cover
Contact Name
Izmy Khumairoh
Contact Email
izmykhumairoh@lecturer.undip.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
izmykhumairoh@lecturer.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. dr. Antonius Suroyo Kampus Universitas Diponegoro Tembalang, Semarang, Jawa tengah, Kode Pos 50275
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
ENDOGAMI Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi
Published by Universitas Diponegoro
Core Subject : Humanities, Social,
Fokus bidang ilmu antropologi. Bentuk-bentuk karya ilmiah yang dapat dimuat adalah original article berupa artikel hasil penelitian review article atau makalah kajian pustaka berupa uraian singkat tentang temuan penelitian yang dianggap penting untuk segera dipublikasikan.
Articles 229 Documents
Pengaruh Bahasa Iklan Terhadap Perilaku Masyarakat Sri Sudarsih
Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi Vol 6, No 1 (2022): November
Publisher : Prodi Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/endogami.6.1.%p

Abstract

Penelitian ini terfokus pada pengaruh bahasa iklan terhadap perilaku masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah mengungkapkan sejauh mana bahasa iklan telah mengubah sistem nilai tradisi ke dalam sistem nilai yang baru dalam masyarakat.   Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif bidang filsafat. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah analisis sintesis dengan unsur metodis interpretasi.  Rumusan hasil dalam penelitian ini adalah iklan merupakan aktivitas melalui pesan-pesan visual maupun oral yang disampaikan kepada masyarakat. Peran iklan bersifat informatif, persuasif, dan kompetitif. Keberhasilan iklan dalam mempengaruhi masyarakat dipengaruhi oleh bahasa. Bahasa iklan dirumuskan sangat informatif sehingga mudah diingat dan mampu mempengaruhi perilaku masyarakat yang terkadang berkonsekuensi logis pada materialisme, konsumerisme, dan mereduksi makna nilai-nilai human. Iklan menjadi simbol yang menggerakkan sistem nilai baru dalam masyarakat. Oleh karena itu seharusnya masyarakat memiliki sikap kritis dalam menghadapi terpaan iklan yang terjadi setiap saat baik di media elektronik, media cetak, maupun internet. Pengiklan seharusnya berpegang pada etika beriklan, yaitu kejujuran dalam iklan, menghormati harkat dan martabat manusia, dan tanggung jawab terhadap masyarakat. 
Musik yang Menenangkan Hati: Analisis Terhadap Lagu-lagu BTS pada Era Pandemi Dian Annisa Nur Ridha
Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi Vol 6, No 1 (2022): November
Publisher : Prodi Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/endogami.6.1.49-66

Abstract

Pada awal pandemi COVID-19 tahun 2020, ketika situasi sangat muram dan seolah tidak ada harapan akan hari esok, BTS merilis album BE yang dirilis pada tahun 2020. Beberapa di antaranya adalah “Life Goes On”, “Fly to My Room”, dan “Telepathy”. Selanjutnya, pada tahun 2021, BTS merilis CD single “Butter” yang di dalamnya terangkum lagu “Permission to Dance”. Ketika tampil di acara radio Inggris BBC Radio 1, yaitu Live Lounge pada tahun 2021, BTS menyanyikan lagu tersebut sekaligus menyanyikan ulang lagu “I’ll Be Missing You”. Artikel ini membahas makna lima lagu BTS yang dirilis dan ditampilkan pada era pandemi menggunakan metode deskriptif kualitatif. Kelima lagu tersebut merujuk pada satu tema, yaitu kekhawatiran BTS sebagai manusia biasa terhadap situasi pandemi. Selain itu, terselip harapan dari BTS agar pandemi segera berakhir. Pada akhirnya, lagu-lagu yang terangkum dalam album BE bersama dua lagu lainnya mengajak pendengar untuk berefleksi ke masa lalu, menerima kenyataan pada masa kini, dan berharap akan kehidupan yang lebih baik pada masa depan.
Telaah Linguistik Historis Komparatif terhadap Bahasa Indonesia, Jawa, Madura, dan Bali Mytha Candria
Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi Vol 6, No 1 (2022): November
Publisher : Prodi Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/endogami.6.1.67-75

Abstract

This article presents a comparative historical-linguistic study of four languages living in Indonesian archipelago,  and the four languages investigated are Indonesian, Javanese, Madurese, and Balinese.  These so-called nusantara languages are compared and contrasted so as to discover their similarities and differences, and the results of which reveal that they are of Austronesian language family.
Akulturasi Budaya Secara Verbal dan Kultural pada Upacara Tedhak Siten bagi Masyarakat Jawa Dwi Wulandari
Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi Vol 6, No 1 (2022): November
Publisher : Prodi Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/endogami.6.1.%p

Abstract

This study is aimed at examining the cultures acculturated in tedhak siten ceremony, a ceremony marking the early step of a baby toward walking conducted by Javanese people. This study is also describing the cultural behavior and cultural items used during the process of the ceremony. This article is a library study focusing on how earlier studies discuss the ceremony from different location in Java. The acculturation observed during tedhak siten ceremony is Javanese, Hindu, and Islam culture, and each of the culture has merged in through the process during years of its implementation. The acculturation can be seen on the cultural behavior and cultural items known as ubarampe in Javanese. This study is also taking a look at various symbols used during the process which all can lead to the thought and the hope for the baby to gave goodness in his/her life. The ceremony also implicitly shows how the Javanese as the parents of the baby play their roles as husband and wife, and therefore they are able to have good parenting skills for the baby.   Kajian ini dilakukan untuk melihat budaya apa saja yang terakulturasi pada upacara tedhak siten atau upacara turun tanah bagi bayi yang dilakukan oleh masyarakat Jawa. Selain itu kajian ini juga mendeskripsikan perilaku budaya dan benda budaya yang digunakan dalam prosesi upacara tersebut. Kajian ini merupakan kajian pustaka yang mendasarkan pembahasannya dari temuan temuan kajian sebelumnya. Akulturasi budaya yang terlihat dalam prosesi tedhak siten adalah budaya Jawa, Hindu, dan Islam, yang masing masingnya melebur dengan baik selama proses puluhan tahun. Akulturasi tersebut terlihat pada perilaku budaya dan benda budaya yang berupa makanan dan uborampe upacara. Kajian ini juga mengungkap beragam simbol yang digunakan selama proses upacara yang semuanya dimuarakan pada satu hal yaitu harapan kebaikan bagi si anak. Upacara ini juga menyiratkan bagaimana hubungan dan peran orang tua Jawa sebagai suami istri yang nantinya akan mengasuh anak tersebut hingga bisa mencapai tujuan yang diharapkan.
Pemosisian Perempuan dan Relasi Kuasa dalam Tradisi Pertunangan: Suatu Tinjauan Antropologi Gender Zulfa Safitri Kusumaningrum
Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi Vol 6, No 1 (2022): November
Publisher : Prodi Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/endogami.6.1.%p

Abstract

Perempuan dalam tradisi pertunangan menduduki posisi subordinat. Dilihat dari persiapan pertunangan, berlangsungnya ritual, hingga diskusi pelaksanaan pernikahan yang ditentukan oleh keluarga dan orang yang menduduki posisi tertinggi dalam struktur sosial seperti kiai, pemuka adat dan lainnya. Sejumlah penelitian ilmu sosial belum membahas mengenai tradisi pertunangan yang diteliti dari sudut pandang calon mempelai perempuan, karena itu diperlukan analisis tentang proses memosisikan perempuan dan pengaruhnya dengan relasi kuasa dalam tradisi pertunangan menggunakan teori praktik oleh Sherry B. Ortner. Tulisan ini bertujuan memberikan suatu tinjauan Antropologi khususnya di bidang Gender tentang tradisi pertunangan sebagai fenomena kultural. Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa perempuan dapat menyadari situasi yang membuat posisinya menjadi subordinat dan melakukan agensi sebagai bentuk perlawanan untuk mengupayakan keberdayaan pikiran dan tindakan atas keinginannya dan pemosisian dirinya dalam tradisi pertunangan. Tugas Antropolog adalah menafsirkan fenomena tersebut sebagai bagian tak terpisahkan dari hubungan dominasi kekuasaan atas perempuan, menelusuri nilai dan norma budaya yang memojokkan posisi perempuan serta memahami dan menjelaskan fenomena budaya adalah sebuah praktik bermakna yang di dalamnya terdapat pola interaksi para aktor.  
Bagaraksa Alas Mertajati: Ironi Organisasi Pelestarian Danau dan Hutan Adat Dalem Tamblingan Biandro Wisnuyana; Pande Made Kutanegara; Bambang Hudayana; Muhammad Ghofur
Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi Vol 6, No 2 (2023): Juni
Publisher : Prodi Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/endogami.6.2.39-55

Abstract

AbstrakTulisan ini secara umum akan membahas tentang ironi yang terjadi pada masyarakat Adat Dalem Tamblingan (ADT) khususnya warga Desa Gobleg. Ironi tersebut terjadi karena  terbentuknya sebuah organisasi yang bernama Brasti. Bagian hasil penelitian dan pembahasan memfokuskan tentang apa yang dimaksud dengan Brasti dan Menega. Dalam membuat tulisan ini, metode penelitian yang digunakan adalah metode etnografi. Sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi partisipasi, wawancara mendalam serta dokumentasi dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukan bahwa Brasti kurang mendapat atensi yang baik dari warga dikarenakan tidak adanya komunikasi atau sosialisasi kepada mereka. Sehingga, banyak warga yang memiliki prasangka negatif atas terbentuknya organisasi tersebut terutama kepada pihak ketiga yang turut mengakomodasi pembentukan organisasi. Selain itu, tujuan dari organisasi Brasti untuk melestarikan lingkungan di wilayah ADT dianggap sebagai suatu langkah pengaburan sejarah ADT. Jauh sebelum Brasti terbentuk di ADT sudah terdapat kelompok serupa dengan tugas sama yang bernama Menega. Bentuk penolakan yang terjadi adalah penolakan secara tersembunyi karena tidak dilakukan secara terang-terangan melainkan hanya melalui desas-desus, gosip, dan gibah antar sesama warga.Keyword: Adat Dalem Tamblingan (ADT), Brasti, Menega, Gosip, Warga Gobleg.
Pembagian Kerja dalam Rumah Tangga antara Suami dan Istri yang Bekerja Aulya Widyasari; Suyanto Suyanto
Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi Vol 6, No 2 (2023): Juni
Publisher : Prodi Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/endogami.6.2.209-226

Abstract

Hubungan suami dan istri dalam rumah tangga menjadi suatu bahasan yang kompleks. Di dalam keluarga terdapat peranan dan fungsi. Namun adanya budaya patriarki ini membuat kedudukan perempuan dianggap di bawah laki-laki. Di era globalisasi sekarang telah menggeser paradigma masyarakat mengenai peran gender dalam rumah tangga. Pergeseran nilai ini tercermin dari semakin banyak kesadaran tentang keseimbangan peran dan tanggung jawab antara laki-laki dan perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk dapat memahami serta mendeskripsikan kehidupan dan pengalaman keseharian keluarga karir, faktor perempuan bekerja, pembagian kerja dalam rumah tangga, dan upaya membangun kemitraan gender dalam rumah tangga. Teori yang digunakan yaitu teori gender dan struktural fungsionalisme. Teknik pengambilan data menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi dan hasil penelitian berupa narasi yang menjelaskan fenomena terkait. Hasil dari penelitian ini perempuan terjun ke dalam dunia karir terinspirasi dari wanita lainnya juga dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti mendukung perekonomian keluarga, menerapkan ilmu, ataupun mengisi waktu luang. Mereka secara gotong royong menyelesaikan pekerjaan rumah tangganya. Kemitraan gender dalam keluarga kini menjadi syarat mutlak untuk menjalankan fungsi keluarga. Kemitraan gender akan terwujud dengan pembagian tugas yang adil, transparansi dalam keluarga, akuntabilitas keluarga, dan tata kelola yang baik dalam keluarga.
From Agricultural to Landless: Studi Dampak Pembangunan Bantul Kota Mandiri Endang Purwasari
Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi Vol 6, No 2 (2023): Juni
Publisher : Prodi Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/endogami.6.2.126-146

Abstract

The land crisis that occurred in Yogyakarta is increasing every year. An area that is experiencing an increasing agricultural land crisis is the Bantul Regency. The Bantul Regency Government supports land conversion by issuing local regulations concerning the development of Bantul Kota Mandiri (BKM). As stated in the regional regulation, the western part of Bantul is designated for elite housing, recreation, trade, education, and others. More than 100 hectares of community land were prepared for the realization of the program. This ethnographic study takes place in the Merindu Village part of the BKM Area. It involved six females and three males as main informants and several people who take part in incidental interviews. Data were collected using in-depth interviews to cultivate the impact society faces and strategies in managing land compensation. While participatory observation is carried out by participating in the daily activities of the Merindu village community, such as arisan, attending parties, social gatherings, etc. This research also uses data from the media to give a perspective of the government plan. BKM establishment not only affects the reduction of agricultural land but there will be a job change, an increasing flow of population, and will cause social and culture shock for the local people. The social impact has already happened. Compensation money received by residents, especially the young generation, is used for consumptive property not for productive property. They choose to become laborers in the industrial sector rather than work on their farmland. From this point, Bantul will face a consumptive young generation and a land crisis.
Strategi Pertahanan Perairan Pedalaman di Kota Surakarta Amelia Fatimah; Rudy Sutanto; Agus Adriyanto
Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi Vol 6, No 2 (2023): Juni
Publisher : Prodi Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/endogami.6.2.56-73

Abstract

Sungai Bengawan Solo merupakan sungai terpanjang di Pulau Jawa. Kota Surakarta merupakan salah satu wilayah yang dialiri oleh sungai tersebut. Bengawan Solo pernah menjadi jalur masuknya perdagangan ke pulau Jawa sejak sebelum adanya kerajaan di Surakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka dan wawancara tidak terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bengawan Solo merupakan bagian dari perairan pedalaman Indonesia. Kesejahteraan manusia dan ekosistem sangat bergantung pada perairan pedalaman karena perairan pedalaman. Namun perairan pedalaman masih banyak memperoleh ancaman, terutama ancaman non militer. Ancaman terbanyak di sekitar Bengawan Solo meliputi bencana alam, perusakan lingkungan, dan konflik sosial. Untuk menghadapi ancaman tersebut, diperlukan suatu strategi pertahanan perairan pedalaman dengan memanfaatkan para pemangku kepentingan terkait Sungai Bengawan Solo agar bersinergi dalam mengoptimalkan kekuatannya. Saat ini, Pulau Jawa merupakan center of gravity Indonesia karena Ibu Kota Jakarta berada di dalamnya. Sehingga sistem pertahanan dan keamanan negara masih terpusat di Pulau Jawa.
Humour in the Situational Comedy Balada Kampung Riwil Mytha Candria
Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi Vol 6, No 2 (2023): Juni
Publisher : Prodi Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/endogami.6.2.227-234

Abstract

Humor is a universal human phenomenon that is culturally bounded. As an instance of expressive culture, humor communicates a set of beliefs and thoughts held by and shared in a community. This is the reason humor has for recent decades attracted the attention of anthropologists. A lot of humors are expressed in verbal language, and in this way linguistics, particularly pragmatics, provides an analytical tool to understand the meanings of humor. Humorous utterances in this study were taken from episode 118, entitled “Dyah Puspa Jaladri#1”, of a Javanese comic serial Balada Kampung Riwil. The data were analyzed using Grice’s Cooperative Principle to reveal the meanings behind the humor. The result shows that amusing effects arise when Grice’s maxims are intentionally flouted and humor in the serial serves various functions.