cover
Contact Name
Izmy Khumairoh
Contact Email
izmykhumairoh@lecturer.undip.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
izmykhumairoh@lecturer.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. dr. Antonius Suroyo Kampus Universitas Diponegoro Tembalang, Semarang, Jawa tengah, Kode Pos 50275
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
ENDOGAMI Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi
Published by Universitas Diponegoro
Core Subject : Humanities, Social,
Fokus bidang ilmu antropologi. Bentuk-bentuk karya ilmiah yang dapat dimuat adalah original article berupa artikel hasil penelitian review article atau makalah kajian pustaka berupa uraian singkat tentang temuan penelitian yang dianggap penting untuk segera dipublikasikan.
Articles 229 Documents
Ikhtiar Menghidupkan Kampung Adat Lama: Esensialisme—Anti Esensialisme dalam Pembelajaran Sekolah Adat di Kampung Wangun Danu Kurnianto
Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi Vol 7, No 2 (2024): Juni
Publisher : Prodi Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/endogami.7.2.403-419

Abstract

Pendidikan masyarakat adat yang mulai ditaja oleh berbagai LSM pada tahun 1990-an hari ini mulai bertumbuhan di berbagai wilayah adat di Indonesia. Wacana politik gerakan masyarakat adat (indigentas) menguat ketika AMAN dideklarasikan pada tahun 1999. Berbagai ragam variasi bentuk-bentuk artikulasi pengakuan hak-hak masyarakat adat kini turut berlangsung melalui media sekolah-sekolah adat. Pendidikan kritis-kontekstual yang digaungkan, ternyata belum berjalan seideal wacana untuk memperkuat kembali kesadaran akan memiliki hak atas wilayah adat. Kajian etnografis ini menemukan fakta bahwa terdapat penyelenggaraan pendidikan masyarakat adat di sebuah kampung adat lama yang kini hidup tanpa kepemimpinan adat, dilaksanakan dengan tidak langsung menyandarkan materi pembelajarannya dengan proses pembangunan yang sedang berlangsung di sekitar mereka. Wacana indegenitas yang dapat berlangsung melalui artikulasi dalam pendidikan masyarakat adat ternyata tidak selamanya digunakan untuk menggugah daya kritis generasi muda adat dalam merespon pembangunan. Pendidikan masyarakat adat yang dilakukan sekolah adat Birawa ini lebih banyak menggunakan pendekatan esensialis. Pendekatan esensialis dalam pendidikan masyarakat adat lebih mencoba merangkum dan menjalankan kekayaan pengetahuan lokal dan tradisi yang masih bertahan tanpa mengkontekstualisasikan dengan proses pembangunan yang terjadi. Artikel ini berkesimpulan bahwa dekontekstualisasi materi pembelajaran dari problematika pembangunan yang dihadapi masyarakat adat dilakukan agar anak lebih dahulu merasa memiliki dan cinta terhadap adat-istiadat mereka. Harapannya ketika anak mencintai adat mereka, mereka akan turut berjuang menegakkan hak-hak masyarakat adat
Tourism Tracking Berbasis Folklor Batak Toba Dalam Mendukung Cultural Tourism di Kabupaten Humbang Hasundutan Grace Meylin Hutauruk; Ruth Ellyana Ganda; Yenny Maharani Lubis; Asri Elfrida Marpaung; Yosie Mutiara Siahaan; Ayu Febryani
Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi Vol 7, No 1 (2023): November
Publisher : Prodi Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/endogami.7.1.87-102

Abstract

Riset bergerak atas dasar masalah yang ditemukan terkait masih belum ditemukannya naskah folklor yang ada di Kecamatan Baktiraja dan belum tereksposnya beberapa lokasi wisata berbasis folklor. Folklor menjadi suatu media suprastruktur yang diciptakan oleh para leluhur sebagai bentuk kontrol sosial. Tujuan dari riset ini adalah melakukan penelusuran dan pemetaan terhadap folklor-folklor yang ada di Kecamatan Baktiraja. Riset menggunakan metode penelitian kualitatif folklor dengan pendekatan pragmatik. Upaya maksimal dilakukan untuk menemukan folklor-folklor yang hampir terkubur seiring dengan hilangnya para penutur asli. Hasil riset menemukan ada 12 lokasi wisata berbasis folklor yang terdapat di Kecamatan Baktiraja. Selain itu, ditemukan tiga konsep yang terbentuk dari setiap lokasi yaitu folklor asal usul Raja Sisingamangaraja, folklor peninggalan Raja Sisingamangaraja, dan folklor ilmu mistis. Penelitian menghasilkan kesimpulan bahwa folklor terbentuk sebagai upaya pensakralan bagi setiap lokasi dalam tujuan konservasi lingkungan.   
Evaluasi Pemberdayaan Ekonomi Melalui Program Kreativitas Desa Padu Banjar Kecamatan Simpang Hilir Kabupaten Kayong Utara Anti Angraini
Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi Vol 7, No 2 (2024): Juni
Publisher : Prodi Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/endogami.7.2.316-331

Abstract

Pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu kegiatan yang bertujuan untuk memperbaiki kualitas hidup masyarakat melalui pendayagunaan SDM dan SDA yang ada pada masyarakat serta menekankan partisipasi sosial masyarakat tersebut, untuk mengambangkan daya nilai yang sudah ada dan menjadi program-program kreativitas untuk pertumbuhan perekonomian rumah tangga masyarakat. Penelitian ini akan mengkaji tentang evaluasi program pemberdayaan ekonomi yang telah didapat masyarakat dari Desa Padu Banjar, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui apakah program-program yang diberikan dari Desa Padu Banjar sudah tercapai. (2) mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat dari dari program-program yang telah diberikan kepada masyarakat. (3) menggali potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia dengan memberikan pelatihan dan sosialisasi mengenai program kreativitas ekonomi pada masyarakat Desa Padu Banjar. Metode penelitian kualitatif menjadi metode dalam pengumpulan data sehingga terbentuk analisis mengenai evaluasi program pemberdayaan ekonomi Desa Padu Banjar. 
Diskriminasi Upah Terhadap Perempuan yang Bekerja: A Perspective of Gender Work Place Putri Rahmah Nurhakim; Ita Rodiah; Henky Fernando
Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi Vol 7, No 1 (2023): November
Publisher : Prodi Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/endogami.7.1.16-31

Abstract

Gender discrimination in the workplace and inequality in pay have become widely debated topics. This article presents in-depth and concrete case studies to understand better how gender inequality affects individuals and organizations in the workplace. Case studies can cover the experiences of individuals who have faced pay discrimination, difficulties in achieving promotions, or other negative impacts arising from gender inequality. In addition, discrimination is also displayed in memes that reflect unfair salary differences between men and women who have the same qualifications, highlighting discrimination in promotions, gender stereotypes, and the wider economic gap that affects women in the workplace... The method used in writing this article is a literature review, virtual ethnography. The author tries to explain the issue of gender discrimination against wages through competent references to articles and books based on this study. The results of the research show that through memes and interviews, issues of gender discrimination in the workplace, especially in the context of wages, become more visible and make people aware of the inequalities that need to be addressed immediately.
Cerita Ibu Dari Kaki Pegunungan Prau: Pengetahuan Lokal dan Upaya Penyelesaian Masalah Stunting Pada Balita di Desa Igrimranak Wonosobo Eka Yuniati
Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi Vol 7, No 2 (2024): Juni
Publisher : Prodi Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/endogami.7.2.238-254

Abstract

Stunting atau gizi pendek menjadi salah satu masalah gizi kronis yang berdampak terhadap serius terhadap kualitas sumber daya manusia dan belum terselesaikan di Indonesia. Berbagai program telah diupayakan untuk menangani masalah stunting oleh pemerintah, namun belum menunjukkan hasil yang optimal. Oleh karena itu, studi mengenai masalah stunting juga masih perlu dilakukan dengan melibatkan aspek sosial-budaya dan pendekatan secara komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji permasalahan stunting berlatar pada masyarakat pegunungan di Desa Igirmranak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi untuk mengidentifikasi pengetahuan lokal ibu balita tentang stunting dan upaya pemenuhan gizi pada balita di Desa Igirmranak. Teknis pengumpulan data dilakukan dengan melakukan pengamatan, wawancara mendalam, dan penelusuran kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan dan pemahaman ibu balita mengenai stunting masih kurang. Stunting dipahami bukan sebagai penyakit serius dan menganggap balita memiliki ukuran tubuh normal seperti pada umumnya. Faktor penyebab balita stunting dipengaruhi oleh faktor internal dari balita maupun faktor eksternal. Berbagai upaya dan program penanganan stunting dilakukan oleh pemerintah desa Igirmranak seperti kegiatan posyandu secara rutin, pemberian makanan tambahan pada balita, pemberian tablet penambah darah pada remaja, dan pemberian makanan tambahan pada ibu hamil.
Konsep “Manusia Autentik” Menurut Søren Kierkegaard Dalam Menyikapi Fenomena Flexing Pada Kaum Muda Yulianus Evantus Hamat; Fransiskus A.D. Satyawardhana; Agustinus Ferdino; Nur Oktavianus Yeval
Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi Vol 7, No 2 (2024): Juni
Publisher : Prodi Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/endogami.7.2.496-507

Abstract

Fokus utama tulisan ini adalah menggali konsep manusia autentik menurut Søren Kierkegaard dalam menyikapi fenomena “flexing” pada kaum muda. Fenomena flexing adalah kecenderungan untuk memamerkan gaya hidup mewah dan kesuksesan (pencapaian) yang diraih seseorang dengan tujuan untuk serta mendapat pengakuan dari sesama. Fenomena flexing tengah merambat kepada semua manusia pada zaman modern. Tanpa terkecuali kaum muda. Dalam menyikapi fenomena ini, penulis mengambil konsep manusia autentik dari Søren Kierkegaard. Dia adalah seorang filsuf eksisitensialisme yang memusatkan pemikirannya pada manusia dan problematika yang dialaminya. Penulis melihat bahwa konsep manusia autentik yang digagas Søren Kierkegaard mampu menjadi solusi untuk memutus mata rantai fenomena flexing pada kaum muda. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui apa itu fenomena Flexing, penyebab fenomena flexing, apa itu manusia autentik menurut Søren Kierkegaard, serta apa sumbangan gagasan manusia autentik Søren Kierkegaard dalam meminimalisir merebaknya fenomena flexing pada kalangan kaum muda. Tulisan menggunakan pendekatan studi pustaka yakni pembacaan kritis atas pemikiran Søren Kierkegaard dan fenomenologi terhadap fenomena flexing. Penelitian ini menemukan bahwa kecenderungan untuk pamer di media sosial atau flexing yang dialami kaum muda dilatarbelakangi oleh krisis eksistensi dan pengakuan yang dialmi kaum muda. 
Strategi Adaptasi Sopir Angkot Purwokerto dalam Bertahan Hidup di Tengah Kehadiran Trans Banyumas Fateh Fatmaningsih; Dani Mohammad Ramadhan
Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi Vol 7, No 1 (2023): November
Publisher : Prodi Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/endogami.7.1.183-197

Abstract

Angkutan kota atau angkot merupakan transportasi umum yang sudah lama beroperasi di Kota Purwokerto. Angkot juga menjadi sarana penghidupan bagi beberapa orang dengan bekerja sebagai sopir angkot Purwokerto. Hadirnya Trans Banyumas di kota Purwokerto memberikan pengaruh terhadap sopir angkot Purwokerto karena masyarakat Purwokerto lebih memilih untuk menggunakan Trans Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kehadiran Trans Banyumas terhadap kehidupan sopir angkot Purwokerto dan strategi yang mereka lakukan untuk bertahan hidup. Penelitian ini menggunakan teori praktik sosial yang diperkenalkan oleh Elizabeth Shove. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif-etnografi. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh Trans Banyumas membuat beberapa sopir angkot Purwokerto memilih pekerjaan lain untuk menghidupi dirinya dan keluarganya, sedangkan yang lainnya mencoba bertahan dengan pekerjaannya sebagai sopir angkot Purwokerto. Sopir angkot Purwokerto yang masih bertahan melakukan berbagai strategi adaptasi yang dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu strategi yang dilakukan dalam mempertahankan pekerjaannya dan strategi guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Selain itu, hadirnya Trans Banyumas juga memberi makna baru kepada sopir angkot Purwokerto.
Diskursus Ontologis Suku Jawa serta Pemaknaan Pitutur Jawa Berdasarkan Metode Verifikasi Alfred Jules Ayer Alfian Tri Laksono
Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi Vol 7, No 2 (2024): Juni
Publisher : Prodi Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/endogami.7.2.420-432

Abstract

Bahasa merupakan instrumen penting dalam keberlangsungan peradaban umat manusia. Penelitian ini secara khusus bertujuan untuk menganalisis salah satu produk bahasa, yaitu pitutur jowo yang merupakan bagian dari budaya suku Jawa. Analisis terhadap pitutur jowo tersebut dilakukan dengan menggunakan metode verifikasi Alfred Jules Ayer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan sumber data yang didapatkan dari laporan tertulis yang bersifat ilmiah dan sumber-sumber pustaka yang berkaitan dengan penelitian ini. Dengan pertanyaan peneltian yang dimaksudkan adalah bagaimana penjelasan terkait asal-usul orang/suku Jawa dan bagaimana falsafah hidup yang berkembang dan dipegang oleh masyarakat suku jawa, serta bagaimana menurut metode verifikasi A.J Ayer mengenai beberapa pitutur jowo. Hasil dalam penelitian ini adalah dalam sembilan pitutur yang dianalisis terdapat empat pitutur yang dikualifikasikan sebagai suatu yang meaning full dan sisanya meaning less. Pitutur yang dipilih sebagai objek penelitian ini adalah jenis pitutur sinandi yang umum digunakan oleh keluarga dalam mendidik anak usia dini. Kemudian hasil lainnya berkaitan dengan asal-usul suku Jawa, diketahui terdapat lima sumber yang dapat dijadikan referensi untuk mengetahuinya, yaitu pendapat dari sejarawan; pendapat arkeolog; babad tanah jawi; tulisan kuno India; dan surat kuno Keraton Malang.
Memulihkan Keakraban Manusia dan Alam Melalui Ritual Purifikasi Motayok di Desa Bilalang Bolaang Mongondow Rivo Ronaldo Ingkiriwang; Tony Tampake; Rama Tulus Pilakoannu
Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi Vol 7, No 1 (2023): November
Publisher : Prodi Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/endogami.7.1.103-118

Abstract

Tulisan ini membahas tentang ritual purifikasi Motayok yang sudah jarang dilakukan oleh masyarakat Mongondow dikarenakan ada misintrepretasi dengan hukum Syariah. Satu-satunya Desa yang intens melaksanakan ritual purifikasi Motayok yakni di Desa Bilalang. Ritual purifikasi Motayok adalah pengobatan alternatif dengan meminta bantuan roh leluhur untuk mengobati orang sakit. Meminta bantuan roh leluhur dalam ritual purifikasi Motayok menggunakan sebuah tarian disebut tari Tayok. Adapun metode penelitian yang digunakan yaitu jenis kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara serta kajian pustaka. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa ritual purifikasi Motayok pada masyarakat Desa Bilalang menjadi jalan alternatif mereka dalam melakukan sebuah pengobatan. Tetapi, pengobatan dilakukan dengan meminta bantuan roh leluhur yang dipercaya memiliki kekuatan melampui manusia. Selain itu, roh leluhur dipercaya telah menjaga alam, sehingga roh leluhur sangat melekat dengan kehidupan masyarakat Desa Bilalang. Ketika ada misintrepretasi dengan hukum Syariah yang membuat masyarakat Mongondow tidak lagi melakukan ritual purifkasi Motayok secara otomatis relasi mereka dengan roh leluhur juga ikut terputus. Dengan kata lain, ritual purifikasi Motayok tidak hanya sebatas pengobatan alternatif. Melainkan, juga dapat memulihkan keakraban masyarakat Desa Bilalang dengan alam sekitar mereka.Tulisan ini membahas tentang ritual purifikasi Motayok yang sudah jarang dilakukan oleh masyarakat Mongondow dikarenakan ada misintrepretasi dengan hukum Syariah. Satu-satunya Desa yang intens melaksanakan ritual purifikasi Motayok yakni di Desa Bilalang. Ritual purifikasi Motayok adalah pengobatan alternatif dengan meminta bantuan roh leluhur untuk mengobati orang sakit. Meminta bantuan roh leluhur dalam ritual purifikasi Motayok menggunakan sebuah tarian disebut tari Tayok. Adapun metode penelitian yang digunakan yaitu jenis kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara serta kajian pustaka. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa ritual purifikasi Motayok pada masyarakat Desa Bilalang menjadi jalan alternatif mereka dalam melakukan sebuah pengobatan. Tetapi, pengobatan dilakukan dengan meminta bantuan roh leluhur yang dipercaya memiliki kekuatan melampui manusia. Selain itu, roh leluhur dipercaya telah menjaga alam, sehingga roh leluhur sangat melekat dengan kehidupan masyarakat Desa Bilalang. Ketika ada misintrepretasi dengan hukum Syariah yang membuat masyarakat Mongondow tidak lagi melakukan ritual purifkasi Motayok secara otomatis relasi mereka dengan roh leluhur juga ikut terputus. Dengan kata lain, ritual purifikasi Motayok tidak hanya sebatas pengobatan alternatif. Melainkan, juga dapat memulihkan keakraban masyarakat Desa Bilalang dengan alam sekitar mereka. 
Thebridestory Media Representation of Bride: Between Bridal Fiction and Consumerism Vir Risky Kustiani
Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi Vol 7, No 2 (2024): Juni
Publisher : Prodi Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/endogami.7.2.332-352

Abstract

This article will explain how wedding media constructs and shapes the representation of brides in its publications. The analysis uses digital ethnographic methods with a semiotic approach to analyze Thebridestory Instagram content. Studies will be conducted to explore the representation of the bride's portrait in Thebridestory posts and what the wedding media constructs through language, symbols, and signs. Research shows that the bride portrait in Thebridestory uploads shows how bridal fiction is constructed and visualized into wedding documentation portraits. The implication of this is the celebration of a new form of feminity celebrated in the logic of consumerism. The wedding documentation published by Thebridestory narrates the idea of heteronormativiy through the celebration of women's feminity at the wedding celebration and the consumption of wedding that has become a whole. Then, the posts became a show that resulted in gazing from female audience. This representation perpetuates the patriarchal system by constructing marriage as an ideal choice for women.