cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Meteorologi Klimatologi dan Geofisika
ISSN : 23557206     EISSN : 25988190     DOI : -
Journal of Meteorology Climatology and Geophysics (Journal of MKG) is a scientific journal as a means of communication to report the results of research in the field of meteorology, climatology, air quality, geophysics, environment, disaster, and related instrumentation. This scientific journal is published every four months of the year.
Arjuna Subject : -
Articles 107 Documents
ANALISIS KONDISI ANGIN ZONAL DAN ANGIN MERIDIONAL LAPISAN 850 MB SAAT KEJADIAN ENSO SERTA DAMPAKNYA DI WILAYAH JAWA Lisnawati, Lisnawati; Dharmansyah, Farhan; B.A. Sihombing, Tomy
Jurnal Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Vol 5 No 1 (2018): Jurnal Meteorologi Klimatologi dan Geofisika
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1165.872 KB) | DOI: 10.36754/jmkg.v5i1.63

Abstract

El Niño Southern Oscillation (ENSO) merupakan fenomena interaksi antara laut dan atmosfer di Samudera Pasifik yang menyebabkan beda tekanan antara keduanya sehingga terjadi aliran angin zonal dan meridional. ENSO menyebabkan anomali iklim di Indonesia, seperti perubahan arah dan kecepatan angin. Tujuan penelitiannya adalah untuk mengetahui kondisi angin zonal dan meridional di lapisan 850 mb saat ENSO serta dampaknya di Jawa bagian Utara. Data yang digunakan adalah data bulanan vektor angin, arah dan kecepatan angin zonal-meridional Januari 1950-September 2016 serta Ocean Niño Index. Metode penelitiannya adalah membandingkan angin zonal dan meridional saat ENSO dengan Netral serta menganalisis dampak ENSO untuk wilayah Jawa. Hasil penelitiannya adalah saat El Niño kecepatan angin timuran lebih kuat dibanding netralnya dan sebaliknya untuk angin baratan. Kecepatan angin selatan lebih kuat dibanding netralnya dan sebaliknya untuk angin utara. Pada saat La Niña, kecepatan angin timuran lebih lemah dibanding netralnya dan sebaliknya untuk angin baratan. Kecepatan angin selatan dan utara lebih lemah dibanding netralnya. Pada lapisan 850 mb kecepatan angin saat El Niño 2-6 m/s, La Niña 0-3 m/s, dan Netral 0-4 m/s. Pada Juni-Agustus pengaruh El Niño tidak terlihat, tetapi pada September-November dapat terlihat. Pada September-November pengaruh La Niña tidak terlihat karena angin baratan lebih kuat.
PENCITRAAN DISTRIBUSI VERTIKAL UAP AIR DI KAWASAN BANDUNG MENGGUNAKAN TEKNIK GPS TOMOGRAFI 1D Sholihah, Suhartawati; Kuntjoro, Wedyanto; Wijaya, Dudy D
Jurnal Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Vol 5 No 1 (2018): Jurnal Meteorologi Klimatologi dan Geofisika
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.397 KB) | DOI: 10.36754/jmkg.v5i1.64

Abstract

Global Positioning System (GPS) tidak hanya berguna untuk keperluan navigasi dan penentuan posisi. GPS juga dapat dimanfaatkan untuk keperluan meteorologi seperti pemantauan kondisi atmosfer Bumi. Sinyal GPS yang ditransmisikan dari satelit ke receiver mengalami perlambatan dan pembelokan akibat adanya partikel-partikel pada lapisan troposfer. Salah satu partikel yang memiliki peranan penting terhadap berlangsungnya siklus hidrologi di Bumi adalah uap air. Uap air tersebut bersifat sangat dinamis baik secara spasial maupun temporal. Perbedaan kandungan uap air pada setiap tempat dan ketinggian menyebabkan besarnya refraktivitas pada lapisan troposfer juga bervariasi. Pemantauan uap air dengan ketelitian tinggi masih menjadi tantangan di Indonesia. Informasi yang akurat mengenai uap air tentunya bermanfaat dalam melakukan prediksi cuaca lokal maupun mempelajari iklim global. Salah satu produk dari pengolahan data GPS adalah informasi mengenai estimasi besarnya bias troposfer pada arah zenith atau disebut sebagai Zenith Tropospheric Delay (ZTD). Besarnya hasil estimasi tersebut kemudian dapat dipisahkan menjadi komponen kering atau Zenith Hydrostatic Delay (ZHD) dan uap air atau Zenith Wet Delay (ZWD). Untuk mengetahui besarnya kandungan uap air pada setiap lintasan sinyal, maka ZWD harus dikonversi menjadi Slant Wet Delay (SWD) dengan mengalikan ZWD dan mapping function. Nilai SWD kemudian digunakan untuk melakukan rekonstruksi distribusi vertikal uap air pada troposfer dengan teknik tomografi. Pada penelitian ini digunakan data pengamatan GPS dari stasiun GPS kontinu (CGPS) ITB  selama satu hari. Hasil yang didapatkan menyatakan bahwa Multiplicative Algebraic Reconstruction Technique (MART) berhasil diterapkan untuk menyelesaikan persamaan linear dalam menentukan refraktivitas komponen basah dengan GPS tomografi 1D. Penelitian lebih lanjut dengan memanfaatkan jaringan stasiun CGPS dan pengembangan metode numerik dapat memberikan hasil yang lebih optimal dan akurat.
STUDI POTENSI VARIABEL ANGIN ZONAL SEBAGAI PREDIKTOR UNTUK WILAYAH BENUA MARITIM (STUDI KASUS SUMATERA) Safril, Agus; Virgianto, Rista Hernandi
Jurnal Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Vol 5 No 1 (2018): Jurnal Meteorologi Klimatologi dan Geofisika
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (890.5 KB) | DOI: 10.36754/jmkg.v5i1.65

Abstract

Prediksi curah hujan menggunakan model global (Global Circulation Model) memiliki resolusi yang rendah sehingga tidak bisa memberikan informasi lokal. Untuk mendapatkan informasi skala lokal digunakan metode statistical downcsaling. Keandalan prediksi diperoleh dengan memilih variabel prediktor yang berhubungan erat dengan curah hujan. Pemilihan variabel prediktor dilakukan berdasarkan pertimbangan analisis spasial dan temporal di wilayah dengan pola hujan tahunan dan semi-tahunan. Analisis korelasi prediktor dan curah hujan dilakukan dengan metode SVD (Singular Value Decomposition). Hasil mode dominan koefisien ekspansi deret waktu dari hasil SVD dianalisis dengan transformasi wavelet. Hasil korelasi menunjukkan variabel angin zonal  U850 terkait erat dengan curah hujan di Sumatera dengan korelasi 0,77 dan kesamaan keragamaan pasangan data (kovariansi)  92%. Variabel  angin U850 milibar dapat menangkap pola  monsun (1 dan 0,5 tahunan) dan pola antar tahunan yaitu ENSO (El Nino Southern Ocillation) dengan periode 2, 4, dan 12 tahunan. Korelasi antara angin zonal (observasi) sekitar Sumatera  dengan index Nino 3.4 (>0,6).  Kemampuan prediktor U850 mb lebih andal di bagian selatan Sumatera Utara dibandingkan selatan Sumatera. Secara umum predictor dapat digunakan untuk wilayah benua maritime yang berpola curah hujan tahunan dan semitahunan.  
PENYUSUNAN 10 KELOMPOK BAHAN VALIDASI SILANG PADA KASUS 197 TITIK CURAH HUJAN DI JAWA TIMUR Kurniawan, Andang; Tarmana, Dede
Jurnal Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Vol 5 No 1 (2018): Jurnal Meteorologi Klimatologi dan Geofisika
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.553 KB) | DOI: 10.36754/jmkg.v5i1.66

Abstract

Untuk mendapatkan gambaran spasial suatu parameter lingkungan, diperlukan penentuan metode interpolasi spasial terbaik. Permasalahan muncul karena terdapat banyak sekali jenis metode interpolasi spasial. Untuk menentukan metode interpolasi yang paling sesuai, dapat dilakukan teknik validasi silang. Interpolasi juga penting dalam analisis curah hujan bulanan. Pada kasus interpolasi spasial 197 titik pengamatan curah hujan di Jawa Timur, validasi silang dapat dilakukan dengan menghilangkan sepuluh persen data secara bergantian. Penyusunan bahan validasi silang penting untuk dikembangkan agar terhindar dari terkumpulnya atau berbatasan langsungnya antar titik yang dihilangkan. Tujuan dari studi ini adalah menyusun bahan validasi silang dan menguji kehandalannya. Data koordinat lintang dan bujur dari 197 titik didapatkan dari Stasiun Klimatologi Malang. Peringkat data digunakan sebagai basis penyusunan. Dari sepuluh kelompok bahan validasi silang, tujuh (tiga) grup akan  memiliki dua puluh (sembilan belas) data yang dihilangkan. Data yang dihilangkan dari kelompok pertama (sepuluh) adalah data bernomor urut digit terakhir satu (nol). Tiga pendekatan dilakukan untuk mendapatkan peringkat: koordinat saja, klastering, dan pemisahan. Klastering menggunakan jarak euklid tautan lengkap dengan variasi klaster 98, 65, dan 49. Metode pemisahan dilakukan dengan membagi terlebih dahulu titik ke dalam 20 (5x4) kotak. Untuk mengetahui penyebaran yang baik digunakan dua pendekatan, yaitu tidak adanya pertetanggaan terdekat dan jarak yang lebih jauh. Analisis visual dengan bantuan poligon voronoi, plot boks, dan indeks histogram digunakan. Dua indeks (SR dan IK) dikembangkan untuk mengetahui pergeseran distribusi. Pendekatan menggunakan pemisahan merupakan metode yang paling sesuai. Dengan menambahkan sepuluh modifikasi, didapatkan bahan validasi silang yang dapat digunakan untuk uji komparasi metode interpolasi.
MODEL KECEPATAN GELOMBANG SEISMIK 1 DIMENSI WILAYAH PAPUA Priadi, Ramadhan; Ulfiana, Emi; Ariyanto, Puji
Jurnal Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Vol 5 No 1 (2018): Jurnal Meteorologi Klimatologi dan Geofisika
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.416 KB) | DOI: 10.36754/jmkg.v5i1.67

Abstract

Hiposenter adalah salah satu parameter penting dari gempa bumi. Persebaran hiposenter salah satunya sering digunakan untuk mitigasi bencana, pun untuk mengetahui karakteristik seismisitas suatu daerah. Tingkat akurasi penentuan hiposenter sangat dipengaruhi oleh model kecepatan gelombang seismik. Setiap wilayah memiliki model kecepatan yang berbeda terkait struktur bawah permukannya juga berbeda. Artinya, sangat diperlukan suatu model kecepatan lokal untuk menunjang tingkat akurasi hiposenter yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan model kecepatan lokal 1 dimensi wilayah Papua, sebagai salah satu wilayah dengan tingkat seismisitas yang sangat aktif. Model kecepatan diperoleh menggunakan metode inversi Coupled Hypocenter-Velocity yang dijalankan menggunakan program Velest 3.3. Data yang digunakan berasal dari katalog gempa BMKG, sebanyak 392 kejadian gempa bumi di Papua pada tahun 2017. Digunakan sebanyak 24 stasiun jaringan BMKG. Model kecepatan inisial yang digunakan adalah model kecepatan 1 dimensi IASP91. Hasil penelitian menunjukkan kecepatan gelombang seismik lebih cepat dari model kecepatan IASP91 pada kedalaman hingga 7 km, lebih lambat hingga kedalaman 20 km, dan lebih cepat hingga kedalaman 171 km. Nilai RMS residual hingga iterasi ke-6 adalah 0.682643 dengan GAP rata-rata sebesar 190.
IDENTIFIKASI STRUKTUR GEOLOGI BAWAH PERMUKAAN BERDASARKAN NILAI SUSEPTIBILLITAS MAGNETIK BATUAN DI LAUT SULAWESI Patya, Dhea Intan; Rusdiana, Dadi; Purwanto, Catur; Ardi, Nanang Dwi
Jurnal Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Vol 5 No 1 (2018): Jurnal Meteorologi Klimatologi dan Geofisika
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (938.905 KB) | DOI: 10.36754/jmkg.v5i1.68

Abstract

Telah dilakukan penelitian dengan menggunakan metode magnetik untuk mengetahui struktur geologi bawah permukaan di sekitar Laut Sulawesi. Pengambilan data dilakukan dengan  menggunakan seperangkat alat Proton Procession Magnetometer pada Kapal Geomarine III dengan total 22 lintasan. Pengolahan data dengan koreksi IGRF untuk mendapatkan anomali medan magnet total. Hasil dari interpretasi kualitatif maupun kuantitatif yaitu berupa variasi nilai intensitas magnet total sebesar -450 nT dari arah timur laut menuju ke barat daya sebesar 110 nT. Variasi nilai anomali intensitas magnet total merupakan parameter dalam menentukan nilai suseptibilitas batuan yang sangat berpengaruh terhadap struktur geologi bawah permukaan  di sekitar Laut Sulawesi. Pengaruh geologi yang dihasilkan adalah berupa daerah penunjaman dan terdapat patahan atau sesar. Nilai suseptibilitas magnetik batuan  pada struktur bawah permukaan di sekitar Laut Sulawesi di dominasi batuan beku jenis andesit dan basalt, dan batuan  metamorf  (k = 0,067833 ? 0,065333 SI).
PENGGUNAAN MQTT SEBAGAI OPTIMASI PENGIRIMAN DATA AAWS SEBAGAI SARANA SEKOLAH LAPANG IKLIM BERBASIS INTERNET OF THINGS (IOT) Subyantara W, Haryas; Ariyanto, Bima Tri; Huda, Muhammad Nur
Jurnal Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Vol 5 No 1 (2018): Jurnal Meteorologi Klimatologi dan Geofisika
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.072 KB) | DOI: 10.36754/jmkg.v5i1.69

Abstract

Informasi iklim yang sulit dipahami oleh petani membuat kemungkinan tingginya kejadian gagal panen. Selain itu, perubahan iklim yang sedang terjadi saat ini membuat ketahanan pangan nasional terganggu. Dalam rangka meminimalisir dampak tersebut, salah satu kebijakan komprehensif untuk mewujudkan kedaulatan pangan adalah program Sekolah Lapang Iklim (SLI). Peneliti bertujuan merancang dan menguji Automatic Agroclimate Weather System (AAWS) berbasis Internet of Things (IoT) sebagai pengembangan digitalisasi program tersebut. Metode penelitian meliputi studi literatur, perancangan sistem dan pengujian sistem. Sistem ini terdiri dari sensor suhu dan kelembapan DHT11 dan tipping buckett. Parameter-parameter iklim terkait pertanian direkam secara otomatis kemudian dikirim ke internet menggunakan protokol MQTT. Petani dapat mengakses sistem melalui domain yang diberikan. Pengujian sistem dilakukan dengan metode komparasi terhadap AWS di Stasiun Klimatologi Kelas II Pondok Betung. Berdasarkan hasil pengujian, sistem mampu beroperasi dengan baik serta menunjukkan hasil yang relatif akurat.
APLIKASI PENGINDERAAN JAUH DAN SIG DENGAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS UNTUK KAJIAN KERAWANAN BANJIR DI DAS JALI COKROYASAN PURWOREJO Sidiq Pramono, Bayu Aji; Pasya Kusumawardani, Karunia; Yuendini, Emy Puspita
Jurnal Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Vol 5 No 3 (2018): Jurnal Meteorologi Klimatologi dan Geofisika
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1147.062 KB) | DOI: 10.36754/jmkg.v5i3.70

Abstract

Bencana hidrometeorologi adalah bencana yang dipengaruhi oleh parameter meteorologi yang meliputi aspek cuaca seperti curah hujan, angin, suhu, dan kelembaban. Salah satu bencana hidrometeorologi yang terjadi di Indonesia yaitu banjir. Dalam 8 tahun terakhir, telah terjadi banjir di DAS Jali Cokroyasan yang menggenangi sebagian Kabupaten Purworejo. Penelitian dilakukan untuk mengetahui tingkat kerawanan banjir di DAS Jali Cokroyasan. Penggunaan teknologi penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografi (SIG) diaplikasikan untuk memetakan tingkat kerawanan banjir di DAS Jali Cokroyasan. Parameter yang digunakan antara lain curah hujan, penggunaan lahan, kemiringan lereng, dan bentuklahan. Data curah hujan didapatkan dari Dinas Pertanian Peternakan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Purworejo. Data penggunaan lahan didapatkan dari citra Landsat 8 OLI yang diolah berdasarkan klasifikasi multispektral tidak terselia. Data kemiringan lereng diekstraksi dari DEM ALOS PALSAR dengan resolusi 10 m.  Data bentuklahan dihasilkan dari interpretasi visual DEM ALOS PALSAR dan citra Landsat 8 OLI. Semua parameter diproses dengan analisis spasial berdasarkan metode skoring Analytical Hierarchy Process (AHP) dan metode overlay Spatial Multi Criteria Evaluation (SMCE). Pengujian model dilakukan dengan metode in depth interview. Hasil analisis berupa peta tingkat kerawanan banjir di DAS Jali Cokroyasan. Berdasarkan peta tersebut, hilir DAS yang mendekati outlet DAS menjadi area yang rawan terjadinya bencana banjir luapan karena hilir DAS memiliki topografi yang landai. Zonasi tingkat kerawanan pada peta diharapkan menjadi bahan pertimbangan dalam menanggulangi resiko akibat banjir, meningkatkan kapasitas masyarakat, dan meminimalisasi kerugian akibat bencana.
PENGEMBANGAN METODE ANALISIS BEBAN KERJA WAKTU DALAM INTERPOLASI MENGGUNAKAN PENDEKATAN NON LINIER Rangga, Imron Ade; Cynthia Chevi Rahayu, Ni Luh; Kurniawan, Andang; Okta Veanti, Desak Putu
Jurnal Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Vol 5 No 3 (2018): Jurnal Meteorologi Klimatologi dan Geofisika
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1022.764 KB) | DOI: 10.36754/jmkg.v5i3.71

Abstract

Waktu komputasi dalam interpolasi spasial merupakan hal yang penting karena berkaitan dengan pengelolaan dan penyediaan informasi meteorologi yang efektif dan efisien. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beban kerja waktu komputasi serta mendapatkan fungsi waktu dari parameter - parameter interpolasi spasial dengan memperhatikan nilai angka penting, resolusi, dan jumlah titik data awal. Data yang digunakan berupa data acak yang dihasilkan oleh fungsi runif di R. Data acak tersebut memiliki 0, 3, dan 6 angka desimal. Jumlah titik yang digunakan yaitu berjumlah 10, 50, 100, 200, 500, 1000, 1500, 2000, 3000, 5000 dan 8000 dengan variasi resolusi luaran 0.5, 0.25, 0.05, 0.01 dan 0,005. Data-data ini selanjutnya diolah menggunakan piranti keras dan piranti lunak yang berbeda. Data kemudian dijalankan untuk interpolasi Inverse Distance Weighted. Lama waktu suatu pekerjaan interpolasi dapat dihitung melalui nilai jumlah titik (n) dan resolusi (r). Hasil menunjukkan bahwa nilai waktu (T) dapat didekati dengan persamaan: . Dimana konstanta C1, C2, C3 dan C4 berbeda sesuai dengan spesifikasi perangkat lunak dan perangkat keras. Dengan menggunakan pendekatan ini, standar penyelesaian waktu suatu pekerjaan interpolasi diharapkan dapat dikaji lebih baik.
ANALISIS CUACA EKSTREM TERKAIT BENCANA HIDROMETEOROLOGI DI JAYAPURA (STUDI KASUS HUJAN LEBAT TANGGAL 22 FEBRUARI 2014) Rony Kurniawan, Pande Made
Jurnal Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Vol 5 No 3 (2018): Jurnal Meteorologi Klimatologi dan Geofisika
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1034.547 KB) | DOI: 10.36754/jmkg.v5i3.72

Abstract

Hujan dengan intensitas sangat lebat sebesar 240.0 mm yang terjadi tanggal 22 Februari 2014 di Kabupaten Jayapura menyebabkan banjir dan tanah longsor dibeberapa distrik. Analisis cuaca diperlukan untuk mengetahui faktor-faktor meteorologi serta meningkatkan kesiapsiagaan yang berguna untuk mengurangi dampak dan kerugian akibat bencana hidrometeorologi. Data suhu muka laut, anomali suhu muka laut, indeks osilasi selatan serta peta medan angin di interpretasi secara visual. Data satelit MTSAT diolah menggunakan aplikasi SATAID 6.02 untuk menghasilkan luaran berupa gambar dan grafik seri waktu dari suhu dan tinggi puncak awan. Data angin komponen zonal dan meridional serta kelembapan relatif diolah menggunakan program Grads 1.9.0 untuk menghasilkan luaran berupa vortisitas, pola angin dan kelembapan udara tiap lapisan udara. Data pengamatan udara atas dalam bentuk sandi Temp diolah menggunakan aplikasi Raob 5.7 untuk mendapatkan indeks-indeks kemantapan udara. Dari hasil analisis didapatkan adanya Daerah Konvergensi Intertropis, suhu muka laut yang hangat, kelembapan udara perlapisan yang tinggi serta udara atas yang labil menyebabkan pertumbahan awan yang banyak di wilayah Jayapura yang kemudian berdampak terhadap terjadinya hujan deras di wilayah tersebut. Analisis citra satelit dapat menunjukkan nilai dan pola yang dapat dijadikan indikasi pertumbuhan awan-awan penghasil hujan lebat.

Page 6 of 11 | Total Record : 107