cover
Contact Name
Mochamad Yusuf Putranto
Contact Email
jurnalrisetbisnis@univpancasila.ac.id
Phone
+6281296108608
Journal Mail Official
jurnalrisetbisnis@univpancasila.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pancasila Jl. Srengseng Sawah, Jagakarsa Jakarta Selatan 12640 Tlp. (021) 7873709, 7873710, 7272606 Fax. 7270133
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
JRB-Jurnal Riset Bisnis
Published by Universitas Pancasila
ISSN : 25810863     EISSN : 2598005X     DOI : https://doi.org/10.35592/jrb.v3i1
Core Subject : Economy,
JRB-Jurnal Riset Bisnis diterbitkan oleh Fakultas Ekonomi Dan Bisnis, Universitas Pancasila sejak tahun 2017, merupakan Jurnal Manajemen dan Akuntansi yang menyajikan artikel hasil penelitian (empiris) serta isu manajemen dan akuntansi terkini (konseptual) yang mencakup Keuangan, Pemasaran, SDM, Operasional, Biaya, Manajemen, Sektor publik, Investasi, Internasional, Auditing dan Perpajakan. Setiap naskah yang dikirimkan ke Jurnal Riset Bisnis akan ditelaah oleh Mitra Bestari dan Dewan Editor yang relevan.
Articles 187 Documents
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN WORD OF MOUTH (WOM) TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA KULINER SOTO BETAWI GLOBE H. OJI DENGAN KEPUASAN PELANGGAN SEBAGAI VARIABEL INTERVENING Dea Nadiya; Dewi Kurniawati
Jurnal Riset Bisnis Vol. 9 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasila Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/jhhy8a10

Abstract

This study aims to analyze the influence of service quality and Word of Mouth (WOM) communication on purchasing decisions, with customer satisfaction as an intervening variable. The research was conducted on 100 consumers of Soto Betawi Globe H. Oji in Central Jakarta, using a quantitative approach and a survey method through Google Forms. Data were analyzed using Structural Equation Modeling with the Partial Least Squares (SEM-PLS) approach via the SmartPLS 4 application. The results show that service quality and WOM have a positive and significant impact on customer satisfaction and purchasing decisions, and customer satisfaction is proven to mediate the influence of both variables. These findings recommend that culinary businesses focus on improving service quality and encouraging positive WOM to enhance customer satisfaction and loyalty.  
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA KEDAI ALOHA DI KOTA AMBON Feky Reken; Nadya Nurlailya Ningsih; Ervan Togatorop
Jurnal Riset Bisnis Vol. 9 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasila Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/bd3qgz72

Abstract

This study empirically aims to examine the influence of customer satisfaction and price on purchasing decisions at Aloha Café in Ambon City. A quantitative approach was employed, with the research population consisting of consumers who had previously made purchases at Aloha Café. Data collection was carried out by distributing questionnaires using a purposive sampling technique, resulting in a total of 110 respondents. The collected data were analyzed through multiple linear regression, classical assumption tests, hypothesis testing, and the coefficient of determination (R²), with the assistance of SPSS version 26 software. The findings indicate that, partially, both customer satisfaction and price exert a positive and significant effect on purchasing decisions at Aloha Café in Ambon City
DIVERSIFIKASI BISNIS KULINER BERBASIS EKONOMI SIRKULER PADA DESTINASI WISATA RELIGI DI JAWA TIMUR Yekti Utami; Shafira Az Zahra Ramadhani
Jurnal Riset Bisnis Vol. 9 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasila Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/8rqtz849

Abstract

Ekonomi sirkuler membuka peluang peningkatan perekonomian masyarakat melalui diversifikasi usaha yang bersumber dari pemanfaatan limbah dan optimasi efisiensi sumber daya. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji diversifikasi bisnis kuliner berbasis ekonomi sirkuler pada destinasi wisata religi di Jawa Timur. Analisis dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui pengumpulan data sekunder dari laporan pemerintah, literatur ilmiah, dan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan ekonomi sirkuler dalam diversifikasi bisnis kuliner mampu mengurangi limbah, meningkatkan efisiensi sumber daya, dan mendorong perekonomian lokal dengan memanfaatkan sumber daya yang ada serta menciptakan peluang kerja. Studi ini menyimpulkan bahwa diversifikasi bisnis kuliner melalui pendekatan ekonomi sirkuler tidak hanya mendorong kelestarian lingkungan, tetapi juga meningkatkan ekonomi penduduk sekitar. Rekomendasi hasil penelitian ini ditujukan kepada pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya untuk meningkatkan dukungan terhadap kebijakan, pelatihan, dan inisiatif yang mendorong penerapan konsep ekonomi sirkuler pada bisnis kuliner.
PERAN GENDER DIVERSITY DALAM PENGUNGKAPAN EMISI KARBON: PERSPEKTIF KARAKTERISTIK INTERNAL PERUSAHAAN Tryas Chasbiandani; Yetty Murni; Derriawan; Syifa Nurul Azizah; Fadhilah Langgeng Pangestu
Jurnal Riset Bisnis Vol. 9 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasila Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/rqeyb585

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh profitabilitas, leverage, dan ukuran perusahaan terhadap pengungkapan emisi karbon dengan keberagaman gender dewan direksi sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan dan laporan keberlanjutan perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2022–2024. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan uji moderasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap pengungkapan emisi karbon, leverage berpengaruh negatif signifikan, dan ukuran perusahaan berpengaruh positif signifikan terhadap pengungkapan emisi karbon. Selanjutnya, keberagaman gender dewan direksi terbukti memoderasi hubungan antara leverage dan ukuran perusahaan terhadap pengungkapan emisi karbon secara signifikan, namun tidak memoderasi hubungan antara profitabilitas dan pengungkapan emisi karbon. Selain itu, secara langsung, keberagaman gender dewan direksi berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengungkapan emisi karbon. Hasil ini menunjukkan bahwa kehadiran perempuan dalam dewan direksi memperkuat komitmen perusahaan terhadap transparansi, akuntabilitas, dan tanggung jawab lingkungan. Temuan penelitian ini mendukung teori legitimasi, teori stakeholder, serta prinsip triple bottom line, yang menegaskan pentingnya tata kelola perusahaan yang inklusif dan berkelanjutan dalam meningkatkan pengungkapan informasi lingkungan.
ANTITESIS KRISIS GREEN FINANCE MELALUI HEXA HELIX +1 ZAKAT DI INDONESIA Edwin Basmar; Gunawan Baharuddin
Jurnal Riset Bisnis Vol. 9 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasila Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/hgt8a127

Abstract

Mencegah efek negatif krisis green finance melalui kinerja hexa helix +1 dalam menigkatkan stabilitas keuangan dan pertumbuhan perekonomian menjadi tujuan penelitian ini. Laporan tahunan Bank Indonesia dari tahun 1990 hingga tahun 2024 secara timeseries dihitung berdasarkan model pengembangan Ed Waves Index menggunakan E-Views Versi 9 menjadi dasar penelitian. The paper’s main finding bahwa krisis green finance hanya dapat dicegah melalui tingginya religuisitas (zakat). Sementra disisi lain tekanan krisis green finance akan menimbulkan reaksi negative pada sektor perbankan ketika inflasi sebagai elemen makroekonomi mengalami tekanan. Therefore, secara keseluruhan keseimbangan keuangan dalam perekonomian Indonesia belum dapat menciptakan stabilitas keuangan dan pertumbuan perekonomian melaui realisasi green finance, namun peningkatan religuistas yang tinggi menjadi satu-satunya elemen perekonomian yang dapat mencegah krisis green finance. Furthemore, diperlukan integrasi kinerja perbankan dan lembaga lainnya untuk dapat meningkatkan efektifitas green finance di Indonesia. Melalui kontrol Bank Indonesia, kebijakan monter yang seimbang memberikan efek positif pada aliran keuangan untuk mencegah krisis keuangan dan lingkungan.
ANALISIS LATENT DIRICHLET ALLOCATION (LDA) TERHADAP ISU GREEN INSURANCE DI MEDIA DIGITAL UNTUK MENDUKUNG STRATEGI KEBERLANJUTAN Galuh Kusuma Wardani; Hani Brilianti Rochmanto; Priyanto Priyanto; Farida Tri Hastuti; Niza Nurmalasari
Jurnal Riset Bisnis Vol. 9 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasila Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/k1ee9d10

Abstract

Penelitian ini mengidentifikasi topik dominan dalam media digital terkait green insurance di Indonesia, serta mengkaji dinamika narasi keberlanjutan dalam sektor asuransi berdasarkan kerangka waktu 2020–2025. Data dikumpulkan dari portal berita CNBC Indonesia dengan kata kunci “asuransi hijau” dan “green insurance”. Metode pendekatan yang digunakan adalah Latent Dirichlet Allocation (LDA), isi berita diklasifikasikan ke dalam tiga topik: (1) Regulasi & Isu Sosial-Ekonomi, (2) Investasi & Pergerakan Saham, dan (3) Keberlanjutan & Ekonomi Hijau. Hasil analisis menunjukkan Topik 2 mendominasi narasi media, terutama pada tahun 2020, yang diwarnai ketidakstabilan pasar akibat pandemi. Sementara itu, Topik 3 menunjukkan tren peningkatan pada tahun-tahun berikutnya, mencerminkan meningkatnya perhatian terhadap transisi energi dan agenda pembangunan hijau. Topik 1 menyoroti peran regulator dalam mendorong transformasi sektor asuransi melalui kebijakan dan tata kelola keuangan yang inklusif. Temuan ini menunjukkan narasi keberlanjutan mulai memperoleh tempat, tetapi pendekatan media terhadap green insurance masih cenderung terfragmentasi dan belum terintegrasi secara sistemik. Aspek keberlanjutan penting dalam pemberitaan agar memperkuat literasi publik dan mendukung strategi industri asuransi dalam mengadopsi model bisnis yang lebih hijau dan resilien. Green insurance berpotensi menjadi instrumen strategis dalam pembiayaan hijau atau insentif fiskal bagi masyarakat dan sektor swasta yang menjalankan aktivitas ramah lingkungan.
INDONESIAN SAVINGS AND LOAN COOPERATIVES: DETERMINANTS of FINANCIAL STATEMENT QUALITY Sari Mujiani; Patriandari; Moh. Abdurrosyid
Jurnal Riset Bisnis Vol. 9 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasila Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/a0m4jn60

Abstract

This study investigates the growing emphasis on sustainability and ethical business practices by examining the influence of ESG scores, corporate governance, and corporate social responsibility (CSR) on financial statement quality in Indonesian savings and loan cooperatives. In recent years, cooperatives have been increasingly expected to adopt transparent and accountable practices aligned with sustainable development goals. However, the adoption of ESG principles and CSR initiatives, as well as the implementation of robust governance mechanisms, remains inconsistent across the sector. This gap raises concerns about the credibility and reliability of financial reporting within cooperatives, which are vital institutions for financial inclusion and community development. By exploring how these three elements contribute to enhancing financial transparency and stakeholder trust, the study highlights the need for integrated sustainability frameworks tailored to the cooperative context. The findings suggest that adopting ESG, strengthening governance, and implementing meaningful CSR programs can improve the quality of financial reports and promote long-term organizational resilience. These insights are valuable for cooperative leaders and policymakers aiming to strengthen trust, accountability, and sustainability within the cooperative sector.