cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
ISSN : 0853196X     EISSN : 26148889     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Indonesian Journal of Oil Palm Research Volume 26 Number 2 Year 2018 is published by presenting articles: Utilization of candlenut shell charcoal (Aleurites moluccana (L.) Willd.) as adsorben on refinery of Crude Palm Oil (CPO); Application of an Artificial Neural Network (ANN) model for predicting oil palm Fresh Fruit Bunch (FFB) yield based on rainfall and the previous level of yield; Utilization of endophytic bacteria to improve the oil palm (Elaeis guineensis Jacq.) seedlings growth; Nutrients use efficiency of several types of fertilizers on the oil palm seedling; and Fatty acid and carotene composition in Elaeis oleifera, interspecific hybrid, and the first pseudo-backcross in North Sumatra, Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 145 Documents
Penambahan Kalsium Meningkatkan Kandungan Pektin pada Bibit Kelapa Sawit Tercekam Kekeringan (Elaeis guineensis Jacq.) Endah Nurwahyuni; Eka Tarwaca Susila Putra
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 28 No 3 (2020): Jurnal Peneltian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v28i3.111

Abstract

Long drought due to climate anomalies results in physiological damage to oil palm which is characterized by frond fracture to the decreased productivity. One of the efforts to increase the resistance of oil palm to drought is through the addition of calcium. This study aimed to determine the effect of calcium on hormonal changes (as secondary messenger), the rate of photosynthesis till the content of pectin as a reinforcing component of cell walls which is expected to reduce the risk of frond fracture due to drought. The treatment was arranged in factorial 3 x 4 in the random complete block design (RCBD) split-plot. The first factor was the dose of calcium application which was 0 (control/without calcium), 0,04 g, 0,08 g, and 0,12 g. The second factor was the intensity of drought stress consisting of severe stress, moderate stress, and control/field capacity with an intensity of one week after achieving target weight. Data that fulfilled the assumptions of homogeneity and normality were then analyzed using variance analysis at a level of accuracy of 5% and continued with DMRT. The results showed that calcium can increase the resistance of oil palm seeds through increased GA content, decreased ABA content and increased photosynthetic rates in all soil moisture conditions, but varied according to the intensity of drought.
Pengaruh Fluktuasi Muka Air Tanah Terhadap Pelepah Bawah Mengering (Low Frond Desiccation) Kelapa Sawit di Lahan Gambut Labuhan Batu, Sumatera Utara Winarna; RANA FARRASATI; Agus Susanto
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 28 No 2 (2020): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v28i2.114

Abstract

Masalah tanaman kelapa sawit berupa kering pelepah bagian bawah (low frond desiccation/LFD) sering terjadi pada lahan gambut. Kejadian ini umumnya dikaitkan dengan kondisi fluktuasi muka air tanah gambut yang berpengaruh terhadap kelembaban tanah gambut dan ketersediaan serta serapan hara oleh tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji permasalahan LFD, faktor-faktor penyebab dan upaya pencegahan atau pemulihannya. Kajian LFD telah dilakukan di perkebunan kelapa sawit di lahan gambut daerah Labuhan Batu, Sumatera Utara. Pengamatan meliputi fluktuasi muka air tanah, kondisi kelembaban tanah, sifat kimia tanah, serapan hara daun, pertumbuhan dan produksi tanaman dilakukan pada blok tanaman normal dan blok tanaman mengalami LFD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadinya penurunan muka air tanah gambut secara drastis pada saat bulan kering berdampak terhadap penurunan kelembaban gambut, bahkan hingga tanah gambut mengering. Kondisi pengeringan gambut menyebabkan ketersediaan hara dalam tanah dan serapan hara menurun secara nyata, sehingga memicu terjadinya LFD. Serapan hara tanaman yang mengalami LFD berat menurun dengan kisaran penurunan sebesar 25 – 41% untuk hara makro dan 22 – 53% untuk serapan hara mikro. Kondisi LFD berat secara nyata menurunkan pertumbuhan dan produksi tanaman kelapa sawit. Penurunan produksi dapat mencapai 27% per tahun dibandingkan dengan tanaman normal. Tanaman mengalami LFD dapat berangsur pulih dengan penerapan water management yang efektif, kontinyu dan terkontrol melalui pengelolaan muka air tanah pada kisaran kedalaman 40-60 cm pada blok tanaman.
Sifat Fisika Kimia Campuran Minyak dari Minyak Sawit Merah Murni dengan Minyak Zaitun, Minyak Jagung, Minyak Kedelai atau Minyak Bunga Matahari Hasrul Abdi Hasibuan; Adi Priyanto
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 29 No 1 (2021): Jurnal Peneltian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v29i1.115

Abstract

Minyak sawit merah murni (virgin red palm oil, VRPO) merupakan minyak mengandung asam lemak jenuh dan tak jenuh seimbang, serta senyawa bioaktif tinggi (seperti karoten, tokoferol dan tokotrienol). Sementara itu, minyak zaitun (olive oil, OO), minyak jagung (corn oil, CO), minyak kedelai (soybean oil, SBO) dan minyak bunga matahari (sunflower oil, SFO) merupakan minyak mengandung asam lemak tak jenuh tinggi. Pencampuran dua atau lebih jenis minyak dapat menghasilkan minyak sehat dengan profil asam lemak, stabilitas oksidatif dan senyawa bioaktif yang diinginkan. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji karakteristik campuran VRPO dengan OO, CO, SBO atau SFO pada rasio berat 100:0-0:100 meliputi kadar asam lemak bebas, karoten dan vitamin E, komposisi asam lemak, bilangan iodin, titik leleh, dan kandungan lemak padat. Peningkatan jumlah VRPO meningkatkan kadar asam palmitat, karoten dan vitamin e, titik leleh dan kandungan lemak padat. Peningkatan jumlah OO, CO, SBO atau SFO menurunkan kadar asam lemak bebas dan meningkatkan bilangan iodin. Campuran VRPO dengan CO, SBO atau SFO menghasilkan minyak sehat dengan rasio asam lemak jenuh: asam lemak tak jenuh tunggal: asam lemak tak jenuh ganda mendekati 1:1,5:1,0. Campuran VRPO dengan OO juga menghasilkan minyak sehat dengan rasio asam linoleat: asam linolenat sebesar 5-10:1. Campuran-campuran minyak tersebut dapat digunakan sebagai bahan baku untuk minyak goreng, baking shortening dan margarin yang kaya senyawa bioaktif.
Performa Random Forest Group untuk Klasifikasi Penyakit Busuk Pangkal Batang yang Disebabkan oleh Ganoderma boninense pada Perkebunan Kelapa Sawit Heri Santoso
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 28 No 3 (2020): Jurnal Peneltian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v28i3.116

Abstract

Pemanfaatan teknik penginderaan jauh sudah banyak dimanfaatkan untuk kajian penyakit busuk pangkal batang (BPB) di perkebunan kelapa sawit. Performa klasifikasi dapat ditingkatkan dengan memanfaatkan machine learning algorithms. Identifikasi sejak awal serangan penyakit BPB merupakan kunci dalam penanganan secara kultur teknis yang ditujukan untuk memperpanjang umur produksi tanaman. Pemilihan model klasifikasi yang memanfaatkan machine learning algorithms akan mempengaruhi akurasi dan waktu proses klasifikasi. Random forest (RF) dari hasil beberapa penelitian menunjukkan model klasifikasi dengan performa akurasi yang tinggi dalam klasifikasi penyakit BPB ini. Model klasifikasi RF saat ini memiliki 15 varian yang dikembangkan oleh para peneliti. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan akurasi dan kecepatan fitting model dari 15 metode klasifikasi random forest group dalam mengidentifikasi penyakit BPB di perkebunan kelapa sawit. penelitian ini menggunakan analisis deskriptif berdasarkan hasil akurasi dan kecepatan fitting model dari 15 metode klasifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan model klasifikasi oblique random forest (ORF) dengan metode partial least squares (PLS) mempunyai akurasi dan nilai Kappa terbaik (0,914 dan 0,815) dan model random ferns (Rferns) sebagai model klasifikasi dengan akurasi dan nilai Kappa yang terendah (0,657 dan 0,334). Model RF rule-based model (rlb) memerlukan waktu terlama dalam fitting model yaitu 12.993,23 detik dan model parallel random forest (PRF) memerlukan waktu tersingkat yaitu 13,54 detik. Pencapaian akurasi dan waktu yang diperlukan untuk fitting model menjadi pertimbangan dalam pemilihan model klasifikasi untuk tanaman sehat dan tanaman terinfeksi penyakit BPB karena jamur Ganoderma.
Penggunaan Alkohol dan Sodium Hipoklorit sebagai Sterilan Tunggal untuk Sterilisasi Eksplan Kelapa Sawit Dian Rahma Pratiwi; Sri Wening; Erwin Nazri; Yurna Yenni
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 29 No 1 (2021): Jurnal Peneltian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v29i1.120

Abstract

Oil palm micropropagation through tissue culture is initiated with explants sterilization. Sterilization is a crucial stage because it determines the production rate of sterile plant cultures. Concentration and exposure time of sterilizing agents must be determined empirically to gain effective method which produces explants with low mortality. This research aimed to obtain effective protocols for unopened-leaves sterilization of oil palm using single sterilizing agents. Alcohol and sodium hypochlorite (NaOCl) at certain concentrations and duration of exposure were used as sterilization treatments. Treatments of alcohol did not show any significant differences on contamination, browning, and growth response rate based on analysis of variance (ANOVA) as well as sodium hypochlorite. The best results were shown by 70% alcohol for 5 minutes and 10% NaOCl for ten minutes. These treatments were sufficiently effective in reducing contamination with the lowest percentage of browning explants and high growth response rate. Application with higher concentration of alcohol (80% and 90%) caused death of explants, while higher concentration of sodium hypochlorite increased browning explants. The type of contamination found in culture were bacteria and fungi. Domination of bacteria was found in alcohol treatment while fungi contamination dominated in NaOCl treatment.
Respons Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit Akibat Pengaturan Bobot Mulsa Tandan Kosong dan Frekuensi Penyiraman Yan Sukmawan; Dewi Riniarti
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 28 No 3 (2020): Jurnal Peneltian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v28i3.121

Abstract

Lack of water is usually becomes a limiting factor for the growth of oil palm seedlings in main-nursery. This study was conducted to investigate the effect of the empty fruit bunch (EFB) mulch and watering frequency on the growth of oil palm seedlings maintained under main-nursery conditions. This study has been carried out in the nursery station of the Politeknik Negeri Lampung from April 2019 to September 2019, using completely randomized block design with two factor and three replications. The first factor is mulch weight (0 g, 100 g, 200 g, and 300 g) and the second factor is watering frequency (every day, every two days, and every three days). The results indicate that there are significant interactions between the EFB mulch and watering frequency on stem diameter, transpiration rate and photosynthesis rate of oil palm seedling. Application of 200 g and 300 g EFB mulch combined with watering frequency every two days and three days is able to produce the same stem diameter of oil palm seedling compared to the control. Low soil moisture around root of oil palm seedling causes photosynthesis and nutrients availability are reduced.
Perubahan Kadar Air dan Daya Hantar Listrik Benih Kelapa Sawit (Elaeis guineensis L.) Selama Penyimpanan Periode Pendek dengan Kemasan Polypropylene dan Plastik Vakum pada Kondisi Ruang AC Mohamad Arif; Endah Retno Palupi
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 28 No 3 (2020): Jurnal Peneltian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v28i3.122

Abstract

Factors which influence decline in seed vigor during storage are temperature and humidity in the storage room, as well as utilized storage medium. This study was aimed to obtain information on the effect of different storage media on its ability to maintain moisture content (MC) and electrical conductivity (EC) of oil palm seeds in an AC controlled storage condition. The study was conducted using complete randomized design with single factor, i.e. storage medium with three levels: single polypropylene (PP) plastic (M1), double PP (M2), and vacuum plastic (M3). Results of the experiment showed that the AC controlled condition caused decreases in seed MC at different rates between treatment levels where measured water loss was 11.47% on M3, higher than those of M1 (8.13%) and M2 (6.18%). Even though the three levels indicated decreases on seed MC, the final MC (13.8%) was still higher than that which is allowed (10-12%) for oil palm seed storage, as EC value (2,69 – 3,04 µS.cm-1.g-1) at the end of the trial. For short period (104 d) storage, both parameters showed positive correlation with 0.77 coeffsien of correlation value.
Pengaruh Komponen Neraca Air Terhadap Produktivitas Kelapa Sawit pada Berbagai Jenis Tanah:: Studi Kasus Kalimantan Tengah dan Barat Adhy Ardiyanto; Kukuh Murtilaksono; Enni Dwi Wahjunie; Atang Sutandi
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 29 No 1 (2021): Jurnal Peneltian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v29i1.125

Abstract

Different types of soil and the geographical areas of oil palm plantations generate variations in soil physical properties (e.g. texture and porosity). Differences in geographical location further result in variations in the amount of rainfall that affects the water balance. The response to diverse fluctuations in palm oil production due to variations in soil types and water balance can be assessed through correlation analysis between water balance parameters and oil palm productivity under varying soil types and regions. In this study, the water balance analysis was carried out at three locations of PT Bumitama Gunajaya Agro's oil palm plantations in Central Kalimantan and West Kalimantan provinces, using the Thornthwaite-Mather method. Analysis of the relationship between water balance components and oil palm fresh fruit bunch (FFB) yields is calculated based on monthly data for 8 years (2012 - 2019) using time series analysis and stepwise regression to find the best regression model. The water balance components that most influence the fresh fruit bunches (FFB) yield (tonnes/ha/month) are rainfall 7 months before harvest, rainy days 11 and 28 months before harvest, and water deficit 10 months before harvest. A decrease in FFB yield (tonnes/ha/month) occurs every time there is an increase in water deficit of 10 mm/month on Dystrudept, Paleudults, and Haplohumods soils in Area 3, respectively 11, 2, and 3%. In Area 5 the decline is 12, 4, and 5%. In Area 6 the decline is 5, 18, and 3%.
Perbandingan Roundtable On Sustainable Palm Oil (RSPO), Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), dan Malaysian Sustainable Palm Oil (MSPO) Ayu Wulandari; Muhammad Ansori Nasution
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 29 No 1 (2021): Jurnal Peneltian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v29i1.129

Abstract

Industri minyak sawit merupakan industri yang berperan dalam sektor perekonomian suatu negara. Industri kelapa sawit membutuhkan standar sertifikasi dalam memperkuat sistem industri dan langkah untuk tetap berkelanjutan. Sistem industri yang diperkuat berdasarkan ekonomis, hukum, sosial, dan ramah lingkungan. Penerapan standar sertifikasi kelapa sawit yang berkelanjutan antara lain Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dan Malaysian sustainable Palm Oil (MSPO). Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tiga standar sertifikasi dan mengetahui standar sertifikasi yang paling komprehensif. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriftif dan dianalisa secara komprehensif dari setiap indikator. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa total penilaian RSPO, ISPO dan MSPO masing-masing sebesar 77 poin, 56 poin dan 62 poin, sehingga dapat disimpulkan RSPO memiliki tingkat kedetailan dan persyaratan yang lebih komprehensif dibandingkan ISPO dan MSPO berdasarkan aspek sistem sertifikasi, sistem rantai pasok, perlindungan sosial dan lingkungan, perlakuan petani kecil/plasma, lahan gambut dan pembebasan tanah.
Eksplorasi Pendugaan Hara Daun Tanaman Kelapa Sawit Menggunakan Pesawat Tanpa Awak dan Kamera Multispektral Heri Santoso; Winarna Winarna
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 29 No 1 (2021): Jurnal Peneltian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v29i1.145

Abstract

Rekomendasi pemupukan umumnya disusun setiap tahun untuk mengkoreksi kebutuhan hara tanaman melalui kegiatan pemupukan. Hara daun dalam penyusunan rekomendasi pemupukan merupakan bagian kecil dari beberapa parameter yang digunakan. Beberapa peneliti telah melakukan prediksi hara daun tanaman kelapa sawit memanfaatkan data satelit multispektral dan pengukuran spectroradiometer dengan hasil yang bervariasi. Penelitian prediksi hara daun kelapa sawit dengan pesawat tanpa awak dan kamera multispektral ini dilakukan karena belum ada kajian mengenai penggunaan teknologi tersebut untuk prediksi hara daun kelapa sawit. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan performa pendugaan hara daun dari berbagai variasi komposisi variabel berupa 3 saluran dan beberapa indeks vegetasi, serta untuk menentukan analisis regresi terbaik. Band hijau, merah, dan inframerah dekat dari kamera multispektral Mapir Survey 3, serta indeks vegetasi simple ratio, normalized difference vegetation index, dan green NDVI digunakan sebagai variabel bebas dalam analisis regresi sederhana, regresi polinomial, regresi berganda dari variabel terseleksi dengan teknik recursive feature elimination dengan metode regresi linear dan random forest, dan regresi berganda polinomial dengan variabel tidak bebas (respons) berupa analisis daun dari 20 sampel yang meliputi hara N, P, K, Ca, Mg, dan B. Model penduga terbaik dari penelitian ini adalah model regresi berganda polinomial dari variabel terseleksi menggunakan teknik RFE metode random forest. Variabel bebas hanya mampu menduga hara daun N, P, K, dan Mg dengan nilai R2 sebesar 0,9415 hingga 0,9991, Adjusted R2 sebesar 0,7223 hingga 0,9837, serta nilai residual standard error (RSE) sebesar 0,0045 hingga 0,0340.

Page 8 of 15 | Total Record : 145


Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 33 No 2 (2025): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 33 No 1 (2025): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 32 No 3 (2024): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 32 No 2 (2024): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 32 No 1 (2024): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 31 No 3 (2023): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 31 No 2 (2023): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 31 No 1 (2023): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 30 No 3 (2022): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 30 No 2 (2022): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 30 No 1 (2022): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 29 No 3 (2021): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 29 No 2 (2021): Jurnal Peneltian Kelapa Sawit Vol 29 No 1 (2021): Jurnal Peneltian Kelapa Sawit Vol 28 No 3 (2020): Jurnal Peneltian Kelapa Sawit Vol 28 No 2 (2020): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 28 No 1 (2020): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 27 No 3 (2019): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 27 No 2 (2019): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 27 No 1 (2019): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 26 No 3 (2018): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 26 No 2 (2018): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 26 No 1 (2018): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 25 No 3 (2017): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 25 No 2 (2017): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 25 No 1 (2017): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 24 No 3 (2016): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 24 No 2 (2016): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 24 No 1 (2016): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit More Issue