cover
Contact Name
Atik Kurniawati
Contact Email
jurnal@poltekkes-malang.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
polkesmajiki@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI)
ISSN : 24600334     EISSN : 26155516     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia is a journal to disseminate various scientific papers on health development and other research of health also disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of health applied.
Arjuna Subject : -
Articles 365 Documents
STUDI KUALITATIF : ANALISIS KEBUTUHAN SISTEM INFORMASI KEGIATAN PEMBINAAN, PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN (BINWASDAL) PUSKESMAS UNTUK PROGRAM KESEHATAN IBU PADA ERA KEBIASAAN BARU DI SUKU DINAS KESEHATAN JAKARTA PUSAT Ita Ainy Ulfah
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol 6 No 2 (2020): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v6i2.2060

Abstract

Angka Kematian Ibu di Indonesia belum mencapai target SDGs sehingga diperlukan peningkatan mutu pelayanan Program Kesehatan Ibu di tingkat kabupaten/kota. Salah satu permasalahan yang dihadapi adalah pelaksanaan pencatatan dan pelaporan yang belum optimal karena sistem informasi kesehatan yang belum terintegrasi. Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis kebutuhan sistem informasi kegiatan pembinaan, pengawasan dan pengendalian (Binwasdal) Puskesmas untuk Program Kesehatan Ibu di Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat. Jenis penelitian ini adalah riset kualitatif dengan analisis tematik. Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat sebagai unit kesatuan perangkat daerah yang mengurusi masalah kesehatan di Jakarta Pusat memiliki banyak keterbatasan dalam penyelanggaraan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Dengan kemajuan teknologi informasi, Suku Dinas Kesehatan yang memiliki tupoksi utama dalam pembinaan, pengawasan dan pengendalian seluruh fasilitas kesehatan, khususnya puskesmas, harus dapat mengembangkan suatu sistem informasi yang dapat mengakomodir kegiatan yang selama ini dilakukan. Sistem informasi yang dikembangkan haruslah terintegrasi dengan seluruh aplikasi yang ada saat ini, baik itu yang dikembangkan oleh Kementerian Kesehatan RI, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, maupun Puskesmas.
FAKTOR PENYEBAB PENDING KLAIM BPJS PASIEN COVID-19 DI RSUD Dr. SOEKARDJO TASIKMALAYA Ari Sukawan; Fitria Dewi Rahmawati; Ulfa Fauziah; Fikri Muhammad
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol 8 No 2 (2022): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v8i2.3657

Abstract

Latar Belakang: Kelengkapan rekam medis menjadi salah satu indikator mutu pelayanan rumah sakit, yang perlu diperhatikan pencatatannya oleh tenaga kesehatan utamanya dokter sebagai penanggung jawab pasien. Suatu rekam medis mempunyai nilai keuangan karena isinya dapat dijadikan sebagai bahan untuk menetapkan biaya pelayanan di rumah sakit. Subjek dan Metode: Jenis Penelitian ini merupakan penelitian survey dengan metode deskriptif. Lokasi Penelitian dilakukan di RSUD Dr. Soekardjo Tasikmalaya. Waktu Penelitian dilakukan pada bulan Juli 2022 yang dilakukan terhadap 5 orang informan utama, kunci dan pendukung yang terdiri dari 1 petugas kepala rekam medis, 1 petugas rekam medis (koder) , 1 petugas kasir , 1 petugas dokter dan 1 petugas perawat. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa proses SDM dalam pelaksanaan prosedur administrasi klaim BPJS Kesehatan pada pelayanan rawat inap didapatkan bahwa para informan mengerti proses pelaksanaan prosedur administrasi klaim BPJS pelayanan rawat Inap, dan juga didapati bahwa prosedur administrasi klaim BPJS pada pelayanan rawat Inap berjalan sesuai Standar Operasional Prosedur yang ada. Upaya yang dilakukan terkait masalah Pending klaim BPJS Kesehatan, Rumah Sakit senantiasa melakukan evaluasi untuk mengurangi kejadian pengembalian berkas klaim, dimulai dari selalu berkomunikasi tentang segala permasalah ada serta berkoordinasi dari setiap bagian yang berhubungan serta meningkatkan kinerja masing-masing bagian, mengikuti regulasi dengan baik dan juga saling mengingatkan. Kesimpulan: Rumah Sakit dilakukan pengawasan dan mengadakan evaluasi kinerja pegawai secara berkala dan evaluasi kepatuhan petugas dalam pengisian lembar syarat yang diajukan pada pihak verifikator BPJS. Sehingga dapat meminimalisir pengembaliann berkas syarat klaim.
ANALISIS HUBUNGAN KELENGKAPAN PENULISAN DIAGNOSIS DENGAN KEAKURATAN KODE DIAGNOSIS DI PUSKESMAS DINOYO Miladia, Annisa Yuni; Alvionita, Chyntia Vicky; Kholidah, Diniyah
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v10i1.4411

Abstract

Rekam medis merupakan salah satu unit pada setiap fasilitas kesehatan yang ada. Salah satu kegiatan pada unit rekam medis yaitu melakukan kode diagnosis penyakit. Salah satu yang mempengaruhi keakuratan diagnosis yaitu penulisan diagnoss utama dan diagnosis yang dituliskan harus informatif. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan analisis mengenai hubungan antara kelengkapan penulisan diagnosis utama dengan keakuratan kode diagnosis di Puskesmas Dinoyo. Penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif dan pendekatan cross-sectional dengan menggunakan sampel sebanyak 90 DRM. Pengambilan sample menggunakan Teknik non-probability sampling. Hasil penelitian menemukan bahwa diagnosis yang tidak ditulis dengan lengkap sebesar 57,8% dan kode diagnosis yang tidak akurat sebesar 70%. Hasil uji statistik yaitu p=0,04 sehingga H0 ditolak dan Ha diterima, sehingga terdapat hubungan antara kelengkapan penulisan diagnosis dengan keakuratan kode diagnosis di Puskesmas Dinoyo.
Analisis Kuantitatif Dokumen Rekam Medis Rawat Inap di Rumah Sakit Ibnu Sina Kabupaten Gresik Yuliani, Resta Dwi
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol 9 No 2 (2023): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v9i2.4184

Abstract

Medical records are data for compiling health information for both outpatient and inpatient visits. Based on the Minister of Health's decision number 129 of 2008 concerning minimum hospital service standards, recording medical record documents must be 100% complete and correct. The aim of this research is to analyze the incompleteness of inpatient medical records at Ibnu Sina Hospital, Gresik Regency based on 4 aspects, namely, the social data identification aspect, the important report aspect, the authentication aspect, and the correct documentation aspect. The population in this study is the number of inpatient medical record documents that have been deposited for the period June and July 2023, amounting to 1400 sample files obtained using random sampling techniques. Determining the sample size using the Slovin formula resulted in 100 medical record documents. This research is descriptive quantitative research. Based on the results of the analysis, identification reviews were on average complete 51%, incomplete 49%, reviews of important reports were on average complete 82.83%, incomplete 61%, authentication reviews were on average complete 66%, incomplete 34%, and On average, the correct documentation review was 61% complete, 31% incomplete. There needs to be outreach about the importance of patient identification to registration officers and all patient care providers. As well as the formation of a medical records committee and activeness of the room in monitoring the completeness of medical records Keywords: Authentication review, correct documentation review, identification review, important report review
PROTOTYPE SISTEM INFORMASI POSYANDU BERBASIS WEBSITE (STUDI KASUS: POSYANDU MERKAR WANGI 11 DESA CEMPAKA) Lusdiantoro, Kusino; Mohammad, Maula Ismail; Khasanah, Lina; Karmanto, Bambang
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v10i1.4430

Abstract

Posyandu merupakan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan terpadu dan pemantauan terhadap anak balita. Pemantauan tumbuh kembang anak meliputi pengukuran berat badan anak, tinggi badan, lingkar kepala, serta aspek tumbuh kembang anak lainnya. Sejauh ini proses yang dilakukan posyandu seperti proses pengolahan data dan perekapan menggunakan media manual berdampak pada proses rekap secara berulang , penggunaan cara konvensional dalam pendataan balita serta laporan hasil penimbangan mengakibatkan penumpukan data yang dapat berujung pada laporan yang tidak akurat dan efektif. Untuk memberikan inovasi baru dalam pencatatan, pendataan dan pelaporan posyandu, maka didapatkan pemecahan masalah yaitu prototype sistem informasi Posyandu. Metode penelitian yang digunakan yaitu Research and Development (R&D) dengan desain Cross Sectional menggunakan metode pengembangan dengan model Waterfall. hasil perbandingan antara norma PSSUQ dengan rekapitulasi kuesioner Post-Study System Usability Questionnaire (PSSUQ), diketahui bahwa sistem yang dikembangkan memperoleh skor PSSUQ dengan subscale System Quality (SysQual) sebesar 2,21, Information Quality (InfoQual) sebesar 2,06, Interface Quality (IntQual) sebesar 2,08, serta Overall sebesar 2,13. Dari keempat skor subscale dan setelah dibandingkan dengan norma PSSUQ didapatkan hasil bahwa keempat subscale tersebut mendapatkan hasil < lower limit (kurang dari lower limit), maka dapat disimpulkan bahwa sistem yang dikembangkan sudah baik dan dapat memuaskan pengguna.
Kesiapan Penerapan Rekam Medis Elektronik di Puskesmas Wilayah Kota Cirebon Tahun 2021 Khasanah, Lina
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol 9 No 2 (2023): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v9i2.3836

Abstract

Latar Belakang: Penerapan rekam medis elektronik sudah berkembang pesat di fasilitas kesehatan Indonesia. Hal ini juga sudah ditetapkan ke dalam permenkes No. 24 tahun 2022, bahwa setiap pelayanan kesehatan diwajibkan menggunakan Rekam Medis Elektronik (RME). Keberhasilan penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) dikaitkan dengan kebiasaan petugas pengguna RME maupun manajemen suatu organisasi dalam keikutsertaan aktif dalam pelaksanaan RME sangat berpengaruh terhadap berhasil atau tidaknya adopsi RME dalam suatu organisasi. Sejalan dengan ini, Puskesmas Kota Cirebon sudah menggunakan e-Puskesmas sebagai salah satu sistem informasi menuju RME, namun pada pelaksanaannya belum optimal. Subjek dan Metode: Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Pengambilan data dilakukan dalam bentuk kuesioner checklist menggunakan Tools DOQ IT dengan jumlah sampel 44 orang dengan kategori pemegang kebijakan dan petugas rekam medis di 22 Puskesmas di Kota Cirebon.. Hasil: Hasil penelitian ini menurut kategori kesiapan implementasi Rekam Medis Elektronik DOQ-IT menunjukkan pada penyelerasan organisasi nilai rata-rata 27,61 dengan kategori sangat siap, kapasitas organisasi dengan nilai rata-rata 36,64 dengan kategori cukup siap. Kesimpulan dari tingkat kesiapan implementasi RME untuk Puskesmas di Kota Cirebon adalah Cukup Siap. Kesimpulan: Implementasi Rekam Medis Elektronik di Puskesmas Kota Cirebon dapat dikategorikan cukup siap, sehingga bisa dijadikan dasar dalam mengembangkan RME di Puskesmas dengan memperbaiki aspek-aspek yang kurang. Kata kunci: Rekam Medis Elektronik, DOQ-IT, Implementasi
PERANCANGAN ICD-10 ELEKTRONIK PADA KASUS PENYAKIT MENULAR UNTUK MENUNJANG KINERJA LABORATORIUM PENDIDIKAN REKAM MEDIS Sari, Fajar Yunita
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol 9 No 2 (2023): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v9i2.4119

Abstract

Dalam rangka mematuhi Permenkes No 24 tahun 2022 dan memastikan bahwa laboratorium pendidikan rekam medis beroperasi secara efisien dan akurat, penting untuk mengintegrasikan sistem ICD-10 ke dalam proses rekam medis elektronik. Pendekatan manual dalam mengelompokkan penyakit menular dapat rentan terhadap kesalahan manusia, menghabiskan waktu, dan tidak efisien. Dengan menggunakan sistem informasi yang tepat dan efektif, dosen dan mahasiswa dapat mempelajari bagaimana cara mengelola data rekam medis secara lebih mudah, cepat, dan akurat. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan desain penelitian studi kasus menggunakan metode perancangan sistem informasi Rapid Application Development (RAD). Informan pada penelitian ini adalah Dosen pengampu mata kuliah kodefikasi penyakit dan Tindakan di Prodi D-3 RMIK Tasikmalaya sebanyak 2 orang dan mahasiswa prodi D-3 RMIK Tasikmalaya sebanyak 12 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara. Hasil penelitian ini adalah aplikasi ICD-10 elektronik penyakit menular yang terintegrasi dengan kode penyakit pada ICD-10 Tahun 2016, ICD-11 dan Snomed-CT.
ANALISIS PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN RUMAH SAKIT DENGAN MENGGUNAKAN METODE DELONE & MCLEAN DI RUMAH SAKIT WIRA BHAKTI MATARAM Widyawati, Ivana Kusuma; Wasita, Rai Riska Resty; Nugraha, I Gusti Ngurah Manik
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v10i1.4413

Abstract

Rumah Sakit Wira Bhakti Mataram telah menggunakan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit sejak tahun 2021. Untuk memastikan informasi dan data yang dihasilkan oleh SIMRS diproses secara akurat dan tepat waktu, diperlukan analisis atau evaluasi SIMRS secara berkala dengan harapan untuk mengetahui kemampuan kegiatan penyelenggaraan dan tindak lanjut yang dapat direncanakan untuk memperbaiki penerapan SIMRS. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan penerapan SIMRS dengan menggunakan Metode DeLone & McLean dan pengalaman petugas di RS Wira Bhakti Mataram. Jenis penelitian ini menggunakan metode campuran dengan rancangan penelitian Sequential Explanatory Design. Sampel kuantitatif dalam penelitian diperoleh dengan teknik total sampling sejumlah 30 orang dan 11 orang yang terdiri dari petugas rekam medis, petugas IT, perawat, dan dokter sampel kualitatif yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan pedoman wawancara. Analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda. Hasil penelitian berdasarkan hasil uji hipotesis menggunakan uji t dan uji f menunjukkan variabel kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas layanan, kepuasan pengguna, dampak individu, dan dampak organisasi berpengaruh terhadap penerapan SIMRS. Perlu dilakukan monitoring dan evaluasi terkait SIMRS secara berkala untuk menjaga kualitas SIMRS dan dapat mengembangkan fitur yang ada di SIMRS agar dapat memenuhi kebutuhan pengguna.
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KLAIM PENDING PASIEN RAWAT INAP BPJS KESEHATAN DI RUMAH SAKIT TENTARA DR. SOEPRAOEN MALANG TAHUN 2023 Zein, Eiska Rohmania
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol 9 No 2 (2023): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v9i2.4205

Abstract

The process of submitting a claim from the hospital to BPJS Kesehatan if incompleteness is found in the verification process will result in the return of the file by BPJS Kesehatan, which can result in a pending claim. There are several cases of pending claims at Dr. Army Hospital. Soepraoen. The purpose of this study is to analyze the factors that cause Pending Claims for BPJS Kesehatan Inpatient Patients at Dr. Army Hospital. Soepraoen Malang in 2023 with a descriptive quantitative research method. The sample of this research is 60 pending claim files in February-March. The results of this study obtained pending claims based on coding factors as many as 26 documents or 43% inappropriate diagnosis codes, based on medical factors as many as 31 documents or 52% incomplete, based on administration factors as many as 3 documents or 5% inappropriate.
Analisis Kesiapan Implementasi Rekam Medis Elektronik Menggunakan Instrumen CAFP (Californias Academy of Family Physician) Hazimah, Isyroqul; Khasanah, Lina
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v10i1.4410

Abstract

A paradigm shift that combines digital and physical technology can create better resources, especially technology in the health sector which is experiencing very rapid progress. Concrete evidence of digital transformation in the health sector is the existence of an information system in the form of Electronic Medical Records (RME). California Academy of Family Physician (CAFP) is an instrument used to analyze the level of readiness of EMR, CAFP was formed by the state medical organization or commonly called the California Academy of Family Physicians. This instrument has a description of the assessment in the form of a narrative and has scores grouped in 3 categories. The study was conducted with quantitative descriptive methods and cross sectional approaches. The purpose of this study is to develop the CAFP instrument into Indonesian form and compiled into a questionnaire that is tested for validity and reliability. Based on the results of the study, it shows that the factors that affect the readiness of RME implementation are management capacity, financial and budgetary capacity, operational capacity, technological capacity, and organizational alignment. The results of the development of the questionnaire obtained 27 questions. The results of the validity test showed that all components of readiness in the study were valid where r-count>r-table and Cronbach's alpha value was 0.924 which stated that the questionnaire was reliable. The questionnaire model that has been developed can be used to measure the level of readiness to implement EMR in health care facilities. Keywords: RME, Puskesmas, Validity, Reliability, Readiness