cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Agrotek Tropika
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23374993     EISSN : 26203138     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrotek Tropika (JAT) is a journal of science in the field of agrotechnology which covers several fields of science such as Agronomy, Horticulture, Soil Science, and Plant Pests and Diseases. Journal of Tropical Agrotek published since 2013 and published three times in one year ie in January, May, and September. Journal of Tropical Agrotek published by Department of Agrotechnology, Faculty of Agriculture, University of Lampung in cooperation with Agroteknologi Association of Indonesia (PAGI) Lampung.
Arjuna Subject : -
Articles 811 Documents
UJI EFEKTIVITAS TEPUNG UMBI TEKI (Cyperus rotundus L.) DALAM MENGENDALIKAN PENYAKIT ANTRAKNOSA PADA TANAMAN CABAI DILAPANG Denny Marini Sihite; Muhammad Nurdin; Suskandini Ratih Dirmawati; Hasriadi Mat Akin
Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, Januari 2020
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1007.588 KB) | DOI: 10.23960/jat.v8i1.3670

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi tepung umbi teki (Cyperus rotundus L.) yang efektif dalam mengendalikan penyakit antraknosa pada tanaman cabai. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Penyakit Tanaman dan Laboratorium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian, Universitas Lampung dimulai sejak bulan Agustus sampai November 2017. Perlakuan dalam penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 ulangan.  Perlakuan terdiri dari kontrol (P0), fungisida propineb (P1), tepung umbi teki konsentrasi 5% (P2), tepung umbi teki konsentrasi 15% (P3), dan tepung umbi teki konsentrasi 25% (P4). Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan menggunakan sidik ragam dan kemudian dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT) pada taraf nyata 5% . Parameter yang diamati adalah keparahan penyakit, tinggi tanaman cabai, jumlah buah cabai, dan bobot buah cabai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung teki konsentrasi 5%, 15%, dan 25% efektif dalam menekan keparahan penyakit antraknosa pada tanaman cabai di lapang. Tepung teki dengan konsentrasi 5%,15%, dan 25%  memiliki keefektifan yang sebanding dengan fungisida propineb dalam menekan keparahan penyakit antraknosa pada tanaman cabai.
KEANEKARAGAMAN DAN KELIMPAHAN MUSUH ALAMI DI TANAMAN PADI BERDASARKAN JARAK DENGAN TANAMAN REFUGIA sumini sumini; Samsul Bahri
Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, Januari 2020
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1368.73 KB) | DOI: 10.23960/jat.v8i1.3457

Abstract

Keanekaragaman musuh alami dapat menentukan kestabilan bagi agroekosistem. penelitian bertujuan untuk mengevaluasi keanekaragaman dan kelimpahan musuh alami di tanaman padi berdasarkan jarak dengan tanaman refugia. Penelitian menggunakan metode survei yang dilakukan pada tanaman padi yang memiliki tanaman refugia dengan jarak 0 m – 10 m, dan luas sampel yang diamati 10 m x 10 m, pada bulan April sampai Juli 2019. Penelitian dimulai dari penetapan wilayah studi dan sampel. Peubah yang diamati meliputi populasi musuh alami, kelimpahan dan keanekaragaman musuh alami. Data dianalisis menggunakan analisis statistik sederhana meliputi rata-rata data tertinggi, rata-rata data terendah serta indeks keragaman serangga dihitung  menggunakan indeks keragaman Shannnon-Wiener (H). Hasil penelitian menunjukan bahwa Keanekaragaman dan kelimpahan musuh alami pada tanaman padi tertinggi pada jarak 0 m – 2 m dari tanaman refugia dan terendah pada jarak 8 m – 10 m dari tanaman refugia.   Pada jarak 0 m – 2 m mempunyai keragaman paling tinggi yaitu 9,75 H dan terjadi penurunan keragamannya sampai jarak 8 m – 10 m dari tanaman refugia. Jarak antara tanaman refugia pada pertanaman padi mampu mempengaruhi kelimpahan dan jumlah spesies dari musuh alami.Kata Kunci : Keragaman, musuh alami, refugia
EFIKASI HERBISIDA GLIFOSAT TERHADAP GULMA UMUM PADA PERKEBUNAN KARET (Hevea brasiliensis [Muell.] Arg) YANG SUDAH MENGHASILKAN Evi Oktavia; Dad . R. J Sembodo; Rusdi Evizal
Jurnal Agrotek Tropika Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.585 KB) | DOI: 10.23960/jat.v2i3.2066

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas herbisida Isoprofil Amina (IPA) Glifosat, untuk mempelajari perubahan komposisi jenis gulma setelah aplikasi IPA glifosat, dan untuk mengetahui pengaruh keracunan herbisida IPA glifosat pada tanaman karet menghasilkan. Penelitian ini dilaksanakan di lahan perkebunan PTPN VII Unit Usaha Way Galih dan Laboratorium Ilmu Gulma Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Penelitian ini disusun dengan 6 perlakuan dengan 4 ulangan. Susunan perlakuan sebagai berikut yaitu isopropil amina glifosat 720 g ha -1, isopropil amina glifosat 960 g/ha, isopropil amina glifosat 1200 g ha -1 , isopropil amina glifosat 1440 g ha -1 , pengendalian mekanis dan kontrol. Homogenitas ragam diuji dengan uji Bartlet, aditivitas diuji dengan uji Tukey, dan perbedaan nilai tengah diuji dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa herbisida glifosat pada dosis 720 g ha -1 - 1440 g ha -1 mampu menekan pertumbuhan gulma total, gulma golongan rumput dan gulma dominan (Centocheca lappacea, Cyrtococcum acrescens,Ottochloa nodosa)pada tanaman karet dari 4 MSA sampai dengan 12 MSA, sedangkan gulma golongan daun lebar dan gulma dominan Sellaginella willdenowii hanya pada 4 MSA pada perkebunan karet menghasilkan, dan terdapat perubahan komposisi gulma yang tumbuh setelah aplikasi herbisida glifosat, gulma golongan daun lebar menjadi dominan.
Pengaruh Pupuk Hayati dan Konsentrasi Pupuk Pelengkap Alkalis terhadap Respirasi Tanah pada Pertanaman Bawang Putih (Allium sativum L.) Ketinggian 600 mdpl di Kabupaten Tanggamus Dina Yuliana; Sri Yusnaini; Kus Hendarto; Ainin Niswati
Jurnal Agrotek Tropika Vol 7, No 3 (2019): JAT September 2019
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (839.693 KB) | DOI: 10.23960/jat.v7i3.3544

Abstract

Respirasi tanah merupakan indikator penting pada suatu ekosistem, meliputiseluruh aktivitas yang berkenaan dengan proses metabolisme di dalam tanah,dekomposisi sisa tanaman dalam tanah, dan konversi bahan organik tanah menjadi CO 2 . Banyak usaha untuk meningkatkan laju respirasi tanah, salah satunya adalah dengan pemupukan.Pemupukan menggunakan pupuk hayati serta pupuk pelengkap alkalis diharapkan mampu meningkatkan aktivitas mikroorganisme didalam tanah. Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh pemberian pupuk hayati dan pupuk pelengkap alkalis terhadap respirasitanah. Penelitian dilaksanakan di Desa Dadapan, Kecamatan Sumberejo, KabupatenTanggamus, pada bulan Desember 2016 – Mei 2017 dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari dua faktor, yaitu pemberian pupuk hayati (Bio Max Grow) terdiri dari perlakuan tanpa pupuk hayati (B 0 ) dan diberi pupuk hayati (B 1 ), dan perlakuan konsentrasi pupuk pelengkap (Plant Catalyst)terdiri dari perlakuan tanpa pupuk pelengkap (P 0 ), konsentrasi 0,5 g L -1 (P 1 ), 1 g L -1 (P 2 ) dan 1,5 g L -1 (P 3 ). Data yang diperoleh diujihomogenitas ragamnya dengan uji Bartlett dan aditivitasnya dengan uji Tukey. Data dianalisis dengan ANARA dan dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf 5%. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa pupuk hayati, pupuk pelengkap dan interaksi keduanya berpengaruh terhadap respirasi tanah pada pengamatan 45 HST, tetapi tidak berpengaruh pada pengamatan 90 HST. Perlakuan pupuk hayati + pupuk pelengkap dengan konsentrasi 1 g L -1 (B 1 P 2 ) menghasilkan laju respirasi tertinggi yaitu 63,69 mg jam -1 m -2 pada pengamatan 45 HST. Tidak terdapat korelasi antara C-organik tanah, kadar air tanah, serta suhu tanah dengan respirasi tanah. Terdapat korelasi negatif antara pH tanah dengan respirasi tanah pada pengamatan 45 HST, artinya semakin tinggi pH tanah maka respirasi tanah semakin rendah.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG AYAM DAN KOMPOS JERAMI SERTA APLIKASI PUPUK HAYATI BIO MAX GROW (BMG) PADA PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.) Sarah Rahmanda Putri; Kus Hendarto; Agus Karyanto; Yohannes C Ginting
Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, Januari 2020
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1129.284 KB) | DOI: 10.23960/jat.v8i1.3690

Abstract

Pemupukan dengan menggunakan bahan organik dan penambahan pupuk hayati dapat mempengaruhi produksi tanaman sayuran.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipengaruh pemberian bahan organik dan pupuk hayati yang digunakan pada panjang tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, jumlah bunga betina, jumlah buah, panjang buah, diameter buah, bobot buah tanaman mentimun. Bahan organik yang digunakan adalah pupuk kandang ayam (20 ton/ha), kompos jerami (20 ton/ha) dan pupuk hayati Bio Max Grow (BMG) 0 ml/l, 10 ml/l, dan 20 ml/l. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sukabanjar, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran pada Oktober 2018 – Januari 2019. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial (3x3) dengan tiga ulangan sebagai kelompok dan terdapat 9 kombinasi perlakuan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian pupuk kandang ayam dengan aplikasi pupuk hayati BMG pada masing-masing dosis tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman mentimun, namun menghasilkan produksi yang paling tinggi dan lebih baik daripada perlakuan lainnya.Meskipun perlakuan pupuk kopos jerami tidak lebih baik daripada pupuk kandang ayam, perlakuan pupuk kompos jerami dengan masing-masing dosis aplikasi pupuk BMG menghasilkan pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun yang lebih baik dibanding tanpa perlakuan.
PENGARUH SUHU DAN GENOTIPE PADA VIABILITAS BENIH SORGUM (SORGHUM BICOLOR [L.] MOENCH. ) PASCA SIMPAN 12 BULAN Nasrulloh Zein Maksum; Eko Pramono; Agustiansyah Agustiansyah; Yayuk Nurmiaty
Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, Januari 2020
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1158.773 KB) | DOI: 10.23960/jat.v8i1.3684

Abstract

Sorgum merupakan salah satu jenis tanaman serelia penghasil karbohidrat.  Sorgum mempunyai potensi besar untuk dikembangkan di Indonesia.  Tanaman sorgum dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan alternatif, pakan ternak dan bahan baku bioethanol.  Penyediaan benih bermutu serta memiliki masa simpan panjang merupakan upaya untuk mendukung diversifikasi pangan guna menyediakan benih di musim tanam berikutnya.  Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh suhu ruang simpan dan genotipe terhadap viabilitas benih sorgum pasca simpan 12 bulan.  Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Benih dan Pemuliaan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, Bandar Lampung yang berlangsung dari bulan Februari 2017 sampai dengan Februari 2018.  Penelitian ini menggunakan rancangan petak terbagi dengan 3 kelompok sebagai ulangan.  Petak utama berupa suhu ruang simpan (T) yang terdiri atas suhu rendah/18±1,58°C (T1) dan suhu kamar/26±1,08°C (T2).  Anak petak adalah genotipe (G), yang terdiri dari Super-1 (G1), Talaga Bodas (G2), GH-3 (G3), dan GH-13(G4).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa benih sorgum yang disimpan selama 12 bulan masih memiliki viabilitas yang cukup baik.  Benih yang disimpan pada suhu rendah (18±1,58°C) dapat dipertahankan viabilitas 16% lebih tinggi dari pada benih yang disimpan pada suhu kamar (26±1,08°C).  Perbedaan genotipe berpengaruh pada viabilitas benih sorgum.  Viabilitas benih sorgum yang terbaik setelah disimpan selama 12 bulan ditunjukkan oleh genotipe Super-1.  Keunggulan genotipe Super-1 tersebut memungkinkan dapat disimpan dan digunakan untuk musim pertanamaan berikutnya.
PENGARUH ARAH GULUDAN DAN PEMBERIAN PUPUK ORGANONITROFOS TERHADAP RESPIRASI DAN BIOMASSA KARBON MIKROORGANISME (C-MIK) TANAH SELAMA FASE VEGETATIFTANAMAN UBI KAYU (Manihot esculenta Crantz) Sahel Renegade Saragih; Dermiyati Dermiyati; Ainin Niswati; Irwan Sukri Banuwa
Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, Januari 2020
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2078.496 KB) | DOI: 10.23960/jat.v8i1.3688

Abstract

Respirasi dan biomassa karbon mikroorganisme (C-mik) tanah merupakan sifat biologi yang dapat dijadikan sebagai indikator kesuburan tanah.  Perlakuan guludan dan pemberian pupuk Organonitrofos yang diberikan ke tanah akan mempengaruhi respirasi dan C-mik tanah.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan guludan, pemberian pupuk Organonitrofos, dan interaksi keduanya terhadap respirasi tanah dan C-mik tanah.  Penelitian ini dilaksanakan selama fase vegetatif tanaman ubi kayu, yaitu Desember 2017 s.d. Mei 2018 di Laboratorium Lapang Terpadu, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung,menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang disusun secara faktorial dengan dua faktor.  Faktorpertamameliputiperlakuan guludan, yaitu guludan searah lereng (G1) dan guludan memotong lereng (G2).  Faktorkeduameliputi pemberian pupuk Organonitrofos, yaitu Organonitrofos 0 t ha-1 (P0) dan Orgononitrofos 20 t ha-1 (P1).  Data yang diperoleh diujihomogenitas ragamnya dengan uji Bartlett dan aditivitasnya dengan uji Tukey.Data dianalisis dengan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf 5%.Hubungan antara suhu, C-organik, N-total, dan pH tanah dengan respirasidan C-mik tanah diuji dengan uji korelasi.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan guludan tidak berpengaruh nyata terhadap respirasi tanah pada pengamatan 0, 30, 60, 90, 120, dan 150 HST, namun berpengaruh nyata terhadap C-mik tanah pada pengamatan 120 HST.  Pemberian pupuk Organonitrofos berpengaruh nyata terhadap respirasi tanah pada pengamatan 150 HST, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap C-mik tanah.  Terdapat interaksi antara perlakuan guludan dan pemberian pupuk Organonitrofos terhadap C-mik tanah pada pengamatan 90HST, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap respirasi tanah.
KOMUNITAS NEMATODA PADA BEBERAPA LOKASI PENANAMAN UBI KAYU DI PROVINSI LAMPUNG Dwi Prayugo; I G Swibawa; Solikhin Solikhin; F X Susilo
Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, Januari 2020
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (860.514 KB) | DOI: 10.23960/jat.v8i1.3681

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari keragaman dan kelimpahan komunitas nematoda yang berasosiasi dengan pertanaman ubi kayu (Manihot esculenta Crantz) di Provinsi Lampung. Pengambilan sampel menggunakan metode survai dilakukan di tiga sentra pertanaman ubi kayu yang terletak di Lampung Selatan, Lampung Tengah, dan Lampung Timur. Proses laboratorium dilakukan di Laboratorium Ilmu Hama Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Penelitian dilaksanakan dari bulan Oktober 2017 sampai dengan Februari 2018. Variabel komunitas nematoda yang diamati meliputi Prominance Value (PV) genus, keragaman nematoda yang diukur dengan jumlah genus dan indeks keragaman Shannon dan indeks karagaman Simpsons, kelimpahan seluruh nematoda dan kelimpahan genus nematoda parasit tumbuhan yang dominan.  Data keragaman dan kelimpahan nematoda dianalisis ragam dan nilai tengah diuji dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf nyata 5%.  Hasil penelitian menunjukkan pada pertanaman ubi kayu di Lampung ditemukan 29 genus nematoda yang terdiri dari 17 genus nematoda parasit tumbuhan dan 12 genus nematoda hidup bebas; genus nematoda parasit tumbuhan yang dominan yaitu Helicotylenchus, Pratylenchus, Meloidogyne, Apelenchus, dan Xiphinema.  pada setiap lokasi penanaman ubi kayu ditemukan 11 - 17 genus, Indeks Shannon 2,1- 2,5, dan Indeks Shimpson’s 0,8 - 0,9.   2). Kelimpahan seluruh nematoda yang ditemukan tiap kabupaten berkisar antara 194,3 - 875,0 individu/300cc tanah, nematoda parasit tumbuhan 169,1-746,6 individu/300cc tahah, nematoda hidup bebas 25,2 - 128,4 individu/300cc tanah.  3).  Lokasi penanaman ubi kayu mempengaruhi kelimpahan dan keragaman nematoda.
PENGARUH SISTEM OLAH TANAH DAN APLIKASI HERBISIDA TERHADAP BIOMASSA KARBON MIKROORGANISME TANAH (C-MIK) PADA PERTANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) MUSIM TANAM KE-5 DI GEDONG MENENG I Gde Agung Indrayuana Giri; Sri Yusnaini; Jamalam Lumbanraja; Henrie Buchari
Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, Januari 2020
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2132.004 KB) | DOI: 10.23960/jat.v8i1.3669

Abstract

Biomassa karbon mikroorganisme tanah (C-mik) merupakan indikator untuk mengetahui jumlah biomassa mikroorganisme yang berperan untuk mengukur aktivitas dari mikroorganisme di dalam tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh olah tanah dan aplikasi herbisida serta interaksinya terhadap biomassa karbon mikroorganisme tanah (C-mik). Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial dengan 4 kombinasi perlakuan dan 4 ulangan.  Faktor pertama adalah sistem olah tanah yaitu T0 = Olah Tanah Minimum, T1 = Olah Tanah Sempurna dan faktor kedua adalah aplikasi herbisida yaitu H0 = Tanpa Aplikasi Herbisida, dan H1 = Aplikasi Herbisida. Data yang diperoleh diuji homogenitas ragam dengan uji bartlett dan aditifitasnya dengan uji tukey setelah asumsi terpenuhi data diolah dengan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT) pada taraf 5 %.  Hubungan antara  biomassa karbon mikroorganisme tanah dengan C-organik, pH, kadar air tanah, dan suhu tanah  dilakukan uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan sistem olah tanah tidak berpengaruh nyata terhadap biomassa karbon mikroorganisme tanah. Sedangkan perlakuan aplikasi herbisida memberikan jumlah biomassa karbon mikroorganisme tanah (C-mik) lebih tinggi daripada tanpa aplikasi herbisida pada pengamatan fase vegetatif maksimum tanaman. Tidak terdapat interaksi antara sistem pengolahan tanah dan aplikasi herbisida terhadap biomassa karbon mikroorganisme tanah.
KORELASI DAN ANALISIS LINTAS ANTARA PERCABANGAN DENGAN PRODUKSI CABAI MERAH (Capsicum annuumL.) HASIL IRADIASI SINAR GAMMA Nyimas Sa'diyah; Anissa Fitri; Rugayah Rugayah; Agus Karyanto
Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, Januari 2020
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.206 KB) | DOI: 10.23960/jat.v8i1.3683

Abstract

Produktivitas cabai merah di Indonesia masih sangat rendah jika dibandingkan dengan potensinya yang mencapai 22 ton per tahun, sedangkan produktivitas baru sekitar 8,35 ton per tahun.  Peningkatan produksi cabai merah dapat dilakukan dengan memperbaiki bahan tanam melalui mutasi dengan iradiasi sinar gamma.  Selanjutnya,untuk mempersingkat waktu seleksiperlu dilihat keeratan hubungan antarpeubah dengan analisis korelasi, untuk  melihat pengaruh langsung dan tidak langsungnya dilakukan analisis lintas.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara percabangan cabai merah varietas Laris generasi M3 hasil iradiasi sinar gamma dengan produksi.  Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2018 sampai dengan Mei 2019 di Laboratorium Lapang Terpadu, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung.  Rancangan percobaan yang digunakan adalah metode single plant (seluruh tanaman ditanam dan diamati), keeratan hubungan dianalisisdengan korelasi, selanjutnya untuk melihat pengaruh langsung dan  tidak langsung dilakukan analisis lintas.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa: jumlah cabang tambahan, panjang cabang tambahan, tingkat percabangan, tinggi akhir generatif, dan jumlah buah per tanaman berkorelasi positif denganbobot buah total per tanaman Pengaruh langsung jumlah buah per tanaman benar-benar mengukur keeratan hubungan dengan bobot buah per tanaman.  Tinggi akhir generatif, jumlah cabang tambahan, panjang cabang tambahan, dan tingkat percabangan saling berpengaruh satu sama lain untuk mempengaruhi bobot buah per tanaman atau produksi.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025 (ON PROGRESS) Vol. 13 No. 3 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, AGUSTUS 2025 Vol 13, No 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025 (ON PROGRESS) Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025 Vol 12, No 4 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, NOVEMBER 2024 Vol 12, No 3 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, AGUSTUS 2024 Vol 12, No 2 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Mei 2024 Vol 12, No 1 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Februari 2024 Vol 11, No 4 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, November 2023 Vol 11, No 3 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Agustus 2023 Vol 11, No 2 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Mei 2023 Vol 11, No 1 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, FEBRUARI 2023 Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022 Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022 (ON PROGRESS) Vol 10, No 3 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, AGUSTUS 2022 Vol 10, No 2 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, MEI 2022 Vol 10, No 1 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, JANUARI 2022 Vol 9, No 3 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, SEPTEMBER 2021 Vol 9, No 2 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, MEI 2021 Vol 9, No 1 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, JANUARI 2021 Vol 8, No 3 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, SEPTEMBER 2020 Vol 8, No 2 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, MEI 2020 Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, Januari 2020 Vol 7, No 3 (2019): JAT September 2019 Vol 7, No 2 (2019): JAT Mei 2019 Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 2 (2018): JAT Vol.6 (2) 2018 Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue