JUANG: Jurnal Wahana Konseling
JUANG: JURNAL WAHANA KONSELING JUANG merupakan jurnal konseling yang diterbitkan oleh Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas PGRI Palembang. Tujuan dari jurnal ini adalah mempublikasikan artikel atau karya ilmiah berupa penulisan teoritis dan praktis, serta hasil penelitian baik Mahasiswa, Guru, Dosen maupun Praktisi Bimbingan dan Konseling. Fokus artikel dalam jurnal ini adalah Konseling dan Pendidikan, diantaranya isu Pendidikan serta masalah pelayanan konseling baik di institusi Pendidikan maupun di luar institusi Pendidikan. Jurnal ini terbit enam bulan sekali yaitu pada bulan Maret dan September.
Articles
140 Documents
Pengaruh Kecanduan Game Online Terhadap Interaksi Sosial Remaja SMA/SMK Karang Taruna Tunas Bangsa Kauman Kidul Salatiga
Leonardo Dela Chrisma Wijaya;
Tritjahjo Danny Soesilo;
Umb Tagela
Jurnal Wahana Konseling Vol 5, No 1 (2022): JUANG: Jurnal Wahana Konseling
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/juang.v5i1.7797
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui signifikansi pengaruh kecanduan game online terhadap interaksi sosial remaja SMA/SMK Karang Taruna Tunas Bangsa RW 07 Kauman Kidul Salatiga. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitan ini adalah causal comparative untuk mengetahui pengaruh variabel bebas (X) kecanduan game online terhadap variabel terikat (Y) interaksi sosial. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja SMA/SMK anggota Karang Taruna Tunas Bangsa sebanyak 46 orang, untuk sampelnya diambil menggunakan teknik total sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala sikap dan data hasil penelitian dianalisis menggunakan teknik regresi linear sederhana dengan bantuan program IBM Statistics SPSS 25.0. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh signifikan antara kecanduan game online terhadap interaksi sosial remaja SMA/SMK Karang Taruna Tunas Bangsa RW.07 Kauman Kidul Salatiga. Hasil tersebut dibuktikan dengan perolehan nilai Fhitung > Ftabel (24,893 > 4,085) dan juga nilai t hitung sebesar -4,989 (> 2,015), serta nilai signifikansi (p) yang diperoleh adalah sebesar 0,000 < 0,05.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kedisiplinan Peserta Didik di Kelas XII SMA PGRI 4 Padang
Rada Zamiyenda;
Jaruddin Jaruddin;
Septya Suarja
Jurnal Wahana Konseling Vol 5, No 2 (2022): JUANG: Jurnal Wahana Konseling
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/juang.v5i2.7075
Penelitian ini dilatarbelakangi banyak peserta didik di SMA PGRI 4 Padang yang tidak mematuhi tata tertib sekolah, dilihat dari adanya peserta didik yang tidak mengikuti dan mentaati aturan tata tertib sekolah, peserta didik yang belum memiliki kesadaran diri sebagai pemahaman diri bahwa disiplin dianggap penting, dan peserta didik hadir tidak tepat waktu. Tujuan dalam penelitian ini dapat diketahui dari 4 indikator, yaitu: 1) mengikuti dan mentaati peraturan, 2) kesadaran diri sebagai pemahaman diri bahwa disiplin danggap penting, 3) alat pendidikan untuk mempengaruhi, mengubah, membina dan mementuk perilaku disiplin, 4) hukuman sebagai upaya menyadarkan, mengoreksi dan meluruskan yang salah. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif, dengan populasi sebanyak 112 peserta didik kelas XII SMA PGRI 4 Padang dengan menggunakan teknik yaitu teknik total sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kusioner dan di analisis dengan teknik presentase dari rata-rata. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa kedisiplinan peserta didik di kelas XII SMA PGRI 4 Padang secara umum berada pada kategori cukup tinggi dengan persentase 46,43%. Maka dapat diketahui permasalahan peserta didik mengenai kedisiplinan peserta didik yang masih belum mematuhi peraturan sekolah. Berdasarkan hasil penelitian dan hasil dari olahan data maka direkomendasikan pada peserta didik untuk lebih bisa meningkatkan kedisiplinan sesuai dengan yang diharapkan.
Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Terhadap Kenakalan Remaja Siswa Kelas IX SMP Islam Sudirman Ambarawa Tahun Ajaran 2021/2022
Risky Ayu Wulan Sari;
Tritjahjo Danny Soesilo;
Umbu Tagela
Jurnal Wahana Konseling Vol 5, No 2 (2022): JUANG: Jurnal Wahana Konseling
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/juang.v5i2.7887
Penelitian ini dilaksanakan di SMP Islam Sudirman Ambarawa, dengan populasi kelas IX yang berjumlah 92 orang dan merupakan sampel total. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui signifikansi pengaruh pola asuh orangtua terhadap kenakalan remaja siswa kelas IX SMP Islam Sudirman Ambarawa. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket Pola Asuh Orang Tua yang disusun berdasarkan teori Hurlock (2006), dan Kenakalan Remajaberdasarkan teori Hurlock (2004). Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linier sederhana yang diolah dengan bantuan program SPPS version 21.0 for Windows. Hasil regresi yang diperoleh nilai thitung sebesar -3.267 sedangkan ttabel sebesar 2.632. dengan sig. 0.002 artinya ada pengaruh yang negatif signifikan variabel pola asuh orangtua terhadap kenakalan remaja siswa kelas IX SMP Islam Sudirman Ambarawa. Kemudian didapati nilai Rsquare yakni 0.106, artinya variabel pola asuh orangtua memiliki prosentase sumbangan sebesar 10,6% terhadap variabel kenakalan, sedangkan sisanya yakni 89.4% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Maka dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang menyatakan “Ada pengaruh yang signifikan antara pola asuh orang tua terhadap kenakalan remaja siswa kelas IX SMP Islam Sudirman Ambarawa tahun ajaran 2021/2022 “diterima”. Dari hasil di atas guru BK dapat memberikan layanan BK kepada peserta didik berkaitan dengan pola asuh orang tua guna untuk mengurangi kenakalan remaja yang mungkin timbul di kemudian hari.
Konseling Realitas untuk Meningkatkan Self Control Siswa Nomophobia di SMK Negeri 7 Palembang
Jaya Wahyuningsih;
Ramtia Darma Putri;
Syska Purnama Sari
Jurnal Wahana Konseling Vol. 5 No. 2 (2022): JUANG: Jurnal Wahana Konseling
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/juang.v5i2.9407
Ketergantungan remaja terhadap mobile phone disebut dengan no-mobile phone phobia (nomophobia) yang merupakan ketakutan dan kecemasan modern akibat dari perkembangan teknologi. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi nomophobia adalah dengan adanya self control, self control sendiri sangat dibutuhkan ada di dalam pribadi seseorang karena self control dapat mengontrol diri untuk tetap terkontrol dengan baik. Kontrol diri menjadi hal yang sangat penting bagi kehidupan seseorang, berfungsi sebagai pengendalian diri atas perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Kontrol diri berkaitaan dengan bagaimana seseorang mengendalikan emosi juga dorongan dorongan dari dalam dirinya. Adapun cara yang dapat dilakukan yaitu dengan bantuan konseling realitas. Konseling realitas sebagai suatu bentuk psikoterapi yang berkembang selama periode ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif Quasi Eksperimen, dengan desain penelitian one-group pretest-posstest design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI DKV 2 di SMK Negeri 7 Palembang, dengan sampel sebanyak 7 orang. Subjek penelitian dipilih menggunakan purposive sampling mengingat sampel yang sedikit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 7 orang siswa yang menjadi sampel terjadi peningkatan self control siswa. Analisis data yang digunakan adalah dengan uji wilcoxon signed rangk test dengan bantuan bantuan aplikasi SPSS 22. Bedasarkan hasil diperoleh dari test statistic di dapat nilai Z hitung adalah -2,357, dengan nilai signifikasi 0,018. maka Ha diterima. Artinya konseling realitas dapat meningkatkan self control siswa nomophobia pada siswa di SMK Negeri 7 Palembang.Â
Hubungan Antara Komunikasi Orang Tua-Anak dan Kontrol Diri Dengan Perilaku Seks Pranikah pada Remaja di Dukuh Tukrejo
Otniel Gatot Nugroho;
Tritjahjo Danny Soesilo;
Setyorini Setyorini
Jurnal Wahana Konseling Vol 5, No 2 (2022): JUANG: Jurnal Wahana Konseling
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/juang.v5i2.7884
Penelitian ini dilaksanakan di Dukuh Tukrejo, Desa Bangsri, Kabupaten Jepara. Subyek pada penelitian ini adalah remaja Dukuh Tukrejo yang berjumlah 32 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui signifikansi hubungan antara komunikasi orangtua-anak dan kontrol diri dengan perilaku seks pra-nikah pada remaja di Dukuh Tukrejo. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket Komunikasi Orangtua-Anak yang disusun berdasarkan teori Dasrun Hidayat (2012), Kontrol diri berdasarkan teori Averill (Kusumadewi 2011) dan Perilaku Seks Pra-nikah berdasarkan teori Purnawan (2004). Teknik analisis yang digunakan adalah korelasional Kendall’s Tau_B yang diolah dengan bantuan program SPPS version 20.0 for Windows. Hasil korelasi yang diperoleh antara komunikasi orangtua-anak dengan perilaku seks pra-nikah adalah -0.335 dengan sig.0.006 serta antara kontrol diri dengan perilaku seks pra-nikah adalah -0.271 dengan sig.0.041. Artinya ada hubungan yang negatif signifikan antara komunkasi orangtua-anak dan kontrol diri dengan perilaku seks pra-nikah.
Studi Tentang Tugas Perkembangan Siswa dalam Program Layanan Dasar Bimbingan dan Konseling di SMP Negeri 3 Bringin Kabupaten Semarang
Christina Arinda Putri;
Umbu Tagela;
Yustinus Windrawanto
Jurnal Wahana Konseling Vol 5, No 2 (2022): JUANG: Jurnal Wahana Konseling
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/juang.v5i2.7912
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah program layanan dasar bimbingan dan konseling di SMP Negeri 3 Bringin sudah mengakomodasi semua konsep tugas perkembangan siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif analitik. Subyek penelitian terdiri dari satu Kepala Sekolah dan dua Guru Bimbingan dan Konseling. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dan studi dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian ditemukan bahwa hanya beberapa aspek tugas perkembangan siswa yang terakomodasi dalam layanan dasar bimbingan konseling. Aspek tersebut adalah (1) landasan hidup religius, (2) landasan perilaku etis, (3) kesadaran gender, dan (4) kematangan hubungan teman sebaya, dan (5) wawasan dan kesiapan karier. Sementara aspek perkembangan siswa yang belum terakomodasi dalam layanan dasar adalah (1) kematangan emosi, (2) kematangan intelektual, (3) kesadaran tanggungjawab sosial, (4) kesadaran gender, dan (5) perilaku kewirausahaan (kemandirian perilaku ekonomis).
Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Kemandirian Belajar Siswa Kelas IX A SMP Sudirman Ambarawa
Syalma Trisnawaty;
Tritjahjo Danny Soesilo;
Setyorini Setyorini
Jurnal Wahana Konseling Vol 5, No 2 (2022): JUANG: Jurnal Wahana Konseling
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/juang.v5i2.7891
ABSTRAKPenelitian ini dilaksanakan di SMP Islam Sudirman Ambarawa, dengan populasi kelas IX A yang berjumlah 31 orang dan merupakan sampel total. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui signifikansi pengaruh motivasi belajar terhadap kemandirian belajar siswa kelas IX A SMP Islam Sudirman Ambarawa. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket Kemandirian Belajar yang disusun berdasarkan teori Slameto (2002), dan Motivasi Belajar berdasarkan teori Hamzah B Uno (2013). Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linier sederhana yang diolah dengan bantuan program SPPS version 21.0 for Windows. Hasil regresi yang diperoleh nilai sig. 0.042 artinya ada pengaruh yang signifikan variabel motivasi belajar terhadap kemandirian belajar siswa kelas IX A SMP Islam Sudirman Ambarawa. Kemudian didapati nilai Rsquare yakni 0.134, artinya variabel motivasi memiliki persentase sumbangan sebesar 13,4% terhadap variabel kemandirian, sedangkan sisanya yakni 86,6% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Mereduksi Perilaku Agresif Siswa Melalui Konseling Behavioral Teknik Aversi
Leny Latifah
Jurnal Wahana Konseling Vol. 6 No. 1 (2023): JUANG: Jurnal Wahana Konseling
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/juang.v6i1.11181
Aggressiveness is an act committed by an individual with the intention of hurting oneself, other people, or other objects. Some students of SMPN 17 Malang who have a habit of behaving aggressively need to be given individual counseling services in order to inhibit their aggressive behavior. Many techniques in guidance and counseling can be used to reduce aggressive behavior in students. One of them is the behavioral aversion technique approach. This study aims to reduce the aggressive behavior of SMPN 17 Malang students through behavioral counseling with aversion techniques. This study included a pre-experimental design with One Group Pretest-Posttest, the research subjects were 3 students who had high aggressive behavior, which was measured using an aggressive behavior scale. The results of the Wilcoxon test showed a significance value greater than 0.05. Because this research is to reduce behavior, the researcher uses an inverse significance value benchmark, meaning that if the significance value is greater than 0.05, this research is considered effective. So it can be concluded that behavioral counseling uses effective aversion techniques to reduce aggressive behavior in students. In future research, it is expected to be able to develop aversion techniques in more detail and better as well as a reference material to help overcome the problems of other subjects who need guidance and counseling services both individually and in groups.
Panduan Konseling Kelompok Behavioral Teknik Modeling untuk Meningkatkan Minat Kewirausahaan Mahasiswa
Eva Kartika Wulan Sari
Jurnal Wahana Konseling Vol. 6 No. 1 (2023): JUANG: Jurnal Wahana Konseling
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/juang.v6i1.11203
This study aims to develop a group counseling guide for behavioral modeling techniques to increase student entrepreneurial interest because unemployment is the biggest problem faced nationally so the importance of Guidance and Counseling for students can be carried out in order to maximize entrepreneurial potential and minimize unemployment rate that is being faced by the nation. Indonesia prioritizes students from Alor Regency, East Nusa Tenggara Province. This type of development uses the ADDIE model which is still in the Develop stage or developing the design to become a finished product. The research instruments included a needs questionnaire, an interview guide, a student entrepreneurial interest scale, an assessment format for group counseling guidelines, and behavioral modeling techniques. There are three stages in assessing the validity and reliability of this behavioral modeling technique group counseling guide: testing the validity of Guidance and Counseling material experts, testing the validity of Guidance and Counseling media experts, and testing the validity of entrepreneurship experts. The expert validity assessment shows that the development of a guide to preparing students for entrepreneurship using group counseling behavioral modeling techniques shows that it is appropriate, functional, and easy to use.
Psychological Well Being Perilaku Anorexia Nervosa pada Mahasiswi
Nia Nurulita;
Galih Fajar Fadillah
Jurnal Wahana Konseling Vol. 6 No. 1 (2023): JUANG: Jurnal Wahana Konseling
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/juang.v6i1.11272
Kesejahteraan psikologis atau psychological well being merupakan atribut psikologi yang perlu dikenal dan diperhatikan bagi perkembangan mahasiswi dewasa ini. Psychological Well Being erat kaitannya dengan kemampuan mahasiswi untuk mengembangkan diri di lingkungan kampus melalui kemampuan yang dimilikinya, alih-alih mempermasalahkan kekurangan dalam dirinya. Sebagai seorang mahasiswi tentu memiliki hambatan dan tantangan yang berbeda-beda. Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh mahasiswi adalah perilaku anorexia nervosa. Pada studi pendahuluan peneliti menjumpai beberapa mahasiswi mengindikasikan berperilaku anorexia nervosa, dengan alasan untuk menjaga penampilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi psychological well being perilaku anorexia nervosa pada mahasiswi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif fenomenologi. Penelitian dilaksanakan di Wisma-wisma Desa Pucangan, Kartasura pada bulan Januari sampai Maret 2020. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiwi yang berperilaku anorexianervosa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara wawancara dan observasi. Teknik keabsahan data yang digunakan adalah triagulasi teknik. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian ini menunjukkan mahasiswi dengan perilaku anorexia nervosa cenderung kurang sejahtera secara psikologis akibat adanya tindakan body shaming yang menimbulkan mahasiswi tersebut kurang percaya diri di lingkungannya sehingga tidak dapat memaksimalkan potensinya. Mahasiswi dengan perilaku anorexia nervosa memiliki dimensi psychological well being yang sudah terbentuk pada aspek hubungan positif dengan orang lain dan tujuan hidup. Dimensi psychological well being pada kondisi berkembang yakni pada dimensi otonomi dan pertumbuhan pribadi. Dimensi psychological well being yang belum terbentuk pada penerimaan diri dan penguasaan terhadap lingkungan. Sehingga sangat diperlukan dukungan dari lingkungan untuk bisa meningkatkan penerimaan diri pada mahasiswa dengan perilaku anorexia nervosa.