cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Agrotek Tropika
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23374993     EISSN : 26203138     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrotek Tropika (JAT) is a journal of science in the field of agrotechnology which covers several fields of science such as Agronomy, Horticulture, Soil Science, and Plant Pests and Diseases. Journal of Tropical Agrotek published since 2013 and published three times in one year ie in January, May, and September. Journal of Tropical Agrotek published by Department of Agrotechnology, Faculty of Agriculture, University of Lampung in cooperation with Agroteknologi Association of Indonesia (PAGI) Lampung.
Arjuna Subject : -
Articles 811 Documents
APLIKASI SABUT KELAPA DAN PUPUK BOKASI KOTORAN AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT SAWIT DI PRE NURSERI Iqbal Effendy; Gribaldi Gribaldi; Benny Abdul Jalal
Jurnal Agrotek Tropika Vol 7, No 2 (2019): JAT Mei 2019
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.036 KB) | DOI: 10.23960/jat.v7i2.3367

Abstract

Penggunaan bibit kelapa sawit yang bermutu akan menentukan keberhasilan jangka panjang pengelolaan perkebunan kelapa sawit. Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan pembibitan kelapa sawit di tingkat prenursery adalah ketersediaan air yang cukup. Bila terjadi kekurangan air dapat mengakibatkan penyimpangan pertumbuhan dan menghasilkan bibit yang tidak prima. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kemampuan sabut kelapayang dikombinasikan dengan pupuk bokasi kotoran ayam untuk menahan air di dalam polibag terhadap pertumbuhan bibit, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK)yang disusun secara faktorial, terdiri dari dua faktor perlakuan dan tiga kali ulangan. Faktor pertama adalah bobot sabut kelapa (S) terdiri dari 3 level yaitu :S0 =0 g, S1 = 25 g dan S2 = 50 g per polibag. Faktor kedua bobot pupuk bokasi kotoran ayam (B) terdiri dari 4 level yaitu B1 = 50g,B2 = 100 g,B3 = 150gdan B4 = 200 g per polibag.tanah yang digunakan dalam penelitian ini adalah tanah Ultisol (PMK seberat 10 kg per polibag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan sabut kelapa 50 gdan bokasi kotoran ayam 200 g per polibag seacra tunggal memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di pre nursery, namun tidak terdapat interaksi diantara kedua perlakuan.
IDENTIFIKASI JAMUR PADA BUAH NENAS (Ananas comosus L.) KULTIVAR MD2 PADA BERBAGAI TINGKAT KEMASAKAN Rudianto Butarbutar; Suskandini Ratih; Muhammad Nurdin; Radix Suharjo
Jurnal Agrotek Tropika Vol 7, No 2 (2019): JAT Mei 2019
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1172.491 KB) | DOI: 10.23960/jat.v7i2.3263

Abstract

Nenas (Ananas comosus) merupakan salah satu komoditas yang dikembangkan di provinsi Lampung. Jenis nenasyang dikembangkan di Lampung diantaranya adalah kultivar MD2. Tingkat kemasakan buah ketika dipanen akan mempengaruhi mutu buah.Tingkat kemasakan buah nenas yang biasa digunakan untuk standar panen adalah stadium kacang hijau atau <10%, masak 10 – 15%, dan masak 25%. Diindikasikan terdapat kaitan antara tingkat kemasakan buah nenas dengan inten sitas serangan patogen. Penyakit pasca panen hingga kini belum mendapat perhatian yang memadai di negara berkembang kehilangan hasil pasca panen mencapai 50% atau lebih. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jamur-jamur yang terdapat pada buah nenas dengantingkat kemasakan< 10%, 10 - 15%, 25% dan > 75%. Pengambilan sampel buah nenas dilakukan di PT. NTF Lampung. Selanjutnya isolasi dan pengamatan mikroskopik patogen dilaksanakan di Laboratorium ProteksiTanaman, Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Penelitian dilaksanakan bulan Agustus 2015 - Oktober 2015.Hasil penelitian menunjukkan terdapatnya jenis jamur yang berbeda pada tingkat kemasakan nenas berturutan adalah tingkat kematangan <10% yaitu Aspergillus sp., Penicillium sp, Trichoderma sp.,tingkat kematangan 10-15% yaitu Aspergillus sp., Penicillium sp.,Trichoderma sp., tingkat kematangan 25% yaitu Aspergillus sp., Penicillium sp., Trichoderma sp dan jamur Curvularia sp serta tingkat kematangan 75- 100% yaitu Aspergillus sp., Penicillium sp., Fusarium sp.dan Curvularia sp.Curvularia sp. sudah termasuk kedalam jamur pasca panen tanaman nenas dimana sebelumnya hanya terdapat pada pertanaman nenas saja.
KETAHANAN BEBERAPA GENOTIPE SORGUM (Sorghum bicolor [L]Moench) TERHADAP PENYAKIT ANTRAKNOSA (Colletotrichum graminicola) PADA DUA SISTEM POLA TANAM BERBEDA Agnes Ratnasari; Efri Efri; Muhammad Syamsoel Hadi; Hasriadi Mat Akin
Jurnal Agrotek Tropika Vol 7, No 2 (2019): JAT Mei 2019
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v7i2.3258

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui ketahanan 15 genotipe sorgum yang ditanam pada dua sistem tanam berbeda yaitu monokultur dan tumpangsari. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2017- Februari 2018 di Desa Sukanegara, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung dan di Laboratorium Hama dan Penyakit Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Perlakuan disusunmenggunakan rancangan acak kekompok dalam Split Plot Design dengan faktor utama adalah sistem pola tanam (tumpangsari, monokultur), dan anak petak adalah 15 genotipe sorgum (Numbu, Samurai 1, GH3, UPCA, GH4, P/I WHP, GH6, Super 2, GH13, P/F 51-93-C, Super 1, GH5, Mandau, GH7 dan TalagaBodas). Monokultur sorgum ditanam pada jarak 80 cm x 20 cm. Tumpangsari sorgum ubikayu dilakukan dengan cara menanam sorgum di antara tanaman ubikayusehingga jarak tanam sorgum tetap 80 cm x 20 cm, sedangkan jarak tanam ubikayu 80 cm x 60 cm, baik sorgum maupun ubikayu ditanam secara bersamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem tanam tumpangsari lebih efektif untuk menekan intensitas penyakit antraknosa. Pada penelitian ini intensitas penyakit antraknosa terhadap 15 genotipe sorgum yang diamati dikelompokan menjadi 3 kategori yaitu tinggi, sedang dan rendah. Genotipe Numbu, GH3, Talaga Bodas, Super 1, dan Mandau adalah genotipe dengan intensitas penyaki terendah dibandingkan genotipe Samurai 1, UPCA, GH4, P/I WHP, GH13, P/F 5-193-C, GH5, GH6 dan GH7 . Genotipe Samurai 1, UPCA, GH4, P/I WHP, GH13, P/F 5-193-C, GH5, GH6 dan GH7 adalah genotipe yang intensitas penyakitnya lebih rendah dibandingkan genotipe Super 2. Dan genotipe Super 2 adalah genotipe dengan intnsitas penyakit antraknosa tertinggi.
PENGARUH KOMPOS AZOLLA, JERAMI DAN KOMBINASINYA DENGAN UREA TERHADAP PERTUMBUHAN, PRODUKSI PADI DAN EFISIENSI SERAPAN NITROGEN Endah Winarni; Suprihati -; Joko Pramono
Jurnal Agrotek Tropika Vol 7, No 2 (2019): JAT Mei 2019
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v7i2.2977

Abstract

Padi (Oryza sativa L.) merupakan komoditas pangan prioritas dan strategis di Indonesia. Meski swasembada beras telah tercapai, namun upaya mempertahankan dan meningkatkan kualitas dan produktivitas padi terus dilakukan. Pengembalian dan pemanfaatan bahan organic merupakan salah satu upaya intensifikasi pada budidaya padi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kompos azolla, jerami dan kombinasinya dengan pupuk urea terhadap pertumbuhan, produksi padi varietas Ciherang dan efisiensi serapan nitrogen. Penelitian dilakukan dilahan sawah yang ada di Kelurahan Bergas Lor, Bergas, Kabupaten Semarang dari Desember 2017 hingga April 2018. Bahan yang digunakan adalah benih padi varietas Ciherang. Perlakuan pada percobaan ini adalah urea pada 0, 116,5, 234 dan 350 kg/ha yang dikombinasikan dengan 5000 kg/ha kompos azolla dan jerami. Percobaan disusun menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 3 ulangan. Hasil percobaan menunjukkan bahwa kompos jerami yang diaplikasikan secara tunggal mampu meningkatkan pertumbuhan padi yang hampir sama dengan perlakukan urea 116,5 kg/ha dan 350 kg/ha, namun memiliki produksi GKP yang lebih tinggi hingga 6,82 kg/m2. Perlakuan ini meningkatkan produktivitas padi hingga 15% dibanding kontrol dengan efisiensi serapan N hingga 112,1%. Hasil penelitian ini memiliki implikasi penggunaan kompos jerami sebagai substitusi urea pada budidaya padi pada jenis dan lahan yang lain.
PENGARUH SISTEM OLAH TANAH DAN PEMUPUKAN NITROGEN JANGKA PANJANG TERHADAP KANDUNGAN ASAM HUMAT DAN ASAM FULVAT PADA TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) TAHUN KE-29 DI LAHAN POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG Ratna Ayu Andita; Sarno Sarno; Muhajir Utomo; Abdul Kadir Salam
Jurnal Agrotek Tropika Vol 7, No 2 (2019): JAT Mei 2019
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v7i2.3259

Abstract

Tanah-tanah yang diolah secara intensif tanpa diimbangi oleh pengembalian bahan organik ke tanah, maka kandungan bahan organik akan semakin menurun. Cara yang dapat dilakukan untuk mempertahankan kandungan bahan organik tanah antara lain dengan cara menerapkan sistem olah tanah dan pemupukan nitrogen. Tujuanpenelitian untuk mengetahui pengaruh sistem olah tanah dan pemupukan nitrogen terhadap kandungan asam humat dan asam fulvat, serta untuk mengetahui interaksi antara sistem olah tanah dan pemupukan nitrogen terhadap kandungan asam humat dan asam fulvat. Faktor pertama adalah sistem olah tanah yaitu T1= olah tanah intensif, T2= olah tanah minimum, T3= tanpa olah tanah, dan faktor kedua adalah pemupukan nitrogen yaitu N0= tanpa pemupukan dan N2= pemupukan 200 kg N ha -1 . Data yang diperoleh diuji homogenitasnya dengan uji Bartlet dan aditifitasnya diuji dengan uji Tukey dan dilakukan analisis ragam kemudian dilanjutkan dengan uji BNJ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asam humat pada kedalaman tanah 0-5 cm, dan 5-10 cm pada perlakuan tanpa olah tanah lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan olah tanah intensif, tetapi sama pada kedalaman tanah 10-20 cm. Asam fulvat pada kedalaman tanah 0-5 cm, 5-10 cm, dan 10-20 cm setiap perlakuan olah tanah sama. Asam humat dan asam fulvat pada semua kedalaman tanah pada perlakuan pemupukan nitrogen 200 kg N ha -1 lebih tinggi dibandingkan tanpa pemupukan nitrogen. Asam humat kedalaman tanah 0-5 cm dan 5-10 cm pada perlakuan sistem tanpa olah tanah dengan pemupukan nitrogen 200 kg N ha -1 (N2T3) lebih tinggi dibandingkandengan perlakuan sistem olah tanah intensif dengan tanpa pemupukan nitrogen (N0T1). Asam fulvat pada semua kedalaman tanah tidak terdapat interaksi antara sistem olah tanah dengan pemupukan nitrogen.
Uji Patogenisitas Jamur Metarhizium sp. Isolat Salatiga dan Lampung Selatan terhadap Larva Oryctes rhinoceros di Laboratorium Dewi Gusti Widiarti; Lestari Wibowo; Agus M. Hariri; Yuyun Fitriana
Jurnal Agrotek Tropika Vol 7, No 2 (2019): JAT Mei 2019
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v7i2.3254

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui patogenisitas jamur Metarhizium sp. isolat Salatiga dan isolat Lampung Selatan terhadap larva Oryctes rhinoceros. penelitian ini dilakukan di Laboratorium Hama danPenyakit Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Penelitian dimulai bulan Mei – Oktober. Penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari lima perlakuan yaitu tanpa aplikasi jamur Metarhizium sp. terhadap larva O. rhinoceros, aplikasi jamur Metarhizium sp. isolat Salatiga terhadap larva O. rhinoceros dengan dosis 25 g/500 g media hidup larva O. rhinoceros, aplikasi jamur Metarhizium sp. isolat Salatiga terhadap larva O. rhinoceros dengan dosis 50 g/500 g media hidup larva O. rhinoceros, aplikasi jamur Metarhizium sp. isolat Lampung Selatan terhadap larva O. rhinoceros dengan dosis 25 g/500 g media hidup larva O. rhinoceros, aplikasi jamur Metarhizium sp. isolat Lampung Selatan terhadap larva O. rhinoceros dengan dosis 50 g/500 g media hidup larva O. rhinoceros dengan perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Homogenitas ragam diuji dengan uji Bartlett, jika asumsi terpenuhi data dianalisis dengan sidik ragam menggunakan Uji F. Perbedaan nilai tengah perlakuan akan diuji dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jamur Metarhizium sp. isolat Salatigadan isolat Lampung Selatan mampu menginfeksi dan menyebapkan kematian larva O. rhinoceros yang berada di Lampung. Aplikasi jamur Metarhizium sp. Lampung Selatan mampu menyebabkan kematian 100% larva O. rhinoceros pada 17 hsa, sedangkan aplikasi jamur Metarhizium sp. Salatiga mampu menyebabkan kematian 100% larva O. rhinoceros pada 19 hsa.
UJI POTENSI DAUN KIPAHIT (Tithonia diversifolia A. Gray) SEBAGAI INSEKTISIDA BOTANI TERHADAP LARVA Spodoptera litura F. DI LABORATORIUM Tri Seno Sapoetro; Rosma Hasibuan; Agus M. Hariri; Lestari Wibowo
Jurnal Agrotek Tropika Vol 7, No 2 (2019): JAT Mei 2019
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v7i2.3260

Abstract

Ulat grayak (Spodoptera litura F.) merupakan salah satu hama polifag yang menyerang banyak jenis tanaman. Hama ini tersebar luas dari subtropis sampai daerah tropis dengan luas serangan terus berkembang dari tahun ke tahun. Serangan ulat grayak di Indonesia dapat mencapai 80%. Pengendalian umumnya menggunakan insektisida kimia sintetik yang memiliki sifat yang negatif bagi lingkungan. Untuk itu perlu dikembangkan insektisida botani yang memanfaatkan tanaman sebagai sumbernya. Salah satunya menggunakan tanaman kipahit yang memilikikandungan kimia yang dapat menyebabkan gangguan aktifitas makan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak kipahit terhadap kematian dan perkembangan ulat grayak serta mengetahui konsentrasi ekstrak yang efektif untuk pengendalian. Penelitian ini dilaksanakan pada Januari 2018 – Agustus 2018 bertempat diLaboratorium Bioteknologi dan Laboratorium Hama Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Percobaan ini disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK), yang terdiri dari 6 perlakuan dan 3 ulangan.Pada percobaan ini perlakuan konsentrasi ekstrak daun kipahit terdiri atas enam konsentrasi dan tiga ulangan: P 0 (0%), P 1 (1%), P 2 (2%), P 3 (3%), P 4 (4%) dan P 5 (5%). Setiap satuan percobaan menggunakan 10 ekor Spodoptera litura instar 3-4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kipahit berpengaruh nyata terhadap kematian S. litura pada 60 - 120 jsa dengan kematian tertinggi sebesar 93,33% terjadi pada konsentrasi 5% pada 120 jsa. Selain itu, uji toksisitas menunjukan nilai LC 50 ekstrak daun kipahit pada pengamatan 96, 108, dan 120 jam adalah 2,06%, 2,24%, dan 2,89%. Selanjutnya nilai LT 50 pada konsentrasi 1%, 2%, 3%, 4%, 5% adalah 140,53 jam, 149, 16 jam, 98,25 jam, 98,25 jam dan 69,73 jam. Hasil penelitian tetang abnormalitas (larva, pupa, dan imago) menunjukkan data tertinggi pada larva adalah 93,33% dengan konsentrasi 5%, selanjutnya pada pupa adalah 40% terjadi pada konsentrasi 1% dan 2%, serta pada imago adalah 13,33% yang terjadi dikonsentrasi 2% dan 3%.
Pengaruh Pupuk Hayati dan Konsentrasi Pupuk Pelengkap terhadap Respirasi Tanah pada Pertanaman Bawang Putih (Allium sativum L.) Ketinggian 500 Mdpl Kabupaten Tanggamus Ayu Dwi Raminda; Sri Yusnaini; Kus Hendarto; Ainin Niswati
Jurnal Agrotek Tropika Vol 7, No 2 (2019): JAT Mei 2019
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v7i2.3255

Abstract

Respirasi tanah merupakan pencerminan aktivitas mikroorganisme tanah. Pengukuran respirasi (mikroorganisme tanah) merupakan salah satu cara digunakan untuk menentukan tingkat aktivitas mikroorganisme tanah. Penetapan respirasi tanah berdasarkan penetapan jumlah CO 2 yang dihasilkan oleh mikroorganisme tanah dan jumlah O 2 yang digunakan oleh mikroorganisme tanah Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk hayati (Bio Max Grow), pupuk pelengkap Plant Catalyst dan interaksi antara kedua pupuk tersebut terhadap respirasi tanah pada pertanaman bawang putih (Allium Sativum L.). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial, faktor pertama dosis pupuk hayati Bio Max Grow (B) dan faktor kedua konsentrasi pupuk pelengkap Plant Catalyst (P), setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga diperoleh 24 petak satuan percobaan. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam pada taraf 5% yang terlebih dahulu diuji hmogenitas ragamnya dengan menggunakan UjiBartlett dan adivitasnya diuji dengan Uji Tukey. Rata-rata nilai tengah dari data diuji dengan uji BNT pada taraf 5%. Hubungan antara pH tanah, kadar air tanah, suhu tanah, dan C-organik dengan respirasi tanah diujidengan uji korelasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan pupuk hayati 10 ml.L -1 (B 1 ) memberikan nilai respirasi yang lebih tinggi yaitu 61, 42 C-CO 2 mg. jam -1 m -2 dibanding dengan tanpa pupuk hayati yaitu 44,52 C-CO 2 mg. jam -1 m -2 pada pengamatan 45 hari setelah tanam (HST). Pemberian konsentrasi pupuk pelengkap memberikan nilai respirasi yang berbeda dengan tanpa pupuk pelengkap, tetapi antar pupuk pelengkap P 1 , P 2 , dan P 3 tidak berbeda, dengan nilai respirasi berurut 51,02 C-CO 2 mg. jam -1 m -2 , 63,69 C- CO 2 mg. jam -1 m -2 , dan 59,47 C-CO 2 mg. jam -1 m -2 pada pengamatan 45 hari setelah tanam (HST). Terdapat interaksi antara pemberian pupuk hayati dan konsentrasi pupuk pelengkap terhadap respirasi tanah pada pengamatan 45 hari setelah tanam (HST). Perlakuan tanpa pupuk hayati (B 0 ), menghasilkan nilai respirasi tertinggi pada konsentrasi pupuk pelengkap 1,5 g. L -1 yaitu 60,44 C-CO 2 mg. jam -1 m -2 dan tidak berbedadengan P 1 , sedangkan perlakuan pupuk hayati (B 1 ) nilai respirasi tertinggi terdapat pada konsentrasi pupuk pelengkap 1g.L -1 yaitu 91,64 C-CO 2 mg. jam -1 m -2 .
PENGARUH LAMA SIMPAN DAN SUHU RUANG PENYIMPANAN PADA KEMUNDURAN DAN VIGOR BENIH SORGUM ( Sorghum bicolor [L.] Moench.) VARIETAS SAMURAI-1 Eko Pramono; Muhammad Kamal; Kukuh Setiawan; Marida Arista Tantia
Jurnal Agrotek Tropika Vol 7, No 2 (2019): JAT Mei 2019
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v7i2.3261

Abstract

Penyediaan benih bermutu dipengaruhi oleh penyimpanan benih. Lama simpan dan suhu ruang menjadi faktor utama yang menyebabkan kemunduran benih dan vigor benih. Suhu penyimpanan dapat mempengaruhi metabolisme benih yang juga berkaitan dengan kelembaban nisbi ruang simpan dan kadar air benih. Metabolismeyang tinggi selama penyimpanan berakibat pada kemunduran benih dan vigor benih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemunduran dan vigor benih sorgum varietas Samurai-1 yang disimpan pada suhu ruang 18 ±1,58ºC dan 26 ±1,08ºC. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Benih dan Pemuliaan Tanaman, Fakultas Pertanian Universitas Lampung dari Febuari 2017 sampai dengan Febuari 2018. Perlakuan disusun secara faktorial dengan strip plot 2x4 dalam 3 ulangan teracak lengkap. Petak utama yaitu suhu ruang simpan (T) yang terdiri dari 2 taraf yaitu suhu ruang simpan 18 ±1,58ºC (T1) dan suhu ruang simpan 26 ±1,08ºC (T2). Anak petak yaitu lama penyimpanan (L) yang terdiri dari 4 taraf yaitu 0 bulan (L1), 4 bulan (L2), 8 bulan L3), dan 12 bulan (L4). Pengaruh antar perlakuan dilihat dengan analisis ragam pembandingan nilai tengah perlakuan menggunakan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) masing-masing pada taraf nyata 5%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa benih dengansuhu ruang simpan 18 ±1,58ºC dan 26 ±1,08ºC tidak menyebabkan perbedaan vigor dan kemunduran benih pada lama simpan 0, 4, 8, dan 12 bulan. Lama simpan 4, 8, dan 12 bulan menyebabkan kemunduran dan vigor benih lebih rendah dibandingkan dengan yang belum disimpan ( 0 bulan), yang ditunjukkan oleh daya hantar listrik, kecambah normal total, kecepatan perkecambahan dan benih mati.
RESPONS PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI SELADA (Lactuca sativa L.) TERHADAP PERBEDAAN KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN INTERVAL WAKTU APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR Diana Novitasari; Tri Dewi Andalasari; Setyo Widagdo; Rugayah Rugayah
Jurnal Agrotek Tropika Vol 7, No 2 (2019): JAT Mei 2019
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v7i2.3256

Abstract

Selada (Lectuca sativa L.) merupakan jenis tanaman sayur yang mengandung serat, vitamin, dan berbagai macam manfaat bagi tubuh sehingga disukai oleh masyarakat luas. Akan tetapi tingkat produktivitas selada di Indonesia masih tergolong rendah. Rendahnya produktivitas selada dapat diperbaiki melalui penerapan sistem budidaya tanaman yang tepat, salah satunya perbaikan komposisi media tanam yang tepat dan interval waktu aplikasi pemupukan dengan POC. Penelitian bertujuan untuk mengetahui respons pertumbuhan dan produksi selada terhadap perbedaan komposisi media tanam dan interval waktu aplikasi pupuk organik cair. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Gunung Terang, Kecamatan Langkapura, Bandar Lampung, Provinsi Lampung padaAgustus–Oktober 2017. Rancangan yang digunakan adalah rancangan faktorial (3x4) dalam acak kelompok (RAK) dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah komposisi media tanam (m), yaitu tanah:sekam mentah:pupuk kandang dengan tiga taraf yaitu: m 1 :(1:1:0), m 2 :(2:2:1), dan m 3 :(4:4:1). Faktor kedua interval waktu aplikasi pupuk organik cair LOB (l) dengan empat taraf yaitu: (l 1 ): tanpa aplikasi pupuk cair (kontrol), (l 2 ): aplikasi 7 hari sekali, (l 3 ): aplikasi 9 hari sekali, (l 4 ): aplikasi 11 hari sekali. Homogenitas ragam diuji dengan Uji Bartlett danaditivitas data diuji dengan Uji Tukey. Perbedaan nilai tengah perlakuan diuji dengan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan komposisi media tanam tanah:sekam mentah:pupuk kandang kambing dengan perbandingan ( 2:2:1) menghasilkan bobot segar tanaman dan bobot kering tanaman terbaik. Perlakuan interval waktu aplikasi POC 11 hari sekali menghasilkan bobot kering tanaman terbaik. Respons pertumbuhan dan produksi tanaman selada terhadap interval waktu aplikasi tidak dipengaruhi oleh komposisi media tanam.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025 (ON PROGRESS) Vol. 13 No. 3 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, AGUSTUS 2025 Vol 13, No 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025 (ON PROGRESS) Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025 Vol 12, No 4 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, NOVEMBER 2024 Vol 12, No 3 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, AGUSTUS 2024 Vol 12, No 2 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Mei 2024 Vol 12, No 1 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Februari 2024 Vol 11, No 4 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, November 2023 Vol 11, No 3 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Agustus 2023 Vol 11, No 2 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Mei 2023 Vol 11, No 1 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, FEBRUARI 2023 Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022 (ON PROGRESS) Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022 Vol 10, No 3 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, AGUSTUS 2022 Vol 10, No 2 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, MEI 2022 Vol 10, No 1 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, JANUARI 2022 Vol 9, No 3 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, SEPTEMBER 2021 Vol 9, No 2 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, MEI 2021 Vol 9, No 1 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, JANUARI 2021 Vol 8, No 3 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, SEPTEMBER 2020 Vol 8, No 2 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, MEI 2020 Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, Januari 2020 Vol 7, No 3 (2019): JAT September 2019 Vol 7, No 2 (2019): JAT Mei 2019 Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 2 (2018): JAT Vol.6 (2) 2018 Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue