cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan
ISSN : 23031433     EISSN : 25797301     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Kesehatan Akper Dharma Husada Kediri bekerjasama dengan PPNI Kota Kediri merupakan Jurnal yang memuat naskah hasil penelitian maupun artikel ilmiah yang menyajikan informasi di bidang ilmu kesehatan, diterbitkan setiap enam bulan sekali pada bulan Nopember dan Mei
Arjuna Subject : -
Articles 353 Documents
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KECEMASAN IBU DALAM PEMBERIAN ASI PADA BAYI DIMASA PANDEMI COVID 19 Ratih Suryaman; Elpinaria Girsang; Siti Mulyani
coba Vol 9 No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v9i2.317

Abstract

Pendahuluan: Menyusui merupakan pemberian Makanan pada bayi dengan cara menggunakan ASI langsung dari payudara ibu, ASI merupakan makanan yang dapat melindungi bayi dari penyakit penyakit infeksi. ASI memiliki manfaat penting bagi pertumbuhan bayi serta ibu. Pada masa pandemi Covid 19 menyebabkan kecemasan pada ibu dalam pemberian ASI dikarenakan takut menularkan Virus kepada anaknya melalui ASI. Faktor yang mempengaruhi kecemasan ibu dalam pemberian ASI dikarnakan kurangnya informasi yang diterima oleh ibu tentang menyusui pada masa pandemi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dengan kecemasan ibu dalam pemberian ASI di masa pandemic Covid 19. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian Kuantitatif, menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Menggunakan instrumen Kuesioner Pengetahuan dan Intrumen HRS-A untuk kecemasan. Teknik pengambilan sampel dengan total sampling, sampel sebanyak 42 ibu menyusui. Teknik analisis menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji statistik Spearman Rank. Hasil: Terdapat hubungan pengetahuan dengan kecemasan ibu dalam pemberian ASI pada Bayi di masa pandemi Covid, dengan nilai p value sebesar 0,027 dengan nilai keeratan hubungan dari Interval koefisien korelasi Spearman didapatkan nilai r = 386 yang artinya ada hubungan yang rendah.. Diskusi: Diharapkan masyarakat dapat mencari informasi bagimana cara pemberian ASI yang baik pada masa pandemi ini, sehingga ibu bisa memberikan asi pada bayinya dengan rasa aman dan nyaman. Kata kunci : Pengetahuan, Kecemasan,Pemberian ASI
PENGEMBANGAN APLIKASI “ABANG MADE” ANDROID SEBAGAI MEDIA PENGKAJIAN RESIKO LUKA KAKI DIABETIK Saldy Yusuf; Muh. Syahrul; Kiki Rizky Aulina; Megawati Syam
coba Vol 9 No 1 (2020): Nopember 2020
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v9i1.286

Abstract

Pendahuluan: Salah satu komplikasi diabetes melitus (DM) adalah luka kaki diabetes (LKD) yang diawali dua faktor risiko, yaitu neuropathy dan angiopathy. Untuk itu Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan pengkajian resiko LKD yang fleksibel berbasis aplikasi android. Metode: Penelitian ini merupakan pilot sstudydengan pemilihan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive Sampling.Hasil: Penelitian melibatkan 33 partisipan menunjukan bahwa terdapat hasil yang sama antara perbandingan menggunakan Doppler Ankle Brachial Index (ABI), dengan Palpasi Nadi dan Monofilament Test dengan Ipswich Test dalam mendeteksi luka kaki diabetes.Pilot Study ini menunjukkan relatif tidak ada perbedaan antara pencatatan manual dan aplikasi ABANG MADE. Kesimpulan:Pilot studi ini menunjukkan potensi aplikasi ABANG MADE sebagai mediapengkajian resiko LKD. Kata Kunci: diabetes mellitus, luka kaki diabetes, deteksi risiko, aplikasi android
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN IBU DENGAN STATUS IMUNISASI DASAR PADA BAYI DIDESA BANGKOK WILAYAH KERJA PUSKESMAS GURAH KABUPATEN KEDIRI Sumy Dwi Antono; Mika Mediawati; Miftahul Nurhatisah
coba Vol 9 No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v9i2.293

Abstract

Pendahuluan: Imunisasi dibutuhkan bagi bayi dan balita. Di Indonesia masih terdapat anak-anak yang belum diimunisasi secara rutin lengkap, bahkan tidak pernah dimunisasi sejak lahir, hal itu menyebabkan mereka mudah tertular penyakit berbahaya. Penyebab anak tidak diimunisasi diantaranya: takut anak panas, keluarga tidak mengizinkan, tempat jauh, orang tua sibuk, anak sering sakit, pengetahuan, pendidikan dan sikap terhadap imunisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan ibu dengan status imunisasi dasar. Metode: Metode penelitian menggunakan desain cross sectional, jumlah populasi 74 responden. Pengambilan sampel secara stratified random sampling sejumlah 63 responden dari 7 posyandu. Pengumpulan data dilakukan tanggal 15 April 2019 dengan cara membagikan kuesioner dan mencatat lembar status imunisasi dalam buku KIA ke dalam lembar dokumentasi. Analisis data secara univariat dan bivariat serta menggunakan uji spearman rank. Hasil: Hasil penelitian yaitu p-value 0,017 <0,05, nilai correlation coeffisient 0,299. Diskusi: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan ibu dengan status imunisasi dasar pada bayi didesa Bangkok Wilayah Kerja Puskesmas Gurah Kabupaten Kediri, arah hubungan kedua variabel positif Kata kunci : Status imunisasi dasar , Tingkat pendidikan
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN IBU DAN PEMBERIAN INFORMASI TENTANG STUNTING DENGAN KEJADIAN STUNTING Dian Rahmawati; Lia Agustin
coba Vol 9 No 1 (2020): Nopember 2020
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v9i1.312

Abstract

Pendahuluan:Stunting adalah kegagalan pertumbuhan pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek pada usianya. Stunting dapat menurunkan kualitas SDM karena organ tubuh khususnya otak tidak mampu berkembang dengan optimal.Pengetahuan dan informasi tentang stunting diperlukan untuk menunjang gizi balita.Tujuan penelitian untuk menganalisis apakah tingkat pendidikan ibu dan pemberian informasi tentang stunting berhubungan dengan kejadian stunting.Metodologi: Jenis penelitian adalah analitik observasional dengan pendekatan case control. Populasi penelitian adalah seluruh balita usia 24-59 bulan di Desa Bangkok Kec. Gurah Kab. Kediri pada bulan Agustus 2020. Dengan tehnik Purposive Sampling didapatkan 25 balita stunting sebagai kelompok kasus dan 25 balita normal sebagai kelompok kontrol. Variabel dependen adalah kejadian stunting, sedangkan variabel independen adalah tingkat pendidikan ibu dan pemberian informasi tentang stunting. Pengukuran stunting berdasarkan TB/U (Z-score). Pengukuran tingkat pendidikan ibudan pemberian informasi stunting dengan kuesioner dan wawancara. Analisis data dengan Chi Square dan Fisher Exact’s Test. Hasil: Secara statistik tingkat pendidikan ibu tidak berhubungan dengan kejadian stunting (p=0.52) dan pemberian informasi tentang stunting berhubungan dengan kejadian stunting p=0.005 (OR=5.46;CI 95% 1.63 hingga 18.36). Diskusi: Ibu balita yang tidak menerima informasi tentang stunting memiliki kemungkinan 5 kali balita nya mengalami stunting. Kata Kunci: stunting, tingkat pendidikan ibu, informasi stunting
HUBUNGAN ANTARA FREKUENSI KUNJUNGAN POSYANDU BALITA DENGAN STATUS GIZI BALITA USIA 24-59 BULAN DI DESA PARANG UPTD PUSKESMAS TIRON KABUPATEN KEDIRI Sumy Dwi Antono; Siti Asiyah; Vita Oktavian
coba Vol 9 No 1 (2020): Nopember 2020
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v9i1.281

Abstract

Abstract: Nutritional Status at toddler was one of factors to determine good growth a child in the future. The toddler with less nutritional status affected quality of growth in the future. Posyandu visit was done at toddler routinely that had aim in order to more easy looked growth at toddler for prevented occurs less or poor nutrients. At this reserarh posyandu visit was not only visited but did scaling at weigh, giving nutrients, information about important of nutrient for toddler and givimg service of sanitary. In a previous study, it was done research about relation of being active posyandu visit with nutritional status, but only looked active or not at toddler in followed posyandu. This study aims to determine the relationship between the frequency of visits of toddlers posyandu with nutritional status of children in Parang, The Community Health Center Tiron Kediri. This type of research is observational analytic with a retrospective study approach, and uses the Spearman rank analysis test. The population in this study were all toddlers aged 24 - 59 months who participated in the posyandu activities in March 2019 with total of respondent 181. The sampling technique used was Dispropotinate stratified random sampling. The sample size used 126 respondents who met the inclusion criteria and exclusion criteria. The results obtained from the spearman rank correlation test with the value of p value 0,000 <α = 0.05, the value of Correlation Coefficient 1,000 and has a direction of positive correlation (+). There is a relationship between the frequency of visits of toddlers posyandu with nutritional status of children aged 24-59 months in Parang, The Community Health Center Tiron Kediri. The relationship between the two variables are very strong, and the direction of the relationship between the variables are positive. Based on the result of study, the frequency at posyandu visit to toddler age 24-59 months showed that most of regularly as many as 75,3% and nutritional status to toddler age 24-59 months showed most of the respondent had good nutritional status as many as 72,20%. Keywords: Frequency of Posyandu Visits, Nutritional Status. Abstrak : Status gizi balita merupakan salah satu faktor penentu baik tumbuh kembangnya seorang anak dimasa depan. Balita dengan status gizi yang kurang akan mempengaruhi kualitas tumbuh dan kembangnya dimasa mendatang. Dilakukan kunjungan posyandu balita dengan rutin tujuannya agar lebih mudah dalam melakukan pemantauan tumbuh dan kembang balita untuk mencegah terjadinya gizi kurang maupun gizi buruk. Pada penelitian ini kegiatan dikunjungan posyandu tidak hanya berkunjung saja melainkan melakukan penimbangan berat badan, pemberian asupan gizi, penyuluhan mengenai pentingnya gizi bagi balita dan pemberian pelayanan kesehatan. Pada penelitian sebelumnya dilakukan penelitian tentang hubungan keaktifan kunjungan posyandu dengan status gizi, namun hanya dilihat aktif tidaknya balita dalam mengikuti posyandu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan frekuensi kunjungan posyandu balita dengan status gizi balita di Desa Parang Puskesmas Tiron Kabupaten Kediri. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan studi retrospektif, dan menggunakan uji analisis spearman rank. Populasi dalam penelitian ini seluruh balita usia 24-59 bulan yang mengikuti kegiatan posyandu di bulan Maret 2019 dengan jumlah 181 respoden.Teknik sampling yang digunakan adalah Dispropotinate stratified random sampling. Besar sampel yang digunakan 126 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Hasil yang didapatkan dari uji korelasi spearman rank dengan nila p value 0,000 < α = 0,05, nilai Correlation Coeffient 1,000 serta memiliki arah korelasi positif (+). Terdapat hubungan antara frekuensi kunjungan posyandu balita dengan status gizi balita usia 24-59 bulan di Desa Parang Puskesmas Tiron Kabupaten Kediri, keeratan hubungan kedua variabel sangat kuat, dan arah hubungan positif. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, didapatkan frekuensi kunjungan posyandu balita usia 24-59 bulan menunjukan bahwa sebagian besar adalah teratur sebesar 75,3% dan status gizi balita usia 24-59 bulan menunjukan sebagian besar responden memiliki status gizi baik sebesar 72,20%. Kata Kunci : Frekuensi Kunjungan Posyandu, Status Gizi.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KELENGAKAPAN IMUNISASI DPT-HB PADA ANAK DI PUSKESMAS SIPAHUTAR Urhuhe Dena Siburian; Janner Pelanjani Simamora; Emilia Silvana Sitompul; Paruhum Tiruon Ritonga
coba Vol 9 No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v9i2.319

Abstract

Pendahuluan: Kasus difteri masih ada peningkatan secara siginifikan di Indonesia setiap tahunnya. Ini disebabkan karena masih belum optimalnya dilakukan upaya pencegahan imunisasi difteri secara maksimal. Hipotesisi dalam penelitian adalah adanya pengaruh pengetahuan, sikap dan dukungan petugas dan kepercayaan terhadap kelengkapan imunisasi DPT-HB pada anak di wilayah kerja Sipahutar. Metodologi: Penelitian bersifat kuantitatif analitik bertujuan untuk menganalisis faktor apa saja mempengaruhi pemberian DPT-HB khususnya DPT-Booster 1 pada anak. Dengan pendekatan cross sectional.populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ank usia 2-5 tahun. Sampel pada penelitian ini adalah 72 orang. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji chi-square dan regresi logitik berganda. Hasil: Penelitian ini menunjukkan hasil adanya pengaruh pengetahuan (p=0,012), sikap (p=0,048) dan kepercayaan (p=0,005) terhadap kelengkapan DPT-HB pada anak di wilayah kerja Puskesmas Sipahutar. faktor yang paling dominan adalah kepercayaan. Diskusi: Diharapkan kepada ibu untuk meningkatkan pengetahuannya tentang imunisasi agar tingkat kepercayaan tentang imunisasi merupakan program dalam meningkatakan kualitas kesehatan anak sehingga rasa ketidakpedulian terhadap pemberian imunisasi dan rasa cemas setelah anak imunisasi dapat dihilangkan, sehingga tidak ada kendala dari pihak ibu untuk memberikan imunisasi DPT-HB secara lengkap kepada anak Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Kepercayaan, Imunisasi DPT-HB
PERANAN KESEHATAN KERJA DALAM MENDUKUNG PROGRAM FOOD SAFETY DI INSTALASI GIZI RUMAH SAKIT DI SEMARANG Daru Lestantyo; Dwi Cahyaningrum; Siswi Jayanti
coba Vol 9 No 1 (2020): Nopember 2020
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v9i1.301

Abstract

Pendahuluan: Pelayanan gizi di rumah sakit merupakan sarana penunjang yang memiliki peran penting bagi kesembuhan pasien. Penjamah makanan yang merupakan pekerja inti dari pelayanan gizi rumah sakit perlu memperhatikan higiene dan sanitasi individu agar dapat bekerja dalam kondisi sehat. Standar Pelayanan gizi rumah sakit,saat ini telah menerapkan food safety untuk melindungi keselamatan pasien maupun pengguna jasa boga lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kesehatan kerja dalam mendukung keberhasilan food safety di rumah sakit. Metodologi:. Penelitian dilakukan secara observasi dengan pendekatan kualitatif. Informan penelitian utama adalah penjamah makanan (food handler). Hasil: Sebagian besar informan utama memiliki pengetahuan yang baik terkait food hygiene beserta tujuan penerapannya. Hasil pengukuran lingkungan kerja menunjukkan bahwa suhu dalam ruang berada diatas Nilai Ambang Batas (NAB) yang ditetapkan Kementerian Kesehatan. Pemeriksaan kesehatan dilakukan oleh unit MCU namun belum dilaksanakan secara terjadwal. Simpulan : Penelitian ini mendapatkan bahwa pelaksanaan program K3 belum dilakukan pada unit instalsi gizi. Indikator lingkungan kerja fisik masih ada yang perlu diperbaiki dan berisiko menyebabkan insiden K3 maupun keselamatan pasien. Keterlibatan petugas dalam program K3 masih perlu ditingkatkan melalui pelatihan maupun safety talk rutin. Kata Kunci: . kesehatan kerja, rumah sakit, penjamah makanan, hospital food safety
PENDAMPINGAN KADER PADA IBU HAMIL PREEKLAMSI Triatmi Andri Yanuarini; Shinta Kristianti
coba Vol 9 No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v9i2.314

Abstract

Pendahuluan: Preeklampsia merupakan penyebab utama mortalitas dan morbiditas ibu dan janin. Preekalamsia berat sering menyebabkan kondisi kegawatan pada ibu hamil bahkan Dua ibu hamil ini tidak sempat didampingi oleh kader karena mereka pendatang, ketika baru memeriksakan kehamilannya terdeteksi Preeklamsi Berat dan dilakukan rujukan.Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi pendampingan kader pada ibu hamil preeklamsi di wilayah Puskesmas Mojo Kabupaten Kediri. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Partisipan dalam penelitian ini sejumlah 20 kader. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam, studi dokumentasi dan Focus Group Discussion. Analisis data hasil wawancara menggunakan tahapan analisis menurut Diklemann. Hasil: hasil penelitian menunjukkanpendampingan kader dalam deteksi dini ibu hamil preeklamsi sudah dilakukan namun, yang memiliki inisiatif atau mampu mengidentifikasi hanya satu orang. Kader yang lain masih menunggu informasi dari bidan. Semua kader juga sudah mampu mendampingi ibu hamil preeklamsi dalam persiapan persalinan/perencanaan tempat /penolong persalinan seperti biaya, asuransi, tranportasi. Namun belum dapat mengarahkan untuk mempersiapkan donor darah pada ibu hamil. Kader juga sudah baik dalam memberikan penyuluhan/Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) pada ibu hamil preeklamsi. Semua kader sudah baik dalam memberikan saran pengambilan keputusan ibu hamil dan keluarganya, juga memberikan saran tentang rujukan tepat waktu. Hambatan kader yang terbanyak adalah sulitnya memberikan pengertian kepada keluarga agar mendukung ibu hamil untuk dirujuk dirumah sakit dan sebagian kader kurang percaya diri dalam mendeteksi dini ibu hami preeklamsi. Diskusi: Pembinaan kader lebih ditingkatkan terutama dalam pemberian materi deteksi dini resiko tinggi terutama preeklamsi. Kata Kunci: Preeklamsi, Pendampingan, Kader, Deteksi Dini
FAKTOR RISIKO KEJADIAN DIABETES MELLITUS Fitriani Nasution; Andilala Andilala; Ambali Azwar Siregar
coba Vol 9 No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v9i2.304

Abstract

Pendahuluan: Penyakit Diabetes Mellitus merupakan ranking keenam penyebab kematian di Dunia. Di Indonesia Prevalensi DM sekitar 4.8%. Faktor risiko terjadinya DM tipe II terdiri dari dua yaitu fakto yang tidak dapat dimodifikasi dan faktor yang dapat dimodifikasi. Berdasarkan survei yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Rejo masih ditemukan masyarakatnya mengalami kejadian diabetes mellitus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk megetahui faktor resiko terjadianya diabetes mellitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Rejo. Metodologi: Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan rancangan studi case control. jumlah sampel secara keseluruhan 46 orang 23 kelompok kasus (penderita diabetes) dan 23 kelompok control (ukan penderita diabetes). Pengambilan data dengan menggunakan kuesioner dengan indikator usia responden, berat badan, tinggi badan, jenis kelamin, riwayat keluarga, riwayat hipertensi dan aktivitas fisik. Analisis data yang diguanakan adalah uji chi-square. Hasil:. Penelitian menunjukkan hasil bahwa faktor risiko diabetes mellitus tipe 2 adalah umur (p=0,032, OR= 5,6, 95%CI=1,038-30,204), riwayat keluarga (p=0,032, OR= 5,6 95%CI=11,038-30,204) dan aktivitas fisik (p=0,003, OR= 7,38 95%CI=1,887-28,939) sedangkan jenis kelamin, riwayat hipertensi dan obesitas tidak berhubungan dengan kejadian Diabetes Melitus. Diskusi: Faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi kejadiaan diabetes adalah aktivitas fisik, dimana seseorang yang kurang melakukan aktivitas fisik akan 5 kali lebih berisiko mengalami diabetes. Kata Kunci: Umur, Riwayat Keluarga, Aktivitas Fisik, Diabetes Mellitus
HUBUNGAN USIA KEHAMILAN DENGAN KEJADIANASFIKSIA BAYI BARU LAHIR DI RS AURA SYIFA KEDIRI Ira Titisari; Anisa Dewi Nur Masruroh; Indah Rahmaningtyas
coba Vol 9 No 1 (2020): Nopember 2020
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v9i1.285

Abstract

Pendahuluan:Asfiksia merupakan keadaan bayi baru lahir yang tidak dapat bernafas secara spontan dan teratur, menyebabkan O2 menurun dan CO2 meningkat, apabila tidak segera ditangani akan berakibat buruk dalam kehidupan lebih lanjut. Usia kehamilan merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan bayi asfiksia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan usia kehamilan dengan kejadian asfiksia bayi baru lahir diRSAuraSyifa Kabupaten Kediri. Metodologi:Desain penelitian adalah dengan pendekatan Cross Sectional. Pengambilan sampel sebanyak 100 responden dari jumlah populasi 2946 ibu bersalin dengan menggunakan teknin simple random sampling.Analisa data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil:terdapat hubungan antara usia kehamilan dengan asfiksia bayi baru lahir di RS Aura Syifa Kediri. Sedangkan berdasarkan tingkat keeratan hubungan dari Interval koefisien korelasi Spearman didapatkan nilai r = 367 yang artinya ada hubungan yang rendah.Diskusi:Diharapkan bagi peneliti selanjutnya dapat mengembangkan penelitian yang serupa, serta dapat menggunakan jumlah sampel dan variabel yang lebih banyak sehingga dapat memberi hasil yang bervariasi. Kata Kunci:Usia Kehamilan, Asfiksia, Bayi Baru Lahir