cover
Contact Name
Maisyanah
Contact Email
-
Phone
+6285773735050
Journal Mail Official
jobe@iainkudus.ac.id
Editorial Address
Jl. conge ngembalrejo po box 51 kudus 59322
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Biology Education
ISSN : 26153947     EISSN : 26563436     DOI : http://dx.doi.org/10.21043/jbe
Journal Of Biology Education (JOBE) has number of E-ISSN 2656-3436/ P-ISSN 2615-3947 publishes research articles, conceptual articles, reports field studies, the best practices and policies of early childhood learning in national and international stage (See Focus and Scope). The articles of this journal are published every six months, that is on June and December (2 issues per year), and published by the Institut Agama Islam Negeri Kudus.
Articles 171 Documents
Strategi Implementasi Kompetensi Guru Biologi dalam Pengembangan Pembelajaran Biologi di Era Disrupsi Noor Jannah
Journal Of Biology Education Vol 3, No 1 (2020): Journal Of Biology Education
Publisher : Tadris Biologi IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jobe.v3i1.7422

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengetahui strategi implementasi kompetensi guru biologi dalam pengembangan pembelajaran biologi di era disrupsi. Di era disrupsi ini terjadi perubahan yang sangat cepat dan sulit diprediksi di segala bidang termasuk pendidikan. Perubahan yang demikian, sekaligus dapat menjadi peluang dan tantangan bagi setiap individu. Guru sebagai subjek yang mengimplementasikan pendidikan harus memiliki kompetensi dalam menjalankan tugasnya. Menurut Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 pasal 10 ayat 1 tentang Guru dan Dosen “Kompetensi guru meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi”. Studi ini dilakukan menggunakan metode studi pustaka yang diperoleh dari berbagai literatur seperti, jurnal dan buku, kemudian dianalisis dan diambil suatu kesimpulan. Seorang guru dalam melaksanakan pembelajaran harus dapat mengembangkan kreativitas dan inovasi dalam melaksanakan pembelajaran biologi di era disrupsi. Membuat perencanaan pembelajaran, pemilihan pendekatan, metode, dan teknik yang tepat dan relevan dengan perkembangan peserta didik, sehingga pembelajaran yang diperoleh akan berkesan. Kemampuan inilah terangkum dalam kompetensi guru. Kata kunci: kompetensi guru biologi, pembelajaran biologi.
Estimasi Kesehatan Ekosistem Pertanian Padi Organik Vs Anorganik Berdasarakan Kelimpahan dan Kekayaan Flora, Fauna, Predator dan Layanan Ekosistem Hanin Niswatul Fauziah
Journal Of Biology Education Vol 2, No 1 (2019): Journal of Biology Education
Publisher : Tadris Biologi IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jobe.v2i1.4325

Abstract

Tujuan jurnal review ini adalah untuk mendiskusikan kesehatan ekosistem berdasarkan kelimpahan dan kekayaan flora, fauna, predator dan layanan ekosistem di pertanian organik dan anorganik. Studi yang dilakukan Deb menunjukkan bahwa diversitas flora di plot pertanian padi organik lebih tinggi dibandingkan dengan plot pertanian padi anorganik. Hasil meta analisis menunjukkan bahwa 96 dari 117 studi yang telah dilakukan kelimpahan spesies di pertanian organik 50% lebih tinggi dibandingkan dengan pertanian anorganik. Diversitas artropoda di plot pertanian anorganik lebih rendah dibandingkan dengan plot pertanian organik. Kekayaan burung predator pada pertanian organik lebih tinggi dibandingkan dengan pertanian anorganik. Hal ini karena di pertanian organik memiliki tanaman liar yang digunakan sebagai temat bertengger, mendapatkan makanan, dan berkembangbiak burung predator. Praktek pertanian organik dapat meningkatkan agen biologi kontrol, dalam kasus ini untuk memeliharan musuh alami melalui manipulasi habitat Kata kunci: kekayaan, layanan ekosistem, organik, pertanian
Urgensi Pengembangan Booklet tentang Materi Bakteri untuk Siswa Kelas X SMA Olda Apriyeni; Utari Akhir Gusti
Journal Of Biology Education Vol 4, No 1 (2021): Journal Of Biology Education
Publisher : Tadris Biologi IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jobe.v4i1.10164

Abstract

Pendidikan merupakan hal yang dibutuhkan oleh setiap individu. Pendidikan berkaitan erat dengan proses belajar mengajar. Setiap pembelajaran selalu melibatkan dua pelaku aktif yaitu guru dan peserta didik. Guru dituntut kreatif dalam mengumpulkan dan membuat sumber belajar yang digunakan dalam pembelajaran.Bakteri merupakan materi yang sulit dipahami peserta didik karena materi terlalu banyak, materi rumit dan terdapat banyak istilah yang membingungkan. Oleh sebab itu, diperlukan sumber belajar yang dapat menunjang pembelajaran supaya menjadi lebih efektif dan efesien. Salah satu sumber belajar adalah booklet. Booklet adalah media pendidikan berbentuk buku kecil yang berisi tulisan, gambar atau keduanya.Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan studi kepustakaan. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data adalah dari angket observasi dan hasil ulangan harian peserta didik. Berdasarkan hasil angket observasi guru mata pelajaran biologi setuju dikembangkan booklet pada materi bakteri ini,  sebanyak 85,6% peserta didik membutuhkan sumber belajar lain dalam materi bakteri ini dan 83,8% peserta didik membutuhkan sumber belajar yang dapat dipahami secara mandiri.
Bioentrepreneurship Sebagai Upaya Meningkatkan Kreatifitas Dan Alternatif Bisnis Di Masa Pandemi Irma Yuniar Wardhani; Shela Maria Amanda; Avida Rista Kusuma
Journal Of Biology Education Vol 3, No 2 (2020): Journal Of Biology Education
Publisher : Tadris Biologi IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jobe.v3i2.8475

Abstract

Pandemi covid-19 berdampak pada semua aspek kehidupan, tidak hanya bidang kesehatan, tetapi juga bidang pendidikan, sosial dan ekonomi. Pada bidang ekonomi dan bisnis, hampir seluruh entrepreneur di dunia ini ikut terkena dampak pandemi covid-19. Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, bioentrepreneurship diperkenalkan secara lebih dalam kepada masyarakat yang bertujuan untuk memberikan edukasi dan solusi kepada masyarakat yang sedang memulai bisnis atau entrepreneur yang terkena dampak covid-19. Bioentrepreneurship merupakan integrasi antara ilmu biologi dengan ilmu bisnis yang melibatkan seluruh aspek makhluk hidup. Bioentrepreneurship dapat dipraktekan di rumah selama pandemi covid-19 sebagai upaya meningkatkan kreatifitas dan alternatif bisnis yang menjanjikan, seperti pembuatan jamu atau empon-empon anti corona, skin care organik dan sebagainya. Pengembangan bioentrepreneurhsip di Indonesia dapat memberikan peluang startup baru bagi masyarakat. Sehingga selama pandemi covid-19 ini, masyarakat tetap aktif, kreatif dan produktif. Adapun metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini yaitu PAR (Participatory Action Research). PAR melibatkan pertisipasi aktif dari semua pihak/ stakeholderdalam melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Perlu dipahami bahwa PAR memiliki tiga tindakan yang saling berkaitan yaitu partisipasi, riset dan aksi. Kata kunci: Bioentrepreneurship, kreatifitas, alternatif bisnis, pandemi covid-19.
Identifikasi Materi Biologi SMA Sulit Menurut Pandangan Siswa dan Guru SMA Se-Kota Salatiga sulasfiana alfiraida
Journal Of Biology Education Vol 1, No 2 (2018): Journal Of Biology Education
Publisher : Tadris Biologi IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jobe.v1i2.4118

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pendahuluan yang dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi materi Biologi SMA Kelas XI semester gasal yang dipandang sulit menurut siswa dan guru. Penelitian ini menggunakan metode survei. Data dikumpulkan melalui angket yang melibatkan siswa SMA dengan populasi siswa SMA kelas XII jurusan IPA se-Kota Salatiga. Sampel penelitian diambil dengan teknik convenience sampling dan diperoleh siswa sebanyak satu kelas dari tiap sekolah. Responden lain dalam penelitian ini adalah guru. Responden tersebut merupakan guru yang mengampu mata pelajaran biologi kelas XI IPA di tiap sekolah. Data yang terkumpul diolah secara deskriptif dengan hasil sebagai berikut. Materi yang dianggap paling sulit oleh siswa dan guru adalah sama yaitu materi sistem regulasi. Materi yang dianggap sulit oleh siswa dan guru juga sama, yaitu materi sistem pertahanan tubuh. Siswa menyatakan bahwa materi tersebut dipandang paling sulit/ sulit dikarenakan konsep sulit dipahami dan materinya terlalu banyak. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa materi sistem regulasi dan materi sistem pertahanan tubuh tergolong materi biologi SMA kelas XI yang sulit.
Analisis Keterampilan Proses Sains Dan Self Regulation Biologi Kelas XI : Pengaruh Model Auditory, Intellectually dan Repatition (AUDI-IR) Nukhbatul Bidayati Haka; Vanny Dhea Pratiwi; Bambang Sri Anggoro; Abdul Hamid
Journal Of Biology Education Vol 3, No 1 (2020): Journal Of Biology Education
Publisher : Tadris Biologi IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jobe.v3i1.6922

Abstract

Hasil pembelajaran biologi yang belum tercapai secara baik dikarenakan rendahnya kemampuan berpikir siswa. Pembelajaran secara umum belum melibatkan laboratory skills, terjadinya passive learning, kurangnya interaksi antar siswa, pembelajaran jarang melibatkan learning society, penilaian masi bersifat sporadic yang jarang menilai secara utuh baik keterampilan proses, self regulation, maupun kemampuan berpikir siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Auditory, Intellectually, dan Repatition terhadap peningkatan Keterampilan Proses Sains dan Self Regulation pada peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan pretest dan posttest control group design, dengan teknik sampling Teknik acak kelas. Penelitian ini dilaksanakan di kelas XI di SMA Negeri 14 Bandar Lampung yang diterapkan dikelas kontrol (XI MIA2)  dan eksperimen (XI MIA3) pada materi sistem pencernaan tahun ajaran 2019/2020. Instrumen penelitian menggunakan tes dan lembar observasi keterampilan proses sains, angket Self Regulation. Analisis data menggunakan uji MANOVA. Berdasarkan hasil penelitian diketahui nilai ngain KPS kelas kontrol 0.45 (sedang) dan kelas eksperimen 0.67 (sedang), sedangkan nilai ngain self regulation kelas kontrol 0.36 (sedang), dan kelas eksperimen 0.52 (sedang). Sehingga dapat disimpulkan bahwa sig. 0,000 < 0,05 artinya terdapat pengaruh model pembelajaran Auditory, Intellectually, dan Repatition terhadap keterampilan proses sains dan self regulation pada kelas XI.
Pengunaan Media Larutan Bunga Sebagai Indikator Karbondioksida (Co2) Untuk Meningkatkan Daya Serap Kelas VIII Pada Materi Respirasi Manusia Diah Mayasari
Journal Of Biology Education Vol 1, No 1 (2018): Journal Of Biology Education
Publisher : Tadris Biologi IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jobe.v1i1.3325

Abstract

Proses pembelajaran konsep respirasi sering menemui banyak kendala sehingga daya serap kelas tidak seperti yang diharapkan. Untuk mengatasi kendala tersebut salah satunya adalah dengan menggunakan media pembelajaran yang sesuai. Fokus penelitian, berjudul "Penggunaan Media Solusi Bunga sebagai Indikator Karbon dioksida (CO2) untuk Meningkatkan daya serap Kelas VIII untuk konsep Respirasi Pada Manusia" bertujuan untuk mengetahui efek penggunaan larutan bunga (Impatiens platypetala) sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan daya serap kelas pada materi pernafasan pada manusia, Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK), yang terdiri dari 2 siklus. Siklus 1 membahas organ dan proses respirasi manusia, siklus 2 menyelidiki jenis gas respirsasi dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, dalam setiap siklus menggunakan larutan air bunga pacar (impatiens platypetala) sebagai media pembelajaran. Data diperoleh dari nilai tes harian I, II, dan sub sumatif yang memperlihatkan  peningkatan daya serap kelas kategori sedang (N-gain: 30,4). Data yang diperoleh dari penelitian mendukung pengembangan keterampilan proses sains dan sikap skala likert. Data pendukung menunjukkan bahwa keterampilan interpretasi telah meningkatkan kategori sedang (N-gain: 51,63) dan data yang diperoleh dari skala sikap menunjukkan pada umumnya siswa kelas VIII yang terdiri dari 12 anak laki-laki dan 25 anak perempuan merasa lebih memahami dan menyenangi belajar menggunakan media larutan bunga pacar air (Impatiens platypetala) untuk menyelidiki CO2.
Temu Giring (Curcuma heyneana Val.): Sebuah Tinjauan Morfologi, Fitokimia, dan Farmakologi Muhamad Jalil
Journal Of Biology Education Vol 2, No 2 (2019): Journal Of Biology Education
Publisher : Tadris Biologi IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jbe.v2i2.6296

Abstract

Temu giring sebagai tanaman komoditas obat memberi kontribusi masih dibawah 5%, sedangkan produksi kunyit lebih memberikan kontribusi produksi lebih besar dengan prosentase sebesar 18,82%. Tujuan dari tinjauan ini adalah untuk menyajikan informasi yang komprehensif mengenai morfologi, konstituen kimia, penelitian biologi tentang farmakologi sebagai bukti ilmiah khasiat temu giring  untuk pengembangan lebih lanjut dalam pengobatan tradisional. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan. Data penelitian berupa jurnal dan buku tentang temu giring dan tanaman obat tradisional (jamu) serta dilengkapi dengan foto. Teknik analisis data menggunakan metode content analysis dengan cara membuat inferensi yang replicabel dan dengan data yang valid, dengan memperhatikan konteksnya. Morgologi temu giring menunjukkan warna rimpang berwarna kuning cerah. Rimpang temu giring memiliki aktivitas antioksidan, antivirus, antiaging, dan antimikroba.  Senyawa aktif yang umumnya bertanggungjawab terhadap aktivitas farmakologi adalah golongan heyneanone, fenolik, saponin, flavonoid, dan minyak atsiri. 
The Creative Thinking Skill of Biological Learning Students at Candi Baru High School Adieba Warda Hayya
Journal Of Biology Education Vol 4, No 2 (2021): Journal Of Biology Education
Publisher : Tadris Biologi IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jobe.v4i2.10187

Abstract

The aim of this study was to describe the skill of students to think creatively about Biology at Candi Baru high school (HS). The study used a qualitative approach using a case study method. The population in this study was students of Candi Baru HS from the academic year 2016/2017. This research uses randomized cluster sampling. Samples were XI Mathematic and Science (MIA) 6, 7, and 8 classes. Data collected by observation and document collection, using a human instrument, an observation sheet and a categorization sheet. Data research included the quality of the student's; answers, works, and responses during the learning process. Data analysis was carried out descriptively by comparing the results of the research with information derived from literature or theory. The results showed that students' level of creative thinking skill is still low and the assessment provided by the teacher has not reached the students' creative thinking skill.
Sikap Kepedulian Lingkungan Siswa Kota Pekanbaru Melalui Program Adiwiyata Tingkat Nasional Sri Amnah; Sepita Ferazona
Journal Of Biology Education Vol 4, No 1 (2021): Journal Of Biology Education
Publisher : Tadris Biologi IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jobe.v4i1.10265

Abstract

This research was conducted with the aim of getting an overview of students' attitudes towards the environment at the 13th Junior High School and the 34th Junior High School in Pekanbaru which have received the National Adiwiyata award. The method used in this study is a survey, data collection is done using observation, questionnaires, and interviews. The subjects in this study were class VIII students. 13th Junior High School with a sample of 180 students, and 34 SMP with a sample of 96 students. Each school gets a different presentation. Based on the results of the research from the observation sheet and questionnaire, obtained the average results, namely for Pekanbaru SMPN 13 with an average observation of 77.92% and in the student questionnaire with an average yield of 84.93%. While at 34 Public Schools with an average observation of 77.11% and in student questionnaires with an average yield of 83.87 %%. It can be concluded that the SMP 13 and SMP 34 Pekanbaru have criteria that are very concerned about the environment.

Page 11 of 18 | Total Record : 171