cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil
Published by Universitas Khairun
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 27 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2017)" : 27 Documents clear
STUDI TENTANG STRATEGI PEMBERDAYAAN NELAYAN DI PESISIR PANTAI TELUK TOMINI DALAM UPAYA PERCEPATAN DAN PERLUASAN PEMBANGUNAN EKONOMI KABUPATEN PARIGI MOUTONG Irwan Waris; Ani Susanti; Yobert Kornelius; Fakhruddin Hari Anggara Putra
Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.765 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan menyiapkan nelayan di Kabupaten Parigi Moutong berdaya dari segi non teknologi dan teknologi perikanan dan budidaya, sehingga mereka memiliki kemampuan untuk membebaskan diri dari kemiskinan, memiliki produktifitas tinggi, selanjutnya berkontribusi terhadap percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Kabupaten Parigi Moutong. Untuk kepentingan itu penelitian ini merumuskan model strategi pemberdayaan nelayan untuk selanjutnya menjadi salah satu bahan dalam menyiapkan draft naskah akademik dan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan. Regulasi tersebut diharapkan dapat dijadikan acuan utama dalam upaya melindungi dan memberdayakan nelayan sehingga mereka dapat berkontribusi terhadap percepatan dan perluasan pembanguan ekonomi Kab. Parigi Moutong pada khususnya, Sulawesi Tengah, dan Indonesia pada umumnya. Mengingat penelitian ini adalah penelitian tahun ke-2 dari rencana 2 (dua) tahun, maka aktifitas yang dilakukan selama penelitian adalah: melakukan penyempurnaan data dan informasi, berupa verifikasi data, pencarian data dan informasi baru dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Aktifitas penelitian ini juga dimaksudkan sebagai ajang sosialisasi, justifikasi, dan upaya mendapatkan masukan dari masyarakat untuk memperkaya dan menyempurnakan penyiapan model strategi pemberdayaan nelayan yang selanjutnya menjadi dasar penyiapan draft Naskah Akademik (NA) dan Ranperda Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan.Kata Kunci: Pemberdayaan nelayan, keterampilan nelayan, produktifitas ekonomi, percepatan ekonomi, pertumbuhan ekonomi, dan pembangunan ekonomi
PRODUKTIVITAS PRIMER DAN FAKTOR FISIKA-KIMIA DI PERAIRAN TELUK AMBON DALAM Iskandar A.H Pelupessy; N V Hulliselan; Irma Kesaulya; Malik S Abdul
Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (742.761 KB)

Abstract

Primary productivity level in a certain water body, generally related to the abundance of resources on that water area. Primary productivity as the photosynthesis rate can be stated as the amount of carbon (gram) produced in one square meter of water column in a day. Geomorphologically, inner Ambon bay has various functions such as; fishery resources for local inhabitant especially lure fisheries and mariculture area, furthermore the shore land is becoming residential areas. Inner Ambon bay is a good healthy water mass, however the increase number of population and development activities around the bay give negative impacts to the inner Ambon bay. The waste comes from household, agriculture, fishery, industry and transportation that flow through the rivers and disembogue at the inner Ambon bay. From the parameters observed in this research, Ambon Bay is indicated facing the water fertility degradation. The experiment was conducted in March and april 2015.Keywords : primary productivity, carbon, physical, chemical
KONDISI POPULASI KEPITING KELAPA (Birgus latro) DAN STRATEGI PENGELOLAANNYA DI PULAU TERNATE Supyan Supyan; Muliadi Idham
Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.57 KB)

Abstract

Kepiting kelapa (B. latro) merupakan salah satu spesies dari krustasea yang memiliki nilai ekonomi tinggi namun sudah dianggap langka dan dikelompokkan dalam kategori rawan oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN). Di Indonesia, status populasi hewan ini belum diketahui secara pasti, namun sudah cenderung menurun karena terus dimanfaatkan oleh penduduk setempat baik untuk konsumsi maupun untuk diperdagngkan. Penangkapan yang dilakukan secara terus menerus tanpa memperhatikan kelestariannya akan menyebabkan populasinya semakin langka ditemukan. Oleh karena itu perlu pemahaman aspek biologi dan ekologinya sehingga tindakan manajemen stok yang tepat dapat diterapkan untuk pelestarian dan jika mungkin, mengembangkan sumber daya ini sangat pentingData pada peneitian ini bersumber dari data primer dan data sekunder. Data sekunder didapatkan dari studi yang telah dilakukan sebelumnya baik oleh penulis maupun oleh pihak lain yang masih berkaitan dengan objek kajian. Data primer didapatkan dari observasi langsung yang dilakukan di Pantai Barat dan Utara pada bulan Febuari – Mei 2017 dengan tujuan untuk mengetahui kondisi bioekologi dan persepsi masyarakat terhadap status populasi Kepiting kelapa di Pulau Ternate serta merumuskan strategi pengelolaan yang berkelanjutan. Pengambilan sampel Kepiting kelapa dan habitatnya dilakukan dengan survei jelajah, sedangkan data persepsi masyarakat didapatkan dengan interview dan wawancara mendalam (FGD). Data yang didapatkan dianalisis dengan deskriptif dan kuantitatif. Kondisi ekologi dan persepsi masyarakat dianalisis dengan dekriptif. Strategi dan rekomendasi pengelolaan ditentukan dengan menggunakan analisis SWOT.Berdasarkan hasil analisis dengan metode tanda, kepadatan Kepiting kelapa di pantai Sulamadaha adalah 0,00135 individu/ m2 atau sama dengan 1 individu didapat pada setiap luasan 741 m2, stasiun Telaga Nita memiliki nilai kepadatan 0,00067 individu/ m2 atau 1 individu didapat dalam setiap luasan 1500 m2. Hasil wawancara dengan beberapa responden di Kelurahan Tobololo dan Sulamadaha menunjukan bahwa sebagian besar dari mereka yang memanfaatkan Kepiting kelapa di sekitar pantai yang dekat dari tempat tinggal mereka hanya menangkap atau memanfaatkan kepiting sebagai makanan tambahan dan sebagai salingan pekerjaan. Selain itu, rendahnya pengetahuan tentang pengaturan waktu dan ukuran tangkap menjadi penyebab terjadinya over eksploitasi terhadap sumberdaya ini. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa posisi pengembangan pengelolaan kepiting di lokasi kajian berada pada kuadran IV (WT). Strategi yang tepat pada posisi ini adalah strategi bertahan yakni meminimalkan kelemahan dan menghindari ancaman yang ada. Arahan kebijakan yang direkomendasikan adalah pemantauan secara sistematis, pembatasan area dan ukuran tangkap, pemahaman aspek bioekologi kepada stakeholder, penutupan restoran penyaji kepiting dan penangkaran untuk menghasilkan F2.Kata kunci : Birgus latro, strategi pengelolaan, populasi, analisis SWOT, Pulau Ternate
AKTIVITAS BIOLOGI DARI SENYAWA TERPENOIDS SOFT CORAL GENUS SINULARIA sp M Janib Achmad; Nebuchadnezzar Akbar
Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (910.845 KB)

Abstract

The soft coral genus Sinularia is one of the most widely distributed soft corals. It constitutes a dominant portion of the biomass in the tropical reef environment. Sinularia elaborates a rich harvest of secondary metabolites including sesquiterpenes, diterpenes, polyhydroxylated steroids, and polyamine compounds. These metabolites were recently shown to possess a range of biological activities such as antimicrobial, anti-inflammatory, and cytotoxic activities. During the past decade, Sinularia has yielded many new structures with novel skeletons. Several of the previously published secondary metabolites have been reexamined for their pharmacological properties, and the results strongly support further investigations. The current article reviews the terpenoids of the soft coral genus Sinularia and their pharmacological significance.Keywords: Marine natural products, Soft corals,, Octocorals, Sinularia, Bioactive terpenes, Terpenoids.  
ANALISIS KEKUATAN PELAT LAMBUNG PERAHU FIBERGLASS PADA KETEBALAN YANG BERBEDA Eduart Wolok; Abdul Hafidz Olii; Alfi sahri R Barudi; Stella Junus; ZC Fachrussyah
Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.409 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan pelat lambung perahu yang berbahan fiberglass berdasarkan ketebalan berbeda. Uji kekuatan dilakukan dengan metode uji Tarik dan uji lentur. Penelitian ini dilakukan di laboratorium kehutanan Institut Pertanian Bogor pada Bulan September 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Uji lentur pada pelat 3 lapis, 5 Lapis dan 7 lapis berturut turut adalah 7.019, 37.786, dan 82.009. Sedangkan pada uji tekan untuk pelat 3 lapis, 5 Lapis dan 7 Lapis secara berurutan adalah : 6.540 kgf, 253. 107 kgf, 495.883 kgf. Berdasarkan hasil penelitian maka dimpulkan bahwa semakin tebal pelat lambung kapal maka akan semakin tinggi nilai lentur dan nilai tekan yang dimiliki oleh pelat lambung tersebutKata Kunci : Pelat, lambung, lentur, tekan, lapis
KANDUNGAN KLOROFIL-a DALAM KAITANNYA DENGAN PARAMETER FISIKA-KIMIA PERAIRAN DI TELUK JAKARTA Yuliana Yuliana; Mutmainnah Mutmainnah
Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.916 KB)

Abstract

Klorofil-a merupakan salah satu parameter yang sangat menentukan produktivitas primer di perairan dan dapat dijadikan sebagai salah satu indikator kesuburan perairan. Sebaran dan tinggi rendahnya kandungan klorofil sangat terkait dengan kondisi oseanografi suatu perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kandungan klorofil-a dalam kaitannya dengan parameter fisika-kimia perairan di Teluk Jakarta. Penelitian dilaksanakan di Teluk Jakarta pada bulan Agustus 2012, September 2012, November 2012, Januari 2013, Maret 2013, dan Mei 2013 di 9 (sembilan) stasiun. Penentuan konsentrasi klorofil dengan menggunakan metode spektrofotometer dari Lorenzen (1967). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara spasial dan temporal konsentrasi klorofil-a di perairan Teluk Jakarta memiliki kisaran antara 0,0267 - 4,0050 mg.m-3. Sementara itu, kisaran masing-masing parameter fisika-kimia perairan adalah silika : 0,2787 - 6,0718 mg.l-1, pH : 6,58 - 8,70, ortofosfat : 0,0117 - 0,6109 mg.l-1, salinitas : 28,00 - 32,00, kekeruhan : 1,50 - 15,50 NTU, nitrat : 0,0072 - 0,0944 mg.l-1, arus : 9,50 - 30,02 cm.det-1, dan suhu : 25,00 - 31,80oC. Hasil analisis korelasi Pearson’s didapatkan bahwa ortofosfat, pH, kekeruhan, salinitas, dan suhu berkorelasi positif dengan klorofil-a. Sedangkan arus, silika, dan nitrat berkorelasi negatif.Kata kunci : klorofil-a, parameter fisika-kimia, dan Teluk Jakarta
PEMETAAN RISIKO BENCANA TSUNAMI DI WILAYAH PESISIR KECAMATAN WEDA TENGAH, KABUPATEN HALMAHERA TENGAH, MALUKU UTARA Mohammad Lessy Ridwan Ridwan; Nurhalis Wahidin; Rommy M. Abdullah; Jefry Bemba
Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1105.996 KB)

Abstract

Pemetaan risiko tsunami dapat diimplementasikan dengan berbagai cara. Integrasi analisis spasial melalui pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG) merupakan salah satu metode untuk mengembangkan pemetaan genangan dan penilaian risiko tsunami. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memetakan wilayah risiko akibat skenario bencana tsunami di wilayah Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengan, Maluku Utara. Metode yang digunakan adalah analisis dari data sekunder yang meliputi analisis, peta topografi, citra satelit, kemiringan lereng dan peta kawasan rawan bencana tsunami. Dalam peta risiko tsunami, zona bahaya tsunami diklasifikasikan sebagai kategori tinggi, sedang dan rendah berdasarkan tingkat penggenangan dalam meter (kontur). Berdasarkan hasil pemetaan terlihat bahwa beberapa desa wilayah studi sangat memiliki tingakat kerentanan yang tinggi dan tingkat kerentanan yang sedang, namun semua desa memiliki tingkat risiko yang tinggi. Hasil studi ini menyediakan peta interaktif untuk mengidentifikasi daerah yang terkena dampak tsunami setelah bencana dan menginformasikan desa yang rentan tsunami sebelum merencanakan perencanaan bencana di masa depan.Kata kunci: Risiko tsunami, GIS, Halmahera Tengah
VARIASI MUSIMAN PARAMETER FISIKA KIMIA DI SEKITAR PERAIRAN ESTUARIA JENEBERANG, SULAWESI SELATAN Najamuddin Najamuddin
Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.582 KB)

Abstract

ABSTRAKPerairan estuaria merupakan wilayah pertemuan antara perairan tawar dan asin menyebabkan perairan ini mengalami dinamika massa air yang cukup tinggi. Massa air tawar dari sungai dan massa air asin dari pasang surut air laut, keadaan atmosfir (curah hujan, penguapan, kelembaban udara), kondisi angin, dan upwelling di sekitar perairan pantai merupakan faktor yang berperan penting dalam proses dinamika massa air di perairan estuaria. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis variasi musiman parameter fisika kimia perairan berdasarkan periode musim barat dan timur yang meliputi parameter suhu, salinitas, pH, oksigen terlarut, total partikel tersuspensi, dan kandungan organik terlarut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat variasi musiman pada parameter suhu, salinitas, pH, total partikel tersuspensi, dan kandungan organik terlarut. Variasi musiman sangat signifikan terjadi pada parameter total partikel tersuspensi. Parameter oksigen terlarut tidak mengalami variasi musiman atau cenderung stabil pada musim barat dan timur.Kata kunci : fisika kimia, variasi musiman, estuaria, Jeneberang
STRUKTUR KOMUNITAS LAMUN DI PERAIRAN PULAU DODOLA KABUPATEN PULAU MOROTAI Nurafni Nurafni; Rinto M. Nur
Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.453 KB)

Abstract

Lamun merupakan salah satu ekosistem yang sangat tinggi produktivitas organiknya (Nontji, 2005). Lamun juga mempunyai peranan penting dalam kehidupan biota laut serta merupakan salah satu ekosistem bahari yang paling produktif. Meskipun memiliki manfaat penting ekosistem, tidak menjamin ekosistem ini tetap terjaga. Berdasarkan data hasil penelitian P2O LIPI pada tahun 2015-2016, Indonesia termasuk dalam kategori lamun yang kurang sehat. Penurunan luas padang lamun di Indonesia dapat disebabkan oleh faktor alami dan hasil aktivitas manusia terutama di lingkungan pesisir. Kajian dalam rangka pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya ekosistem lamun memerlukan data dan informasi yang memadai melalui penelitian. Untuk mendapatkan informasi dan data lamun perlu dilakukan penelitian tentang komposisi jenis, kerapatan, dominasi dan tutupan lamun sebagai data awal. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari – April 2017 di Perairan Pulau Dodola. Metode pengambilan data yang digunakan adalah metode transek kuadrat, sedangkan analisis data yang digunakan antara lain komposisi jenis lamun, kerapatan jenis lamun ,presentasi penutupan lamun, kenakeragaman jenis, dominasi jenis dan indek keseragaman. Dari hasil penelitian, terdapat 6 jenis lamun yang berada di perairan Dodola antara lain Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Cymodocea rotundata, Halodule pinifolia, Halodule uninervis dan Halophila ovalis. Jenis lamun yang paling banyak ditemui yaitu Cymodocea rotundata sedangkan yang paling rendah adalah Halodule uninervis.Kata kunci: Struktur komunitas, lamun, Pulau Dodola 
KONDISI IKAN HIU BERJALAN HALMAHERA (Hemiscyllium halmahera) DI PERAIRAN TELUK KAO, HALMAHERA UTARA PROVINSI MALUKU UTARA Yoppy Jutan; A. S. W. Retraubun; A. S. Khouw; Victor P. H. Nikijuluw
Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.204 KB)

Abstract

Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan terbesar, beriklim tropis dan memiliki stok keanekaragaman sumberdaya hayati tertinggi (mega biodiversity) dengan berbagai jenis sumberdaya perikanan termasuk ikan hiu. Namun permasalahan global yang terjadi saat ini justru Indonesia tercatat sebagai salah satu negara penangkap hiu terbesar di dunia baik sebagai hasil tangkapan sampingan maupun utama. Padahal hiu memiliki peranan penting dalam keseimbangan rantai ekosistem di laut. Hiu berjalan Halmahera (Hemiscyllium halmahera) merupakan spesies endemik Maluku Utara dengan wilayah penyebaran yang sempit dan spesifik serta memiliki peranan penting dalam sistem rantai makanan di laut terutama pada struktur komunitas terumbu karang yang dangkal. Selain memiliki fekunditas sangat sedikit hanya dua butir telur setiap induk per tahunnya, ternyata pola pertumbuhannya juga tergolong lambat. Diduga bahwa salah satu factor penyebab adalah kondisi habitatnya yang rentan terhadap degradasi akibat aktivitas antropogenik, dan terutama adanya pengaruh pencemaran logam berat seperti mercury dari aktivitas pertambangan. Penelitian dilakukan dengan cara sampling sejak Juli 2016 sampai Agustus 2017, untuk mengevaluasi kondisi perairan sekitar penampang Teluk Kao, Halmahera Utara dengan menggunakan pendekatan factor kondisi dari ikan hiu berjalan Halmahera. Hasil penelitian ditemukan bahwa nilai faktor kondisi (Condition Factor: CF) adalah 1.0987. Karena CF > 1 maka perairan tempat hidup ikan masih berada dalam kondisi baik.Kata kunci: Faktor kondisi, Hemiscyllium halmahera, antropogenik, Teluk Kao, Maluku Utara.

Page 1 of 3 | Total Record : 27


Filter by Year

2017 2017