Natural: Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA
Natural: Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA offers an interdisciplinary forum for the publication of original peer-reviewed, contributed and invited research articles of the highest quality that address different topics of science education with implications for improving and enhancing science education practices and theories. The topics involves biology, chemistry, physics, as well as some applications pedagogy and teacher development. The journal provides an invigorating and informative variety of research papers that expand and deepen our theoretical understanding. It also provides practice and policy based implications in the relevant contexts of science education.
Published biannualy, the journal employs a rigorous peer review process. We do not accept manuscripts which are not easily understandable in English or do not address our major focus.
Articles
170 Documents
Efektivitas model pembelajaran mind mapping terhadap hasil belajar ipa ditinjau dari motivasi belajar siswa
Eni Sulichah
N A T U R A L: Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (223.886 KB)
|
DOI: 10.30738/natural.v5i2.2965
Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimental yang secara deskriptif bertujuan untuk mengetahui kecenderungan hasil belajar IPA dan motivasi belajar siswa melalui model pembelajaran Mind mapping dan model pembelajaran ekspositori. Secara komparatif untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA siswa kelas VIII SMP Taman Dewasa Ibu Pawiyatan Tahun Pelajaran 2017/2018 antara model pembelajaran Mind mapping dan model pembelajaran ekspositori ditinjau dari motivasi belajar siswa. Analisis data dengan Anacova. Hasil uji anacova didapat Fhitung = 62,244 dengan p = 0,000, karena p < 0,01 maka disimpulkan ada perbedaan yang sangat signifikan. Secara deskriptif kecenderungan hasil belajar IPA dan motivasi belajar siswa dengan model pembelajaran Mind mapping lebih tinggi daripada model ekspositori. Berarti model pembelajaran Mind mapping lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPA dibandingkan dengan model pembelajaran ekspositori ditinjau dari motivasi belajar siswa.AbstractThis research was quasi-experimental research in descriptive aims to find out the results of learning motivation and learning IPA students through the learning Mind mapping model and the model of learning expository. Comparatively to find out the difference a result learn IPA grade VIII SMP Taman Dewasa Ibu PawiyatanYears It Lessons 2017/2018 between learning Mind mapping model and model learning expository learning motivation of students. Data analysis with Anacova. Anacova test results obtained Fcount = 62.224 with p = 0.000 because p <0.01 then it was concluded that there was a very significant difference. In a descriptive study results trend of IPA and the motivation of students with a learning Mind mapping model higher than expository. Mind mapping learning models mean more effective in improving learning results compared to the IPA learning expository learning motivation of students.
Tingkat profesionalisme kinerja guru biologi SMA yang tersertifikasi di Kabupaten Maluku Tenggara
Yuliana Kopong;
Djukri Djukri
N A T U R A L: Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (257.478 KB)
|
DOI: 10.30738/natural.v5i2.3162
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat profesionalisme kinerja guru biologi SMA yang tersertifikasi di Kabupaten Maluku Tenggara melalui jalur PLPG, ditinjau dari aspek kemampuan dalam membuat perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan penilaian pembelajaran. penelitian merupakan penelitian evaluasi. Penelitian ini dilaksanakan pada tujuh SMA negeri dan swasta di Kabupaten Maluku Tenggara. Subjek penelitian adalah 10 guru-guru biologi yang telah lulus sertifikasi melalui jalur PLPG pada tahun 2007-2011. Sampel diambil dengan menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui angket, observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa rerata tingkat profesionalisme kinerja guru-guru biologi SMA negeri dan swasta di Kabupaten Maluku Tenggara yang tersertifikasi melalui jalur PLPG dalam membuat perencanaan pembelajaran adalah kategori baik sedangkan dalam pelaksanaan pembelajaran di dalam kelas adalah kategori cukup dan dalam penilaian pembelajaran kategori baik. Artinya guru biologi SMA di Kabupaten Maluku Tenggara yang tersertifikasi memiliki kinerja baik masih di bawah standar. The performance professionalism level of the certified high school biology teachers in Southeast Maluku Regency AbstractThis study was aimed at determining the level of performance professionalism of the PLPG certified high school biology teachers in Southeast Maluku Regency, based on their ability to create teaching plan, implementation, and evaluation. The study was evaluation research and carried out in seven state and private high schools in Southeast Maluku Regency. It focused on 10 certified biology teachers who have passed through PLPG in the year 2007 - 2011. The sample was established using the saturated sampling technique. The data were collected through questionnaires, observations, interviews and documentation, and analyzed using the descriptive qualitative analysis. The results reveal that the average professionalism level of biology teachers certified through PLPG in both government and private high schools in Southeast Maluku Regency is categorized as good for lesson planning, fairly good for teaching implementation in the classroom and good in learning assessment. This means that the certified high school biology teachers in Southeast Maluku Regency has a good performance is still below standard.
Pengaruh pembelajaran inquiry terhadap hasil belajar IPA ditinjau dari keterampilan bertanya siswa
Intan Pramudia;
Sigit Sujatmika
N A T U R A L: Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (330.341 KB)
|
DOI: 10.30738/natural.v5i2.2940
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran Inquiry terhadap hasil belajar IPA siswa kelas VII SMP Negeri 2 Imogiri tahun ajaran 2017/2018 ditinjau dari keterampilan bertanya siswa. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan angket. Teknik analisis data menggunakan anacova. Uji prasyarat analisisnya menggunakan uji normalitas, homogenitas dan linieritas. Hasil penelitian secara komparatif menunjukan ada perbedaan yang sangat signifikan hasil belajar IPA anatara model pembelajaran Inquiry dan model pembelajaran langsung ditinjau dari keterampilan bertanya siswa dengan Fhitung = 17,257 dan p = 0,000. Rerata hasil belajar IPA dan keterampilan bertanya dengan pembelajaran Inquiry lebih tinggi dari model pembelajaran langsung, maka ada pengaruh penggunaan model pembelajaran Inquiry terhadap hasil belajar IPA siswa kelas VII ditinjau dari keterampilan bertanya siswa. AbstractThis research aims to discover the influence of learning inquiry to the learning outcomes of science student of the seventh grade of SMP Negeri 2 Imogiri in terms of their questioning skill, in the academic year of 2017/2018. The type of this research is a quasi-experiment. The technique to collecting data is using test and questionnaires. The technique of the data analysis is using anacova. The test of analysis prerequisite is using the test of normality, homogeneity, and linearity. The outcomes of the research comparatively demonstrates that there is a significant difference of learning outcomes of natural science (IPA) between inquiry learning model and direct learning model observed by student’s questioning skill with F = 17,257 and P = 0,00. The average of science learning outcomes and questioning skills with Inquiry learning is higher than direct learning model, then there is the influence of the use of Inquiry learning model to the results of science learning of seventh grade students in terms of student's questioning skills.
Hubungan antara literasi sains dan rasa ingin tahu siswa pada materi ekosistem
Syarifah Novianur Muhammad;
Listiani Listiani;
Aidil Adhani
N A T U R A L: Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (358.207 KB)
|
DOI: 10.30738/natural.v5i2.2935
Secara tidak langsung, terdapat hubungan antara literasi sains dan rasa ingin tahu. Siswa yang menguasai kemampuan literasi sains umumnya memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara literasi sains dan rasa ingin tahu siswa, khususnya pada materi ekosistem. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 3 Tarakan dengan sampel sebanyak 36 siswa yang berada pada kelas XI IPA. Sampel dalam penelitian ini dipilih dengan menggunakan metode simple random sampling. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan uji korelasi product momen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 53% siswa memiliki kemampuan literasi sains. Sedangkan rasa ingin tahu siswa berada pada kategori tinggi dengan jumlah persentase siswa sebanyak 78%. Selanjutnya, pengujian terhadap hubungan kedua aspek tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara literasi sains dan rasa ingin tahu dengan nilai korelasi 0.424. Berdasarkan nilai tersebut dapat disimpulkan behwa terdapat hubungan antara literasi sain dan rasa ingin tahu siswa. Correlation Between Science Literacy and Student Curiosity on Ecosistem TopicAbstractThere are correlation between science literacy and students’ curiosity indirectly. Students who have view in science literacy usually have high curiosity. Therefore, this research has been done to find out the correlation between science literacy and students/ curiosity, especially in ecosystem topic. The study was done at SMA Negeri 3 Tarakan and the sample are 36 eleventh grade students of IPA. Sample of this research was selected using simple random sampling. The data that has been collected was then analyzed using product moment correlation. The result showed that there are 53% of students have view in science literacy. Meanwhile, there are 78% of students have high curiosity. After that, the test on correlation between those two aspects showed that there are correlation between science literacy and curiosity with correllation coeficient 0.424. It can be concluded that there are correlation between science literacy and students’ curiosity.
Pengembangan lembar kegiatan siswa (LKS) berbasis inquiry materi pengukuran untuk meningkatkan kreativitas siswa
Diah Nugraheni
N A T U R A L: Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (225.656 KB)
|
DOI: 10.30738/natural.v5i2.3252
Pembelajaran IPA di sekolah sangat memerlukan sarana dan prasarana, salah satunya berupa Lembar Kegiatan Siswa (LKS). Guru dituntut kreativitasnya dalam membuat bahan ajar berupa LKS yang menerapkan pendekatan saintifik untuk mengaktifkan siswa ketika proses pembelajaran di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) berbasis inquiry pada materi pengukuran dalam pembelajaran IPA di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model 4D dengan empat tahapan pengembangan, yaitu define (pendefinisian), design (perancangan), development (pengembangan), dan dissemination (penyebaran). Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKS berbasis inquiry yang dikembangkan memiliki kriteria valid dan layak digunakan dalam pembelajaran. Respon siswa terhadap LKS yang dikembangkan memiliki kategori baik. Jadi, LKS berbasis inquiry pada materi pengukuran yang dikembangkan efektif diterapkan dalam pembelajaran untuk meningkatkan kreativitas siswa. Â AbstractScience teaching in schools need more facilities and infrastructure, one of which is a Student Worksheet. Teachers are required creativity in making teaching materials that apply a scientific approach to enable students to do the learning process in the classroom. This study aims to develop an integrated inquiry based Student Worksheet on the measurement material science teaching in Junior High School (SMP). This research is a development research with 4D model with four stages of development, namely define (definition), design (design), development (development), and dissemination (spread). The results showed that Student Worksheet based inquiry developed has valid and feasible criteria in learning. The student's response to the developing Student Worksheet has a good category. Thus, Student Worksheet based inquiry on the materials developed are effective in learning to enhance students creativity.
Efek dari pembelajaran training within industri bagi peningkatan aspek psikomotorik siswa
Desi Nuzul Agnafia;
Tri Wahyuni Maduretno
N A T U R A L: Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (197.938 KB)
|
DOI: 10.30738/natural.v6i1.4098
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran Training Within Industri terhadap hasil belajar biologi aspek psikomotorik siswa. Penelitian ini bertipe eksperimen semu. Populasi yang digunakan adalah seluruh siswa kelas X SMK Kesehatan BIM Ngawi pada tahun pelajaran 2018/2019. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu cluster random sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian sebanyak dua kelas. Teknik pengumpulan data berupa teknik non-tes menggunakan lembar observasi. Teknik ini digunakan untuk mengambil data psikomotorik siswa. Analisis data untuk pengujian hipotesis menggunakan uji-t yang didahului dengan uji prasarat analisis meliputi uji normalitas dan uji homogenitas. Hasil uji menunjukkan bahwa (sig) < 0,05 sehingga hipotesis diterima. Berdasarkan uji yang dilakukan diketahui bahwa pembelajaran Training Within Industry berpengaruh terhadap hasil belajar aspek psikomotorik siswa. Nilai statistik sebesar 0,00. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar aspek psikomotorik siswa pada kelas eksperimen sebesar 79.67, sedangkan pada kelas kontrol sebesar 73.79. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pembelajaran Training Within Industry terhadap hasil belajar biologi aspek psikomotorik pada siswa.
Pengembangan lembar kerja mahasiswa berbasis proyek dalam meningkatkan kemampuan berfikir kreatif mahasiswa
Dwi Septiana Sari;
Mastarita Nova Wulanda
N A T U R A L: Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (837.766 KB)
|
DOI: 10.30738/natural.v6i1.4073
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengembangkan lembar kerja mahasiswa berbasis proyek materi analisis senyawa kimia pada jamu, (2) mengetahui kualitas lembar kerja mahasiswa berbasis proyek yang dikembangkan, dan (3) mengetahui keefektifan lembar kerja mahasiswa berbasis proyek dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan menurut model Borg & Gall. Subjek uji coba dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester VI Program Studi Pendidikan IPA Universitas Ivet. Data dikumpulkan melalui angket validasi media, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, dan tes kemampuan berpikir kreatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) pengembangan lembar kerja mahasiswa berbasis proyek materi analisis senyawa kimia pada jamu dilaksanakan sesuai dengan prosedur pengembangan, (2) secara umum kualitas lembar kerja mahasiswa berbasis proyek yang telah dikembangkan termasuk dalam kategori baik, dan (3) lembar kerja mahasiswa berbasis proyek efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif mahasiswa pada pembelajaran materi analisis senyawa kimia pada jamu.
Bagaimana cara mengembangkan LKS IPA berbasis inquiry untuk SMP?
Retno Ria Sriningsih;
Astuti Wijayanti
N A T U R A L: Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (721.739 KB)
|
DOI: 10.30738/natural.v6i1.2933
LKS merupakan salah satu bahan ajar yang berperan penting dalam pembelajaran IPA sehingga membantu siswa dalam mengkonstruk pengetahuannya. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengembangkan LKS berbasis inquiry siswa kelas VII SMP. 2) mengetahui kelayakan produk LKS berbasis inquiry siswa kelas VII SMP. Metode penelitian dengan menggunakan R&D dengan desain model 4D namun dibatasi pada tahap define, design dan develop saja. Penelitian ini tidak sampai tahap Disseminate karena keterbatasan dana dan waktu. Kualitas LKS IPA berbasis inquiry dinilai oleh ahli media, ahli materi, peer reviewer, guru, dan siswa. Data nilai kualitas yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif berdasarkan kategori penilaian ideal. Penilaian kelayakan produk dan respon guru siswa dilakukan dengan menggunakan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas LKS berbasis inquiry adalah Sangat Baik (SB) dengan persentase keidealan sebesar 83,15%, sedangkan penilaian dan respon siswa terhadap LKS kualitasnya Sangat Baik (SB) dengan persentase keidealan sebesar 81,45%. LKS ini selain membantu siswa, juga sangat memudahkan guru dalam melaksanakan model pembelajaran inquiri sehingga memerdekakan siswa dalam melakukan aktivitas ilmiahnya.
Dampak strategi pembelajaran everyone is a teacher here bagi hasil belajar siswa ditinjau dari keterampilan berkomunikasi
Dwi Daryanti
N A T U R A L: Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (323.024 KB)
|
DOI: 10.30738/natural.v6i1.2908
Penelitian ini bertujuan 1) untuk mengetahui adanya perbedaan hasil belajar IPA antara strategi pembelajaran Everyone Is A Teacher Here dengan ekspositori, 2) untuk mengetahui adanya perbedaan hasil belajar IPA untuk kelompok keterampilan berkomunikasi tinggi dan rendah, 3) untuk mengetahui adanya interaksi antara strategi pembelajaran dan keterampilan berkomunikasi terhadap hasil belajar IPA. Jenis penelitian ini adalah Quasi Eksperimen. Populasi seluruh kelas VII yang berjumlah 135 siswa. Pengambilan sampel dengan teknik Random Sampling, diperoleh kelas VII A dan VII B sejumlah 58 siswa. Pengambilan data dengan teknik tes untuk mengetahui hasil belajar IPA dan angket untuk mengetahui keterampilan berkomunikasi siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, angket, dan tes. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan ANAVA dua arah yang diawali dengan uji persyaratan analisis yaitu dengan uji normalitas sebaran dan uji homogenitas varian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) ada perbedaan yang sangat signifikan hasil belajar IPA antara strategi pembelajaran Everyone Is A Teacher Here dengan ekspositori, dengan nilai Fhitung = 61,179 dan p = 0,000. 2) Ada perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA untuk kelompok keterampilan berkomunikasi tinggi dan rendah, dengan nilai Fhitung = 17,157 dan p = 0,015. 3) Ada interaksi yang signifikan antara strategi pembelajaran dan keterampilan berkomunikasi terhadap hasil belajar IPA, dengan nilai Fhitung = 18,698 dan p = 0,040.
Thinking Aloud Pair Problem Solving: Suatu pembelajaran inovatif beserta pengaruhnya terhadap keberhasilan belajar
Gunawan Dwi Susanto;
Widodo Budhi
N A T U R A L: Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (682.86 KB)
|
DOI: 10.30738/natural.v6i1.4313
Peningkatan mutu pembelajaran IPA SMP perlu untuk dilakukan. Penggunaan pembelajaran inovatif untuk meningkatkan hasil belajar menjadi tuntutan bagi guru saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran kooperatif dengan metode Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) terhadap hasil belajar IPA ditinjau dari keaktifan siswa. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 12 Yogyakarta tahun ajaran 2018/2019 yang berjumlah 66 siswa. Terdiri dari 34 siswa untuk kelas kontrol, dan 32 siswa pada kelas eksperimen. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes dan angket. Teknik analisis data secara dengan menggunakan uji Anakova. Hasil penelitian menunjukkan rerata hasil belajar pada kelas eksperimen sebesar 21,26 dengan simpangan baku 3,60, lebih baik dari rerata kelas kontrol sebesar 17,15 dengan simpangan baku 4,45. Berdasarkan hasil analisis data secara komparatif, diketahui bahwa metode TAPPS berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar siswa (p = 0.037). Pembelajaran dengan TAPPS lebih efektif dibanding dengan pembelajaran langsung (direct instruction).