cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Gedung Kuliah Bersama (GKB) Lt 3 Fakultas Teknik Universitas Diponegoro- Departemen Teknik Geodesi Jl Prof Soedarto SH, Tembalang. Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 26219883     DOI : -
Core Subject : Education,
ELIPSOIDA merupakan Jurnal yang memuat hasil studi dan penelitian bidang geodesi dan geomatika. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam setahun pada bulan Juni dan November oleh Departemen Teknik Geodesi Universitas Diponegoro. Jurnal ini bersifat terbuak ke semua ilmuwan, peneliti, mahasiswa dan cendekiawan lainnya yang ingin mempublikasihan hasil studi atau penelitiannya. Tujuan dari Jurnal ini adalah untuk menyediakan paltform bagi para ilmuwan dan akademisi untuk berbagi, bertukar dan mendiskusikan berbagai isu dan perkembangan ilmu Geodesi dan Geomatika. Jurnal ini menerima makalah dari universitas terkemuka di seluruh Indonesia, universitas luar negeri, lembaga pemerintah dan swasta lainnya. Semua naskah harus disiapakan dalam bahasa inggris atau bahasa indonesia dan harus melalui proses peer-review.Topik yang dapat disajikan pada jurnal ini meliputi : Pengembangan dan aplikasi ilmu geodesi dan geomatika, survey pemetaan dan GNSS, pertanahan, sistem informasi geografis (SIG), Penginderaan Jauh, Fotogrametri, Hidrografi, dan Kebencanaan.
Arjuna Subject : -
Articles 141 Documents
PRA-KAJIAN DATA MULTIBEAM ECHOSOUNDER UNTUK PENDUGAAN SEDIMEN PERAIRAN DANGKAL Bandi Sasmito; Hana Sugiastu Firdaus; Moehammad  Awaluddin; Arief Laila Nugraha
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 3, No 02 (2020): Volume 03 Issue 02 Year 2020
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/elipsoida.2020.9211

Abstract

ABSTRAK Studi ini mengkaji tentang penggunaan data Echosounder Multibeam (MBES) untuk pendugaan sedimen perairan dangkal dengan wilayah studi Pantai Kartini Jepara. Sedimentasi merupakan salah satu proses yang terjadi disebabkan oleh alam dan aktivitas manusia yang berujung pada pengendapan. MBES digunakan untuk pemetaan seperti kolom air dan pemetaan backscatter. Nilai intensitas gelombang akustik yang dipancarkan dihubungkan dengan uji laboratorium sedimen, rentang kelas tertentu yang dihasilkan dari nilai intensitas gelombang akustik menunjukkan klasifikasi sedimen yang ada di dasar perairan dimana perbedaan klasifikasi dipengaruhi yang dipancarkan oleh instrumen, sehingga penyebaran sedimen dapat terpetakan di dasar perairan. Pra-studi ini melakukan kajian terhadap pengambilan data gelombang akustik dengan MBES dan pengambilan sampel sedimen yang kemudian dilakukan uji laboratorium untuk nantinya dilanjutkan pada pendugaan sedimen.Kata kunci:  Nilai Intensitas Akustik, Multibeam Echosounder,  Sedimen, Pantai  ABSTRACT This study examines the use of Multibeam Echosounder (MBES) data to estimate shallow water sediment in the study area of Kartini Beach, Jepara. Sedimentation is a process that occurs due to nature and human activities that lead to deposition. MBES is used for mappings such as water column and backscatter mapping. The emitted acoustic wave intensity value is related to the sediment laboratory test, the range of a certain class resulting from the acoustic wave intensity value shows the classification of sediment in the bottom of the water where classification differences are influenced by the emission by the instrument, so that the distribution of sediment can be mapped on the bottom of the water This pre-study conducted a study on acoustic wave data collection using MBES and sediment sampling which was then carried out by laboratory tests to later proceed with sediment estimation. Keywords: Acoustic Intensity Value, Multibeam Echosounder, Sediment, Beach
PEMETAAN KAWASAN WILAYAH PERMUKIMAN RUMAH TIDAK LAYAK HUNI DI PERDESAAN (STUDI KASUS: KECAMATAN PALENGAAN DAN KECAMATAN BATUMARMAR, KABUPATEN PAMEKASAN) Fahrul Yahya; Septa Erik Prabawa; Melisa Amalia Mahardianti; Aldea Noor Alina
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 3, No 02 (2020): Volume 03 Issue 02 Year 2020
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/elipsoida.2020.9205

Abstract

Rumah tidak layak huni pada umumnya berkaitan dengan permukiman kumuh dan banyak dijumpai masyarakat miskin atau masyarakat yang kurang mampu. Rumah tidak layak huni adalah suatu hunian atau tempat tinggal yang tidak layak huni karena tidak memenuhi persyaratan untuk hunian baik secara teknis maupun non teknis. Perumahan tidak layak huni adalah kondisi dimana rumah beserta lingkungannya tidak memenuhi persyaratan yang layak untuk tempat tinggal baik secara fisik, kesehatan maupun sosial. Kawasan Perdesaan Kabupaten Pamekasan memiliki tingkat pertumbuhan permukiman yang cukup besar. Perkembangan fisik tersebut secara tidak langsung akan memberikan dampak-dampak kepadatan terhadap hunian atau dampak sosial terhadap masyarakat setempat. Munculnya kawasan permukiman kumuh, kondisi fisik hunian yang tidak layak huni, nilai lahan semakin mahal, kemiskinan penduduk perkotaan yang disebabkan kemampuan pendataan masyarakat yang rendah dan kurang dapat bersaing didalam kehidupan perkotaan menjadi permasalahan awal akan munculnya hunian-hunian liar dan kumuh dan dikatagorikan sebagai hunian tidak layak huni. Analisis tersebut menggunakan dua analisis yaitu backlog Kepenghunian dihitung mengacu pada konsep perghitungan ideal, satu keluarga menghuni satu rumah dan backlog kepemilikan dihitung berdasarkan angka home ownership rate atau persentase rumah tangga (ruta) yang menempati rumah milik sendiri, dimana sumber data dasar yang digunakan dalam perhitungan ini adalah bersumber dari data BPS. Dari hasil analisis perhitungan Backlog Kepenghunian bersumber dari data survei lapangan di Kecamatan Palengaan dan Kecamatan Batumarmar dimana Backlog Kepenghunian di Kecamatan Palengaan berjumlah 3874 unit rumah dan Backlog Kepemilikan berjumlah 2014 unit rumah dan Backlog Kepenghunian di Kecamatan Batumarmar berjumlah 880 unit rumah dan Backlog Kepemilikan berjumlah 2474 unit rumah.
ANALISIS PERUBAHAN GARIS PANTAI AKIBAT KENAIKAN MUKA AIR LAUT PANTAI KABUPATEN DEMAK Bandi Sasmito
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 3, No 02 (2020): Volume 03 Issue 02 Year 2020
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/elipsoida.2020.9204

Abstract

Studi ini mengarah pada penelitian perubahan garis pantai tahun ke tahun di pantai Kabupaten Demak dengan keterkaitanya terhadap kenaikan muka air laut. Kenaikan muka laut dapat menyebabkan berkurangnya wilayah daratan seperti perubahan garis pantai. Perubahan garis pantai perlu dipantau agar dapat mengetahui besar perubahan sehingga dapat mengantisipasi dampak yang disebabkan perubahan garis pantai. Data yang digunakan penelitian ini  adalah dari satelit altimetri untuk meneliti kenaikan muka air laut dan satelit Landsat multi temporal untuk meneliti erubahan garis pantai. Hasil pengolahan data diperoleh adalah terjadi adanya perubahan garis pantai di Kabupaten Demak berupa Abrasi  di satu wilayah dan Akresi di wilayah lain,  dan rata-rata kenaikan muka laut terjadi di Laut Jawa tetapi bukan sebagai penyebab utama dari terjadinya perubahan garis pantai.Kata kunci:  Garis pantai, , Kenaikan Muka Air Laut, Altimetri, Penginderaan Jauh 
ANALISIS KANDUNGAN TOTAL SUSPENDED SOLID (TSS) MENGGUNAKAN CITRA SATELIT WORLDVIEW 3 DIPERAIRAN KARIMUNJAWA Aditya Hafidh Baktiar; Abdul Basith
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 3, No 02 (2020): Volume 03 Issue 02 Year 2020
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/elipsoida.2020.9210

Abstract

Salah satu biota laut yang berada di perairan Karimunjawa dan sering menjadi daya tarik wisatawan yaitu terumbu karang merupakan spesies yang berperan penting dalam menjaga dan menyeimbangkan ekosistem laut. Dimana keberadaan spesies ini merupakan tempat tinggal makhluk hidup laut lainnya dan dapat berfugsi untuk mencegah abrasi pantai. Keberadaan terumbu karang serta biota laut lainnya mempunyai hubungan erat dengan sedimentasi dan suspensi padatan yang berada disekelilingnya. Dengan adanya suspense padatan yang tinggi dapat menyebabkan penurunan terhadap keanekaragaman terumbu karang dan biota laut lainnya.Dalam rangka mengetahui serta menilai suspensi padatan yang dihasilkan diperairan karimunjawa maka dilakukan penelitian mengenai Total Suspended Solid yang berfungsi untuk mengetahui tingkat sedimentasi yang terjadi di perairan karimunjawa yang berguna untuk mencegah terjadinya penurunan keanekaragaman terumbu karang dan biota laut lainnya yang ada disana.Dalam penelitian yang dilakukan dengan menggunakan metode penginderaan jauh yang memanfaatkan citra satelit resiolusi tinggi (Woldview 3) didapatkan hasil bahwa tingkat sedimentasi yang berada perairan karimunjawa didominasi oleh kategori sedang (10-20 mg/l) yang banyak ditemukan di bagian laut dangkal dan laut dalam, untuk kategori rendah (5-10 mg/l) banyak ditemukan di bagian bibir pantai. Sehingga dengan data tersebut dapat dikatakan bahwa sedimentasi yang berada diperairan karimunjawa masih berada ditingkat sedimentasi sedang yang masih bisa ditoleransi dan tidak mengganggu keanekaragaman terumbu karang dan biota laut lainnya.
ANALISIS FISIK DAN LINGKUNGAN KESESUAIAN LAHAN UNTUK REKOMENDASI ARAHAN TATA RUANG KOTA MADIUN Aldea Noor Alina
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 3, No 02 (2020): Volume 03 Issue 02 Year 2020
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/elipsoida.2020.9202

Abstract

Kota Madiun merupakan Kota yang ditetapkan sebagai pusat Wilayah Pengembangan (WP) Madiun dan sekitarnya serta pusat pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur bagian barat. Arahan perencanaan inilah yang semakin mendorong munculnya perubahan penggunaan lahan dan pesatnya perkembangan Kota Madiun. Selain perkembangan di aspek ekonomi, Kota Madiun diharapkan tetap berupaya mempertahankan lahan baku sawahnya. Hal inilah yang mendasari perlunya ada analisa kembali terhadap kondisi fisik wilayah yang mempertimbangkan Daya Dukung Wilayah Kota Madiun sehingga dapat diberikan rekomendasi kesesuaian lahan yang tepat dalam perencanaan wilayah Kota Madiun. Berdasarkan hasil analisa kesesuaian lahan didapatkan hasil rekomendasi kesesuaian lahan di Kota Madiun adalah sebesar 121,982 Ha sebagai Kawasan Konservasi dan Jalur Hijau Pengaman, sebesar 489,718 Ha sebagai Kawasan Lahan Baku Pertanian, sebesar 482,376 Ha sebagai Kawasan Permukiman Perkotaan dengan Kepadatan Tinggi, dan 2543,551 Ha sebagai Kawasan Pusat Kota. Dengan perlunya perhatian terhadap daya dukung air di  Kota Madiun yang mengalami defisit pada tahun 2040 berdasarkan hasil perhitungan daya dukung daya tampung wilayah.
ANALISIS KUALITAS HASIL PREDIKSI KLASIFIKASI PENGGUNAAN LAHAN MENGGUNAKAN CA MARKOV MODEL BERDASARKAN PETA RENCANA TATA RUANG Fauzi Janu Amarrohman; Tristika Putri; Bambang Sudarsono; Moehammad Awaluddin; Sawitri Subiyanto
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 3, No 02 (2020): Volume 03 Issue 02 Year 2020
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/elipsoida.2020.9200

Abstract

Land use changes due to community activities and mobility occur because of the increasingly complex need for land. Spatial analysis is needed to identify land use changes which are subsequently reviewed by the Regional Spatial Plan in accordance with Government Regulation Number 8 of 2013 concerning the accuracy of the RTRW map. In this study, the study area taken was Pati Regency around the South Ring Road which includes four districts. From the acquisition of high resolution satellite imagery data in 2009, 2015 and 2019, predictions were made for the years 2023 and 2030 to determine the development of the area around the South Ring Road. The results of the prediction of land use using CA Markov in 2023 will be compared with the prediction in 2030 to determine the quality of the prediction results of the classification of land use in the prediction year with the same input data interval and exceeding the input data interval by conducting a suitability analysis with the RTRW. In 2023, the category of conformity is 95.41341%,  and in 2030 amounting to 95.41340%. This shows that the prediction results of land use change with CA Markov for the same year with the time interval of the input data have insignificant differences with the predicted results with longer intervals when compared to the current RTRW.
GENERATING BOUGUER ANOMALY MAP FROM AIRBORNE GRAVITY DATA (A CASE STUDY IN SOUTH EAST SULAWESI) Laode M Sabri; Bambang Sudarsono; Jamal Jamal; Sonny Mawardi
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 3, No 02 (2020): Volume 03 Issue 02 Year 2020
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/elipsoida.2020.9213

Abstract

Terrestrial measurements can provide accurate gravity data, but it is costly and time-consuming for large and remote area. Airborne gravity measurements have actually been carried out in Indonesia since 2008 by Technical University of Denmark (DTU) in collaboration with the Geospatial Information Agency (BIG). Purpose of the project was to develop a geoid model used for converting elevations from GPS/GNSS measurements that refers to ellipsoid to orthometric elevations that refer to sea level. The data can actually be explored so that it can be used for geophysical and other geoscience purposes, but the data must be carefully treated and extracted into observational gravity data. This study aims to improve the accuracy of gravity airborne data to produce an accurate complete Bouguer anomaly map. The data used in this study were airborne gravity data over Province of Southeast Sulawesi collected on September 29, 2008 to October 1, 2008.  Variation in flight height at the time of consecutive data introduced new horizontal acceleration vector. It must be treated as a noise in the measurement of gravity data. The first stage of processing was to eliminate noise due to aircraft acceleration. Gravity data measured in aircraft conditions accelerating more than 5 m.s-2 were eliminated. In this stage, the gravity data were reduced from 64481 observation points to 4900 observation points. The second stage of processing was low pass filtering to eliminate the remaining surges in gravity data. Airborne gravity data that have been snooped and filtered were then applied to calculate the complete Bouguer anomaly. Visually, a complete Bouguer anomaly map through the enhancement process produced a finer map compared to maps from airborne gravity data without enhancement. Comparison of airborne Bouguer anomaly map and terrestrial Bouguer anomaly maps of Kendari sheet showed a correlation of more than 83%. The conclusion of this study was that the enhancement of the airborne data significantly increases the accuracy and reliability of the airborne gravity data for generating a complete bouguer anomaly map. The results of this study also indicated that the airborne archive data has the potential to be used for geophysical and geosciences purposes in Southeast Sulawesi and Indonesia.
Visualisasi 3D Rencana Detail Tata Ruang Kota Yogyakarta dengan Cesium Esti Nur Wijayanti; Heri Sutanta
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 3, No 02 (2020): Volume 03 Issue 02 Year 2020
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/elipsoida.2020.9212

Abstract

Visualisasi Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) digunakan untuk mempermudah dalam memahami ketentuan pemanfaatan ruang yang dapat diterapkan oleh masyarakat pada bidang tanah yang dimiliki. Penggabungan dari peta pola ruang 2D dengan informasi peraturan zonasi menjadi satu yaitu peta RDTR 3D. Ketinggian maksimal bangunan pada peraturan zonasi digunakan sebagai ketinggian atau koordinat Z. Saat ini, terdapat banyak perangkat lunak yang memberikan layanan dalam visualisasi data 3D yang dapat diakses secara online, salah satunya yang dapat digunakan secara gratis atau opensource adalah cesium. Penelitian ini bertujuan untuk membuat visualisasi 3D RDTR Kota Yogyakarta dengan cesium dan membandingkan dua metode visualisasi dalam cesium. Pada cesium terdapat cesium stories dan cesium demo dalam membagikan hasil visualisasi agar dapat diakses pengguna secara online. Cesium stories lebih mudah digunakan oleh pembuat peta dibanding cesium demo. Cesium demo lebih fleksibel dalam menampilkan peta.
KAJIAN PERUBAHAN POLA KAWASAN TERBANGUN BERDASARKAN METODE INDEX-BASED BUILT-UP INDEX (IBI) DI JAKARTA UTARA Yudo Prasetyo; Nurhadi Bashit; Bandi Sasmito
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 3, No 02 (2020): Volume 03 Issue 02 Year 2020
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/elipsoida.2020.9198

Abstract

Kota Jakarta Utara merupakan bagian dari propinsi DKI Jakarta memiliki permasalahan berkaitan dengan penurunan muka tanah. Permasalahan tersebut disebabkan oleh banyaknya pembangunan yang berakibat semakin padatnya jumlah bangunan menjadi beban terhadap daya dukung tanah pada lingkungan di Jakarta yang mana sebagian besar wilayahnya adalah alluvial. Dikutip dari BPS Kota Jakarta Utara realisasi perizinan IMB mencatatkan dari tahun 2016 hingga 2018 berjumlah 5.862 bangunan, jumlah tersebut hanya bangunan non tempat tinggal. Kemudian, untuk mengetahui perubahan kawasan terbangun digunakan citra Sentinel 2 dari tahun 2016 hingga 2019 melalui proses klasifikasi bangunan dengan algoritma Index-based Built-up Index (IBI). Algoritma IBI merupakan kombinasi dari 3 algoritma yaitu, Normalized Difference Built-up Index (NDBI), Soil Adjusted Vegetation Index (SAVI) dan Modified Normalized Difference Water Index (MNDWI). Kemudian, hasil dari metode IBI perubahan lahan terbangun dengan total seluas 228 hektar/tahun, sementara perubahan kelurahan terluas di Marunda seluas 57 hektar/tahun dan terkecil di Kelurahan Pekoja seluas 0,01 hektar/tahun, korelasi keduanya menunjukkan berkorelasi kuat 32%, 44% berkorelasi lemah dan 24 % diantara keduanya tidak berkorelasi. Pemanfaatan penelitian ini dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam rencana pembangunan di Kota Jakarta Utara juga sebagai mitigasi penurunan muka tanah.
PENGUKURAN LUAS METODE TERESTRIS MENGGUNAKAN ALAT UKUR GPS DAN METODE FOTOGRAMETRI MENGGUNAKAN FOTO UDARA UAV DI KOLAM RETENSI MUKTIHARJO KIDUL SEMARANG Bambang Sudarsono; L M Sabri; Tjiong Susilo Dinoto
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 3, No 02 (2020): Volume 03 Issue 02 Year 2020
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/elipsoida.2020.9312

Abstract

Semarang merupakan ibukota Provinsi Jawa Tengah yang perkembangan kotanya sangat pesat. Selain itu Semarang juga merupakan pusat perdagangan dan bisnis, pusat pendidikan dan lain-lain. Di sisi lain karena kepadatan penduduknya tinggi, maka timbul berbagai masalah antara lain terdapat kawasan kumuh, kawasan terdampak genangan banjir air pasang (rob)  dan lain-lain. Kemudian untuk menanggulangi banjir Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah secara bersama-sama melakukan berbagai pembangunan prasarana fisik antara lain membangun Kolam Retensi yang terletak di wilayah Muktiharjo Kidul. Tujuan pembangunan Kolam Retensi adalah untuk menampung air ketika terjadi hujan besar di sekitar Muktiharjo Kidul, sehingga diharapkan dapat mengurangi banjir di sekitar wilayah kolam retensi. Pembangunan Kolam Retensi Muktiharjo Kidul sangat penting, oleh karena itu perlu dilakukan penelitian luas area yang akan digunakan untuk menghitung kemampuan daya tampung volume kolam retensi. Pengukuran luas dilakukan dengan metode terestris menggunakan alat ukur GPS dan metode fotogrametri menggunakan foto udara UAV. Data hasil perhitungan luas Kolam Retensi dapat digunakan untuk keperluan evaluasi terhadap pembangunan Kolam Retensi Muktiharjo Kidul. Dari hasil pengukuran menggunakan alat ukur GPS metode RTK luas Kolam Retensi sebesar 53.198 m2 , sedangkan dari hasil pengukuran dengan menggunakan data foto udara UAV diperoleh luas sebesar 53.196 m2. Berdasarkan hasil pengukuran tersebut, maka pengukuran luas menggunakan foto udara UAV hasilnya cukup bagus dan mendekati pengukuran dengan alat ukur GPS

Page 8 of 15 | Total Record : 141