cover
Contact Name
Mohammad Rizki Fadhil Pratama
Contact Email
Mohammad Rizki Fadhil Pratama
Phone
-
Journal Mail Official
mohammadrizkifadhilpratama@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Anterior Jurnal
ISSN : 14121395     EISSN : 23553529     DOI : -
The publication of Anterior Jurnal certainly participates in disseminating the results of research and review of science and technology development conducted by lecturers and researchers especially from UM Palangkaraya and other universities. This edition contains 9 articles consisting of Education, Social and Political, Agrotechnology and Forestry, Islamic Studies, and Health Science topics.
Arjuna Subject : -
Articles 490 Documents
Gotong Royong Sebagai Nilai Community Engagement Pada Masyarakat Tani Di Desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah Zulkifli Abdullah; Bahrianoor Bahrianoor; Irwani Irwani
Anterior Jurnal Vol 21 No 2 (2022): Anterior Jurnal
Publisher : ​Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/anterior.v21i2.3288

Abstract

Belanti Siam Village is one of the villages in Pandih Batu District, Pulang Pisau Regency, Central Kalimantan, this village is the target of the food estate program policy by the central government. Based on the design of the policy program, it was noted that Belanti Village has a rice planting potential of around 80% compared to the surrounding villages. In addition, Belanti Village also has many farmer groups who are members of the Association of Farmers Groups as the basis for a safety net as well as social power for farmers to increase their productivity. Gotong royong as the value of community engagement is an approach used in understanding the pattern of empowerment of rural communities as well as being the basis of strength in managing and utilizing their agricultural potential amidst the economic limitations that plague them. Through a qualitative method with a descriptive approach, this study seeks to describe as well as interpret the social practices of the farming community in Belanti Siam Village. As a result, the people of Belanti Siam Village are a society with strong values of solidarity and solidity. On that basis, the people of Belanti Siam Village plan and implement their work together. Starting from cleaning the fields, planting rice seeds, to harvesting is done in mutual cooperation. It didn't stop there, they also worked hand in hand to empower local people who did not have rice fields to help people who had rice fields and were then given wages.
Dinamika Resiliensi Remaja Dengan Keluarga Broken Home Di Kelurahan Pendahara Kabupaten Katingan Betty Karya
Anterior Jurnal Vol 21 No 2 (2022): Anterior Jurnal
Publisher : ​Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/anterior.v21i2.3295

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dinamika resiliensi remaja broken home. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, responden utama dalam penelitian ini adalah tiga orang dengan ciri-ciri sebagai berikut: orang tua kandung bercerai dan ibu menikah lagi 2 kali dan pertengkaran orang tua terus menerus yang berdampak negatif pada remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden menunjukkan bahwa dinamika resiliensi cenderung sama yaitu pembentukan kemampuan resiliensi berdasarkan proses belajar individu dari permasalahan yang dihadapi, kemampuan individu mengevaluasi setiap tindakan yang dilakukan dan aspek spiritual yaitu mendapatkan mendekatkan diri kepada Tuhan sehingga menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman hidup. Sedangkan subjek yang memiliki kemampuan optimis dan efikasi diri yang kurang, hal ini disebabkan proses belajar individu untuk menghadapi masalah yang berkembang, ketakutan individu terhadap pengalamannya dengan keluarga broken home menyebabkan individu kesulitan untuk memiliki kemampuan optimisme dan efikasi yang baik, hal ini menyebabkan Remaja cenderung meragukan kemampuannya, berpikir bahwa masalah yang dihadapinya akan terjadi di kemudian hari.
Implementasi Implementasi Program Bantuan Bagi Pelaku Usaha Mikro Dalam Penanganan Dampak Covid-19 di Kecamatan Sidoarjo Kabupaten Sidoarjo Khairunnisa Putri Rahma; Tukiman Tukiman
Anterior Jurnal Vol 21 No 2 (2022): Anterior Jurnal
Publisher : ​Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/anterior.v21i2.3303

Abstract

Pandemi Covid-19 di Indonesia membawa dampak buruk pada sektor ekonomi. Pelaku usaha mikro merupakan salah satu sektor yang terdampak akibat adanya pandemi Covid-19 yaitu mengalami penurunan omzet penjualan, sulit mendapatkan modal dan penurunan daya beli masyarakat. Maka dari itu untuk memulihakan perekonomian para pelaku usaha mikro pemerintah melalui KEMENKOPUKM menerbit program bantuan Bagi Pelaku Usaha Mikro (BPUM) yaitu dengan memberikan modal dasar guna untuk membantu pelaku usaha agar tetap mempertahankan aktivitas usahanya ditengah krisis akibat pandemi Covid-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keberhasilan implementasi program bantuan BPUM di Kecamatan Sidoarjo Kabupaten Sidoarjo dengan melihat dari dimensi isi kebijakan dan konteks kebijakan yang dikemukakan oleh Merilee S. Grindle. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ini adalah DINKOPUM Kabupaten Sidoarjo sebagai lembaga yang memiliki kepentingan dan tingkat kecamatan dan desa dalam implementasi program bantuan BPUM telah berpedoman sesuai dengan PERMENKOPUKM Nomor 2 Tahun 2021 dan Petunjuk Pelaksanaan bantuan BPUM nomor 3 tahun 2021 serta telah melaksanakan tugas dan perannya dengan baik. Selanjutnya dengan adanya program bantuan BPUM memberikan dampak positif dan dapat memulihkan perekonomian bagi pelaku usaha mikro.
Implementasi Batik Mark Dalam Upaya Daya Saing Produk Batik Indonesia Efik Yusdiansyah; Jejen Hendar
Anterior Jurnal Vol 21 No 2 (2022): Anterior Jurnal
Publisher : ​Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/anterior.v21i2.3320

Abstract

Batik merupakan salah satu warisan tradisi budaya Indonesia yang telah hidup dan berkembang dengan baik dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia maupun dunia internasional. masyarakat Indonesia maupun dunia internasional. Adanya perkembangan skala industri batik diimbangi dengan kemajuan teknologi, mengakibatkan terjadinya modifikasi proses pembuatan batik, baik pada bahan baku maupun peralatan yang digunakan. Banyak produsen yang meninggalkan metode tradisional untuk memperbesar kapasitas produksi dan mengurangi waktu pembuatan batik. Imbas dari perkembangan teknologi tersebut adalah munculnya produk yang menyerupai batik asli. Dalam hal ini pemerintah berperan memberikan pembeda antara batik asli dengan batik printing, dengan memberikan tanda batik mark “batik INDONESIA”. Sebagai upaya meningkatkan daya saing dengan produk batik lain yang dipasarkan di Indonesia.
Pengaruh Konseling Kelompok Dengan Teknik Self Management Untuk Mengurangi Perilaku Konsumtif Siswa Kelas XI IPS SMAN 2 Trenggalek Zulvia Hanifaturrohmah; Wikan Galuh Widyarto
Anterior Jurnal Vol 21 No 2 (2022): Anterior Jurnal
Publisher : ​Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/anterior.v21i2.3498

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan, yaitu untuk mengetahui tingkat perilaku konsumtif pada siswa serta pengaruh konseling kelompok dengan teknik self-management untuk mengurangi perilaku konsumtif pada siswa kelas XI IPS SMAN 2 Trenggalek. Metode penelitian eksperimental murni (True Experimental Design) adalah metode yang digunakan dalam penelitian ini, menggunakan desain penelitian pre-test-post-test control group design dengan satu macam perlakuan. Populasi pada penelitian ini merupakan siswa kelas XI IPS SMAN 2 Trenggalek yang memiliki kecenderungan perilaku konsumtif, sampel berjumlah 10 siswa yang dibagi menjadi dua kelompok yakni kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Sampel diperoleh menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat perilaku konsumtif siswa XI IPS 1 SMAN 2 Trenggalek berada pada kategori sedang dengan presentase 53%. Dalam hasil uji Independent Sample T test memperoleh nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, yang berarti hipotesis Ha diterima dan Ho ditolak maka, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata nilai kelompok eksperimen yang diberikan sebuah perlakuan yaitu konseling kelompok dengan teknik self-management dibandingkan kolompok kontrol yang tidak diberikan perlakuan. Hipotesis menyatakan bahwa adanya pengaruh konseling kelompok dengan teknik self-management terhadap penurunan perilaku konsumtif. Dibuktikan dari kelompok eksperimen yang mendapatkan sebuah perlakuan menunjukkan adanya penurunan pada nilai rata-rata hasil post-test perilaku konsumtif.
Analisis Kesulitan Menulis Karangan Pada Peserta Didik Kelas V A Sd Negeri 1 Kalampangan Tahun 2021/2022 Alya Rahmawati; Misyanto Misyanto; Dwi Sari Usop
Anterior Jurnal Vol 21 No 2 (2022): Anterior Jurnal
Publisher : ​Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/anterior.v21i2.3549

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan bertujuan untuk mengetahui kesulitan menulis karangan peserta didik kelas V A Sekolah Dasar Negeri 1 Kalampangan. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, subjek atau informasi dalam penelitian ini adalah 3 peserta didik di kelas V A, guru kelas V A dan orang tua peserta didik kelas V A. Teknik pengumpulan data dan analisis data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa kesulitan peserta didik pada pembelajaran Tematik materi menulis karangan disebabkan oleh kurang lancarnya mereka dalam mengeluarkan ide-ide menggunakan Bahasa Indonesia, kurang terbiasanya menggunakan Bahasa Indonesia dalam berkomunikasi sehari hari kurangnya para Peserta didik SD berlatih mengeluarkan ide ide dalam bentuk tulisan dan, kurangnya pemahaman Peserta didik tentang tema cerita
PELESTARIAN KULINER LOKAL JENGKOL TAHILALA SEBAGAI WARISAN DAN PERWUJUDAN NILAI BUDAYA BANJAR DI DESA PINGARAN: Preservation Of Local Culinary Jengkol Tahilala As A Banjar Cultural Heritage In Pingaran Village Rusmaniah Rusmaniah; Herman Herman; Putri Dyah Indriyani; Rima Meilita Sari; Dedy Ari Nugroho
Anterior Jurnal Vol. 21 No. 3 (2022): Anterior Jurnal
Publisher : ​Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/anterior.v21i3.3502

Abstract

Seiring dengan perkembangan zaman, keberadaan kuliner lokal Indonesia sekarang sudah mulai tidak dikenal oleh generasi sekarang seiring dengan masuknya berbagai produk makanan import. Hal ini terjadi karena begitu banyak makanan import yang masuk dan dengan mudah diterima oleh masyarakat yang dipengaruhi oleh globalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelestarian kuliner lokal jengkol tahilala sebagai warisan budaya Banjar di Desa Pingaran. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Analisis data melalui tahap reduksi , penyajian dan penarikan kesimpulan serta terakhir diverifikasi. Hasil penelitian menjelaskan kuliner lokal di Kalimantan Selatan yaitu jengkol tahilala merupakan warisan budaya Banjar sehingga diperlukan pelestarian. Adapun pelestarian yang dilakukan masyarakat desa Pingaran antara lain pelestarian yang dilakukan masyarakat desa Pingaran antara lain (1) mempertahankan usaha produksi jengkol tahilala secara turun temurun yaitu pembuatan jengkol dilakukan melibatkan anggota keluarga yang terkandung nilai budaya Banjar bedingsanakan, betatulungan dan bakalah bamanang, (2) menggunakan resep dari nenek moyang untuk mempertahankan cita rasa hal ini terkandung nilai bisa – bisa meandak awak atau penyesuaian (3) aktivitas penjualan jengkol dilakukan dengan mengucapkan jual dan berelaan , terkandung nilai ikhlas dan syukur.
ANALISIS SIKAP SISWA SAAT PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN MEDIA DIGITAL PADA MASA PANDEMI COVID-19: Analysis of Student Attitudes When Learning to Use Digital Media during the COVID-19 Pandemic Yaffa Kalinda Sahara; M Anas Thohir
Anterior Jurnal Vol. 21 No. 3 (2022): Anterior Jurnal
Publisher : ​Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/anterior.v21i3.3540

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sikap siswa terhadap media pembelajaran digital dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di masa pandemo COVID-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode penelitian kualitatif. Penelitian ini diawali dengan membagikan kuisioner kepada siswa kemudian melakukan wawancara kepada salah satu guru, hasil data dianalisis menggunakan pendektan deskriptif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penggunaan media pembelajaran digital ketika kegiatan belajar mengajar berlangsung. Sikap siswa terhadap Penggunaan Media digital 77,08% yaitu sikap responden terhadap Penggunaan Media digital selalu menunjukkan sikap postif terhadap penggunaan media pembelajaran ketika proses belajar mengajar berlangsung. Aspek Frekuensi penggunaan media pembelajaran digital dengan rata-rata nilai 62,50% yaitu frekuensi penggunaan media pembelajaran digital termasuk sering dilakukan ketika kegiatan pembelajaran berlangsung. Penggunaan media pembelajaran digital mendapatkan respon positif dari siswa SD di SDN Slemanan 01 terhadap hasil belajar siswa. Selain itu siswa juga mempunyai pengalaman yang berbeda dalam proses pembelajaran menggunakan media. Hal ini juga dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami materi pelajaran dengan mudah melalui penggunaan media selama proses pembelajaran.
ANALISIS PENENTUAN DISPENSASI PERNIKAHAN PADA PENGADILAN AGAMA DI KALIMANTAN SELATAN: Analysis Of The Determination Of Marriage Dispensation At The Religious Court In South Kalimantan St. Zubaidah; Fahmi Al amruzi; Gusti Muzainah
Anterior Jurnal Vol. 21 No. 3 (2022): Anterior Jurnal
Publisher : ​Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/anterior.v21i3.3596

Abstract

Dispensasi kawin yang diberikan oleh Pengadilan kepada calon suami istri yang belum mencapai batas umur terendah agar dapat melangsungkan perkawinan, sebagaimana yang ditentukan dalam Pasal 7 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan, kemudian direvisi dengan UU Nomor 16 Tahun 2019 yang mempersamakan batas minimal perkawinan menjadi 19 tahun baik bagi laki-laki maupun bagi perempuan, semula 19 tahun bagi laki-laki dan 16 tahun bagi perempuan. Undang-Undang tersebut juga mengharuskan setiap permohonan dispensasi kawin terdapat alasan sangat mendesak disertai bukti-bukti pendukung yang cukup, sehingga hakim dapat mengabulkan atau menolak dispensasi perkawinan yang diajukan, termasuk dalam hal ini Hakim Pengadilan Agama di Kalimantan Selatan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian yuridis normatif, bersifat deskriptif analisis, baik data primer dan data sekunder, dengan lokasi penelitian Pengadilan Agama di Kalimantan Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sekian banyak permohonan perkara dispensasi kawin yang diajukan lebih banyak (mayoritas) mendapatkan penetapan dikabulkan. Konstruksi berdasarkan situasi dan kondisi masyarakat terhadap UU Nomor 16 tahun 2019, terutama dalam hal penerapan ketentuan alasan mendesak, yang tidak hanya dimaknai telah terjadinya perbuatan zina ataupun perbuatan yang melanggar norma, namun harus dipahami mendesak dalam arti telah adanya kemampuan baik secara fisik maupun psikis, telah adanya kemampuan untuk bertanggung jawab, sehingga tujuan perkawinan membentuk rumah tangga yang bahagia, sejahtera dapat terwujud. Upaya mekonstruksi ketentuan alasan mendesak dispensasi kawin, yaitu dengan mengubah dalam tataran normatif perundang-undangan dan pada tahadap praktis dalam putusan dan penetapan hakim. Kebutuhan tersebut paling tidak didasarkan pada kesiapan fisik, mental, emosional, pendidikan, sosial, dan ekonomi.
KEARIFAN LOKAL DALAM PENGELOLAAN HUTAN DI KALIMANTAN TENGAH: Local Wisdom In Forest Management In Central Kalimantan Ariyadi Ariyadi; Ahmadi Hasan; Gusti Muzainah
Anterior Jurnal Vol. 21 No. 3 (2022): Anterior Jurnal
Publisher : ​Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/anterior.v21i3.3597

Abstract

Prinsip kesinambungan dalam kegiatan berladang bisa dilihat dari rotasi areal yang dilakukan dalam berladang. Oleh karenanya sistem ini disebut sebagai sistem ladang berpindah. Areal awal berladang pastilah dilakukan di hutan rimba atau hutan primer. Setelah areal itu selesai dipakai untuk berladang maka mereka akan mencari areal lainnya. Karena itulah disebutkan bahwa sistem kultifasi ini disebut sebagai sistem ladang berpindah. Prinsip Kolektifitas Cara untuk mengerjakan kegiatan berladang itu tentu tidak dilakukan sendiri tapi dengan cara gotong royong secara kolektif. Dalam hal inilah prinsip kolektifitas diterapkan. Prinsip kebersamaan itu dilakukan dalam semua tahap kegiatan berladang: menebas, menebang, membakar lahan, menanam, membersihkan gulma atau merumput dan panen. 1. Hasil peneitian masyarakat dayak Kalimantan Tengah memiliki prinsip dalam menjaga lingkungan pertama mereka Prinsip Organik. 2. Sistem Subsistensi. 3. Prinsip Keanekaragaman. 4. Prinsip Kolektifitas. 5. Prinsip Kesinambungan. 6. Prinsip Ritualitas. 7. Prinsip Hukum Adat. Kedua banyaknya aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia dari dulu sampai saat ini tentu harus ada penyegaran ditingkat lokal sebagai benteng awal dalam menjaga lingkungan terutama dalam masalah hutan adat, maka tentu diperlukan satu aturan yang mengakomodir tentang penjagaan atau pengawasan lingkungan adat berbasis prinsi-prinsip yang berbasis kearifan lokal sehingga menjadi kepastian hukum bagi masyarakat adat yang ingin menerapkan penjagaan lingkungan