cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Agrotek Tropika
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23374993     EISSN : 26203138     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrotek Tropika (JAT) is a journal of science in the field of agrotechnology which covers several fields of science such as Agronomy, Horticulture, Soil Science, and Plant Pests and Diseases. Journal of Tropical Agrotek published since 2013 and published three times in one year ie in January, May, and September. Journal of Tropical Agrotek published by Department of Agrotechnology, Faculty of Agriculture, University of Lampung in cooperation with Agroteknologi Association of Indonesia (PAGI) Lampung.
Arjuna Subject : -
Articles 811 Documents
PENGARUH APLIKASI IRIGASI AWAL TERHADAP HASIL PRODUKSI DUA VARIETAS KEDELAI (Glycine max)PADA TANAH ULTISOL DI KEBUN PERCOBAAN BPTP LAMPUNG SELATAN Pri Angga Tri Atmaja; Afandi Afandi; Nur Afni Afrianti; Didin Wiharso
Jurnal Agrotek Tropika Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.552 KB) | DOI: 10.23960/jat.v6i3.2926

Abstract

Tanaman kedelai memegang peranan penting dalam sektor pertanian, terutama di sektor pangan dan industri.Ketahanan varietas yang dibudidayakan terhadap kekeringan dan terhadap organisme pengganggu tanaman juga sangat berpengaruhterhadap produksi tanaman kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) untuk mengetahui pengaruh aplikasi irigasi dengan volume yang berbeda dalam mengoptimalkan pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai, (2) untuk mengetahui varietas yang lebih unggul saat dilakukan penanaman pada musim kemarau dengan perlakuan irigasi yang berbeda, dan (3) untuk mengetahui interaksi yang terjadi antara irigasi dengan penggunaan varietas kedelai yang berbeda terhadap produktivitas tanaman. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan BPTP,Kec. Tegineneng,Kab. Lampung Selatan, Provinsi Lampung dari 19 September 2014 hingga 21 Januari 2015dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK)dengan 2 faktor perlakuan, faktor pertama yaitu 2 perbedaanlama waktu irigasi; 3 hari sekali (I 1 ) dan 6 hari sekali (I 2 ) dengan jumlah pemberianair 40 liter per plot dan faktor kedua yaitu 2 varietas kedelai; Tanggamus (V 1 ) dan Anjasmoro (V 2 ). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali, sehingga terdapat total 12 plot percobaan dengan luasan wilayah per plot 2 x 2 m. Sistem irigasi 3 hari sekali dapat meningkatkan tinggi tanaman, total jumlah polong, dan bobot 100 butir kedelai, sedangkan sistem irigasi 6 hari sekali dapat meningkatkan jumlah cabang reproduktif dan mempercepat umur panen kedelai. Penggunaan varietas Tanggamusdapat meningkatkan tinggi tanaman, jumlah cabang reproduktif, total jumlah polong, bobot 100 butir dan mempercepat umur panen kedelai jika dibandingkan dengan penggunaan varietas Anjasmoro.Sistem irigasi 3 hari sekali dengan varietas Tanggamus dapat meningkatkan tinggi tanaman, total jumlah polong, dan bobot 100 butir kedelai, sedangkan sistem irigasi 6 hari sekalidengan varietas Tanggamus dapat meningkatkan jumlah cabang reproduktif dan mempercepat umur panen kedelai.
PENGARUH SISTEM OLAH TANAH DAN PEMUPUKAN NITROGEN JANGKA PANJANG TERHADAP POPULASI DAN BIOMASSA CACING TANAH PADA PERTANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) DI LAHAN POLINELA BANDAR LAMPUNG, LAMPUNG Jamaluddin Al Afgani; Ainin Niswati; Muhajir Utomo; Sri Yusnaini
Jurnal Agrotek Tropika Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.776 KB) | DOI: 10.23960/jat.v6i1.2533

Abstract

Di dalam budidaya terdapat dua faktor penting yaitu olah tanah dan pemupukan. Secara umum olah tanah dapat dibedakan atas olah tanah intensif (OTI) dan olah tanah konservasi (OTK), olah tanah intensif adalah.olah tanah dimana gulma dan sisa- sisa tanaman sebelumnya dibersihkan, lalu tanah diolah dengan cara dicangkul minimal dua kali sedalam 0-20 cm, lalu permukaan tanah diratakan, sementara olah tanah konservasi adalah dengan mengembalikan sisa-sisa tanaman setelah panen sebagai sumber bahan organik dalam bentuk mulsa yang mampu menjaga sifat fisik tanah. Pengolahan tanah yang intensif akan menghilangkan sisa tanaman yang dapat berperan sebagai mulsa organik dan sumber bahan organik yang menjadi tempat tumbuh dan berkembangnya biota tanah seperti cacing tanah. Oleh karena itu, pengolahan tanah sebaiknya dilakukan seminimum mungkin. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh olah tanah dan pemupukan nitrogen serta interaksinya terhadap populasi dan biomassa cacing tanah. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial 3 x 2 dengan 4 ulangan. Faktor pertama adalah sistem olah tanah jangka panjang yaitu T1 = Olah Tanah Intensif (OTI), T2 = Olah Tanah Minimum (OTM), T3 = Tanpa Olah Tanah (TOT), dan faktor kedua adalah pemupukan nitrogen jangka panjang yaitu No = 0 kg N ha -1 , dan N1 = 100 kg N ha -1 . Data yang diperoleh diuji homogenitasnya dengan uji Bartlett dan adifitasnya dengan uji Tukey setelah asumsi terpenuhi data diolah dengan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Untuk mengetahui hubungan antara beberapa sifat kimia dan fisik tanah denganpopulasi dan biomassa cacing tanah dilakukan uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi cacing tanah pada pengambilan sampel 0-10 cm berbeda nyata, sementara populasi cacing pada kedalaman 10-20 cm memiliki nilai yang sama dengan biomassa pada kedalaman 0-10 cm dan 10-20 cm. Tidak terdapat interaksi antara sistem pengolahan tanah dan pemupukan N terhadap populasi dan biomassa cacing tanah.
KEANEKARAGAMAN ARTHROPODA PADA PERTANAMAN TOMAT DENGAN SISTEM PERTANAMAN BERBEDA DI KABUPATEN TANGGAMUS, LAMPUNG Herlinda Rama Danti; Yuyun Fitriana; Agus Muhammad Hariri; Purnomo Purnomo
Jurnal Agrotek Tropika Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1550.13 KB) | DOI: 10.23960/jat.v6i3.2921

Abstract

Keberagaman organisme yang saling berinteraksi dalam suatu ekosistem menentukan stabilitas ekosistem tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemelimpahan dan keanekaragaman Arthropoda pada sistem pertanaman tomat monokultur dan polikultur di Pekon Gisting Permai, Kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus, Lampung. Penelitian menggunakan metode purposive sampling atau ditentukan secara sengaja pada tiga blok monokultur serta tiga blok polikultur. Pertanaman polikultur terdiri dari tanaman tomat dan cabai. Setiap blok berukuran 20 m x 20 m. Pengambilan sampel Arthropoda dengan menggunakan tiga perangkap sumuran yang diletakkan secara diagonal serta menggunakan lima tanaman sampel untuk pengamatan tajuk pada setiap blok pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan seluruh Arthropoda yang ditemukan adalah2.559 individu terdiri dari 1.371 individu pada pertanaman monokultur dan 1.188 individu pada pertanaman polikultur. Pada pertanaman monokultur ditemukan sembilan ordo dan 16 famili, sedangkan pada pertanaman polikultur ditemukan sembilan ordo dan 22 famili. Rata-rata nilai Indeks Keanekaragaman Shannon-Wiener, Kemerataan dan Kekayaan Jenis pada pertanaman polikultur lebih tinggi dari pada pertanaman monokultur.
EFEKTIFITAS METIL EUGENOL TERHADAP PENANGKAPAN LALAT BUAH PADA PERTANAMAN CABAI DI KABUPATEN TANGGAMUS Indah Mayasari; Yuyun Fitriana; Lestari Wibowo; Purnomo Purnomo
Jurnal Agrotek Tropika Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (756.396 KB) | DOI: 10.23960/jat.v7i1.2987

Abstract

Produksi cabai merah di Provinsi Lampung terus mengalami penurunan. Kendala yang sering dihadapi dalam peningkatan produksi tanaman cabai ialah gangguan hama, salah satunya lalat buah. Serangan lalat buah dapat menyebabkan kerugian yang cukup besar hingga 30%-60%. Salah satu pengendalian yang aman bagi lingkungan dan cukup efektif adalah penggunaan metil eugenol sebagai atraktan nabati lalat buah. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dosis metil eugenol yang efektif dalam mengendalikan hama lalat buah, mengetahuiperbedaan populasi tangkapan lalat buah berdasarkan perbedaan waktu pemasangan perangkap lalat buah, mengetahui interaksi antara dosis dan waktu pemasangan serta mengetahu jenis-jenis lalat buah yang ada pada tanaman cabai. Perlakuan disusun dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Faktor pertama adalah beberapa taraf dosis metil eugenol dan faktor kedua yaitu perbedaan waktu pemasangan perangkap lalat buah (pagi dan siang). Hasil penelitian menunjukkan dosis metil eugenol yang efektif untuk mengendalikan hama lalat buah pada tanaman cabai ialah 1,5 ml/perangkap. Pemasangan perangkap lalat buah saat pagi lebih efektif dibandingkan saat siang hari. Perangkap akan lebih efektif bila dipasang dengan dosis 1,5 ml/perangkap dan diaplikasikan saat pagi hari karena dengan dosis dan waktu pemasangan tersebut menghasilkan jumlah tangkapan tertinggi. Selain itu ditemukan 2 jenis lalat buah yaitu Bactrocera dorsalis dan Bactrocera umbrosa.
PENGARUH PUPUK BIO-SLURRY PADAT DENGAN KOMBINASI DOSIS PUPUK NPK PADA PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt) Rindang Wicaksono; Darwin H. Pangaribuan; Akari Edy; Hidayat Pujisiswanto
Jurnal Agrotek Tropika Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.649 KB) | DOI: 10.23960/jat.v7i1.2991

Abstract

Produktivitas jagung manis diIndonesia saat inimasih jauh di bawah potensi.Salah satu upaya untuk meningkatkan hasil jagung manis adalah dengan pemupukan yang tepat.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon dan kombinasi terbaik antara pemberian pupukBio-slurry padat dengan pupuk anorganik NPK terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung manis varietas Jambore. Penelitian dilaksanakan di lahan petani Desa Fajar Baru, Dusun Tanjung Laut, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan. Rancangan percobaan yang digunakanadalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan rancangan faktorial (2 x 4) dan diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupukBio-slurry 20 t/ha dapat meningkatkan tinggi tanaman 5 MST, jumlah daun 5 MST, tingkat kehijauan daun lebih tinggi, bobot berangkasan basa lebih berat, tingkat kemanisan ( 0 Brix) lebih tinggi, diameter tongkol lebih besar, jumlah baris per tongkol lebih banyak, bobot tongkol tanpa kelobot dan produksi per petak lebih tinggi. Kombinasi dosis terbaik antara pupukBio-slurry padat dan pupuk NPK adalah pada taraf pupukBio-slurry 20 t/ha dan NPK taraf 150 kg/ha.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK HAYATI DAN KONSENTRASI PUPUK PELENGKAP ALKALIS TERHADAP POPULASI DAN BIOMASSA CACING TANAH PADA PERTANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DI GEDONG MENENG Devita Ayuningrum; Sri Yusnaini; Rianida Taisa; Kushendarto Kushendarto
Jurnal Agrotek Tropika Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (774.243 KB) | DOI: 10.23960/jat.v6i3.2927

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk hayati (Bio max grow), pupuk pelengkap (Plant catalyst) dan interaksi antara pupuk hayati (Bio max grow) dan pupuk pelengkap (Plant catalyst) terhadap peningkatan populasi dan biomassa cacing tanah pada pertanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.). Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Lapang Terpadu, Fakultas Pertanian, Universitas lampung pada Juli – Oktober 2017. Penelitian ini menggunakanRancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial. Faktor pertama dosis pupuk hayati (Bio max grow) dan faktor kedua kosentrasi pupuk pelengkap (Plant catalyst). Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga diperoleh 24petak satuan percobaan. Data yang diperoleh dihomogenkan ragamnya menggunakan Uji Barlett dan kemenambahan data diuji dengan Uji Tukey. Setelah asumsi terpenuhi data diolah dengan analisis ragam pada taraf 5% dan diuji lanjut dengan Uji Beda Nyata terkecil pada taraf 5%. Kemudian dilakukan Uji Korelasi untuk mengetahui hubungan antara variabel pendukung dengan variabel utama. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1). Pemberian pupuk hayati (Bio max grow) dengan dosis 10 ml L -1 mampu meningkatkan populasi dan biomassa cacing tanah di kedalaman 0 – 10 cm dan 10 – 20 cm. (2). Pemberian pupuk pelengkap (Plant catalyst) mampu meningkatkan populasi cacing tanah di kedalaman 0 – 10, 10 – 20, dan 20 – 30 cm dan biomassa cacing tanah di kedalaman 0 – 10 dan 10 – 20 cm pada umur 86 HST.(3). Terdapat interaksi antara pupuk hayati dan Pupuk Pelengkap terhadap populasi dan biomassa cacing tanah di kedalaman 0 – 10 cm, 10 – 20 cm dan 20 – 30 cm. Tanpa pemberian pupuk hayati, pupuk pelengkap dengan konsentrasi 0, 0,5, 1, dan 1,5 g L -1 dapat meningkatkan populasi cacingtanah, sedangkan pada pemberian pupuk hayati 10 ml L -1 , pupuk pelengkap dengan konsentrasi 1 g L -1 menghasilkan populasi dan biomassa cacing tanah lebih tinggi dibandingkan konsentrasi pupuk pelengkap lainnya pada umur 86 HST.
KOMUNITAS NEMATODA DAN TINGKAT KERUSAKAN TANAMAN KOPI ROBUSTA (Coffea canephora var robusta) TUA DI KABUPATEN TANGGAMUS PROVINSI LAMPUNG Ananda Rizki Lerian; I Gede Swibawa; Nuryasin Nuryasin; Titik Nur Aeny
Jurnal Agrotek Tropika Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.636 KB) | DOI: 10.23960/jat.v6i3.2922

Abstract

P enelitian ini bertujuan untuk mengetahui genus dan populasi nematoda parasit tumbuhan yang dominan serta tingkat kerusakan tanaman kopi robusta (Coffea canephora var robusta) tua. Penelitian dilakukan pada bulan Februari – Agustus 2017, dengan pemilihan desa dilakukan secara acak tetapi beberapa dipilih secara purposive berdasarkan rekomendasi dari PT Nestle Indonesia di kabupaten Tanggamus. Nematoda dari tanah diekstraksi menggunakan metode penyaringan bertingkatdan sentrifugasi menggunakan larutan gula sedangkan nematoda dari akar diekstraksi menggunakan metode Baerman yang dimodifikasi. Nematoda diidentifikasi sampai tingkat genus berdasarkan ciri morfologinya. Nematoda parasit tumbuhan yang dominan ditentukan berdasarkan Prominence Value dalam komunitasnya. Data tingkat kerusakan tanaman, kelimpahan seluruh nematoda, dan kelimpahan nematoda parasit tumbuhan dominan dianalisis ragam dan pemisahan nilai tengah menggunakan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 37 genus nematoda yang meliputi 22 genus nematoda hidup bebas dan 15 genus nematoda parasit tumbuhan. Lima genus nematodaparasit tumbuhan yang dominan yaituPratylenchus, Paratylenchus, Rotylenchulus, TetylenchusdanTylenchus. Pratylenchus merupakan nematoda parasit tumbuhan yang paling dominan paling tinggi di semua kebun yang disurvai. Kelimpahan Pratylenchusberkisar29-84 individu/300cc tanah dan 0-3 individu/ 10 gram akar. Tingkat kerusakan tanaman mutlak (keterjadian) 59% - 86%, tingkat kerusakan relatif (keparahan) pada tajuk berkisar 32,76 - 53,45%, dan intensitas kerusakan akar berkisar 25,5 - 70,5 %.
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS TANAMAN PADI SAWAH IRIGASI TERINTEGRASI POPULASI ITIK Sumini, Sumini; Holidi, Holidi; Widiyanto, Widiyanto
Jurnal Agrotek Tropika Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.545 KB) | DOI: 10.23960/jat.v7i1.2972

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan produktivitas tanaman padi sawah irigasi dengan integrasi populasi itik. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Ekamarga Kecamatan Lubuk Linggau Selatan II Kota Lubuk Linggau dari Desember 2016 sampai Maret 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah RancangaanAcak Kelompok (RAK). Setiap perlakuan populasi itik (P) diulang 4 kali yang terdiri dari : P0 = Tanpa Itik, P1 = 300 ekor/ha setara 1 ekor/petak, P2 = 600 ekor/ha setara 2ekor/petak, P3 = 900 ekor/ha setara 3 ekor/ petak, P4 = 1200 ekor/ha setara 4 ekor/petak, dan P5 = 1500 ekor/ha setara 5 ekor/petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi itik berpengaruh nyata terhadap bobot bulir per malai , berpengaruh sangat nyata terhadap bobot 1000 bulir dan produksi per petak namun tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan, dan jumlah anakan produktif. Populasi 2 ekor itik per petak (P2) atau setara dengan 600 ekorper hektar menghasilkan pertumbuhan dan produksi tertinggi.
PENGARUH KONSENTRASI DAN CARA PEMBERIAN INDOLE-3-BUTYRIC ACID (IBA) TERHADAP PERKECAMBAHAN DAN PERTUMBUHAN SEEDLING MANGGIS (Garcinia mangostana L.) M Hafizie Romly; Agus Karyanto; Rugayah Rugayah
Jurnal Agrotek Tropika Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.613 KB) | DOI: 10.23960/jat.v7i1.2990

Abstract

Manggis merupakan tanaman buah yang memiliki pertumbuhan sangat lambat karena sistem perkembangan akar terbatas sehingga penyerapan air dan unsur hara rendah. Salah satu upaya untuk meningkatkan pertumbuhan akar adalah pemberian IBA dengan konsentrasi dan cara yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) konsentrasi IBA yang terbaik pada perkecambahan dan pertumbuhanseedling manggis, (2) pengaruh cara pemberian zat pengatur tumbuh IBA yang efektif pada perkecambahan dan pertumbuhanseedling manggis, dan(3) pengaruh konsentrasi IBA pada perkecambahan dan pertumbuhanseedling manggis pada masing-masing cara pemberian IBA. Penelitian ini dilakukan pada Juli 2014 – Januari 2015 di Rumah Kaca Gedung Hortikultura Universitas Lampung. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan perlakuan disusun secara faktorial (5 x 2) dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah taraf konsentrasi IBA (A) yang terdiri dari 0 ppm (a 0 ), 75 ppm (a 1 ), 150 ppm (a 2 ), 225 ppm (a 3 ), dan 300 ppm (a 4 ). Faktor kedua adalah cara pemberian IBA (B) yaitu larutan (b 1 ) dan pasta (b 2 ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian IBA pemberian IBA tidak menunjukkan adanya perbedaan, namun pada konsentrasi rendah pada (75 – 150) ppm mengindikasikanadanya potensi untuk pertumbuhan yang terbaik yang ditunjukkan oleh waktu muncul tunas pada perkecambahan, luas permukaan daun, diameter pangkal akar, dan jumlah akar sekunder padaseedling. Carapemberian IBA dalam bentuk larutan maupun pasta tidak menunjukkan adanya perbedaan, namun cara pemberian IBA dalam bentuk pasta pada benih manggis mengindikasikan adanya potensi pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan dengan bentuk larutan yang ditunjukkan oleh panjang akar primer dan lebar tajuk daun yang lebih baik dibandingkandengan bentuk larutan. Pemberian IBA pada konsentrasi 150 ppm dengan cara pemberian dalam bentuk pasta mampu meningkatkan lebar tajuk daun padaseedling.
EFIKASI Metarhizium anisopliae TERHADAP HAMA KUTU DAUN (Aphis glycines Matsumura) DAN PENGARUHNYA TERHADAP ORGANISME NONTARGET DAN PERTUMBUHAN TANAMAN KEDELAI Rosma Hasibuan; Erliana Haska; Purnomo Purnomo; Lestari Wibowo
Jurnal Agrotek Tropika Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.495 KB) | DOI: 10.23960/jat.v2i2.2031

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jamur Metarhizium anisopliae terhadap mortalitas dan penurunan populasi hama kutu daun (Aphis glycines Matsumura), serta populasi dan jenis organisme nontarget, pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK). Penelitian ini terdiri atas empat perlakuan yaitu : tanpa penyemprotan M. anisopliae (kontrol), penyemprotan M. anisopliae yang berasal dari Gading Rejo (komersil), penyemprotan M. anisopliae yang berasal dari Tegineneng, dan penyemprotan M. anisopliae yang berasal dari UGM. Masing-masing perlakuan diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua isolat jamur M. anisopliae yang diuji (Gading Rejo, Tegineneng dan UGM) mampu menginfeksi dan menyebabkan kematian pada kutu daun dan dapat menurunkan populasi kutu daun di pertanaman kedelai. Aplikasi jamur M. anisopliae tidak berpengaruh terhadap jumlah famili dan total organisme nontarget. Selain itu, aplikasi jamur M. anisopliae tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman(tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah bunga, dan jumlah polong) serta hasil tanaman kedelai (berat brangkasan basah, berat brangkasan tanpa polong, jumlah polong isi, jumlah polong tidak isi, berat brangkasan kering, brangkasan kering tanpa polong, berat polong kering, dan berat biji kering tanaman kedelai). Jenis organisme nontarget yang diamati sebanyak 18 famili arthropoda yaitu Acrididae, Blatidae, Braconidae, Cerambycidae, Chloropidae, Chrysomelidae, Cicindelidae, Formicidae, Gryllidae, Ichneuminidae, Lycosidae, Micropezidae, Passalidae, Reduviidae, Rhagionidae, Tipulidae, Coccinelidae dan Syrpidae, dan famili yang dominan merupakan musuh alami yaitu famili Lycosidae, Formicidae, dan Gryllidae.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025 (ON PROGRESS) Vol. 13 No. 3 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, AGUSTUS 2025 Vol 13, No 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025 (ON PROGRESS) Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025 Vol 12, No 4 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, NOVEMBER 2024 Vol 12, No 3 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, AGUSTUS 2024 Vol 12, No 2 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Mei 2024 Vol 12, No 1 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Februari 2024 Vol 11, No 4 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, November 2023 Vol 11, No 3 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Agustus 2023 Vol 11, No 2 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Mei 2023 Vol 11, No 1 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, FEBRUARI 2023 Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022 Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022 (ON PROGRESS) Vol 10, No 3 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, AGUSTUS 2022 Vol 10, No 2 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, MEI 2022 Vol 10, No 1 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, JANUARI 2022 Vol 9, No 3 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, SEPTEMBER 2021 Vol 9, No 2 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, MEI 2021 Vol 9, No 1 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, JANUARI 2021 Vol 8, No 3 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, SEPTEMBER 2020 Vol 8, No 2 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, MEI 2020 Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, Januari 2020 Vol 7, No 3 (2019): JAT September 2019 Vol 7, No 2 (2019): JAT Mei 2019 Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 2 (2018): JAT Vol.6 (2) 2018 Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue