cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl Prof Soedarto, SH Kampus Tembalang, Semarang 50275
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 26210525     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 191 Documents
Pengaruh ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava var. pyrifera) sebagai anestesi pada transportasi calon induk ikan nila (Oreocromis niloticus) dengan kepadatan berbeda Nurhayati, Dewi; Prayitno, Slamet Budi; Triwulandari, Atita
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 8, No 1 (2024): SAT edisi Maret
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v8i1.21884

Abstract

Transportasi calon induk ikan nila (Oreochromis niloticus) hidup merupakan salah satu kegiatan penting dalam menunjang kegiatan pembenihan ikan nila. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh ekstrak daun jambu biji (P. Guajava Var. Pyrifera) sebagai anestesi dalam transportasi pada calon induk ikan nila dengan kepadatan yang berbeda. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan terdiri dari calon induk ikan nila dengan bobot rata-rata 150±56 g diberi anestesi ekstrak daun jambu biji dengan dosis 0,2 g/mL dan di packing dengan sistem transportasi basah tertutup dengan kepadatan berbeda: A (15 ekor/10 L), B (20 ekor/10 L), C (25 ekor/10 L) dan E (30/10 L ekor). Parameter yang diamati meliputi masa induksi, masa sedatif, kelulushidupan (SR) dan kualitas air: suhu, pH, dan Dissolved Oxygen (DO).  Berdasarkan hasil yang diperoleh, penggunaan ekstrak daun jambu biji dosis 0,2 g/mL sebagai bahan anestesi dengan kepadatan berbeda memberikan pengaruh yang berbeda nyata (P<0,05) terhadap masa induksi, masa sedatif dan kelulushidupan calon induk ikan nila. Waktu induksi tercepat terdapat pada perlakuan D (ekstrak daun jambu biji dengan kepadatan 30 ekor/10 L) dengan masa induksi selama 7,33±0,21 menit. Hasil masa sedatif perlakuan D (ekstrak daun jambu biji dengan 30 ekor/10 L) dengan waktu 2,17±0,20 menit, dan kelulushidupan terbaik terdapat pada perlakuan B (dosis ekstrak daun jambu biji dengan kepadatan 20 ekor /10L) dengan nilai 91.33±1.53%. Kata kunci: anestesi, induk, kelulushidupan, pengangkutan, tilapia
Kajian pemanfaatan pakan maggot (Hermetia illucens) sebagai pakan alternatif terhadap pertumbuhan benih ikan gabus (Channa striata) Zuhdi, Imam; Prasetiyo, Himawan; Sasongko, Agung Setyo
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 8, No 1 (2024): SAT edisi Maret
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v8i1.21691

Abstract

Research on the utilization of maggot feed (Hermetia illucens) as an alternative feed for the growth of snakehead fish (Channa striata) fry is rarely conducted until now. Therefore, observation of using maggot feed in this research is necessary to obtain the appropriate usage techniques. This study aims to determine the effect of adding maggot feed (H. illucens) on the growth of snakehead fish fry (C. striata). The research follows a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 1 replication. The treatments in this study consist of Treatment 1 as the control with 100% commercial feed, Treatment 2 with 25% maggot meal and 75% commercial feed, Treatment 3 with 50% maggot meal and 50% commercial feed, and Treatment 4 with 75% maggot meal and 25% commercial feed. The size of the snakehead fish fry is 5-7 cm, and they are placed in Container Boxes with a stocking density of 10 fish per treatment. Test feeds for Treatments B, C, and D are prepared by mixing commercial feed and 1% egg white as a binder, while the control feed is prepared using 100% maggot feed with egg white. The test fish are reared for 28 days and fed the test feed three times a day. The research parameters consist of specific growth rate (SGR), absolute weight growth, absolute length growth, and fish feed conversion ratio (FCR). The provision of maggot feed with good content results in optimum growth of snakehead fish fry. The optimum results are obtained in Treatment C.
Pengaruh pemberian ikan nilem (Osteochilus microcephalus) terhadap kelangsungan hidup dan laju pertumbuhan ikan koi (cyprinus carpio) pada budi daya polikultur Misbakhuddin Bagus Setyo; Dicky Harwanto; Diana Chilmawati
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 7, No 2 (2023): SAT edisi September
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v7i2.20690

Abstract

Hambatan dalam budidaya ikan koi adalah rendahnya nilai kelangsungan hidup dan laju pertumbuhan ikan koi. Ikan koi dapat dibudidayakan secara polikultur dengan ikan nilem. Ikan nilem memiliki karakteristik yang hampir sama dengan ikan koi sehingga bisa dimanfaatkan, selain itu juga dapat menambah nilai produksi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian ikan nilem (O. microcephalus) terhadap kelangsungan hidup dan laju pertumbuhan ikan koi (C. carpio) dan menentukan kepadatan terbaik pemberian ikan nilem pada kolam budidaya yang memberikan kelangsungan hidup, laju pertumbuhan spesifik, dan kualitas air kolam ikan koi terbaik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan, dengan perlakuan ikan koi sejumlah 20 ekor/m2 yang dibudidayakan dengan ikan nilem dengan kepadatan yang berbeda yaitu perlakuan A berjumlah 0 ikan, perlakuan B berjumlah 15 ikan, perlakuan C berjumlah 30 ikan, perlakuan D berjumlah 45 ikan. Parameter yang diuji berupa kelangsungan hidup, laju pertumbuhan spesifik ikan koi dan juga kualitas air.  Hasil analisi ragam ANOVA menunjukkan bahwa pemberian ikan nilem pada kolam budidaya ikan koi tidak berpengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup ikan koi akan tetapi berpengaruh nyata terhadap laju pertumbuhan spesifik ikan koi. Penambahan 15, 30 dan 45 ikan nilem terhadap 20 ikan koi memberikan laju pertumbuhan spesifik lebih baik dibandingkan dengan tanpa pemberian ikan nilem. Ikan nilem pada perlakuan ini mampu membuat respon ikan koi lebih aktif dan cepat ketika diberi pakan.
Pengaruh kombinasi pakan alami artemia dan pakan buatan terhadap pertumbuhan dan kualitas warna ikan hias cupang (Betta sp) Izzah, Dzulha Nuril; Samidjan, Istiyanto; Chilmawati, Diana
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 8, No 1 (2024): SAT edisi Maret
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v8i1.19869

Abstract

            Ikan Cupang (Betta sp.) adalah ikan hias yang banyak digemari karena memiliki warna yang menarik. Warna ikan cupang dapat dipengaruhi oleh pemberian jenis pakan. Salah satu pakan alami yang cocok untuk ikan cupang adalah artemia karena memiliki kemampuan berenang yang lambat dan mengandung protein 53,30%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan persentase kombinasi pakan alami artemia dan pakan buatan yang memberikan pertumbuhan dan kualitas warna ikan cupang (Betta sp.) terbaik, yang dilaksanakan pada 01 Oktober – 09 November 2022 di Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan Chasanah Rembang, Jawa Tengah. Bahan yang digunakan adalah artemia dan ikan cupang dengan padat penebaran 1 ekor/liter. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan A (pemberian artemia 0% dan pakan buatan 100%), B (pemberian artemia 75% dan pakan buatan 25%), C (pemberian artemia 50% dan pakan buatan 50%), D (pemberian artemia 25% dan pakan buatan 75%) dan E (pemberian artemia 100% dan pakan buatan 0%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan kombinasi pakan alami artemia dan pakan buatan memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah sel kromatofor dan nilai hue ikan cupang namun tidak menunjukkan perbedaan signifikan terhadap laju pertumbuhan harian dan kelulushidupan ikan cupang. Kombinasi pakan alami dan pakan buatan terbaik dalam penelitian ini adalah artemia 75% dan pakan buatan 25% (Perlakuan B) dengan laju pertumbuhan harian (0,30±0,20a), kelulushidupan (100,00±0,00a), jumlah sel kromatofor (369,50±12,01c), dan nilai hue (3,75±0,32a).
Pengaruh astaxanthin dalam pakan buatan terhadap performa warna dan pertumbuhan ikan cupang (Betta splendens R.) Salsabila, Putri Nadya; Subandiyono, Subandiyono; Chilmawati, Diana; Andriani, Yuli
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 8, No 1 (2024): SAT edisi Maret
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v8i1.18308

Abstract

Ikan cupang (Betta splendens R.) merupakan salah satu jenis ikan yang memiliki corak dan pola warna yang unik dibandingkan ikan lain. Warna dalam ikan disebabkan oleh adanya faktor sel kromatofora yang terdapat pada bagian kulit dermis. Salah satu langkah untuk mendapatkan performa warna yang merata dengan memberikan penambahan sumber pigmen kedalam pakan yaitu dengan penambahan astaxanthin.Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dan menentukan kadar pengaruh astaxanthin terhadap warna ikan cupang. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Basah Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro Semarang pada bulan Agustus–September 2022. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 3 kali ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah menggunakan dosis Astaxanthin yaitu A (0%), B (2,5%), C (5%), dan D (7,5%). Pengukuran performa warna menggunakan software Adobe Photoshop CC dan dengan metode TCF (Toca Colour Finder) yang selanjutnya diberi angka skor. Ikan uji yang digunakan adalah ikan cupang jenis halfmoon yang memiliki warna tubuh orange kemerahan dengan warna yang seragam dengan memiliki ukuran bobot berkisar antara 1,23-2,20g/ekor. Ikan cupang dipelihara di akuarium dengan ukuran (20x15x15) cm3 dengan padat tebar 1 ekor per akuarium. Pemeliharaan ikan cupang dilakukan selama 40 hari dengan metode pemberian pakan at satiation.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan astaxanthin dalam pakan komersial memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap performa warna, Total Konsumsi Pakan (TKP), Rasio Konversi Pakan (FCR), Efisiensi Pemanfaatan Pakan (EPP), Protein Efisiensi Rasio (PER), dan Laju Pertumbuhan Relatif (RGR), namun tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap nilai kelulushidupan ikan cupang. Berdasarkan hasil tersebut didapatkan dosis terbaik penambahan astaxanthin yaitu pada dosis 7,5% yang menghasilkan nilai TCF sebesar 4,67, nilai hue sebesar 16,33°; dan pertumbuhan terbaik yaitu pada dosis 2,5% dengan nilai  TKP (0,69 g), FCR (1,20), EPP (83,59%), PER (2,38%), dan nilai RGR (0,91%/hari).Kata kunci: ikan cupang, astaxanthin, pakan buatan, performa warna, pertumbuhan
Pengaruh tepung jinten hitam (Nigella sativa) dalam pakan terhadap pertumbuhan ikan kakap putih (Lates calcarifer) Mardiana, Tri Yusufi -; Linayati, Linayati; Syakirin, Muhammad Bahrus; Aliyah, Imalatul; Yahya, Muhammad Zulkham
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 8, No 1 (2024): SAT edisi Maret
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v8i1.21557

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini dapat mengidentifikasi pengaruh perbedaan dosis tepung jinten hitam dan menemukan dosis optimal  ke pakan untuk mendorong pertumbuhan ikan kakap putih. Hewan uji yang digunakan adalah ikan kakap putih. Penelitian memakai Rancangan Acak Lengkap, meliputi 4 treatment dengan 3 replikasi, dengan penambahan dosis bubuk jinten hitam yaitu 0 gram/100 gram pakan (A), 3,5 gram/100 gram pakan (B), 5,5 gram/100 gram pakan (C), dan 7,5 gram/100 gram pakan (D). Parameter yang diamati adalah pertumbuhan biomassa absolut, SGR, SR dan kualitas air sebagai data pendukung. 3 kali pemberian pakan dalam sehari. Hasil penelitian membuktikan pemberian pakan ikan kakap putih 3,5 gram/100 gram pakan ditambah dengan bubuk jintan hitam menghasilkan rerata pertumbuhan biomassa mutlak yang lebih tinggi sebesar 15,24 gram, SGR 2,15%, SR 100%, dan kualitas air, salinitas (29-31 ppt), suhu (28-30 0C), pH (7,0-7,6), dan DO (7,2-7,7 ppm) Kata kunci:  Ikan Kakap Putih, Jinten Hitam, Pertumbuhan, SGR Abstract The goal of this study is to identify the effect of different doses of black cumin flour and find the optimal dose to feed to encourage the growth of white snapper. The test animal used was white snapper. The study used a completely randomized design, including 4 treatments with 3 replications, with the addition of doses of black cumin powder, namely 0 grams/100 grams of feed (A), 3,5 grams/100 grams of feed (B), 5,5 grams/100 grams of feed (C), and 7,5 grams/100 grams of feed (D). Parameters observed were absolute biomass growth, SGR, SR and water quality as supporting data. 3 times feeding in a day. The results proved that feeding white snapper 3,5 grams/100 grams of feed supplemented with black cumin powder resulted in higher mean absolute biomass growth of 15,24 grams, SGR of 2,15%, SR of 100%, and water quality, salinity (29-31 ppt), temperature (28-30 0C), pH (7,0-7,6), and DO (7,2-7,7 ppm). Keywords: Black Cumin, Growth, SGR, White Snapper
Influence of frequency of feeding containing fitase on efficiency of food utilization and growth of common carp (Cyprinus carpio) fingerlings Rachmawati, Diana; Desrina, Desrina; Wardhani, Ishana Sanjaya; Nurhayati, Dewi
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 8, No 1 (2024): SAT edisi Maret
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v8i1.22042

Abstract

Local plant-based resources are widely used as ingredients in artificial feed formulations; the problem with these resources is that they contain anti-nutritional substances, namely phytate acid. An approach that can be used to overcome phytate acid is the addition of phytase to the artificial feed. The success of common carp (Cyprinus carpio) fish fingerling cultivation is supported by feed management in the form of feeding frequency that is both good and effective. The purpose of this study was to examine and find the frequency of feeding on feed utilisation and growth of common carp fingerling fed with phytase addition. This research design used an experimental method, complete randomised design (CRD), 4 treatments with 3 replications, namely treatment A (frequency of feeding once a day), treatment B (frequency of feeding twice a day), treatment C (frequency of feeding three times a day) and treatment D (frequency of feeding four times a day). The test fish used were common carp fingerling with an average weight of 1.30 ± 0.12 g/head and a stocking density of 25 fish/head size (50x50x60) cm3 which were cultured for 56 days. The variables taken include Total Feed Consumption (TFC), Efficiency of Feed Utilization (EFU), Feed Conversion Ratio (FCR), Relative Growth Rate (RGR), Survival Rate (SR), and water quality. The results showed that different feeding frequencies had a significant effect on (P<0.05) TKP, FCR, EPP, and RGR, but no significant effect on SR. The conclusion of this study was that the highest values for EPP and RGR variables were found in the frequency of feeding twice and four times a day. Keywords:  feed, phytase, growth, efficiency
Pengaruh tepung wortel (Daucus carota) dalam pakan komersil terhadap performa warna koi (Cyprinus carpio) Dwiastuti, Siti Afia; Hastuti, Sri; Samidjan, Istiyanto
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 8, No 1 (2024): SAT edisi Maret
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v8i1.20891

Abstract

Koi (Cyprinus carpio) merupakan salah satu ikan hias paling diminati karena keindahan warna dan bentuk tubuhnya. Usaha yang dilakukan untuk meningkatkan performa warna koi adalah menambahkan sumber pigmen ke dalam pakan. Sumber pigmen tersebut dapat diperoleh dari tepung wortel yang memiliki kandungan karotenoid. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh tepung wortel dalam pakan komersil terhadap performa warna koi. Penelitian ini dilaksanakan pada 13 Oktober sampai 11 November 2022 di Balai Benih Ikan (BBI) Balekambang, Solo, Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan, yakni tepung wortel untuk perlakuan A (0%), B (5%), C (10%) dan D (15%). Ikan uji yang digunakan adalah ikan koi yang memiliki panjang 6.5±1.29 cm dan dipelihara dalam wadah berukuran 15 liter dengan padat tebar 10 ekor/liter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung wortel dalam pakan memberikan pengaruh nyata (P0,05) terhadap nilai kelulushidupan (SR) ikan koi. Berdasarkan hasil tersebut didapatkan dosis terbaik penambahan tepung wortel yaitu pada dosis 15% yang menghasilkan jumlah sel kromatofor sebesar 938 sel, selisih nilai hue sebesar (4.40±1.39c)°, total konsumsi pakan (TKP) sebesar (70.04±0.72c) g, dan pertumbuhan bobot mutlak sebesar (12.20±0.84c) g. Hasil kualitas air diperoleh suhu berkisar 25,8-30,5 °C, pH berkisar 6,76-8,50 dan DO berkisar 5,3-7,8 mg/L. Kata kunci: koi, pakan, pertumbuhan, warna, wortel
Pengaruh minyak cengkeh (Eugenia aromatica) dan penggunaan es dalam transportasi sistem tertutup terhadap kelulushidupan dan kadar glukosa darah benih ikan mas (Cyprinus carpio) Erlangga, Muhammad Zufar; Hastuti, Sri; Yuniarti, Tristiana
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 8, No 1 (2024): SAT edisi Maret
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v8i1.21024

Abstract

AbstrakProduksi budidaya pada komoditas ikan mas meningkat, ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap ikan mas bertambah, sehingga perlu tersedianya benih yang berkualitas. Kebanyakan pembudidaya hanya fokus pada pembesaran sehingga mengandalkan pembelian benih ikan mas. Salah satu tahapan krusial dalam pembesaran ikan mas adalah transportasi pada benih. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh anestesi minyak cengkeh (Eugenia aromatica) dan penggunaan es dalam transportasi sistem tertutup terhadap kelulushidupan dan kadar glukosa darah benih ikan mas (Cyprinus carpio). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor, faktor pertama terdiri dari dua perlakuan dan faktor kedua terdiri dari empat perlakuan, serta dilakukan ulangan tiga kali. Faktor pertama adalah minyak cengkeh dengan perlakuan 0 ppm dan 25 ppm, dan faktor kedua adalah es dengan perlakuan 0 kg, 1 kg, 2 kg, dan 3 kg es. Kepadatan yang digunakan adalah 20 ekor/liter dan menggunakan air 1 liter tiap perlakuan kemudian dimasukkan ke dalam styrofoam box dan diberikan es tiap perlakuan. Transportasi dilakukan selama 12 jam menggunakan mobil bak terbuka dan ditutup dengan terpal. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan terbaik adalah A2B3 dengan menggunakan minyak cengkeh 25 ppm dan es 2 kg yang memiliki nilai kelulushidupan 98.33±2.89%, kadar glukosa 85.00±17.35mg/dL, nilai kelulushidupan setelah dilakukan pemeliharaan 3 hari bernilai sama yaitu 98±2.89% yang menunjukkan bahwa tidak adanya kematian setelah dilakukan pemeliharaan selama tiga hari, lama waktu pemingsanan 56.67±5.77 menit, lama waktu pemulihan 5.33±0.42 menit.Kata kunci: ikan mas; Cyprinus carpio; transportasi; minyak cengkeh; Eugenia aromatica; es.
Pengaruh penggunaan probiotik terhadap kualitas air, pertumbuhan dan kelulushidupan benih ikan patin (Pangasius sp.) Panjaitan, Rio Judika Samuel; Harwanto, Dicky; Amalia, Rosa
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 8, No 2 (2024): SAT edisi September
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v8i2.24442

Abstract

Ikan Patin (Pangasius sp.) merupakan komoditas air tawar yang memiliki nilai ekonomis penting dalam ruang lingkup akuakultur. Kualitas air menjadi salah satu perhatian utama para pembudidaya karena ikan patin merupakan salah satu jenis ikan yang banyak menghasilkan limbah budidaya. Hal tersebut tentu berpengaruh  terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan patin yang dibudidayakan. Probiotik merupakan mikroorganisme yang memiliki kemampuan untuk meningkatkan kualitas perairan, memicu pertumbuhan dengan meningkatkan kemampuan sistem pencernaan dan meningkatkan nilai kelulushidupan pada patin. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh penggunaan probiotik dengan dosis yang berbeda dalam media pemeliharaan terhadap kualitas air, pertumbuhan dan kelulushidupan benih patin. Volume wadah yang digunakan dalam penelitian ini adalah 50 Liter. Ikan uji yang digunakan adalah benih patin berukuran 5-7 cm dengan bobot rata-rata 1,99±0,01 g/ekor. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali pengulangan. Perlakuan A tanpa pemberian probiotik/kontrol, perlakuan B dengan dosis 1 ml/L, perlakuan C 2ml/L, dan perlakuan D 3ml/L. Hasil penilitian menunjukkan bahwa penambahan probiotik dalam media pemeliharaan benih patin memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap kualitas air, pertumbuhan dan kelulushidupan benih patin. Perlakuan terbaik pada perlakuan D dosis 3ml/L dengan nilai amonia dan nitrit terendah yaitu 0,093±0,028 mg/L dan 0,040±0,018 mg/L. Nilai pertumbuhan terbaik yaitu bobot mutlak 8,44±0,09 g, nilai SGR 3,94±0,03 %/hari, FCR 1,77±0,06 dan SR 83,3±0,58%. Hasil studi ini diharapkan dapat memberikan informasi dasar mengenai efektifitas penggunaan probiotik dalam memperbaiki kualitas air pada budidaya skala komersil.