cover
Contact Name
Julia Pertiwi
Contact Email
jmiakrecmed@gmail.com
Phone
+6282310902010
Journal Mail Official
jmiakrecmed@gmail.com
Editorial Address
“Program Studi Rekam Medis & Informasi Kesehatan” Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Veteran Bangun Nusantara Jl. Letjend. Sujono Humardani No. 01, Jombor, Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Surakarta - Jawa Tengah 57521. Telp (0271) 593156, Fax (0271) 591065,
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan
ISSN : 26216612     EISSN : 26226944     DOI : https://doi.org/10.32585/jmiak.v1i1.119
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan (JMIAK), diterbitkan oleh Program Studi Perekam Medis & Informasi Kesehatan UNIVET. Terbit 2 kali dalam 1 tahun, yaitu pada bulan Juni dan November. Berisi naskah ilmiah berupa hasil penelitian, studi literatur/ artikel review, editorial dan makalah ilmiah/ paperdi bidang Ilmu Rekam Medis, Manajemen Informasi Kesehatan dan Administrasi/ Kebijakan di Bidang Kesehatan.
Articles 274 Documents
Studi Literatur: Perencanaan Kebutuhan Sumber Daya Manusia Daeli, David Setiawan; Rum, Malihah Ramadhani; Tambunan, Novrida; Kusumastuti, Istiana; Yaser, Mohamad
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2022): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v5i2.2837

Abstract

Perencanaan sumber daya manusia (SDM) digunakan untuk memastikan sebuah organisasi memiliki SDM dengan jumlah yang tepat, jenis orang yang tepat di tempat dan waktu yang tepat. Tujuan penulisan artikel review ini bertujuan untuk memberikan gambaran perencanaan kebutuhan sumber daya manusia. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini yaitu literature review.  Pencarian artikel dilakukan melalui Google Scholar dan situs jurnal (Pubmed). Hasil dari total temuan artikel 20, namun hanya 2 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi. Berdasarkan 20 artikel yang dianalisis hanya 2 artikel yang sesuai 4 indikator. Berdasarkan kegiatan perencanaan kebutuhan sumber daya manusia 4 Indikator, menurut Grace A. Salamate, et. Al, didapatkan Tidak ada pemerataan dalam pengadaan SDM, adanya pengembangan SDM kesehatan, Terdapat Pemeliharaan SDM kesehatan, Terdapat penggunaan SDM kesehatan. Menurut Benhard R. L. Paruntu, et. al, pengadaan sumber daya manusia kesehatan baik dinas kesehaatan maupun puskesmas tidak ada kesamaan persepsi tentang metode atau alat ukur, Pengembangan sumber daya manusia kesehatan tidak pernah direncanakan, pemeliharaan sumber daya manusia kesehatan tidak direncanakan setiap bulan atau tahun dan penggunaan sumber daya manusia kesehatan dalam pengembangan karir tidak pernah dibuat.
Analisis Manajemen Klaim Jaminan Hari Tua (JHT) di BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Pratama Sukoharjo Sartika, Iik
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2022): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v5i2.2841

Abstract

Jaminan Hari Tua (JHT) merupakan program yang paling besar manfaatnya, dilihat dari jumlah klaim JHT pada tahun 2020 dan 2021 mengalami peningkatan di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenegakerjaan KCP Sukoharjo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen klaim Jaminan Hari Tua di BPJS Ketenagakerjaan KCP Sukoharjo pada poin actuating.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, metode penelitian ini menggunakan wawancara mendalam dan observasi dengan informan meliputi 1 orang kepala kantor cabang. 2 orang penata madya pelayanan dan umum, 1 orang penata madya keuangan, 2 orang peserta. Instrumen penelitian menggunakan pedoman wawancara, pedoman observasi, dan perekam. Analisis data mengunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode.Hasil penelitian berdasarkan wawancara mendalam dan observasi didapatkan hasil bahwa manajemen klaim JHT yang diterapkan BPJS Ketenagakerjaan KCP Sukoharjo mengacu pada Peraturan Pemerintah No 46 Tahun 2015 dan Permenaker No 4 Tahun 2022, proses pendaftaran pengajuan klaim JHT melalui online sudah diterapkan, proses verifikasi dokumen dilakukan dengan konfirmasi melalui video call whatsapp, proses agenda klaim dilakukan otomatis dari sistem langsung, dan proses pembayaran klaim dilakukan oleh bagian keuangan secara mandiri dengan transfer kepada peserta melalui BNI direct.Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan diharapkan meningkatkan sosialisasi kepada peserta terkait mekanisme dan persyaratan administrasi pengajuan klaim JHT terhadap perubahan peraturan baru yaitu Permenaker No 4 Tahun 2022. Memberikan layanan konfirmasi langsung via whatsapp atau email, membuat SOP terkait pelaksanaan klaim JHT, menanyakan apakah rekening masih aktif dan membuat sosial media khusus untuk BPJS Ketenagakerjaan KCP Sukoharjo yang dapat menjadi media penyampaian informasi, sosialisasi dan tempat konsultasi.Kata kunci           : Manajemen Klaim, Jaminan Hari Tua, BPJS Ketenagakerjaan
ANALISIS TINGKAT KEMATANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT MENGGUNAKAN FRAMEWORK COBIT 4.1 (STUDI KASUS DI RS MATA UNDAAN SURABAYA) Widiyanto, Wahyu Wijaya; Arifin, Zainal
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2022): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v5i2.2866

Abstract

Kementerian Kesehatan telah menerbitkan aturan baru terkait kewajiban fasilitas pelayanan kesehatan untuk menerapkan rekam medis elektronik. Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) tersebut tertuang pada PMK Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis. Melalui kebijakan ini, fasilitas pelayanan kesehatan diwajibkan menjalankan sistem pencatatan riwayat medis pasien secara elektronik. Proses transisi dari aturan ini dilakukan sampai paling lambat 31 Desember 2023. Kebijakan ini hadir sebagai pembaharuan dari aturan sebelumnya yaitu PMK nomor 269 tahun 2008 yang dimutakhirkan menyesuaikan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, kebutuhan pelayanan, kebijakan dan hukum di masyarakat, beberapa rumah sakit modern telah menggabungkan RME dengan aplikasi SIMRS yang merupakan aplikasi induk yang tidak hanya berisi RME tetapi sudah ditambah dengan fitur-fitur seperti administrasi, billing, dokumentasi keperawatan, pelaporan dan lainnya. RS Mata Undaan Surabaya telah mengimplementasikan SIMRS selama 3 tahun, namun belum diketahui efektivitasnya secara detail. Tujuan penelitian ini untuk melakukan analisis tingkat kematangan SIMRS di RS Mata Undaan Surabaya dengan menggunakan COBIT 4.1 pada domain PO8 (Manajemen mutu), AI2 (Memperoleh dan memelihara perangkat lunak aplikasi), DS3 (Mengelola kinerja dan kapasitas), DS5 (Memastikan keamanan sistem) dan ME1 (Memantau dan mengevaluasi kinerja TI). Hasil penelitian menunjukkan tingkat kematangan SIMRS pada domain PO8, AI2, DS3, DS5 dan ME1 menunjukkan tingkat kematangan 3 (Defined). Rekomendasi untuk meningkatkan kinerja SIMRS adalah adanya kesadaran akan pentingnya Sistem Manajemen Mutu, kegiatan maintenance SIMRS tanpa mengganggu pelayanan, mengembangkan SIMRS sesuai kebutuhan, menjaga kualitas informasi yang dihasilkan SIMRS, adanya sistem konfigurasi, format laporan sesuai dengan kebutuhan manajemen maupun user, aplikasi SIMRS dilengkapi dengan sistem trace untuk menjaga keamanan data.
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: KEPUASAN PASIEN TERHADAP LAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS Igiany, Prita Devy
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2022): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v5i2.2884

Abstract

The public health center is a first-level health service facility that provides health service facilities with the hope of providing service activities for the community in accordance with their duties and authorities. Health institutions must pay attention to the quality of their services because it can affect the level of patient satisfaction. Patient satisfaction is the level of patient feeling that arises as a result of the performance of the healthcare facility they get after compares with what they expect. Therefore, patient satisfaction is an important thing to determine the success of services in health care facilities. Patient satisfaction is related to the dimensions of the level of service quality through five aspects (reliability, responsiveness, assurance, empathy, and tangible). This type of research is a systematic review that is carried out by collecting, selecting, extracting, and reviewing scientific articles that have topics relevant to the research objectives. The number of articles used in this study was 13 articles published from 2014-2022. Based on the results of the study, the average patient satisfaction with registration services at the public health center based on the tangible dimension was 85.51%, the reliability dimension was 86.51%, the responsiveness dimension was 78.34%, the assurance dimension was 78.02%, and the empathy dimension by 77.43%. It can be seen that the dimension of service quality that most dominantly affects patient satisfaction is the tangible dimension (physical evidence) with the highest percentage.
KAJIAN LITERATUR KINERJA BIDAN DALAM PELAYANAN ANTENATAL CARE (ANC) Werdani, Kusuma Estu
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2022): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v5i2.2888

Abstract

Kinerja bidan adalah aktivitas seorang   bidan   di   dalam menginplementasikan dengan sebaik- baiknya suatu wewenang, tugas dan tanggung jawabnya dalam rangka pencapaian tujuan tugas pokok profesi dan terwujudnya tujuan dan sasaran unit organisasi. Tanda kinerja bidan baik adalah tingkat kepuasan dari bidan tinggi dan tidak ada keluhan dari pasien. Kualitas kinerja bidan sendiri tidak lepas dari faktor yang mempengaruhinya. Kajian pustaka ini dilakukan dengan tujuan untuk mengkaji artikel yang berkaitan dengan kinerja bidan dalam pelayanan Antenatal Care (ANC). Penelitian dilakukan dengan menggunakan kajian literatur dengan sumber data berupa artikel asli yang dipublikasian di jurnal nasional/internasional melalui basis data elektronik seperti Google scholar dan Garuda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada faktor individu yang berhubungan signifikan yaitu kemampuan, pengalaman, dan umur; pada faktor psikologis yang berhubungan signifikan yaitu sikap dan motivasi; pada faktor organisasi yang berhubungan signifikan yaitu kepemimpinan, imbalan, lama kerja, status karyawan,fasilitas dan beban kerja. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai masukan bagi institusi penyedia layanan kesehatan untuk peningkatan kualitas bidan dalam memberikan pelayanan ANC (Antenatal Care)
Pelaksanaan Manajemen Rekam Medis dan Sistem Informasi Kesehatan di RS X Wonogiri Nisaa, Arifatun; Cahyani, Reni
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2022): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v5i2.2902

Abstract

ABSTRACTIn accordance with Law No.44 of 2009 concerning Hospitals in article 25, it is explained that each Hospital is required to record and report on all hospital implementation activities in the form of a Hospital Information System. The unit that is given the responsibility of managing statistics is the Medical Record section, namely by collecting data, processing data, and presenting data into information.The implementation of medical record management at X Wonogiri Hospital for the implementation of retention/depreciation and destruction has been carried out. However, in the implementation of depreciation, it still needs attention because it has not been specifically scheduled, and for the space / place where inactive Medical Record documents are stored, it still needs improvement because the place is not spacious and Medical Record documents are not neatly arranged. For Types of Medical Record services at X Wonogiri Hospital has various forms. This form of Medical Record service includes paper-based Medical Record services. Medical Record manual paper-based document is a medical record that contains administrative and medical sheets that are processed in the system and stored manually. Medical Record Services that are processed into information and management in a computerized manner that runs on one system automatically in the Medical Record work unit. Hospital X uses a Management Information System, namely Pilar Hospital which has been integrated with Virtual Claim (VClaim) to facilitate the service of BPJS patients. Keyword : medical record management, Health information system, SIRS, MIK  ABSTRAKSesuai dengan Undang – Undang No.44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit pada pasal 25 dijelaskam bahwa setiap Rumah Sakit wajib melakukan pencatatan dan pelaporan tentang semua kegiatan penyelenggaraan Rumah Sakit dalam bentuk Sistem Informasi Rumah Sakit. Unit yang diberi tanggungjawab mengelola statistik adalah bagian Rekam Medis yaitu dengan melakukan pengumpulan data, mengolah data, dan menyajikan data menjadi suatu informasi.Implementasi manajemen rekam medis di Rumah Sakit X Wonogiri untuk pelaksanaan retensi /penyusutan  dan pemusnahan sudah pernah dilakukan. Tetapi dalam pelaksanaan penyusutan masih perlu perhatian karena belum terjadwal khusus, dan untuk ruang/tempat penyimpanan dokumen Rekam Medis inaktif masih memerlukan perbaikan karena tempatnya yang kurang luas dan dokumen Rekam Medis yang belum tertata rapi. Untuk Jenis pelayanan Rekam Medis di Rumah Sakit X Wonogiri memiliki berbagai bentuk. Bentuk pelayanan Rekam Medis ini meliputi pelayanan Rekam Medis berbasis kertas. Rekam Medis manual paper based document adalah rekam medis yang berisi lembar administrasi dan medis yang diolah di tata dan di simpan secara manual. Pelayanan Rekam Medis yang di olah menjadi informasi dan pengelolaannya secara komputerisasi yang berjalan pada satu system secara otomatis di unit kerja Rekam Medis. Rumah Sakit X menggunakan Sistem Informasi Manajemen yaitu Pilar Hospital yang sudah terintegrasi dengan Virtual Claim (VClaim) sehingga memudahkan dalam pelayanan pasien BPJS. Keyword : manajemen rekam medis, system informasi Kesehatan, SIRS, MIK
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETIDAKAKURATAN KODE DIAGNOSA TB (TUBERCULOSIS) PADA BERKAS REKAM MEDIS PASIEN RAWAT INAP DI RSUD PRAYA TAHUN 2022 akhmadfanani, akhmad fanani
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2022): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v5i2.2915

Abstract

Kecepatan dan keakuratan kode dari suatu diagnosis sangat tergantung kepada pelaksana yang menangani rekam medis tersebut seperti tenaga medis maupun tenaga non medis. Berdasarkan survey awal terdapat 74% yang behasil dikode akurat dan yang tidak akurat sebanyak 26%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi ketidakakuratan kode diagnosis TB (Tuberculosis) di RSUD Praya Tahun 2022. Jenis penelitian menggunakan penelitian kuantitatif deskriptif yang didukung dengan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan check-list. Subjek penelitian yaitu dokter, koder, dan petugas laboratorium. Objek penelitian yaitu  BRM pasien RI diagnosis TB dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling dan didapatkan 36 berkas. Lokasi & Waktu penelitian di RSUD Praya tanggal 20 Juli s/d 20 Agustus 2022. Analisis data menggunakan kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan persentase akurasi kode diagnosis TB di RSUD Praya adalah 24 (67%) akurat dan 12 (33%) tidak akurat, dari 12 diagnosis yang tidak akurat terdapat 5 (14%) diagnosis tidak spesifik dan 2 (6%) ketidaklengkapan hasil laboratorium. Faktor yang mempengaruhinya adalah koder kurang teliti, penulisan diagnosis tidak spesifik, dan ketidaklengkapan hasil laboratorium. Sebaiknya petugas lebih teliti dalam melakukan pengkodean, jika ditemukan kode diagnosis yang kurang jelas/tidak spesifik  maka melakukan konfirmasi, serta seluruh staff memperhatikan kelengkapan pengisian berkas rekam medis.
IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT UNTUK DIGITALISASI PELAYANAN KESEHATAN Andriani, Rika; Margianti, Rizka Siwi; Wulandari, Dewi Septiana
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2022): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v5i2.2940

Abstract

Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) merupakan salah satu bentuk digitalisasi pelayanan kesehatan untuk mendukung manajemen pelayanan dan manajemen informasi kesehatan. SIMRS membantu memberikan pelayanan kesehatan terintegrasi yang efektif dan efisien. Implementasi SIMRS melibatkan pengguna dengan berbagai profesi di rumah sakit. Dengan memahami persepsi pengguna terhadap SIMRS, maka dapat diperoleh masukan untuk pengembangan sistem. Penelitian bertujuan mengeksplorasi pengalaman pengguna terkait penggunaan SIMRS. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data melalui wawancara semi terstruktur kepada pengguna dan observasi pada SIMRS. Instrumen berupa pedoman wawancara dan checklist observasi. Hasil penelitian menunjukan SIMRS terdiri dari rekam medis elektronik (RME), Computerized Physician Order Entry (CPOE),Clinical Decision Support System (CDSS), Laboratory Information System (LIS), Pharmacy Information System (PIS), dan Radiology Information System (RIS). Pengguna merasakan manfaat penggunaan SIMRS untuk pekerjaan sehari-hari.  Hasil evaluasi menunjukan perlu dilakukan penambahan item data pada RME pasien rawat inap dan RME perlu diintegrasikan dengan Picture Archiving and Communications System (PACS).
Hubungan Kualitas Pelayanan Kesehatan Dengan Kepuasan Pasien Penerima Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Dipuskesmas Soasio Kecamatan Galela Tahun 2022 Soamole, Sudirman
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2022): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v5i2.3278

Abstract

Program Jaminan Kesehatan Nasional bertujuan memberikan perlindungan Kesehatan kepada peserta untuk memperoleh manfaat pemeliharaan Kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar Kesehatan. Penyelenggaraan jaminan Kesehatan nasional melibatkanberbagai stakeholder, salah satunya adalah Puskesmas. Kualitas pelayanan Kesehatan berpengaruh terhadap kepuasan pasien. Kualitas pelayanan Kesehatan dapat diukur dengan menggunakan 5 dimensi kualitas pelayananyaitu bukti fisik, daya tanggap, kehandalan, jaminan keamanan, dan empati. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan Kesehatan dengan kepuasan pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional di Puskesmas Soasio. Menunjukan bahwa hubungan bukti fisik memiliki nilai p value sebsesar 0,007, kehandalan memiliki nilai p sebsesar 0,000, daya tanggap memiliki nilai p sebesar 0,004, jaminan memiliki nilai p sebesar 0,003, dan empati memiliki nilai p value sebesar 0,001 Terdapat hubungan yang bermakna antara bukti fisik, kehandalan, daya tanggap, jaminan dan empati dengan kepuasan pasien peserta JKN di Puskesmas Soasio Kecamatan GalelaKata kunci: Kualitas Pelayanan Pasien dan Kepuasan Pasien
ANALISA FAKTOR PENYEBAB KETIDAKTEPATAN KODE DIAGNOSA PADA KASUS DIABETES MELLITUS PASIEN RAWAT INAP DI RSUD PRAYA TAHUN 2022 akhmadfanani, akhmad fanani
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2023): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v6i1.3577

Abstract

Hasil studi kasus yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Praya pada bulan Juli 2022 jumlah pasien kasus diabetes mellitus di tahun 2022 berjumlah 48 pasien. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Apakah Faktor Penyebab Ketidaktepatan Kode Diagnosa pada Kasus Diabetes Mellitus Pasien Rawat Inap di RSUD Praya?”. Tujuan umum dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab ketidaktepatan kode diagnosa pada kasus diabetes mellitus di RSUD Praya, sedangkan tujuan khususnya untuk mengidentifikasi ketidaktepatan pemberian kode penyakit, khususnya kasus diabetes mellitus di RSUD Praya dan mengidentifikasi kendala atau masalah dalam menetapkan kode penyakit. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah berkas rekam medis pasien rawat inap di RSUD Praya pada tahun 2022. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 48 berkas. Diolah menggunakan analisa kuantitatif, dibantu dengan check list dan disajikan dalam bentuk grafik atau diagram pie. Hasil penelitian yang dilakukan pada tanggal 25 Juli s/d 25 Agustus 2022 terhadap berkas rekam medis yang berjumlah 48, terdapat 33 diagnosa yang dikode dengan tepat dan 15 diagnosa yang dikode dengan tidak tepat. Dari kasus yang dikode tidak tepat dikategorikan menjadi kode kurang spesifik dan kode yang salah kode. Kesimpulan dari 48 diagnosa diabetes mellitus terdapat 69% yang dikode dengan tepat dan 31% yang dikode dengan tidak tepat. Sebaiknya petugas lebih teliti lagi dalam melakukan pengkodean. Jika ada diagnosa yang kurang jelas maka petugas koding berkonsultasi kepada petugas yang bisa memahami tulisan dokter tersebut, contohnya perawat.