cover
Contact Name
Darwanto
Contact Email
bawal.puslitbangkan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
bawal.puslitbangkan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Bawal : Widya Riset Perikanan Tangkap
ISSN : 19078229     EISSN : 25026410     DOI : -
Bawal Widya Riset Perikanan Tangkap dipublikasikan oleh Pusat Riset Perikanan yang memiliki p-ISSN 1907-8226; e-ISSN 2502-6410 dengan Nomor Akreditasi RISTEKDIKTI: 21/E/KPT/2018, 9 Juli 2018. Terbit pertama kali tahun 2006 dengan frekuensi penerbitan tiga kali dalam setahun, yaitu pada bulan April, Agustus, Desember. Bawal Widya Riset Perikanan Tangkap memuat hasil-hasil penelitian bidang “natural history” (parameter populasi, reproduksi, kebiasaan makan dan makanan), lingkungan sumber daya ikan dan biota perairan.
Arjuna Subject : -
Articles 395 Documents
STOCK STRUCTURE OF FLYING FISH (CYPSELURUS POECILOPTERUS) IN THE EASTERN INDONESIA WATER BASED ON MORPHOMETRIC AND MERISTIC VARIATION Tuapetel, Friesland; Kadarusman, Kadarusman; Syahailatua, Augy; Boli, Paulus; Indrayani, Indrayani; Wujdi, Arief
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 15, No 3 (2023): (DESEMBER) 2023
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bawal.15.3.2023.109-119

Abstract

Flying fish Cypselurus poecilopterus is a small pelagic fish resource that plays an important ecological and economic role. However, information regarding the structure of its stock in East Indonesian waters is still limited. This study aims to identify stock structure based on morphometric, meristic approaches, and associated with environmental factors. Fish samples were taken during one fishing season (June-September) in 2015 and 2021 in the waters of West Papua and East Seram where the Lydakker line passes, using the method of observation and purposive sampling, then the data were analyzed descriptively and t-test. The results of observations on 23 morphometric characters and 5 meristic features showed a significant difference, so it is estimated that flying fish stocks are composed of 2 sub-populations. Differences in morphometric and meristic parameters are affected by different environmental conditions in the two waters. This information is expected to be useful for the management and sustainable use of flying fish resources.
Front Matter April 2024 Kasim, Muh
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 16, No 1 (2024): (APRIL) 2024
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah Depan April 2024
Front Matter Desember 2023 Kasim, Muh
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 15, No 3 (2023): (DESEMBER) 2023
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Front Matter Desember 2023
ASPEK BIOLOGI HIU LANYAM, Carcharhinus sorrah (Valenciennes, 1839), YANG DIDARATKAN DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA NIZAM ZACHMAN (PPNSZ) JAKARTA Rizkina, Nurnazmilaila; Wijayanti, Diah Permata; Redjeki, Sri
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 16, No 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bawal.16.2.2024.88-99

Abstract

Hiu Lanyam, Carcharhinus sorrah (Valenciennes, 1839) tersebar luas di wilayah perairan Indo-Pasifik, keberadaannya sering ditemukan di hampir seluruh perairan Indonesia. Status konservasi Hiu Lanyam menurut Daftar Merah IUCN dalam kondisi hampir terancam dan diduga populasinya telah menurun. Penangkapan Hiu Lanyam yang semakin tinggi dikuatirkan dapat mengganggu populasinya di alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek biologi Hiu Lanyam yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman(PPSNZ) Muara Baru, Jakarta. Aspek biologi yang dikaji adalah sebaran ukuran berdasarkan panjang dan berat, rata-rata ukuran pertama kali tertangkap dan pertama kali matang gonad, hubungan panjang berat, nisbah kelamin dan tingkat kematangan klasper. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode acak. Pengukuran panjang tubuh dalam kondisi tanpa kepala (headless). Hasil penelitian diperoleh sampel Hiu Lanyam sebanyak 248 individu. Estimasi panjang total yang didapatkan 61-141 cm (SD : 16,00) dan berat 9,9-14 kg (SD : 2,396). Estimasi panjang maksimum yang didapatkan lebih kecil dari referensi dan hiu yang didaratkan didominasi oleh ukuran muda. Rata-rata ukuran pertama kali tertangkap (Lc) < rata-rata ukuran pertama kali matang gonad (Lm), menggambarkan sebagian besar Hiu Lanyam yang tertangkap belum melakukan pemijahan. Hubungan panjang berat pada kedua jenis kelamin memiliki pola pertumbuhan yang sama, yaitu allometrik positif (b>3).Perbandingan jenis kelamin yang didapatkan ikan betina lebih banyak dari pada jantan, hasil uji Chi-Square menunjukkan nisbah kelamin Hiu Lanyam dalam kondisi seimbang. Pada tingkat kematangan klasper Hiu Lanyam jantan didominasi kategori not full calcification dan estimasi panjang total Hiu Lanyam jantan yang telah matang kelamin >98 cm. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan dalam menyusun langkah-langkah pengelolaan dan pembuatan regulasi untuk pembatasan ukuran hasil tangkapan.
PEMETAAN ZONA POTENSI PENANGKAPAN RAJUNGAN (Portunus pelagicus) BERBASIS SATELIT AQUA MODIS DI TELUK SANTONG SUMBAWA Sativa, Denianto Yoga; Islamiah, Evita Rosalinda; Kalih, Lalu Achmad Tan TWS
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 16, No 1 (2024): (APRIL) 2024
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bawal.16.1.2024.23-34

Abstract

Rajungan merupakan komoditi perikanan dengan nilai jual cukup tinggi, namun nelayan di Teluk Santong sampai saat ini masih kesulitan dalam menentukan daerah penangkapan rajungan. Oleh karena itu diperlukan informasi mengenai daerah penangkapan rajungan yang potensial. Tujuan penelitian ini adalah untuk memetakan zona potensi penangkapan rajungan berbasis satelit Aqua Modis dan menganalisa keterkaitan SPL dan klorofil-a terhadap sebaran zona potensi penangkapan rajungan. Metode yang digunakan adalah metode pengindraan jauh dengan interpretasi digital untuk memperoleh data sebaran zona potensi penangkapan rajungan. Survei lapangan dilakukan dengan cara pengambilan titik sampel untuk uji akurasi hasil interpretasi. Suhu permukaan laut dan klorofil-a diperoleh dengan mengunduh citra satelit Aqua Modis. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear yang berfungsi untuk melihat pengaruh suhu permukaan laut dan klorofil-a terhadap hasil tangkapan rajungan. Hasil yang diperoleh adalah sebaran SPL berkisar antara 28,9⁰C sampai 31,6⁰C dengan nilai rata-rata 30,22⁰C, Sedangkan klorofil-a berkisar antara 0,27mg/m3 sampai 2,34mg/m3dengan nilai rata-rata 0,83mg/m3. Hasil tangkapan rajungan selama enam bulan yaitu sebanyak 454,8 kg, hasil tangkapan tertinggi di temukan pada bulan Desember dan hasil tangkapan paling rendah di bulan Februari. Nilai akurasi yang diperoleh mencapai 82% sehingga hasil interpretasi citra satelit layak diterima.
KARAKTERISTIK PERIKANAN JARING ARAD DAN SEBARAN PANJANG UDANG DOGOL (Metapenaeus ensis) DI PERAIRAN MEULABOH Yusuf, Helman Nur; Baihaqi, Baihaqi; Hufiadi, Hufiadi; Sayuti, Kamil; Tirtadanu, Tirtadanu; Nurulludin, Nurulludin; Mahiswara, Mahiswara; Utama, Andria Ansri; Sepri, Sepri; Pane, Andina Ramadani
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 15, No 3 (2023): (DESEMBER) 2023
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bawal.15.3.2023.120-131

Abstract

Umumnya, para nelayan di wilayah Meulaboh dan juga sepanjang pantai di Aceh Barat memanfaatkan jaring arad atau mini trawl sebagai alat untuk dapat menangkap hasil laut seperti udang dan ikan demersal. Selama periode antara bulan Maret hingga Desember 2019, penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk dapat memahami aspek perikanan yang terkait dengan penggunaan jaring arad di wilayah perairan Meulaboh, serta untuk meneliti udang dogol (Metapenaeus ensis) yang merupakan tangkapan hasil laut mayoritas pada saat menggunakan jaring arad. Penggunaan jaring arad saat beroperasi dilakukan pada kedalaman perairan antara 5 hingga 35 meter. Penangkapan dilaksanakan sebanyak 6-10 kali dalam satu perjalanan, dengan durasi trip kurang lebih yaitu selama 1-2 hari. Hasil operasi penangkapan yang dilakukan mencakup 26 jenis, termasuk 8 jenis udang, 4 jenis krustasea, 2 jenis cumi-cumi, dan 12 jenis ikan. Komposisi jenis didominasi udang cakrek (Harpisquilla harpax) 11,5%, petek (Equulites leuciscus) sebesar 9,7%, buntal (Thorguigner tubercullife) 8,2%, kepiting kecil (Charybdis affinis) 6,9%, udang dogol (Metapenaeus ensis) 6,8% ikan lidah (Cynoglossus sp) 6,1%, udang kelong (Fenneropenaeus indicus)6,0%, baronang (Siganus sp.) 5,1% bilis (Herklotsichthys dispilonotus) 4,8%, tetengkek (Megalopsis cordilla) 4,0% dan lainnya dibawah 4%. Nilai kelimpahan udang paling banyak pada Agustus sebesar 36,66 kg/trip dan paling sedikit terdapat pada bulan April sebanyak 29,13 kg/trip. Sedangkan kelimpahan udang jenis dogol paling banyak terdpat pada bulan Juni yaitu sebesar 4,38 kg/trip dan terendah pada Desember. 1,88 kg/trip. Lokasi penangkapan jaring arad terdapat di perairan Meulaboh, dengan dugaan bahwa puncak musim penangkapan terjadi pada bulan Maret hingga Oktober. Panjang udang jingga yang berhasil ditangkap menggunakan jaring arad bervariasi antara 14,0 hingga 31,9 mmCL, dengan panjang pertama kali tertangkap (Lc) mencapai 21,81 mm, dan panjang pertama kali matang gonad (Lm) sebesar 23,04 mm.
Back Matter April 2024 Kasim, Muh
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 16, No 1 (2024): (APRIL) 2024
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Back Matter April 2024
Back Matter Desember 2023 Kasim, Muh
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 15, No 3 (2023): (DESEMBER) 2023
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Back Matter Desember 2023
PERKIRAAN DAERAH PENANGKAPAN IKAN DI PERAIRAN LAUT JAWA DAN SELAT MAKASSAR Larasati, Rakhma Fitria; Khikmawati, Liya Tri; Mahardi, I Kadek Hary
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 16, No 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bawal.16.2.2024.100-113

Abstract

Suatu perairan dapat dikatakan menjadi Daerah Penangkapan Ikan (DPI) jika memenuhi syarat yaitu terdapat ikan target tangkapan, alat tangkap dapat dioperasikan, serta tidak membahayakan nelayan maupun lingkungan sekitarnya. Keberadaan ikan di suatu perairan dipengaruhi oleh beberapa parameter yaitu ketersediaan klorofil-a (rantai makanan) dan Suhu Permukaan Laut (SPL) (suhu optimum untuk setiap jenis ikan). Parameter tersebut menentukan daerah optimum untuk penangkapan ikan. Tujuan kegiatan adalah memperkenalkan dan menyebarluaskan informasi daerah penangkapan ikan dan jenis hasil tangkapan dengan melakukan pengkajian terhadap sebaran SPL dan kandungan klorofil-a pada setiap daerah penangkapan ikan selama bulan Oktober 2022 hingga Maret 2023. Metode kerja : Data terkait klorofil-a, SPL, kedalaman perairan yang diambil dari citra satelit pada WPPNRI 712 dan 713 dalam kurun waktu Oktober- Maret 2023. Titik koordinat pengambilan data adalah lokasi penangkapan KM. Tirta Putra Kencana I dengan ikan target adalah pelagis kecil (Layang panjang (Decapterus macrosoma), Banyar (Rastrelliger sp.), Siro (Amblygester sirm), Tewes (Sardinella sp.) dan besar (Tongkol (Euthynnus affinis) dan Tenggiri (Scomberomorus commerson)). Data yang didapatkan kemudian diolah menggunakan ArcGIS. Hasil overlay menunjukkan bahwasanya SPL mengalami peningkatan pada bulan Oktober-Desember kemudian turun sampai dengan bulan Maret. Klorofil-a mengalami peningkatan pada bulan Oktober-Maret. SPL yang rendah dan kandungan klorofil-a yang tinggi merupakan ciri bulan-bulan yang cocok untuk melakukan kegiatan penangkapan ikan. Sedangkan untuk penentuan DPI potensial dihubungkan dengan peta batimetri sesuai dengan swimming layer dari jenis ikan tertentu. Ikan layang panjang dan banyar potensial ditangkap pada bulan Oktober-Maret kecuali bulan Desember. Ikan tongkol dan tenggiri potensial pada bulan Maret. Ikan-ikan tersebut di tangkap pada perairan lau lepas. Ikan siro dan tawes potensial di tangkap bulan Desember-Maret pada perairan pantai.
Analisis Distribusi dan Densitas Ikan di Laut Banggai Menggunakan Metode Hidroakustik dan Visualisasi GIS-Dashboard Windra, Alivio; Manik, Henry Munandar; Somantri, Lili
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 16, No 1 (2024): (APRIL) 2024
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bawal.16.1.2024.11-22

Abstract

Estimasi stok ikan berupa distribusi dan densitasnya, sangat penting untuk manajemen perikanan tangkap suatu kawasan perairan. Teknologi hidroakustik umumnya digunakan untuk mengestimasi stok ikan secara real time. Pada tahun 2022, BRIN dan IPB melakukan pengukuran data akustik di Laut Banggai sebagai bagian dari "Banggai Upwelling Dynamics Exploration and Experiment" untuk mengestimasi stok ikan. Hasil analisis hidroakustik menunjukkan, total densitas ikan di Laut Banggai adalah 527.914 ikan km-2. Ikan berukuran sangat kecil (< 12 cm) memiliki densitas tertinggi yakni 292.471 ikan km-2, sedangkan ikan berukuran kecil (12 cm - 28 cm) dan berukuran besar (28 cm - 58 cm) masing-masing memiliki densitas 98.472 ikan km-2 dan 124.519 ikan km-2. Ikan berukuran sangat besar (> 58 cm) hanya memiliki densitas 12.452 ikan km-2. Ikan lebih banyak ditemukan di perairan timur Pulau Banggai dan perairan utara Pulau Taliabu. Lapisan epipelagik (0 hingga -200 meter) memiliki potensi terbesar, dengan densitas ikan tertinggi pada kategori ikan berukuran sangat kecil, diikuti oleh ikan berukuran besar dan berukuran kecil. Untuk meringkas hasil analisis distribusi dan densitas ikan, data dan informasi divisualisasikan lewat GIS-Dashboard. Dashboard dapat mengintegrasikan tampilan peta serta grafik, dan menyajikan informasi dengan lebih menarik dan lebih mudah dipahami. Dashboard memberikan gambaran menyeluruh tentang informasi distribusi spasial ikan di Laut Banggai, sehingga penggunaan GIS-Dashboard sangat bermanfaat dalam kegiatan manajemen perikanan.

Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 17, No 3 (2025): Desember 2025 Vol 17, No 2 (2025): Agustus 2025 Vol 17, No 1 (2025): April 2025 Vol 16, No 3 (2024): Desember 2024 Vol 16, No 2 (2024): AGUSTUS 2024 Vol 16, No 1 (2024): (APRIL) 2024 Vol 15, No 3 (2023): (DESEMBER) 2023 Vol 15, No 2 (2023): (AGUSTUS) 2023 Vol 15, No 1 (2023): (APRIL) 2023 Vol 14, No 3 (2022): (DESEMBER) 2022 Vol 14, No 2 (2022): (Agustus) 2022 Vol 14, No 1 (2022): (APRIL) 2022 Vol 13, No 3 (2021): (DESEMBER) 2021 Vol 13, No 2 (2021): (AGUSTUS) 2021 Vol 13, No 1 (2021): (April) 2021 Vol 12, No 3 (2020): (Desember) 2020 Vol 12, No 2 (2020): (AGUSTUS) 2020 Vol 12, No 1 (2020): (April) 2020 Vol 11, No 3 (2019): (Desember) 2019 Vol 11, No 2 (2019): (Agustus) 2019 Vol 11, No 1 (2019): (April) 2019 Vol 10, No 3 (2018): (Desember) 2018 Vol 10, No 2 (2018): (Agustus) 2018 Vol 10, No 1 (2018): April (2018) Vol 9, No 3 (2017): (Desember) 2017 Vol 9, No 2 (2017): (Agustus 2017) Vol 9, No 1 (2017): (April, 2017) Vol 8, No 3 (2016): (Desember, 2016) Vol 8, No 2 (2016): (Agustus 2016) Vol 8, No 1 (2016): (April 2016) Vol 7, No 3 (2015): (Desember 2015) Vol 7, No 2 (2015): (Agustus 2015) Vol 7, No 1 (2015): (April 2015) Vol 6, No 3 (2014): (Desember 2014) Vol 6, No 2 (2014): (Agustus 2014) Vol 6, No 1 (2014): (April 2014) Vol 5, No 3 (2013): (Desember 2013) Vol 5, No 2 (2013): (Agustus 2013) Vol 5, No 1 (2013): (April 2013) Vol 4, No 3 (2012): (Desember 2012) Vol 4, No 2 (2012): (Agustus 2012) Vol 4, No 1 (2012): (April 2012) Vol 3, No 6 (2011): (Desember 2011) Vol 3, No 5 (2011): (Agustus 2011) Vol 3, No 4 (2011): (April 2011) Vol 3, No 3 (2010): (Desember 2010) Vol 3, No 2 (2010): (Agustus 2010) Vol 3, No 1 (2010): (April 2010) Vol 2, No 6 (2009): (Desember 2009) Vol 2, No 5 (2009): (Agustus 2009) Vol 2, No 4 (2009): (April 2009) Vol 2, No 3 (2008): (Desember 2008) Vol 2, No 2 (2008): (Agustus 2008) Vol 2, No 1 (2008): (April 2008) Vol 1, No 6 (2007): (Desember 2007) Vol 1, No 5 (2007): (Agustus 2007) Vol 1, No 4 (2007): (April 2007) Vol 1, No 3 (2006): (Desember 2006) Vol 1, No 2 (2006): (Agustus 2006) Vol 1, No 1 (2006): (April 2006) More Issue