cover
Contact Name
Muhammad Ihsan
Contact Email
ihsan@iainpalopo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.iqro@iainpalopo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
IQRO: Journal of Islamic Education
ISSN : 26222671     EISSN : 26223201     DOI : -
Core Subject : Education,
IQRO: Journal of Islamic Education is a peer-reviewed scholarly online journal. The IQRO is published twice in July and December. IQRO welcomes every paper on Islamic education and applications in the domain of islamic education: original theoretical work, literature review, research reports, curriculum, learning e
Arjuna Subject : -
Articles 304 Documents
Urgensi Pendidikan Seks Pada Remaja Autis Septylia Nugraheni; Naimatus Tsaniyah
IQRO: Journal of Islamic Education Vol 3, No 1 (2020): JULI 2020
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.923 KB) | DOI: 10.24256/iqro.v3i1.1324

Abstract

This study discusses sex education for autistic adolescents. The method used is the liberary reseach method, the data discussed inclused characteristics of autistic person, autism in Islam, puberty of autistic adolescents, psychosexual development in autistic adolescents, material and methods of sexual education for autistic adolescents, prevention and treatment, the role of care giver in educating autistic individuals, as well as in relation to the verses of the koran. This study concludes that autistic adolescents also need sex education to make them whole and independent human beings. As well as preventing sexual harassment and deviant behavior caused by the inability of autistic individuals to respond or express sexual urges they feel during puberty. The purpose of this paper is to provide an understanding of the importence of sexuality education for autistic adolescents, so as to avoid things that are contrary to the norms prevailing in society or religion, and to make autistic individuals independent and mode respectful of themselve and other.
INTERNALISASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN; KONTRIBUSI LEMBAGA INFORMAL TERHADAP PEMBINAAN KARAKTER ANAK Arifuddin Arifuddin; M. Ilham
IQRO: Journal of Islamic Education Vol 3, No 1 (2020): JULI 2020
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2824.55 KB) | DOI: 10.24256/iqro.v3i1.1398

Abstract

Lembaga informal (keluarga) merupakan locus pembinaan karakter seseorang yang berada pada fase childhood (anak-anak). Pada fase tersebut, seorang anak cenderung lebih peka terhadap pengaruh pendidikan orang tua. Lembaga informal merupakan wadah sosialisasi yang pertama dilalui seorang anak. Dalam perspektif agama, lembaga informal menjadi ladang yang ideal untuk menginternalisasikan nilai-nilai ajaran Islam sehingga dapat membentuk karakter seorang anak. Dalam konsepsi Islam, sosok Nabi Muhammad menjadi figur dan role model dalam proses internalisasi nilai-nilai ajaran Islam di lingkup keluarga. Sikap dan perilaku Nabi saw., diyakini merupakan menifestasi dari ajaran al-Quran. Kendati demikian, dalam konteks penerapannya, Nabi saw. memberikan kesempatan para pengikutnya untuk melakukan improvisasi dalam proses internalisasi tersebut sepanjang tidak keluar dari koridor-koridor yang dicontohkan oleh Nabi saw. Konstribusi lembaga informal melalui pendidikan keluarga dalam membentuk kepribadian anak dapat ditelisik dari upaya penanaman nilai akidah, ritual ibadah, kepekaan sosial, pengawasan dan kepedulian, serta aspek kesehatan. Kelima anasir tersebut merupakan tema sentral dalam pembinaan anak di lingkungan keluarga dan sekaligus menjadi sasaran pendidikan Islam. Sejatinya, pendidikan keluarga harus memuat nilai-nilai akidah yang menjadi pijakan dalam beragama. Selain itu, nilai-nilai ibadah juga menjadi sarana komunikasi seorang hamba dengan Sang Pencipta. Sementara nilai-nilai sosial berfungsi membentuk kualitas perilaku dan pikiran yang sejalan dengan ajaran Islam sehingga dapat dipahami dan diterima oleh masyarakat. Pengawasan dan kepedulian juga mendukung perkembangan potensi anak sehingga dapat tumbuh dan berkembang sesuai yang diharapkan. Demikian halnya dengan aspek kesehatan anak dapat diupayakan dengan pemenuhan kebutuhan asupan gizi.
TRANSFORMASI ELEMEN PESANTREN PADA PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI PESANTREN AS’ADIYAH SENGKANG: KONTINUITAS DAN PERUBAHAN Muhammad Irfan Hasanuddin; Sudirman Sudirman
IQRO: Journal of Islamic Education Vol 3, No 1 (2020): JULI 2020
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.312 KB) | DOI: 10.24256/iqro.v3i1.1432

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengeksplorasi konsep Dhofier tentang elemen pesantren dan bagaimana elemen ini bertransformasi dalam mengaya pembelajaran bahasa Arab di Pesantren As’adiyah dalam konteks kontinuitas dan perubahan. Tulisan ini dielaborasi dari hasil penelitian yang menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui wawancara, observasi serta sutdi dokumen. Dengan menggunakan kerangka kontinuitas dan perubahan, penelitian menemukan bahwa transformasi elemen pesantren: kiyai-santri, mesjid-pengkajian kitab kuning dan asrama pesantren, berkontribusi positif dalam memperkaya pembelajaran bahasa Arab melalui integrasi pembelajaran di Pesantren As’adiyah Sengkang.
Pendidikan Budaya;Di Sekolah dan Komunitas/Masyarakat Rusdiansyah Rusdiansyah
IQRO: Journal of Islamic Education Vol 3, No 1 (2020): JULI 2020
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.033 KB) | DOI: 10.24256/iqro.v3i1.1430

Abstract

The aims of this paper is to see how education and culture are related and mutually supportive in order to achieve the goals of education. This research is a library research using a descriptive analysis method. Education aims to shape so that humans can demonstrate their behavior as cultured beings who are able to socialize in their communities and adapt to their environment in an effort to maintain survival, both individually, in groups, and society as a whole. Cultural approach is the right way in fostering the morality of the nation's education which began to collapse, this is because culture contains various aspects, such as religion, ethics and the environment. Through a cultural approach, we can instill positive values so that students are able to become human beings who have character, humans who can accompany their activities with existing norms or values.
Pengaruh E-Learning Terhadap Hasil Belajar Mahasiswa Pendidikan Agama Islam Hasriadi Hasriadi
IQRO: Journal of Islamic Education Vol 3, No 1 (2020): JULI 2020
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.524 KB) | DOI: 10.24256/iqro.v3i1.1429

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh e-learning terhadap hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah pengetahuan komputer program studi pendidikan agama islam iain palopo. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dalam bentuk Pretest-posttest control group design dengan jumlah populasi 60 orang digunakan sebagai sampel. Data penelitian diperoleh dengan teknik dokumentasi dan tes pengetahuan. Teknik dokumentasi digunakan untuk memperoleh data dan informasi berupa jumlah dan hasil belajar mahasiswa, serta  tes pengetahuan diberikan pada awal (pre tes) dan akhir (post tes) pertemuan. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif. hasil analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar mahasiswa untuk pre test kelas eksperimen sebesar 77,87, dengan standar deviasi 7,18. Rata-rata hasil belajar mahasiswa pre tes untuk kelas kontrol sebesar 74,27dengan standar deviasi 7,02. Untuk post tes  rata-rata hasil belajar mahasiswa kelas eksperimen sebesar 84, 67 dengan standar deviasi 7,51 dan rata-rata hasil belajar mahasiswa kelas kontrol sebesar 80,93 dengan standar deviasi 5,43. Terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah pengetahuan komputer antara kelompok yang diberi perlakuan menggunakan metode konvensional dengan kelompok mahasiswa yang diberi perlakuan dengan menggunakan E-Learning pada program studi pendidikan agama islam IAIN Palopo.
Improvisasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Pada Masa Transisi Dinil Abrar Sulthani
IQRO: Journal of Islamic Education Vol 3, No 2 (2020): DESEMBER 2020
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/iqro.v3i2.1685

Abstract

AbstractThis article was written to explain the importance of improvising learning during the transition period. The transition period brings changes in all lines of human life, including in the field of education. Educational institutions need to organize interesting learning and creations for students. The effort made is learning improvisation. In learning Islamic Religious Education, teachers need to improvise learning so that teaching materials are accepted by students easily. This article aims to review various improvisations that can be carried out by education providers. This thought writing uses the literature method with a qualitative descriptive analysis approach. The results of this study emphasize; 1) Islamic Religious Education means the concept of religious teachings that every student needs to learn, 2) Islamic Religious Education material should be made attractive during the transition period, and 3) Learning Islamic Religious Education requires the meaning of evaluation which is oriented towards the study and analysis of the teaching and learning process. The conclusion of this article that learning improvisation can be carried out by; 1) Packaging the material simply, 2) Providing learning feedback, and 3) Confirming the learning process of students. Keywords : Transition period, improvisation, Islamic Religious Education, Student  AbstrakTulisan pikiran ini dibuat untuk menjelaskan pentingnya improvisasi pembelajaran pada masa transisi. Masa transisi membawa pengaruh perubahan bagi semua lini kehidupan manusia, termasuk dalam bidang pendidikan. Lembaga pendidikan perlu menyelenggarakan pembelajaran yang menarik dan kreasi bagi peserta didik. Upaya yang dilakukan adalah improvisasi pembelajaran. Dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam, guru perlu melakukan improvisasi pembelajaran agar materi ajar diterima peserta didik dengan mudah. Tulisan ini bertujuan untuk mengulas berbagai improvisasi yang dapat dilaksanakan oleh penyelenggara pendidikan. Tulisan pikiran ini menggunakan metode kepustakaan dengan pendekatan kualitatif analisis deskripsi. Hasil dari kajian ini menekankan pada; 1)Pendidikan Agama Islam bermakna pada konsep ajaran agama yang perlu dipelajari oleh setiap peserta didik, 2)Materi Pendidikan Agama Islam hendaknya dibuat menarik pada masa transisi, dan 3)Pembelajaran Pendidikan Agama Islam mensyaratkan makna evaluasi yang berorientasi pada kajian dan analisis dari proses belajar mengajar. Kesimpulan tulisan ini improvisasi pembelajaran dapat dilaksanakan dengan; 1)Mengemas materi dengan sederhana, 2)Memberikan feed-back pembelajaran, dan 3) Mengonfirmasi proses belajar mengajar peserta didik. Kata Kunci : Masa transisi, Improvisasi, Pendidikan Agama Islam, Peserta didik
Analisis Teknik Evaluasi Guru Pada Pembelajaran Agama Islam di Madrasah Aliyah Hasnia Hasnia; Muhazzab Said; Nursaeni Nursaeni
IQRO: Journal of Islamic Education Vol 4, No 1 (2021): JULI 2021
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/iqro.v4i1.1851

Abstract

artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanan dan bentuk teknik evaluasi guru dalam mengukur hasil  belajar siswa pada Pembelajaran Agama Islam di Madrasah Aliyah Negeri Palopo. Penelitiann ini menggunakan penelitian lapangan (field reseerch) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah guru Madrasah Aliyah Negeri Palopo dan objek penelitian ini adalah Analisis Teknik Evaluasi Guru pada pembelajaran Agama Islam di Madrasah Aliyah Negeri Palopo. Data diperoleh dari wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menujukan bahwa pelaksanan evaluasi  yang dilakukan guru di Madrasah Aliyah Negeri Palopo, hanya menggunakan 2 (dua) teknik evaluasi  yaitu evaluasi  formatif yang hanya menilai  peserta didik di akhir  semester dan evaluasi sumatif itu hanya mengevaluasi peserta didik  di setiap akhir materi  yang berjalan (ulangan harian). Bentuk tes evaluasi yang digunakan guru di Madrasah Aliyah Negeri Palopo umunya  menggunakan  bentuk tes subjektif  berupa tes uraian atau essai, lisan atau tulisan dan sebagian kecil menggunakan bentuk objektif (pilihan ganda). Hasil belajar siswa dapat diketahui dengan cara pemberian tugas-tugas, seperti tugas praktek tugas ulangan harian, diskusi dan ulangan akhir yang di berikan oleh guru yang ada di Madrasah Aliyah Negeri Palopo dan aspek-aspek juga penting dalam mengevaluasi peserta didik aspek-aspek seperti aspek ranah kognitif, psikomotorik, afektifnya.
Pendidikan Islam Multikultural Pascakonflik di Luwu Utara Abdul Muin Razmal; Muhammad Yaumi; Rusdiansyah Rusdiansyah
IQRO: Journal of Islamic Education Vol 3, No 2 (2020): DESEMBER 2020
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/iqro.v3i2.1720

Abstract

The results showed that the post-conflict Multicultural Islamic Education that took place in North Luwu seemed to emphasize religious moral values, such as compassion, love, help, respect for differences of opinion, respect for diversity of beliefs, and other attitudes that can create relationships. harmony between faith and culture. Multicultural education instilled in students is awareness of living in cultural diversity in society, respect for human rights, and efforts to minimize prejudice, especially interreligious prejudice that has been built up in North Luwu. All of these achievements are aimed at enlivening a harmonious society in terms of ethnic, religious and cultural diversity. In its implementation, the multicultural paradigm of religious education in North Luwu allows students to appreciate plurality and heterogeneity as well as the consequences of cultural, ethnic, sectarian and religious diversity which are the reality of the North Luwu community. The post-conflict Islamic education model in North Luwu consists of three models, namely through educational institutions both public schools and Islamic institutions, through mass and political organizations, and through Islamic organizations.
Dimensi-Dimensi Pendidikan Islam dalam Perspektif QS Surat As Sajdah Ayat 7-9 Ahmad Yusuf
IQRO: Journal of Islamic Education Vol 4, No 1 (2021): JULI 2021
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/iqro.v4i1.1855

Abstract

 AbstractAllah created everything in a perfect form according to its duties and functions. Likewise, humans are the most perfect creatures among other creatures. That is why humans carry out their duties as caliphs on earth. In order to carry out their roles and functions properly, humans cannot be separated from education. Islamic education is plays a very important role in equipping humans. The purpose of writing this article is to explore and describe the contextualization of the Al Qur'an Surat As Sajdah verses 7-9 in the Process of Islamic Education. The results of this study are: 1) Q.S. As Sajdah Verses 7-9 are the basis for refuting Darwin's theory which states that humans come from apes. 2) Islamic education in QS As Sajdah Verses 7-9 contains the main meaning, namely; confession of faith in Allah SWT, paying attention to the basic components of education, using a systematic-pragmatic method, 3). Education and learning will get optimal results if optimizing the potential of the human senses in the form of hearing, sight and reason (heart), 4) Al Qur'an surah As Sajdah verses 7-9 in Islamic education can be understood from various points of view, namely physiological, psychological, and theology and sociology of education as well as an open attitude and receiving information from various sciences can minimize the dichotomy of knowledge and give birth to educated people with multidisciplinary abilities Keywords: Humans, Education, Q.S As Sajdah, Potential Sense AbstrakAllah menciptakan segala sesuatu dalam bentuk yang sempurna sesuai dengan tugas dan fungsinya. Begitupun manusia menjadi makhluk paling sempurna di antara makhluk yang lain. Oleh karena itulah manusia mengemban tugas sebagai khalifah di bumi. Agar dapat menjalankan peran dan fungsinya dengan baik, manusia tidak bisa terlepas dari pendidikan. PendidikanIslam sangat berperan dalam membekali manusia. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menggali dan mendeskripsikan kontekstualisasi Al Qur’an Surat As Sajdah ayat7-9 dalam Proses Pendidian Agama Islam. Hasil dari penelitian ini yaitu: 1) Q.S. As Sajdah Ayat 7-9 ini sebagai dasar yang membantah teori Darwin yang menyebutkan manusia berasal dari kera, 2) Pendidikan Islam dalam QS As Sajdah Ayat 7-9 mengandung makna utama yairtu; pengakuan keimanan kepada Allah SWT, memperhatikan komponen-komponen dasar pndidikan, menggunakan metode yang sistematis-pragmatis, 3). Pendidikan dan pembelajaran akan optimal memperoleh hasil jika mengoptimalkan potensi indera manusia berupa pendengaran, penglihatan dan akal(hati), 4) Al Qur’an surat As Sajdah ayat 7-9 dalam pendidikan Islam dapat difahami dari berbagai sudut pandang yaitu dimensi fisiologis, psikologis, teologis dan sosiologi pendidikan serta sikap terbuka dan menerima informasi dari berbagai ilmu dapat meminimlaisir dikotomi ilmu dan melahirkan orang-orang yang terdidik dengan kemampuan multidisiplin Kata Kunci: Manusia, Pendidikan, Q.S As Sajdah, Potensi Indera
Analisis Kritis Terhadap Buku Filsafat Pendidikan Islam Karya Muhammad As Said Seka Andrean; Mahmud Arif
IQRO: Journal of Islamic Education Vol 3, No 2 (2020): DESEMBER 2020
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/iqro.v3i2.1747

Abstract

Islamic education has been considered the number two education of public education. Starting from aspects of the quality of education to the funding of education itself. In this paper the author analyzes critically the book of Islamic education philosophy by Muhammad As Said. The results of the analysis showed that the book of Islamic education philosophy by Muhammad As Said, did not explain clearly the origin of the philosophy of Islamic education. In the book, it cites and discusses the philosophy of western education. This book also explains that general philosophy has a very close relationship with the philosophy of education because education is the executor of philosophical views and rules in the field of humanitarian experience called education. However, it is not explained the relationship between Islamic philosophy and Islamic education philosophy and has not been clearly seen the basic framework of islamic education philosophy building. The content of the book also discusses more common philosophical issues such as idealism, neoskolatism realism, pragmatism, and existentialism.

Page 4 of 31 | Total Record : 304