cover
Contact Name
Yoga Achmad Ramadhan
Contact Email
mubarrakplp@yahoo.co.id
Phone
+6281239553012
Journal Mail Official
motivajurnalpsikologi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ir. H. Juanda No.80, Samarinda, Kalimantan Timur, 75243
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Motiva: Jurnal Psikologi
ISSN : 26156687     EISSN : 26213893     DOI : -
Jurnal ini memuat tulisan-tulisan berupa hasil penelitian Psikologi di bidang Psikologi Industri dan Organisasi, Psikologi Klinis, Psikologi Konsumen, Psikologi Perkembangan, dan Psikologi Sosial.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2024)" : 10 Documents clear
MENGELOLA KUALITAS HIDUP PEREMPUAN DEWASA AWAL KORBAN KDRT DENGAN PELATIHAN KOGNITIF PERILAKU BERBASIS KEKUATAN DI YOGYAKARTA Jayanti, Arini Mifti; Mumpuni, Niken Wahyuni Retno
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/mv.v7i1.6806

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelatihan perilaku kognitif berbasis kekuatan sebagai terapi untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Pelatihan perilaku kognitif berbasis kekuatan mampu meningkatkan kualitas hidup perempuan korban KDRT. Subjek penelitian ini adalah perempuan dewasa awal yaitu usia 18-40 tahun, yang menjadi korban kekerasan dengan skala kualitas hidup rata-rata atau rendah. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 7 orang. Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala Whoqol-Bref (Division of Mental Health and Prevention of Substance Abus WHO, 2012). Data dianalisis dengan one group pretest-postest design, diperoleh nilai signifikan paired sample T-tes P = 0,004 dan T = 6,163. Hasil hipotesis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kualitas hidup yang signifikan sebelum dan sesudah diberikan pelatihan. Hasil tersebut dapat dipahami bahwa terdapat peningkatan kualitas hidup pada subjek setelah mengikuti pelatihan kognitif perilaku berbasis kekuatanKata Kunci: Pelatihan kognitif perilaku berbasis kekuatan, Kualitas hidup, perempuan korban kekerasan, dewasa awal. Abstract: This study aims to find out the effectiveness of strength-based cognitive-behavioural training as a therapy to improve the quality of life of women victims of domestic violence. The subjects in the study were women aged 18 to 40 who were victims of violence on a scale of average or low quality of life. The scale used in this study is the Whoqol-Bref scale. (Division of Mental Health and Prevention of Substances, WHO, 2012). Data analysed with a one-group pretest-postest design obtained significant values for paired samples (T-test, P = 0,004 and T = 6,163). The results of the hypothesis suggest that there is a significant difference in quality of life before and after training. The results show that there is an improvement in the quality of life of the subjects after following strength-based cognitive-behavioural training.Keywords: Strength-based cognitive behavioral training, quality of life, female victims of violence, early adulthood.
PENGARUH PERBANDINGAN SOSIAL TERHADAP DAYA JUANG MAHASISWA DALAM MERAIH PRESTASI AKADEMIK Haq, Alfiza Fakhriya; Riyanti, Nur; Zariana, Aminatu; A’yuni, Nafilah Qurrata; Yuniar, Alaisha; Lestari, Desy Ayu; Masitoh, Dewi
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/mv.v7i1.7839

Abstract

Keberhasilan mahasiswa dalam bidang akademik selama masa perkuliahan diukur dengan adanya prestasi yang dihasilkan dalam bidang akademik dan indeks prestasi komulatif (IPK). Dalam mencapai keberhasilan prestasi akademik mahasiswa tidak jarang melakukan perbandingan sosial dengan teman sebaya dalam menentukan standar pencapaian dimana hal tersebut memerlukan daya juang. Penelitian ini berjenis kuantitatif dengan tujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh perbandingan sosial terhadap daya juang mahasiswa dalam meraih prestasi akademik. Pengambilan sampel dipilih menggunakan teknik pusposive sampling dan mendapatkan sebanyak 164 orang mahasiswa UMKT. Skala untuk mengukur variabel perbandingan sosial yaitu Iowa Netherlands Comparison Orientation Scale (INCOM) yang diadaptasi dari Gibbons and Bunks (1999) dan skala daya juang yang disusun oleh Herawaty dan Wulan (2013). Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05) dengan sumbangsih variabel perbandingan sosial terhadap variabel daya juang sebesar 13,6%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil tersebut menunjukkan adanya pengaruh yang sangat signifikan dari perbandingan sosial terhadap daya juang mahasiswa dalam meraih prestasi akademik.
KEPRIBADIAN PROAKTIF TERHADAP PERILAKU KERJA INOVATIF KARYAWAN FOOD AND BEVERAGE GENERASI MILENIAL PROACTIVE PERSONALITY TO INNOVATIVE WORK BEHAVIOR OF MILLENNIAL GENERATION FOOD AND BEVERAGE EMPLOYEES Nuryadi, Grace Putri; Rahmah, Dian Dwi Nur
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/mv.v7i1.7680

Abstract

Abstrak: Perilaku yang dilakukan karyawan untuk menciptakan, mengembangkan, dan merealisasikan ide-ide baru sebagai bentuk inovasi bagi perusahaan disebut sebagai perilaku kerja inovatif. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi perilaku kerja inovatif adalah kepribadian proaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepribadian proaktif dengan perilaku kerja inovatif karyawan milenial yang bekerja dibidang food and beverage. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah 155 karyawan milenial yang bekerja dibidang food and beverage yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan skala kepribadian proaktif dan perilaku kerja inovatif. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukan nilai korelasi sebesar 0.502 dan p < 0.05 yang artinya terdapat hubungan positif dan signifikan antara kepribadian proaktif dengan perilaku kerja inovatif. Implikasi praktis dalam penelitian ini adalah kepribadian proaktif mendorong karyawan untuk memiliki inisiatif dan motivasi untuk membawa perubahan berupa inovasi-inovasi bagi perusahaan sehingga memunculkan perilaku kerja inovatif.Kata Kunci: Perilaku kerja inovatif; inovasi; kepribadian proaktif; karyawan milenial;            karyawan food and beverage Abstract: The behavior carried out by employees to create, develop, and realize new ideas as a form of innovation for the company is called innovative work behavior. Apart from that, another factor that can influence innovative work behavior is a proactive personality. This research aims to determine the relationship between proactive personality and innovative work behavior of millennial employees who work in the food and beverage sector. This research method uses a quantitative approach. The subjects of this research were 155 millennial employees who work in the food and beverage sector that were selected using purposive sampling techniques. The data collection method used is a proactive personality scale and innovative work behavior, then being tested by pearson product moment correlation test. The result of this study show a correlation value of 0.502 and p < 0.05, which means there is a positive and significant relationship between proactive personality and innovative work behavior. The practical implication in this study is that proactive personalities encourage employees to have initiative and motivation to bring change in the form of innovations for the company so as to bring innovative work behavior. Keywords: Innovative work behavior; innovation; proactive personality; millennial employees; food                and beverage employees
SHAPING TECHNIQUES TO INCREASE INDEPENDENCE IN TAKING A BATH FOR MIDDLE AGED ADULTS WITH MODERATE INTELECTUAL DISABILITY AT WISMA DEMPO Biyanti, Yosephin Aris; Wulandari, Nawang Warsi; Widodo, Rinto Wahyu
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/mv.v7i1.7953

Abstract

Abstract The problem that often occurs in people with intelectual disability is the ability to be independent, namely taking care of themselves such as bathing, dressing and toileting . The ability to take care of oneself is a basic skill that everyone must have, so independence is important. Independence is being able to independently and not depend on the help or support of other people which is characterized by being able to meet physical and psychological needs. The more someone can be independent, the higher their self-confidence and  happiness, while the more they depend on others, the more they feel inadequate and disappointed. This research was conducted at Dempo Malang homestead. The research subjects were two moderately intelectually disabled  people who were not yet independent in terms of bathing, female and middle-aged adults. The purpose of this study was to find out whether shaping techniques can increase the independence of people with moderate intelectual disability at Wisma Dempo, Malang The research  uses an experiment method. Research design is   A-B-A with Single Subject Research approach. Data collection uses participant observation. The results show that the shaping technique can increase the bathing independence of two people with moderate intelectual disability.   Keywords: Shaping Technique, Independency in taking a bath, Moderate Intelectual  Disability
MENURUNKAN PARENTAL BURNOUT IBU DENGAN ANAK USIA PRASEKOLAH: EFEKTIFKAH PELATIHAN MINDFULNESS SPIRITUAL BERBASIS ISLAM? REDUCING PARENTAL BURNOUT AMONG MOTHERS OF PRESCHOOL CHILDREN: IS ISLAMIC-BASED SPIRITUAL MINDFULNESS TRAINING EFFECTIVE? Rahmani, fatiha Putri; Nashori, Fuad
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/mv.v7i1.7704

Abstract

Abstrak: Ibu yang memiliki anak usia prasekolah terbukti memiliki stres yang lebih tinggi dibanding ibu dengan anak berpendidikan sekolah dasar ke atas. Stres yang terjadi dalam jangka waktu yang panjang dan tidak terselesaikan dapat berkembang menjadi parental burnout. Parental burnout memiliki berbagai dampak yang sangat merugikan bagi ibu, pasangan, dan terutama anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelatihan mindfulness spiritual berbasis Islam untuk menurunkan parental burnout pada ibu yang memiliki anak usia prasekolah. Desain eksperimen yang digunakan adalah pretest-posttest control group design with follow up. Penelitian ini melibatkan 14 partisipan yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pelatihan mindfulness spiritual berbasis Islam yang digunakan dalam penelitian ini diformulasikan oleh Isgandarova dan dikembangkan oleh Hertinjung dkk. Parental Burnout Assesment digunakan untuk mengukur tingkat parental burnout. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah teknik statistik Mixed Anava. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelatihan mindfulness spiritual berbasis Islam terbukti dapat menurunkan tingkat parental burnout pada ibu dengan anak usia prasekolah. Kata kunci: Mindfulness spiritual berbasis Islam, parental burnout, ibu dengan anak usia prasekolah Abstract: Mothers who have preschool-aged children have been shown to have higher stress compared to those with children with elementary school education and above. Stress that occurs prolonged and unresolved can lead to parental burnout that has various very detrimental impacts on mothers, spouses and children. This research aims to determine the effectiveness of Islamic-based spiritual mindfulness training to reduce parental burnout in mothers of preschool-aged children. The experimental design used was a pre-test-post-test control group design with follow up. This study included 14 participants who were divided into experimental group and control group. The Islamic-based spiritual mindfulness training used in this research was formulated by Isgandarova and developed by Hertinjung et al. Parental Burnout Assessment meanwhile was used to measure the parental burnout level. The data analysis method used in the research was the Mixed Anava statistical technique. The findings of this research showed that Islamic-based spiritual mindfulness training has been proven to reduce the levels of parental burnout in mothers with preschool-aged children. Keywords: Islamic-based spiritual mindfulness, parental burnout, mothers with preschool children 
THE EFFECT OF ALTRUISM BEHAVIOR ON SOCIAL LOAFING IN PSYCHOLOGY STUDENTS OF 17 AUGUST 1945 UNIVERSITY SAMARINDA Putri, Audi Nadia; Umaroh, Siti Khumaidatul; Imawati, Diana
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/mv.v7i1.7900

Abstract

Abstract: Under certain conditions, quite a lot of students are less involved in group activities, especially those related to academic assignments which are a shared responsibility. This often happens because there is a belief that the task will be completed by other group members. This research was conducted with the aim to find out the effect of altruistic behavior on social loafing in students at the Faculty of Psychology, University of 17 August 1945 Samarinda. About 111 active students in even semester were involved in this research. Research data were obtained using two types of scales, The Altruism Behavior Scale and The Social Loafing Scale. Simple regression analysis was used using SPSS 20 for Windows. Based on the results from analysis shown that there is about 33% effect of altruistic behavior on social loafing on Psychology students from the 17 August 1945 University Samarinda. Keywords: Altruism Behavior, Social Loafing, Psychology Faculty Students
KECURANGAN AKADEMIK: HUBUNGAN ANTARA REGULASI DIRI BELAJAR DAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA/I MAN 2 PALEMBANG ACADEMIC CHEATING: THE RELATIONSHIP BETWEEN SELF REGULATION LEARNING AND SELF CONFIDENCE OF MAN 2 PALEMBANG STUDENTS Salsabila, Febryna; Uyun, Muhamad
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/mv.v7i1.7325

Abstract

Abstrak: Regulasi diri belajar ialah kemampuan siswa dalam proses menggunakan metakognisi, motivasi, dan perilaku mereka secara aktif selama proses belajar dikenal sebagai regulasi diri dalam belajar. Kepercayaan diri memengaruhi keaktifan dan psikis siswa selama pembelajaran di sekolah. Kepercayaan diri didefinisikan sebagai keyakinan atau keyakinan seseorang tentang kemampuan mereka dalam mengorganisasi, membuat tugas, mencapai tujuan, menghasilkan sesuatu, dan melakukan tindakan untuk mencapai keahlian tertentu. Kepercayaan diri dan regulasi diri yang tinggi akan membuat siswa lebih mampu mengelola berbagai aspek pengalaman belajar mereka secara efektif untuk mencapai hasil belajar yang optimal dan mengurangi kemungkinan kecurangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan hubungan antara regulasi diri belajar dan kepercayaan diri siswa terhadap kecurangan akademik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, menggunakan metode purposive sampling guna menentukan sampel dengan metode Isaac dan Mischael. Uji asumsi dan hipotesis digunakan untuk menganalisis data. Hasil dari penelitian ini Hipotesis pertama ditoak, yang menyatakan bahwa tidak terdapat hubungan antara regulası diri belajar dan kepercayaan diri terhadap kecurangan akademik, hipotesis kedua, terdapat hubungan positif, semakin tinggi regulasi diri belajar maka semakin tinggi kepercayaan diri. Selanjutnya hipotesis ketiga, yang menyatakan bahwa terdapat hubungan negatif, bahwa semakin tinggi kecurangan akademik, maka semakin rendah regulasi diri belajar dan kepercayaan diri siswa. Kata Kunci: Regulasi Diri Belajar, Kepercayaan Diri, Kecurangan Akademik, Siswa  Abstract:  Self Regulation Learning is the ability of students to use their metacognition, motivation, and behavior actively during the learning process known as self-regulation in learning. Self-confidence affects student activity and psychology during school learning. Self-confidence is defined as a person's belief or belief in their ability to organize, perform tasks, a goal, produce something, and take action to a particular skill. High self-control and self-regulation learning will make students better able to manage various aspects of their learning experience effectively to optimal learning outcomes and reduce the likelihood of cheating. The aim of this study was to prove the relationship between self- regulation learning and student confidence against academic cheating. This study used a quantitative approach, using purposive sampling methods to determine samples using the Isaac and Mischael methods. Test assumptions and hypotheses are used to analyze the data. The results of this study The first hypothesis was raised, which states that there is no relationship between self-regulation of learning and confidence in academic cheating, The second hypothesis is that there is a positive relationship, the higher the self-regulation of learning, the higher the self-confidence. Furthermore, the third hypothesis, which states that there is a negative relationship, that the higher the academic cheating, the lower the self-regulation of learning and student confidence. Keyword: Self-regulation Learning, Self-confidence, Academic Cheating, Students
IDENTIFICATION OF PROFILES OF STREET CHILDREN AND MITIGATION INTERVENTION PLANS Herawati, Netty; Rohmah, Nailur
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/mv.v7i1.7915

Abstract

Abstract: The treatment of street children so far is uncompromising and less serious, ignoring their rights and freedoms as citizens to be protected by the state. Therefore, the aim of this study is to create mitigation and intervention plans on street children. The approach in this study used surveys with cluster sampling techniques because they were limited to areas in Bangkalan district. The sample group consisted of girls and boys, aged 8 to 18, who worked on the street for at least a month before the survey. There's a total of 43 respondents. The results showed that based on the age of respondents, 8-10 years was 16.3%, 12-15 years was 23.3% and 16-18 years was 60.5%. Based on the level of education, respondents did not pass SD was 18.6%; passed SD 23.2%, not passed SMP 37.2% and passed SMP 20.9%. According to street activities carried out: begging 13.9%, playing music 30.2%, cleaning car glass 11.6%, street clowns 9.3% and trade 34.9%, according to the results, then mitigation measures can be taken by increasing public care, not giving in the street when begging but can be through social foundations or official government institutions such as social services. Internal intervention planning can be done by providing work skills training, financial management training and psycho-education for psychological formation. Externally, governments can help in economic and social empowerment. Governments can facilitate through localization of trade activities in conducting business, providing capital assistance with loan savings system. In conclusion, it is necessary to work comprehensively with governments, communities and social institutions to care for each other to improve the well-being of street children in various aspects, both economic, social and psychology.Keywords:  street children, mitigation, intervention plan
PENGARUH MEANINGFUL WORK TERHADAP WORKPLACE DEVIANCE BEHAVIOR KARYAWAN HOUSEKEEPING HOTEL X DI BOGOR Stefanie, Anastasha; Novanto, Yusak
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/mv.v7i1.7645

Abstract

Penting bagi industri perhotelan di daerah Bogor sebagai daerah pariwisata untuk menyediakan kualitas kamar yang baik, dan hal ini merupakan tanggung jawab utama karyawan dalam departemen housekeeping. Mereka juga diharapkan untuk melakukannya dengan moral yang tinggi, namun terdapat karyawan housekeeping Hotel X di Bogor yang melakukan berbagai perilaku yang tidak sejalan dengan peraturan perusahaan, yang mengacu pada workplace deviance behavior. Salah satu faktor yang diyakini dapat meminimalisir workplace deviance behavior adalah meaningful work. Permasalahannya adalah terdapat beberapa karyawan housekeeping di Hotel X yang mempersepsikan diri bahwa mereka mempunyai tingkat meaningful work yang tinggi, namun ternyata mereka masih saja menampilkan workplace deviance behavior. Studi ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat pengaruh yang signifikan dari meaningful work terhadap workplace deviance behavior karyawan housekeeping Hotel X di Bogor. Metode penelitian yang digunakan adalah quantitative correlational dengan desain penelitian cross-sectional non-experimental. Hasil yang diperoleh dari 45 karyawan housekeeping menggunakan alat ukur Work as Meaning Inventory dan Workplace Deviance, menunjukkan meaningful work tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap workplace deviance behavior. Namun ditemukan mereka yang berada pada rentang usia 46 tahun sampai dengan di atas 61 tahun mempunyai tingkat meaningful work yang lebih tinggi, dibandingkan dengan mereka yang berada pada rentang-rentang usia di bawahnya.
PENERIMAAN DIRI, KEPERCAYAAN DIRI, DAN HARGA DIRI TERHADAP KESEJAHTERAAN EMOSIONAL Sakinah, Durrah; Habibi, Mhmd.; Miftahurrahmi, Miftahurrahmi
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/mv.v7i1.7524

Abstract

Abstrak: Penelitian ini menyelidiki pengaruh penerimaan diri, kepercayaan diri, dan harga diri terhadap kesejahteraan emosional remaja menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan alat analisis SmartPLS. Melibatkan 43 responden, penelitian ini menyoroti pentingnya aspek psikologis dalam membentuk kesejahteraan emosional remaja selama periode transformasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor psikologis seperti penerimaan diri, kepercayaan diri, dan harga diri memiliki pengaruh signifikan terhadap kesejahteraan emosional remaja. Penerimaan diri tanpa syarat diidentifikasi sebagai pondasi krusial dalam menjaga kesehatan mental remaja, sementara harga diri yang rendah dapat menyebabkan masalah emosional kompleks. Kepercayaan diri remaja terbukti memainkan peran kunci dalam membentuk pandangan positif terhadap hidup dan membantu mereka mengatasi tantangan hidup. Analisis lebih lanjut menggunakan SEM mengungkapkan bahwa identitas sosial juga berkontribusi pada kesejahteraan emosional. Implikasi praktis dari temuan ini melibatkan pengembangan program intervensi yang berfokus pada memperkuat penerimaan diri, kepercayaan diri, dan harga diri untuk meningkatkan kesejahteraan emosional remaja.Kata Kunci: Penerimaan diri, Kepercayaan diri, Harga diri, Kesejahteraan Emosional

Page 1 of 1 | Total Record : 10