cover
Contact Name
Raja Saleh
Contact Email
jurnalmadahriau@gmail.com
Phone
+6285363844655
Journal Mail Official
jurnalmadahriau@gmail.com
Editorial Address
Balai Bahasa Riau Balai Bahasa Riau, Jalan H.R. Soebrantas Km. 12,5, Kampus Binawidya Kompleks Universitas Riau, Panam, Pekanbaru, Riau. Phone: 085363844655 Email: jurnalmadahriau@gmail.com
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Madah
Published by Balai Bahasa Riau
ISSN : 20866038     EISSN : 25809717     DOI : https://doi.org/10.31503/madah.v11i1
Core Subject : Humanities, Art,
Madah is a journal published by Balai Bahasa Riau, with P-ISSN 2086-6038 and E-ISSN 2580-9717. This is a scientific journal of language and literature that publishes various reports of research results, literature studies, and scientific papers on language and literature. Madah is published periodically twice a year in April and October. This journal also serves as a medium for disseminating information on research results and language and literature studies.
Articles 281 Documents
Resepsi Satire Dunia Politik dalam Novel Sabdo Cinta Angon Kasih Karya Sujiwo Tejo Dita Chrysan Theum; Candra Rahma Wijaya Putra
Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 12 No. 2 (2021): Jurnal Madah
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31503/madah.v12i2.371

Abstract

Abstract The reseach paper is entiltled “ Satire Problem Political Indication in Sujiwo Tejo’s Sabdo Cinta Angon Kasih Novel “.Social problems in the political worlda are increasimgly in the spotight in society. This study aims at this first, studying the relevance of the Sabdopalon puppet. Second, being able to understand Sujiwo Tejo’s reception of Sabdo Palon’s characterization. Third, showing how the form criticism for political elite the perspective of phenomenon that is being viral in the form of political problematic satire. This study data source is in the form of quote in the npvel Sabdo Cinta Angon Kasih by Sujiwo Tejo. Data collection techniques by reading in depth and giving a sign. The results of results of the study are in part the following , !) The story of the puppet show Sabdo Palon, 2) The reception of the figure of Sabdopalon in the novel Sujiwo Tejo’s, and 3) Social criticism in the form of satire in the novel Sabdo Cinta Angon Kasih.   Abstrak Penelitian ini berjudul “ Satire Indikasi Problematika Dunia Politik Dalam Novel Sabdo Cinta Angon Kasih Karya Sujiwo Tejo”  dunia politik menjadi sorotan dalam novel ini. Penelitian ini bertujuan untuk ini pertama, mempelajari relevansi pewayangan Sabdo palon. Kedua, mampu menjelaskan resepsi Sujiwo Tejo terhadap penokohan Sabdo Palon..  Ketiga, menunjukan bagaimana bentuk kritikan untuk kaum elit politik dalam prespektif fenomena yang sedang viral dalam bentuk satire problematika politik. Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskritif kualitatif dengan menjabarkan hasil analisis berdasarkan teori. Teori yang digunakan ialah teori resepsi sastra melalui pendekatan sosiologi sastra Sumber data berupa kutipan dalam novel Sabdo Cinta Angon Kasih karya Sudjiwo Tejo. Teknik pengumpulan data dengan membaca secara mendalam dan memberikan tanda. Hasil penelitian adalah sebagian berikut 1) Kisah pewayangan Sabdopalon, 2) Resepsi Tokoh Sabdopalon dalam novel Sujiwo Tejo, 3) Kritik sosial berupa satire dalam novel Sabdo Cinta Angon Kasih terhadap problematika perpolitikan yang tengah viral di masyarakat.
Ikon, Indeks, dan Simbol dalam Kumpulan Cerpen Menghardik Gerimis Karya Sapardi Djoko Damono serta Relevansinya dengan Pembelajaran Bahasa Indonesia di Madrasah Aliyah marfu'ah nur jannah; Elen Inderasari
Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 12 No. 2 (2021): Jurnal Madah
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31503/madah.v12i2.376

Abstract

Abstract This study aims to describe semiotic signs in the form of icons, indexes, and symbols contained in the short story collection Menghardik Gerimis by Sapardi Djoko Damono (SDD) and their relevance to learning Indonesian at Madrasah Aliyah. This study uses a qualitative descriptive method with semiotic analysis of Charles Sanders Peirce. Data collection techniques in this study used reading and note-taking techniques. The data collection technique used purposive sampling technique, namely the sampling of data sources with certain considerations. Based on the results of the analysis and discussion found: (1) icons, including icons of natural phenomena, plants, animals, celestial bodies, landscapes, religion, and objects created by humans. (2) index, which includes the index of sound, nature, and the nature of human behavior. (3) symbols, including symbols of color, animal, social, spiritual, and philosophy of life. (4) the building blocks of the short story, including the intrinsic and extrinsic elements in accordance with the learning of short stories at Madrasah Aliyah. Abstrak            Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tanda semiotika berupa ikon, indeks, dan simbol yang terdapat dalam kumpulan cerpen Menghardik Gerimis karya Sapardi Djoko Damono (SDD) serta relevansinya dengan pembelajaran bahasa Indonesia di Madrasah Aliyah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan analisis semiotika Charles Sanders Peirce. Teknik pengumpulan data di dalam penelitian ini menggunakan teknik baca dan catat. Teknik pengambilan data menggunakan teknik purposive sampling yaitu pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan ditemukan: (1) ikon, mencakup ikon fenomena alam, tumbuhan, binatang, benda langit, bentang alam, religi, dan benda ciptaan manusia. (2) indeks, mencakup indeks suara, alam, dan sifat perilaku manusia. (3) simbol, mencakup simbol warna, binatang, sosial, spiritual, dan falsafah hidup. (4) unsur pembangun cerpen, yakni unsur intrinsik dan ekstrinsik yang sesuai dengan pembelajaran cerpen di Madrasah Aliyah.
Gangguan Berbahasa pada Anak Penderita Hidrosefalus Tito Tri Kadafi
Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 12 No. 2 (2021): Jurnal Madah
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31503/madah.v12i2.379

Abstract

Abstract This research was conducted by seeing language disorder in child with hydrocephalus, whose subjects were hydrocephalus sufferers from birth. Using qualitative methods, as well as data collection techniques through observation, literature review, and interviews, this study seeks to identify the causes of language disorders experienced by VC (respondent). The results showed a cognitive effect due to hydrocephalus conditions, and imperfect use of articulatory tools in speech, which caused the inability of VC to pronounce the phonemes / s /, / r /, / l /, and / z /. Another influence that also causes language disorders is the passivity of social interactions due to limited interaction between respondents and peers in the neighborhood where he live.   Abstrak Penelitian ini dilakukan dengan meneliti gangguan berbahasa pada anak penderita hidrosefalus, yang subjeknya merupakan penderita hidrosefalus sejak lahir. Menggunakan metode kualitatif, serta teknik pengumpulan data melalui observasi, telaah pustaka, dan wawancara penelitian ini berupaya untuk mengidentifikasi penyebab gangguan berbahasa yang dialami VC (responden). Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh kognitif karena kondisi hidrosefalus, dan ketidaksempurnaan penggunaan alat artikulatoris dalam tuturan, yang menyebabkan ketidakmampuan VC dalam mengujarkan fonem /s/, /r/, /l/, dan/z/. pengaruh lain yang juga menyebabkan gangguan berbahasa ialah pasifnya pergaulan karena interaksi terbatas antara responden dengan rekan sebaya di sekitar lingkungan tempat tinggalnya.
Analisis Kesalahan Fonologis dalam Keterampilan Berbicara Pembelajar BIPA di Pusat Studi Indonesia Ismailia Mesir Rifa Rafkahanun
Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2021): Jurnal Madah
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31503/madah.v12i1.380

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan fonologis yang dilakukan oleh pemelajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) yang bahasa ibunya adalah bahasa Arab saat melaksanakan aktivitas belajar keterampilan berbicara di Pusat Studi Indonesia Universitas Suez Canal Mesir. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data pada penelitian ini adalah teknik simak atau sadap melalui rekaman dan metode analisis yang digunakan metode fonetis artikulatoris dan disajikan dengan metode deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesalahan fonologis yang sering terjadi dalam keterampilan berbicara pemelajar BIPA dari penutur bahasa Arab di Pusat Studi Indonesia Universitas Suez Canal Mesir, banyak terjadi pada bunyi vokal semiterbuka [ə] dan [Ɛ], bunyi konsonan hambat letup bilabial [p], bunyi konsonan nasal mediopalatal [ň], bunyi konsonan nasal dorsovelar [ŋ] dan bunyi semivokal [w]. Kesalahan fonologis ini disebabkan karena tidak ditemukannya bunyi-bunyi tersebut dalam bahasa Arab serta interferensi bahasa Inggris sebagai representasi fonetik aksara latin yang lebih dulu dipelajari oleh penutur bahasa Arab.
Jargon Bahasa Berdasarkan Model Fungsional Speaking di Kalangan Komunitas Dakwah : Kajian Sosiolinguistik Vivian Nur Safitri; Gigit Mujianto
Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 12 No. 2 (2021): Jurnal Madah
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31503/madah.v12i2.383

Abstract

Abstract This study aims to describe the form of jargon language variations studied based on the SPEAKING component. The approach in this research is a qualitative approach. The data in this study include a collection of vocabulary used in conversational interactions in the Islamic da'wah community, both directly and indirectly (online) and carried out by the observation process. The data source in this study is oral or written speech of members of the Islamic da'wah community in universities. The research data collection was carried out through listening and observation techniques which were accompanied by data collection instruments through written techniques. Data analysis technique is done by sorting and correlating jargon language variation data according to the SPEAKING component model then plotting the data into tables and then classified according to the form and results of data analysis. The results showed (1) Classification of jargon language variation data based on SPEAKING components (2) Factors causing jargon language variations, (3) Characteristics of jargon, (4) Functional models of SPEAKING, and (5) Variations in jargon language of dawa community.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk variasi bahasa jargon yang dikaji berdasarkan model fungsional SPEAKING. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Data dalam penelitian ini meliputi kumpulan kosakata yang digunakan pada interaksi percakapan di komunitas dakwah Islam, baik secararing maupun daring dilakukan dengan proses observasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah tutur lisan atau tulis anggota komunitas dakwah Islam yang ada di perguruan tinggi. Pengumpulan data penelitian dilakukan melalui teknik simak dan observasi yang disertai instrumen penjaringan data melalui teknik tulis. Teknik analisis data dilakukan dengan memilah dan mengkorelasikan data variasi bahasa jargon sesuai dengan model model fungsional SPEAKING kemudian memplotkan data-data ke dalam tabel kemudian diklasifikasikan sesuai bentuk dan hasil analisis data. Hasil penelitian menunjukkan (1) Klasifikasi bahasa jargon yang meliputi latar tempat, penutur, tujuan, acuan, perilaku, saluran tutur, interaksi, dan jenis tutur pada SPEAKING,  (2) Faktor penyebab terjadinya variasi bahasa jargon, (3) Ciri-ciri jargon, (4) Model fungsional SPEAKING, dan (5) Variasi bahasa jargon komunitas dakwah.
Bias Gender dalam Cerita Ulama Nyi Atikah (Pendekatan Linguistik Sistemik Fungsional Teks Suntingan Serat Centhini Tambangraras Amongraga Jilid II) Anggun Putri Aminatul Musrichah; B.R. Suryo Baskoro
Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 12 No. 2 (2021): Jurnal Madah
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31503/madah.v12i2.387

Abstract

Abstract This study aims to describe linguistic features that mean gender bias about Javenese women in Ulama Nyi Atikah’s story about two female characters named Nyi Kasanah and Siti Dara Murtasiyah. The data analyzed in this study are linguistic features in the form of word, phrases, and clauses collected from the text of Ulama Nyi Atikah’s story in edited book Serat Centhini Tambangraras Amongraga volume II. The analysis is done by qualitative descriptive method using three steps of data analysis from Miles, Huberman, and Saldana Johny, namely data reduction, data presentation, and data verification. The theory used in this study is Halliday’s metafunctional theory, which is textual, ideational, and interpersonal metafunctional. In this study, it was found that lexical use means gender bias refers to polygamous practices, male power, and identical female traits in the text. Then, it was found that the material process that dominates the construction of clauses means gender bias and dominance modulation of inclination means gender bias which refers to the consequences that women receive if disobedient to the husband.     Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fitur-fitur linguistik bermakna bias gender mengenai perempuan Jawa dalam cerita Ulama Nyi Atikah tentang dua tokoh perempuan bernama Nyi Kasanah dan Siti Dara Murtasiyah. Data yang dianalisis dalam penelitian ini merupakan fitur-fitur linguistik berupa kata, frasa, dan klausa yang dikumpulkan dari teks cerita Ulama Nyi Atikah dalam buku suntingan Serat Centhini Tambangraras Amongranga jilid II. Analisis dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif menggunakan tiga langkah analisis data dari Miles, Huberman, dan Saldana Johny, yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori metafungsional Halliday, yaitu metafungsi tekstual, ideasional, dan interpersonal. Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa penggunaan leksikal bermakna bias gender mengacu pada adanya praktik poligami, kuasa laki-laki, dan sifat identik perempuan di dalam teks. Kemudian, ditemukan proses material yang mendominasi konstruksi klausa bermakna bias gender dan dominasi modulasi inklinasi bermakna bias gender yang mengacu pada konsekuensi yang diterima perempuan jika durhaka kepada suami.
Perlawanan Perempuan dalam Tango dan Sadimin Karya Ramayda Akmal Ricky Aptifive Manik
Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2021): Jurnal Madah
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31503/madah.v12i1.389

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk-bentuk perlawanan dan bagaimana perlawanan itu dilakukan oleh tokoh-tokoh perempuan yang mengalami penindasan akan kelas sosial mereka di dalam novel Tango dan Sadimin karya Ramayda Akmal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dan menggunakan pendekatan kritik sastra feminis marxis. Metode ini digunakan untuk mendeskripsikan dan memahami adanya gambaran perlawanan perempuan terhadap ketertindasannya yang masih dianggap sebagai manusia kelas dua, baik di dalam rumah tangga maupun di lingkungan sosialnya. Penelitian ini menemukan beberapa bentuk perlawanan yang dilakukan oleh tokoh-tokoh perempuan dalam novel, yaitu perlawanan domestifikasi, perlawanan terhadap kelas sosial, dan perlawanan terhadap patriaki. Adapun perlawanan yang dilakukan adalah dengan cara menjadi pelacur, keluar dari kelas pelacur dan anak jalanan, tidak tunduk pada dominasi suami, dan pergi meninggalkan keluarga (suami dan anak).
Pertarungan Ideologi dalam Wacana “Merdeka Belajar” SAFRIKI MUNFI`ATIL MAWADDAH; Roekhan Roekhan
Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2021): Jurnal Madah
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31503/madah.v12i1.394

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji wujud dan strategi pertarungan wacana terhadap ideologi bebas belajar lintas prodi dan perguruan tinggi yang dilakukan oleh stakeholderpendidikan. Pertarungan wacana tersebut dianalisis dengan menggunakan teori analisis wacana kritis Fairclough. Hasil penelitian ini meliputi (1) wujud pertarungan wacana berupa kata, kata kiasan, kata ilmiah, bahasa asing, kata berkonotasi negatif, nilai bias, logika bias serta makna kabur, dan (2) strategi pertarungan wacana dilakukan melalui pengiasan, pemositifan informasi, logika positif, tindakan, perbuatan, kesalahan hubungan analogi, pelabelan negatif, logika negatif serta kesalahan hubungan sebab akibat. Hasil penelitian tersebut dapat dijadikan sebagai bahan masukan dalam memahami berbagai permasalahan terkait penerapan ideologi bebas belajar lintas prodi dan perguruan tinggi.
Religiusitas Perempuan dalam Cerpen-Cerpen Ratna Indraswari Ibrahim Muhammad Rosyid HW
Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 12 No. 2 (2021): Jurnal Madah
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31503/madah.v12i2.399

Abstract

Abstract This research aims to reveal the religiosity of women in Ratna Indraswari Ibrahim's short stories. This study uses a structuralism approach and content analysis techniques to analyze the data. The primary data ini this study are the short stories Saya dan Murni, Rum Sudah Mati, Nyai Roro Kidul, Perempuan di Jenjang Rumah, Para Ta'ziah and Pohon Kenari di Willem Straat. The results of this study are the dimensions of religiosity from these short stories, namely, first, submission of oneself to God who is not confined to the aspect of worship rituals and is not trapped in the commodification of worship, but a total submission to God with full of silence and reflection. Second, re-questioning the nature of womanhood as an effort to humanize women. Third, humanitarian awareness in the form of charity as social worship to penetrate the private spaces created by modern society.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap religiusitas perempuan dalam cerpen-cerpen Ratna Indraswari Ibrahim. Penelitian ini menggunakan pendekatan strukturalisme dan analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi. Data primer dari penelitian ini adalah cerpen Saya dan Murni, Rum Sudah Mati, Nyai Roro Kidul, Perempuan di Jenjang Ruma, Para Ta’ziah dan Pohon Kenari di Willem Straat. Hasil penelitian ini adalah dimensi-dimensi religiusitas dari cerpen-cerpen tersebut yaitu, pertama, penyerahan diri kepada Tuhan yang tidak terkungkung kepada aspek ritual ibadah dan tidak terjebak pada unsur komodifikasi ibadah, tetapi penyerahan diri yang total dengan penuh keheningan dan penghayatan. Kedua, pertanyaan ulang tentang hakikat keperempuanan sebagai upaya untuk memanusiakan perempuan. Ketiga, kesadaran kemanusiaan yang berupa sedekah sebagai ibadah sosial untuk menembus ruang-ruang privat yang diciptakan oleh masyarakat modern.
The Social Reality of Japanese Society in Rei Kimura's Novel Butterfly in The Wind Ade Iriani; Hamzon Situmorang; T. Tyrhaya Zein
Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2021): Jurnal Madah
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31503/madah.v12i1.400

Abstract

This study is a literary study that discusses the picture of the social reality of Japanese society in a novel by Rei Kimura entitled Butterfly in the Wind. The  method used is descriptive analytic. The data are in the form of excerpts or sentence excerpts in novels that describe the social reality of Japanese society. The theory used is the sociological theory of literature and Marx's social analysis approach. From the analysis, it is concluded that various social realities of Japanese society are depicted in the novel Butterfly in the Wind which includes aspects of politics, economy, culture, education, family, morals, gender, religion, and technology. In the political aspect, it is illustrated that the attitude of government (bakufu) is arbitrary and unfair, especially among farmers and fishermen groups. The economic aspect illustrates the economic gap between groups of aristocrats and ordinary people. Cultural and religious aspects are reflected in the patriarchal culture of Japanese society and Buddhist rituals which are carried out such as funeral processions. The aspect of education illustrates the unfairness and distribution of education for Japanese society at that time. The family aspect shows a picture of affection between family members, especially parents and children. The moral aspect is reflected in the behavior of people who hate Okichi's background as a concubine. The gender aspect illustrates the gender bias between men and women. Finally, on the technological aspect, the reality of Japanese technology is still low compared to European and American countries.