cover
Contact Name
M. Syukri Ismail
Contact Email
msyukri_ismail@staiyasnibungo.ac.id
Phone
+6282278916431
Journal Mail Official
jurnalnurelislam@gmail.com
Editorial Address
Jl. Lintas Sumatera KM.04 Sungai Binjai Kec. Bathin III Kab. Bungo Provinsi Jambi Kode Pos 37211
Location
Kab. bungo,
Jambi
INDONESIA
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan
ISSN : 23377828     EISSN : 25276263     DOI : -
NUR EL-ISLAM Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan the journal is published by Institut Agama Islam Yasni Bungo Jambi Indonesia. It’s dedicated for the publication of scientific articles in Islamic Education, Islamic Economics and Religious Studies. The languages used in this journal are Indonesia, English and Arabic. This journal is published twice a year, April and October in printed and online version. The editors receive scientific articles of academics, lecturers, and researchers who have never been published by other Journals.
Articles 492 Documents
Meningkatkan Minat Belajar Siswa Dengan Menggunakan Strategi Learning Start With A Question (LSQ) Pada Kelas Online Masa Pandemi Covid 19 di Madrasah Aliyah Negeri 1 Bungo Yanfaunnas Yanfaunnas
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 8 No 2 (2021): (Oktober 2021)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/nuris.v8i2.304

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi karena rendahnya minat belajar kelas online pada masa pandemi covid 19 siswa kelas x mata pelajaran bahasa arab di Madrasah Aliyah Negeri 1 Bungo. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peningkatan minat belajar siswa dengan menggunakan strategi Learning Start With A Question (LSQ). Penelian ini menggunakan pendekatan kualitatif action research melalui model Kemmis and Taggart dengan dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pertama, tingkat minat belajar siswa pada mata pelajaran bahasa arab dengan pendekatan LSQ di siklus I meningkat dari 47,17%. menjadi 62,13%. Hal ini berarti bahwa penggunaan strategi LSQ mampu menjadi solusi dalam mengatasi rendahnya minat belajar siswa, sehingga dapat dijadikan sebagai variabel tindakan untuk siklus II. Kedua, tingkat minat belajar siswa pada mata pelajaran bahasa arab dengan strategi LSQ di siklus II meningkat menjadi 79,25%. Hal ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan strategi LSQ dapat meningkatkan minat belajar siswa di kelas x pada mata pelajaran bahasa arab Tema “Hiwayah” di Madrasah Aliyah Negeri 1 Bungo
Relevansi Pendidikan Multikulturalisme Nabi Muhammad dalam Konteks Keindonesiaan : Spirit Profetik dalam Mengelola Keragaman di Basis Masyarakat Multikultural Erna Herawati; Ratih Kusuma Ningtias; M Rudi Habibie
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 8 No 2 (2021): (Oktober 2021)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/nuris.v8i2.306

Abstract

Tulisan artikel ini bertujuan untuk menganalisis tentang pola Nabi Muhammad SAW dalam mengelola heterogenitas masyarakat Madinah secara toleran dan inklusif. Pada waktu yang bersamaan tulisan artikel ini juga bertujuan untuk me-landing-kan dan mengontekstualisasikan patronisme Nabi Muhammad dalam mengelola keragaman etnis budaya dan agama dalam konteks pendidikan agama di Indonesia. Disisi lain, tulisan artikel ini juga bertujuan untuk mencari titik temu antara Pancasila dan nilai-nilai ajaran Nabi Muhammad tentang toleransi beragama dalam piagam madinah. Metode analisis yang digunakan dalam tulisan artikel ini adalah studi kepustakaan yang menekankan analisis datanya pada beragam sumber literatur yang otoritatif. Ada beberapa temuan dalam tulisan artikel ini, yaitu: Pertama, posisi Nabi Muhammad sebagai kepala negara yang mampu menginisiasi lahirnya piagam Madinah justuru harus dilihat sebagai cikal bakal teoritis pendidikan multikulturalisme. Dalam rangka mewujudkan pendidikan multikulturalisme tersebut, Nabi Muhammad menjadikan teologi rahmatan lil ‘alamin sebagai bahan bakar kognitif, afektif dan psikomotorik. Masyarakat Madinah yang plural diedukasi oleh Nabi Muhammad melalui nilai-nilai ajaran Islam yang universal. Keteladanan Nabi Muhammad dengan akhlaknya yang universal menjadi modal penting terwujudnya sikap toleransi dalam menyikapi multikulturalisme masyarakat Madinah. Kedua, Indonesia sebagai negara yang terdiri dari berbagai varian ras, suku, agama dan budaya menjadi relevan untuk me-landing-kan nilai-nilai multikulturalisme tersebut. Ketiga, Pada waktu yang bersamaan Pancasila yang dijadikan sebagai falsafah hidup bernegara oleh masyarakat Indonesia selaras dengan ajaran-ajaran tentang toleransi di tengah kehidupan multikulturalisme masyarakat Madinah. Keragaman agama, suku dan budaya mampu disulam dan dirajut secara harmoni melalui nilai-nilai Islam yang universal sebagaimana yang tertuang dalam Pancasila.
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakan Metode Peta Konsep Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas III Sekolah Dasar Negeri 65/II Sungai Bangsat Bungo Fitria Carli Wiseza
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 8 No 2 (2021): (Oktober 2021)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/nuris.v8i2.324

Abstract

This research was conducted aiming to improve student learning outcomes through the concept map method in learning activities. The type of research in this thesis is Classroom Action Research (CAR). The research subjects were third grade students of SDN 65/II Sungai Bangsat Bungo, totaling 24 students, 12 male students and 12 female students. This research includes 2 cycles. Each cycle consists of 4 stages in its implementation, namely planning, implementing actions and observations, and reflection. For data collection techniques in the form of observation sheets, interviews, and learning outcomes tests. And the data analysis technique in the form of an assessment scale includes 4 categories of learning achievement achievement. The results of the study obtained an increase in student learning outcomes in Cycle I by 58% which was in the fairly good category and increased again in Cycle II to 88% in the very good category of the total number of third grade students at SDN 65/II Sungai Bungo bastard. Based on the results of the study, it was concluded that the concept map method carried out during learning activities had been proven to improve the learning outcomes of third grade students at SDN 65/II Sungai Bangsat Bungo.
Eksistensi Lembaga Pendidikan Islam Non Formal Halimatus Sa'diah; Zulmuqim Zulmuqim; Muhammad Kosim
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 8 No 2 (2021): (Oktober 2021)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/nuris.v8i2.321

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu alat untuk dapat membimbing seseorang menjadi orang yang baik terutama pendidikan islam. Dengan pendidikan islam akan membentuk karakter akhlakul karimah bagi peserta didik sehingga mereka mampu memfilter mana pergaulan yang baik dan mana yang tidak baik, lembaga pendidikan islam non formal merupakan salah satu lembaga yang memiliki tugas dan tanggung jawab untuk mewujudkan tujuan pendidikan islam. Tujuan penelitian ini ingin mengambarkan bagaimana bentuk – bentuk lembaga pendidikan islam non formal dan bagaimana eksistensi lembaga pendidikan islam non formal. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif yang menitik beratkan pada penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan teks buku-buku pendidikan islam, dan naskah yang bersumber dari khazanah kepustakaan yang relevan. Hasil penelitian ini adalah bahwa lembaga pendidikan Islam nonformal memiliki kedudukan yang kokoh dalam Sistem Pendidikan Nasional. Dengan demikian, tidak ada pihak yang, karena alasan rasionalitas, efisiensi apalagi tidak senang, dapat menghalangi pelaksanaan pendidikan Islam. Eksistensi lembaga pendidikan Islam nonformal sebagai lembaga pendidikan dan dakwah serta lembaga kemasyarakatan telah tumbuh dan berkembang bersama warga masyarakatnya sejak berabad-abad. Oleh karena itu secara kultural lembaga ini bisa diterima, tetapi juga ikut serta membentuk dan memberikan corak serta nilai kehidupan kepada masyarakat yang senantiasa tumbuh dan berkembang.
فحص نقاش مستخدمي الإنترنت حول وجود ريا ريكيس في عالم الإنترنت Nurul Hikmah; Dzikrul Hakim Tafuzi Muiz
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 8 No 2 (2021): (Oktober 2021)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/nuris.v8i2.371

Abstract

الغرض من هذا البحث هو فهم صراع التعبيرات المرئية لـريا ريكيس مع تصورات مستخدمي الإنترنت للأخلاق فيما يتعلق بالصور ومقاطع الفيديو الخاصة بـريا ريكيس في الفضاء الإلكتروني ، وفهم الهوية الجنسية التي يتم إنشاؤها وفرضها من قبل مستخدمي الإنترنت في الفضاء الإلكتروني على ريا ريكيس وتحليل ريا ريكيس التقوى الشعبية التي تصف التحول الرمزي في استخدام وسائل التواصل الاجتماعي والحجاب وأسلوب حياة الشابات المسلمات المعاصرات مقارنة بالأجيال السابقة. الطريقة المستخدمة في هذه الدراسة هي تحليل الاستقبال الذي قدمه ستيوارت هول لفهم صراع منتجات ريا ريكيس الثقافية الشعبية وفهم مستخدمي الإنترنت (الجمهور) في فهم النصوص والمرئيات الإعلامية. نتائج هذه الدراسة هي أن ريا ريكيس بصفتها امرأة مسلمة من جيل الألفية تواجه الانضباط المهيمن للهوية التي تعني كيف يجب أن يتصرف المسلمون بحشمة وسيطرة على الجسم وهو الأمر الذي أكده مستخدمو الإنترنت كثيرًا. ومع ذلك ، فهو يظهر وجوده من خلال وضع نفسه كمسلم متدين من جيل الألفية يلتزم بارتداء الحجاب والمشاركة في نشر رسالة الإسلام ، ومن ناحية أخرى لا يزال يحافظ على هويته وشخصيته الألفي المبهجة والمثيرة والشاملة. من الإثارة كبرنامج يوتوبي وسليبجرام. وهذا يؤكد موقفه بأنه يمكن أن يصبح مسلمًا تقيًا وفي نفس الوقت لا يمنعه من أن يصبح مسلمًا من جيل الألفية الذي يفضله الكثيرون في الصناعة الإبداعية لمواقع التواصل الاجتماعي.
Agama dan Perubahan Sosial di Basis Multikulturalisme: Sebuah Upaya Menyemai Teologi Pedagogi Damai di Tengah Keragaman Agama dan Budaya di Kabupaten Malang Syamsul Arifin; Moh Anas Kholis; Nada Oktavia
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 8 No 2 (2021): (Oktober 2021)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/nuris.v8i2.372

Abstract

Kebhinekaan agama dan budaya ibarat pedang bermata dua. Di satu sisi merupakan sebuah kekayaan dan menjadi kekuatan dan peluang. namun di sisi lain juga dapat menjadi pemicu konflik dan perpecahan jika tidak di kelola dengan baik. Kasus Poso, Sampit dan Tolikara merupakan sebagian exsemplar contoh bagaimana keragaman agama dan budaya yang tidak termenej dengan baik. di titik inilah peran agama sebagai basis perubahan sosial menempati peran vital untuk dijadikan sebagai katalisator perdamaian di dunia. melalui doktrin-doktrin peace education yang menjadi inti ajaran semua agama diaharapkan eksistensi agama mampu menjadi alat penyulam kebhinekaan agama dan budaya di indonesia. Oleh karena itu, studi dalam tulisan ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis potret masyarakat multikultural di malang dalam menyikapi keragaman agama dan budaya. Selain itu artikel ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kognisi para guru PAI dalam melihat pentingnya teologi pedagogi damai di tengah keragaman agama dan budaya di Kabupaten Malang. pada waktu yang bersamaan artikel ini juga bertujuan untuk menganalisis media pembelajaran apa sajakah yang digunakan oleh guru PAI dalam menyemai teologi pedagogi damai di tengah keragaman agama dan budaya di Kabupaten Malang.
Covid-19 Vaccination in Malang City as an Implementation of Religious Moderation from the Perspective of Islamic Law Miftahudin Azmi
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 8 No 2 (2021): (Oktober 2021)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/nuris.v8i2.381

Abstract

The polemic about Covid-19 pandemic is indeed quite complicated, especially when it is accompanied by the rise of hoax news on various social media pages. The vaccination program promoted by the government initially encountered problems, some religious leaders refused to implement the vaccine because the raw material used came from pig trypsin. This condition makes it difficult for the government to cope with the COVID-19 pandemic. This study uses an empirical juridical approach by knowing the response of the people of the city of Malang in responding to the Covid-19 vaccination and analyzed with a maqashid sharia approach. The results showed that at first the people of Malang City were not enthusiastic about implementing the vaccine because it was influenced by information that developed on social media. However, in the end they were willing to be vaccinated after knowing the truth of the news and the importance of the covid-19 vaccination. The government's efforts to promote Covid-19 vaccination are in line with the maqashid sharia concept in the form of hifz al-nafs. More than that, religion by prioritizing the safety of the soul is a manifestation of moderation.
Al-Qur’an Sebagai Metode Terapi Penyakit (Shifa’) di Masa Pandemi Covid-19 Khoirul Anam; Aunur Rofiq
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 8 No 2 (2021): (Oktober 2021)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/nuris.v8i2.383

Abstract

Al-Qur’an adalah pedoman hidup bagi manusia, bahkan dinyatakan secara khusus sebagai hudan, shifa’ dan rahmah bagi orang-orang beriman. Namun terkait konteksnya dengan penyakit dan metode terapinya secara spesifik tidak dijelaskan secara rinci oleh al-Qur’an, sehingga membutuhkan penafsiran dan penjelasan untuk dapat memahaminya. Untuk itu perlu dilakukan penelitian: 1) Bagaimana tinjauan penyakit dan faktor-faktor yang mempengaruhinya menurut al-Qur’an alKarim?. 2) Bagaimana al-Qur’an sebagai metode terapi penyakit (shifa’) bagi orang-orang beriman di masa pandemic covid 19?. Jenis penelitiannya adalah kepustakaan (library research), dimana sumber datanya diambil dari kitab-kitab, buku-buku, jurnal-jurnal dan lain sebagaimnya yang terkait dengan ayat-ayat maradh, faktor-faktor yang memperngaruhinya dan ayat-ayat shifa’ beserta ayat-ayat lain yang melingkupinya dengan pendekatan analitik tematik. Kesimpulan penelitian: 1) penyakit menurut al-Qur’an adalah suatu kondisi atau keadaan upnormal pada diri seseorang yang dapat mengganggu dan merusak kesehatan fisik, mental dan spiritualnya (jiwa dan raganya), karena dipengaruhi oleh faktor pola makan, tekanan psikis atau mental spiritual dan pengaruh jin serta syetan (‘ain dan sihir) dan qulub yang meliputi aql, nafs dan ruh adalah sumber utamanya. 2) menurut al-Qur’an, metode terapi penyakit bagi orang-orang beriman adalah: a) dengan bertaubat atau kembali kepada Allah yang mengendalikan qulub (taubatan nasuha dan beramal sholeh). b) mengatur pola makannya yang sehat dan berkualitas (halalan thayyiban) dan menghindarkannya dari semua yang dilarang, termasuk israf. c) Membaca atau mendengarkan ayat-ayat al-Qur’an (ruqyah).
Peaceful Islam Persuasive Dialogue on The Family of Terrorists in the Middle of the Radical Islamic Movement Abdul Rohman; Abd. Rahman Ambo' Dalle
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 9 No 1 (2022): (April 2022)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/nuris.v9i1.389

Abstract

Efforts to deradicalize and counter radicalism based on terrorism have tended only to use an aggressive approach, even though a persuasive dialogical approach is far more significant than using a destructive path. At this point, the study in this article aims to identify in-depth the concepts and techniques offered by NU and Muhammadiyah to families exposed to radicalism. In addition, the analysis in this article also aims to analyze in-depth the strategies carried out by NU and Muhammadiyah based on radicalism in the Lamongan district. The research method used in this article is a descriptive qualitative approach using data collection techniques through in-depth interviews, observation, and documentation. The study results in this article show that, First, NU and Muhammadiyah, in their efforts to prevent radicalism, also apply several approaches, such as persuasive preventive measures mediated by formal educational institutions. Through these institutions, the roles of the two mass organizations intersubjectively convey the impact of the dangers of radicalism in the nation and state. In addition to formal efforts, non-formal and informal approaches are also carried out in preventive actions against the understanding and behavior of radicalism in religion. For example, in the activities of the dhikr assembly, religious lectures, and political activities. Furthermore, in this context, NU and Muhammadiyah, as the largest community organizations in Indonesia, have always been at the forefront of prominent patrons in conveying and warning about the dangers of radicalism, either in the form of brainwashing or in the form of materially beneficial offers. Second, NU and Muhammadiyah, as the largest mass organizations in Indonesia and Lamongan, must be recognized as playing a significant role in deradicalization and counter deradicalism, both of which synergize and join hands in knitting the realization of the theology of rahmatan lil 'alamiin in the terrorism base of Lamongan district. The strategy adopted by NU and Muhammadiyah is a persuasive dialogue with the families of former terrorists who isolate themselves more from the surrounding community. This approach is considered successful in neutralizing the ideologies of radicalism in Lamongan. The Fatayat NU and Nasyiatul Aisyiah institutions are deemed to have played a significant role in realizing this persuasive dialogue with mothers and women from terrorist families.
Strategi Pendidikan Akhlak pada Abad 21 dalam Perspektif Filsafat al-Ghazali Yafie Al Muhlasin; Mohamad Salik
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 9 No 1 (2022): (April 2022)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/nuris.v9i1.323

Abstract

Perkembangan peradaban pada abad 21 menuntut manusia untuk berperilaku serba instan. Perilaku itu dapat membawa ke arah kejahatan jika tidak dibentengi dengan pemupukan akhlak yang kuat pada saat mengenyam pendidikan di lembaga pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pendidikan akhlak yang sesuai untuk diajarkan pada lembaga pendidikan, baik formal, in-formal, maupun non-formal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan adalah penelitian pustaka (library research) dengan kitab Ihya ‘Ulumuddin sebagai sumber primernya. Pendidikan akhlak abad 21 yang diterapkan di lembaga pendidikan berbeda dengan abad sebelumnya. Pendidikan akhlak pada abad 21 lebih menekankan pada aspek penguatan jiwa dan akal anak didik. Menurut Imam al-Ghazali, setidaknya ada empat kriteria yang harus kuat dan dimiliki anak didik setelah selesai dari sekolahnya, yaitu kekuatan ilmu (pengalaman akal), dan kekuatan emosi, nafsu, adil (pengalaman jiwa). Menurutnya, sekolah harus membuat budaya-budaya baru dalam rangka memberikan penguatan akal dan jiwa anak didik. Seperti menambahkan berbagai macam ibadah disela-sela waktu pembelajaran anak didik dan memberikan sanksi dan reward kepada anak didik terhadap apa yang dilakukannya. Selain sekolah, orang tua juga berperan dalam pembentukan akhlak anak. Tuntutan berbakti kepada orang tua dapat mempengaruhi kekuatan jiwa anak didik, karena membiasakannya untuk melakukan hal-hal yang cenderung tidak disukai anak didik.