cover
Contact Name
Yori Yuliandra
Contact Email
yoriyuliandra@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jsfkonline@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis)
Published by Universitas Andalas
ISSN : 24077062     EISSN : 24425435     DOI : 10.25077
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Sains Farmasi & Klinis (J Sains Farm Klin) adalah jurnal ilmiah di bidang kefarmasian yang diterbitkan oleh Fakultas Farmasi Universitas Andalas bekerjasama dengan lembaga profesi "Ikatan Apoteker Indonesia" (IAI) daerah Sumatera Barat sejak tahun 2014.
Arjuna Subject : -
Articles 509 Documents
Kajian Penggunaan Antibiotik pada Pasien Sepsis dengan Gangguan Ginjal Hidayati Hidayati; Helmi Arifin; Raveinal Raveinal
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 2, No 2 (2016): J Sains Farm Klin 2(2), Mei 2016
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.402 KB) | DOI: 10.29208/jsfk.2016.2.2.75

Abstract

Prospective observational study was conducted to investigate antibiotic using, by evaluating clinical pharmacokinetic and antibiotic quality on septic patient with kidney disorder in Interne Department at Hospital X. Septic patients with kidney disorder treated with antibiotic for 4 months. The evaluated antibiotic are excreted by kidney mainly. The clinical aspects of evaluation are kinds of antibiotic, dosage, frequency, period of treatment, and clinical drug interaction. The evaluation of antibiotic quality used Gyssens method. Total respondens were 40 patients, treated with 8 kinds of antibiotic. Among 8 of them, there were 5 antibiotic which were excreted mainly by kidney. From five antibiotics, it was found that the accurate dosage adjustment on 29 patients (74,3%), and unproperly adjustment in 10 patients (10,25%) that adjust upper individual dosage that calculate pharmacokinetically. There were five interactions that clinically significant. The evaluation of antibiotic using qualitatively by Gyssens method found that 4 patients (10%) as incomplete therapy/VI category, two patients (5%) were ineffective category IVa, 1 patient (2,5%) as unsafe category IVb, 9 patients (22,5%) as inappropriate dosage adjustment, and 23 patients (57,5%) as appropriate antibiotic category 0. Conclusion: Using antibiotic that mainly excreted by kidney in septic patients with kidney disorder, generally doesn’t show bad impact in kidney of patient.
Aktivitas Ekstrak Daun Suji (Dracaena angustifolia Roxb.) sebagai Antianafilaksis Kutan Aktif pada Mencit Putih Jantan Yufri Aldi; Muhammad Syafrudin; Elisma Elisma
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 1, No 2 (2015): J Sains Farm Klin 1(2), Mei 2015
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.183 KB) | DOI: 10.29208/jsfk.2015.1.2.31

Abstract

An assay of the active cutaneous anti anaphylactic of the ethanolic extract of the Dracaena angustifolia Roxb. On male white mice has been studied. The assay was done by giving three different doses (100,300, 900 mg per/kg bw). Allergic reaction was induced by giving egg’s albumin as antigen. The anti anaphylactic effect was determined by measurement of the pro long of occurrence time, the dereased in diameter and the color intensity of the blue bump formed by using blue evan’s solution as indicator which was given intravenously. Result indicated the ethanolic extract of Dracaena angustifolia Roxb. (100, 300, 900 mg/kg bw) had significant effect for each dose (p<0.01). The dose of 900 mg per kg body weight showed best effect.
Terapi Antiretroviral pada Pasien HIV/AIDS di RSUP. Dr. M. Djamil Padang: Kajian Sosiodemografi dan Evaluasi Obat Yori Yuliandra; Ulfa Syafli Nosa; Raveinal Raveinal; Dedy Almasdy
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 4, No 1 (2017): J Sains Farm Klin 4(1), November 2017
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.549 KB) | DOI: 10.29208/jsfk.2017.4.1.173

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji karakteristik sosiodemografi pasien HIV/AIDS dan mengevaluasi penggunaan obat antiretroviral pada pasien tersebut. Penelitian ini bersifat deskriptif-evaluatif dengan metode kuantitatif dan kualitatif dengan menggunakan data retrospektif pada tahun 2015 di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Data diperoleh dari rekam medik dengan kriteria: pasien HIV/AIDS laki-laki dan perempuan; berusia 18-65 tahun; dan menggunakan obat antiretroviral. Profil sosiodemografi dianalisis sercara deskriptif, sementara kesesuaian penggunaan obat dievaluasi dan dibandingkan dengan standar pengobatan. Dari 136 rekam medik pasien yang diambil, 89 diantaranya memenuhi kriteria, dimana 76,40% merupakan pasien laki-laki. Pasien kebanyakan berusia antara 26-35 tahun (41,57%), didominasi oleh pasien yang menikah (58,43%) dan mereka yang berpendidikan SMA (56,18%). Pegawai swasta dan ibu rumah tangga merupakan jenis pekerjaan  dengan persentase tertinggi (masing-masing 19,10%). Penyakit ini sebagian besar diperoleh melalui hubungan seksual (61,80%) dengan PSK (Pekerja Seks Komersial) sebagai partner seks yang paling dominan (38,33%). Evaluasi penggunaan obat menunjukkan bahwa obat antiretroviral digunakan dengan 100% kesesuaian indikasi dan dosis, sementara hanya 97,76% pasien yang menerima pemberian obat yang sesuai. Studi tersebut juga mengungkapkan bahwa 10,11% pasien memiliki potensi terjadinya interaksi obat. Pengobatan antiretroviral memerlukan pemilihan obat yang tepat untuk meningkatkan efikasi. Apoteker dianjurkan untuk ikut berpartisipasi dalam pengobatan pasien HIV/AIDS.
Perbandingan Metode Granulasi Basah dan Kempa Langsung Terhadap Sifat Fisik dan Waktu Hancur Orally Disintegrating Tablets (ODTs) Piroksikam Wira Noviana Suhery; Armon Fernando; Buddy Giovanni
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 2, No 2 (2016): J Sains Farm Klin 2(2), Mei 2016
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.701 KB) | DOI: 10.29208/jsfk.2016.2.2.65

Abstract

Study on comparison of wet granulation and direct compression method of physical properties and disintegration time of orally disintegrating tablets piroxicam has been done. This study aims to comparison which method gives better results of physical properties and disintegration time between wet granulation and direct compression method. Both methods are made with the same composition formula of each tablets is Piroxicam 20 mg, Primellose® 5%, 1% PVP K30, magnesium stearate 1%, Mannitol 10%, and Comprecel® up to 175 mg. ODTs then evaluated physical properties which include weight variation, thickness, hardness, friability and friksibility, disintegration time, ratio of water absorption, wetting time, drug content and dissolution test. The results showed that both methods produce the physical properties of a good tablets. However, the method of direct compression provides a disintegrating faster 55.51 seconds compared with the wet granulation method. Statistical test using independent sample T test showed that there were significant differences in the disintegration time (P <0.05) between the formula with the method of direct compression and wet granulation.
Pemilihan Bahan Pengisi untuk Formulasi Tablet Ekstrak Buah Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa Boerl) Yandi Syukri; Joko Tri Wibowo; Ade Herlin
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 5, No 1 (2018): J Sains Farm Klin 5(1), April 2018
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (850.148 KB) | DOI: 10.25077/jsfk.5.1.66-71.2018

Abstract

Buah mahkota dewa merupakan tanaman yang digunakan sebagai alternatif untuk mencegah kanker. Pengembangan produk mahkota dewa menjadi bentuk sediaan tablet akan lebih menjamin khasiat dan efek yang diinginkan, dan pengaturan dosis yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk memilih bahan pengisi yang tepat untuk formulasi tablet ekstrak buah mahkota dewa sehingga memenuhi persyaratan kontrol kualitas sebagai sediaan tablet. Ekstraksi yang digunakan untuk mendapatkan flavonoid sebagai anti kanker yaitu dengan perkolasi. Tablet dibuat dengan teknik granulasi basah, kemudian dilakukan uji sifat fisik tablet yaitu keragaman bobot, keseragaman ukuran, kerapuhan, kekerasan, waktu hancur dan uji kandungan  flavonoid pada tablet. Hasil sifat fisik ketiga formula menghasilkan kekerasan untuk tablet dengan pengisi laktosa; amilum; dan kalsium fosfat adalah 6,00 ± 0,52; 4,76 ± 0,35; dan 5,93 ± 0,28 kg. Berikut kerapuhan adalah 0,30 ± 0,1; 1,67 ± 0,58;  dan 0,47 ± 0,06 % untuk bahan pengisi laktosa, amilum dan kalsium fosfat. Waktu hancur adalah 4,26  ± 0,29; 5,69 ± 0,28; dan 3,89 ± 0,19 menit untuk bahan pengisi laktosa, amilum dan kalsium fosfat. Disimpulkan, bahwa tablet yang memiliki sifat fisik yang paling baik adalah tablet dengan bahan pengisi kalsium fosfat karena memenuhi semua persyaratan Farmakope dan waktu hancur paling cepat.
Survei Risiko Penyakit Diabetes Melitus Terhadap Masyarakat Kota Padang Rahmi Yosmar; Dedy Almasdy; Fitria Rahma
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 5, No 2 (2018): J Sains Farm Klin 5(2), Agustus 2018
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.942 KB) | DOI: 10.25077/jsfk.5.2.134-141.2018

Abstract

Telah dilakukan survei risiko penyakit diabetes melitus terhadap 348 orang masyarakat di Kota Padang. Penelitian ini menggunakan metoda cross sectional survey dengan pengambilan data secara prospektif. Pengumpulan data mengunakan kuesioner CANRISK (The Canadian Diabetes Risk Questionnaire) dan dianalisis dengan menggunakan uji Mann-Whitney dan uji Kruskal-Wallis dengan tingkat signifikan α<0,05. Parameter yang diamati adalah kategori risiko dan faktor-faktor risiko yang berpengaruh terhadap diabetes melitus. Hasil penelitian menunjukan bahwa 57,7% responden termasuk kedalam kategori risiko tinggi, 34,5% risiko sedang, dan 7,7% risiko rendah terhadap penyakit diabetes melitus. Faktor risiko yang memiliki pengaruh terhadap penyakit diabetes melitus adalah jenis kelamin, umur, BMI (Body Mass Index), lingkar pinggang, riwayat hipertensi, riwayat gula darah tinggi, riwayat keluarga positif diabetes, dan tingkat pendidikan. Sedangkan faktor risiko yang tidak berpengaruh terhadap penyakit diabetes melitus adalah aktivitas fisik, konsumsi buah/sayur setiap hari, dan etnis orang tua.
Aktivitas Sitotoksik Ekstrak Etil Asetat Daun Tampa Badak (Voacanga foetida (Bl.)K.Schum) pada Kanker Kolon HTB-38 Adriani susanty; Dachriyanus Dachriyanus; Yanwirasti Yanwirasti; Fatma Sri Wahyuni; Haiyul Fadhli; Pedro Anugrah Aswan
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 5, No 2 (2018): J Sains Farm Klin 5(2), Agustus 2018
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.7 KB) | DOI: 10.25077/jsfk.5.2.142-146.2018

Abstract

Kanker kolon merupakan penyakit yang ditandai oleh perkembangan sel yang tidak terkendali di lapisan epitel pada usus besar. Salah satu tumbuhan yang memiliki aktivitas sebagai antikanker yaitu tumbuhan tampa badak (Voacanga foetida (Bl.) K.Schum). Tumbuhan tampa badak adalah keluarga apocynaceae yang memiliki aktivitas antikanker terhadap sel kanker darah (L1210 dan K256), sel kanker paru (A549) dan sel kanker serviks (HeLa). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek sitotoksik ekstrak etil asetat daun tampa badak terhadap sel kanker kolon HTB-38. Metode yang digunakan pada pengujian ini adalah metode MTT Assay pada waktu 24, 48 dan 72 jam. Parameter yang digunakan adalah IC50. Hasil penelitian menujukkan bahwa nilai IC50 ekstrak etil asetat daun tampa badak terhadap sel kanker kolon HTB-38 pada waktu 24, 48 dan 72 jam masing-masing sebesar 0,0287, 0,0776 dan 0.0415 μg/mL. Hasil penelitian ini menunujukkan bahwa ekstrak etil asetat daun tampa badak mempunyai efek sitotoksik kuat terhadap sel kanker kolon HTB-38. Hasil uji ANOVA menyatakan bahwa terdapat perbedaan persen viabilitas antara konsentrasi 0,1 μg/mL, konsentrasi 0,5 μg/mL dan konsentrasi 1 μg/mL (p<0,05) tetapi lama waktu inkubasi tidak memiliki pengaruh terhadap nilai persen viabilitas (p>0,05).
Karakterisasi dan Uji Sitotoksik Daun Jeruju (Acanthus illicifolius) Suryati Suryati; Elidahanum Husni; Winda Astuti; Nasty Ranura
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 5, No 3 (2018): J Sains Farm Klin 5(3), Desember 2018
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.277 KB) | DOI: 10.25077/jsfk.5.3.207-211.2018

Abstract

Tumbuhan Jeruju (Acanthus illicifolius) merupakan salah satu tumbuhan mangrove yang banyak ditemukan di daerah tepi pantai di Sumatera Barat. Masyarakat  di daerah Ketaping dan Pariaman Sumatera Barat mengkonsumsi buahnya untuk mengobati kanker. Penelitian ini bertujuan untuk  melakukan karakterisasi dan menentukan, aktivitas sitotoksik ekstrak etanol dan fraksi jeruju (Acanthus illicifolius) dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Daun dimaserasi dengan etanol 70% selama 3 hari, kemudian difraksinasi dengan n-heksana, etil asetat dan butanol. Hasil penelitian mendapatkan susut pengeringan simplisia 12,78%, kadar abu total 10,05%, kadar abu tidak larut asam 1,01%, sari larut air 17,76%, sari larut etanol 7,1%. Rendemen ekstrak etanol diperoleh 2,6%. Kadar air 25,4%, kadar abu total 15,6% dan kadar abu tidak larut asam 0,74%. Skrining fitokimia ekstrak menunjukkan ekstrak mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, fenolik dan saponin. Fraksi heksana menunjukkan aktivitas sitotoksik dengan nilai LC50 242,25 ppm. Sedangkan, ekstrak etanol dan fraksi etil asetat dan butanol dari daun jeruju tidak menunjukkan efek sitotoksik dengan nilai LC50 lebih dari 1000 ppm.
Pengaruh Interaksi Ekstrak Etanol Meniran (Phyllanthus niruri L.) dengan Glibenklamid Terhadap Ekspresi gen CYP3A4 pada kultur sel HepG2 Iswahyudi Iswahyudi; Anny Victor Purba; Siswa Setyahadi
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 5, No 3 (2018): J Sains Farm Klin 5(3), Desember 2018
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.507 KB) | DOI: 10.25077/jsfk.5.3.147-153.2018

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan suatu sindrom metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar gula (glukosa) darah atau hiperglikemia. Berbagai terapi dilakukan untuk menurunkan hiperglikemia menggunakan obat antidiabetes maupun tanaman herbal. Pada beberapa kasus penggunaan bersamaan obat diabetes oral dan herbal antidiabetes dapat menyebabkan interaksi antara kedua obat tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi ekstrak etanol meniran dengan glibenklamid terhadap ekspresi gen CYP3A4 pada kultur sel HepG2. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental kuantitatif dengan beberapa variabel, baik variabel independen (kombinasi ekstrak dan glibenklamid), dependen (ekspresi gen CYP3A4). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada pemberian glibenklamid tunggal terjadi penurunan ekspresi gen CYP3A4, yaitu pada konsentrasi 100, 50, dan 25 µg/mL sebesar 0,74;0,74;0,94. Selanjutnya pada ekstrak meniran tunggal terjadi peningkatan ekspresi gen CYP3A4 seiring peningkatan konsentrasi ekstrak. Pada kombinasi ekstrak meniran dan glibenklamid terjadi penurunan ekspresi gen seiring dengan peningkatan konsentrasi pengujian. Pemberian kombinasi ekstrak meniran dan glibenklamid menurunkan ekspresi gen CYP3A4 seiring dengan peningkatan konsentrasi pengujian. Penurunan ekspresi gen CYP3A4 berimplikasi pada penurunan metabolisme obat
Analisis Logam Kromium (Cr) Pada Sediaan Perona Pipi (Blush On) Secara Spektrofotometri Serapan Atom Regina Andayani; Siti Yulia Rahma; Martinus Martinus
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 5, No 3 (2018): J Sains Farm Klin 5(3), Desember 2018
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.904 KB) | DOI: 10.25077/jsfk.5.3.185-190.2018

Abstract

ABSTRAKKromium merupakan logam berat yang dilarang penggunaannya dalam sediaan kosmetik. Efek logam kromium apabila terpapar pada kulit dapat menyebabkan dermatitis, oedema dan borok yang dapat meluas pada kulit. Analisis logam kromium (Cr) pada sediaan perona pipi (Blush On) secara Spektrofotometri Serapan Atom telah dilakukan. Masing-masing sampel didestruksi terlebih dahulu dengan cara destruksi kering, kemudian sampel dilarutkan dengan asam nitrat 6 N, larutan sampel diukur serapannya dengan alat Spektrofotometer Serapan Atom menggunakan lampu katoda berongga kromium pada panjang gelombang 357,9 nm. Hasil dari penelitian ini adalah sampel merek IZ, VV, KS, MC terdeteksi mengandung logam kromium dengan kadar berturut-turut adalah 10,05 ± 0,05 µg/g; 6,74 ± 0,02 µg/g; 28,95 ± 0,19 µg/g; 13,52 ± 0,63 µg/g. Data menunjukan bahwa adanya kromium pada semua sampel.Kata kunci: logam; kromium; perona pipi; spektrofotometri serapan atom ABSTRACTChromium is a heavy metal which is prohibited from using it in cosmetic preparations. Effects of chromium metal, when exposed to the skin, can cause dermatitis, oedema and ulcers that can extend to the skin. Analysis of chromium (Cr) metal in blush preparations by Atomic Absorption Spectrophotometry was carried out. Each sample was first destructed by dry destruction, then the sample was dissolved with 6 N nitric acid, the absorption of the sample solution was measured by an atomic absorption spectrophotometer using a chromium hollow cathode lamp at a wavelength of 357.9 nm. The results showed that all samples under the IZ, VV, KS and MC brands were detected containing chromium metal with levels of 10.05 ± 0.05 μg/g respectively; 6.74 ± 0.02 µg/g; 28.95 ± 0.19 µg/g; 13.52 ± 0.63 µg/g. Data shows that the presence of chromium in all samples.Keywords: metal; chromium; blush; atomic absorption spectrophotometry. 

Page 11 of 51 | Total Record : 509


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 12 No 2 (2025): J Sains Farm Klin 12(2), August 2025 Vol 12 No 1 (2025): J Sains Farm Klin 12(1), April 2025 Vol 11 No 3 (2024): J Sains Farm Klin 11(3), December 2024 Vol 11 No 2 (2024): J Sains Farm Klin 11(2), August 2024 Vol 11 No 1 (2024): J Sains Farm Klin 11(1), April 2024 Vol 10 No 3 (2023): J Sains Farm Klin 10(3), Desember 2023 Vol 10, No 2 (2023): J Sains Farm Klin 10(2), Agustus 2023 Vol 10 No 2 (2023): J Sains Farm Klin 10(2), Agustus 2023 Vol 10 No 1 (2023): J Sains Farm Klin 10(1), April 2023 Vol 10, No 1 (2023): J Sains Farm Klin 10(1), April 2023 Vol 9, No 3 (2022): J Sains Farm Klin 9(3), Desember 2022 Vol 9 No 3 (2022): J Sains Farm Klin 9(3), Desember 2022 Vol 9, No 2 (2022): J Sains Farm Klin 9(2), Agustus 2022 Vol 9 No 2 (2022): J Sains Farm Klin 9(2), Agustus 2022 Vol 9 No 1 (2022): J Sains Farm Klin 9(1), April 2022 Vol 9, No 1 (2022): J Sains Farm Klin 9(1), April 2022 Vol 9 (2022): J Sains Farm Klin 9(suplemen), Desember 2022 Vol 8 No 3 (2021): J Sains Farm Klin 8(3), Desember 2021 Vol 8, No 3 (2021): J Sains Farm Klin 8(3), Desember 2021 Vol 8 No 2 (2021): J Sains Farm Klin 8(2), Agustus 2021 Vol 8, No 2 (2021): J Sains Farm Klin 8(2), Agustus 2021 Vol 8, No 1 (2021): J Sains Farm Klin 8(1), April 2021 Vol 8 No 1 (2021): J Sains Farm Klin 8(1), April 2021 Vol 7, No 3 (2020): J Sains Farm Klin 7(3), Desember 2020 Vol 7 No 3 (2020): J Sains Farm Klin 7(3), Desember 2020 Vol 7, No 2 (2020): J Sains Farm Klin 7(2), Agustus 2020 Vol 7 No 2 (2020): J Sains Farm Klin 7(2), Agustus 2020 Vol 7, No 1 (2020): J Sains Farm Klin 7(1), April 2020 Vol 7 No 1 (2020): J Sains Farm Klin 7(1), April 2020 Vol 6, No 3 (2019): J Sains Farm Klin 6(3), Desember 2019 Vol 6 No 3 (2019): J Sains Farm Klin 6(3), Desember 2019 Vol 6, No 2 (2019): J Sains Farm Klin 6(2), Agustus 2019 Vol 6, No 1 (2019): J Sains Farm Klin 6(1), April 2019 Vol 5, No 3 (2018): J Sains Farm Klin 5(3), Desember 2018 Vol 5, No 2 (2018): J Sains Farm Klin 5(2), Agustus 2018 Vol 5, No 1 (2018): J Sains Farm Klin 5(1), April 2018 Vol 4, No 1 (2017): J Sains Farm Klin 4(1), November 2017 Vol 3, No 2 (2017): J Sains Farm Klin 3(2), Mei 2017 Vol 3, No 1 (2016): J Sains Farm Klin 3(1), November 2016 Vol 2, No 2 (2016): J Sains Farm Klin 2(2), Mei 2016 Vol 2, No 1 (2015): J Sains Farm Klin 2(1), November 2015 Vol 1, No 2 (2015): J Sains Farm Klin 1(2), Mei 2015 Vol 1, No 1 (2014): J Sains Farm Klin 1(1), November 2014 More Issue