cover
Contact Name
Yudha Adi Kusuma
Contact Email
yudhakusuma@unipma.ac.id
Phone
+6285736114479
Journal Mail Official
kaizen@unipma.ac.id
Editorial Address
Universitas PGRI Madiun Lt.3 Kampus 3 Universitas PGRI Madiun Jl. Auri no 14-16 Kecamatan Kartoharjo 63117 Kota Madiun
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Kaizen : Management Systems and Industrial Engineering Journal
ISSN : 26205602     EISSN : 26205610     DOI : http://doi.org/10.25273/kaizen
Core Subject : Engineering,
KAIZEN : Management Systems & Industrial Engineering Journal is scientific journal that publishes articles in the field of Management Systems, Manufacturing System, Time & Motion Study, Ergonomics or Human Factors Engineering, Production Planning & Inventory Control, Supply Chain Management and Logictis, Operation Research & Optimization Techniques, Engineering Economy, Modelling Systems & Manufacturing Simulation, Facilities Design & Work Space Design, Quality Engineering (SPC/TQM), Operation Management & Productivity Improvement, Product Design & Development, and Decision Planning & Analysis.
Articles 71 Documents
KEBERLANJUTAN WIRAUSAHA UMKM PETERNAK SAPI DENGAN PENGENDALIAN KUALITAS Mochammad Rofieq; Primahasmi Dalulia; Renny Septiari; Joko Ary Wahyudi
KAIZEN : Management Systems & Industrial Engineering Journal Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/kaizen.v6i1.16355

Abstract

Most of the population in Pujon District, Malang Regency are smallholder farmers for dairy cattle. This business is very promising because of the availability of abundant natural resources. The main problem in increasing livestock productivity is the difficulty in providing feed on an ongoing basis both in quantity and quality. The quality of cow's milk produced from this business is highly dependent on the quality of animal feed. In supporting the growth and development of livestock, the animal feed industry is an industry that is needed in the region. The SAE Pujon Cooperative is one of the MSMEs that produces fodder to meet the needs of cattle breeders in terms of fodder. The problem that sometimes occurs is the presence of animal feed products that do not meet the standards. At the SAE Pujon Cooperative MSME scale, quality control methods have never been applied. This is due to the inadequate level of knowledge of cooperative managers regarding quality control of animal feed products. For that we need an analysis of the factors that cause products that do not meet the standards. This study aims to determine the characteristics of Critical to Quality (CTQ) in cattle feed products to obtain information about the factors affecting production quality and alternative solutions to improve product quality. The method used in this study is Six Sigma by applying quality control tools. Prior to conducting an analysis of quality control with six sigma, the SAE Pujon Cooperative had not been able to carry out an analysis related to quality problems and prevention in a preventive form. It is hoped that with this quality control analysis, the quality control system at the SAE Pujon Cooperative can be compiled using a more systematic method. Critical to Quality (CTQ) that occurs in the process of making cattle feed is an inhomogeneous product, bad smell and damaged packing. As a complementary conclusion from this study it was found that in the production process a sigma capability value of 3.10 was obtained, this indicates that the capability of the process of making cattle feed still needs to be improved. So that if the company controls the quality of its products, then the needs of cattle breeders in terms of the quality of their fodder will be fulfilled. In the end this will maintain the sustainability of cattle breeders in entrepreneurship. Keywords: Entrepreneurship, Quality Control, Six Sigma, SMES ABSTRAK Sebagian besar penduduk di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang merupakan peternak rakyat untuk komoditas sapi perah. Usaha ini sangat menjanjikan karena ketersediaan sumber daya alam yang melimpah. Masalah utama dalam peningkatan produktivitas ternak adalah sulitnya menyediakan pakan secara berkesinambungan baik jumlah maupun kualitasnya. Kualitas susu sapi yang dihasilkan dari usaha ini sangat tergantung pada kualitas pakan ternak. Dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan ternak, industry pakan ternak merupakan industry yang diperlukan di wilayah tersebut.  Koperasi SAE Pujon adalah salah satu UMKM yang memproduksi makanan ternak untuk memenuhi kebutuhan para peternak sapi dalam hal makanan ternaknya. Permasalahan yang kadangkala terjadi adalah adanya produk pakan ternak yang belum memenuhi standard. Pada skala UMKM Koperasi SAE Pujon, penerapan metode pengendalian kualitas belum pernah dilakukan. Hal ini disebabkan tingkat pengetahuan dari pengelola koperasi tentang pengendalian kualitas dari produk pakan ternak yang belum memadai. Untuk itu diperlukan sebuah analisis terhadap faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya produk yang belum memenuhi standard. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik Critical to Quality (CTQ) pada produk pakan ternak sapi sehingga diperoleh informasi tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas produksi serta alternatif solusi untuk meningkatkan kualitas produknya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Six Sigma dengan menerapkan alat pengendalian kualitas. Sebelum dilakukan analisis pengendalian kualitas dengan six sigma, Koperasi SAE Pujon belum dapat melakukan analisis terkait permasalahan kualitas serta pencegahan dalam bentuk preventif. Harapannya dengan adanya analisis pengendalian kualitas ini, system pengendalian kualitas di Koperasi SAE Pujon dapat disusun dengan metode yang lebih sistematis. Critical to Quality (CTQ) yang terjadi pada proses pembuatan pakan ternak sapi adalah produk tidak homogen, bau tidak sedap dan packing rusak. Sebagai simpulan pelengkap dari penelitian ini adalah ditemukan bahwa dalam proses produksi diperoleh nilai kapabilitas sigma sebesar 3.10, hal ini menunjukkan bahwa kapabilitas proses pembuatan pakan ternak sapi ini masih perlu ditingkatkan lagi. Sehingga apabila perusahaan melakukan pengendalian kualitas produknya, maka kebutuhan para peternak sapi dalam hal kualitas makanan ternaknya akan terpenuhi. Pada akhirnya hal ini akan menjaga keberlanjutan peternak sapi dalam berwirausaha. Kata kunci:  Kewirausahaan, Pengendalian Kualitas, Six Sigma, UMKM
PENDEKATAN METODE WEIGHTED PRODUCT (WP) DALAM UPAYA PERANCANGAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN (SPK) UNTUK PENILAIAN KINERJA KARYAWAN Dian Eko Hari Purnomo; Yogi Akbar Sunardiansyah; Nicolas Hutasoit
KAIZEN : Management Systems & Industrial Engineering Journal Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/kaizen.v6i1.16368

Abstract

An employee performance appraisal process is a set of certain processes which will produce a value from the employee's performance in a certain value, either in percentage or in another unit of value. In an employee appraisal process it will be difficult when the structure of the problem and how to solve it are unknown. Assessing employee performance will be easier if you know the structure of the problem and know how to do it. In this study, we tried to apply the Weighted Product (WP) method in an employee performance appraisal process. The problem of evaluating employee performance can be approached using the Multi Attribute Decision Making (MADM) approach. With this approach, one of the methods that can be used in solving the Multi Attribute Decision Making (MADM) problem is chosen, namely the Weighted Product (WP) Method. The difficulties experienced by a company in carrying out the employee performance appraisal process are due to the absence of certain criteria that can be used in evaluating employee performance. This research seeks to find criteria that can be used in the employee performance appraisal process. In addition, this research will also design a Decision Support System (DSS) that can be used in the process of evaluating the performance of employees in the company. Based on the research that has been done, several criteria are obtained that can be used in the process of assessing employee performance, namely responsibility, discipline, communication and skills and loyalty. In addition, based on the results of system testing that has been done, it can also be concluded that the Decision Support System (DSS) that has been designed can be used as a tool to facilitate the employee performance appraisal process. Keywords: Performance Assessment, WP Method and Decision Support System (DSS) ABSTRAK Suatu proses penilaian kinerja karyawan merupakan suatu kumpulan proses tertentu dimana akan menghasilkan suatu nilai dari kinerja karyawan dalam satau nilai tertentu, baik dalam persentase atau satuan nilai yang lain. Dalam suatu proses penilian karyawan akan menjadi sulit ketika belum diketahui struktur masalahnya dan cara penyelesaiannya. Penilian kinerja karyawan akan lebih mudah jika sudah diketahui struktur masalahnya dan diketahui caranya. Dalam penelitian ini mencoba menerapkan metode Weighted Prodct (WP) di dalam suatu proses mekanisme pemberian nilai kepada karyawan. Masalah pemberian nilai kepada kinerja karyawan berusaha didekati dengan menggunakan pendekatan Multi Attribute Decision Making (MADM). Dengan pendekatan tersebut dipililah salah satu metode yang dapat digunakan dalam penyelesaian permasalahan Multi Attribute Decision Making (MADM) yaitu Metode Weighted Product (WP). Kesulitan yang diamlai oleh suatu perusahaan di dalam melaksanakan proses penilaian kinerja karyawan disebabkan belum adanya atau belum terdapat kriteria acuan yang dapat digunakan dalam melakukan pemberian nilai kinerja karyawan. Dalam penelitian ini berusaha menemukan kriteria-kireria yang dapat digunakan atau dapat difungsikan untuk pemberian nilai kepada kinerja karyawan. Selain itu, dalam penelitian ini juga akan dirancang suatu sistem yang dapat mempercepat pemberian nilai kepada karyawan dalam wujud atau model rancangan yang berupa Sistem Pendukung Keputusan (SPK), dengan harapan proses atau mekanisme pemberian nilai kinerja karyawan dalam berjalan lebih cepat dan tepat. Bedasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh beberapa kriteria yang dapat difungsikan atau dapat dipergunakan dalam pemberian nilai kepada kinerja karyawan diantaranya yaitu tanggung jawab, kedisiplinan, komunikasi dan keterampilan serta loyalitas. Selain itu, berdasarkan hasil pengujian sistem yang telah dilakukan dapat disimpulkan juga bahwa Sistem Pendukung Keputusan (SPK) yang telah dirancang dapat digunakan sebagai sarana dalam mempermudah proses penilaian kinerja karyawan. Kata Kunci: Pemberian Nilai Kinerja, Weighted Product (WP) dan Sistem Pendukung Keputusan (SPK)
PENILAIAN BEBAN KERJA MENTAL OPERATOR PRODUKSI PT XYZ DENGAN METODE DRAWS Halwa Annisa Khoiri; Yoggi Aldi Trisnanto
KAIZEN : Management Systems & Industrial Engineering Journal Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/kaizen.v6i1.16332

Abstract

PT XYZ is a textile industry which produces 4,500,000 yard of fabric in one month. Production division of PT XYZ has three processes, namely pre-treatment, dyeing, and finishing. In the finishing process, there are a lot of errors caused by human error, and according to ergonomics theory, one of the causes of human error is mental workload. The aim of this research is to assess mental workload on PT XYZ. In this study, an analysis of mental workload was carried out using the Defense Research Agency Workload Scale (DRAWS) method. The number of respondents was 26 employees. Based on the analysis conducted, the percentage of employees into the underload category is 15.38%, the optimal load category is 19.23%, the overload category is 65.38%. The indicator with the highest rating is Central Demand with an average of 64.32%. The company needs to carry out further evaluation because in all shifts the majority fall into the overload category. Keywords: DRAWS, ergonomic, mental workload analysis, productivity ABSTRAK PT XYZ merupakan industri yang bergerak di bidang tekstil, termasuk dalam industri yang besar dengan produksi kain mencapai 4.500.000 yard dalam satu bulan. Dalam divisi produksi PT XYZ terdapat tiga proses yang dilalui yaitu pre-treatment, dyeing, dan finishing. Pada proses finishing ditemukan cukup banyak kesalahan yang diakibatkan human error, dimana salah satu penyebabnya adalah beban kerja mental pekerja. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis beban kerja mental karyawan di divisi produksi dan dari hasil analisis digunakan untuk memberikan rekomendasi. Dalam penelitian ini metode yang digunakan untuk analisis beban kerja mental adalah Defense Research Agency Workload Scale (DRAWS). Karyawan yang mengisi kuesioner adalah 26 karyawan yang masuk dalam tiga shift, yaitu shift pagi, shift sore, dan shift malam. Berdasarkan analisis yang dilakukan persentase karyawan yang masuk dalam kategori underload adalah 15,38%, kategori optimal load adalah 19,23%, dan yang masuk dalam kategori overload adalah 65,38%. Indikator yang memiliki penilaian paling tinggi adalah Central Demand dengan rata-rata 64,32%. Perusahaan perlu melakukan evaluasi lebih lanjut karena di semua shift mayoritas masuk dalam kategori overload. Kata kunci:  Beban kerja mental, DRAWS, ergonomi, produktivitas 
PRIORITAS LAYANAN ADMINISTRASI MENGGUNAKAN METODE FUZZY-SERVQUAL-IPA Johan Alfian Pradana; Ni Luh Putu Hariastuti; Lukmandono Lukmandono
KAIZEN : Management Systems & Industrial Engineering Journal Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/kaizen.v6i1.15571

Abstract

Service are often found everywhere, up to universities. This system is closely related to the quality of administrative services for semester fee transactions. The quality of existing services has not answered the strategic proposal appropriately. For this reason, this study proposes improving service quality using fuzzy tools - IPA - Servqual. Fuzzy has the opportunity to improve the objectification of user needs, IPA sets quadrant maps accurately and Servqual as a tool to develop competitive service proposals. This research was conducted by gathering 100 respondents to validate and consistency of Servqual items. The process of using the tool is carried out to map the right quadrant for the proposal. There are priority attributes in the RLB3 code applying the Liability Based on Fault Principle, RSP2 provides the role of an academic complaint service, RSP5 conducts intense communication between staff and users, ASR2 conducts career paths and career management for staff, ASR3 implements a Work Uniform schedule, ASR4 imposes motivating sanctions, ASR5 provides the role of academic complaint services, EPT1 conducts intense communication between staff and users,  EPT3 applies 3S standards to user arrivals, and EPT5 in service performance evaluations every 3 months. This research prioritizes the categorized attributes in quadrant I and the development needs technical responses. Keywords: administration, fuzzy, IPA, Servqual ABSTRAK Layanan sering dijumpai di manapun, hingga Perguruan Tinggi. Sistem ini erat hubungannya dengan kualitas layanan administrasi untuk transaksi biaya semester. Kualitas layanan yang ada belum menjawab usulan strategis secara tepat. Untuk itu, penelitian ini mengusulkan perbaikan kualitas layanan menggunakan alat fuzzy- IPA- Servqual. Fuzzy berpeluang untuk meningkatkan obyektifikasi kebutuhan pengguna, IPA menetapkan peta kuadran secara akurat dan Servqual sebagai alat untuk menyusun usulan layanan yang kompetitif. Penelitian ini dilakukan dengan menghimpun 100 responden untuk dilakuka validasi dan konsistensi item Servqual. Dilakukan proses menggunakan alat tersebut untuk memetakan kuadran yang tepat untuk usulannya. Terdapat atribut prirotas pada kode RLB3 menerapkan Liability Based on Fault Principle, RSP2 memberikan peran layanan pengaduan akademik, RSP5 melakukan komunikasi intens antara staff dengan pengguna, ASR2 melakukan jenjang karier dan manajemen karier bagi staff, ASR3 menerapkan jadwal Seragam Kerja, ASR4 memberlakukan sanksi yang memotivasi, ASR5 memberikan peran layanan pengaduan akademik, EPT1 melakukan komunikasi intens antara staff dengan pengguna, EPT3 menerapkan standar 3S terhadap kedatangan pengguna, dan EPT5 dalam  evaluasi kinerja layanan selama 3 bulan sekali. Penelitian ini dengan memprioritaskan atribut yang terkategorisasi pada kuadran I dan pertingnya pengembangan dengan respon teknis. Kata kunci:  administrasi, fuzzy, IPA, Servqual  
IMPLEMENTASI QR CODE UNTUK EFESIENSI WAKTU DALAM PENCARIAN SERTIFIKAT MENGGUNAKAN METODE PDCA PT. SERVICE OIL & GAS COMPANY Muhamad Imron Zamzani; Adiek Astika Clara Sudarni; Fion Vira Agustin
KAIZEN : Management Systems & Industrial Engineering Journal Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/kaizen.v6i1.16426

Abstract

The high demand for certificates has an impact on company operations, so changes need to be made to create time efficiency. The media used is a QR code that is implemented on work equipment using the PDCA plan, do, check, and action cycle using the stopwatch time study method. Where at the Plan stage the identification of the manual method was carried out. Do implements it in stages by designing a QR code. Check, namely measuring the working time of a stopwatch time study on 10 project teams. The action is to use the QR code check. Action is carried out by evaluating and improving the results of the analysis at the check stage. The results showed that the implementation was carried out with 9 certificates placed or labeled on work equipment. Furthermore, the manual method usage time is obtained in the range of 1 to 2 hours to search for one type of certificate. Meanwhile, using the QR, the standard time is obtained in the 1-to 2 minutes range to search for one type of certificate. This proves that time efficiency is created when searching for certificates to speed up company operational activities and shorten the work cycle system. Keywords: QR Code, PDCA, Stopwatch Time Study, Service Company, Efficiency Time ABSTRAK Tingginya permintaan sertfikat kelayakan mesin memberikan dampak kepada operasional perusahaan, sehingga perlu dilakukan perubahan untuk menciptakan efesiensi waktu. Media yang digunakan adalah QR code yang diimplementasikan pada peralatan kerja dengan menggunakan siklus PDCA plan, do, check dan action dengan menggunakan metode pengukuran waktu stopwatch time study. Dimana pada tahap Plan melakukan identifikasi metode manual yang dilakukan. Do melakukan implementasi secara bertahap dengan merancang QR code. Check yaitu melakukan pengukuran waktu kerja stopwatch time study pada 10 tim proyek. Action yaitu menggunakan QR code check. Action dilakukan evaluasi dan perbaikan dari hasil analisis pada tahap check. Didapatkan hasil, bahwa implementasi dilakukan dengan 9 jenis sertifikat yang diletakan atau diberi label pada peralatan kerja. selanjutnya didapatkan waktu penggunaan metode manual dengan kisaran 1 sampai dengan 2 jam untuk pencarian satu jenis sertifikat. Sedangkan dengan adanya penggunaan QR code didapatkan waktu baku dengan kisaran 1 hingga 2 menit untuk pencarian satu jenis sertifikat. Hal ini membuktikan bahwa terciptnya efesiensi waktu pada pencarian sertifikat sehingga dapat mempercepat kegiatan opersioanal perusahaan dan memperpendek sistem siklus kerja.  Kata kunci:  QR Code, PDCA, Stopwatch Time Study, Jasa Industri Migas, Waktu Efisiensi
PERANCANGAN ULANG ALAT GUNA MENGOPTIMALKAN KINERJA ALAT PEMINTAL PADA PROSES PEMOTONGAN BAHAN BAKU TAS ANYAMAN (STUDI KASUS: UKM ABC) Wati, Putu Eka Dewi Karunia; Miraningsih, Yessi Maretha
KAIZEN : Management Systems & Industrial Engineering Journal Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/kaizen.v6i2.16832

Abstract

ABSTRACTABC Small and Medium Enterprises are woven bag craftsmen who function as shopping containers to go to the market or to supermarkets. The production of woven bags by UKM ABC can produce up to 80 products every day. Woven bags are made by cutting the raw material by streching, weaving, and also installing bag handles. The process of cutting raw materials at first used a simple method by using nails driven into wood. Based on this process, a roll tool was designed to speed up the process of cutting raw materials. The roll stretching tool that is designed still has several problems so it needs to be repaired again to optimize the performance of the roll tool. The redesign of this roll tool focuses on the raw material bin, the shape of the raw material bin, and the stretch for the spinning bin. Based on these constraints, innovative tools and roll stretching tools were carried out by paying attention to the anthropometric aspects of the 12 workers in UKM ABC. The test results show that after the innovation is carried out, the roll stretching tool is able to speed up the process of cutting raw materials by a difference of 3690 seconds and reduce the number of defects. Keywords: roll stretching tool, spinning process, woven bag ABSTRAK Usaha Kecil Menengah ABC merupakan pengrajin tas anyaman yang berfungsi sebagai wadah belanja ke pasar atau ke swalayan. Produksi tas anyaman oleh UKM ABC setiap hari mampu hingga 80 produk. Tas anyaman dibuat dengan cara melakukan pemotongan bahan baku bahan baku, melakukan penganyaman, dan juga pemasangan pegangan tas. Proses pemotongan bahan baku pada awalnya menggunakan cara sederhana dengan menggunakan paku yang ditancapkan ke kayu. Berdasarkan proses tersebut kemudian dirancang alat pemintal untuk mempercepat proses pemotongan bahan baku. Alat pemintal yang dirancang masih memiliki beberapa kendala sehingga pelu dilakukan perbaikan ulang untuk mengoptimalkan kinerja Alat pemintaltersebut. Perancangan ulang alat pemintal ini berfokus pada tempat bahan baku, bentuk tempat bahan baku, dan bentangan untuk tempat pemintalan. Berdasarkan kendala-kendala tersebut kemudian dilakukan perancangan ulang alat pemintal dengan memperhatikan aspek anthropometri 12 pekerja yang ada di UKM ABC. Hasil uji coba menunjukkan bahwa alat pemintal setelah dilakukan perancangan ulang mampu mempercepat proses pemotongan bahan baku dengan selisih 3690 detik dan mengurangi jumlah cacat. Kata kunci:  alat pemintal, proses pemintalan, tas anyaman
IMPLEMENTASI SAFETY STOCK DALAM PENGENDALIAN PERSEDIAAN MINYAK GORENG Jumali, Muhamad Abdul; Siswoyo, Qurrota Ainiy Rezita
KAIZEN : Management Systems & Industrial Engineering Journal Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/kaizen.v6i2.20857

Abstract

Penelitian ini berupaya untuk mengatasi permasalahan terkait pengendalian persediaan produk minyak goreng dengan menerapkan safety stock untuk menemukan tingkat persediaan yang ideal. Tujuannya adalah untuk mengatasi kendala permintaan yang tidak dapat diprediksi dan memastikan proses produksi berjalan lancar. Pendekatan dalam penelitian ini adalah menerapkan safety stock dalam menentukan jumlah persediaan yang optimal. Data yang digunakan adalah data historis permintaan dan biaya terkait untuk menghitung safety stock yang diperlukan. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan safety stock dapat membantu perusahaan menentukan jumlah safety stock yang lebih tepat. Dengan menggunakan pendekatan ini, perusahaan dapat meminimalkan risiko kekurangan atau kelebihan persediaan, serta mengoptimalkan penggunaan ruang penyimpanan dan modal. Penggunaan yang aman yang menguntungkan efisiensi operasional perusahaan. Hal ini membantu perusahaan untuk menjaga kelancaran produksi, mengurangi biaya penyimpanan, dan memenuhi permintaan konsumen secara efektif. Jadi penghitungan safety stock merupakan pendekatan yang efektif untuk mengelola keamanan persediaan di suatu perusahaan. Penerapan safety stock membantu perusahaan melayani permintaan dan mengoptimalkan persediaan, sehingga mendukung kelancaran produksi dan memenuhi kebutuhan pelanggan secara efektif dan efisien. Kata kunci: safety stock, persediaan, pengendalian, minyak goreng ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengatasi masalah dalam pengendalian persediaan minyak goreng dengan menerapkan safety stock  untuk menentukan jumlah persediaan yang optimal. Hal ini di lakukan mengurangi risiko dan menjamin kelancaran proses produksi. Pendekatan dalam penelitian ini dengan penerapan safety stock   dalam menentukan jumlah persediaan yang optimal. Data yang digunakan adalah data historis permintaan dan biaya terkait untuk menghitung jumlah persediaan pengamanan yang diperlukan. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan safety stock   menentukan keputusan penentuan kuantitas persediaan pengamanan yang lebih tepat. Penggunaan pendekatan dalam perusahaan dapat meminimalkan risiko kekurangan atau kelebihan persedian, serta mengoptimalkan penggunaan ruang penyimpanan juga modal. Memalui safety stock  memberikan dampak positif pada efisiensi operasional perusahaan. Hal ini membantu perusahaan untuk menjaga kelancaran produksi, mengurangi biaya simpan, dan memenuhi permintaan konsumen dengan efektif. Maka dapat disimpulkan bahwa safety stock   adalah pendekatan yang efektif untuk mengelola pengamanan persediaan di perusahaan. Implementasi safety stock   ini membantu perusahaan dalam melayani permintaan dan mengoptimalkan persediaan, sehingga mendukung kelancaran produksi dan memenuhi kebutuhan pelanggan secara efektif dan efisien. Kata kunci:  safety stock  , persediaan, pengendalian, minyak goreng
IMPLEMENTASI MODEL NEWSVENDOR DENGAN KAPASITAS REAKTIF DI PT. XYZ Sumargo, Seto; Damayanti, Dida Diah
KAIZEN : Management Systems & Industrial Engineering Journal Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/kaizen.v6i2.17924

Abstract

PT. XYZ is a company that sells fashion products. The main business process of the company is designing, marketing, and selling fashion products. The fashion products sold by the company are clothes, footwear, bags, and other accessories. The selection of footwear products is based on the trend of increasing demand from year to year. This study aims to determine the number of footwears ordered for the limited category that will be sold in the next sales period. The lead time for procuring footwear is 3 months, special lead time for second order is 1 month and the selling period for products at normal prices is 6 months. The results of calculations using the newsvendor model with reactive capacity obtained the number of first order is 486 pairs and the number of second order is 69 pairs. With the second order, the expected loss of sales does not exist. The expected leftover with reactive capacity decreased by 82.32% and became 32 pairs. Performance measurements newsvendor model with reactive capacity obtained the expected profit is IDR 88,374,150 or 11.52% more than single order. Based on these measurements, companies are advised to implement the newsvendor model with reactive capacity to increase expected profits. Keywords: inventory, newsvendor model, reactive capacity ABSTRAK PT. XYZ adalah perusahaan yang menjual produk fashion. Proses bisnis utama dari perusahaan adalah mendesain, memasarkan dan menjual produk fashion. Produk fashion yang dijual oleh perusahaan adalah baju, alas kaki, tas dan aksesoris lainnya. Pemilihan produk alas kaki berdasarkan tren permintaan yang meningkat dari tahun ke tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jumlah alas kaki yang dipesan untuk kategori terbatas yang akan dijual pada periode penjualan berikutnya. Lead time untuk pengadaan alas kaki adalah 3 bulan, lead time khusus pada pesanan ke 2 adalah 1 bulan dan lama periode penjualan produk dengan harga normal adalah 6 bulan. Hasil perhitungan menggunakan model newsvendor dengan kapasitas reaktif diperoleh jumlah pesanan pertama sebanyak 486 pasang dan jumlah pesanan kedua sebanyak 69 pasang. Dengan adanya pesanan kedua maka kehilangan penjualan yang diharapkan tidak ada. Sisa barang yang diharapkan dengan kapasitas reaktif menurun 82,32% menjadi 32 pasang. Pengukuran kinerja dengan kapasitas reaktif diperoleh keuntungan yang diharapkan sebesar Rp88.374.150 atau 11,52% lebih banyak daripada dengan satu kali pesanan. Berdasarkan pengukuran tersebut perusahaan disarankan untuk mengimplementasi model newsvendor dengan kapasitas reaktif untuk meningkatkan keuntungan yang diharapkan.. Kata kunci:  kapasitas reaktif, model newsvendor, persediaan 
MODEL SUPPLY CHAIN OPERATION REFERENCE SEBAGAI PENINGKATAN KINERJA INDUSTRI TAHU KUNING DI KEDIRI Indrasari, Lolyka Dewi; Yudha Tripariyanto, Afiff; Komari, Ana; Hidayat, Andrean Pradana; Swardana, Emilia
KAIZEN : Management Systems & Industrial Engineering Journal Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/kaizen.v6i2.15774

Abstract

The purpose of this study is to assess the comparative performance of the yellow tofu industry supply chain from MJS, WK and PM Kediri to improve the role of the Supply Chain Operation Reference model. The stage of this study is to assess the instrument of the Supply Chain Operation Reference with the weighting that has been planned percentage value. The findings achieved are the Supply Chain Response Time instrument with an estimated time of 7 days each; 5 days; and 6 days with actual achievements with a time of 9 days each; 8 days; and 9 days. The best Leadtime Order Fulfillment Instrument is MJS with Best in Class criteria with an achievement of < 4 days; Weka with the achievement of 5 days; and PM with 4 days of achievement. The contribution achieved is to achieve Advantage and Best in Class from the method used. Keywords: Performa, Supply Chain Operation Reference, Tahu Kuning ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah menilai performa perbandingan rantai pasokan industry tahu kuning dari MJS, WK dan PM Kediri untuk meningkatkan peran model Supply Chain Operation Reference. Tahapan penelitian ini adalah menilai instrumen dari Supply Chain Operation Reference dengan pembobotan yang telah direncakan nilai prosentase. Temuan yang dicapai yaitu instrumen Supply Chain Response Time dengan estimasi waktu masing – masing target sebesar 7 hari; 5 hari; dan 6 hari dengan aktual pencapaian dengan waktu masing – masing 9 hari; 8 hari; dan 9 hari. Instrumen Order Fulfillment Leadtime terbaik adalah MJS dengan kriteria Best in Class dengan pencapaian < 4 hari; Weka dengan pencapaian 5 hari; dan PM dengan pencapaian 4 hari. Kontribusi yang dicapai adalah mencapai Advantage dan Best in Class dari metode yang dipakai. Keywords: Performa, Supply Chain Operation Reference, Tahu Kuning 
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN UMKM JASA SERVIS SEPEDA MOTOR Okvaldi, David Syafarudin; Prasetyo, Rian; Darsini, Darsini
KAIZEN : Management Systems & Industrial Engineering Journal Vol. 7 No. 1 (2024): In Progress
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/kaizen.v7i1.17691

Abstract

As an economic growth, kind of human needs has become specifically. It is not only primary needs, but also secondary needs. Now, motorcycle has become human needs that basically everyone has it. As increase motorcycle users, repair services, also growth. This research is aim to find out effect of service quality on customers satisfaction in motorcycle service based on expectation and reality about tangibles, reliability, responsiveness, assurance and empathy for get priority attribute to improve. Importance Performance Analysis, and Customer Satisfaction Index method used in this research. Purposive sampling is used on 27 sample. IPA analysis found that services quality have a significant effect to customers satisfaction, based on 16 item questionnaire,it has 73,3%. It proves customers expectation didn’t match with reality. Furthermore, priority items that need to be fixed is tidiness and cleanliness, spare part and tool completeness, and on time of repairing.