cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
JIMFISIP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi, yaitu Prodi Sosiologi, Prodi Ilmu Komunikasi, Prodi Ilmu Politik dan Prodi Ilmu Pemerintahan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 1,018 Documents
strategi promosi rokok hill gayo dalam meningkatkan minat konsumen p.r bako gayo fahmi istara; Deni Yanuar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 8, No 1 (2023): volume 8, Nomor 1, Februari 2023
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 STRATEGI PROMOSI ROKOK HILL GAYO DALAM MENINGKATKAN MINAT KONSUMEN P.R BAKO GAYO                                                 ABSTRAK  PR Bako Gayo merupakan salah satu perusahaan atau koperasi yang memproduksi tembakau hijau, berdasarkan data jumlah produksi yang dilakukan oleh PR Bako Gayo mulai dari tahun 2018-2019 menunjukan bahwa Bako Gayo terus meningkat setiap tahunnya. Sejak dirintisnya produksi rokok tahun 2018, jumlah produksi rokok pada koperasi ini hanya mencapai 780 slop.   Namun tahun 2020 jumlah rokok yang diproduksi PR. Bako Gayo telah mencapai  1560 slop atau naik dari 1300 slop tahun 2019. Namun jumlah penjualan hanya tercapai 88,78% atau lebih rendah dibanding tahun 2019 yaitu 92,92 slop, terjadi penurunan jumlah produksi sehingga penulisan ini bertujuan dari penulisan untuk mendeskripsikan bagaimana strategi promosi rokok Hill Gayo dan Ekspansi Gayo dalam meningkat minat konsumen. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan Qualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa PR Bako Gayo dalam melakukan strategi promosi dengan cara menyebarkan spanduk-spanduk produk Rokok Hill Gayo dan Ekspansi Gayo, dan menggunakan media sosial seperti instgram, twitter, facebook dan Youtube. Diharapkan PR. Bako menggunakan radio, televisi dan bekerjasama dengan beberapa selebgram dan bentuk-bentuk promosi lainnya sehingga meningkatkan minat beli konsume terhadap PR.Bako Gayo. HILL GAYO CIGARETTE PROMOTION STRATEGY IN INCREASING CONSUMER INTEREST IN P.R BAKO GAYOABSTRACTPR Bako Gayo is a company or cooperative that produces green tobacco, based on data on the amount of production carried out by PR Bako Gayo starting from 2018-2019 it shows that Bako Gayo continues to increase every year. Since the cigarette production was initiated in 2018, the total production of cigarettes at this cooperative has only reached 780 slops. But in 2020 the number of cigarettes produced by PR. Bako Gayo has reached 1560 slops or an increase from 1300 slops in 2019. However, the number of sales only reached 88.78% or lower compared to 2019 which was 92.92 slops, there was a decrease in the amount of production so this writing aims to describe how the promotion strategy Hill Gayo cigarettes and the Gayo Expansion in increasing consumer interest. This research method uses a qualitative approach. The results showed that PR Bako Gayo carried out a promotional strategy by spreading banners for Hill Gayo Cigarettes and Gayo Expansion products, and using social media such as Instagram, Twitter, Facebook and Youtube. Expected PR. Bako uses radio, television and collaborates with several celebrity programs and other forms of promotion so as to increase consumer buying interest in PR. Bako Gayo.
ANALISIS POLITIK IDENTITAS DALAM KEMENANGAN PASANGAN AIYUB ABBAS DAN SAID MULYADI PADA PILKADA PIDIE JAYA 2018 FAKHRAR RIDHA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 8, No 1 (2023): volume 8, Nomor 1, Februari 2023
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai sebuah negara demokrasi Indonesia memiliki sistem pemilihan umum atau lebih dikenal dengan Pemilu. Pemilu merupakan tahapan dalam pesta demokrasi untuk memilih para calon Eksekutif dan Legislatif dengan masa jabatan lima tahun. Pemilu juga dilaksanakan hingga tingkat Provinsi maupun Daerah, pada tahun 2018 Kabupaten Pidie Jaya kembali melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah untuk yang ketiga kalinya semenjak Kabupaten Pidie Jaya resmi menjadi daerah otonomi baru pada tahun 2007. Pada pemilihan kepala daerah yang dilaksanakan pada tahun 2018 di kabupaten Pidie Jaya diikuti oleh empat calon pasangan Bupati dan Wakil Bupati, yaitu Yusri Yusuf – Saifullah, Aiyub Abbas - Said Mulyadi. Muhibbuddin-M Yusuf, M Yusuf Usman-Anwar Ishak. Pasangan nomor urut dua yakni pasangan Aiyub Abbas-Said Mulyadi merupakan pasangan petahana. Pada Pilkada tahun 2018 Pasangan Petahana Aiyub Abbas- Said Mulyadi kembali berhasil menjadi pemenang untuk periode keduanya, sebagai pasangan petahana, pasangan ini merupakan pasangan yang menarik, karena pada pencalonan kali keduanya  pasangan ini tidak melakukan gonta ganti pasangannya, hal ini jarang terjadi pada pasangan petahana lainnya, adapun strategi yang dilaksanakan oleh tim pemeangan Aiyub Abbas- Said Mulyadi adalah menggunakan strategi marketing politik dimana Aiyub Abbas memanfaatkan basis partai yang besar sebagai partai pengusungnya yaitu Partai Aceh sebagai partai lokal terbesar di Aceh, juga ikut mengadakan diskusi politik bagi publik baik melalui kajian-kajian islami, ada juga pasangan ini memanfaatkan citra ketokohan Aiyub Abbas sebagai petinggi Gerakan Aceh Merdeka sebagai cara meraup suara pemilih. Dilain sisi Faktor Identitas politik juga digunakan pada Pilkada Kabupaten Pidie Jaya, identitas politik disini bukan identitas yang bernuansa agama tetapi identitas dengan mengangkat sentiment kewilayahan serta Organisasi dengan sejarah masa lalu, sentiment kewilayahan disini seperti pemanfaatan suara pada daerah wilayah asal kedua calon ini sebagai pusat lumbung suara. Juga adanya Sentimen identitas Organisasi politik melalui Gerakan Aceh Merdeka dimasa lalu, Dimana untuk beberapa wilayah tertentu sosok pemimpin yang memiliki sejarah masa lalu sebagai anggota Gerakan Aceh Merdeka memiliki tempat khusus di hati masyarakat. Kata Kunci: Pilkada, Pidie Jaya, Politik Identitas
PERAN PEMERINTAH KOTA SUBULUSSALAM DALAM PENGELOLAAN PASAR TRADISIONAL DI KECAMATAN SIMPANG KIRI Yuli Yuli
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 8, No 1 (2023): volume 8, Nomor 1, Februari 2023
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan peraturan Presiden No. 112 Tahun 2007 Tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan, dan Toko Moderen Pada Pasal 1 ayat (2) menjelasakan pasar tradisional adalah pasar yang dibangun dan dikelola oleh pemerintah, pemerintah daerah, swasta, badan usaha milik negara dan badan usaha milik daerah termasuk kerja sama dengan swasta dengan tempat usaha berupa toko, kios, los, dan tenda. Pasar tradisional di Kecamatan Simpang kiri Kota Subulussalam masih terdapat permasalahan, terdapat gedung pasar yang tidak difungsikan serta masih terdapat pedagang yang berjualan di luar pasar. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui dan menjelaskan bagaimana peran pemerintah Kota Subulussalam dalam pengelolaan pasar tradisional di Kecamatan Simpang Kiri serta apa saja langkah-langkah yang dilakukan pemerintah Kota Subulussalam dalam melakukan penataan pasar. Metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teori peran yang dikemukakan oleh Hendropuspio dalam (Narwoko, 2010) dan teori pengelolaan yang dikemukakan oleh Setiadi . Hasil penelitian ini menunjukkan peran Pemerintah Kota Subulussalam dalam pengelolaan pasar tradisional Kecamatan Simpang Kiri masih terdapat kendala-kendala dalam pengelolaan dan penataan pasar. Pengelolaan dan penataan yang dilakukan pemerintah belum terlaksana secara efektif terlihat dari banyaknya pedagang yang belum merasa puas terkait dengan penerapan peran dalam pengelolaan pasar serta keadaan pasar yang terkesan kumuh dan juga kotor. Untuk itu pemerintah Kota Subulussalam harus lebih memperhatikan terkait pengelolaan pasar sehingga peran yang dijalankan terlaksana dengan baik. Kata Kunci: Peran Pemerintah, Pengelolaan, Pasar Tradisional, Kota Subulussalam
Persepsi Etnis Tionghoa Terhadap Kriteria Calon Walikota Banda Aceh Pada Pilkada Tahun 2024 Isnan Maulidi Isnan; Ubaidullah Ubaidullah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 8, No 1 (2023): volume 8, Nomor 1, Februari 2023
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini jumlah penduduk yang berasal dari etnis Tionghoa meningkat sekitar 1,45% hingga 2,04% secara konsisten, dengan tujuan agar Indonesia dikenal sebagai bangsa yang majemuk, dimana terdapat masyarakat mayoritas atau heterogen di setiap daerah. Jumlah penduduk etnis Tionghoa di Indonesia terus meningkat secara konsisten. Mengingat Peraturan Perundang-undangan No. 23 Tahun 2014, anggota ras politik adalah himpunan pesaing yang diajukan oleh kelompok ideologis atau aliansi kelompok ideologis. Penelitian ini berencana untuk menentukan variabel- variabel yang mempengaruhi pandangan etnis Tionghoa dalam pengangkatan calon kepala daerah Kota Banda Aceh tahun 2024 dan kemungkinan-kemungkinan pemilihan Ketua Umum Banda Aceh tahun 2024. Pendekatan eksplorasi menggunakan penelitian kualitatif grafis. Efek samping dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi persepsi warga etnis Tionghoa, khususnya: etnis Tionghoa dalam memutuskan keputusan mereka dipengaruhi oleh variabel dalam dan luar yang dampaknya berasal dari usia, pelatihan, data posisi dan pengalaman. Berdasarkan temuan kajian tersebut, maka standar kemungkinan calon Walikota Banda Aceh pada tahun 2024 adalah: pesaing yang tidak memiliki kewajiban apresiasi dengan kelompok ideologi pendukung, pendatang baru yang memiliki program kerja yang mengangkat, pesaing yang memandang penghuni terdekatnya, pendatang baru yang bersih dari KKN, pesaing yang memiliki moraldan etos yang baik, pesaing yang berwawasan hidup hemat, lugas dan efektif. Berdasarkan penemuan-penemuan tersebut, cenderung beralasan bahwa pandangan warga etnis Tionghoa, langsung dalam memutuskan keputusan mereka dipengaruhi oleh faktor dalam dan luar dari calon ketua Kota Banda Aceh pada tahun 2024, dua langkah tersebut. untuk kemungkinan Ketua yang seharusnya walikota pesaing yang dapat memenuhi keinginan individu dan calon walikota memiliki sikap dan etika yang besar untuk bantuan pemerintahindividu.Kata kunci : Persepsi etnis Tionghoa, Kriteria calon Walikota, PilkadaChinese Ethnic Perceptions of the Criteria for Candidates for Mayor of Banda Aceh in the 2024 PilkadaPresently the quantity of Indonesians who come from ethnic Chinese is expanding by around 1.45% to 2.04% consistently, with the goal that Indonesia is known as a pluralistic nation, where there is a majority or heterogeneous society in every locale. The quantity of ethnic Chinese populace in Indonesia has expanded consistently. In light of Regulation No. 23 of 2014, political race members are sets of competitors proposed by ideological groups or alliances of ideological groups. This arrangement is altered by Regulation No. 12 of 2008 which expresses that political race members can likewise come from sets of individual competitors who are upheld by various individuals. This study plans to decide the variables that impact the view of ethnic Chinese in the appointment of contender for City hall leader of Banda Aceh in 2024 and the rules for possibility for Chairman of Banda Aceh in 2024. The exploration approach utilizes graphic subjective strategies. The aftereffects of this study show that there are a few factors that impact the impression of ethnic Chinese residents, in particular: ethnic Chinese in deciding their decision is impacted by inner and outer variables whose impact comes from age, training, position data and experience. In light of the discoveries of the review, the standards for possibility for City chairman of Banda Aceh in 2024 are: competitors who don't have an obligation of appreciation with supporting ideological groups, up-and-comers who have work programs that lift, competitors who perceive their nearby occupants, up-and-comers who are spotless from KKN, competitors who have morals and a decent ethos, competitors with the worldview of thrifty, straightforward and effective living. In light of these discoveries, it tends to be reasoned that the view of ethnic Chinese residents, right off the bat, in deciding their decision is impacted by inner and outside factors from the contender for City chairman of Banda Aceh in 2024, the two measures for possibility for Chairman who are supposed to be mayoral competitors who can oblige the desires of individuals and mayoral up-andcomers have the demeanor and great ethics for the government assistance of individuals.Keywords : Ethnic Chinese perceptions, Criteria for Mayoral candidates, RegionalElection
ANALISIS PENGGUNAAN DANA DESA DALAM PELAKSANAAN PEMBANGUNAN DI GAMPONG NUNANG ANTARA KECAMATAN BEBESEN KABUPATEN ACEH TENGAH Syahrin Mafaza; Helmi S.IP., M.IP; Mukhrijal S.IP., M.IP
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 8, No 1 (2023): volume 8, Nomor 1, Februari 2023
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK, Menurut Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa Pasal 78 (1) menyatakan pembangunan desa bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan kualitas hidup manusia serta penanggulangan kemiskinan melalui pemenuhan kebutuhan dasar, pembangunan sarana dan prasarana desa, pengembangan potensi ekonomi lokal, serta pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan secara berkelanjutan penggunaan dana desa lebih memprioritaskan aspek pembangunan. Namun, pembangunan di Gampong Nunang Antara masih memiliki beberapa permasalahan yang mana permasalahan ini mengakibatkan lemahnya pengembangan Gampong Nunang Antara, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis penggunaan dana desa dalam pelaksanaan pembangunan di Gampong Nunang Antara Kecamatan Bebesen Kabupaten Aceh Tengah. Metode dalam penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengelolaan dana desa di Gampong Nunang Antara dilakukan sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan oleh peraturan Bupati. Pengalokasian dana desa pertama sekali aparatur desa melakukan musyawarah bersama masyarakat untuk menentukan rencana pembangunan desa sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Pembangunan yang dilakukan pemerintah Gampong Nunang Antara terpusat pada pembangunan infraksuktur sedangkan pembangunan sumber daya manusia dan pemberdayaan belum menjadi fokus Pemerintah Gampong dalam bentuk meminimalisir kekurangan softskill masyarakat yang berada di Gampong Nunang Antara. program pembangunan dalam pelaksanaannya masih belum memenuhi ekspetasi masyarakat. Kendala dalam pelaksanaan pembangunan di Gampong Nunang Antara adalah rendahnya sumber daya manusia sehingga menyebabkan kualitas Pembangunan yang tidak sesuai dengan harapan masyarakat, dan persamaan persepsi antara pemerintah dan masyarakat belum sama sehingga berefek terhadap kualitas pembangunan, diharapkan untuk Pemerintah Gampong Nunang Antara untuk lebih memperhatikan pembangunan agar pembangunan dapat berjalan sesui yang diharapkan masyarakat dan juga pemerintahan Gampong Nunang Antara harus lebih memperhatikan Sumber Daya Manusianya agar pembangunan dan sumber daya manusia lebih disetarakan. ANALYSIS OF THE USE OF VILLAGE FUNDS IN DEVELOPMENT IMPLEMENTATION IN GAMPONG NUNANG BETWEEN BEBESEN DISTRICT, CENTRAL ACEH DISTRICTABSTRACT, According to the Law of the Republic of Indonesia, Number 6 of 2014 concerning Villages, Article 78 (1) states that the village aims to improve village welfare and the quality of human life as well as poverty alleviation through fulfilling basic needs, developing village facilities and infrastructure, developing local economic potential, and utilizing natural resources. natural resources and the environment in a sustainable manner the use of village funds prioritizes development aspects. However, the development in Gampong Nunang Antara still has several problems where these problems result in the weak development of Gampong Nunang Antara. This study aims to identify and analyze the use of village funds in the implementation of development in Gampong Nunang Antara, Bebesen District, Central Aceh Regency. The method in this research is a descriptive approach. The research data was obtained from research in the field and literature. The results showed that the management of village funds in Gampong Nunang Antara was carried out by the regulations set by the Regent's regulation. In the allocation of village funds, the village apparatus first conducts consultations with the community to determine a village development plan according to the needs of the community. The development carried out by the government of Gampong Nunang Antara pays attention to infrastructure development, while the development of human resources and empowerment has not been the focus of the Gampong Government in minimizing the lack of soft skills of the people in Gampong Nunang Antara. the development program in its implementation still does not meet the expectations of the community. Obstacles in the implementation of development in Nunang Antara Village are the low level of human resources, causing the quality of development that is not by the expectations of the community, and the equality of perception between the government and the community is not the same so that it has an impact on the quality of development. To be able to run as expected, the community and the government of Gampong Antara development must pay more attention to Human Resources so that development and human resources are more equalized.
PERAN HUMAS DINAS PERHUBUNGAN ACEH TERKAIT PENGELOLAAN DAN PEMANFAATAN SOSIAL MEDIA INSTAGRAM SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI Mukta riza.R; Dr. Rahma wati, M.Si
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 8, No 1 (2023): volume 8, Nomor 1, Februari 2023
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

                                                  ABSTRAKABSTRAK, Penelitian ini bertujuan mengambarkan kinerja humas Dinas perhubungan Aceh melalui peran humas (public relations) dalam memanfaatkan dan mengelola sosial media instagram sebagai media komunikasi. Landasan teoritis penelitian menggunakan 4 katagori peran humas menurut Dozier Broom. Pendekatan penelitian adalah kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik pemilihan informan melalui Teknik nonprobality sampling, melalui pendekatan purposive sampling (sampel bertujuan) terhadap 6 informan. Metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui analisis interaktif  Miles Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian, kinerja Humas Dinas Perhubungan Aceh dalam memanfaatkan sosial media instrgaram adalah melalui fitur-fitur social media Instagram guna proses penyampaian pesan terkait publikasi dan interaksi. Pengelolaan sosial media terlaksana melalui empat element fungsi yaitu perencanaan, pengorganisasian, pergerakan dan pengawasan dilaksanakan oleh tim innovation center room (ICR) melalui subbagian program, informasi dan hubungan masyarakat. Maka melalui 4 katagori peran humas menurut Dozier Broom, Dinas Perhubungan Aceh menjalankan peran sebagai penasehat ahli yaitu membantu mencarikan solusi permasalahan hubungan Lembaga dengan public melalui sekertaris dinas. Kemudian peran sebagai fasilitator komunikasi, lembaga menghadirkan admin sosial media yang responsive, terkait pertukaran pesan/arus informasi serta komunikasi Lembaga dapat berjalan secara komunikasi dua arah. Peran sebagai pemecah masalah adalah proses pengambilan Tindakan dalam menghadapi situasi krisis kelembagaan yang menyangkut citra dan reputasi Lembaga dapat terlaksana secara terstruktur dan konkuren. Peran sebagai teknisi komunikasi yaitu proses memperoleh, mengelola, mengolah serta mempublikasi informasi melalui postingan rutin social media kelembagaan. ABSTRACKThis study aims to describe the public relations performance of the Aceh Transportation Agency through the role of public relations in utilizing and managing Instagram social media as a communication medium. The theoretical basis of the research uses 4 categories of public relations roles according to Dozier Broom. The research approach is qualitative with descriptive type. Informant selection technique through nonprobality sampling technique, through purposive sampling approach to 6 informants. Data collection methods through observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques through Miles Huberman interactive analysis which includes data reduction, presentation and conclusion drawing. The results of the study, the performance of the Public Relations of the Aceh Transportation Agency in utilizing instrgaram social media is through Instagram social media features for the process of delivering messages related to publications and interactions. Social media management is carried out through four functional elements, namely planning, organizing, movement and supervision carried out by the innovation center room (ICR) team through the program, information and public relations subsections. So through 4 categories of public relations roles according to Dozier Broom, the Aceh Transportation Agency carries out the role of an expert advisor, namely helping to find solutions to problems in institutional relations with the public through the secretary of the agency. Then the role as a communication facilitator, the institution presents a responsive social media admin, related to the exchange of messages / information flow and communication The institution can run in two-way communication. The role as a problem solver is the process of taking action in dealing with institutional crisis situations that concern the image and reputation of the institution can be carried out in a structured and concurrent manner. The role as a communication technician is the process of obtaining, managing, processing and publishing information through routine institutional social media posts. 
PERANAN PIHAK KEPOLISIAN DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN PERATURAN WALI KOTA BANDA ACEH NOMOR 24 TAHUN 2020 TENTANG PENGGUNAAN MASKER DALAM RANGKA PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19 DI KOTA BANDA ACEH Rio Dimas Agung Satria
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 8, No 1 (2023): volume 8, Nomor 1, Februari 2023
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ditetapkannya Peraturan Wali Kota Banda Aceh Nomor 24 tahun 2020 Tentang Penggunaan Masker dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Kota Banda Aceh, menjadi tugas dan kewajiban bagi lembaga yang diberikan wewenang untuk mengimplementasikannya, termasuk pihak kepolisian. Hal ini mengingat sebagian masyarakat, masih tidak mematuhi protokol kesehatan, termasuk menggunakan masker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan pihak kepolisian dalam mengimplementasikan Peraturan Wali Kota Banda Aceh Nomor 24 tahun 2020 tentang penggunaan Masker dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19 serta kendala pihak kepolisian dalam mengimplementasikan Peraturan Wali Kota Banda Aceh Nomor 24 tahun 2020 tentang penggunaan Masker dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19 di Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan teori implementasi dengen pendekatan kualitatif deskriptif. Informan dalam penelitian ini ialah pihak kepolisian,  pihak wali kota, akademisi, pengamat, Satpol pp dan masyarakat. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa pihak kepolisian memiliki peranan penting dalam mengimplementasikan Peraturan Wali Kota Banda Aceh Nomor 24 tahun 2020 tentang penggunaan Masker dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19 di Kota Banda Aceh. Peran pihak polisi tersebut terlihat dalam aspek keamanan dan mengawasi berbagai kegiatan razia masker, menyediakan masker kepada masyarakat, serta ikut berpatisipasi dalam membubarkan kerumunan massa di masa pandemic Covid-19. Pengimplementasian Peraturan Wali Kota Banda Aceh Nomor 24 tahun 2020 tentang penggunaan Masker oleh pihak kepolisian mengalami kendala dikarenakan masih banyak masyarakat yang mengacuhkan kebijakan pemerintah, kurangnya kesadaran masyarakat, kebiasaan baru bagi masyarakat, sistem pengawasan yang lemah serta adanya kepercayaan masker tidak mencegah penyebaran Covid-19. Kata Kunci: Peranan, Polisi, Perawal, Masker, Covid-19.
Pengaruh Personal Branding Jokowi Terhadap Pemilih Milenial Di Kuta Alam Pilpres 2019 Nur Ardilla Syafira; Ubaidullah M.A
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 8, No 1 (2023): volume 8, Nomor 1, Februari 2023
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh telah menyalakan api unggunsuara pilpres 2019. Hasilnya di Kota Banda Aceh, Prabowo-Sandiagamendapat 106.872 suara, Joko Widodo-Ma'ruf Amin 15.103 suara dan Suaratidak sah yaitu 1.872 suara. Personal branding menurut pengamat Jokowipolitik itu bagus, akan tetapi di Aceh Khususnya di Kota Banda AcehPasangan Prabowo-sandi lebih unggul dibandingkan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konseppersonal branding yang ditonjolkan oleh Jokowi pada akun Instagram@jokowi dan untuk mengetahui apakah personal branding Jokowi melaluimedia sosial Instagram berpengaruh terhadap perilaku pemilih milenial.Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori personal brading danteori perilaku pemilih. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Kuta Alamkarena Kecamatan Kuta Alam merupakan lokasi perolehan suara terbanyakyang diperoleh Jokowi-Ma'ruf Amin berjumlah 3.426 suaradan perolehan suara Prabowo-Sandiaga sebesar 17.270 suara. Metodepenelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan Angket. Populasiyang diambil oleh peneliti berjumlah 3.426 orang dan jumlah respondendalam penelitian ini sebanyak 96 responden yang merupakan pemilihmilenial. Berdasarkan hasil penelitian konsep personal branding yangditonjolkan oleh Jokowi pada akun media sosial Instagram @jokowi adalahkonsep the law of persistence (keteguhan). Personal branding Jokowi tidakberpengaruh terhadap perilaku pemilih milenial. Kesimpulan Ho diterimadan Ha ditolak. The Influence of Jokowi's Personal Branding on Millennial Voters in Kuta Alam 2019 Presidential ElectionABSTRACT The Aceh Independent Election Commission (KIP) has determined the vote acquisition for the 2019 presidential election. As a result, in Banda Aceh City, Prabowo-Sandiaga received 106,872 votes, Joko Widodo-Ma'ruf Amin 15,103 votes and 1,872 invalid votes. According to political observers, Jokowi's personal branding is good, but in Aceh, especially in Banda Aceh, the Prabowo-Sandi pair is superior to the Jokowi-Ma'ruf Amin pair. This study aims to find out how the personal branding concept highlighted by Jokowi on the @jokowi Instagram account and to find out whether Jokowi's personal branding through Instagram social media affects the behavior of millennial voters. The theory used in this study is the theory of personal branding and the theory of voter behavior. This research was conducted in Kuta Alam District because Kuta Alam District was the location where Jokowi-Ma'ruf Amin received the most votes amounting to 3,426 votes and Prabowo-Sandiaga's 17,270 votes. Descriptive quantitative research method using a questionnaire. The population taken by the researchers amounted to 3,426 people and the number of respondents in this study were 96 respondents who were millennial voters. Based on the results of the research, the personal branding concept highlighted by Jokowi on the Instagram @jokowi social media account is the concept of the law of persistence. Jokowi's personal branding has no effect on millennial voter behavior. Conclusion Ho is accepted and Ha is rejected 
PROBLEMATIKA PENYALURAN BLT DANA COVID-19 TERHADAP MASYARAKAT PEDESAAN (Studi Kasus Bantuan Langsung Tunai di Gampong Bunot Kecamatan Meureudu Kabupaten Pidie Jaya) Maya Nurul Husna
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 7, No 4 (2022): November 2022
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skripsi ini berjudul “Problematika Penyaluran BLT Dana Covid-19 terhadap Masyarakat Pedesaan (Studi Kasus di Gampong Bunot Kecamatan Meureudu Kabupaten Pidie Jaya). Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis berbagai peta masalah sosial penyaluran BLT pada masa Covid-19 di Gampong Bunot Kecamatan Meureudu Kabupaten Pidie Jaya. Penelitian ini menggunakan teori struktural fungsional Robert K Merton yang menfokuskan pada disfungsi. Metode penelitian yang digunakan ialah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini memakai teknik pengumpulan data secara observasi yang dilakukan selama tiga bulan di Gampong Bunot, wawancara dengan beberapa narasumber penerima manfaat BLT-D Covid-19 anggaran Tahun 2020 dan dokomentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peta permasalahan penyaluran BLT Dana Covid-19 di Gampong Bunot Kecamatan Meureudu Kabupaten Pidie Jaya mengikuti tahapan Kementrian Sosial Dari segi penentuan sasaran masih terdapat masalah yang menimbulkan persepsi masyarakat yang keliru dengan proses penentuan sasaran penerima Bantuan Langsung Tunai masa Covid-19 dinamika tersebut terjadi dikarenakan Ketiadaan wadah bagi masyarakat menyampaikan keluhan terhadap penentuan penerima BLT-D Covid-1 dan Tiada aturan sanksi khusus baik pemerintah pelaku pendataan atau masyarakat penerima terhadap masalah yang terjadi dalam proses penentuan sasaran BLT-D Covid-19. Kata kunci: Bantuan Langsung Tunai (BLT), Covid-19, Masyarakat Miskin
STRATEGI BAITUL MAL ACEH DALAM OPTIMALISASI PENGUMPULAN ZAKAT DI PROVINSI ACEH Husni Mubaraq
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 7, No 4 (2022): November 2022
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan Qanun Aceh Nomor 3 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Qanun Nomor 10 Tahun 2018 tentang Baitul Mal, Pasal 1 Angka 31 disebutkan bahwa zakat adalah harta yang diserahkan oleh muzakki dan dipungut langsung oleh BMA atau BMK atau BMG sebagai kewajiban atas harta atau penghasilan sesuai dengan ketentuan syariat untuk disalurkan kepada yang berhak menerimanya. Baitul Mal Aceh merupakan lembaga yang memiliki wewenang dan bertanggung jawab atas pengelolaan zakat di Aceh dengan tujuan mengotimalkan pengumpulan zakat. Namun realitanya, masih terdapat permasalahan terkait optimalisasi pengumpulan zakat di Provinsi Aceh. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan menjelaskan strategi Baitul Mal Aceh dalam optimalisasi pengumpulan zakat di Provinsi Aceh dan Untuk mengetahui dan menjelaskan apa saja faktor yang menghambat strategi Baitul Mal Aceh dalam optimalisasi pengumpulan zakat di Provinsi Aceh. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Baitul Mal Aceh dalam mengoptimalkan pengumpulan zakat di Provinsi Aceh sudah membentuk beberapa strategi diantaranya strategi regulasi, strategi audiensi dan sosialisasi, strategi jemput bola dan strategi pengembangan website. Namun dalam pelaksanaannya masih banyak terdapat hambatan dari aspek regulasi, aspek pelaksanaan, serta kurangnya kepercayaan pedagang terhadap pengelolaan zakat yang dilakukan oleh Baitul Mal Aceh yang menyebabkan pengumpulan zakat di Provinsi Aceh belum optimal. Diharapkan Baitul Mal Aceh dapat melakukan perbaikan terhadap regulasi yang telah ada, membuat program sosialisasi serentak dengan stakeholder wajib zakat dan menjalankan fungsi koordinasi dengan pihak lembaga vertikal memaksimalkan proses pelaksanan dan penerapan startegi di lapangan agar pengumpulan zakat di Provinsi Aceh optimal.Kata Kunci: Strategi, Baitul Mal Aceh, Optimalisasi

Page 91 of 102 | Total Record : 1018