cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Gedung Kuliah Bersama (GKB) Lt 3 Fakultas Teknik Universitas Diponegoro- Departemen Teknik Geodesi Jl Prof Soedarto SH, Tembalang. Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 26219883     DOI : -
Core Subject : Education,
ELIPSOIDA merupakan Jurnal yang memuat hasil studi dan penelitian bidang geodesi dan geomatika. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam setahun pada bulan Juni dan November oleh Departemen Teknik Geodesi Universitas Diponegoro. Jurnal ini bersifat terbuak ke semua ilmuwan, peneliti, mahasiswa dan cendekiawan lainnya yang ingin mempublikasihan hasil studi atau penelitiannya. Tujuan dari Jurnal ini adalah untuk menyediakan paltform bagi para ilmuwan dan akademisi untuk berbagi, bertukar dan mendiskusikan berbagai isu dan perkembangan ilmu Geodesi dan Geomatika. Jurnal ini menerima makalah dari universitas terkemuka di seluruh Indonesia, universitas luar negeri, lembaga pemerintah dan swasta lainnya. Semua naskah harus disiapakan dalam bahasa inggris atau bahasa indonesia dan harus melalui proses peer-review.Topik yang dapat disajikan pada jurnal ini meliputi : Pengembangan dan aplikasi ilmu geodesi dan geomatika, survey pemetaan dan GNSS, pertanahan, sistem informasi geografis (SIG), Penginderaan Jauh, Fotogrametri, Hidrografi, dan Kebencanaan.
Arjuna Subject : -
Articles 141 Documents
PEMODELAN TIGA DIMENSI (3D) SALURAN IRIGASI MENGGUNAKAN DATA AIRBORNE LIDAR BATHYMETRY (ALB) DI BENDUNG PEJENGKOLAN, KEBUMEN Mohamad Bagas Setiawan; Istarno Istarno
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 2, No 02 (2019): Volume 02 Issue 02 Year 2019
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/elipsoida.2019.4924

Abstract

Pemerintah Indonesia sedang melakukan kegiatan peningkatan dan pembangunan jaringan irigasi yang ditargetkan selesai pada tahun 2019 (Direktorat Jenderal Sumber Daya Air 2016). Untuk merealisasikan hal tersebut diperlukan metode pengukuran jaringan irigasi secara cepat dan tepat. Salah satu alternatif yang dapat digunakan adalah Airborne LiDAR Bathymetry (ALB). ALB merupakan metode penentuan kedalaman pada perairan jernih dan relatif dangkal seperti dekat pantai dan danau, menggunakan wahana seperti pesawat dengan tinggi terbang rendah serta memancarkan pulsa laser (Guenther 2001). Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji model tiga dimensi (3D) yang direpresentasikan dengan Digital Terrain Model (DTM) dari data pengukuran ALB untuk menentukan kedalaman saluran irigasi. Pada penelitian ini, DTM dibentuk dari dua buah sensor yaitu sensor Near InfraRed (NIR) dan sensor hijau pada saluran irigasi primer, sekunder, dan tersier. Model 3D yang dibentuk menggunakan data sensor NIR mewakili tinggi permukaan air pada saluran, sedangkan model 3D yang dibentuk menggukan data sensor hijau mewakili dasar saluran. Dalam proses pembentukan DTM menggunakan data ALB, perlu diperhatikan proses editing data kedalaman berdasarkan dimensi saluran agar diperoleh hasil yang representatif.
KERAPATAN TITIK PADA HASIL PENGUKURAN AIRBORNE LIDAR BATHYMETRY DI SALURAN IRIGASI, KEBUMEN, JAWA TENGAH Yoanna Anita Christy; Istarno Istarno
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 2, No 02 (2019): Volume 02 Issue 02 Year 2019
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/elipsoida.2019.4890

Abstract

Pemerintah telah mencanangkan rencana pembangunan infrastruktur pertanian yaitu rencana peningkatan dan pembangunan jaringan irigasi serta rehabilitasinya yang ditargetkan selesai pada tahun 2019. Pada tahun 2018, pemerintah melalui Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP) telah melakukan pilot project untuk keperluan pengelolaan aset dan kinerja sistem irigasi. Kegiatan pilot project dilakukan di jaringan irigasi di Kabupaten Kebumen menggunakan metode Airborne Lidar Bathymetry (ALB). Pengukuran ALB ini merupakan pengukuran yang pertama kali di Indonesia sehingga perlu diketahui kemampuannya dalam pemetaan jaringan irigasi. Salah satu indikator kemampuan ALB adalah kerapatan titik hasil pengukuran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kerapatan titik pada berbagai jenis saluran irigasi. Hasil kerapatan titik yang paling tinggi dengan sensor NIR dan hijau adalah pada saluran primer. Hal tersebut dapat dikarenakan dimensi saluran irigasi primer paling besar dibandingkan kedua jenis saluran lainnya. Hasil kerapatan titik dengan sensor hijau menunjukkan urutan kerapatan titik dari tinggi ke rendah yaitu saluran primer, tersier, dan sekunder. Hal tersebut dikarenakan pada saluran sekunder terdapat titik-titik bukan dasar perairan yang mempengaruhi daya tembus sinar hijau.
PERFORMA METODE PRECISE POINT POSITIONING (PPP) DENGAN KOREKSI IONOSFER ORDE 1 Dadang Handoko; Nurrohmat Widjadjanti; Buldan Muslim
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 2, No 02 (2019): Volume 02 Issue 02 Year 2019
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/elipsoida.2019.4925

Abstract

Global Positioning System (GPS) merupakan salah satu dari teknologi Global Navigational Satelite System (GNSS), yang digunakan untuk menentukan posisi yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan bernavigasi, pemantauan struktur bangunan, landslide, gempa bumi maupun tsunami. Penentuan posisi secara aboslut atau Precise Point Positioning saat ini berkembang dengan cepat seiring dengan meningkatnya akurasi posisi yang dihasilkan. PPP merupakan alternatif penentuan posisi dengan menggunakan metode absolut yang dapat mecapai akurasi dalam skala sentimeter maupun desimeter atau bahkan hingga milimeter. Pada penelitian ini menggunakan data pengamatan dual frekuensi dari CORS CBAL, CPAL, CAMP, CMLI, CRAU yang kemudian diolah menggunakan software GoGPS metode PPP dengan menggunakan koreksi ionosfer orde 1. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu pada stasiun CORS CAMP, CBAL, CPAL, CRAU dan CMLI diperoleh hasil standar deviasi berkisar antara dm hingga cm. Waktu konvergensi yang diperlukan mencapai 3,3jam untuk mendapatkan solusi dengan level mm. Nilai standar deviasi yang paling kecil terdapat pada hasil penentuan posisi stasiun CORS CAMP dan CBAL.
ANALISIS KUALITAS AIR DI DANAU BATUR MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT-8 OLI/TIRS MULTITEMPORAL silmina laili
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 3, No 01 (2020): Volume 03 Issue 01 Year 2020
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.077 KB) | DOI: 10.14710/elipsoida.2020.5489

Abstract

Danau Batur terletak di Kabupaten Bangli Provinsi Bali. Keberadaan Danau Batur dengan area yang begitu luas menjadikannya memiliki peranan yang sangat penting bagi masyarakat sekitar yaitu sebagai penyedia sumber air utama. Danau Batur juga memiliki peranan penting dalam sektor perikanan, pertanian, pariwisata dan kegiatan keagamaan. Berdasarkan pada fungsi dan peran utama dari Danau Batur, maka dirasa perlu adanya suatu pengamatan terhadap kualitas air yakni meliputi nilai Total Suspended Solid, tingkat kecerahan dan klorofil-a di Danau Batur. Tingginya nilai TSS akan mempengaruhi tingkat kecerahan air danau tersebut. Selain itu juga berpotensi menurunkan penetrasi cahaya yang masuk ke perairan dan berpengaruh pada kesuburan perairan. Dimana kondisi ini sering diindikasikan dengan keberadaan klorofil-a sebagai indikator biomassa fitoplankton. Dalam penelitian ini digunakan citra satelit Landsat-8 untuk pengamatan kualitas air di Danau Batur tahun 2014-2018. Pengolahan nilai TSS citra memanfaatkan algoritma Trisakti. Sedangkan pengolahan nilai klorofil-a citra memanfaatkan algoritma Wibowo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase terbesar nilai TSS di danau Batur pada rentang <25 mg/L tahun 2014, 2015, 2016, 2017 dan 2018 berturut-turut adalah 97,86%, 98,19%, 98,62%, 98,15% dan 98,66%. Persentase kecerahan pada kondisi hiperutrofik  dengan transparasi 0-70 cm pada tahun 2014, 2015, 2016, 2017 dan 2018 berturut-turut adalah 2,53%, 2,74%, 1,66%, 2,52% dan 2,25%. Sedangkan persentase terbesar nilai klorofil-a pada rentang <2 mg/m3 tahun 2014, 2015, 2016, 2017 dan 2018 berturut-turut adalah 91,41%, 93,3%, 92,71%, 92,64% dan 92,16%. Berdasarkan hasil pengamatan, nilai TSS di Danau Batur pada tahun 2014-2018 tergolong tidak berpengaruh terhadap kepentingan perikanan dan nilai klorofil-a tergolong pada kondisi oligotrof.
ANALISIS DAMPAK FREKUENSI KUNJUNGAN WISATAWAN LAWANG SEWU TERHADAP TOTAL ECONOMIC VALUE Bashit, Nurhadi; Subiyanto, Sawitri; Sasmito, Bandi; Sitepu, Selli Angelita
ELIPSOIDA Volume 03, Nomor 01, Tahun 2020
Publisher : ELIPSOIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Semarang memiliki banyak bangunan bersejarah seperti Lawang Sewu. Wisata Lawang Sewu merupakan salah satu destinasi wisata yang memiliki daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Keberadaan Lawang Sewu memberikan peluang masyarakat sekitar dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi, sosial dan budaya dalam bidang pariwisata. Lawang Sewu memiliki peluang untuk berkembang dengan meningkatnya frekuensi kunjungan dari wisatawan sehingga peran wisatawan sangatlah penting dalam perkembangan pariwisata Lawang Sewu. Daya tarik objek wisata memberikan peningkatan frekuensi kunjungan dari tahun ke tahun. Frekuensi kunjungan wisatawan dapat dianalisis tentang pengembangan objek wisata berdasarkan frekuensi kunjungan. Pengembangan pariwisata dapat dilihat dengan menggunakan Metode Biaya Perjalanan (TCM) dan Metode Penilaian Kontinjensi (CVM) untuk menentukan nilai WTP (Kesediaan Membayar) untuk melihat pengembangan pariwisata. Metode pengambilan sampel (responden) adalah nonprobability sampling dengan teknik insidental sampling, yaitu untuk responden yang kebetulan ditemukan di lokasi wawancara. Pengolahan data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda maka perhitungan untuk menentukan nilai penggunaan langsung (DUV) dan untuk menentukan nilai keberadaan (EV) menggunakan perangkat lunak Maple 17. Hasil penelitian ini besaran Consumer Surplus sebesar Rp. 35.169.196,-. Berdasarkan proses perhitungan dan penilaian diperoleh Total Economic Value (TEV) Kawasan Lawang Sewu sebesar Rp. 24.298.525.308.440,- pada tahun 2015, Rp. 30.381.191.942.980,- pada tahun 2016 dan Rp. 34.303.510.184.660,- pada tahun 2017. Faktor-faktor yang mempengaruhi frekuensi kunjungan ke Lawang Sewu adalah total biaya, usia, lama kunjungan dan lokasi alternatif. Peningkatan frekuensi kunjungan ke Lawang Sewu menjadikan Total Economic Value meningkat.
EVALUASI KUALITAS DATA SPASIAL DALAM KEGIATAN PEMUTAKHIRAN DATA PBB-P2 DI KABUPATEN PACITAN Yoga Kencana Nugraha; Purnama Budi Santosa
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 3, No 01 (2020): Volume 03 Issue 01 Year 2020
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (841.41 KB) | DOI: 10.14710/elipsoida.2020.7760

Abstract

Dengan dukungan perkembangan teknologi serta ketersedian data spasial yang semakin mudah diperoleh telah menyebabkan pemanfaatan data spasial meningkat sangat cepat untuk berbagai keperluan. Salah satunya dimanfaatkan oleh instansi daerah untuk menjalankan administrasi Pajak Bumi dan Bangunan Perkotaan dan Pedesaan (PBB-P2). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan mengukur tingkat kualitas data spasial PBB-P2 yang dihasilkan dengan cara mengidentifikasi objek pajak menggunakan citra satelit tegak resolusi tinggi (CSRT-Ortho) yang diperoleh dari Ina-SDI Geoportal. Tahapan evaluasi kualitas data spasial PBB-P2 dilakukan berdasarkan standar toleransi perbedaan luas yang disusun oleh Direktorat Jenderal Pajak, serta uji tingkat kualitas data spasial yang dibuat oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) dengan menggunakan metode polygon near distance, polygon area, dan polygon circularity ratio. Secara umum uji tingkat kualitas data spasial dilakukan dengan membandingkan sampel objek pajak hasil kegiatan pemutakhiran data spasial PBB-P2 tahun 2019 terhadap bidang tanah dalam peta pendaftaran tanah BPN sebagai objek referensi. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel uji sebanyak 293 objek pajak yang dihitung berdasarkan rumus slovin. Dari hasil uji akurasi posisi dan kualitas geometri diperoleh nilai rata-rata sebesar 3,687 m dan 0,050. Sedangkan uji kualitas luas menghasilkan nilai rata-rata sebesar 67,789 m2 dengan persentase objek pajak yang masuk dalam toleransi perbedaan luas adalah sebesar 68,26%. Secara keseluruhan hasil evaluasi data spasial PBB-P2 hasil identifikasi objek pajak melalui citra satelit menunjukan tidak adanya perbedaan data yang signifikan antara sampel objek uji terhadap objek referensi. Dari hasil uji kualitas data spasial menunjukan besarnya persentase objek pajak yang layak digunakan dalam menentukan kebijakan tekait penentuan besarnya pajak karena telah memenuhi standar toleransi luas dan berada dalam kategori kualitas sangat baik, baik dan normal adalah sebesar 67,23%.
KAJIAN DINAMIKA PASANG SURUT PANTAI SELATAN PULAU JAWA DENGAN DATA ALTIMETRI Bandi Sasmito
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 3, No 01 (2020): Volume 03 Issue 01 Year 2020
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1015.298 KB) | DOI: 10.14710/elipsoida.2020.7751

Abstract

Samudra Hindia atau Samudra India adalah kumpulan air terbesar ketiga di dunia, meliputi sekitar 20% permukaan air Bumi, pantai selatan Pulau Jawa termasuk didalamnya. Perairan ini tentunya sangat penting dan berpengaruh langsung maupun tidak lansung terhadap Pulau Jawa termasuk pasang surut airnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dinamika pasang surut dari waktu ke waktu menggunakan multitemporal satelit Altimetri dengan data Sea Level Anomaly (SLA) dari Satelit Topex/Poseidon dan data Satelit Jason-1 tahun 2002-2011. Pembentukan komponen pasang surut dari SLA dibandingkan dengan Data pengamatan pasut langsung dengan sensor yang didapat dari IOC (Intergovernmental Oceanographic Commission). Lokasi pengamatan dipilih di perairan Cilacap, Sadeng, dan Prigi. Kajian dinamika dan perbandingan komponen ditampilkan dengan grafik-grafik. Kesimpulan hasil penelitian menunjukkan perairan selatan Pulau Jawa tidak signifikan berubah ketinggianya dan tipe pasut dari ketiga lokasi pengamatan menunjukkan tipe yang sejenis, yaitu campuran condong harian ganda.Kata kunci:  Pasang Surut, Samudera Hindia, Satelit Altimetri, Sea Level Anomali (SLA), Intergovernmental Oceanographic Commission (IOC)                                                                                                     
ANALISIS GEOSTATISTIK UNTUK PEMETAAN PERUBAHAN KUALITAS AIR TANAH KAWASAN KARST KABUPATEN GUNUNGKIDUL Herlina Herlina; Diyono Diyono
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 3, No 01 (2020): Volume 03 Issue 01 Year 2020
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1949.707 KB) | DOI: 10.14710/elipsoida.2020.7762

Abstract

Gunungkidul Regency has a karst area of approximately 807 km2 or 53% of the total area of its territory. There is a tendency for expansion in karst mining leading to a number of potentials, including damage to the water system which is a pollution of karst water sources. Temperature, turbidity, Total Dissolve Solid (TDS), PH, hardness, manganese, iron, and chloride are parameters affecting groundwater quality. Measurement of the concentration of each parameter is performed through a long process and expensive costs. Therefore, not all measurements are performed in the entire area of Gunungkidul. Hence, it is important to interpolate the eight parameters using the geostatistical method. Geostatistical kriging method is an estimation method that reduces the error of variance estimation by a cross-correlation between primary and secondary variables. The best semivariogram for a five-year period with the smallest RMSE value is the temperature in 2018 using an gaussian model, turbidity in 2018 using a IDW model, Total Dissolve Solid (TDS) in 2017 using a gaussian model, PH in 2016 using a linear exponential, hardness in 2019 using a exponential model, manganese in 2017 using a circular model, iron in 2017 using a exponential  model, and chlorides in 2015 using a RBF. Monitoring points of groundwater quality using these eight parameters have different variances so that five parameters are producing more than one RMSE value. To resolve this, besides comparing several interpolation methods, natural logarithmic transformations and the correlation of actual values with estimates were also performed. The correlation between the actual value and the estimation indicates that the estimation produced by the non-transformed data is more accurate than the transformed data. The estimated results of each parameter are visualized in the form of a map so that changes in groundwater quality every year can be seen. Besides the maps, the results of this study are shown in graphs of changes in the form of cross-sections of each parameter from 2015 to 2019. Visualization of changes in the quality level groundwater is expected to give input for relevant agencies in the conservation of water resources. Keywords:  Karst Mining, Mapping, Geostatistics, Groundwater Quality.
EVALUASI POLARISASI CITRA SAR (SYHTHETIC APERTURE RADAR) UNTUK KLASIFIKASI OBYEK TUTUPAN LAHAN Johan Ariyantoni; Catur Aries Rokhmana
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 3, No 01 (2020): Volume 03 Issue 01 Year 2020
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1273.099 KB) | DOI: 10.14710/elipsoida.2020.7761

Abstract

Penggunaan pengindraan jauh sensor aktif SAR (Synthetic Aperture Radar) masih kurang dimanfaatkan sebagai upaya pengganti pengindraan jauh optis untuk pemetaan tutupan lahan, padahal citra optis masih memiliki tutupan awan yang menjadi kendala besar dalam pemantauan obyek tutupan lahan. Keunggulan Citra SAR Sentinel-1A adalah dapat menembus awan serta tidak berpengaruh pada keadaan cuaca. Dengan memanfaatkan teknologi polarisasi, citra SAR dapat membentuk komposit RGB yang berbeda, dalam penelitian ini digunakan komposit VV+VH,VH,VV/VH yaitu R dengan polarisasi VV+VH, G dengan polarisasi VH dan B dengan polarisasi VV/VH, menghasilkan tampilan citra SAR yang dapat diinterpretasi obyek tutupan lahannya. Ini dilakukan untuk mengevaluasi seberapa besar teknologi polarisasi SAR membantu dalam pemetaan obyek tutupan lahan. Hasil dari interpretasi tersebut dapat diidentifikasikan enam obyek tutupan lahan yang terdiri dari bangunan (permukiman desa, kota, dan gedung), sawah, hutan, semak, semak belukar dan lahan terbuka, hasil tersebut masih belum mampu untuk pemetaan tutupan lahan secara mendetil karena masih minimnya tutupan lahan yang dapat diinterpretasi pada komposit polarisasi tersebut. Tahapan Klasifikasi dilakukan dengan menggunakan dua metode yaitu maximum likelihood dan Support Vector Machine (SVM). Hasil akurasi keseluruhan confusion matrix dari klasifikasi maximum likelihood adalah 78,95% sedangkan klasifikasi Support Vector Machine (SVM) adalah 87,37%. Secara akurasi keselurahan dapat disimpulkan bahwa metode Support Vector Machine (SVM) lebih baik digunakan dalam klasifikasi citra SAR
ANALISIS KEBERADAAN KEPULAUAN SERIBU TERHADAP BATAS PENGELOLAAN LAUT PROVINSI DKI JAKARTA Fauzi Janu Amarrohman; Moehammad Awaluddin; Bambang Darmo Yuwono; Aisyah Arifin
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 3, No 01 (2020): Volume 03 Issue 01 Year 2020
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.16 KB) | DOI: 10.14710/elipsoida.2020.7754

Abstract

Province of Special Capital Region (DKI) Jakarta is one of the provinces in Indonesia which has a sea area larger than its land area. Based on this, according to Law of the Republic of Indonesia Number 23 of 2014 concerning Regional Government, the Province of DKI Jakarta can be called a province with an archipelago characteristic. The province of the archipelago has the authority to manage natural resources at sea and is assigned to carry out the authority of the central government in the marine sector based on the principle of co-administration. Determination of the management of the sea area in an island region characterized by the provisions of UNCLOS 1982. In this case the affirmation of an island territory using three reference references, namely with the coastline as a normal base line, with a straight base line, and with reference to the group of islands as baselines of the islands. The data used in this study uses the Peta Rupa Bumi Indonesia and Landsat 8 Image data acquisition in 2019. From the two data, the boundaries of the management area of the sea area are carried out digitally. In order to obtain the area of marine management of the DKI Jakarta region which is characterized by islands with the Thousand Islands and the area of sea management if the Province of DKI Jakarta is a province that is not characterized by islands. The total area of sea management in the Province of DKI Jakarta is not characterized by an archipelago is 587,453,346 Ha, whereas if the determination of the sea area management area of DKI Jakarta Province is characterized by an archipelago, the area is 587,457,404 Ha.

Page 6 of 15 | Total Record : 141