cover
Contact Name
Bohari
Contact Email
Bohari
Phone
-
Journal Mail Official
ghidzajurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta Km.9. Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
GHIDZA: Jurnal Gizi dan Kesehatan
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 26152851     EISSN : 26227622     DOI : -
Core Subject : Health,
GHIDZA: Jurnal Gizi dan Kesehatan adalah jurnal semi-tahunan yang diterbitkan pada bulan Juli dan Desember. GHIDZA dikelola oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat dan diterbitkan oleh Universitas Tadulako. GHIDZA menyediakan forum untuk dosen, akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa untuk menyampaikan dan berbagi pengetahuan dalam bentuk artikel penelitian empiris dan teoritis dibidang gizi dan kesehatan.
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 1 (2023): June" : 16 Documents clear
Hubungan Status Gizi dengan Nilai Sumatif Mahasiswa Program Studi Gizi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Ratu Diah Koerniawati; Mukhlidah Hanun Siregar
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 7 No 1 (2023): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v6i2.669

Abstract

Mahasiswa tingkat akhir menghadapi stres akademik sehingga menyebabkan peningkatan asupan makanan dan kondisi ini dapat menyebabkan masalah gizi lebih. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dan nilai sumatif pada mahasiswa tingkat akhir Program Studi Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Desain penelitian menggunakan cros sectional dengan pendekatan analitik. Pengambilan data dilakukan pada bulan Oktober tahun 2022.Sampel pada penelitian ini adalah mahasiswa tingkat akhir berjumlah 38 mahasiswa. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data indeks massa tubuh, rasio lingkar pinggang pinggul, dan data nilai sumatif mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan sebesar 26,3% mahasiswa mengalami gizi lebih dan lebih dari setengah (68,4%) memiliki risiko obesitas sentral. Selain itu setengah dari jumlah sampel memiliki nilai sumatif yang kurang (50%). Tidak ditemukan adanya hubungan signifikan antara IMT dan rasio lingkar pinggang panggul dengan nilai sumatif mahasiswa (p>0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan antara status gizi dengan nilai sumatif mahasiswa
Hubungan Ketahanan dan Kerawanan Pangan dengan Social Capital dan Food Choice Rumah Tangga Pra Sejahtera di Kelurahan Sidorejo Lor, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga Brigitte Sarah Renyoet; Malinda Christiana Putri; Theresia Pratiwi
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 7 No 1 (2023): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v7i1.425

Abstract

Ketahanan pangan masih menjadi isu permasalahan yang penting di Indonesia. Di lain sisi, permasalahan pangan di masyarakat juga dipengaruhi oleh sosial capital di lingkungan masyarakat. Adanya permasalahan pangan tersebut berdampak pada ketidakmampuan rumah tangga dalam memenuhi pangan keluarga akan berdampak pada food choice rumah tangga. Social capital dan food choice sendiri juga berkontribusi dalam ketahanan pangan pada rumah tangga pra sejahtera. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan ketahanan dan kerawanan pangan rumah tangga pra sejahtera dengan social capital dan food choice di Kelurahan Sidorejo Lor, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Responden penelitian ini adalah 73 rumah tangga pra sejahtera di Kelurahan Sidorejo Lor. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner ketahanan dan kerawanan pangan rumah tangga (United States Household Food Security Survey Module), kuesioner social capital dan kuesioner food choice. Hasil uji chi square menunjukkan bahwa adanya hubungan antara ketahanan dan kerawanan pangan dengan social capital, yang dibuktikan dengan nilai p < 0.05 (p=0.007). Sedangkan untuk food choice, tidak terdapat hubungan antara ketahanan dan kerawanan pangan dengan food choice, yang dibuktikan dengan nilai p > 0.05 (p=0.083). Kesimpulan dari penelitian ini adalah social capital menjadi faktor yang memengaruhi ketahanan dan kerawanan rumah tangga pra sejahtera di Sidorejo Lor.
Analisis Indeks Glikemik Permen Jelly Ekstrak Sari Daun Suruhan (Peperomia pellucida) untuk Penderita Diabetes Ira Mahyuni Nur; Brenda Febrina Zusriadi; Nur Zenab Karim Supu; Margaretha Solang
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 7 No 1 (2023): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v7i1.456

Abstract

Diabetes mellitus menjadi salah satu penyakit yang dominan diderita oleh masyarakat Indonesia. Penyakit ini ditandai dengan naiknya kadar glukosa darah karena sekresi insulin di dalam tubuh terganggu. Tanaman suruhan (Peperomia pellucida) adalah tanaman yang memiliki aktivitas antidiabetes yang dapat menghambat kerja enzim α-milase. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai indeks glikemik permen jelly ekstrak sari daun suruhan sebagai makanan selingan penderita diabetes. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) tiga perlakuan yakni A1 (0%), A2 (15%), dan A3 (30%) dengan ulangan sebanyak tiga kali. Kadar karbohidrat dan kadar glukosa dianalisis dengan uji parametrik One-Way Anova, analisis uji organoleptik dengan uji non parametric Kruskall Wallis Test dan akan dilanjutkan apabila terdapat perbedaan. Sedangkan, analisa data uji indeks glikemik dengan aturan trapezoid. Hasil penelitian analisis kadar glukosa dan kadar karbohidrat menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan (p=0,015) dan (p=0,000). Sedangkan, pada uji organoleptik dengan empat parameter menunjukkan tidak ada perbedaan nyata yang signifikan (p>0,05). Formula permen jelly terpilih adalah A1 dengan indeks glikemik rendah sebesar 35,90 dan beban glikemik sedang sebesar 10,69.
Faktor Determinan Kejadian Anemia Pada Mahasiswi di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Gorontalo Maesarah Yasin; Deysi Adam; Sunarti Hanapi; Mayangsari Kau; Hestin Masi; Herman Hatta
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 7 No 1 (2023): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v7i1.533

Abstract

Anemia merupakan kondisi dimana tubuh memiliki jumlah sel darah merah yang sangat sedikit. Sel darah merah mengandung hemoglobin yang berfungsi untuk membawa oksigen kejaringan tubuh. Asupan zat gizi seperti protein yang kurang akan memperberat terjadinya anemia serta berdampak pada terjadinya gizi kurang. Untuk mengetahui faktor determinan kejadian anemia pada mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Gorontalo Tahun 2021. Penelitin ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan cross-sectional. Dalam penelitian ini mendapatkan hasil bahwa untuk status gizi p value=0,000, sedangkan asupan zat gizi asupan energi p value=0,000, asupan karbohidrat p value=0,000, asupan protein p value=0,000, asupan lemak p value=0,000, asupan zat besi p value=0,000, asupan vitamin c p value=0,000, kemudian untuk frekuensi makan p value=0,000, lalu untuk keanekaragaman makanan p value=0,000 dan untuk aktivitas fisik p value=0,000. Ada hubungan antara status gizi, asupan zat gizi makro dan mikro frekuensi makan, keanekaragaman makanan dan juga aktivitas fisik dengan kejadian anemia pada mahasiswi di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Gorontalo.
Kandungan Antioksidan, Beta Karoten dan Organoleptik Cookies dengan Substitusi Puré Labu Kuning dan Tepung Kacang Hijau Myisha Azizah; Arwin Muhlishoh; Nastitie Cinintya Nurzihan
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 7 No 1 (2023): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v7i1.545

Abstract

Obesitas dapat mengakibatkan peningkatan produksi radikal bebas yang memicu terjadinya stres oksidatif. Upaya menekan stres oksidatif adalah dengan mengonsumsi makanan yang mengandung tinggi antioksidan, salah satunya beta karoten seperti labu kuning dan kacang hijau. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat organoleptik, kadar antioksidan, dan kadar beta karoten dari cookies substitusi puré labu kuning dan tepung kacang hijau. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga kali pengulangan. Penelitian ini memiliki empat perlakuan dengan persentase tepung terigu : puré labu kuning : tepung kacang hijau yang berbeda-beda antara lain F0 (100% tepung terigu), F1 (55%:15%:30%), F2 (35%:25%:40%), dan F3 (15%:35%:50%). Analisis yang dilakukan adalah uji organoleptik (uji hedonik dan mutu hedonik), analisis kadar antioksidan menggunakan metode DPPH, dan analisis kadar beta karoten menggunakan metode HPLC. Pada uji hedonik menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang nyata terhadap semua kelompok perlakuan (p>0,05) sedangkan pada uji mutu hedonik menunjukkan perbedaan nyata (p<0,05) terhadap warna dan tekstur cookies, namun pada rasa, aroma, dan aftertaste tidak memiliki perbedaan yang nyata. Kadar antioksidan setiap formulasi adalah F0 sebesar 33,85%, F1 sebesar 37,57%, F2 sebesar 39,76%, dan F3 sebesar 46,21%. Sedangkan, kadar beta karoten yaitu F0 tidak memiliki kadar beta karoten sama sekali, F1 sebesar 54,12 mg/100 g, F2 sebesar 41,13 mg/100 g, dan F3 sebesar 33,12 mg/100 g. Formulasi cookies F1 merupakan formulasi cookies terpilih dan dapat dijadikan sebagai alternatif pangan untuk remaja obesitas.
Hubungan antara Konsumsi Makanan Cepat Saji, Jenis Kelamin, dan Aktivitas Fisik dengan Persentase Lemak Tubuh pada Siswa SMP di Surakarta Sandyawan Wisnu Haryadi; Sandi Nugraha; Diah Lintang Kawuryan
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 7 No 1 (2023): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v7i1.613

Abstract

Kelebihan berat badan dan obesitas disebabkan oleh adanya ketidakseimbangan energi karena konsumsi kalori lebih besar dari pengeluarannya. Akumulasi lemak berlebihan berpengaruh terhadap kesehatan. Hal ini didukung oleh banyaknya konsumsi makanan cepat saji dengan porsi besar yang tinggi energi, gula, lemak, sedangkan untuk mikronutrien dan seratnya rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi makanan cepat saji, jenis kelamin, dan aktivitas fisik dengan persentase lemak tubuh pada siswa SMP di Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Konsumsi makanan cepat saji diukur dengan Food Frequency Questionnaire, aktivitas fisik diukur dengan PAQ-A dan PAQ-C, dan persentase lemak tubuh diukur dengan Bioelectrical Impedance Analysis. Data dianalisis menggunakan uji Spearman dan Chi-Square. Jumlah subjek 96 siswa yang terdiri dari 47 laki-laki dan 49 perempuan dengan persentase lemak tubuh didapatkan 33 overweight dan 7 obese. Untuk frekuensi konsumsi ditemukan 30 jarang, 49 sering, dan 17 sering sekali dalam mengonsumsi fast food. Sedangkan, untuk tingkat aktivitas fisik didapatkan 25 rendah, 49 sedang, dan 22 tinggi dalam melakukan aktivitas fisik. Hasil penelitian menunjukkan korelasi positif kuat antara konsumsi makanan cepat saji dengan persentase lemak tubuh pada siswa SMP (r=0,580, P=0,000). Terdapat hubungan signifikan antara jenis kelamin dengan persentase lemak tubuh (P=0,003). Juga ditemukan korelasi negatif berkekuatan cukup antara aktivitas fisik dengan persentase lemak tubuh (r=-0,274, P=0,007). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara konsumsi makanan cepat saji, jenis kelamin, dan aktivitas fisik dengan persentase lemak tubuh pada siswa SMP di Surakarta.
Hubungan Kadar Hemoglobin Ibu Hamil dengan Lingkar Kepala Bayi Baru Lahir di RS UNS Muhammad Aditya Ferdiansyah; David Anggara Putra; Andhika Trisna Putra
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 7 No 1 (2023): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v7i1.614

Abstract

Anemia merupakan permasalahan gizi yang seringkali dijumpai pada masa kehamilan. Anemia pada masa kehamilan dapat menyebabkan gangguan pengangkutan nutrisi dan oksigen dari ibu menuju plasenta serta janin yang berakibat kepada gangguan pertumbuhan dan perkembangan janin (intrauterine growth restriction). Adanya pertumbuhan janin yang terhambat dapat dinilai dengan pemeriksaan antropometri, salah satunya yaitu dengan pengukuran lingkar kepala bayi baru lahir. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan kadar hemoglobin ibu hamil dengan lingkar kepala bayi baru lahir. Penelitian dilakukan di RS UNS dengan pendekatan potong lintang (cross sectional). Subjek penelitian ini adalah pasien ibu dan bayi yang baru dilahirkannya. Data diperoleh dari rekam medis pasien. Penelitian menggunakan 189 sampel yang tercatat pada rekam medis sejak Januari 2021 hingga Desember 2021. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman pada software SPSS. Pada hasil uji korelasi Spearman yang dilakukan didapatkan nilai P sebesar 0,768 (P>0,05) yang menandakan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kadar hemoglobin ibu hamil dengan lingkar kepala bayi baru lahir. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kadar hemoglobin ibu hamil dengan lingkar kepala bayi baru lahir.
Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini dan Dukungan Tenaga Kesehatan Mempengaruhi Stunting Bayi Usia 6-12 Bulan Pada Masa Pandemi Covid-19 Reny Noviasty; Devita Putri Wijaya; Ismail Kamba
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 7 No 1 (2023): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v7i1.615

Abstract

Prevalensi stunting di Indonesia masih menjadi masalah kesehatan masyarakat karena prevalensinya di atas 20%. Terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi kejadian stunting, antara lain pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD), dan dukungan dari petugas kesehatan. Pandemi COVID-19 memberikan dampak yang cukup besar terutama terhadap kesehatan ibu dan bayi, dukungan dari tenaga kesehatan sangat dibutuhkan sebagai pendukung dalam pelaksanaan EBI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelaksanaan inisiasi menyusu dini dan pendampingan tenaga kesehatan terhadap kejadian bayi stunting usia 6-12 bulan pada masa pandemi COVID-19 di wilayah kerja Puskesmas Muara Rapak Balikpapan. Metode penelitian ini adalah case control dengan rasio case control 1:1, jumlah sampel 56 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan data sekunder dari pengukuran antropometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 85,7% bayi stunting tidak melaksanakan EBI. Analisis statistik menggunakan uji chi square diperoleh p-value = 0,000 (p < 0,05) untuk variabel pelaksanaan EBI, dan nilai p-value = 0,313 (p > 0,05 ) untuk variabel dukungan tenaga kesehatan. Dapat disimpulkan bahwa bayi yang tidak mendapatkan IMD memiliki resiko 13 kali kejadian stunting dibandingkan bayi yang mendapatkan IMD.
Analisis Senyawa Fitokimia, Organoleptik, Uji Aktivitas Inhibisi Enzim Tirosinase Minyak Biji Argan (Argan spinosa L.) dan Ekstrak Akar Murbei (Morus Alba L.) Sebagai Whitening Agent Pada Kulit Rina Hijayanti; Deni Rahmat; Ratna Djamil
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 7 No 1 (2023): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v7i1.617

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan formulasi sediaan nanoemulgel yang mengandung nanoemulsi kombinasi minyak biji argan dan ekstrak akar murbei yang memiliki aktivitas penghambat enzim tirosinase, serta memberikan manfaat gizi dan meningkatkan kesehatan kulit. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Bahan aktif yang digunakan adalah akar murbei (morus alba L) yang diperoleh dari perkebunan bogor dan minyak biji argan (Argania Spinosa L) yang diperoleh dari PT. Nardevchem. Bahan uji yaitu enzim tirosinase yang diperoleh dari Laboratorium Pusat Studi Biofarmaka. Hasil penetapan penapisan fitokimia dari ekstrak minyak biji argan dan akar murbei menunjukan bahwa minyak biji argan dan akar murbei mengandung alkaloid, saponin, tannin, fenolik, flavonoid, glikosida, triterpenoid. Hasil uji aktivitas inhibisi enzim tirosinase menunjukkan bahwa formula nanoemulgel memiliki potensi yang signifikan dalam menghambat aktivitas enzim tirosinase. Penambahan nanoemulsi minyak biji argan dan ekstrak akar murbei dalam formula nanoemulgel memberikan kontribusi positif terhadap efek inhibisi enzim tyrosinase. Formula terbaik yaitu formula II karena mempunyai zeta potensial dan TEM yang paling kecil.
Cookies Kacang Hijau Subtitusi Tepung Pisang Ambon Sebagai Camilan Pada Atlet : Uji Kadar Kalium dan Tingkat Kesukaan Khairun Nissa; Yessi Alza; Roziana Roziana
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 7 No 1 (2023): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v7i1.625

Abstract

Salah satu upaya pemenuhan gizi dan kelelahan otot atlet adalah dengan pemberian makanan berupa camilan. Camilan yang dapat diberikan pada atlet berupa cookies dari pisang dan kacang hijau. Pisang dan kacang hijau mengandung kalium dapat meningkatkan daya tahan atlet. Penelitian ini bertujuan mengetahui kadar kalium, kandungan zat gizi dan tingkat kesukaan terhadap cookies kacang hijau subtitusi tepung pisang ambon sebagai makanan selingan atlet. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan desain penelitian rancangan acak lengkap, 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Pada penelitian ini digunakan empat macam variasi subtitusi tepung pisang ambon yaitu 0%, 15%, 30% dan 45%. Uji organoleptik pada penelitian ini menggunakan 25 panelis agak terlatih. Uji karbohidrat dengan metode luff schoorl dan uji kalium dengan metode SSA di Laboratorium Hasil Perikanan Universitas Riau. Analisis statistik dengan uji ANOVA, dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa formulasi cookies terpilih pada penelitian ini adalah cookies P1 (sangat suka-suka) dengan komposisi tepung pisang 15%. Sedangka nilai gizi cookies P1 memiliki kadar karbohidrat 44,63% dan kalium 2,62% yang lebih baik dibandingkan formulasi kontrol (P0) dengan kadar karbohidrat 40,38% dan kalium 0,34%.Cookies ini dapat dijadikan sebagai makanan selingan bagi atlet untuk mencegah kelelahan otot setelah berlatih.

Page 1 of 2 | Total Record : 16