cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Agrotek Tropika
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23374993     EISSN : 26203138     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrotek Tropika (JAT) is a journal of science in the field of agrotechnology which covers several fields of science such as Agronomy, Horticulture, Soil Science, and Plant Pests and Diseases. Journal of Tropical Agrotek published since 2013 and published three times in one year ie in January, May, and September. Journal of Tropical Agrotek published by Department of Agrotechnology, Faculty of Agriculture, University of Lampung in cooperation with Agroteknologi Association of Indonesia (PAGI) Lampung.
Arjuna Subject : -
Articles 811 Documents
DAYA MENAHAN AIR DAN INFILTRASI PADA PERTANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merr.) DI LAHAN BPTP TEGINENENG I Putu Wira Bisana; Afandi Afandi; Didin Wiharso; Karden E. S. Manik
Jurnal Agrotek Tropika Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.283 KB) | DOI: 10.23960/jat.v6i3.2928

Abstract

Infiltrasi dan daya menahan air merupakan salah satu parameter untuk mengetahui tingkat kesuburan tanah melalui pendekatan sifat fisik tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian gipsum dan bahan organik terhadap laju infiltrasi dan daya menahan air pada pertanaman kedelai di lahan BPTP Tegineneng. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2014 hingga April 2015 Lahan BPTP Unit Percobaan Tegineneng, Lampung Selatan dan Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Pada penelitian ini terdapat 4 perlakuan dan 3 ulangan. Percobaan dilakukan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dan ntuk infiltrasi penelitian ini menggunakan metode singgel ring. Laju infiltrasi paling cepat pada irigasi 0,5 (penyiraman 3 hari sekali) terdapat pada perlakuan G 1 (gipsum 130 kg/ha) dengan kecepatan laju infiltrasi awal (5 menit ke 1) 324 mm/jam dan titik konstan (5 menit ke 5) 168 19,60 km/jam sedangkan pada irigasi 0,75 (penyiraman 6 hari sekali) terdapat pada perlakuan B 1 (bahan organik 5 ton/ha) dengan laju infiltrasi awal (5 menit ke 1) 200 mm/ jam dan laju infiltrasi konstan (5 menit ke 5) 72 mm/jam. Penambahan bahan organik pada penelitian ini meningkatkan daya menahan air tanah
KELIMPAHAN ARTHROPODA TANAH PADA PERTANAMAN UBIKAYU YANG DIPERLAKUKAN DENGAN PUPUK MIKRO Rioga N Tanjung; F.X. Susilo; Agus M Hariri; Kukuh Setiawan
Jurnal Agrotek Tropika Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.615 KB) | DOI: 10.23960/jat.v6i3.2923

Abstract

Penambahan pupuk mikro merupakan salah satu upaya dalam pemenuhan nutrisi bagi tanaman untuk dapat tumbuh dengan optimal. Tanaman yang sehat akan cenderung lebih tahan terhadap serangan hama. Hal ini dapat diketahui dari keberadaan organisme yang ada pada tajuk tanaman tersebut. Kelimpahan arthropoda tanah menjadi indikator keterkaitan antara organisme yang berada di atas dan di bawah tajuk tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan arthropoda tanah pada lahan pertanaman ubikayu yang diperlakukan dengan pupuk mikro. Penelitian dilakukan pada pertanaman ubikayu di DesaBumi Aji, Kecamatan Anak Tuha, Kabupaten Lampung Tengah pada November 2016 – Mei 2017. Rancangan percobaan disusun menggunakan nested design dengan tiga perlakuan yaitu tanpa pupuk mikro (A0), pupuk mikro 20 kg/Ha (A1), danpupuk mikro 40 kg/Ha (A2). Sampling arthropoda tanah dilakukan dengan pitfall trap. Data yang diperoleh dianalisis ragam. Pemisahan nilai tengah dilakukan dengan Uji BNT pada taraf 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sepuluh ordo arthropoda tanah ditemukan pada pertanaman ubikayu di Desa Bumi Aji, yaitu Collembola, Hymenoptera, Orthoptera, Coleoptera, Hemiptera, Diptera, Isoptera, Diplura, Araneae, dan Diplopoda. Adapun dari sepuluh ordo arthropoda tersebut, terdapat dua ordo yang dominan, yakni Collembola dan Hymenoptera. Pupuk mikro tidak berpengaruh pada kelimpahan Collembola, namun menurunkan kelimpahan Hymenoptera (semut). Pupuk mikro tidak berpengaruh pada kelimpahan Orthoptera, Coleoptera, Hemiptera, Diptera, Isoptera, Diplura, Araneae, dan Diplopoda.
PENGARUH PEMBERIAN KOMBINASI PUPUK ORGANONITROFOS DAN PUPUK KIMIA DENGAN PENAMBAHAN BIOCHAR TERHADAP KEMANTAPAN AGREGAT TANAH ULTISOL DI NATAR DAN TAMAN BOGO Aan Rinaldi; Dermiyati Dermiyati; Rianida Taisa; Afandi Afandi
Jurnal Agrotek Tropika Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.57 KB) | DOI: 10.23960/jat.v7i1.2989

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi pupuk organonitrofos dan pupuk kimia dengan penambahan biochar yang paling efisien untuk memperbaiki kemantapan agregat tanah. Penelitian dilaksanakan di dua lokasi yaitu kebun percobaan BPTP (Balai Pengkajian Teknologi Pertanian) Provinsi Lampung dilaksanakan pada Juni 2016 sampai dengan September 2016 dan di kebun percobaan Taman Bogo Lampung Timur dilaksanakan dari April sampai dengan Juli 2016. Rancangan perlakuan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 11 perlakuan dan 3 ulangan. Pengujian homogenitas ragam menggunakan uji Bartlett sedangkan uji aditifitas data menggunakan uji Tukey. Kemudian dilakukan uji standar devisiasi. Variabel yang diamati adalah kemantapanagregat dengan metode ayakan ganda (ayakan kering dan ayakan basah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pupuk organonitrofos dan pupuk kimia dengan penambahanbiocharyang paling efisien memperbaiki kemantapan agregat tanah di lokasi BPTP adalah100 % NPK + 100 % OP yaitu 52,260. Sedangkan di lokasi Taman Bogo kombinasi pupuk organonitrofos dan pupuk kimia dengan penambahanbiochar yang paling efisien untuk memperbaiki kemantapan agregat tanah adalah75 % NPK + 25 % OP yaitu 53,143.
PENGARUH SISTEM OLAH TANAH DAN PEMBERIAN HERBISIDA TERHADAP ALIRAN PERMUKAAN DAN EROSI PADA PERTANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) MUSIM TANAM KE-3 Maksum Amin Jauhari; Irwan Sukri Banuwa; Afandi Afandi; Muhajir Utomo
Jurnal Agrotek Tropika Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.982 KB) | DOI: 10.23960/jat.v6i3.2929

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh (1) sistem olah tanah terhadap aliran permukaan dan erosi yang terjadi di lahan pertanaman jagung; (2) pemberian herbisida terhadap aliran permukaan dan erosi yang terjadi di lahan pertanamanjagung; (3) interaksi antara sistem olah tanah dan pemberian herbisida terhadap aliran permukaan dan erosi yang terjadi di lahan pertanaman jagung. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2016 sampai bulan Februari 2017 di Laboratorium Lapang Terpadu dan Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Rancangan yang digunakan yaitu rancangan faktorial dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor perlakuan. Faktor yang pertama adalah sistem olah tanah dan faktor kedua adalah pemberian herbisida, perlakuan diulang sebanyak empat kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) aliran permukaan, erosi, tinggi tanaman, bobot basah gulma, bobot basah brangkasan tanaman dan produksi tanaman jagung pada olah tanah minimum tidak berbeda dibandingkan dengan olah tanah penuh; (2) aliran permukaan dan erosi pada perlakuan pemberian herbisida tidak berbeda dibandingkan dengan tanpa pemberian herbisida, tetapi pemberian herbisida nyata lebih baik pada komponen tinggi tanaman, bobot basah gulma, bobot basah brangkasan dan produksi tanaman jagung; (3) Tidak ada interaksi yang terjadi antara perlakuan sistem olah tanah dan herbisida terhadap aliran permukan dan erosi, tinggi tanaman, bobot basah gulma, bobot basah brangkasan tanaman dan produksi tanaman jagung.
UJI EFIKASI EKSTRAK DAUN MIMBA, DAUN MENGKUDU dan BABADOTAN TERHADAP MORTALITAS LARVA Crocidolomia binotalis Zell. DI LABORATORIUM Wiwin Ervinatun; Rosma Hasibuan; Agus M Hariri; Lestari Wibowo
Jurnal Agrotek Tropika Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.837 KB) | DOI: 10.23960/jat.v6i3.2924

Abstract

Kubis (Brassica oleracea) merupakan salah satu jenis tanaman sayuran penting yang mempunyai nilai gizi yang tinggi.Serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) merupakan salah satu faktor pembatas hasil dan produksi sayuran kubis. Serangga Crocidolomia binotalis Zell. (Lepidoptera:Pyralidae) merupakan hama tanaman kubis karena dapat merusak sehingga menyebabkan gagal panen. Tujuan penelitian ini adalahuntuk mengetahui pengaruh ekstrak daun mimba, daun mengkudu dan babadotan terhadap mortalitas larva C. binotalis. Penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan Perlakuan kontrol (A1), mimba 2,5% (Mi1), mimba 5% (Mi2), mengkudu 2,5% (Me1), mengkudu 5% (Me2), babadotan 2,5% (Ba1) dan babadotan 5% (Ba2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi insektisida botani (daun mimba, daun mengkudu dan babadotan) mampu menyebabkan kematianlarva C. binotalis pada semua perlakuan yang diuji. Lebih lanjut, semua perlakuan berpengaruh sangat nyata terhadap mortalitas larva C. binotalisZell.
PENGARUH BAKTERI Pseudomonas fluorescens dan Paenibacillus polymixa TERHADAP INTENSITAS PENYAKIT HAWAR UPIH SERTA PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG HIBRIDA P27 Andi Irwansyah; Suskandini Ratih Dirmawati; Muhammad Nurdin; Cipta Ginting Ginting
Jurnal Agrotek Tropika Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1107.414 KB) | DOI: 10.23960/jat.v7i1.2985

Abstract

Jagung merupakan tanaman pangan penting di Indonesia, salah satu kendala dalam budidaya tanaman jagung adalah serangan penyakit hawar upih yang disebabkan oleh cendawan Rhizoctonia solani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bakteri Pseudomonas fluorescens dan Paenibacillus polymixa terhadap intensitas penyakit hawar upih dan pengaruh terhadap pertumbuhan tanaman jagung. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2017 sampai bulan Agustus 2017, di Desa Rantau Minyak, Kecamatan Candipuro, Kabupaten lampung selatan. Penelitian disusun dalam rancangan acak lengkap (RAL) terdiri atas lima perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan terdiriatas (1) P0 kontrol berupa tanaman jagung yang tidak diberi perlakuan fungisida serta bakteri P. polymixa dan bakteri P. fluorescens (2) P1 perendaman benih pada suspensi bakteri P. polymixa pada benihjagung selama 12 jam (3) P2 perendaman benih pada suspensi bakteri P. fluorescens pada benih jagung, selama 12 jam (4) P3 perendaman benih jagung pada suspensi bakteri P. polymixa dan bakteri P. fluorescens, selama 12 jam dan, (5) P4 perendaman benih jagung pada fungisida propineb 70 % selama 12 jam. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan sidik ragam kemudian dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf nyata 5%. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan bakteri Pseudomonasfluorescens dan Paenibacillus polymixa tunggal dan campuran tidak berpengaruh terhadap penurunan intensita spenyakit hawar upih. Perlakuan menggunakan bakteri P. fluorescens dan P. polymixa secara tunggal memberikan pengaruh terhadap tinggi tanaman dan hasil produksi jika dibandingkan dengan perlakuan control dan perlakuan menggunakan fungisida Propineb 70%
EVALUASI KARAKTER MORFOLOGI DAN AGRONOMI UBI KAYU (Manihot Esculenta Crantz) 13 Populasi F 1 DI BANDAR LAMPUNG Kronika J A Silalahi; Setyo Dwi Utomo; Akari Edy; Nyimas Sa’diyah
Jurnal Agrotek Tropika Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.734 KB) | DOI: 10.23960/jat.v7i1.3009

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi keragaman karakter morfologi dan agronomi 13 populasi F 1 half-sibubi kayu di Bandar Lampung. Evaluasi dilaksanakan pada bulan Maret 2016 – Februari 2017. Populasihalf-sibmerupakan keturunan tetua betina Adira, CMM, CMM 25-27-43, CMM 25-27-46, CMM 25-27-143, CMM 25-27-158, CMM 97-6, Malang, Macan, T142, T12, T15 dan UJ5. Karakter morfologi dan agronomi meliputikarakter kualitatif dan kuantitatif. Keragaman karakter kualitatif luas jika persentase fenotipe rekombinan (PFR) > 67%, sedang jika 33%<PFR < 67% dan sempit jika PFR < 33%. Keragaman karakter kuantitatif dinyatakan luas jika kisaran total (range)> 2x Interquartile Range (IQR)dan sempit jika Range<2 x IQR. Karakter kualitatif tanaman ubi kayu meliputi warna daun pucuk, warna permukaan atas tangkai daun, dan warna permukaan bawah tangkai daun pada 13 populasi tersebut menunjukkan keragaman yang luas atau sedang kecuali warna permukaan atas tangkai daun pada populasi CMM 25-27-46 yang berkeragaman sempit. Karakter kuantitatif meliputi panjang lobus, lebar lobus, rasio panjang/lebar lobus, panjang tangkai daun dan rendemen pati menunjukkan keragaman yang luas pada populasihalf-sibCMM 25-27-43, CMM, Malang, T12, dan Macan. Populasihalf- sibAdira, CMM25-27-46, CMM 25-27-143, CMM 25-27-158, CMM 976, T15, T142 dan UJ5 menghasilkan keturunan dengan keragaman yang sempit dan luas.
DAYA RACUN EKSTRAK UMBI GADUNG (Discorea hispida Dennst) TERHADAP HAMA KEONG EMAS (Pomacea sp.) DAN IKAN LELE (Clarias sp.) DI RUMAH KACA Melshella Ferinda; Solikhin Solikhin; Indriyati Indriyati; FX Susilo
Jurnal Agrotek Tropika Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.781 KB) | DOI: 10.23960/jat.v6i3.2925

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya racun ekstrak umbi gadung (Discorea hispida Dennst) terhadap hama keong emas (Pomacea sp.) dan ikan lele (Clarias sp.). Penelitian ini dilakukan di Rumah Kaca Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura, Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu pada bulan Maret sampai Mei 2016. Penelitian disusun dalam rancangan kelompok teracak sempurna (RKTS), dalam percobaan terhadap keong emas dengan 3 ulangan. Sebagai perlakuan adalah 7 taraf ekstrak umbi gadung yaitu P0 (0 g/l), P1 (5 g/l), P2 (10 g/l), P3 (15 g/l), P4 (20 g/l), P5 (25g/l) dan P6 (30 g/l). Percobaan terhadap ikan lele dengan 4 ulangan. Percobaan perlakuan adalah 5 taraf ekstrak umbi gadung yaitu P0 (0 g/l), P1 (2,5 g/l), P2 (5 g/l), P3 (7,5 g/l) dan P4 (10 g/l).Data diolah dan disajikan dalam bentuk tabel. Data dari uji daya racun tersebut dianalisis dengananalisis probit menggunakan SPSS version 23 for windows. Rata-rata daya racun (LT-50) dan (LC-50) ditentukan dengan taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak umbi gadung bersifat lebih toksik terhadap ikan lele dibandingkan keong emas, hal ini ditunjukkan oleh besarnya LT-50 dan LC-50. Nilai LT-50 ekstrak umbi gadung terhadap keong emas pada konsentrasi 30 g/l (2,5 hari) dan pada konsentrasi 5 g/l (13,9 hari), sedangkan nilai LC-50nya adalah (0,024 g/l). Nilai LT-50 ekstrak umbi gadung terhadap ikan lele pada konsentrasi 10 g/l (1,9 hari) dan pada konsentrasi 2,5 g/l (4,8 hari), sedangkan nilai LC-50nya adalah (0,005 g/l).
NEMATODA PARASIT TUMBUHAN DOMINAN PADA BIBIT DAN TANAMAN KOPI ROBUSTA (C. canephora var robusta) MUDA DI KABUPATEN TANGGAMUS, LAMPUNG I Gede Swibawa; Nur Yasin; Titik Nur Aeny; Sari Dewi
Jurnal Agrotek Tropika Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (921.486 KB) | DOI: 10.23960/jat.v7i1.2986

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui genus nematoda parasit tumbuhan yang dominan pada bibit dan tanaman kopi robusta (C. canephora var robusta) muda di Kabupaten Tanggamus dan mengetahui kelimpahan nematoda parasit tumbuhan yang dominan dan tingkat kerusakan tanaman akibat serangan nematoda pada bibit dan tanaman kopi robusta (C. canephora var robusta) muda di Kabupaten Tanggamus. Pengambilan sampel dilakukan di kebun pembibitan kopi Edufarm PT Nestle Indonesia di Kecamatan Talang Padang dan kebun tanaman kopi robusta muda milik petani binaan PT Nestle Indonesia di Kecamatan Ulu Belu, Air Naningan, Sumberejo, dan Pulau Panggung. Proses laboratorium dilakukan di Laboratorium Ilmu Hama Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari - Agustus 2017 menggunakan metode survai. Data komunitas nematoda dianalisis menggunakan Prominance Value (PV). Kelimpahan seluruh nematoda dari tanah dan akar, kelimpahan genus nematoda parasit tumbuhan yang dominan dari akar dan tanah dan intensitaskerusakan akar dianalisis ragam dan pemisahan nilai tengah diuji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 38 genus nematoda yang terdiri dari 16 genus nematoda parasit tumbuhan dan 22 genus nematoda hidup bebas, lima genus nematoda parasit tumbuhan yang dominan yaitu Pratylenchus, Radopholus, Rotylenchulus, Helicotylenchus, dan Ditylenchus. Kelimpahan Pratylenchus pada bibit dan kopi robusta muda yaitu 13 – 190 individu/300 cc tanah dan 321 individu/10 g akar di kebun bibit. Intensitas kerusakan tanaman mutlak (keterjadian) dan kerusakan tanaman relatif (keparahan) bibit yaitu 27% dan 11,8% dengan intensitas kerusakan akar 69,20%. Intensitas kerusakan tanaman mutlak (keterjadian)dan kerusakan tanaman relatif (keparahan) tanaman kopi muda berkisar 32 – 61% dan 19 – 24% dengan intensitas kerusakan akar berkisar 35 – 48,17%.
PENGARUH KOMBINASI PUPUK ORGANONITROFOS DAN PUPUK ANORGANIK TERHADAP NITROGEN TOTAL SELAMA PERTUMBUHAN JAGUNG MANIS (Zea Mays saccharata) DI TANAH ULTISOL Gaby Chintya; Dermiyati Dermiyati; Sarno Sarno; Jamalam Lumbanraja
Jurnal Agrotek Tropika Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.053 KB) | DOI: 10.23960/jat.v7i1.2992

Abstract

Ketersediaan nitrogen di dalam tanah cukup rendah, karenanya dalam budidaya jagung manis perlu dilakukan kombinasi pemupukan yaitu dengan pupuk oganik dan pupuk anorganik. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh kombinasi pupuk Organonitrofos dan pupuk anorganik terhadap nitrogen total tanah selama pertumbuhan jagung manis (Zea Mays saccharata) di tanah Ultisol Taman Bogo, Lampung Timur. Penelitian ini dilakukan dari bulan April 2016 sampai dengan Maret 2017 bertempat di kebun percobaan Taman Bogo, Lampung Timur yang terdiri dari 11 perlakuan dengan 3 ulangan yang diacak dengan Rancangan Acak Kelompok. Perlakuan terdiri dari P0 (0% Organonitrofos + 0% NPK), P1 (0% Organonitrofos + 100% NPK), P2 (100%Organonitrofos + 0% NPK), P3 (100% Organonitrofos +25% NPK), P4 (100% Organonitrofos + 50% NPK), P5 (100% Organonitrofos + 75% NPK), P6 (100% Organonitrofos +100% NPK), P7 (25%Organonitrofos + 75% NPK), P8 (50% Organonitrofos + 75% NPK), P9 (75% Organonitrofos + 75% NPK), P10 (50% Organonitrofos + 50% NPK). Analisis data diuji dengan ANOVA dan selanjutnya diuji dengan BNT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi 100% Organonitrofos dan 50% NPK dapat memberikan pengaruh terbaik terhadap nitrogen total tanah pada 78 HST (panen) dan tidak berbeda nyata dengan kombinasi 100% Organonitrofos dan 0% NPK. Selanjutnya, terdapat korelasi yang nyata antara C- organik terhadap N-total tanah 78 HST.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025 (ON PROGRESS) Vol. 13 No. 3 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, AGUSTUS 2025 Vol 13, No 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025 (ON PROGRESS) Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025 Vol 12, No 4 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, NOVEMBER 2024 Vol 12, No 3 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, AGUSTUS 2024 Vol 12, No 2 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Mei 2024 Vol 12, No 1 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Februari 2024 Vol 11, No 4 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, November 2023 Vol 11, No 3 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Agustus 2023 Vol 11, No 2 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Mei 2023 Vol 11, No 1 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, FEBRUARI 2023 Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022 (ON PROGRESS) Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022 Vol 10, No 3 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, AGUSTUS 2022 Vol 10, No 2 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, MEI 2022 Vol 10, No 1 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, JANUARI 2022 Vol 9, No 3 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, SEPTEMBER 2021 Vol 9, No 2 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, MEI 2021 Vol 9, No 1 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, JANUARI 2021 Vol 8, No 3 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, SEPTEMBER 2020 Vol 8, No 2 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, MEI 2020 Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, Januari 2020 Vol 7, No 3 (2019): JAT September 2019 Vol 7, No 2 (2019): JAT Mei 2019 Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 2 (2018): JAT Vol.6 (2) 2018 Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue