya tinggal. Faktor internal yang memengaruhi partisipasi bentuk informasi adalah usia, tingkat pendidikan, dan lamanya tinggal. Faktor internal yang memengaruhi partisipasi bentuk tenaga adalah usia dan lamanya tinggal. Sementara faktor eksternal yang memengaruhi semua bentuk partisipasi adalah pengurus serta akses dan kontrol. 2) tingkat partisipasi anggota kelompok tani dalam bentuk tenaga berada pada kategori tinggi, sementara tingkat partisipasi anggota kelompok tani dalam bentuk dana, bentuk material, dan bentuk informasi berada pada kategori sedang. 
PENGEMBANGAN REKAYASA TEKNOLOGI PERTANIAN MELALUI KELOMPOK TANI SEBAGAI ALTERNATIF PEMBANGUNAN PEDESAAN M, Afrizal
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 2 (2022): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i2.2103

Abstract

Makalah bertujuan untuk membahas  pengembangan rekayasa teknologi pertanian melalui kelompok tani sebagai alternatif pembangunan pedesaan.  Diharapkan sintesa dari makalah ini menjadi bahan pertimbangan dalam mengambil kebijakan pembangunan pedesaan. Teknologi pra dan pasca panen dapat meningkatkan  produksi  baik kuantitas maupun kualitas. Pertimbangan aspek teknis, ekonomi dan sosial perlu diperhatikan secara lebih komprehensif, sehingga dapat meningkatkan pendapatan keluarga petani dan pembangunan pedesaan. Guna pengembangan rekayasa pertanian di aras pedesaan, maka diperlukan peran Perguruan Tinggi (ilmuan) sebagai sumber informasi penting sekaligus sumber IPTEK. Kerjasama Perguruan Tinggi (ilmuan), Pemerintah (Penyuluh dan Perbankan) dan petani (kelompok tani) perlu dilakukan untuk menjawab permasalahan yang dihadapi petani, juga ditunjang dengan peran swasta sebagai sumber modal dalam rekayasa pertanian. Pengembangan kelembagaan pertanian di aras pedesaan dengan kelompok tani sebagai ujung tombak merupakan salah satu strategi alternatif dalam pengembangan rekayasa pertanian, guna memperkuat kelembaga pertanian di pedesaan untuk masa yang akan datang. Untuk menentukan model rekayasa pertanian yang ditawarkan pada petani maka perlu memperhatikan kemampuan petani serta analisis potensi wilayah pedesaan.
PENGARUH PERLAKUAN BENIH MENGGUNAKAN RIZOBAKTERI TERHADAP KUALITAS BENIH CABAI MERAH (Capsicum annuum L.) DARI BENIH KADALUARSA Syamsuddin Syamsuddin; Hasanuddin Hasanuddin; Aisyah Fitriani
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 3 (2022): Edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i3.2192

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perlakuan benih pra tanam dengan menggunakan rizobakteri terhadap kualitas benih cabai merah dari benih kadaluarsa. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial dengan faktor, yaitu jenis rizobakteri 8 isolat: ASP 3/1, ASP 4/1, ASP 4/5, ASP 5/5, ASP 5/8, ASP 6/1, ASP 7/2 dan ASP 7/5, dan 1 kontrol sehingga keseluruhannya 9 perlakuan. Masing-masing diulang 3 kali dengan demikian ada 27 satuan percobaan. Setiap percobaan terdiri dari 20 benih sehingga terdapat 540 benih. Hasil penelitian: perlakuan benih menggunakan rizobakteri berpengaruh sangat nyata terhadap tolok ukur potensi tumbuh maksimum, daya berkecambah, keserampakan tumbuh, waktu untuk mencapai 50% perkecambahan total relatif serta berat basah kecambah normal, dan berpengaruh nyata terhadap tolok ukur kecepatan tumbuh relatif, berat kering kecambah normal, dan tidak berpengaruh nyata terhadap tolok ukur indeks vigor. Perlakuan benih menggunakan rizobakteri mampu meningkatkan viabilitas serta vigor benih cabai merah kadaluarsa dengan meningkatkan daya berkecambahnya hingga 375%. Pada fase perkecambahan benih cabai kadaluarsa yang mendapatkan perlakuan pra tanam dengan rizobakteri ASP 4/5 mampu meningkatkan kualitas benih cabai merah kadaluarsa pada tolok ukur potensi tumbuh maksimum, daya berkecambah, keserampakan tumbuh, kecepatan tumbuh relatif dan berat kering kecambah normal.
PERANAN PUPUK HAYATI MIKORIZA DAN AZOLLA TERHADAP TANAMAN SORGUM DI TANAH SUBOPTIMAL Santa Maria Lumbantoruan; Maria Paulina; Selviana Anggraini; Horas Marihot Silitonga
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 3 (2022): Edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pupuk merupakan unsur penting yang di berikan pada tanaman untuk dapat mengoptimalkan pertumbuhan dan produksi tanaman, namun pemupukan secara kimia yang dilakukan secara terus menerus mengakibatkan pencemaran lingkungan yang mengakibatkan kenaikan emisi rumah kaca dan kerusakan tanah. Pemupukan melalui pemberian mikroorganisme atau yang sering disebut pemupukan hayati merupakan salah satu penerapan teknologi yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut. Salah satu pupuk hayati yang sudah sering digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman adaah mikoriza dan azolla. Mikoriza dapat meningkatkan pertumbuhan akar dan membantu ketersediaan unsur hara P serta ketersediaan air. Azolla memberikan ketersediaan nitrogen untuk dapat meningkatan pertumbuhan tanaman. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok faktorial dengan 2 faktor yaitu jenis pupuk hayati dan jenis sorgum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pupuk hayati secara mandiri maupun interaksi dapat meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar dan berat biji per malai. Hasil terbaik ditunjukkan perlakuan PH3 (mikoriza+azolla).
KAJIAN PENGEMBANGAN USAHA TERNAK BABI DI KABUPATEN JAYAWIJAYA MELALUI PENDEKATAN ANALISIS SWOT Batseba M.W. Tiro; Siska Tirajoh; Petrus A. Beding; Fransiskus Palobo
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 2 (2022): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i2.1956

Abstract

Usaha ternak babi di Kabupaten Jayawijaya umumnya masih dilaksanakan secara tradisional dengan sistem pemeliharaan yang masih sederhana. Kajian ini bertujuan untuk membahas kemungkinan pengembangan usaha ternak babi melalui pendekatan analisis SWOT. Penelitian telah dilakukan pada 60 responden peternak babi yang ditetapkan secara purposive random sampling. Pengumpulan data melalui wawancara terstruktur serta pengamatan langsung di lapangan. Analisis data dilakukan secara deskriptif yang dipertajam dengan analisis SWOT (kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman). Hasil kajian menunjukkan bahwa usaha pengembangan ternak babi di Jayawijaya mempunyai potensi yang cukup besar untuk dikembangkan karena didukung oleh kondisi faktor internal dan eksternal, antara lain pengalaman beternak dan motivasi peternak yang cukup tinggi, sumberdaya lahan dan pakan tersedia, kondisi sosial budaya masyarakat mendukung, ketersediaan teknologi dan kebijakan pemerintah daerah mendukung. Berdasarkan analisis SWOT, maka strategi yang dapat dilakukan untuk pengembangan usaha ternak babi di Kabupaten Jayawijaya antara lain dengan meningkatkan atau mengoptimalkan sumber daya manusia peternak serta optimalisasi sumberdaya alam melalui penyuluhan dan pembimbingan yang intensif mengenai budidaya ternak babi yang baik diikuti demplot dengan memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia. Upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak juga perlu dilakukan melalui kursus keterampilan maupun magang.
KARAKTERISTIK SIFAT KIMIA TANAH GAMBUT DI LAHAN KELAPA SAWIT DI DESA TANJUNG MEDAN KABUPATEN LABUHANBATU SELATAN Ardiansyah Ardiansyah; Dini Hariyati Adam; Badrul Ainy Dalimunthe; Hilwa Walida
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 2 (2022): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i2.1986

Abstract

Tanah gambut terbentuk dari timbunan bahan organik, sehingga kandungan karbon pada tanah gambut sangat besar. Fraksi organik tanah gambut di Indonesia lebih dari 95%, kurang dari 5% sisanya adalah fraksi anorganik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kimia tanah gambut di Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Penelitian dilakukan di Desa Tanjung Medan, Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Sampel tanah kemudian dianalisis di PT. SOCFINDO, Provinsi Sumatera Utara. Pengamatan dan pengambilan sampel tanah di perkebunan kelapa sawit lahan gambut menggunakan metode zigzag dalam 1 blok dengan 3 titik pengambilan. Sampel tanah dari perkebunan kelapa sawit di lahan gambut diambil pada 3 titik yang berbeda dengan jarak 20 meter secara zigzag dalam 1 blok. Hasil penelitian diperoleh data kandungan beberapa sifat kimia tanah mengalami perubahan, baik itu nilai pH, Mg, K, C, Na, N, P, Kation dan Ca. Peningkatan C Organik pada lahan gambut yang dikonversi menjadi perkebunan kelapa sawit sebesar 0,1-0,5% dan nilai N, Kation, P, dan Ca masih moderat, sedangkan nilai Mg, K dan Na menurun dengan nilai yang bervariasi. Karakteristik sifat kimia tanah gambut Kabupaten Labuhanbatu Selatan di dapat nilai terbaik pada pH dengan nilai 4,74, Mg 0,76, K 0,87, C Organik 10,92%, Na 0,48, N 0,80%, P 346,53, Kation 62,39 dan Ca 3,18.
STRATEGI PENGEMBANGAN AGRIBISNIS JAGUNG DI DESA TUALENE KECAMATAN BIBOKI UTARA KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA Mardit N Nalle; Lukman Muhamad Masa; Bernadina Metboki
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 2 (2022): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i2.2089

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh faktor internal dan eksternal terhadap agribisnis jagung di Desa Tualene, Kecamatan Biboki Utara Kabupaten Timor Tengah Utara dan untuk merumuskan strategi perkembangan agribisnis jagung yang tepat untuk dilaksanakan di Desa Tualene Kecamatan Biboki Utara Kabupaten Timor Tengah Utara. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tualene Kecamatan Biboki Utara Kabupaten Timor Tengah Utara secara purposive sampling. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan mengambil 80 sampel sebagai responden. Teknik pengumpulan sampel dilakukan melalui wawancara dan metode angket kuesioner. Analisis data menggunakan Matriks SWOT dengan melihat faktor internal (kekuatan dan kelemanhan dan faktor ekstenal (peluang dan ancaman) dan Analisis QSPM (Quantitatif Strategic Planning Matric) dengan mencari strategi alternatif terhadap rumusan strategi yang tepat.  Hasil analisis menunjukkan bahwa strategi pengembangan agribisnis berada pada kuadran I (agresif), di sini potensi agribisnis memiliki kekuatan yang besar dengan memanfaatkan peluang yang ada. Alternatif steategi yang diperoleh Matrics QSPM adalah harus adan dukungan lembaga keuangan dalam bentuk koperasi untuk membantu petani dalam mengembangkan kegiatan usahatani jagung di Desa Tualene, petani harus mencari peluang pasar sesuai kebutuhan konsumen dengan industri dalam bentuk kemitraan dalam pengolahan pakan ternak, peningkatan akses pasar bagi produksi jagung di Desa Tualene
POTENSI PRODUK TURUNAN TANAMAN KOPI DI KABUPATEN ACEH TENGAH MENGGUNAKAN METODE ANALISIS SWOT Dedy Darmansyah; Rusdi Faizin; Rika Mustika
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 3 (2022): Edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i3.2186

Abstract

Kopi merupakan komoditas penting bagi keuangan Indonesia. Kabupaten Aceh Tengah merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Aceh yang memiliki potensi besar dalam pengembangan kopi Arabika. Suhu udara yang dingin dan dikelilingi banyak pegunungan membuat daerah ini sangat cocok untuk menanam kopi Arabika. Namun ada beberapa kendala yang dihadapi petani, yaitu masalah pemanfaatan bagian tanaman kopi yang sudah tidak terpakai lagi dan akan menjadi limbah, seperti kulit buah kopi, daun yang tidak bermanfaat bagi tanaman dan bagian lainnya. Oleh karena itu, perlu dirumuskan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dengan menggunakan analisis SWOT, untuk mengetahui potensi produk turunan tanaman kopi. Dengan demikian, petani kopi Arabika di Kabupaten Aceh Tengah dapat menentukan produk apa saja yang akan dikembangkan dari limbah tanaman kopi dengan melihat potensi dari setiap produk turunan tanaman kopi
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK MANISAN SALAK SARISA MERAPI DENGAN METODE STATISTICAL QUALITY CONTROL PADA KWT KEMIRI EDUM KABUPATEN SLEMAN Nazla Atikah H Nasution; Ni Made Suyastiri YP; Antik Suprihanti
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 3 (2022): Edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i3.2211

Abstract

Perkembangan usaha olahan salak di Kabupaten Sleman membuat terjadinya persaingan usaha sehingga diperlukan strategi untuk mempertahankan keberlangsungan usaha, salah satunya melalui pengendalian kualitas produk. Penelitian yang dilakukan di Sarisa Merapi bertujuan untuk (1) menganalisis tingkat kerusakan atau kecacatan produk manisan salak, (2) menganalisis batas kendali pengendalian kualitas produk manisan salak, (3) mengidentifikasi faktor yang menyebabkan kerusakan produk manisan salak, (4) mengetahui besar kerugian yang disebabkan oleh produk manisan salak Sarisa Merapi yang rusak. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan metode penetuan lokasi yaitu purposive. Metode pengambilan respoden secara purposive. Macam data yang digunakan merupakan data primer dan sekunder. Teknik pengambilan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah (1) lembar pengecekan (Checksheet), (2) diagram Pareto, (3) diagram kendali, dan (4) diagram sebab-akibat (Fishbone). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) rata-rata tingkat kerusakan manisan salak sebesar 5,81% artinya melebihi standar kerusakan, (2) pengendalian kualitas manisan salak masih berada dalam batas kendali, (3) faktor-faktor yang menyebabkan kerusakan manisan salak yaitu tenaga kerja, metode, dan mesin (4) kerusakan produk manisan salak Sarisa Merapi menyebabkan kerugian sebesar Rp 1.017.500.
PREFERENSI KONSUMEN DAN STRATEGI PEMASARAN TELUR ASIN DESA KEBONSARI SIDOARJO PADA MASA PANDEMI COVID-19 Dena Puji Rahayu; Sigit Dwi Nugroho; Eko Priyanto
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 3 (2022): Edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i3.2247

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis preferensi konsumen terhadap produk telur asin Desa Kebonsari Sidoarjo dan menganalisis strategi pemasaran yang tepat produk Telur Asin Desa Kebonsari Sidoarjo pada Masa Pandemi Covid-19. Responden dalam penelitian ini adalah 70 konsumen telur asin Desa Kebonsari dan seluruh anggota Kelompok Tani Sumber Pangan sebanyak 25 orang. Metode riset menggunakan Analisis Konjoin, Matriks IFE, Matriks EFE, dan Analisis SWOT. Hasil riset menunjukkan bahwa penilaian preferensi konsumen berdasarkan tujuh atribut telur asin Desa Kebonsari memilih telur asin dengan tingkat keasinan yang sedang, ukuran sedang, varian ikan, harga sebesar Rp 3.000, tingkat keawetan selama 2-3 minggu, warna telur biru muda dan kemasan yang dipilih adalah aluminium foil. Alternatif strategi usaha telur asin pada Kelompok Tani Sumber Pangan Desa Kebonsari Sidoarjo adalah dengan meningkatkan variasi produk sesuai dengan selera konsumen, membuat varian telur asin mentah tanpa cangkang, membuat kemasan kedap suhu agar lebih tahan lama, mengadakan bebas antar produk dengan minimum jumlah pembelian, mengadakan diskon atau potongan harga pada saat memproduksi varian baru.

Page 43 of 139 | Total Record : 1386