cover
Contact Name
Julia Pertiwi
Contact Email
jmiakrecmed@gmail.com
Phone
+6282310902010
Journal Mail Official
jmiakrecmed@gmail.com
Editorial Address
“Program Studi Rekam Medis & Informasi Kesehatan” Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Veteran Bangun Nusantara Jl. Letjend. Sujono Humardani No. 01, Jombor, Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Surakarta - Jawa Tengah 57521. Telp (0271) 593156, Fax (0271) 591065,
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan
ISSN : 26216612     EISSN : 26226944     DOI : https://doi.org/10.32585/jmiak.v1i1.119
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan (JMIAK), diterbitkan oleh Program Studi Perekam Medis & Informasi Kesehatan UNIVET. Terbit 2 kali dalam 1 tahun, yaitu pada bulan Juni dan November. Berisi naskah ilmiah berupa hasil penelitian, studi literatur/ artikel review, editorial dan makalah ilmiah/ paperdi bidang Ilmu Rekam Medis, Manajemen Informasi Kesehatan dan Administrasi/ Kebijakan di Bidang Kesehatan.
Articles 274 Documents
ANALISIS KETEPATAN KODE CEDERA DAN KODE EXTERNAL CAUSE PASIEN KECELAKAAN LALU LINTAS DI RUMAH SAKIT PUSAT ANGKATAN DARAT GATOT SOEBROTO TAHUN 2020 Manalu, Debbie Friscilla Carolina; Putra, Daniel Happy; Fannya, Puteri; Indawati, Laela
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2022): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v5i1.2113

Abstract

Rekam medis merupakan bagian penting dari seluruh pelayanan kesehatan yang diberikan kepada pasien, oleh sebab itu kualitas rekam medis harus baik dan bermutu. Mutu pelayanan rekam medis membutuhkan seorang perekam medis yang memenuhi standar kompetensi perekam medis, salah satu diantaranya adalah klasifikasi klinis dan kodefikasi penyakit. Pengodean diagnosis penyakit harus dilakukan secara tepat akurat dan lengkap. Kecelakaan lalu lintas merupakan kasus yang sering terjadi di Indonesia. Dalam pengodean kasus kecelakaan lalu lintas harus memuat kode cedera dan kode external cause cedera. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana ketepatan kode pasien cedera dan kode external cause pasien kecelakaan lalu lintas di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto Tahun 2020. Metode penelitian menggunakan metodologi penelitian deskriptif dengan pendekatan analisis kuantitatif. Hasil analisis ketepatan kode cedera dan external cause dari 60 rekam medis didapatkan 66% persentase ketepatan kode cedera dan 13% persentase ketepatan kode external cause. Faktor-faktor yang menghambat ketepatan kode adalah dikarenakan beban kerja petugas koding yang tinggi, kurangnya petugas koding, ketidaktelitian petugas dalam pengodean, dokter tidak menuliskan secara lengkap informasi penyebab luar cedera, pengodean mengacu pada sistem BPJS yang tidak menggunakan digit ke-4 dan ke-5 dalam pengodean, ketidaklengkapan pengisian rekam medis, dan SPO yang digunakan masih SPO secara umum.
Gambaran Sistem Penyimpanan Rekam Medis Di Indonesia (Literature Review) Putri, Listania Aisyah; Fannya, Puteri; Indawati, Laela; Putra, Daniel Happy
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2022): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v5i1.2121

Abstract

Penyimpanan rekam medis merupakan tempat dimana terdapat berkas-berkas yang berisikan catatan yang didalamnya terdapat identitas pasien, pencatatan diagnosa, pengobatan pasien dan tindakan yang dilakukan oleh pelayanan kesehatan yang bersifat rahasia. Agar formulir rekam medis tetap aman dan terhindar dari debu dan cairan, maka setiap lembar kertas harus dimasukkan ke dalam map atau folder. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem penyimpanan rekam medis dan masalah pada sistem penyimpanan rekam medis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review dengan sumber jurnal Google Scholar dan Garuda Ristekbrin. Hasil penelitian berdasarkan tinjauan literature review terhadap 24 jurnal mengenai sistem penyimpanan rekam medis dapat disimpulkan bahwa terdapat Terdapat 10 jurnal menggunakan sistem sentralisasi, 13 jurnal menggunakan sistem desentralisasi dan 1 jurnal menggunakan wilayah. Terdapat 13 jurnal menggunakan sistem penjajaran Straight Numerical Filing, 9 jurnal menggunakan sistem penjajaran Terminal digit filing dan 1 jurnal Middle Digit Filing. Masalah dalam sistem penyimpanan yaitu petugas yang tidak memakai tracer saat pengambilan rekam medis, data rekam medis yang menjadi tidak berkesinambungan antara rekam medis rawat jalan dan rawat inap, filing yang dilakukan oleh semua petugas, penumpukkan rekam medis, tidak adanya alat pengangkut berkas (trolly), tangga dan tracer. Disarankan kepada kepala rekam medis untuk menambah sarana dan prasarana yang dibutuhkan di unit rekam medis.
TINJAUAN KELENGKAPAN PERSETUJUAN TINDAKAN KEDOKTERAN KASUS BEDAH DI RSAL Dr. MINTOHARDJO JAKARTA PUSAT Hidayanti, Siti Rukmana
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2022): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v5i1.2152

Abstract

Persetujuan tindakan kedokteran merupakan persetujuan yang diberikan oleh pasien atau kerabat dekatnya setelah mendapat penjelasan lengkap mengenai tindakan medis yang akan dilakukan kepada pasien. Bagi pasien, persetujuan tindakan kedokteran merupakan penghargaan terhadap hak pasien dan dapat menjadi dasar tindakan hukum terhadap dokter apabila  terjadi penyimpangan praktik kedokteran. Sedangkan bagi dokter, persetujuan tindakan kedokteran dapat menciptakan rasa aman dan berfungsi sebagai pembelaan diri terhadap kemungkinan klaim dan tuntutan  dari pasien atau kerabat dekatnya jika terjadi kejadian yang tidak diinginkan. Tujuan penelitian mengetahui persentase kelengkapan persetujuan tindakan kedokteran kasus bedah di RSAL Dr. Mintohardjo Jakarta Pusat. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Dengan sampel 90 RM pasien kasus bedah pada bulan April 2021. Hasil  penelitian : Kelengkapan persetujuan tindakan kedokteran kasus bedah diperoleh persentase kelengkapan sebesar 70% (63 RM) dan persentase ketidaklengkapan sebesar 30% (27 RM). Hasil ini tidak sesuai dengan Kepmenkes RI No. 129/MENKES/SK/II/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit (100%). Simpulan : Penyebab ketidaklengkapan persetujuan tindakan kedokteran kasus bedah dikarenakan kelalaian DPJP yang tidak mengisi bagian isi informasi yang kosong dengan tanda (-) dan tidak melengkapi kembali isi informasi yang kurang kedalam tulisan untuk dokumentasi setelah pasien selesai menerima pelayanan kesehatan, perbedaan tindakan yang dilakukan kepada pasien.
LITERATURE REVIEW GAMBARAN KARAKTERISTIK PASIEN HIV/AIDS DI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN DI INDONESIA Sutrasno, Muhammad Arif; Yulia, Noor; Rumana, Nanda Aula; Fannya, Puteri
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2022): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v5i1.2159

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia, sehingga manusia yang terinfeksi virus ini tidak dapat melawan berbagai jenis penyakit yang menyerang tubuhnya. Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) adalah suatu kumpulan gejala berkurangnya kemampuan pertahanan diri yang disebabkan oleh masuknya HIV dalam tubuh seseorang. Di Indonesia, pada tahun 2019, jumlah kasus baru HIV mencapai 50.282 dengan total kematian akibat AIDS sebanyak 614 jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik pasien HIV/AIDS di fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kajian literature review.  Berdasarkan analisis literature review yang telah dilakukan terhadap 15 jurnal, Hasil penelitian menunjukan bahwa gambaran karakteristik pasien HIV/AIDS berdasarkan umur yang paling banyak adalah umur produktif yaitu 25 – 49 tahun, jenis kelamin paling banyak adalah laki – laki, dengan pendidikan terbanyak adalah SMA, pekerjaan terbanyak pegawai swasta dengan status pernikahan ialah menikah, faktor risiko terbesar adalah heteroseksual, dengan jumlah sel CD4? 200 sel/mm3 , dan infeksi oportunistik terbanyak adalah kandidiasis. Disarankan agar masyarakat lebih mengetahui karakteristik HIV/AIDS dan melakukan pencegahan terhadap penyebab infeksi HIV/AIDS untuk terhindar dari infeksi HIV/AIDS.
PERHITUNGAN BEBAN KERJA DENGAN METODE ABK DI UNIT REKAM MEDIS KLINIK LARASHATI Insani, Tria Harsiwi Nurul; Andriani, Vonita Indra; Kartika, Cahaya
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2022): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v5i1.2188

Abstract

Latar Belakang:. Analisis beban kerja adalah upaya menghitung beban kerja pada satuan kerja dengan cara menjumlah semua beban kerja dan selanjutnya membagi dengan kapasitas kerja per orangan per satuan waktu. Belumpernah dilakukan perhitungan beban kerja di unit kerja rekam medis di Klinik Larashati sebelumnya, oleh karena itu peneliti ingi menganalisis beban kerjanya.Tujuan: menghitung beban kerja petugas yang mengerjakan tugas perekam medis di Klinik Laras Hati dengan metode ABK.Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan deskriptif analitik. Subjek pada penelitian ini adalah petugas rekam medis dan SDMK. Objek penelitian ini adalah tugas pokok petugas dan tugas penunjang di unit rekam medis. waktu pelaksanaannya pada Juli 2021.Hasil Penelitian: Jumlah SDMK 8 orang terdiri dari 1 orang lulusan perekam medis dan 7 orang tenaga medis lain. Waktu kerja tersedia di unit kerja rekam medis Klinik larashati adalah sebesar 1.200 jam/tahun atau 72.000 menit/tahun . Jumlah beban kerja petugas SDMK yang mengerjakan tugas perekam medis dalam 1 hari adalah 925 menit, dalam 1 bulan 22.410 menit, dan 261.230 menit pertahunnya. SBK paling besar yaitu 72.000 dan SBK terkecil yaitu 7.200. FTP sebesar 0.22% dan hasil Standar Tugas Penunjang (STP) sebesar 1,01%.Simpulan: Waktu kerja tersedia di Klinik Laras Hati adalah 6,2 jam/hr atau 37,5 jam/minggu hal ini sudah sesuai Keputusan Presiden Nomor 68 Tahun 1995 telah ditentukan jam kerja instansi pemerintah 37 jam 30 menit per minggu. Komponen beban kerja di Klinik Larashati rata-rata dalam 1 hari adalah 925 menit, dalam 1 bulan 22.410 menit, dan 261.230 menit pertahunnya. Jumlah SDMK yang dibutuhkan Klinik Larashati adalah 4 orang petugas rekam medis.Keyword: Perhitungan Beban Kerja, Metode ABK, Klinik
ANALISIS KELENGKAPAN PENGISIAN BERKAS REKAM MEDIS RAWAT JALAN DI PUSKESMAS SAMIGALUH 1 TAHUN 2020 Insani, Tria Harsiwi Nurul; Febrianta, Nanda Surya; Widyasari, Fenti
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2022): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v5i1.2189

Abstract

Latar Belakang : Puskesmas bertanggung jawab untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada pasien. Mutu pelayanan kesehatan dapat dicapai dengan penilaian beberapa aspek, salah satunya adalah kualitas kelengkapan pengisian berkas rekam medis. Kelengkapan pengisian berkas rekam medis harus mencapai angka 100% selama 1x24 jam setelah pasien keluar. Berdasarkan hasil studi pendahuluan diperoleh informasi bahwa setiap dilakukan evaluasi masih banyak terdapat ketidaklengkapan isi berkas rekam medis di Puskesmas Samigaluh 1 maka penulis tertarik untuk melakukan identifikasi terkait kelengkapan pengisian pada formulir rawat jalan.Tujuan : Mengetahui kelengkapan pengisian formulir rawat jalan di Puskesmas Samigaluh 1.Metodologi : Untuk mengetahui persentase kelengkapan pengisian berkas rekam medis rawat jalan di Puskesmas Samigaluh 1 Tahun 2020 menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif.                                                                                                                                                      Hasil : Checklist kelengkapan identitas pasien lengkap 100%. Laporan penting kelengkapan data anamnesis sebesar 64%, data diagnosa dan tindakan mencapai 100%. Autentifikasi tanda tangan dokter yang terendah sebesar 60%, kelengkapan tertinggi yaitu pada data tanda tangan petugas rekam medis mencapai 100%, pengisian tanda tangan perawat 90% dan data jam/tgl kelengkapan pengisiannya mencapai 80%.Kesimpulan : Kelengkapan identifikasi 100%. Kelengkapan pengisian laporan penting 64% data anamnesis yang terisi secara lengkap, diagnosa dan tindakan terisi 100% lengkap. Data autentifikasi penulisan nama dan tanda tangan dokter yang telah terisi lengkap sebanyak 60 rekam medis 60%, tanda tangan petugas rekam medis yang terisi dengan lengkap sebanyak 100 rekam medis 100%, tanda tangan perawat yang terisi dengan lengkap sebanyak 90%.Kata kunci : Rekam medis, Identifikasi Kelengkapan, Rawat Jalan 
Gambaran Kelengkapan Pengisian Resume Medis Di Rumah Sakit Umum Daerah Ende Suryati, Mekhtildis; Yulia, Noor; Rumana, Nanda Aula Rumana Aula; Dewi, Deasy Rosmala
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2022): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v5i1.2202

Abstract

ABSTRACTThe completeness of filling out a medical resume is very important to facilitate the main activities in the medical record unit and to support health services for patients who want to return for treatment after returning home. The medical resume must be filled in completely by the DPJP. This research was conducted in the medical record unit of the Ende Hospital from April to June 2021 with the aim of knowing the completeness of filling out a medical resume at the Ende Hospital. The method used is descriptive quantitative analysis method with data collection techniques, namely interviews, observations and literature studies. Based on the results of the study, from 81 samples of medical resumes, the average percentage of completeness of medical resumes was 92% and the average percentage of incompleteness was 8%. With details based on 4 components of quantitative analysis, the completeness of component 1 patient identification is 91% (74 RM), component 2 important notes is 87% (72 RM), component 3 author authentication is 95% (77 RM), and component 4 notes 98% (79 RM). Where the highest percentage of completeness is found in component 4 good notes of 98% (79 RM), and the most incomplete component is found in component 2 important notes of 13% (10 RM). This incompleteness resulted in the process of data management in the medical record unit being hampered and the quality of hospital services decreasing.Keywords : Completeness, Fill in Medical Resume ABSTRAKKelengkapan pengisian resume medis sangat penting untuk memudahkan kegiatan pokok di unit rekam medis dan menunjang pelayanan kesehatan bagi pasien yang mau berobat kembali setelah pulang rawat. Resume medis wajib diisi dengan lengkap oleh DPJP. Penelitianinidilakukan di unit rekam medis RSUD Ende bulan April sampai Juni 2021 dengan tujuan untuk mengetahui kelengkapan pengisian resume medis di RSUD Ende. Metode yang digunakan adalah metode deskskriptif analisis kuantitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan studi pustaka. Berdasarkan hasil penelitian dari 81 sampel resume medis diperoleh rata-rata persentase kelengkapan pengisian resume medis sebesar 92% dan rata-rata persentase ketidak lengkapan sebesar 8%. Dengan rincian berdasarkan 4 komponen analisis kuantitatif, kelengkapan komponen 1 identifikasi pasien sebesar 91% (74 RM), komponen 2 catatan yang penting sebesar 87% (72 RM), komponen 3 autentifikasi penulis sebesar 95%(77 RM), dan komponen 4 catatan yang baik sebesar 98% (79 RM). Dimana persentase kelengkapan terbanyak terdapat pada komponen 4 catatan yang baik sebesar 98% (79 RM), dan komponen ketidaklengkapan terbanyak terdapat terdapat pada komponen 2 catatan yang penting sebesar 13% (10 RM). Ketidaklengkapan tersebut mengakibatkan proses pengelolaan data di unit rekam medis terhambat serta menurunnya mutu pelayanan rumah sakit.Kata Kunci : Kelengkapan, Isi Resume Medis 
Perbandingan Penggunaan Metode Sosialisasi dengan dan Tanpa Media Leaflet terhadap Pengetahuan Masyarakat Mengenai Perubahan Social Distancing menjadi Physical Distancing pada Masa Pandemi Covid-19 Haikal, Haikal; Putri Handasari, Savira; Prasetya, Jaka
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2022): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v5i1.2227

Abstract

Tujuan : penelitian ini untuk mengetahui apakah ada pengaruh penggunaan metode sosialisasi dengan menggunakan media leaflet terhadap pengetahuan masyarakat mengenai perubahan jarak sosial menjadi jarak fisik pada masa pandemi Covid-19 di Kecamatan Karawang Barat Kabupaten Karawang.Metodologi: Rancangan penelitian yang digunakan adalah Penggunaan preexperimental sebagai rancangan penelitian serta desain one group pre-test, post-test design Metode yang digunakan untuk pengambilan data yaitu menggunakan angket/kuesioner serta intervensi dengan memanfaatkan media leaflet.Hasil : Hasil penelitian ditemukan pengetahuan responden mengalami peningkatan setelah diberikan media leaflet sebesar 68,8 % pengetahuan baik. Perbedaan skor antar tingkat pengetahuan sebelum dengan sesudah diberikan media leaflet yaitu (Z=-2,783, p < 0,05).Kesimpulan : Terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai perubahan social distancing menjadi physical distancing pada masa pandemi covid-19 di Kecamatan Karawang Barat Kabupaten Karawang. 
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR KELENGKAPAN PENGINPUTAN DATA PELAYANAN PASIEN PADA SISTEM INFORMASI KESEHATAN DI PUSKESMAS Fanani, Akhmad; -, Sismulyanto; Sulaiman, L.
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2022): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v5i1.2318

Abstract

Kualitas informasi yang dihasilkan selalu akurat apabila semua data diisi dengan tepat, namun kenyataannya menjadi tidak akurat dan tidak lengkap karena tidak memuat keseluruhan pelayanan puskesmas. Berdasarkan data laporan puskesmas di Kabupaten Lombok Barat tahun 2019 terdapat 3 puskesmas yang memiliki masalah kelengkapan penginputan data pelayanan pasien pada sistem informasi kesehatan, diantaranya adalah UPT BLUD Puskesmas Banyumulek. Penelitian ini bertujuan adalah untuk menganalisis faktor-faktor kelengkapan penginputan data pelayanan pasien pada system informasi kesehatan di UPT BLUD Puskesmas Banyumulek. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif menggunakan rancangan cross sectional study. Penelitian ini dilakukan pada 45 orang petugas Puskesmas Banyumulek Kabupaten Lombok Barat. Analisis hasil penelitian menggunakan regresi logistik. Hasil analisis statistik didapatkan p value pada faktor jenis kelamin (0,977), faktor umur (0,011), faktor pendidikan (0,029 ? 0,05), faktor pengetahuan (0,008), faktor budaya kerja (0,027), faktor beban kerja (0,019 ? 0,05). Hasil analisis regresi logistic menunjukkan faktor yang dominan adalah faktor pendidikan dan umur, dikarenakan nilai p value faktor pendidikan adalah 0,025 < 0,05 dan nilai p value faktor umur adalah 0,028<0,05. Faktor yang paling dominan dalam penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan Puskesmas Banyumulek sebagai salah satu kriteria disaat melakukan perekrutan pegawai baru.
IDENTIFIKASI TINGKAT KEPUASAN PASIEN JKN TERHADAP WAKTU TUNGGU PENDAFTARAN RAWAT JALAN DI RSUP DR. SARDJITO Syahbaniar, Desi
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2022): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v5i1.2366

Abstract

The waiting time for JKN patients at Dr Sardjito Hospital is more than 60 minutes. This is not in accordance with the standards set by the Ministry of Health. The length of patient waiting time can lead to patient dissatisfaction. Hospital patient satisfaction with the services provided is determined by the difference between expectations and perceived services (reality). The purpose of this study was to identify the level of satisfaction of JKN patients with waiting times for outpatient registration at RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. This study is a quantitative study with 97 outpatient JKN patients as respondents. Data was collected using a questionnaire with the help of interviews. The method used is service quality (servqual). 5 dimensions of service quality include tangibles, reliability, responsiveness, assurance and empathy. The results showed that the frequency distribution of the satisfaction level of JKN patients at the "unsatisfied" point was 76 respondents (78.35%), the frequency distribution of satisfaction with waiting time for outpatient registration of JKN patients in the "unsatisfied" category was the highest in the tangible dimension. that is as many as 66 respondents (68.04%).Keyword: Satisfaction Level, Waiting Time For Registration, JKN Patient