cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
TEKNIK
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 08521697     EISSN : 24609919     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Journal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah dari berbagai disiplin ilmu rekayasa/keteknikan. Artikel-artikel yang dipublikasikan di Jurnal TEKNIK meliputi hasil-hasil penelitian ilmiah asli (prioritas utama), artikel ulasan ilmiah yang bersifat baru (tidak prioritas), atau komentar atau kritik terhadap tulisan ilmiah yang dipublikasikan oleh Jurnal TEKNIK.
Arjuna Subject : -
Articles 531 Documents
Pemodelan Garis Pantai Menggunakan Metode Interpolasi Stacked Curve Spline Tension Nadya Oktaviani; Prayudha Hartanto; Danang Budi Susetyo; Hollanda Arief Kusuma; Yustisi Ardhitasari; Ratna Sari Dewi
TEKNIK Vol 42, No 2 (2021)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v42i2.32940

Abstract

Wilayah pesisir merupakan lingkungan dinamis yang dipengaruhi oleh interaksi atmosfer, daratan dan lautan. Demikian pula, posisi garis pantai juga selalu berubah karena komponen alami dan ulah manusia seperti erosi, gelombang, pasang harian, badai, dan pembangunan yang terjadi di kawasan pesisir. Dalam literatur, posisi garis pantai dapat diidentifikasi berdasarkan berbagai proxi seperti: fitur pantai yang diidentifikasi dari foto udara atau citra resolusi sangat tinggi dan indikator berbasis datum pasang surut yang diekstraksi dari survei lapangan. Penelitian ini mengusulkan suatu metode dalam memodelkan garis pantai berbasis datum dengan mengintegrasikan berbagai data batimetri termasuk data single beam dan multibeam echo sounding, Digital Elevation Model Nasional, data batimetri nasional dan data batimetri yang dihasilkan dari citra satelit. Metode stacked curve spline tension diterapkan untuk mengasimilasi berbagai data batimetri tersebut dan untuk membangun garis pantai. Berdasarkan hasil uji akurasi diperoleh kemiripan garis pantai yang bervariasi akurasinya yaitu garis pantai LAT memiliki tingkat akurasi sebesar 29.28%, garis pantai MSL sebesar 65.45% dan garis pantai HAT sebesar 47.48%. Variasi akurasi yang diperoleh dapat terjadi karena beberapa hal diantaranya minimnya data input kedalaman yang digunakan, kerapatan data kedalaman yang sangat bervariasi, perbedaan waktu perolehan data antara data yang digunakan untuk penyusunan Peta LPI dan data yang digunakan dalam penelitian ini. Meskipun hasil uji akurasi yang diperoleh masih kurang memuaskan metode yang disusulkan ini cukup menjanjikan untuk diadopsi sebagai metode alternatif dalam pembangunan garis pantai dan untuk mengatasi keterbatasan data, waktu dan biaya dalam penyediaan garis pantai nasional.
Pengembangan Baja Laterit Modifikasi A588 Menggunakan Proses Termomekanikal Diikuti dengan Proses Temper Temperatur Rendah untuk Aplikasi Baja Tahan Cuaca Miftakhur Rohmah; Dedi Irawan; Dedi P. Utama; Toni B. Romijarso
TEKNIK Vol 42, No 2 (2021)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v42i2.37221

Abstract

Baja laterit A-588 berpotensi dirujuk sebagai baja paduan rendah-berkekuatan tinggi untuk aplikasi baja tahan cuaca. Baja Laterit A-588 dikembangkan melalui proses termomekanikal yang diikuti proses penemperan guna mendapatkan kekuatan dan ketahanan korosi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara penambahan kadar nikel, variasi laju pendinginan pada saat perlakuan panas terhadap sifat mekanik dan ketahanan korosi baja laterit A-588. Baja laterit dengan variasi kadar nikel 0,42%; 1%, 2%, dan 3%, mengalami proses homogenisasi, pengerolan panas, perlakuan panas dengan tiga variasi pendinginan yaitu media air, oli, dan udara, yang kemudian diproses temper pada temperatur 150 ℃. Temper temperatur rendah menyebabkan pengendapan karbida halus dan transisi fasa martensit menjadi bainit, sehingga struktur mikro akhir berupa bainit, lath martensit temper, karbida, dan ferrit. Kadar nikel 3% dengan laju pendinginan cepat akan meningkatkan pembentukan fasa lath martensit temper dan bainit, sehingga kekuatan dan kekerasan cenderung meningkat serta regangan dan ketahanan korosi semakin menurun akibat reaksi galvanic. Sifat mekanik paling optimal diperoleh pada sampel 2% nikel dengan media air (kekuatan 1203 MPa, regangan 10%, kekerasan 404 BHN, laju korosi 1,306 mpy).
Pengembangan Alat Simulasi Model Numeris Elemen Beton Bertulang dengan Respon Geser dan Lentur Tinggi Nuroji Nuroji; Muhammad Rony Asshidiqie; Sukamta Sukamta; Ay Lie Han
TEKNIK Vol 42, No 2 (2021)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v42i2.32683

Abstract

Pengujian eksperimental elemen beton bertulang di laboratorium memiliki kelemahan bahwa penyiapan benda uji sampai selesainya proses pengujian memerlukan waktu lama. Biaya yang tinggi mengakibatkan jumlah benda uji terbatas, dan beratnya elemen skala penuh merupakan kendala pada saat set-up. Tingkat ketidak-telitian dipengaruhi banyak faktor seperti ketersediaan alat presisi, kondisi laboratorium dan faktor kehandalan laboran. Agar perilaku sebuah elemen beton bertulang dapat dianalisa dengan teliti dan cepat, diperlukan sebuah model numeris yang dapat digunakan sebagai alat simulasi untuk menganalisa pengaruh variabel-variabel bebas pada perilaku elemen beton bertulang. Agar model numeris diyakini kehandalan dan ketelitiannya, perlu dilakukan beberapa tingkatan validasi, baik dari validasi sensitivitas model itu sendiri, maupun validasi terhadap data benda uji aktual di laboratorium. Model elemen hingga yang dikembangkan dalam studi ini dikhususkan pada kondisi tegangan lentur dan geser tinggi, akibat respon beban vertikal dan horizontal yang umum terjadi pada stuktur sesungguhnya di lapangan. Proses validasi terhadap model dilakukan dengan analisa sensitivitas terhadap kehalusan mesh dan inkrementasi deformasi vertikal, sedang validasi terhadap benda uji eksperimental di tujukan pada aspek respon beban-deformasi dan pola perkembangan retak beton. Dari proses ini dibuktikan bahwa model yang dikembangkan memberikan hasil prediksi yang sangat teliti terhadap perilaku elemen sesungguhnya, sehingga dapat digunakan sebagai alat simulasi.
Analisis Teknis dan Ekonomis Pembangkit Listrik Tenaga Surya Off-grid Menggunakan Software PVSyst untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Coffeeshop Remote Area Jaka Windarta; Susatyo Handoko; Khilmi Nafadinanto Irfani; Sunan Muqtasida Masfuha; Candra Halim Itsnareno
TEKNIK Vol 42, No 3 (2021)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v42i3.40242

Abstract

Distribusi listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) belum tentu mencapai daerah daerah terpencil, sehingga daerah tersebut memerlukan sumber listrik alternatif seperti Pembangkit listrik Tenaga Surya (PLTS). Penelitian kali ini memiliki tujuan untuk merancang dan menganalisis PLTS Off-grid skala kecil dengan studi kasus UMKM Coffeeshop ditinjau dari analisis teknis dan ekonomi. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan melakukan perbandingan dengan menggunakan desain 2 merk panel surya kapasitas 720Wp dan 2 merk baterai kapasitas 160Ah menggunakan software PVSyst 7.0. Dari hasil simulasi didapatkan jumlah energi tersuplai paling banyak pada variasi 3 sebesar 674,51 kWh/tahun. Selain itu dilakukan analisis ekonomi dengan tujuan untuk membandingkan sisi ekonomis PLTS dengan alternatif sumber listrik lain seperti genset dan penggunaan baterai dengan charging dari PLN. Berdasarkan simulasi software RetScreen, nilai Net Present Value (NPV) pada semua variasi diperoleh nilai negatif ( < 0 ), akan tetapi penggunaan PLTS off-grid adalah yang paling menguntungkan jika dibandingkan dengan penggunaan genset atau sumber listrik baterai dengan pengisian daya dari  PLN.
Analisis Kematangan Batuan Induk Hidrokarbon di Formasi Naintupo, Sub-Cekungan Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara FX Anjar Tri Laksono; Fendy Kusdiantoro; János Kovács; Widhiatmoko Herry Purnomo
TEKNIK Vol 42, No 3 (2021)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v42i3.35821

Abstract

Sub-Cekungan Tarakan yang terletak di Provinsi Kalimantan Utara diperkirakan memiliki potensi hidrokarbon sekitar dua miliar barel oil equivalent (BOE). Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kematangan batuan induk dan potensi hidrokarbon di Formasi Naintupo, Sub-Cekungan Tarakan. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah analisis Total Organic Carbon (TOC), Vitrinite Reflectance (Ro), Hydrogen Index (HI), Tmax, Potential Yield (PY), S1, Oxygen Index (OI), dan Oil Production Index (OPI). Hasil kajian ini adalah Formasi Naintupo merupakan batuan induk efektif menghasilkan hidrokarbon dengan nilai TOC antara 1,02-5,92 wt.%, HI 52-115 mgHC/gr TOC, Ro 0,62%-1,84%, Tmax 436oC-468oC, S1 0,17-0,32, dan OPI sebesar 0,15-0,4. Jenis hidrokarbon dengan potensi terbesar adalah gas bumi. Potensi gas bumi terbesar berada di Sumur South Sembakung-1, Tanjung Bimau-1, Sesayap E-1, dan Tanjung Kramat-1. Hasil analisis menunjukkan bahwa Formasi Naintupo berpotensi menghasilkan gas bumi di Sub-Cekungan Tarakan.
Analysis of Fine Glass Waste Addition as a Filler Material for Sand Substitution on the Properties of Mortar Products Suharto Suharto; Muhammad Amin; Muhammad Al Muttaqii; Roniyus Marjunus; Nuzullia Fitri; Suhartono Suhartono
TEKNIK Vol 42, No 3 (2021)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v42i3.32686

Abstract

Inorganic glass waste can replace sand in mortar production due to its SiO2 content being greater than 70%. This study aims to analyze the increase in mortal product agility due to the substitution of sand and reducing environmental pollution. The fine glass waste used is restrained on 80 and 120 mesh sieves. The fine glass waste substitution variations are 0, 10, 20, 30, 40, and 50% of the sand weight. The results show that fine glass waste could be used as a material for sand substitution because of the content of SiO2 of 73.8%. The results from XRD indicate that the phase of fine waste glass is amorphous. The mortar was printed with a 5x5x5 cm cube mold, and it was soaked for 7, 14, and 21 days. Based on the results, the compressive strength with a high value of 13.58 MPa at 20% fine glass waste substitution and 120 mesh. The density of 2.8±0.8 g/cm3, porosity 4.40±0.001%, and absorption 2.83±0,0009%. The compressive strengths, density, porosity, absorption, XRF and XRD characterization were evaluated. The results showed that the SiO2 compound in waste glass with the right composition of 20% could significantly increase the compressive strength. Phase formation of Calcite (CaCO3), Quartz (SiO2), and Portlandite (Ca(OH)2) was formed from the results of XRF characterization
Review: Aplikasi Material Komposit Berbasis Kitosan sebagai Bahan Kemasan Makanan Shalahudin Nur Ayyubi; Kusmiyati Kusmiyati; Aprilina Purbasari; Wahyu Zuli Pratiwi
TEKNIK Vol 42, No 3 (2021)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v42i3.36499

Abstract

Perhatian terhadap biopolimer pada zaman sekarang semakin meningkat disebabkan oleh banyaknya bahan kemasan berbasis plastik yang tak dapat terurai secara alami. Kitosan dapat dijadikan sebagai alternatif pengganti polimer sintetik untuk material yang baru. Untuk melihat kesesuaian suatu material sebagai bahan pengemas makanan, perlu dilakukan kajian terhadap sifat mekanik dan permeabilitas. Sifat mekanik digunakan untuk memprediksi perilaku film selama pengangkutan, penanganan dan penyimpanan makanan kemasan. Sifat penghalang memainkan peran kunci dalam menjaga kualitas produk makanan. Sifat mekanik dan permeabilitas film kitosan murni cocok untuk kemasan makanan dan kemasan aktif. Sifat-sifat ini dapat dimodifikasi dengan menggabungkan kitosan dengan material lain seperti pemplastis, polisakarida, protein dan lipid. Kombinasi ini menyesuaikan sifat-sifat hasil polimer akhir untuk memperpanjang masa simpan makanan, sambil mempertahankan sifat kualitas makanan dan kemampuan terurai secara alami dari polimer tersebut. Kitosan juga menunjukkan aktivitas antimikroba yang baik terhadap berbagai macam jamur makanan, ragi, dan bakteri gram negatif dan gram positif. Sifat antimikroba ini telah menjadikan kitosan sebagai polimer untuk pengembangan kemasan aktif dengan kemampuan menghambat pertumbuhan mikroorganisme serta meningkatkan keamanan pangan.
Sintesis Karbon Aktif Limbah Lumpur Aktif Industri Gula sebagai Adsorben Limbah Logam Berat Cu(II) Setiawan, Adhi; Bawafi, Muhammad Iqbal Ali; Ramadani, Tarikh Azis; Santiasih, Indri
TEKNIK Vol 42, No. 3 (2021): December 2021
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v42i3.36031

Abstract

Penelitian ini bertujuan melakukan sintesis karbon aktif dari limbah lumpur aktif unit Sludge Drying Bed (SDB) industri gula sebagai adsorben dan efektifitasnya dalam menurunkan kandungan logam berat Cu(II). Proses karbonasi lumpur aktif dilakukan pada suhu 600oC dilanjutkan dengan aktifasi menggunakan asam sulfat 20%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karbon aktif memiliki kadar air, kadar zat yang menguap, dan daya serap I2 telah memenuhi SNI. Hasil SEM menunjukkan bahwa morfologi partikel berbentuk granular dengan ukuran rata-rata partikel sebesar 134,3 μm. Luas permukaan spesifik partikel karbon aktif sebesar 1013,63 m2/g. Pengujian karbon aktif untuk adsorpsi logam Cu(II) menunjukkan bahwa peningkatan waktu kontak adsorpsi akan meningkatkan efisiensi penyisihan Cu(II). Peningkatan konsentrasi awal Cu(II) menyebabkan kecenderungan penurunan efisiensi penyisihan Cu(II). Efisiensi penyisihan maksimum Cu(II) diperoleh pada kondisi waktu kontak 40 menit dan konsentrasi awal Cu(II) 12,5 mg/L dengan nilai sebesar 86,32%. Isoterm Adsorpsi karbon aktif mengikuti persamaan Freunlich. Kinetika adsorpsi karbon aktif pada konsentrasi awal Cu(II) sebesar 6,125 dan 12,5 mg/L mengikuti pseudo orde dua sedangkan pada konsentrasi awal Cu(II) sebesar 25 dan 50 mg/L mengikuti pseudo orde satu.
Analisis Penurunan dan Lendutan Sistem Pondasi Tiang Sebagai Perkuatan pada Tanah Gambut Damanik, Dermina Roni Santika; Sianturi, Novdin Manoktong; Saragih, Deardo Samuel; Purba, Virgo Erlando
TEKNIK Vol 42, No. 3 (2021): December 2021
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v42i3.36836

Abstract

Salah satu metode perbaikan tanah gambut adalah metode preloading menggunakan timbunan. Daya dukung tanah gambut yang rendah dapat diantisipasi dengan perkuatan. Model timbunan dibuat dari potongan besi yang diberikan secara bertahap, sedangkan perkuatan dibuat dari grid bambu dengan kombinasi tiang. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan penurunan dan lendutan sistem perkuatan pada tanah gambut menggunakan simulasi numeris dan perbandingannya dengan hasil pengamatan. Metode penelitian dilakukan melalui model uji di laboratorium menggunakan bak uji berukuran 120 cm x 90 cm x 90 cm. Variasi uji model dibedakan berdasarkan panjang tiang masing-masing 10 cm, 25 cm, dan 35 cm. Beban-beban yang diterapkan terdiri dari 1,51 kPa, 3,02 kPa, 4,53 kPa, 6,05 kPa, dan 7,56 kPa. Melalui uji model didapatkan data-data penurunan di tengah timbunan dan lendutan pada arah melintang timbunan. Selanjutnya, simulasi numeris dengan Plaxis 2D dilakukan pada model yang sama dengan pengamatan untuk menganalisis penurunan dan lendutan akibat timbunan. Pola penurunan dan lendutan hasil simulasi numeris menggunakan plaxis 2D memberikan hasil yang mendekati sama atau sedikit lebih baik dibandingkan dengan data pengamatan, terutama pada tiang-tiang yang lebih panjang.
Optimasi Operasi Danau Rawa Pening dengan Program Dinamik untuk Pemanfaatan Sumber Daya Air yang Optimal Dyah Ari Wulandari; Sriyana Sriyana; Salamun Salamun; Dwi Kurniani; Albert N. Tristanto; Zelly Rinaldi; Reza Kandriani; Anisa R. Rahardiyanti
TEKNIK Vol 42, No 3 (2021)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v42i3.33765

Abstract

Danau Rawa Pening merupakan waduk alami yang mempunyai fungsi untuk melayani kebutuhan air irigasi, air baku air minum, PLTA, perikanan, pariwisata, serta pemeliharaan Sungai Tuntang. Berkurangnya kapasitas tampungan Rawa Pening akibat sedimentasi menyebabkan berkurangnya fungsi pelayanan Rawa Pening. Mengingat pentingnya fungsi Danau Rawa Pening dimana kinerja operasi waduk eksistingnya hanya mempunyai keandalan sebesar 60 % maka diperlukan analisis pengoperasian waduk untuk mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumber daya air yang tersedia. Operasi waduk merupakan aturan untuk memanfaatkan sumber daya waduk berdasarkan pertimbangan sumber daya yang tersedia dan kebutuhan yang diperlukan dalam pengoperasian yang optimum berdasarkan hasil analisis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan pedoman pengoperasian waduk guna peningkatan pemanfaatan potensi sumber daya yang tersedia. Penelitian dilakukan dengan membuat model optimasi operasi waduk dengan program dinamik. Tahapan analisis yang dilakukan adalah analisis kebutuhan air, analisis inflow waduk, perumusan model optimasi, melakukan optimasi dan menganalisis kinerja waduk hasil optimasi. Berdasarkan hasil analisis didapatkan kurva aturan operasi waduk dengan keandalan 86%.

Filter by Year

2007 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 47, No 1 (2026) Vol 46, No 3 (2025): Vol 46, No 3 (2025): July 2025 Publication in-progress Vol 46, No 3 (2025): Juli 2025 Vol 46, No 2 (2025) April 2025 Vol 46, No 1 (2025) January 2025 Vol 46, No 3 (2025) Vol 46, No 2 (2025) Vol 46, No 1 (2025) Vol 45, No 3 (2024): December 2024 Vol 45, No 2 (2024): August 2024 Vol. 45, No. 1 (2024): May 2024 Vol 45, No 3 (2024) Vol 45, No 2 (2024) Vol 45, No 1 (2024) Vol. 44, No. 3 (2023): December 2023 Vol. 44, No. 1 (2023): May 2023 Vol 44, No 3 (2023) Vol 44, No 2 (2023) Vol 44, No 1 (2023) Vol. 43, No. 3 (2022): December 2022 Vol. 43, No. 1 (2022): May 2022 Vol 43, No 3 (2022) Vol 43, No 2 (2022) Vol 43, No 1 (2022) Vol 42, No. 3 (2021): December 2021 Vol. 42, No. 2 (2021): August 2021 Vol 42, No 3 (2021) Vol 42, No 2 (2021) Vol 42, No 1 (2021) Vol 41, No. 3 (2020): December 2020 Vol 41, No. 2 (2020): August 2020 Vol 41, No. 1 (2020): May 2020 Vol 41, No 3 (2020) Vol 41, No 2 (2020) Vol 41, No 1 (2020) Vol 40, No. 3 (2019): Desember 2019 Vol 40, No. 2 (2019): Agustus 2019 Vol 40, No. 1 (2019): Mei 2019 Vol 40, No 3 (2019) Vol 40, No 2 (2019) Vol 40, No 1 (2019) Vol 39, No. 2 (2018): Desember 2018 Vol 39, No 1 (2018): (July 2018) Vol 39, No 2 (2018) Vol 39, No 1 (2018) Vol 38, No 2 (2017): (Desember 2017) Vol 38, No 1 (2017): (Juli 2017) Vol 38, No 2 (2017) Vol 38, No 1 (2017) Vol 37, No 2 (2016): (Desember 2016) Vol 37, No 1 (2016): (Juli 2016) Vol 37, No 2 (2016) Vol 37, No 1 (2016) Vol 36, No 2 (2015): (December 2015) Vol 36, No 1 (2015): (Juli 2015) Vol 36, No 2 (2015) Vol 36, No 1 (2015) Vol 35, No 1 (2014): (July 2014) Vol 35, No 2 (2014) Vol 35, No 1 (2014) Vol 34, No 3 (2013) Volume 34, Nomor 3, Tahun 2013 Vol 34, No 2 (2013) Volume 34, Nomor 2, Tahun 2013 Vol 34, No 1 (2013) Volume 34, Nomor 1, Tahun 2013 Vol 33, No 2 (2012) Volume 33, Nomor 2, Tahun 2012 Vol 33, No 1 (2012) Volume 33, Nomor 1, Tahun 2012 Volume 32, Nomor 3, Tahun 2011 Vol 32, No 3 (2011) Vol 32, No 2 (2011) Volume 32, Nomor 2, Tahun 2011 Vol 32, No 1 (2011) Volume 32, Nomor 1, Tahun 2011 Volume 31, Nomor 2, Tahun 2010 Vol 31, No 2 (2010) Volume 31, Nomor 1, Tahun 2010 Vol 31, No 1 (2010) Volume 30, Nomor 3, Tahun 2009 Vol 30, No 3 (2009) Volume 30, Nomor 2, Tahun 2009 Vol 30, No 2 (2009) Volume 30, Nomor 1, Tahun 2009 Vol 30, No 1 (2009) Vol 29, No 3 (2008) Volume 29, Nomor 3, Tahun 2008 Vol 29, No 2 (2008) Volume 29, Nomor 2, Tahun 2008 Vol 29, No 1 (2008) Volume 29, Nomor 1, Tahun 2008 Vol 28, No 3 (2007) Volume 28, Nomor 2, Tahun 2007 Vol 28, No 2 (2007) Volume 28, Nomor 1, Tahun 2007 Vol 28, No 1 (2007) In Press More Issue