cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Agrotek Tropika
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23374993     EISSN : 26203138     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrotek Tropika (JAT) is a journal of science in the field of agrotechnology which covers several fields of science such as Agronomy, Horticulture, Soil Science, and Plant Pests and Diseases. Journal of Tropical Agrotek published since 2013 and published three times in one year ie in January, May, and September. Journal of Tropical Agrotek published by Department of Agrotechnology, Faculty of Agriculture, University of Lampung in cooperation with Agroteknologi Association of Indonesia (PAGI) Lampung.
Arjuna Subject : -
Articles 811 Documents
PENGARUH MIKROBA PELARUT FOSFAT DAN BATUAN FOSFAT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L). Deden Deden; Uum Umiyati
Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, Januari 2020
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4055.665 KB) | DOI: 10.23960/jat.v8i1.3692

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura unggulan yang sejak lama telah diusahakan oleh petani secara intensif, khusunya petani di wilayah Cirebon. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dan interaksi antara jenis Mikroba Pelarut Fospat (MPF) dan dosis batuan fosfat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penelitian dilaksanakan di Desa Playangan, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Waktu penelitian Februari sampai dengan Juni 2019. Metode penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK)  faktorial. Perlakuan terdiri atas dua faktor. Faktor pertama yaitu M0 = Tanpa MPF, M1 = MPF Pseudomonas sp. dan M2 = MPF Penicillium sp. Faktor kedua yaitu dosis batuan fosfat yang terdiri atas tiga taraf yaitu R0 = Tanpa Batuan fosfat, R1 = Takaran Batuan fosfat 50 kg/ha, R2 = Takaran Batuan fosfat 100 kg/ha dan R3 = Takaran Batuan fosfat 150 kg/ha. Masing-masing perlakuan diulang tiga kali sehingga terdapat 36 satuan percobaan. Pengamatan utama yang diamati antara lain serapan P, tinggi tanaman, jumlah daun, biomassa per rumpun, jumlah umbi per rumpun, bobot umbi segar per petak, diameter umbi kering per rumpun dan per petak, bobot umbi kering per rumpun dan per petak. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antara perlakuan Mikroba Pelarut Fosfat dan batuan fosfat terhadap serapan P, jumlah daun 6 MST dan bobot umbi kering per petak, yaitu a). Pada serapan P, terjadi interaksi dari perlakuan M2R3 (MPF Pseudomonas sp. + takaran batuan fosfat 100 kg/ha) dengan  serapan P mencapai 0,25% dan dari perlakuan M3R4 (MPF Penicillium sp. + takaran batuan fosfat 100 kg/ha) dengan  serapan P 0,21%, b). Pada jumlah daun umur 6 MST, terjadi interaksi antara perlakuan M2R3 (MPF Pseudomonas sp + takaranbatuan fosfat 100 kg/ha) yang menghasilkan 46,19 helai daun dan interaksi antara perlakuan M2R4 (MPF Pseudomonas sp + takaran batuan fosfat 150 kg/ha) dengan hasil rata-rata jumlah daun sebanyak 44,03 helai serta interaksi antara perlakuan M3R3(MPF Penicillium sp + takaran batuan fosfat 100 kg/ha) yang menghasilkan rata-rata jumlah daun sebanyak 45,33 helai pada umur 6 MST. c) pada bobot umbi kering per petak, terjadi interaksi pada perlakuan M2R3(MPF Pseudomonas sp. +takaran batuan fosfat 100 kg/ha yang menghasilkan bobot umbi kering 5,75 kg per petak atau setara dengan 9,2 ton/ha dengan asumsi luas  efektif  80 %. Batuan fosfat memberikan pengaruh secara mandiri terhadap hasil rata-rata hasil tinggi tanaman 5 dan 6 MST, jumlah daun 5 MST, biomassa 5 dan 6 MST dan jumlah umbi per rumpun serta bobot umbi kering per rumpun. Mikroba Pelarut Fosfat memberikan pengaruh mandiri terhadap rata-rata hasil tinggi tanaman 5 dan 6 MST, bobot umbi segar  dan bobot umbi kering per rumpun. 3). Terdapat hubungan korelasi yang nyata antara tinggi tanaman 5 dan 6 MST serta jumlah daun 5 MST terhadap rata-rata hasil bobot umbi kering per petak tanaman bawang merah.
Analisis Hara Cu dan Zn pada Vegetasi Gulma sebagai Penanda Keberadaan Jamur Ganoderma dari Kebun Kelapa Sawit Wismaroh Sanniwati Saragih; Edison Purba; Koko Tampubolon
Jurnal Agrotek Tropika Vol 7, No 3 (2019): JAT September 2019
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (799.589 KB) | DOI: 10.23960/jat.v7i3.3237

Abstract

Penyakit busuk pangkal batang pada tanaman kelapa sawit di perkebunan yang disebabkan jamur ganoderma telah menyebabkan kerugian produksi tanaman. Kehadiran jamur ini diduga berasosiasi dengan vegetasi gulma yang berada dikebun, yang disebar melalui dengan spora dan miselianya.  Oleh karena itu untuk mendeteksi awal keberadaan jamur ganoderma diperlukan pendekataan vegetasi gulma dengan analisis hara Cu dan Zn. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan keberadaan jamur ganoderma terhadap kadar hara Cu dan Zn pada vegetasi gulma yang dominan di perkebunan kelapa sawit. Penelitian ini dilaksanakan di blok 17, 16, dan 6 Afdeling VII Kebun Rambutan Kabupaten Serdang Bedagai dan analisis daun di Laboratorium Analitik PT. Socfin Indonesia, Medan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan Agustus 2018. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif analitik. Penelitian ini mengambil 3 jenis vegetasi gulma yang dominan (Cyperus rotundus, Cyclosorus aridus, dan Stenochlena palustris) kemudian dianalisis Cu dan Zn pada daun gulma. Hasil penelitian menunjukkan diperoleh 3 jenis gulma dominan disekitar kebun kelapa sawit yaitu Cyperus rotundus, Cyclosorus aridus, dan Stenochlena palustris. Hasil analisis kadar Zn dan Cu pada daun dari ketiga jenis gulma dominan disekitar kelapa sawit terinfeksi jamur ganoderma lebih rendah dibandingkan tanpa terinfeksi, kecuali pada gulma Stenochlena palustris kadar Cu lebih tinggi. Selisih persentase kadar Zn dan Cu pada daun gulma Cyperus rotundus, Cyclosorus aridus, dan Stenochlena palustris disekitar kelapa sawit terinfeksi dibandingkan tanpa terinfeksi jamur ganoderma masing-masing Zn adalah -42,72%; -43,92% dan -1,70% dan Cu masing-masing -27,13%; -25,80% dan +34,34%. Defisiensi kadar hara Cu dan Zn pada daun gulma diareal piringan maupun gawangan mati pada perkebunan kelapa sawit berpengaruh pada perkembangan spora ganoderma.
PERTUMBUHAN DAN HASIL TIGA KULTIVAR KACANG HIJAU PADA JARAK TANAM YANG BERBEDA Trisnaningsih, Umi; Wahyuni, Siti; Prasetyo, Meilina
Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, Januari 2020
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2987.138 KB) | DOI: 10.23960/jat.v8i1.3083

Abstract

Pertumbuhan dan Hasil Tiga Kultivar Kacang Hijau pada Jarak Tanam yang Berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil tiga kultivar tanaman kacang hijau pada jarak tanam yang berbeda. Percobaan dilakukan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian UGJ, mulai bulan Oktober 2016 sampai bulan Februari 2017. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih kacang hijau kultivar Walet, Murai, dan Vima 1 serta pupuk Urea, SP 36 dan KCl. Percobaan disusun secara Rancangan Acak Kelompok pola faktorial.Faktor pertama adalah jarak tanam dengan tiga taraf (15 cm x 30 cm; 20 cm x 30 cm; dan 25 cm x 30 cm). Sedangkan faktor kedua adalah kultivar yang terdiri dari tiga taraf (Walet, Murai dan Vima 1). Semua perlakuan diulang tiga kali. Variabel yang diamati terdiri dari tinggi tanaman, jumlah cabang per tanaman, indeks luas daun (ILD) serta rasio pucuk akar (RPA), yang diamati pada umur 21, 28 dan 35 HST. Komponen hasil, yang diamati pada saat panen meliputi: jumlah polong per tanaman dan per petak, bobot 100 butir biji kering, indeks panen, serta bobot biji per tanaman dan per petak. Hasil tertinggi kultivar Walet dan Murai diperoleh pada jarak tanam 15 cm x 30 cm (663,34 g petak -1 dan 337,46 g petak -1 berturut-turut), sementara Vima-1 diperoleh pada jarak tanam 20 cm x 30 cm (385,63 g petak -1 )
PENGARUH DOSIS PUPUK KANDANG AYAM DAN PUPUK HAYATI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI MENTIMUN (Cucumis sativus L.) Erfian Aulia Rasyid; Kus Hendarto; Yohannes C Ginting; Akari Edy
Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, Januari 2020
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1354.712 KB) | DOI: 10.23960/jat.v8i1.3687

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahuipengaruh pemberian pupuk kandang ayam dan kompos jerami serta aplikasi pupuk hayati Bio Max Grow (BMG) pada pertumbuhan dan dan produksi tanaman mentimun. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sukabanjar, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran pada Oktober 2018 – Januari 2019.Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial (4x2) dengan tiga kelompok dan terdapat 8 kombinasi perlakuan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk kandang ayam 15 ton/ha mampu meningkatkan pertumbuhan produksi yang ditunjukkan oleh jumlah daun, jumlah cabang, panjang buah, dan diameter buah.Pemberian pupuk hayati BMG memberikan hasil terbaik dengan dosis 20 ml/L dibandingkan tanpa pemberian pada jumlah daun dan cabang tanaman.Produksi timun tertinggi diperoleh pada dosis pupuk kandang ayam 0–15 ton/ha jika disertai aplikasi pupuk hayati 20ml/l daripada tanpa pupuk hayati.
EVALUASI EFEKTIVITAS FRAKSI EKSTRAK JARAK TINTIR DAN TEMBELEKANUNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT ANTRAKNOSA PADA CABAI MERAH Made Suwastini; Efri Efri; Ivayani Ivayani; Radix Suharjo
Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, Januari 2020
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1350.237 KB) | DOI: 10.23960/jat.v8i1.3671

Abstract

Penyakit antraknosa merupakan penyakit penting pada tanaman cabai yang disebabkan oleh jamur Colletotrichum capsici dan C. gloeosporiodes.  Salah satu alternatif pengendalian yang dapat diterapkan untuk membatasi penggunaan pestisida sintetik dan juga ramah lingkungan adalah penggunaan fungisida nabati yang berbahan dasar ekstrak daun tumbuhan.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan fungisida nabati fraksi ekstrak jarak tintir (Jatropha multifida )dan tembelekan (Lantana camara) untuk mengendalikan penyakit antraknosa pada buah cabai.Penelitian dilakukan di lahan percobaan Desa Hajimena Natar, Lampung Selatan dari bulan September sampai dengan Desember 2017.Perlakuan  disusun dalam rancangan acak kelompok(RAK), dengan empat perlakuan dan enam ulangan.Kehomogenan data diuji dengan uji Bartlet. Data yang diperoleh diolah dengansidik ragam dan perbandingan nilai tengah antar perlakuan diuji dengan uji bedanyata terkecil (BNT) pada taraf nyata 5%.  Hasil penelitian menunjukkan fraksi ekstrak jarak tintir dan fraksi ekstrak tembelekan berpengaruh nyata pada panen 1 dan 2 terhadap penekanan keterjadian penyakit antraknosa, serta berpengaruh nyata terhadap penekanan keparahan dan penyimpanan hanya pada minggu panen 2.
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PADI HIBRIDA MELALUI PEMBERIAN PUPUK N DENGAN SISTEM RATUN DI LAHAN PASANG SURUT Gribaldi Gribaldi; Nurlaili Nurlaili; Ekawati Danial
Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, Januari 2020
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1950.664 KB) | DOI: 10.23960/jat.v8i1.3558

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui peningkatan produktivitas padi hibrida dengan sistem ratun pada beberapa dosis dan aplikasi pupuk N di Lahan pasang surut.  Penelitian  dilaksanakan pada bulan April - Agustus 2019 di Lahan Percobaan Dinas Pertanian Kabupaten Banyuasin, dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) yang diulang  tiga kali.  Faktor faktor yang diteliti terdiri dari; Perlakuan dosis pupuk (N): dosis 90 kg N/ha (N1),  dosis 135 kg N/ha (N2). Perlakuan aplikasi pupuk (A): aplikasi pupuk ½ dosis saat tanam + ½ dosis fase primordia (A1); aplikasi pupuk 1/3 dosis saat tanam + 1/3 dosis fase primordia + 1/3 dosis saat panen (A2), aplikasi pupuk 1/3 dosis saat tanam + 1/3 dosis fase primordia + 1/6 dosis saat panen + 1/6 dosis pada  21 hari setelah panen (A3). Hasil penelitian menunjukan, dosis dan aplikasi pupuk N berpengaruh terhadap  peningkatan produktivitas padi hibrida di lahan pasang surut, Peningkatan produktivitas padi hibrida pada beberapa dosis dan aplikasi pupuk N berkisar 37.3-63.2 persen.  Peningkatan produktivitas tertinggi didapat pada perlakuan  pemupukan dosis 135 kgN/ha dan aplikasinya 1/3 dosis saat tanam+1/3 dosis saat primordia dan 1/3 dosis saat panen, yaitu  sebesar 63,2 persen atau dengan hasil gabah sebesar  7,28 ton/ha.
PENGARUH JENIS DAN DOSIS PENGGUNAAN PUPUK KANDANG PADA SORGUM TERHADAP FASE VEGETATIF PADA PEMOTONGAN KEDUA Agung Kusuma Wijaya
Jurnal Agrotek Tropika Vol 7, No 3 (2019): JAT September 2019
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.188 KB) | DOI: 10.23960/jat.v7i3.3153

Abstract

ABSTRACT Effect of Type and Dose of Manure to Sorghum on Vegetative Status in The Second Harvest. This research aims to study the effect of type and dose of manure on productivity of fresh production, number of tillers, and proportion of stems leaves of sorghum  in the second period. This research was conducted on January—Juni 2017 at Kemiling, Bandar Lampung.  The study was done based on Completely Randomized Design (CRD) split plot design (distributed plot design) with two levels of treatment that is the main treatment (main plot) and saplings plot treatment (sub plot).   The main of treatment types of manure which covers: K1 (cow dung manure); K2 (goat's dung manure); and K3 (chicken manure).  Treatment number of tillers use dose of manure which covers, R0 (0 tons/ha); R1 (15 ton/ha); R2 (20 tonnes/ha); and R3 (25 ton/ha.  Each experimental unit consists of 2x1,8 m2plot of land.  Each experimental treatment unit  is repeated three times, so there are 36 units of experiments. Obtained data were analyzed with the assumptions of variance by 5% or 1%.  Results showed that doses of manure did not significantly affect (P>0,05)  fresh production, number of tillers and proportion of stems and leaves. Use of manure type did not significantly affect (P>0,05) fresh production, number of tillers, and proportion of stems and leaves.
PREFERENSI PETANI TERHADAP 15 GALUR PADI GOGO DITABALONG-KALIMANTAN SELATAN Ambar Yuswi Perdani; Enung Sri Mulyaningsih; Yuli Sulistyowati; Suherman Suherman; Irwan Sanjaya; Muhammad Prastyo
Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, Januari 2020
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.941 KB) | DOI: 10.23960/jat.v8i1.3691

Abstract

Upaya menghasilkan suatu varietas unggul baru tanaman padi, sudah selayaknya melibatkan calon pengguna seperti petani.  Selera petani atau masyarakat   di setiap daerah terhadap suatu varietas dapat berbeda bergantung pada pola konsumsi, budaya  dan lingkungan setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi petani terhadap 15 galur harapan padi gogo toleran aluminium. Pengumpulan data dilakukan di Desa Bintang Ara, Kecamatan Bintang Ara, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. Sebanyak 30 responden petani menilai penampilan galur padi gogo pada fase menjelang panen.  Pengamatan dilakukan secara visual terhadap karakter agronomis yang tampak.  Sejumlah 15 galur harapan padi gogo ditanam pada petak berukuran 1 m x 5 m dengan jarak tanam 20 cm x 20 cm tanpa rancangan percobaan. Selama proses penanaman terdapat sejumlah kendala antara lain tingkat kesuburan tanah rendah dan serangan hama penyakit tanaman. Namun kendala ini tidak mengganggu produksi dan pengamatan.  Hasil penjajakan preferensi petani Bintang Ara terpilih 5 nomor galur harapan padi gogo yaitu: 1, 2, 4, 22, dan 23, Galur-galur tersebut dipilih karena memiliki karakteristik sesuai keinginan calon pengguna.  Beberapa karakter utama yang dipilih antara lain:  tanaman tinggi, sudut daun bendera lebar, malai panjang, umur tanaman dengan kategori sedang.  Sementara karakter unggul lainnya yang disukai ialah jumlah anakan produktif banyak, padi mudah rontok, bulir ramping, warna gabah kuning emas, dan aroma beras wangi.
PENGARUH PUPUK FOSFAT TERHADAP PERTUMBUHAN, PRODUKSI, DAN MUTU BENIH KEDELAI (GLYCINE MAX L. MERRILL) YANG DITANAM DI LAHAN SAWAH PADA MUSIM KEMARAU Agustiansyah Agustiansyah; Ermawati Ermawati; Eko Pramono; A T Wibowo
Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, Januari 2020
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.683 KB) | DOI: 10.23960/jat.v8i1.3682

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui dosis pupuk fosfat yang optimum untuk  tiga (3) varietas kedelai dalam pertumbuhan, produksi, dan mutu benih, (2) mengetahui interaksi antara peningkatan pupuk fosfat dan tiga varietas kedelai terhadap pertumbuhan, produksi, dan mutu benih yang ditanam pada lahan sawah Juli–September 2017.  Rancangan perlakuan disusun secara faktorial (3x5).  Faktor pertama adalah tiga varietas kedelai (Anjasmoro, Grobogan, Burangrang), faktor kedua adalah  lima taraf pemupukan SP-36 (0, 100, 150, 200, dan 250 kg/ha).  Pemisahan nilai tengah menggunakan teknik Uji Perbandingan Orthogonal.   Hasil penelitian menyimpulkan bahwa dosis SP-36 yang memberikan hasil maksimum Varietas Grobogan 193–200 kg/ha, Anjasmoro 182–189 kg/ha; dan Burangrang 159–164 kg/ha. Pertumbuhan, produksi dan mutu benih ketiga varietas berbeda. Varietas Grobogan lebih baik daripada varietas Anjasmoro dan Burangrang yang ditunjukkan oleh laju pengisian biji, dan bobot 100 butir. Varietas Anjasmoro lebih baik daripada Burangrang ditunjukkan daun trifoliat dan jumlah biji.  Pertumbuhan dan mutu benih ketiga varietas tidak berbeda pada variabel tingkat kehijauan daun, daya berkecambah, dan kecepatan berkecambah. Sementara itu pemupukan SP-36 optimum menghasilkan produksi dari Varietas Grobogan lebih baik daripada Varietas Anjasmoro dan Burangrang ditunjukkan pada bobot biji pertanaman dan hasil benih.  Varietas Anjasmoro lebih baik daripada Burangrang dalam meningkatkan bobot kering berangkasan, luas daun, jumlah polong, dan jumlah biji.
KERAGAMAN, HERITABILITAS DAN KEMAJUAN GENETIK KARAKTER AGRONOMI CABAI MERAH GENERASI M 3 HASIL IRADIASI SINAR GAMMA Nyimas Sa’diyah; Ayu Satia Haini; Sri Ramadiana; Rugayah Rugayah
Jurnal Agrotek Tropika Vol 7, No 3 (2019): JAT September 2019
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.02 KB) | DOI: 10.23960/jat.v7i3.3555

Abstract

Peningkatan produksi cabai di Indonesia dapat dilakukan dengan perakitan varietas unggul melalui program pemuliaan tanaman. Parameter genetik yang dibutuhkan agar seleksi dalam pemuliaan tanaman berjalan efektif yaitu: keragaman, heritabilitas dan kemajuan genetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) nilai keragaman fenotipe cabai merah varietas Laris hasil iradiasi sinar gamma 400 Gy, (2) nilai keragaman genotipecabai merah varietas Laris hasil iradiasi sinar gamma 400 Gy, (3) nilai heritabilitas cabai merah varietas Laris hasil iradiasi sinar gamma 400 Gy, dan (4) nilai kemajuan genetik cabai merah varietas Laris hasil iradiasi sinar gamma 400 Gy.Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Oktober 2018-April 2019 di Laboratorium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Benih cabai yang digunakan yaitu cabai merah varietas Laris generasi ketiga (M 3 ) yang telah diiradiasi sinar gamma 400 Gy (nomor 30) dan benih cabai varietas Laris (M 0 ). Rancangan yang digunakan adalah metode single plant. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: nilai (1) ragam fenotipe yang luas terdapat pada karakter umur berbunga, umur panen, tinggi dikotomus, tinggi akhir generatif, jumlah buah total,bobot buah total, (2) ragam genotipe yang luas terdapat pada karakter umur berbunga, umur panen, tinggi akhir generatif, jumlah buah total, dan bobot buah total, (3) nilai heritabilitas yang tinggi terdapat pada karakter jumlah cabang primer, jumlah buah total, dan bobot buah total, (4) nilai kemajuan genetik yang tinggi terdapat pada karakter jumlah buah total dan bobot buah total.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025 (ON PROGRESS) Vol. 13 No. 3 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, AGUSTUS 2025 Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025 Vol 13, No 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025 (ON PROGRESS) Vol 12, No 4 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, NOVEMBER 2024 Vol 12, No 3 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, AGUSTUS 2024 Vol 12, No 2 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Mei 2024 Vol 12, No 1 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Februari 2024 Vol 11, No 4 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, November 2023 Vol 11, No 3 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Agustus 2023 Vol 11, No 2 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Mei 2023 Vol 11, No 1 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, FEBRUARI 2023 Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022 (ON PROGRESS) Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022 Vol 10, No 3 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, AGUSTUS 2022 Vol 10, No 2 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, MEI 2022 Vol 10, No 1 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, JANUARI 2022 Vol 9, No 3 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, SEPTEMBER 2021 Vol 9, No 2 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, MEI 2021 Vol 9, No 1 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, JANUARI 2021 Vol 8, No 3 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, SEPTEMBER 2020 Vol 8, No 2 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, MEI 2020 Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, Januari 2020 Vol 7, No 3 (2019): JAT September 2019 Vol 7, No 2 (2019): JAT Mei 2019 Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 2 (2018): JAT Vol.6 (2) 2018 Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue