cover
Contact Name
Atik Kurniawati
Contact Email
jurnal@poltekkes-malang.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
polkesmajiki@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI)
ISSN : 24600334     EISSN : 26155516     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia is a journal to disseminate various scientific papers on health development and other research of health also disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of health applied.
Arjuna Subject : -
Articles 365 Documents
PENGARUH RASA, PENAMPILAN, TINGKAT KEMATANGAN, SUHU, KEBERSIHAN DAN PORSI MAKANAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN PADA PELAYANAN GIZI DI RS X MALANG Tsalits Maulidah Hariez; Prima Soultoni Akbar
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol 5 No 2 (2019): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v5i2.1433

Abstract

Mutu pelayanan gizi juga dapat dilihat dari kepuasan pasien terhadap fasilitas dan pelayanan rumah sakit, termasuk kepuasan pasien dalam pelayanan gizi. Kepuasan pasien merupakan ekspektasi produk dan persepsi pasien terhadap kualitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengaruh rasa, penampilan, tingkat kematangan, suhu, kebersihan dan porsi makanan terhadap kepuasan pasien pada pelayanan gizi di Rs X Malang. Penelitian ini Desain merupakan analitik observasional dengan desain cross. Penelitian ini dilakukan pada RS X Malang. Jumlah sampel berjumlah 70 orang. Variabel dependen adalah pengaruh pengaruh rasa, penampilan, tingkat kematangan, suhu, kebersihan dan porsi makanan. Variabel Independen adalah kepuasan pasien. Hasil Penelitian menunjukan kepuasan pasien dipengaruhuhi oleh pengaruh pengaruh rasa (b= 2.41; 95% CI=0.05 to 0.46; p=0.016) , penampilan (b= 2.41; 95% CI=0.05 to 0.46; p=0.016), tingkat kematangan (b= 2.41; 95% CI=0.05 to 0.46; p=0.016), suhu (b= 2.41; 95% CI=0.05 to 0.46; p=0.016) dan kebersihan dan porsi makanan (b= 2.41; 95% CI=0.05 to 0.46; p=0.016).
PENYELENGGARAAN PELAYANAN KB BERGERAK WILAYAH PERBATASAN DAN KEPULAUAN DI 34 PROVINSI TAHUN 2019 Lidya Dwijayani
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol 7 No 1 (2021): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v7i1.2163

Abstract

Latar Belakang: Penyelenggaraan pelayanan KB di wilayah perbatasan dan kepulauan bukan hanya mengenai rendahnya kontribusi kedua wilayah tersebut terhadap pencapaian tingkat nasional. Namun sebagai salah satu upaya pemerintah dalam menyediakan pemerataan akses pelayanan kesehatan dimana pelayanan KB merupakan salah satu hak reproduksi tiap individu. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik deskriptif dengan metode potong lintang atau cross sectional. Jenis data yang digunakan yaitu data sekunder berupa data agregat pencapaian di tingkat provinsi. Sampel penelitian yaitu seluruh populasi studi berjumlah 34 provinsi dan analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat menggunakan SPSS 20. Hasil: Hasil analisis univariat didapatkan sebanyak 33 (97,1%) provinsi telah menyelenggarakan pelayanan KB Bergerak di wilayah perbatasan 20 (60,6%) provinsi telah melaksanakan pula di wilayah kepulauan. Sebanyak 31 (91.2%) provinsi memanfaatkan faskes statis sebagai sarana penyelenggaraan pelayanan KB Bergerak dan 33 (97,1%) provinsi menggunakan sarana MUYAN KB. Selanjutnya, 23 (67,6%) provinsi telah melibatkan mitra kerja dari FKRTL, 34 (100%) melibatkan mitra kerja TNI dan 28 (82,4%) melibatkan mitra kerja dari FKTP. Pembahasan: Penyelenggaraan pelayanan KB Bergerak nyatanya perlu memperhatikan berbagai faktor, diantaranya faktor lingkungan dan norma di wilayah setempat, adanya dukungan kebijakan pemerintah, ketersediaan informasi publik mengenai manfaat KB hingga ketersediaan akses menjangkau pelayanan KB Bergerak, baik akses secara geografis maupun ekonomi. Kesimpulan: Pemenuhan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap aksesibilitas pelayanan KB Bergerak di wilayah perbatasan dan kepulauan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, diantaranya pemerintah daerah melalui dukungan APBD hingga kolaborasi dengan pihak swasta melalui pendanaan yang melibatkan pemberdayaan masyarakat setempat.
ANALISIS PELAKSANAAN SISTEM PENCATATAN DAN PELAPORAN PUSKESMAS (SP3) DI PUSKESMAS PANAWANGAN Lestary, Farhah Dheya; Kurniasih, Dewi Lena Suryani
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol 9 No 1 (2023): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v9i1.3907

Abstract

Background: The Puskesmas Recording and Reporting System (SP3) is a comprehensive recording and reporting activity based on the concept of a health center's working area and useful in supporting health center management. Through SP3, health centers are required to record activities and report regularly to the District Health Office. Based on the initial survey, Puskesmas Panawangan has used an application or website in the reporting section, but the recording section is not yet computerized, resulting in officers having to do the work twice. The health center has facilitated infrastructure but has not fully maximized it. Some officers at the Puskesmas have also not attended SP3 training. The purpose of the study was to determine the implementation of the Puskesmas Recording and Reporting System (SP3) at the Panawangan Health Center, Ciamis Regency.Subjects and Method: Qualitative research with a phenomenological approach. The research was conducted at the Panawangan Health Center in Ciamis Regency. The research subjects consisted of 1 key informant, 5 main informants, and 1 supporting informant. The research instruments used were interview guidelines, observation sheets, cell phones for recording, notebooks, and stationery. Data collection was done through interviews and observation.Results: This There is someone who manages SP3, but there are no medical record graduates, and additional staff are needed for the nutrition program and Pustu. Not all staff have attended SP3 training. The recording and reporting system at Panawangan Health Center has not used a guidebook, or there is no guidebook. Computer facilities are still lacking, so in recording and reporting health centers, officers use privately owned facilities. Internet services are available, but sometimes there are obstacles.Conclusion: The recording and reporting system at Panawangan Health Center has been implemented, and the submission of SP3 reports to the District Health Office has also been carried out on time.
Perbedaan Kemampuan Sosialiasasi Sebelum dan Sesudah Diberikan Terapi Autis Terbimbing (TAT) dengan Metode ABA Pada Anak Autis Alif Via Rahmadhani; Ari Kusmiwiyati; Herawati Mansur
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol 5 No 1 (2019): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v5i1.657

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiperbedaan kemampuan sosialisasi sebelum dan sesudah diberikan terapi autis terbimbing dengan metode ABA (Applied Behaviour Analysis) pada anak autis.Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik observasional dengan jumlah populasi sebanyak 35 anak. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 32 anak. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi ATEC (Autism Treatment Evaluation Checklist). Hasil analisa data dengan uji Wilcoxon signed rank test didapatkan bahwap value (0,000< 0,05) yang berarti H0 ditolak sehingga dari hasil statistik diatas dapat disimpulkan bahwa ada hubungan terapi autis terbimbing dengan metode ABA dengan kemampuan sosialisasi anak autis.
EFEKTIVITAS RENDAM KAKI AIR HANGAT DENGAN SERAI TERHADAP KUALITAS TIDUR LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI DESA BANYU URIP, KLEGO, BOYOLALI Aris Widiyanto
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol 6 No 2 (2020): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v6i2.2342

Abstract

Abstract: Elderly with increasing age have a higher risk of developing hypertension. Hypertension in the elderly causes several signs and symptoms that affect daily life, one of which is the quality of sleep. The purpose of this study was to determine the effectiveness of foot soaking in warm water with lemongrass on the sleep quality of elderly people with hypertension in Banyu Urip Village, Klego, Boyolali. The research design used pre-experimental method with pre and post test approach without control. The sleep quality measurement of the elderly before and after being given a warm foot bath with lemongrass used the Sleep Quality Questioner. Sampling was taken by total sampling, a number of 36 elderly who have hypertension. The results of this study found that all elderly with hypertension as many as 36 respondents experienced poor sleep quality and after the intervention the majority of elderly with hypertension experienced good sleep quality as many as 32 respondents. The Wilcoxon test found that soaking feet in warm water with lemongrass was effective in improving the sleep quality of elderly people with hypertension in Banyu Urip Village, Klego, Boyolali with a p value of 0.000 (p <0.05). It is hoped that the elderly can improve the quality of their sleep by utilizing lemongrass which is used as a regular warm water foot soak mixture.
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP MINAT KUNJUNGAN ULANG PASIEN RAWAT INAP DI RSIM SUMBERREJO BOJONEGORO Mitha Amelia Rahmawati
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol 8 No 2 (2022): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v8i2.3085

Abstract

Latar Belakang: Tingkat BOR yang fluktuatif dari tahun ke tahun dan hasil survei pendahuluan kepuasan pasien rawat inap yang belum mencapai standart, dapat prediksi bahwa adanya relevansi antara tingkat kepuasan pasien akan kualitas pelayanan rawat inap yang dapat mempengaruhi minat kunjungan ulang di RSIM Sumberrejo. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan rawat inap terhadap minat kunjungan ulang pasien rawat inap di RSIM Sumberrejo. Subjek dan Metode: Desain penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah semua pasien rawat inap di RSIM Sumberrejo, dengan sampel yang diambil sebanyak 89 responden pada bulan Mei-Juni 2020. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling. Uji prasyarat analisis yaitu uji regresi logistik sederhana. Hasil: Terdapat pengaruh kualitas pelayanan rawat inap terhadap minat kunjungan ulang pasien rawat inap di RSIM Sumberrejo (OR= 6,89; CI 95%: 2,62 hingga 18,14; sig: <0.001) Kesimpulan: Melihat hasil penelitian ini maka perlu adanya peningkatkan kualitas pelayanan rawat inap agar dapat memenuhi harapan pasien sehingga pasien tetap memilih pelayanan rawat inap di RSIM Sumberrejo.
MODEL ASUHAN KEBIDANAN BERBASIS TEORI HELEN VARNEY DALAM DETEKSI DINI PREEKLAMPSIA KEHAMILAN DI RSIA CITRA KELUARGA KOTA KEDIRI Indah Indah Rahmaningtyas
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol 4 No 2 (2018): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v4i2.298

Abstract

Pregnancy is a physiological process, normal and natural, but every pregnancy has the potential to become pathological so that midwives can make promotive and preventive efforts to overcome the occurrence of complications / abnormalities in pregnancy. More complications increase during pregnancy and other complications may already present before the pregnancy begins, but increase during pregnancy. Complications that cause 75% of pregnant women died, among others due to: bleeding (28%), pregnancy hypertension (preeclampsia and eclampsia 27%), abortion (14%), infection (11%), complication of childbirth (8%) ,emboli (3%), and others (9%). Preeclampsia in pregnancy plays a major role in morbidity and maternal mortality and perinatal. The incidence of pregnancy hypertension (preeclampsia and eclampsia) in Indonesia reaches about 27%. RSIA Citra Keluarga Kediri is a hospital that provides maternal and child health services has a pregnancy hypertension rate about 18.8%.This research was conducted to Apply Helen Varney Based Maternity Care Model In Early Detection of Preeclampsia Pregnancy at RSIA Citra Keluarga Kediri in 2017. This research is a study case research. The sample taken were pregnant women who had antenatal examination visit who had preeclampsia pregnancy and did not have pregnancy preeclampsia at the time of the research, then responder was given midwifery care with model of midwifery based on theory of Helen Varney and given counseling early detection of pregnancy preeklampsia.Based on the results of research that has been done on the respondents, it can be concluded that the risk factors of preeclampsia pregnancy is the initial screening or tool that was first used for early detection of preeclampsia before performing other physical examination procedures to establish a diagnosis of the results of early detection. Special physical examinations for early detection of preeclampsia pregnancy include examination of BMI, MAP and ROT performed after screening of anmnese results on risk factors (age, parity and pregnancy history and family). Althought, supporting investigations not an accurate examination, for early detection of preeclampsia, but from the results of research proved respondents with risk factors appeared to have positive (+) and two positive (+ +).
PENGARUH SENAM NIFAS TERHADAP KECEPATAN INVOLUSI UTERI PADA IBU NIFAS DI PMB WILAYAH KERJA PUSKESMAS BASUKI RAHMAD KOTA BENGKULU TAHUN 2019 yulita elvira silviani; Isti Maryana
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol 6 No 1 (2020): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v6i1.1559

Abstract

Abstrak: Masa nifas adalah masa pulih kembali, mulai dari persalinan selesai sampai alat-alat kandungan kembali seperti sebelum hamil.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh senam nifas terhadap kecepatan involusi uteri di PMB wilayah kerja puskesmas Basuki Rahmad Kota Bengkulu tahun 2019. Jenis penelitian yang digunakan rancangan pra eksperiment dengan desain the static group comparison. Populasi ibu bersalin di PMB Wilayah Kerja Puskesmas Basuki Rahmad pada 24 Juni-24 Juli 2019. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling artinya memilih sampel sesuai dengan yang dikehendaki dan sesuai dengan tafsiran persalinan di PMB wilayah kerja Puskesmas Basuki Rahmad yang berjumlah 32 sampel. Hasil dari penelitian ini dari 32 responden dengan 16 responden yang dilakukan senam nifas didapatkan bahwa kecepatan involusi uteri sebelum senam nifas pada kelompok eksperimen dengan nilai rata-rata 12,44, Sedangkan kecepatan involusi uteri sesudah senam nifas pada kelompok eksperimen rata-rata 0,12 sedangkan pada kelompok kontrol 16 yang tidak melakukan senam nifas didapatkan bahwa kecepatan involusi uteri pada kelompok kontrol sebelum senam nifas nilai rata-ratanya 12,50, setelah dilakukan kontrol ternyata kecepatan involusi uterusnya 6,75.Diharapkan kepada bidan untuk meningkatkan pemberian konseling kepada ibu hamil dan ibu pasca salin untuk melakukan mobilisasi dini setelah melahirkan. Kata kunci : Senam nifas, involusi uteri
HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN RAWAT INAP DENGAN MINAT PEMANFAATAN ULANG PELAYANAN DI PUSKESMAS KABUPATEN PASURUAN Izza Afkarina Mutiara
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol 8 No 1 (2022): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v8i1.3232

Abstract

Latar Belakang: Minat pemanfaatan ulang pelayanan akan timbul apabila pasien merasa puas dengan pelayanan yang diberikan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, nilai indikator rawat inap di Puskesmas Gempol masih rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dan kekuatan korelasi antara kualitas pelayanan rawat inap dengan minat pemanfaatan ulang pelayanan di Puskesmas Gempol Kabupaten Pasuruan. Subjek dan Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Metode pengambilan sampel dengan teknik accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang dan menggunakan uji koefisien kontingensi. Hasil: Diperoleh hasil terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas pelayanan rawat inap dengan minat pemanfaatan ulang pelayanan di Puskesmas Gempol Kabupaten Pasuruan dengan nilai p <0,001 dan r = 0,658. Keseimpulan: Terdapat hubungan yang siginifikan antara kualitas pelayanan rawat inap dengan minat pemanfaatan ulang pelayanan pasien peserta BPJS di Puskesmas Gempol, dengan kekuatan korelasi antara dua variabel kuat.
KEPATUHAN KUNJUNGAN ULANG IBU NIFAS DENGAN REMINDER "BUFAS" DI PUSKESMAS SUMBERJO KABUPATEN KEDIRI Rahajeng Siti Nur Rahmawati; Ika Yuli Krisdiana; Suwoyo Suwoyo
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol 5 No 2 (2019): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v5i2.1358

Abstract

Periode postpartum adalah periode kritis bagi ibu, sekitar 60% kematian ibu karena kehamilan terjadi setelah melahirkan, dan 50% kematian postpartum terjadi dalam 24 jam pertama persalinan. Berdasarkan hasil survei awal yang dilakukan di Puskesmas Sumberjo, ada 3 ibu dari 5 ibu yang diwawancarai yang tidak melakukan kunjungan ulang nifas, karena mereka lupa jadwal untuk kunjungan berikutnya. Penelitian ini adalah pengembangan aplikasi pengingat berbasis android yang digunakan untuk meningkatkan kepatuhan ibu dalam melakukan kunjungan ulang postpartum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Kepatuhan Kunjungan Ulang Ibu Postpartum dengan Pengingat BUFAS di Puskesmas Sumberjo Kediri. Penelitian ini menggunakan Survey Cohort, dengan sampel 10 responden yang diambil secara purposive sampling. Analisis data menggunakan deskriptif. Dari analisis data yang diperoleh dari 10 ibu postpartum hampir semua (90%) mengikuti kunjungan berulang postpartum. Setelah dianalisis, dapat disimpulkan bahwa kepatuhan kunjungan kembali ibu nifas hampir selengkap kunjungan kedua setelah aplikasi diberikan. Berdasarkan uraian di atas, diharapkan responden dapat mematuhi kunjungan selama periode postpartum sesuai dengan program yang telah ditetapkan.