cover
Contact Name
Bohari
Contact Email
Bohari
Phone
-
Journal Mail Official
ghidzajurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta Km.9. Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
GHIDZA: Jurnal Gizi dan Kesehatan
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 26152851     EISSN : 26227622     DOI : -
Core Subject : Health,
GHIDZA: Jurnal Gizi dan Kesehatan adalah jurnal semi-tahunan yang diterbitkan pada bulan Juli dan Desember. GHIDZA dikelola oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat dan diterbitkan oleh Universitas Tadulako. GHIDZA menyediakan forum untuk dosen, akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa untuk menyampaikan dan berbagi pengetahuan dalam bentuk artikel penelitian empiris dan teoritis dibidang gizi dan kesehatan.
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 2 (2023): December" : 16 Documents clear
Pengaruh Penambahan Tepung Kulit Pisang Kepok terhadap Kandungan Gizi dan Serat Pangan Bakso Ikan Lele sebagai upaya Pencegahan Obesitas Woro Nimas Gusti Nugraheni; Ibnu Malkan Bakhrul Ilmi
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 7 No 2 (2023): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v7i2.526

Abstract

Prevalensi obesitas pada usia >18 tahun mengalami peningkatan yang signifikan, yaitu pada tahun 2013 sebesar 14.8% menjadi 21,8% pada tahun 2018. Obesitas dapat dicegah dan ditangani salah satunya dengan mengonsumsi makanan tinggi serat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk memanfaatkan tepung kulit pisang kepok sebagai bahan pangan tambahan alternatif tinggi serat dalam pembuatan bakso ikan lele serta mengetahui pengaruh penambahan tepung kulit pisang kepok terhadap kandungan gizi dan serat pangan bakso ikan lele. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari tiga perlakuan dan dua kali pengulangan yaitu F1 (20%), F2 (25%), dan F3 (30%). Analisis sifat kimia menggunakan uji Mann Whitney dan Duncan menunjukkan pengaruh nyata (P<0.05) terhadap kadar air, protein, dan karbohidrat, namun tidak berpengaruh nyata terhadap kadar serat pangan bakso. Bakso F2 merupakan formulasi terbaik dengan komposisi zat gizi persajian (75 gram); energi 103.5 kkal, protein 6.8 g, lemak 2.7 g, karbohidrat 14.5 g, dan serat pangan 7.3 g. Kandungan serat bakso ikan lele dengan penambahan tepung kulit pisang kepok sudah memenuhi klaim tinggi serat pangan yang disyaratkan BPOM.
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Partisipasi Kunjungan Posyandu Remaja di Kabupaten Pringsewu Meti Kurniawati; Sugeng Eko Irianto; Tubagus erwin Nurdiansyah
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 7 No 2 (2023): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v7i2.793

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui factor-faktor yang berhubungan dengan partisipasi kunjungan remaja ke posyandu remaja. Disain yang digunakan dalam penelitian ini adalah potong lintang (cross sectional) dengan mengukur 92 orang remaja yang berasal dari di 5 Posyandu Remaja di Kabupaten Pringsewu yang diambil secara acak sederhana. Variabel independen yang diteliti adalah Tingkat pengetahuan remaja, jarak ke posyandu remaja, dukungan teman sebaya, dukungan keluarga remaja, dukungan tooh masyarakat, dukungan institusi pendidikan, dan dukungan tenaga kesehatan, sedangkan variable dependen adalah partisipasi kunjungan remaja ke posyandu remaja. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah kuesioner dngan cara wawancara. Analisa data dilakukan secara bivariate dengan menggunakan uji chi-square dan analisa multivariate dengan menggunakan uji regresi sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hanya 35,9% remaja yang berpatisipasi aktif mengunjungi posyandu remaja. Kemudian ada hubungan antara tingkat pengetahuan (p = 0,028; RP = 2,6), jarak ke posyandu (p = 0,018; RP = 3,9), dukungan teman sebaya (p = 0,000; RP = 5,9), dukungan keluarga (p = 0,002; RP = 3,7), dukungan tenaga kesehatan (p = 0,003; RP = 3,5) dengan partisipasi kunjungan remaja ke posyandu remaja. Dukungan tenaga kesehatan merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan partisipasi kunjungan remaja ke posyandu remaja (RP = 8,7).
Hubungan Body Disssatisfaction dengan Perilaku Diet Dedeh Hamdiah; Agung Budiyanto
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 7 No 2 (2023): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v7i2.843

Abstract

Persepsi mengenai tubuh yang negatif yang mengarah ke body dissatisfaction dapat mengakibatkan adanya usaha-usaha obsesif terhadap kontrol berat badan pada remaja putri. Salah satu upaya yang mudah dilakukan oleh remaja putri untuk mengubah pandangan body dissatisfaction pada tubuhnya adalah dengan melakukan diet. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan body dissatisfaction dengan perilaku diet pada siswi kelas XII di SMAN 8 Kota Serang tahun 2022. Desain penelitian menggunakan cross sectional. Populasi penelitian adalah siswi kelas XII SMAN 8 Kota Serang sebanyak 219 orang. Sampel penelitian sebanyak 67 responden menggunakan teknik proporsional random sampling. Hasil yang didapat bahwa terdapat sebagian besar dari responden (58,2%) memiliki perilaku diet tidak sehat dan sebagian besar dari responden (55,2%) mengalami body dissatisfaction. Kesimpulan yang didapat dari hasil uji statistik menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara body dissatisfaction (p value = 0,003) dengan perilaku diet pada siswi kelas XII di SMAN 8 Kota Serang. Remaja putri yang ingin melakukan diet hendaknya bukan didasari oleh keinginan mempercantik diri, tetapi dikarenakan alasan kesehatan.
Faktor Risiko Kejadian Mioma Uteri Pada Pasien Rawat Jalan di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah Mutmainnah Umar; Marselina Palinggi; Dilla Srikandi Syahadat; Ummu Aiman
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 7 No 2 (2023): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v7i2.872

Abstract

Mioma uteri merupakan tumor jinak yang paling umum ditemukan dengan angka kejadian di seluruh dunia sebesar 20–25%. Prevalensi mioma uteri di Indonesia berkisar antara 2,39 – 11,7% dari seluruh pasien ginekologi yang dirawat. Pada tahun 2022, mioma uteri berada pada urutan ke-9 laporan sepuluh besar penyakit rawat jalan RSUD Undata dengan jumlah kasus sebanyak 119 kasus. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor risiko kejadian mioma uteri pada pasien rawat jalan di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan case control. Populasi kasus dalam penelitian ini berjumlah 72 orang, dengan menggunakan perbandingan 1 : 1. Jumlah sampel kasus sama dengan jumlah sampel kontrol yaitu 42 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, analisis data yang digunakan terdiri dari univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel obesitas (OR=1.434, dan 95% Cl=0.546-3.767) dan penggunaan kontrasepsi hormonal (OR=1.774, dan 95% Cl=0.612-5.140) bukan merupakan faktor risiko kejadian mioma uteri, sedangkan defisiensi vitamin D (OR=3.511, dan 95% Cl=1.316-9.364) merupakan faktor risiko kejadian mioma uteri pada pasien rawat jalan di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Kesimpulan penelitian ini adalah obesitas dan penggunaan kontrasepsi hormonal bukan merupakan faktor risiko kejadian mioma uteri, sedangkan defisiensi vitamin D merupakan faktor risiko kejadian mioma uteri pada pasien rawat jalan di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah.
Formulasi Pembuatan Biskuit Crackers Berbasis Tepung Ikan Sidat dan Daun Kelor Jamaluddin Jamaluddin; Hajra Hajra; Ni Made Yeni Lisnawati; Gina Nafsiah Putri; Pitriani Pitriani; Bohari Bohari
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 7 No 2 (2023): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v7i2.918

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang formulasi pembuatan biskuit crackers berbasis tepung ikan sidat dan daun kelor. Penelitian ini bertujuan untuk menegtahui pentingnya penambahan tepung ikan sidat dan tepung daun kelor terhadap mutu biskuit crackers yang dihasilkan dan untuk mengetahui formula berapakah yang menghasilkan gizi terbaik dari biskuit crackers tepung ikan sidat dan tepung daun kelor. Penelitian ini mengunakan metode eksperimen secara Rancangan Acak Lengkap. Adapun hasil penelitian dimana semakin tinggi penambahan tepung daun kelor pada tepung ikan sidat dapat mempengaruhi mutu fisiknya dimana semakin tinggi serat akan menghasilkan crackers yang keras adapun formula kombinasi yang menghasilkan gizi terbaik adalah C=(10g&3g) karena sifat fisik dan kimia nya cukup baik dan tingkat penerimaan panelis terhadap biskuit crackers tinggi dibandingkan dengan formula lain.
Formulasi Brownies Panggang dengan Substitusi Tepung Daun Kelor dan Tepung Kacang Hijau sebagai Alternatif Cemilan Sumber Zat Besi untuk Remaja Putri Anemia Puput Indah Parwati; Bahriyatul Ma'rifah; Arwin Muhlishoh
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 7 No 2 (2023): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v7i2.921

Abstract

Pemanfaatan tepung daun kelor dan tepung kacang hijau yang mengandung protein dan zat besi dapat mencegah terjadinya anemia pada remaja putri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung daun kelor dan tepung kacang hijau terhadap kandungan gizi dan sifat organoleptik brownies panggang. Jenis penelitian eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Formulasi brownies panggang terdiri dari 3 perbandingan tepung daun kelor dan tepung kacang hijau yaitu : F1 (25% : 50%), F2 (30% : 55%), F3 (35% : 60%). Data kadar abu, lemak, protein, karbohidrat, zat besi dianalisis dengan uji Anova dan uji lanjut Duncan. Data kadar air dan organoleptik dianalisis dengan uji Kruskal Wallis dan uji lanjut Man Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh nyata kandungan gizi dan organoleptik (hedonik: warna, tekstur, mouthfeel, aftertaste, dan mutu hedonik: rasa, mouthfeel, aftertaste). Hasil uji kandungan gizi brownies panggang setiap formulasi (F1, F2, F3) secara berurutan yaitu kadar air 20,29%; 21,03%; 21,87%; kadar abu 3,09%; 2,79%; 2,83%; lemak 12,31%; 13,22%; 12,02%; protein 10,91%; 10,42%; 10,81%; karbohidrat 53,39%; 52,52%; 52,63%; dan zat besi 4,45%; 4,31%; 4,09%. Formulasi terpilih F2 mengandung energi per takaran saji (50 g), yaitu 211,42 kkal, lemak 6,61 g, protein 5,21 g, karbohidrat 26,26 g, dan zat besi 2,15 mg. Brownies panggang F2 memiliki warna hijau tua, beraroma langu, tekstur agak keras, rasa agak enak, mouthfeel agak lembut, dan aftertaste sedang dengan penerimaan organoleptik kurang disukai. Produk sudah memenuhi %AKG remaja putri usia 16–18 tahun dan dapat diklaim sebagai sumber zat besi.
Kadar Zat Gizi, Daya Antioksidan, dan Organoleptik Biskuit Berbasis Daun Kelor dan Tulang Ikan Tuna Siti Ika Fitrasyah; Ma’rifat Ma’rifat; Nurdin Rahman; Devi Nadila; Aldiza Intan Randani; Ariani Ariani
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 7 No 2 (2023): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v7i2.922

Abstract

Biskuit merupakan salah satu makanan selingan yang dapat dikonsumsi oleh semua kalangan usia karena rasanya yang enak bentuk beragam serta mudah didapat. Biskuit berbasis tepung daun kelor dan tepung tulang ikan tuna diharapkan dapat menjadi salah satu makanan selingan alternatif yang baik untuk dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar zat gizi mikro, daya antioksidan dan daya terima pada biskuit berbasis daun kelor dan tulang ikan tuna. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif observatif berbasis uji laboratorium. Analisis kadar serat kasar menggunakan menggunakan metode gravimetri enzimatik; kadar vitamin C dan fosfor menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis, daya antioksidan menggunakan metode DPPH; dan uji organoleptik menggunakan uji Hedonic Scale Test. Analisis data yang digunakan adalah uji One-Way Anova dan Kruskal Wallis, serta MPE dengan uji lanjut Duncan Multiple Range Test. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan kadar zat gizi (serat kasar, vitamin C, dan fosfor) dan daya antioksidan IC50 dengan p < 0,05 antarformula biskuit berbasis tepung daun kelor dan tepung tulang ikan tuna. Selain itu berdasarkan uji organoleptik, terdapat perbedaan yang signifikan untuk skor warna dan rasa (p < 0,05), sedangkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan skor aroma dan tekstur (p > 0,05) antar formula biskuit berbasis tepung daun kelor dan tepung tulang ikan tuna.
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Makanan pada Remaja dengan Status Gizi Normal dan Tidak Normal di Kota Palu Diah Ayu Hartini; Dwi Erma Kusumawati; Bahja Bahja; Nikmah Utami Dewi; Ummu Aiman
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 7 No 2 (2023): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v7i2.959

Abstract

Pemilihan makanan merupakan jumlah pangan yang dikonsumsi seseorang atau sekelompok orang yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan fisiologis, psikologis, dan sosiologis. Pemilihan makanan pada remaja dapat menentukan pemenuhan kebutuhan zat gizi remaja. Status gizi remaja saat ini juga dapat menentukan status gizi generasi selanjutnya. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pemilihan makanan seperti faktor biologis, pengalaman dengan makanan, pribadi dan antarpribadi, serta faktor lingkungan. Tujuan Penelitian ini untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi pemilihan makanan pada remaja dengan status gizi normal dan tidak normal di Kota Palu. Jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini akan dilakukan di SMA Negeri 5 Kota Palu, Sulawesi Tengah. Waktu penelitian pada bulan Juni hingga Agustus 2023. Populasi adalah semua remaja SMA di Kota Palu. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan kriteria sampel yaitu remaja usia 15-18 tahun dan bersedia menjadi responden dalam penelitian. Besar sampel sebanyak 96 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pemilihan makanan atau food choice questionare (FCQ) dan alat yang digunakan untuk mengukur status gizi yaitu timbangan berat badan dan microtoise. Hasil penelitian adalah faktor biologis, pengalaman dengan makanan, pribadi dan antarpribadi, serta faktor lingkungan tidak berhubungan dengan status gizi remaja dengan smeua nilai p > 0,05. Begitu pula semua nilai OR < 1, sehingga dapat disimpulkan faktor pemilihan makanan tidak mempengaruhi status gizi remaja. Perlu menilai berbagai faktor lain yang mungkin berhubungan dengan status gizi remaja.
Hubungan Karakteristik Ibu, Pelayanan dan Fasillitas Posyandu dengan Partisipasi Ibu Balita ke Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Kinovaro Lilik Sofiatus Solikhah; Windiarsih R. Huraera; Adillah Imansari
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 7 No 2 (2023): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v7i2.1000

Abstract

Rendahnya partisipasi ibu balita ke posyandu di Puskesmas Kinovaro (71,5%) dapat berdampak pada bertambahnya kasus malnutrisi, dengan mengikuti kegiatan posyandu ibu dapat memantau tumbuh kembang balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik ibu, pelayanan dan fasilitas posyandu dengan partisipasi ibu balita ke posyandu di wilayah kerja Puskesmas Kinovaro. Desain cross sectional dengan populasi seluruh ibu balita di wilayah kerja Puskesmas Kinovaro. Sampel sebanyak 104 orang dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih rendah tingkat partisipasi ibu di posyandu Puskesmas Kinovaro (58,7%), tidak terdapat hubungan umur dan pendidikan ibu (p=0,890 dan p=0,304) dan ada hubungan pekerjaan, pengetahuan ibu, pelayanan dan fasilitas posyandu dengan partisipasi ibu balita ke posyandu (p=0,005; p=0,001; p=0,017 dan p=0,059). Kesimpulan pada penelitian ini yaitu terdapat hubungan pekerjaan, pengetahuan ibu pelayanan dan fasilitas posyandu dengan partisipasi ibu balita ke posyandu sedangkan umur dan pendidikan ibu tidak terdapat hubungan.
Nutritional Characteristic of Snack bar Formulation Based on Snakehead Fish-Sorghum Flour Flakes and Kidney Beans Bahriyatul Ma'rifah; Ari Pebru Nurlaily; Adhi Wardhana Amrullah
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 7 No 2 (2023): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v7i2.1005

Abstract

Proving supplementary food such as snack bar from high in energy, protein and iron local foods (snakehead fish flour, sorghum and kidney bean) can be used as specific nutrition intervention for CED and anemia in pregnant women. This study aimed to analyze and nutritional characteristic of snakehead fish-sorghum flour flakes and kidney bean snack bar. The experimental method was Completely Randomized Design (CRD) with four ratios of snakehead fish flour-sorghum flakes and kidney beans, namely F1 (50%:50%), F2 (60%:40%), F3 (70%:30%) and F4 (80%:20%). Nutritional characteristic of snack bar was analyzed using One Way ANOVA and Duncan’s further test. The results showed that the difference ratios of snakehead fish flour-sorghum flakes and kidney beans had significant effect on energy, moisture, carbohydrates, fat, protein, zinc, iron and calcium of snack bar (p<0.05). The nutrient content of snack bar F2, F2, F3 and F4 were energy (432,04 kcal; 433,77 kcal; 4329,49 kcal; 437,56 kcal), ash content (3,21%; 3,24%; 3,29%; 3,24%), moisture content (14,46%; 14,71%, 13,35%; 13,72%), fat (20,54%; 21,11%, 19,21%; 21,08%), protein (16,87%; 16,97%; 19,63%; 18,57%), carbohydrates (44,93%; 43,98%; 44,53%; 43,41%), zinc (2,07 mg ; 2,04 mg; 2,07 mg, 2,18 mg), iron (4,35 mg; 6,02 mg; 6,23 mg; 6,76 mg) and calcium (114,21 mg; 130,27 mg; 123,41 mg; 131,83 mg). F4 potentially used as alternative supplementary food for pregnant women with CED and anemia because can be claimed as source of protein and iron product based on food label reference for pregnant women.

Page 1 of 2 | Total Record : 16