cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
media.elektro.undana@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Media Elektro : Journal of Electrical Power, Informatics, Telecommunication, Electronics, Computer and Control System
ISSN : 22526692     EISSN : 27154963     DOI : http://doi.org/10.35508/jme
Jurnal Media Elektro adalah merupakan jurnal ilmiah yang menyajikan artikel yang bersifat original tentang pengetahuan dan informasi riset ataupun aplikasi riset dan pengembangannya. Jurnal ini merupakan sarana publikasi dan karya riset beserta pengembangannya di bidang teknologi. Untuk penulis yang berminat untuk Pemuatan artikel di jurnal ini, maka dapat dialamatkan ke email:media.elektro.undana@gmail.com. Artikel yang masuk akan diseleksi oleh editor. Jurnal ini terbit secara berkala sebanyak dua kali dalam setahun.
Arjuna Subject : -
Articles 213 Documents
RANCANG BANGUN ROBOT MOBIL DENGAN SISTEM NAVIGASI BERBASIS ODOMETRY MENGGUNAKAN ROTARY ENCODER Hendrik J. Djahi; Samy Yeverson Doo; Antonius M. P. Nuga
Jurnal Media Elektro Vol 8 N0.1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.27 KB) | DOI: 10.35508/jme.v8i1.1082

Abstract

Dewasa ini penelitian mengenai dunia robotika berkembang begitu pesat. Temuan – temuan baru tersebut justru memaksa para peneliti untuk selalu mencari dan menemukan cara efektif agar robot yang dihasilkan lebih baik dari sebelumnya. Salah satunya berkaitan dengan proses pergerakan robot. Pada umumnya sistem navigasi robot memanfaatkan garis dan dinding yang tentunya membatasi pergerakan sebuah robot. Oleh karena itu metode odometry mulai dipakai untuk mengatasi keterbatasan tersebut. Pada prinsipnya metode odometry memperkirakan posisi relatif terhadap posisi awal dalam bernavigasi sehingga memungkinkan pergerakan sebuah robot lebih leluasa. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan suatu sistem navigasi robot yang baik dengan menggunakan metode odometry. Pembacaan jarak tersebut dilakukan oleh robot dengan menggunakan rotary encoder. Data yang diterima oleh sensor dalam rotary encoder akan diproses oleh mikrokontroler untuk mengatur pergerakan robot sesuai program yang telah ditanamkan. Hasil dari penelitian ini adalah posisi robot dengan koordinat akhir tidak selalu mengikuti koordinat akhir yang diberikan. Penyebabnya karena kurang tepatnya pemilihan konstanta pengubah sehingga berpengaruh pada tingkat kepresisian gerakan robot. Tetapi secara umum robot dapat bernavigasi odometry dengan cukup baik. Adapun faktor lain yang juga pengaruh terhadap hasil akhir pergerakan robot yakni adanya getaran pada robot serta permukaan lintasan. Keduanya sangat mempengaruhi pembacaan jumlah pulsa pada rotary encoder sehingga mempengaruhi juga hasil dari perhitungan odometry pada robot.
PENGAMAN KENDARAAN BERMOTOR JARAK JAUH BERBASIS GSM DAN MIKROKONTROLER Nanang D Prihanto; Samy Y Doo; Don EDG Pollo
Jurnal Media Elektro Vol 8 N0.1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.231 KB) | DOI: 10.35508/jme.v8i1.1273

Abstract

ABSTRAK Sistem pengaman kendaraan bermotor bawaan pabrikan seperti kunci stir telah banyak digunakan. Akan tetapi pencurian kendaraan bermotor masih terjadi karena kunci stir dapat dilumpuhkan dengan kunci T. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) terjadi sekitar 35.226 kasus pencurian kendaraan bermotor di tahun 2017 dan 38.741 kasus di tahun 2018. Dari data tersebut menunjukkan bahwa setiap tahun angka pencurian semakin meningkat. Salah satu penyebab meningkatnya pencurian adalah satu-satunya pengaman motor hanya kunci stir tersebut. Selain itu sistem tersebut tidak dilengkapi pengaman yang dapat memantau posisi kendaraan. Oleh karena itu pada penelitian ini telah dibuat sistem pengaman kendaraan bermotor berbasis GSM dan mikrokontroler. Alat tersebut dapat mengaktifkan dan menonaktifkan mesin kendaraan dengan cara memutus arus ke koil, serta dapat mengaktifkan dan menonaktifkan alarm dari jarak jauh. Keunggulan tambahan dari alat ini adalah terdapat fitur yang dapat memberitahukan posisi kendaraan dalam bentuk koordinat yang dapat diakses menggunakan aplikasi Googlemaps yang terdapat di smartphone. Penelitian ini menyajikan rancang bangun sistem pengaman kendaraan bermotor berbasis GSM dan mikrokontroler. Hardware sistem terdiri dari lima komponen alat utama yaitu mikrokontroler Arduino, GSM Shield, Modul GPS, Driver Relay, IC4017. Software pemrograman menggunakan Arduino IDE versi 1.8.5, dimana program dirancang untuk menonaktifkan dan mengaktifkan kendaraan maupun alarm serta mengirimkan koordinat melalui perintah SMS (Short Message Service). Kata kunci : Mikrokontroler, SMS, GSM shield, Modul GPS, IC 4017
PENENTUAN PRIORITAS PADA JARINGAN BACK-BONE PALAPA RING MENGGUNAKAN DERAJAT NODE DAN CUT VERTEX Stephanie Imelda Pella; Hendro FJ Lami
Jurnal Media Elektro Vol 8 N0.1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.916 KB) | DOI: 10.35508/jme.v8i1.1288

Abstract

Palapa Ring is a project aiming to connect provinces and cities in Indonesia via a high data speed telecommunication path. The purpose of this research is to identify the priority scale of each node in Palapa Ring Backbone network by considering the degree of each node and the cut vertices of the network. The result shows that the existing infrastructure in Palapa Ring comprised 48 nodes and 117 links. The nodes with the highest degree in the network were PBR, PTK, BJM, JK, SB and UP, with each of the nodes was connected to four links. Cut vertices in the network consisted of 22 nodes. The nodes in the network are classified into 4 categories. Five nodes (PBR, PTK, BJM, SB and UP) fell into the 1st priority group, two nodes (JK,MDN) fell into the 2nd priority group, 16 nodes fell into the 3rd priority group and the rest fell into the non priority group.
ANALISIS PERBANDINGAN ALGORITMA RIVEST SHAMIR ADLEMAN (RSA) & RIVEST CODE 6 (RC6) DALAM KEAMANAN CITRA DIGITAL Syahrul Syahrul; Silvester Tena; Sarlince O. Manu
Jurnal Media Elektro Vol 8 N0.1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.155 KB) | DOI: 10.35508/jme.v8i1.1378

Abstract

Citra digital merupakan satu media yang dapat disimpan pada media penyimpanan atau ditransmisikan melalui jaringan. Namun dalam transmisi dapat terjadi tindakan pencurian dan penyalahgunaan data yang merugikan pihak berkepentingan terhadap data tersebut. Untuk melindungi dan menjaga kerahasiaan sebuah citra digital digunakan metode kriptografi. Pada penelitian ini dibandingkan dua algoritma yaitu Rivest Shamir Adleman (RSA) dan Rivest Code 6 (RC6). RSA merupakan salah satu algoritma asimetris dimana kunci enkripsi dan dekripsi yang digunakan berbeda, sedangkan RC6 merupakan algoritma simetris dimana kunci yang digunakan sama. Berdasarkan pengujian,waktu operasi algoritma RC6 lebih cepat dari algoritma RSA. Untuk pengujian noise yang dilakukan RSA lebih dapat bertahan daripada RC6. Hasil pengujian RSA dapat bertahan pada noise gaussian dengan nilai mean 0,00001 dan varian 0,000001 mendapatkan nilai MSE 1252,98 dan PSNR 43,85 dB, sedangkan RC6 tidak dapat bertahan dengan noise ini. Kemudian untuk noise salt & pepper, RSA dapat bertahan pada nilai density 0,05 dengan nilai MSE 1256,66 dan PSNR 42,71 dB, sedangkan RC6 dapat bertahan pada nilai density 0,01 dengan nilai MSE 1108,85 dan PSNR 40,72 dB. Berdasarkan pengujian kompresi kedua algoritma ini sama-sama tidak tahan terhadap lossy compression, sedangkan untuk lossless compression kedua algoritma masih bisa bertahan yakni hasil dekripsi sama dengan citra asli.
IMPLEMENTASI DETEKSI DAN PENGENALAN WAJAH PADA SISTEM UJIAN ONLINE MENGGUNAKAN METODE DEEP LEARNING BERBASIS RASPBERRY PI Hendro FJ Lami; Stephanie Imelda Pella
Jurnal Media Elektro Vol 8 N0.1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.807 KB) | DOI: 10.35508/jme.v8i1.1394

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem yang secara otomatis dapat mengenali peserta dalam tes berbasis online untuk efisiensi waktu dan biaya. Sistem ini terdiri dari Raspberry Pi untuk menjalankan algoritma pengenalan wajah, Kamera Pi untuk menangkap gambar peserta dan server lokal untuk menyimpan data peserta. Pada tahap awal penelitian, dibangun sebuah dataset yang berisi foto terbaru peserta dan id peserta. Dataset ini kemudian digunakan dalam proses pembelajaran menggunakan algoritma haarcascade yang merupakan bagian dari metode deep learning untuk menghasilkan sebuah model. Pada tahap pengenalan, gambar peserta dibandingkan dengan model. Peserta yang berhasil dikenali akan secara otomatis dialokasikan ke komputer yang tersedia. Pengujian menunjukkan bahwa sistem berhasil mengenali peserta tes dan yang bukan peserta tes.
SISTEM KONTROL RUMAH BERBASIS INTERNET OF THINGS (IOT) MENGGUNAKAN ARDUINO UNO Alvin R. Kedoh; Nursalim Nursalim; Hendrik Jeheskial Djahi; Don E.D.G. Pollo
Jurnal Media Elektro Vol 8 N0.1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.708 KB) | DOI: 10.35508/jme.v8i1.1403

Abstract

Pemanfaatan internet yang meningkat telah menghasilkan inovasi dalam sistem kontrol. Internet of Things atau IoT merupakan inovasi dimana beberapa perangkat elektronik dapat dikontrol dari jarak jauh dengan memanfaatkan internet untuk memperoleh sistem kontrol yang lebih efisien dan menghemat waktu. Penelitian ini memanfaatkan IoT untuk mengendalikan beberapa perangkat elektronik yang biasanya digunakan di rumah-rumah seperti lampu, kipas angin, dan sistem penguncian pintu. Sistem yang dibangun berbasis Android dengan memanfaatkan perangkat Arduino Uno sebagai sistem kontrol. Selain itu, sistem tersebut juga dapat mendeteksi keadaan lampu baik menyala, padam, maupun tidak terhubung dengan listrik. Sistem pengontrol tersebut dapat digunakan secara manual atau otomatis dengan memanfaatkan sensor cahaya dan timer supaya perangkat elektronik seperti lampu, dapat menyala secara otomatis pada waktu yang telah ditentukan sebelumnya. Hasil pengujian menunjukkan bahwa aplikasi sistem yang dibangun dapat berfungsi dengan baik. Sistem tersebut menunjukkan perbedaan nilai delay pada beberapa perangkat yang disebabkan oleh pemanfaatan sensor arus. Sensor arus tersebut digunakan untuk mengetahui kondisi perangkat elektronik yaitu lampu, sebelum dan setelah dikontrol atau untuk mengetahui kondisi terkini dari perangkat tersebut.
PEMANFAATAN SPEECH RECOGNITION PAD SMARTPHONE ANDROID SEBAGAI SISTEM PENGONTROLAN PINTU BERBASIS MIKROKONTROLLER Phillipe W. N. Banamtuan; Hendrik Djahi; Amin Ajaib Maggang
Jurnal Media Elektro Vol 8 N0.1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.015 KB) | DOI: 10.35508/jme.v8i1.1421

Abstract

Perkembangan pada sistem kontrol terus mengalami inovasi seiring dengan perkembangan teknologi. Speech recognition pada smartphone merupakan suatu teknologi yang dimanfaatkan sistem kontrol untuk memudahkan aktivitas manusia. Penelitian ini telah berhasil memanfaatkan speech recognition yang terdapat Smartphone Android untuk menerima perintah suara sebagai input kepada arduino uno. Arduino uno kemudian berfungsi sebagai pusat kendali dari sistem kerja alat pengendali pintu. Alat ini menggunakan bluetooth sebagai media komunikasi data. Selain itu, relay digunakan sebagai saklar untuk menggerakan solenoid doorlock untuk melakukan penguncian pintu. Agar pintu dapat bergerak, buka dan tutup, sebuah motor servo juga digunakan pada peneilitian ini. Aplikasi ini dapat digunakan secara online maupun offline. Pengujian jarak dan intensitas suara terhadap alat yang dibuat juga telah dilakukan. Jarak efektif untuk mengontrol pintu adalah 1 sampai 6 meter tanpa halangan. Jika terdapat halangan, jarak efektifnya adalah 1 sampai 3 meter. Sedangkan jarak antara pengguna dan smartphone adalah 30cm. Selain itu, Hasil untuk intensitas suara yang efektif untuk mengontrol pintu adalah 40 sampai 80 dB dengan kecepatan pengucapan 2 sampai 4 detik. Keywords: Speech recognition, android, mikrokontroler, people with disabilities
ANALISIS PROPAGASI PADA KAWASAN KAMPUS UNIVERSITAS NUSA CENDANA PENFUI KUPANG Leonardo F. Lay; Kalvein Rantelobo; Beby H. A. Manafe
Jurnal Media Elektro Vol 8 N0.1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (808.384 KB) | DOI: 10.35508/jme.v8i1.1440

Abstract

In a telecommunications system, a radio propagation model is needed to do a design, construction, and development of mobile communication systems. Propagation models commonly used are the Okumura-Hatta model and the COST model 231. These models are used to determine an accurate propagation model in a particular area. This study aims to obtain a propagation model on the environmental conditions of dry-land such as the University of Nusa Cendana areas by using Okumura-Hata path loss modeling and COST-231. In this study, the acceptance test drive was carried out at frequencies of 900 Mhz, 1800 Mhz and 1900 MHz using the G-NetTrack application on Telkomsel BTS in the University of Nusa Cendana area with Latitude coordinates -10.156738 and Longitude 123.668422 as well as observing frequencies using Spectrum Analyzer to be used as primary data. The next step is to calculate the received power data as secondary data using the Okumura-Hata path loss calculation and COST-231. Based on primary and secondary data an analysis of which propagation model matches the measurements in the field is carried out. From the propagation analysis, it can be concluded that the propagation model that suits the conditions on the campus area is the Okumura-Hatta model.
REKONFIGURASI JARINGAN PADA SALURAN UDARA TEGANGAN MENENGAH 20 KV PENYULANG NAIONI PT. PLN (PERSERO) ULP KUPANG MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK ELECTRICAL TRANSIENT ANALYSIS PROGRAM (ETAP) 12.6 Nikolaus M. Tana; Frans Likadja; Wellem F. Galla
Jurnal Media Elektro Vol 8 N0.1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1390.19 KB) | DOI: 10.35508/jme.v8i1.1441

Abstract

The 20 kV medium Voltage overhead lines of Naioni feeder on PT. PLN (Persero) ULP Kupang system has a feed length of ± 79.825 kms and is the longest of all feeders installed in the ULP Kupang. To minimize the voltage drop and power losses on the Naioni Feeder 20 kV medium Voltage overhead lines (SUTM), network reconfiguration needs to be done including changing the diameter of the conductor, installing a transformer insert and installing a capacitor bank using the help of ETAP software. From the results of the study, before reconfiguration, the voltage drop at the end of the Bus_Trafo KB 082 channel was 0.967 kV and the voltage drop percentage was 4.68% while the total power losses at Naioni Feeder were 20 kV, which were active power losses of 48.062 kW and loss reactive power loss of 25,689 kVAR. Furthermore, after reconfiguring the carrying diameter on the channel that still uses a small diameter of 35 mm2, it will be converted to 70 mm2 on cable 17 that connects the KB 119 Transformer Bus channel to the KB 074 Transformer Bus which is a fairly long distance from all other channels. So that after carrying out the reconfiguration of the conductor diameter, the voltage drop at the end of the Bus Trafo KB 082 channel is 0.844 kV and the voltage drop percentage is 4.24%, while the total power losses in the Naioni Feeder are 20 kV which are active power losses of 41.142 kW and conductor reactive power loss of 25.53 kVAR. Furthermore, after installation of the transformer insert and changing the conductor diameter on cable 17 of 35 mm2 will be changed to 70 mm2 connecting the Transformer Bus Channel KB 119 to the KB 074 Transformer Bus, then the voltage drop at the end of the Bus Trafo KB 082 channel is 0.826 kV and the voltage drop percentage amounting to 4.15% while the total power losses at Naioni Feeder are 20 kV, namely active power losses of39.292 kW and reactive power losses of 24.467 kVAR. And then, if the capacitor bank is installed on the Bus Transformer KB 119 channel bus point to the Bus Trafo KB 074 channel, then the voltage drop at the Bus Trafo KB 082 channel end is 0.891 kV and the voltage drop percentage is 4.47%, while the total power losses are The 20 kV Naioni Feeder is an active power loss of 43.714 kW and a reactive power loss of 22.888 kVAR.
ANALISIS GANGGUAN HUBUNG SINGKAT PADA JARINGAN PEMAKAIAN SENDIRI PLTU BOLOK PT. SMSE (IPP) UNIT 3 DAN 4 MENGGUNAKAN SOFTWARE ETAP 12.6.0 Agusthinus S. Sampeallo; Nursalim Nursalim; Patrisius J. Fischer
Jurnal Media Elektro Vol 8 N0.1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.483 KB) | DOI: 10.35508/jme.v8i1.1442

Abstract

Bolok Steam Power Plant has its own 6.3 kV usage network to service loads such as Feed Water Pump and Circulating Pump Feed. This self-use network is expected to supply unit loads at the Bolok coal-fired steam power plant without any interference. The presence of disturbances such as short circuit in the electric power system can cause problems such as damage to electrical equipment and the emergence of a power outage. Therefore problems that arise like this require an analytical study to determine the short circuit current that will occur while reducing the consequences that arise. This study aims to determine the largest short circuit fault current with the help of ETAP 12.6.0 software. Short circuit simulation results with ETAP 12.6.0 will be compared with manual calculations based on positive, negative and zero sequence impedance values from the point of disturbance location. Based on the results of the research that has been done, it is known that the type of two-phase short circuit interference to the ground is the largest type of interference, which is equal to 10,615 kA on the generator bus. Whereas for the smallest type of short circuit interference is the type of disturbance one phase to the ground that is equal to 3,967 kA on the OutGoing II bus. From the results of the simulations conducted, it can also be seen that changes in the value of short circuit fault currents are affected by changes in the number of operating loads. The more load that operates the positive and negative sequence impedance the smaller and the value of the short circuit current will be greater, while the zero sequence impedance does not affect the amount of load operating, as well as the opposite.

Page 6 of 22 | Total Record : 213