cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
JUANG: Jurnal Wahana Konseling
ISSN : 26229080     EISSN : 26226278     DOI : -
Core Subject : Social,
JUANG: JURNAL WAHANA KONSELING JUANG merupakan jurnal konseling yang diterbitkan oleh Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas PGRI Palembang. Tujuan dari jurnal ini adalah mempublikasikan artikel atau karya ilmiah berupa penulisan teoritis dan praktis, serta hasil penelitian baik Mahasiswa, Guru, Dosen maupun Praktisi Bimbingan dan Konseling. Fokus artikel dalam jurnal ini adalah Konseling dan Pendidikan, diantaranya isu Pendidikan serta masalah pelayanan konseling baik di institusi Pendidikan maupun di luar institusi Pendidikan. Jurnal ini terbit enam bulan sekali yaitu pada bulan Maret dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 140 Documents
Persepsi Siswa Terhadap Layanan Konseling Individual di SMP Negeri 11 Kota Jambi Freddi Sarman; Nur Hasanah Harahap; Yulianti Yulianti; Zubaidah Zubaidah; Dinny Rahmayanty
Jurnal Wahana Konseling Vol. 6 No. 1 (2023): JUANG: Jurnal Wahana Konseling
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/juang.v6i1.11292

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap persepsi siswa kelas VIII terhadap layanan konseling individual yang dilakukan oleh guru pembimbing mulai dari tahap pengantaran, tahap penjajakan, tahap penafsiran, tahap pembinaan sampai pada tahap penilaian di SMP Negeri 11 Kota Jambi. Penelitian ini bersifat deskriptif, dengan populasi siswa kelas VIII yang sudah melakukan konseling individual sebanyak 44 siswa. Sampel diambil secara total sampling yaitu sebanyak 44 siswa. Kemudian data angket diolah dengan menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian menunjukkan 76,40% siswa kelas VIII mempunyai persepsi yang berada pada tingkat tinggi terhadap layanan konseling individual yang dilakukan di SMP N 11 Kota Jambi, yang dijabarkan pada (1) persepsi siswa kelas VIII terhadap layanan konseling individual pada tahap pengantaran berada pada tingkat tinggi yaitu 81,18% (2) persepsi siswa kelas VIII terhadp layanan konseling individual pada tahap penjajakan berada pada tingkat tinggi yaitu 74,60% (3) persepsi siswa kelas VIII terhadap layanan konseling individual pada tahap penafsiran berada pada tingkat tinggi yitu 76,98% (4) persepsi siswa kelas VIII terhadap layanan konseling individual pada tahap pembinaan berada padadd tingkat tinggi 79,85% (5) persepsi siswa kelas VIII terhadap layanan konseling individual pada tahap penilaian berada pada tingkat tinggi yaitu 86,05%. Hasil penelitian diatas menunjukkan bahwa layanan konseling perorangan sudah berjalan dengan baik. Agar program layanan konseling individual lebih optimal lagi guru pembimbing perlu untuk memperdalam lagi keterampilan tentang pelaksanaan konseling inidividual.
Pengembangan dan Validasi Instrumen Kepercayaan Diri Siswa dalam Merespon Rizky Andana Pohan
Jurnal Wahana Konseling Vol. 6 No. 1 (2023): JUANG: Jurnal Wahana Konseling
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/juang.v6i1.11494

Abstract

The activity of responding to learning in the classroom is one of the indicators of the success of the learning process. One aspect that is very influential on students' ability to respond during learning is self-confidence. This study aims to develop and validate a student confidence instrument in responding to learning that can be used by counselors / counseling teachers in schools and researchers in the field of counseling. The instrument developed can measure students' level of confidence in responding. This research and development study was conducted in 2015 at SMA Negeri 8 Padang. The aspects of self-confidence measured in the instrument include: believing in themselves in responding, thinking positively in responding, having an internal locus of control in responding, and daring to accept and face the rejection of others in responding based on the theory of Fatimah (2008); Lauster (2012); Goel and Agarwal (2012). The validity test uses product moment correlation with an overall item validity value of 0.441. The reliability test used the Croncbach Alpha formula with a coefficient value of 0.705. The results of this data analysis mean that the self-confidence instrument in responding can be declared valid and reliable. So that the instrument of student confidence in responding to the developed can be used by school counselors / counseling teachers and counseling researchers to be able to measure the level of student confidence in responding to learning in the classroom.
Konseling Cognitive Behavior Therapy dalam Mereduksi Prokrastinasi Menyelesaikan Skripsi Ramtia Darma Putri; Erfan Ramadhani; Palasara Brahmani Laras; Kadek Suhardita
Jurnal Wahana Konseling Vol. 6 No. 1 (2023): JUANG: Jurnal Wahana Konseling
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/juang.v6i1.12168

Abstract

The delay in completing the thesis begins with the student's mindset that affects the actions taken in completing their responsibilities in working on the thesis. Students should be able to do something that is not useful, on the contrary, postpone doing the thesis by doing fun activities. The delay in completing the thesis is often known as procrastination in completing the thesis. This delay can be given intervention counseling services using the Cognitive Behavior Therapy (CBT) approach. The purpose of writing this article is to see the extent to which the use of the Cognitive Behavior Therapy (CBT) approach in overcoming the problem of student thesis completion. The research method used in writing this article uses a literature review that utilizes 9 relevant research results. Based on the literature that has been carried out, the conclusion in this article is the effectiveness of the Cognitive Behavior Therapy (CBT) counseling approach in overcoming various cognitive problems that affect behavior, especially in procrastinating students' thesis completion.
Hubungan Antara Interaksi Sosial dengan Kecanduan Penggunaan Gadget pada Siswa Kun Widya Nurfiani; Anggit Grahito Wicaksono; Eko Adi Putro
Jurnal Wahana Konseling Vol. 6 No. 1 (2023): JUANG: Jurnal Wahana Konseling
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/juang.v6i1.12273

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara interaksi sosial dengan kecanduan penggunaan Gadget pada siswa kelas IX SMP N 18 Surakarta tahun pelajaran 2022/2023. Populasi dalam penelitian ini adalah semua kelas IX SMP N 18 Surakarta Tahun Pelajaran 2022/2023 yang berjumlah 236 siswa. Sampel yang diambil sebanyak 60 siswa dengan teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah Cluster Sampling. Teknik pengumpulan data yang dipakai dalam penelitian ini adalah teknik pokok yaitu angket dan teknik bantu atau penunjang yakni dokumentasi dan observasi. Metode pokok angket digunakan untuk memperoleh data tentang interaksi sosial dan kecanduan penggunaan gadget. Sedangkan metode bantu seperti dokumentasi dan observasi digunakan untuk memperoleh data-data siswa yang akan menjadi responden dalam penelitian ini. Teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi pearson dengan bantuan statistik SPSS. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh nilai r hitung sebesar -0,364 kemudian nilai r hitung tersebut dikonsultasikan dengan r tabel product moment dengan N = 60 dan taraf signifikansi 5% dan 1% yaitu 0,254 dan 0,330 ternyata hasil analisis data yang diperoleh r hitung lebih besar dari r tabel atau 0,254< -0,364 > 0,330. Dengan demikian hipotesis nihil atau Ho ditolak dan hipotesis kerja atau Ha diterima kebenarannya yakni "Ada hubungan negatif dan signifikan Interaksi Sosial dan Kecanduan Penggunaan Gadget pada siswa kelas IX SMP N 18 Surakarta tahun pelajaran 2022/2023", diterima kebenarannya baik pada taraf signifikansis 5% dan 1%.   Kata kunci: Hubungan, Interaksi Sosial, Kecanduan Penggunaan Gadget    
Hubungan Antara Self Control dengan Kecenderungan Nomophobia pada Siswa Triyarsi Wiharko; Anggit Grahito Wicaksono; Eko Adi Putro
Jurnal Wahana Konseling Vol. 6 No. 1 (2023): JUANG: Jurnal Wahana Konseling
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/juang.v6i1.12281

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 18 Surakarta. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII A dan VIII B yang berjumlah 60 siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi. Metode angket, observasi, dan wawancara merupakan metode pokok yang digunakan untuk memperoleh data tentang self control dan kecenderungan nomophobia. Sedangkan metode dokumentasi adalah metode bantuan. Selain itu, teknik analisis yang digunakan adalah normalitas dan korelasi product moment. Berdasarkan hasil analisis data tentang hubungan self control dan kecenderungan nomophobia siswa kelas VIII SMP Negeri 18 Surakarta Tahun Pelajaran 2022/2023, dengan uji normalitas data tersebut berdistribusi normal dan diperoleh nilai r hitung yaitu sebesar = 0,420. Selanjutnya nilai r hitung tersebut dikonsultasikan dengan r tabel product moment dengan N = 60 dan taraf signifikasi 5% dan 1% yaitu 0,254 dan 0,330 ternyata hasil analisis data yang diperoleh r hitung lebih besar dari r tabel atau 0,254 < 0,420 > 0,330. Sehubungan dengan hal tersebut, maka hipotesis nihil atau Ho yang berbunyi : “Tidak Ada Hubungan antara Self Control dengan Kecenderungan Nomophobia Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 18 Surakarta Tahun Pelajaran 2022/2023” tidak terbukti dan hipotesis kerja atau Ha diterima yang berbunyi : “Ada Hubungan antara Self Control dengan Kecenderungan Nomophobia Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 18 Surakarta Tahun Pelajaran 2022/2023”, diterima kebenarannya baik pada taraf sigifikansi 5% dan 1%.
Perbedaan Motivasi Belajar Siswa Dari Keluarga Utuh dengan Siswa Dari Keluarga Broken Home di SMA Negeri 4 Kabupaten Batanghari Dwi Fortuna Azhari; Rasimin Rasimin; Freddi Sarman
Jurnal Wahana Konseling Vol. 6 No. 2 (2023): JUANG: Jurnal Wahana Konseling
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/juang.v6i2.13028

Abstract

Abstrak Keluarga menjadi bagian penting bagi pertumbungan dan perkembangan siswa, baik secara fisik maupun mental. Keluarga yang harmonis akan memberikan rasa nyaman dan tentram bagi anak karena anak mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang penuh dari kedua orang tuanya. Kondisi tersebut tentunya akan bertolak belakang dengan situasi dan kondisi anak yang hidup dalam keluarga broken home.. Situasi dan kondisi keluarga broken home, tentunya akan jauh dari rasa damai dan tentram, karena hari-harinya dipenuhi dengan pertengkaran dan percekcokan kedua orang tua. Situasi dan kondisi yang tidak kondusif bagi anak tersebut akan dapat mempengaruhi sikap dan mental anak yang pada akhirnya dapat berujung pada penurunan motivasi belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor hasil pengukuran variabel motivasi belajar siswa SMAN Batanghari dari keluarga utuh adalah 131,89 rata-rata skor hasil pengukuran motivasi belajar siswa dari keluarga utuh di SMAN Batanghari adalah 106,33dan nilai t hitung sebesar 7,453. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa hasil pengukuran motivasi belajar dari keluarga utuh masuk dalam ketegori tinggi. motivasi belajar dari keluarga broken home pada siswa SMAN di Kabupaten Batanghari sedang. motivasi belajar siswa dari keluarga utuh secara signifikan memiliki perbedaan dengan motivasi belajar siswa dari keluarga broken home. Hasil tersebut juga dapat diartikan bahwa motivasi belajar siswa dari keluarga utuh secara signifikan lebih baik dibandingkan dengan motivasi belajar siswa dari keluarga broken home. Kata Kunci : Motivasi Belajar, Keluarga Broken Home, Keluarga Utuh Abstract The family becomes an important part of the growth and development of the students, both physically and mentally. A harmonious family brings comfort and peace to the child because the child receives the full attention and affection of both parents. Such conditions would certainly conflict with the situation and the condition of the child in the broken home family. The situation and condition of the broken home would, of course, be far from peaceful and sound, for her days were filled with strife and strife between the parents. Situations and conditions that are not conducive to a child will be able to influence the child's attitude and mental attitude that can eventually lead to a drop in students' learning motivation. Research shows the average score of the measuring of the variables of the motivational studying of the batanghari students from the intact family is 131.89 the average score of the student learning motivation measurement from the intact family in sman batanghari is 106.3333. and the value of the t count is 7.453. Based on the results of research, it could be concluded that the measuring of the motivation for learning from intact families falls into high category. Motivation learned from the broken home family on a sman student in the batangday-district. The student's learning motivation from intact families is significantly different from the student's learning motivation from the broken home family. The result may also mean that students' learning motivation from intact families is significantly better than the student's learning motivation from the broken home family. Keywords: learning motivation, broken home family, intact family
Hubungan Intensitas Penggunaan Whatsapp terhadap Sikap Overthinking pada Siswa Marimbun Marimbun; Hera Safira
Jurnal Wahana Konseling Vol. 6 No. 2 (2023): JUANG: Jurnal Wahana Konseling
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/juang.v6i2.13189

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran intensitas penggunaan WhatsApp, gambaran sikap overthinking dan hubungan intensitas penggunaan WhatsApp terhadap sikap overthinking pada siswa SMA N 1 Rantau Selamat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis korelasional. Analisis menggunakan korelasi Pearson Product Moment, Populasi penelitian seluruh siswa kelas XI SMA N 1 Rantau Selamat yang berjumlah 116 orang di tahun 2023. Pengambilan sampel menggunakan teknik probability sampling yaitu proportionate stratified random sampling sehingga yang menjadi sampel dalam penelitian ini berjumlah 90 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah kuesioner. Hasil gambaran intensitas penggunaan WhatsApp yaitu 39% berada pada kategori sedang. Gambaran sikap overthinking siswa yaitu 69% berada pada kategori sedang. Selanjutnya Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara penggunaan WhatsApp terhadap sikap overthinking pada Siswa SMA N 1 Rantau Selamat
Upaya Meningkatkan Minat Belajar Siswa dengan Penerapan Layanan Informasi Menggunakan Media Audio Visual Pasca Covid Mutiara Putri Chandra; Rasimin Rasimin; Muhammad Alridho Lubis
Jurnal Wahana Konseling Vol. 6 No. 2 (2023): JUANG: Jurnal Wahana Konseling
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/juang.v6i2.13191

Abstract

Minat belajar adalah suatu kegiatan yang dilakukan individu dalam menunjukan kertetarikan terhadap suatu aktivitas belajar yang berpengaruh terhadap hasil belajar. Siswa yang memiliki minat belajar yang tinggi menunjukkan hasil belajar yang tinggi pula. Virus Covid-19 telah memberikan dampak terhadap minat belajar siswa di era pasca Covid. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk Meningkatkan Minat Belajar Dengan Penerapan Layanan Informasi menggunakan Media Audio Visual Pasca Covid Pada Siswa Kelas VIII E SMPN 18 Kota Jambi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII E SMP 18 Kota Jambi. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan layanan (PTL) menggunakan angket pre dan post-test. Penelitian dilakukan dalam 3 siklus, setiap siklus dilaksanakan 2   kali pertemuan dalam layanan informasi. Hasil dari penelitian ini bahwa Meningkatkan Minat Belajar Dengan Penerapan Layanan Informasi Menggunakan Media Audio Visual Pasca Covid sangat efektif. Hal ini dibuktikan dengan siklus I pertemuan I hasil persentase pre- test yaitu 68%, kemudian hasil persentase post-test yang didapat yaitu menjadi 71%. Pada siklus II dengan hasil persentase 75%. Siklus III hasil persentase yang di dapat yaitu 80%.  Lembar observasi setiap siklus dalam melaksanakan tindakan layanan siklus I pertemuan I memperoleh persentase 68%, kemudian pada siklus I pertemuan II menjadi 72%. Siklus II pertemuan I persentase yang di dapat 74%, pada siklus II pertemuan II menjadi 79%. Siklus III pertemuan I memperoleh persentase 87%, serta  pada siklus III pertemuan II naik menjadi 92%.
Efektivitas Teknik Modeling Simbolik pada Layanan Informasi untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa SMPN 17 Kota Jambi Aditia Purnomo; Rasimin Rasimin; Muhammad Ferdiansyah
Jurnal Wahana Konseling Vol. 6 No. 2 (2023): JUANG: Jurnal Wahana Konseling
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/juang.v6i2.13360

Abstract

Sesuai dengan permasalahan klient. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat keefektifan teknik modeling simbolik pada layanan informasi untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen (quasi eksperimen) Teknik modeling simbolik untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa adalah cara yang sangat mudah di lakukan oleh tenaga pendidik ataupun fasilitator dengan memberikan contoh model berupa vidio,photo, ataupun power point siswa/responden akan melihat,observasi dan menirukan apa yang di berikan dengan pendekatan kuantitatif. Design penelitian eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini berbentuk nonequivalent kontrol Group Design yaitu Design yang memberikan pretest sebelum dikenakan perlakuan, dan diberikan posttest setelah dikenakan perlakuan di setiap masing masing kelompok untuk di lihat perbandingan nya namun sampel yang di ambil secara tidak acak. Penelitian di lakukan di SMPN 17 Kota Jambi. Teknik penarikan sample yang di gunakan yaitu dengan purposive sampling yang mana sample di ambil berdasarkan tujuan atau karakteristik khusus sesuai dengan yang di teliti. Jumlah sampel yang di gunakan yaitu 70 siswa yang mana itu di bagi menjadi dua kelompok. Teknik dan pengumpulan data yang di gunakan yaitu observasi dan angket. Teknik analisis data menggunakan uji persentase dan kontinum interval normatif (KIN) dan di lanjutkan dengan uji T-test. Hasil penelitian ini menunjukkna bahwa teknik modeling simbolik efektif dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa dengan uji pretest 427 dengan rata rata 12 di kategori rendah dan hasil persentase 40,6% dan uji posttest dengan skor 722 dengan rata rata 21 di kategori sedang dan hasil persentase 68,7%, selanjutnya di uji dengan T test yang mana hasilnya Angka Thitungnya adalah 2,580 berdasarkan hasil perhitungan diatas, nilai Ttabel sebesar 2,034 dengan Sig. (2-tailed) 0,05. Thitung > Ttabel, dan hipotesis didukung dengan adanya nilai sig 2-tailed sebesar 0,012 < 0,05 sehingga dinyatakan Teknik modeling simbolik dapat menigkatkan kepercayaan diri siswa atau ada perbedaan, dengan hasil itu menunjukkan adanya kenaikkan tinggkat kepercayaan diri siswa dari rendah ke sedang.
Hubungan Konsep Diri dengan Pemilihan Karir Siswa Ikri Maya; K.A Rahman; Freddi Sarman
Jurnal Wahana Konseling Vol. 6 No. 2 (2023): JUANG: Jurnal Wahana Konseling
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/juang.v6i2.13197

Abstract

Konsep diri adalah gambaran individu mengenai dirinya sendiri yang merupakan gabungan dari keyakinan fisik, psikologis, sosial emosional aspiratif dan prestasi yang ingin dicapainya.Pemilihan karir adalah pemahaman terkait keputusan individu untuk mencapai tujuan-tujuan dari dunia kerja maupun pengetahuan dan penalaran dunia kerja yang realistis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan hubungan konsep diri dengan pemilihan karir siswa kelas XI di SMA Negeri 11 Kota Jambi. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan korelasi. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI di SMAN 11 Kota Jambi. Penarikan sampel menggunakan teknik simple random sampling sampel sebanyak 162 siswa. Alat pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner variable X 20 item dan variabel Y 15 item. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas, linearitas, hipotesis dan analisis korelasi dengan bantuan SPSS.22. Hasil penelitian terdapat hubungan yang signifikan antara konsep diri dengan pemilihan karir dengan hasil persentase variabel konsep diri sebesar 64% pada kategori sedang dan hasil persentase variabel Pemilihan karir sebesar 69% di kategori tinggi. Hasil analisi korelasi antara variabel konsep diri dengan pemilihan karir r hitung sebesar 0,456 dan r tabel 0,1293. Yang berarti ha diterima, 0,456>01293 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi yang memadai antara konsep diri dengan pemilihan karir. Kata kunci: Siswa, Konsep diri, Pemilihan Karir,

Page 10 of 14 | Total Record : 140