cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Gedung Kuliah Bersama (GKB) Lt 3 Fakultas Teknik Universitas Diponegoro- Departemen Teknik Geodesi Jl Prof Soedarto SH, Tembalang. Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 26219883     DOI : -
Core Subject : Education,
ELIPSOIDA merupakan Jurnal yang memuat hasil studi dan penelitian bidang geodesi dan geomatika. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam setahun pada bulan Juni dan November oleh Departemen Teknik Geodesi Universitas Diponegoro. Jurnal ini bersifat terbuak ke semua ilmuwan, peneliti, mahasiswa dan cendekiawan lainnya yang ingin mempublikasihan hasil studi atau penelitiannya. Tujuan dari Jurnal ini adalah untuk menyediakan paltform bagi para ilmuwan dan akademisi untuk berbagi, bertukar dan mendiskusikan berbagai isu dan perkembangan ilmu Geodesi dan Geomatika. Jurnal ini menerima makalah dari universitas terkemuka di seluruh Indonesia, universitas luar negeri, lembaga pemerintah dan swasta lainnya. Semua naskah harus disiapakan dalam bahasa inggris atau bahasa indonesia dan harus melalui proses peer-review.Topik yang dapat disajikan pada jurnal ini meliputi : Pengembangan dan aplikasi ilmu geodesi dan geomatika, survey pemetaan dan GNSS, pertanahan, sistem informasi geografis (SIG), Penginderaan Jauh, Fotogrametri, Hidrografi, dan Kebencanaan.
Arjuna Subject : -
Articles 141 Documents
IDENTIFIKASI KAWASAN RAWAN LONGSOR BERDASARKAN KARAKTERISTIK BATUAN PENYUSUN DI KOTA BANDAR LAMPUNG Lea Kristi Agustina; Danni Gathot Harbowo; Bilal Al Farishi
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 3, No 01 (2020): Volume 03 Issue 01 Year 2020
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.113 KB) | DOI: 10.14710/elipsoida.2020.7769

Abstract

Kota Bandar Lampung memiliki topografi yang cukup beragam berupa lembah maupun punggungan bukit, dalam perkembangannya banyak kawasan pemukiman yang tersebar diantara perbukitan. Bencana longsor merupakan salah satu bencana yang sering terjadi di Indonesia. Perlu adanya kajian daerah rawan longsor beserta mitigasi bencana secara spesifik yang menjadi langkah konkrit dalam mengurangi angka korban jiwa maupun materi. Banyak faktor yang mempengaruhi rawan bencana longsor, yaitu: tingkat kemiringan dari kelerengan, tutupan lahan, jenis batuan dan tanah, serta didukung dengan data kejadian sebelumnya. Gambaran permukaan bumi khususnya daerah rawan longsor dapat direpresentasikan dalam peta, diawali dengan disusunnya dataset fundamental berdasarkan parameter yang berpengaruh kejadian longsor. Setiap parameter yang mempengaruhi kejadian longsor yang digunakan memiliki besar bobot yang berbeda dan terangkum dalam metode tumpang susun (Overlay). Meninjau area rawan di Kota Bandar Lampung terdapat sisa endapan gunungapi menghasilkan geomorfologi bukit terjal dimana penyusun batuannya adalah tuff dan breksi, yang kini bisa diamati di Kota Bandar Lampung, diantaranya adalah Bukit Sulah Sukarame, Bukit Koga Kedaton, Bukit Kaliawi dan Bukit Randu Tanjungkarang. Selain itu, terdapatnya banyak sesar yang berarah NW-SW sejajar orientasi Teluk Lampung, beberapa bukit di sekitarnya memiliki morfologi dengan curam. Batuan penyusunnya pun memiliki banyak rekahan, sehingga cenderung menjadikan lereng menjadi tidak stabil. Inilah yang membuat beberapa daerah di Kota Bandar Lampung rawan terjadi longsor.
ANALISIS INDEKS KEKRITISAN LINGKUNGAN DI KOTA MAKASSAR MENGGUNAKAN CITRA SATELIT LANDSAT 8 OLI/TIRS Feri Fadlin; Nia Kurniadin; Astrolabe Sian Prasetya
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 3, No 01 (2020): Volume 03 Issue 01 Year 2020
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1452.591 KB) | DOI: 10.14710/elipsoida.2020.6232

Abstract

Indeks Kekritisan Lingkungan (ECI) didefinisikan sebagai kondisi kritis lingkungan akibat peningkatan suhu permukaan tanah (LST) dan berkurangnya indeks kerapatan vegetasi (NDVI). Secara sederhana dapat dijelaskan bahwa ECI berbanding lurus dengan peningkatan suhu dan berbanding terbalik dengan tutupan vegetasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ECI di Kota Makassar dengan memanfaatkan citra satelit landsat 8 OLI/TIRS perekaman tahun 2013-2018. Metode penelitian untuk analisa ECI selain menggunakan algoritma LST dan NDVI juga dilakukan dengan menggunakan persamaan deduktif modifikasi dengan penambahan algoritma indeks kawasan terbangun (NDBI) dan indeks kebasahan (NDWI) untuk meningkatkan akurasi klsifikasi ECI di wilayah Kota Makassar.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi tren peningkatan LST dan NDBI serta penurunan NDVI di wilayah Kota Makassar tahun 2013 – 2018. . Algoritma indeks kebasahan NDWI juga dapat digunakan sebagai tambahan dalam formula deduktif ECI dan mampu meningkatkan akurasi klasifikasi dengan mengeliminasi tubuh air sebagai kategori lingkungan kritis. Hasil klasifikasi indeks kekritisan lingkungan ECI menunjukkan bahwa 46,69% wilayah Kota Makassar termasuk dalam kategori tidak kritis, 51,55% masuk kategori kritis dan 1,76% termasuk kategori sangat kritis. Wilayah dengan kategori sangat kritis tersebar di Jalan Tamalate, wilayah Jalan Maccini Raya, Jalan Teuku Umar 11, Jalan Tinumbu Jalan Abdul Rahman Hakim, Jalan Manuruki, dan sekitar jalan Tol Reformasi.
ANALISA PERUBAHAN KERAPATAN VEGETASI PADA DAS BLORONG MENGGUNAKAN METODE FOREST CANOPY DENSITY (FCD) DARI CITRA LANDSAT 8 Abdi Sukmono; Ardyan Satria Pratama; LM Sabri
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 3, No 01 (2020): Volume 03 Issue 01 Year 2020
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.434 KB) | DOI: 10.14710/elipsoida.2020.8051

Abstract

Kabupaten Kendal terletak di Provinsi Jawa Tengah yang berbatasan langsung dengan Kota Semarang ibukota dari Provinsi Jawa Tengah. Perubahan penggunaaan lahan di Kabupaten Kendal terjadi akibat berubahnya penggunaan suatu kawasan yang awalnya merupakan pertanian menjadi sebuah kawasan industri yang mendorong terbentuknya kawasan industri dan pemukiman dan didukung oleh kenyataan bahwa Kabupaten Kendal berbatasan langsung dengan Kota Semarang yang bisa dibilang merupakan Kota Industri.Penelitian ini bertujuan untuk meneliti perubahan kerapatan vegetasi dari DAS Blorong dengan menggunakan algoritma FCD yang menggunakan bahan berupa citra satelit Landsat 8. Perubahan nilai kerapatan vegetasi nantinya akan terlihat dengan membandingkan hasil pengolahan citra satelit yang dilakukan. Penelitian ini menggunakan temporal waktu tahun 2013, 2016, dan 2019.Berdasarkan hasil pengolahan kerapatan vegetasi di DAS Blorong terjadi perubahan luas kerapatan vegetasi untuk tahun 2013 menuju 2019 pada rentang kelas 0% - 8,712018424 % sebesar 27,84563922 (Ha), pada kelas 8,712018425% - 44,5208566% sebesar 73,71226492 (Ha), untuk kelas 44,52085661% – 80,32969478% sebesar - 4539,318892 (Ha), dan untuk kelas dengan rentang nilai tutupan pohon 80,32969479% – 100% sebesar -4640,875046 (Ha).
ANALISIS POTENSI TENAGA SURYA PADA PERMODELAN BANGUNAN TIGA DIMENSI BERDASARKAN DATA OPEN STREET MAP (STUDI KASUS: UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA) Gilang Cahya Nusantara; Bondan Galih Dewanto
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 3, No 01 (2020): Volume 03 Issue 01 Year 2020
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.785 KB) | DOI: 10.14710/elipsoida.2020.7757

Abstract

Energy crisis that occurred in the world after being exploited on a large scale against fossil energy caused people has to think again about renewable energy. In Indonesia, the electricity consumption always increases every year with fossil energy dominating energy sources. Based on the Government Regulation number 79 of 2014, concerning the National Energy Policy, the Government of Indonesia has a national target in the implementation of renewable energy of 23% in 2025 and 31% in 2050. Information disclosure and development of geospatial technology is shown through the availability of information on the dimensions, location, and the height of objects on the surface of the earth through the open street map (OSM) website, one of which is the building. Digital Elevation Model (DEM/DEMNAS) data can be accessed through the Geospatial Information Agency (BIG) website. Utilization of this information can be done by utilizing QGIS and ArcGIS Pro software. The existence of an energy crisis and technological developments led to calculate Solar Radiation (contained in ArcGIS Pro) which can calculate the solar potential at a location based on three-dimensional building data, DEM, and solar intensity. Universitas Gadjah Mada (UGM) has announced their commitment in realizing new and renewable energy in Indonesia. Therefore, researchers intend to find out the solar potential in the UGM region in order to realize government programs in the application of new renewable energy. Based on the analysis done in this research, we get the amount of solar energy potential of 369.543 kWh/ m2/ day. Through this research we hope that UGM can become a pilot campus in the application of renewable energy, solar energy and can reduce the use of conventional electricity using fossil energy.Keywords: Solar Energy Potential, Three Dimensional Building, Open Street Map, UGM.
EVALUASI ALGORITMA TOTAL SUSPENDED SOLID (TSS) PADA CITRA LANDSAT 8 TERHADAP DATA TSS IN-SITU Nia Kurniadin; Eny Maria
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 3, No 01 (2020): Volume 03 Issue 01 Year 2020
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.455 KB) | DOI: 10.14710/elipsoida.2020.6754

Abstract

Algoritma TSS telah banyak dikembangkan di beberapa tempat di perairan Indonesia. Pada setiap tempat kajian, algoritma TSS dikembangkan berdasarkan data reflektan dan data TSS in-situ hasil pengukuran di lapangan. Algoritma TSS yang dikembangkan di setiap tempat kajian tidak selalu memberikan nilai estimasi yang sesuai ketika diterapkan pada tempat kajian yang berbeda. Sehingga pada setiap tempat kajian yang baru, peneliti pada umumnya mengembangkan kembali algoritma baru untuk menduga persebaran nilai TSS di tempat tersebut. Untuk itu, pada penelitian ini kami melakukan evaluasi terhadap beberapa algoritma TSS yang telah dikembangkan untuk mengetahui sejauh mana konsistensinya terhadap kontribusinya dalam mengekstrak nilai TSS dari citra Landsat 8. Algoritma TSS yang dievaluasi terdiri dari 5 (lima) algoritma (Jaelani, Budhiman, Parwati, Guzman-Santaela, dan Laili). Algoritma tersebut diaplikasikan pada citra Landsat 8 yang terkoreksi atmosfer terhadap data TSS in-situ di 5 (lima) wilayah perairan (Muara Jawa, Bombana, Gili Iyang, Teluk Kendari, Muara Sungai Porong). Hasil penelitian diperoleh informasi bahwa algoritma TSS Jaelani dengan rerata NMAE 59,39% dan R2 0,43. Hal ini menunjukkan algoritma TSS Jaeani memiliki reputasi yang baik dalam hal konsistensinya dalam mengektrak nilai TSS dari citra Landsat 8.
ANALISIS DAMPAK FREKUENSI KUNJUNGAN WISATAWAN LAWANG SEWU TERHADAP TOTAL ECONOMIC VALUE Nurhadi Bashit; Sawitri Subiyanto; Bandi Sasmito; Selli Angelita Sitepu
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 3, No 01 (2020): Volume 03 Issue 01 Year 2020
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.273 KB) | DOI: 10.14710/elipsoida.2020.7671

Abstract

Kota Semarang memiliki banyak bangunan bersejarah seperti Lawang Sewu. Wisata Lawang Sewu merupakan salah satu destinasi wisata yang memiliki daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Keberadaan Lawang Sewu memberikan peluang masyarakat sekitar dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi, sosial dan budaya dalam bidang pariwisata. Lawang Sewu memiliki peluang untuk berkembang dengan meningkatnya frekuensi kunjungan dari wisatawan sehingga peran wisatawan sangatlah penting dalam perkembangan pariwisata Lawang Sewu. Daya tarik objek wisata memberikan peningkatan frekuensi kunjungan dari tahun ke tahun. Frekuensi kunjungan wisatawan dapat dianalisis tentang pengembangan objek wisata berdasarkan frekuensi kunjungan. Pengembangan pariwisata dapat dilihat dengan menggunakan Metode Biaya Perjalanan (TCM) dan Metode Penilaian Kontinjensi (CVM) untuk menentukan nilai WTP (Kesediaan Membayar) untuk melihat pengembangan pariwisata. Metode pengambilan sampel (responden) adalah nonprobability sampling dengan teknik insidental sampling, yaitu untuk responden yang kebetulan ditemukan di lokasi wawancara. Pengolahan data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda maka perhitungan untuk menentukan nilai penggunaan langsung (DUV) dan untuk menentukan nilai keberadaan (EV) menggunakan perangkat lunak Maple 17. Hasil penelitian ini besaran Consumer Surplus sebesar Rp. 35.169.196,-. Berdasarkan proses perhitungan dan penilaian diperoleh Total Economic Value (TEV) Kawasan Lawang Sewu sebesar Rp. 24.298.525.308.440,- pada tahun 2015, Rp. 30.381.191.942.980,- pada tahun 2016 dan Rp. 34.303.510.184.660,- pada tahun 2017. Faktor-faktor yang mempengaruhi frekuensi kunjungan ke Lawang Sewu adalah total biaya, usia, lama kunjungan dan lokasi alternatif. Peningkatan frekuensi kunjungan ke Lawang Sewu menjadikan Total Economic Value meningkat.
OPAK FAULT DEFORMATION MONITORING USING SENTINEL-1 INSAR DATA FROM 2016-2019 IN YOGYAKARTA INDONESIA Bondan Galih Dewanto; Mohamad Bagas Setiawan; Gilang Cahya Nusantara
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 3, No 01 (2020): Volume 03 Issue 01 Year 2020
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (805.884 KB) | DOI: 10.14710/elipsoida.2020.7758

Abstract

The 2006 Yogyakarta earthquake occurred at 05.55 West Indonesia Time, May 27, 2006 with a magnitude of Mw 5.9. The earthquake had a great trauma effect for the community, because there were many fatalities, around 6,000 people died. Therefore, it is very important to conduct research to determine the deformation that is currently happening around the Opak Fault. In this research, during 2016-2019, we collected products for Sentinel-1 synthetic aperture radar interferometry (InSAR) to measure the current fault deformation. The InSAR data was processed using LiCSBAS, a time series analysis kit of open-source SAR interferometry (InSAR) that integrates with the automated Sentinel-1 InSAR processor (LiCSAR). In the processing scheme for LiCSBAS, interferograms with many unwrapping errors are automatically detected and removed via loop closure. Reliable time series and velocities are extracted using several noise indices with the help of masking. The location of the Opak Fault can be detected clearly in the result because the deformation pattern around the fault is contrary different. The west of Opak Fault shows an uplift movement, while the deformation occurred in east area of the fault shows subsidence movement. Keywords : Opak Fault, Crustal Deformation, Sentinel-1 InSAR Data, LiCSBAS
RANCANG BANGUN DESAIN PETA ONLINE KAWASAN WISATA PANTAI DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Arief Laila Nugraha; Hana Sugiastu Firdaus; Moehammad Awaluddin; Afriyanto Afriyanto
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 3, No 02 (2020): Volume 03 Issue 02 Year 2020
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/elipsoida.2020.9215

Abstract

Perancangan desain peta online merupakan salah satu bentuk visualisasi peta agar mudah diakses oleh masyarakat umum. Aplikasi peta online wisata pantai berbasis web menyajikan informasi pantai yang lebih kompleks baik secara deskriptif maupun spasial (peta). Peta-peta tersebut disematkan ke dalam situs web sehingga aplikasi web ini bercirikan Sistem Informasi Geospasial Berbasis Web atau WebGIS. Sementara itu, perancangan secara konseptual menggunakan Diagram E-R (Entity-Relationship) dan uji kelayakan (usability) desain aplikasi peta online wisata pantai beserta fasilitas berbasis web di Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menunjukkan hasil 4.09/5.00 dengan kategori Sangat Baik.
PENDUGAAN POTENSI AIR TANAH DI DAERAH SUMBA TIMUR DENGAN MENGGUNAKAN DATA CITRA SATELIT DAN GEOLISTRIK Septa Erik Prabawa; Ary Iswahyudi; Dwa Desa Warnana
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 3, No 02 (2020): Volume 03 Issue 02 Year 2020
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/elipsoida.2020.9203

Abstract

Telah dilakukan kajian pendugaan potensi air tanah di daerah Sumba Timur dengan menggunakan data citra satelit SRTM dan geolistrik tahanan jenis. Citra SRTM digunakan untuk analisa morfologi bentang alam sedangkan pengukuran geolistrik bertujuan untuk mendapatkan gambaran litologi bawah permukaan tanah untuk mendapatkan potensi air tanah. Survei sebaran mata air dilakukan untuk menguatkan analisis data. Data SRTM menunjukkan morfologi bentang alam berupa dataran batugamping berundak mulai dari pantai di sisi Timur kearah Barat. Mata air ditemukan berada di kaki dataran berundak yang merupakan perpotongan topografi. Pengolahan data geolistrik menunjukkan bahwa susunan batuan bawah permukaan tanah daerah kajian terdiri dari batugamping terumbu yang merupakan anggota Formasi Kaliangga sebagai lapisan berpori pembawa air dan batupasir tufan anggota Formasi Kananggar sebagai lapisan kedap penahan air. Morfologi berupa perundakan batugamping di sebagian besar area kajian menjadikan keterdapatan mata air berada di kaki undak atau perpotongan topografi. Hal ini menguatkan dugaan bahwa air permukaan meresap kebawah menembus pori batugamping terumbu kemudian tertahan oleh batupasir tufan dan keluar sebagai mata air di perpotongan topografi. Hal ini konsisten dengan hasil pengukuran geolistrik yang menunjukkan dominasi batugamping terumbu di area kajian dan minimnya curah hujan menjadikan daerah kajian menjadi daerah kering.
ANALISIS LUAS PENGELOLAAN WILAYAH LAUT JAWA TENGAH PADA BEBERAPA SISTEM PROYEKSI DAN SISTEM KOORDINAT Moehammad Awaluddin; Fauzi Janu Ammarohman; Arief Laila Nugraha; Bandi Sasmito; Khofifatul Azizah
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 3, No 02 (2020): Volume 03 Issue 02 Year 2020
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/elipsoida.2020.9201

Abstract

Permendagri No. 141 tahun 2017 menyebutkan bahwa Peta Batas Daerah termasuk Peta Batas Pengelolaan Wilayah Laut menggunakan sistem proyeksi Transverse Mercator dan sistem koordinat UTM. Sistem proyeksi ini bersifat konform yang mempertahankan bentuk (sudut) tetapi tidak mempertahankan luas dan jarak. Penelitian ini menghitung perbedaan luas pada beberapa sistem proyeksi dan sistem koordinat di batas pengelolaan wilayah laut Provinsi Jawa Tengah. Sistem proyeksi dan sistem koordinat yang digunakan adalah: Proyeksi Lambert Silinder Equal Area, Proyeksi UTM Zona 49 Selatan, Proyeksi Transverse Mercator dan Proyeksi Mercator dengan dua sistem koordinat yang berbeda. Selisih luas dihitung terhadap luas hasil proyeksi Lambert Silinder Equal Area yang mempertahankan luas pada sistem proyeksinya. Luas daerah pengelolaan wilayah laut Provinsi Jawa Tengah pada proyeksi UTM dan Transverse Mercator mempunyai persentasi selisih luas yang kecil jika dibandingkan dengan luas proyeksi Lambert Silinder Equal Area. Besarnya persentase selisih luas tidak signifikan sehingga penarikan batas pengelolaan wilayah laut Provinsi Jawa Tengah dapat dilakukan pada sistem proyeksi konform UTM. Perbedaan persentasi luas yang besar pada proyeksi Mercator dibandingkan dengan proyeksi UTM dan Transverse Mercator disebabkan letak daerah yang berjarak paling jauh pada garis yang mempunyai distorsi nol.Permendagri No. 141 of 2017 states that the regional boundary map including the maritime area management boundary map uses the Transverse Mercator projection system and the UTM coordinate system. This projection system is conform projection which maintains shape (angle) but does not maintain area and distance. This study calculates the area differences in several projection systems and coordinate in the management boundaries of the sea territory of The Central Java Province. The projection system and coordinate system used are: Equal Area Cylindrical Lambert Projection, UTM Projection zone 49 south, Transverse Mercator Projection and Mercator Projection with two different coordinate systems. The difference in area is calculated against the projected area of the Lambert Cylindrical Equal Area which maintains the area of the projection system. The area of the sea management area of Central Java Province in the UTM and Transverse Mercator projections has a small percentage difference in area when compared to the projected area of the Lambert Cylindrical Equal Area. The magnitude of the percentage difference in area is not significant so that the drawing of boundaries for the management of the sea area of Central Java Province can be carried out on the UTM conforming projection system. The bigger percentage of area difference of the Mercator projection compared to the UTM and Transverse Mercator projections is due to the location of the area that is the farthest away from the line which has zero distortion.

Page 7 of 15 | Total Record : 141