cover
Contact Name
Yori Yuliandra
Contact Email
yoriyuliandra@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jsfkonline@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis)
Published by Universitas Andalas
ISSN : 24077062     EISSN : 24425435     DOI : 10.25077
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Sains Farmasi & Klinis (J Sains Farm Klin) adalah jurnal ilmiah di bidang kefarmasian yang diterbitkan oleh Fakultas Farmasi Universitas Andalas bekerjasama dengan lembaga profesi "Ikatan Apoteker Indonesia" (IAI) daerah Sumatera Barat sejak tahun 2014.
Arjuna Subject : -
Articles 509 Documents
Analisis Ketepatan Pemilihan dan Penentuan Regimen Obat pada Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) Zulkarni R; Nessa Nessa; Yumna Athifah
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 6, No 2 (2019): J Sains Farm Klin 6(2), Agustus 2019
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.432 KB) | DOI: 10.25077/jsfk.6.2.158-163.2019

Abstract

Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) adalah penyakit kronis paru-paru dengan karakteristik resistensi aliran udara yang benar-benar tidak dapat dipulihkan atau pulih sebagian dan progresif. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperkirakan bahwa jumlah kasus COPD akan meningkat dari peringkat 6 pada tahun 1990 menjadi peringkat 3 pada tahun 2020 sebagai penyebab kematian paling umum di dunia, termasuk di Indonesia. Pentingnya menginformasikan keakuratan pemilihan obat dan penentuan regimen adalah untuk meningkatkan rasionalitas obat-obatan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran ketepatan pemilihan obat dan penentuan regimen PPOK pada pasien dengan rawat inap COPD Mayor Jenderal H.A Thalib Kab.Kerinci. Jenis penelitian adalah deskriptif, pengambilan data dilakukan secara prospektif melalui rekam medis pasien untuk periode Maret-Mei 2018 dan dengan teknik pengumpulan data dalam bentuk total sampling. Sampel yang sesuai dengan kriteria inklusi penelitian diperoleh 30 sampel. Pada hasil penyajian data deskriptif, penilaian akurat berdasarkan pemberian obat COPD pada pasien ada pemilihan obat yang tepat yaitu 74,83%, penentuan regimen obat 100% dan evaluasi pemantauan pasien yang diobati COPD sembuh 100%
Produksi Isopulegol dengan Cyclisasi Citronellal Menggunakan Katalis Heterogen ZnBr2/SiO2 untuk Aplikasi Green Medicine Nuryanti Nuryanti; Rahayu Wijayanti; Masdikoh Masdikoh
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 6, No 2 (2019): J Sains Farm Klin 6(2), Agustus 2019
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1173.276 KB) | DOI: 10.25077/jsfk.6.2.85-94.2019

Abstract

Isopulegol penting sebagai senyawa intermediate dalam pembuatan menthol (C10H20O) yang mempunyai karakteristik bau peppermint dan digunakan secara luas dalam industri farmasi, industri sabun dan pasta gigi. Isopulegol sangat mahal karena banyak digunakan di dunia green medicine. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Isopulegol dengan reaksi cyclisasi citronellal menggunakan katalis heterogen ZnBr2/SiO2. Awalnya dilakukan pembuatan katalis heterogen ZnBr2/SiO2 selanjutnya dilakukan pemisahan fraksi citronellal dari citronella oil dengan destilasi fraksinasi vacuum. Fraksi citronellal yang digunakan diperoleh dari hasil isolasi citronella oil pada tekanan 33 mBarr. Dilakukan reaksi cyclisasi citronellal untuk menghasilkan isopulegol. Beberapa teknik seperti Fourier Transform Infra Red (FTIR) dan Scanning Electron Microscopy Energy Dispersive X-Ray Analysis (SEM-EDX) digunakan untuk karakterisasi katalis. Gas Chromatoghraphy Mass Spectroscopy (GC-MS) digunakan untuk analisis produksi isopulegol. Reaksi yang dilakukan menunjukkan bahwa katalis sangat selektif terhadap produk yang dihasilkan yaitu isopulegol dengan aktifitas katalis sebesar 95.63 % dan selektifitas terhadap isopulegol sebesar 94.35 %. Regenerasi katalis juga menunjukkan hasil yang baik terhadap produk yang dihasilkan dengan aktifitas sebesar 94.38 %.
Evaluasi Kualitatif Terapi Antibiotik pada Pasien Pneumonia di Rumah Sakit Pendidikan Surabaya Indonesia Ana Khusnul Faizah; Oki Nugraha Putra
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 6, No 2 (2019): J Sains Farm Klin 6(2), Agustus 2019
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.274 KB) | DOI: 10.25077/jsfk.6.2.129-133.2019

Abstract

Penggunaan antibiotik yang tidak rasional dapat meningkatkan angka resistensi antibiotik, morbiditas, mortalitas dan biaya kesehatan. Evaluasi penggunaan antibiotik dapat dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah evaluasi penggunaan antibiotik secara kualitatif pada pasien pneumonia di RSUD dr. Soetomo Surabaya. Penelitian ini dilakukan secara kohort prospektif pada pasien pneumonia yang menjalani rawat inap di RSUD dr. Soetomo selama 4 bulan dan dievaluasi denga metode Gyssens. Data diambil dari rekam medik pasien berupa nomer rekam medik, nama pasien, usia, berat badan, diagnosis, data klinik, data laboratorium, terapi, dosis, rute pemberian dan interval terapi. Dari hasil penelitian diperoleh 47 pasien pneumonia, termasuk pneumonia komunitas, pneumonia nosokomial dan bronkopneumonia. Pasien berusia mulai dari 0-24 bulan (21%); 2-12 tahun (4%); 13-59 tahun (49%) dan >59 tahun (26%). Lima besar antibiotik yang digunakan adalah seftazidim (20%), levofloksasin (18%) dan seftriakson (14%). Dalam peneitian ini menunjukkan 3 pasien (6%) kategori IVA (alternatif lebih efektif); 3 (6%) pasien kategori IIIA (pemerian terlalu lama) dan 1 pasien (2%) kategori IIA (dosis tidak tepat). Apoteker berperan dalam evaluasi antiiotika untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.
Karakterisasi dan Uji Disolusi Aspirin Hasil Rekristalisasi Penguap Pelarut Indra Indra; Ahmad Fauzi; Ratih Aryani
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 6, No 2 (2019): J Sains Farm Klin 6(2), Agustus 2019
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1518.374 KB) | DOI: 10.25077/jsfk.6.2.164-170.2019

Abstract

Aspirin merupakan obat analgetik dan antipiretik yang termasuk dalam kelompok Biopharmaceutical Classification System (BCS) kelas II dengan kelarutan rendah dan absorpsi tinggi. Pada penelitian ini telah dilakukan modifikasi kristal aspirin untuk meningkatkan laju disolusi dengan menggunakan metode rekristaliasi penguapan 3 jenis pelarut yaitu methanol (AMP), tetrahidrofuran (ATP) dan kloroform (AKP). Karakteristik sifat fisikokimia hasil rekristalisasi aspirin dilakukan menggunakan mikroskop polarisasi, X-Ray difraktometer serbuk, Spektrofotometer IR, differential scanning calorimeter (DSC) dan thermogravimetric analysis (TGA) dan evaluasi terakhir dilakukan pengujian kelarutan dan disolusi. Kristal aspirin yang dihasilkan dari metode penguapan pelarut methanol (AMP), tetrahidrofuran (ATP), dan kloroform (AKP) menghasilkan bentuk kristal jarum dengan ujung yang runcing. Kristal aspirin murni (AS) memiliki bentuk yang sama yaitu prismatik. Hasil pengamatan pada spectrum IR dan termogram DSC menunjukkan tidak terjadinya perubahan yang signifikan dibandingkan dengan kristal murni (AS). Hasil analisis pola difraktogram PXRD untuk Kristal AMP memperlihatkan adanya perbedaan pola puncak pada posisi 2θ yang berbeda. Berdasarkan hasil ini dapat diketahui bahwa rekristaliasi aspirin dengan methanol (AMP) merupakan senyawa kimia yang sama dengan internal struktur kristal yang berbeda (polimorf). Hasil uji disolusi menggunakan tipe dayung dengan medium disolusi HCl 0,1 N diketahui bahwa kristal AMP, ATP, dan AKP memiliki laju disolusi yang lebih baik dibandingkan kristal AS.
Studi Kualitatif Pengetahuan Perawat terhadap Reaksi Obat yang Tidak Dikehendaki (ROTD) di Bangsal Rawat Inap Anak RSUP Dr. M. Djamil Padang Santilla Lovia; Yelly Oktavia Sari; Dedy Almasdy; Fitrisia Amelin
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 6, No 2 (2019): J Sains Farm Klin 6(2), Agustus 2019
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.648 KB) | DOI: 10.25077/jsfk.6.2.95-103.2019

Abstract

Adverse Drug Reaction (ADR) atau Reaksi Obat yang Tidak Dikehendaki (ROTD) merupakan suatu persoalan kompleks bagi tenaga kesehatan. Anak-anak menjadi salah satu populasi yang beresiko mengalami reaksi ini. Belum sempurnanya perkembangan farmakologi dan sistem imun pada anak, kekurangan formulasi sediaan yang sesuai, penggunaan obat off-label, tingginya tingkat polifarmasi, paparan akibat penggunaan obat oleh ibu hamil atau melalui ASI dan kesulitan dalam berkomunikasi menjadi faktor resiko terjadinya ROTD pada anak. Perawat sebagai tenaga kesehatan yang berinteraksi paling banyak dengan pasien dituntut untuk dapat mengenali dan berkontribusi dalam memantau dan melaporkan segala reaksi yang terjadi pada pasien akibat penggunaan obat, sehingga dilakukanlah penelitian untuk mengetahui pengetahuan perawat di bangsal rawat inap SMF Anak RSUP.DR.M. Djamil Padang terhadap kejadian, penanganan dan pelaporan ROTD di bangsal tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metoda kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara semi terstruktur terhadap 14 orang responden yang dipilih berdasarkan purposive sampling dan bersifat konservatif. Hasil penelitian menunjukan pengetahuan perawat yang bertugas di bangsal rawat inap SMF anak RSUP Dr.M.Djamil Padang tentang kejadian, penanganan dan pelaporan ROTD masih kurang. Keterbatasan pengetahuan perawat menyebabkan sangat sedikit sekali pelaporan kasus ROTD yang pernah dilaporkan sesuai dengan prosedur.
Hubungan Pengetahuan dengan Clinical Outcome Pasien Hipertensi di Poli Penyakit Dalam RSUP DR. M. Djamil Padang Dilla Sastri Mara; Yelly Oktavia Sari; Suhatri Suhatri
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 6, No 2 (2019): J Sains Farm Klin 6(2), Agustus 2019
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.99 KB) | DOI: 10.25077/jsfk.6.2.134-140.2019

Abstract

Hipertensi merupakan penyebab umum dalam peningkatan angka mortalitas dan mobiditas di masyarakat. Selain merupakan the silent killer, prevalensi penyakit ini semakin meningkat di seluruh dunia. Prevalensi hipertensi di Indonesia pada tahun 2013 sebesar 25,8% dan mengalami peningkatan menjadi 34,1% ditahun 2018. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat pengetahuan pasien hipertensi terkait penyakit yang dideritanya serta untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan clinical outcome pasien hipertensi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif menggunakan rancangan cross sectional yang dilakukan terhadap pasien hipertensi rawat jalan di poli penyakit dalam RSUP.DR.M.Djamil Padang pada bulan Februari hingga April 2019. Tekhnik pengambilan sampel adalah purposive sampling dan diperoleh 114 responden melalui wawancara menggunakan kuesioner yang telah divalidasi. Diperoleh hasil responden laki laki 50%, responden perempuan 50%, kelompok umur terbanyak pada rentang umur 46-55 tahun (31,6%), Pendidikan terbanyak SMA (46,5%), pekerjaan terbanyak wiraswasta (33,3%). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa 80,7% responden memiliki tingkat pengetahuan baik, 16,7%  tingkat pengetahuan cukup, dan 2,6% tingkat pengetahuan kurang. Analisa statistik Chi-Square menunjukkan hasil  terdapat hubungan yang signifikan (p<0,05) antara tingkat pendidikan dan jenis pekerjaan terhadap tingkat pengetahuan responden. Dan terdapat hubungan yang signifikan (p<0,05) antara tingkat pengetahuan dengan clinical outcome pasien hipertensi.
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Submikro Partikel Gelasi-Ionik Pembawa Ekstrak Daun Pluchea indica Sebagai Antibakteri pada Kulit Tikus Putih Jantan Galur Wistar Mardiyanto Mardiyanto; Herlina Herlina; Najma Annuria Fithri; Yutry Rahmi
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 6, No 2 (2019): J Sains Farm Klin 6(2), Agustus 2019
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1001.593 KB) | DOI: 10.25077/jsfk.6.2.171-179.2019

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai formulasi dan evaluasi sediaan submikro partikel gelasi inonik pembawa ekstrak Beluntas (Pluchea indica L) sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas anti bakteri submikro partikel terhadap Staphylococcus aureus dengan melihat penurunan jumlah dan diameter abses pada kulit tikus putih jantan galur wistar. Preparasi ekstrak daun beluntas menjadi sediaan submikro partikel menggunakan polimer kitosan dan natrium alginat serta kalsium klorida (CaCl2) sebanyak 40 mL dengan konsentrasi 18 mM sebagai crosslinker dengan metode gelasi ionik. Tiga formula (F1-F3) dibedakan atas jumlah ekstrak 450, 900, dan 1350 mg untuk masing-masing formula. Formula optimum submikro partikel yang didapatkan memiliki persen efisiensi enkapsulasi terbesar yaitu 86,742% (formula 1). Hasil karakterisasi submikro partikel seperti diameter, distribusi ukuran partikel (PDI), dan zeta potensial dengan menggunakan alat particle size analyzer pada formula optimum (F1) yaitu 529,5 nm; 0,567; dan-27,6 mV. Pengujian in vivo menggunakan 6 kelompok diantarannya: kontrol normal (tanpa perlakuan), kontrol positif (salep tetrasiklin HCl 3%), kontrol negatif (tanpa bahan uji), kelompok uji I (submikro partikel), kelompok uji II (ekstrak), dan kelompok uji III (plasebo). Kulit tikus dioleskanStaphylococcus aureus selama 3 hari untuk mengindikasikan terbentuknya abses, kemudian pemberian bahan uji terhadap masing masing kelompok diberikan selama 7 hari berikutnya..Hasil penelitian in vivo menunjukkan bahwa submikro partikel kitosan dan natrium alginat pembawa ekstrak daun beluntas pada dosis 450 mg menghasilkan penurunan diameter abses sebesar85%, sedangkan pada ekstrak murni sebesar 60%, dan salep tetrasiklin-HCl sebesar 100%.
Faktor Risiko Terjadinya Infeksi Daerah Operasi pada Pasien Bedah Orthopedi di RSUP Fatmawati Periode Juli-Oktober 2018 Asrawal Asrawal; Ros Summary; Delina Hasan; Debby Daniel
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 6, No 2 (2019): J Sains Farm Klin 6(2), Agustus 2019
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.699 KB) | DOI: 10.25077/jsfk.6.2.104-112.2019

Abstract

Background: Surgery is one of the basic components of very important health care system. Therefore, the risk of any infectionin the surgical process must be known because microbes maycome in or accidentally come into the limbs that are in surgery. Microbes can cause nosocomial infections or Health Care Associated Infections (HAIs).WHO survey shows 5% -34% of HAIs are SSI while the highest prevalence of HAIs occurs intensively in care units, acute surgery and orthopedic rooms. Thisresearch aims to determine SSI and risk factors for SSI in orthopedic surgery patients at Fatmawati Hospital in July-October 2018. Method: This research was observational using cross sectional design,in whichthe data collection wasperformed prospectively. Data analysis was performed by univariate, bivariate, and multivariate analytic using total sampling from patients who performed orthopedic surgery at Fatmawati Hospital in both elective and cito surgery on July-October 2018 and SSI data collection was performed after surgery, namely in orthopedic poly outpatient care and inpatient care. Result: Data obtained in this research showed SSI level is 3.9 % of Orthopedic Surgery (3.9% cases of a total  770) in the research period. The results of the chi-square analysis showed that the diabetes mellitus, ASA score and type of surgery had a significant relationship with the incidence of SSI with significance value diabetes mellitus that is 0.024; ASA score that is 0.035 and type of surgery that is 0.001 where p <0.05, while the use of prophylactic antibiotics and other risk factors did not have a significant relationship,in which because p>0.05. Analysis with logistic regression showed that the type of operation had a significant influence with the incidence of SSI which was 0.004 (p <0.05). Conclusion: From this research, it can be inferred that this type of surgery can increase the occurrence of SSI. Therefore, it is necessary to evaluate to reduce the rate of surgical site infections.
Analisis Penggunaan Antibiotika pada Pasien Penyakit Dalam di RSUD Dr. H. Slamet Martodirdjo Pamekasan dengan Metode ATC/DDD Achmad Ridwan; Lisa Narulita; Elvan Dwi Widyadi; Suharjono Suharjono
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 6, No 3 (2019): J Sains Farm Klin 6(3), Desember 2019
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.416 KB) | DOI: 10.25077/jsfk.6.3.237-242.2019

Abstract

Resistensi antimikroba (AMR) merupakan masalah kesehatan yang mendunia. Resistensi tidak dapat dihilangkan namun dapat diperlambat dengan cara menggunakan antibiotika secara bijak. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menanggulangi resistensi antimikroba dengan melakukan evaluasi penggunaan antibiotika baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola penggunaan antibiotika pada pasien ilmu  penyakit dalam RSUD Dr. H. Slamet Martodirdjo Pamekasan selama periode Januari-Maret 2019. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-analitik (cross-sectional) dengan pengambilan data secara retrospektif serta jumlah sampel 482 pasien yang selanjutnya dianalisis menggunakan metode ATC dan DDD. Hasil penelitian menunjukkan nilai total DDD pemakaian antibiotika adalah 76,03/100 patient-days dengan total LOS pasien adalah 2270 hari. Penggunaan antibiotika tertinggi adalah ceftriaxone 37,56/100 patient-days, ciprofloxacin 25,78/100 patient-days, dan levofloxacin 6,05/100 patient-days. Golongan antibiotika yang masuk ke dalam segmen DU 90% yaitu ceftriaxone, ciprofloxacin, dan levofloxacin, sehingga harus dipantau penggunaannya karena berpotensi pada risiko resistensi. Kedepan perlu dilakukan penelitian lanjutan terkait evaluasi kualitas penggunaan antibiotika, serta dilakukan intervensi yang tepat untuk meningkatkan penggunaan antibiotika secara bijak dengan harapan dapat menekan angka resistensi antibiotika.
Tingkat Pengetahuan Mahasiswa Tahun Pertama Bersama (TPB) tentang Penggunaan Antibiotik dalam Swamedikasi Siti Fatmah; Siti Rahmatul Aini; iman Surya Pratama
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 6, No 3 (2019): J Sains Farm Klin 6(3), Desember 2019
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.655 KB) | DOI: 10.25077/jsfk.6.3.200-205.2019

Abstract

Prevalensi penggunaan antibiotik dalam swamedikasi cukup tinggi di berbagai kalangan tak terkecuali mahasiswa. Penggunaan antibiotik dalam swamedikasi dapat meningkatkan resistensi antibiotik dan efek samping. Tingkat pengetahuan berpengaruh pada penggunaan  antibiotik dalam swamedikasi yang tepat dan bijak. Penelitian bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan mahasiswa tentang penggunaan antibiotik dalam swamedikasi. Penelitian dilakukan pada bulan Maret-Juli 2018 di Unit Pelaksana Tahun Pertama Bersama Universitas Mataram menggunakan desain potong lintang. Sejumlah 400 sampel dipilih secara acak. Data karakteristik demografi dan tingkat pengetahuan diperoleh dari kuesioner yang sudah tervalidasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Dari 421 mahasiswal, 379 pernah menggunakan antibiotik yang terdiri dari  119 laki-laki dan 260 perempuan  dengan rata-rata usia 17-18 tahun.  Latar belakang mahasiswa sebagian besar berasal dari SMA. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan mahasiswa tergolong  tinggi (5,4%), sedang (63,1%), dan rendah (31,4%). Pengetahuan terkait kondisi dan dampak penggunaan antibiotik yang tidak tepat perlu diperbaiki. Tingkat pengetahuan responden tergolong sedang sehingga diperlukan peningkatan pemahaman penggunaan antibiotik yang tepat dan bijak.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 12 No 2 (2025): J Sains Farm Klin 12(2), August 2025 Vol 12 No 1 (2025): J Sains Farm Klin 12(1), April 2025 Vol 11 No 3 (2024): J Sains Farm Klin 11(3), December 2024 Vol 11 No 2 (2024): J Sains Farm Klin 11(2), August 2024 Vol 11 No 1 (2024): J Sains Farm Klin 11(1), April 2024 Vol 10 No 3 (2023): J Sains Farm Klin 10(3), Desember 2023 Vol 10 No 2 (2023): J Sains Farm Klin 10(2), Agustus 2023 Vol 10, No 2 (2023): J Sains Farm Klin 10(2), Agustus 2023 Vol 10, No 1 (2023): J Sains Farm Klin 10(1), April 2023 Vol 10 No 1 (2023): J Sains Farm Klin 10(1), April 2023 Vol 9, No 3 (2022): J Sains Farm Klin 9(3), Desember 2022 Vol 9 No 3 (2022): J Sains Farm Klin 9(3), Desember 2022 Vol 9 No 2 (2022): J Sains Farm Klin 9(2), Agustus 2022 Vol 9, No 2 (2022): J Sains Farm Klin 9(2), Agustus 2022 Vol 9, No 1 (2022): J Sains Farm Klin 9(1), April 2022 Vol 9 No 1 (2022): J Sains Farm Klin 9(1), April 2022 Vol 9 (2022): J Sains Farm Klin 9(suplemen), Desember 2022 Vol 8 No 3 (2021): J Sains Farm Klin 8(3), Desember 2021 Vol 8, No 3 (2021): J Sains Farm Klin 8(3), Desember 2021 Vol 8, No 2 (2021): J Sains Farm Klin 8(2), Agustus 2021 Vol 8 No 2 (2021): J Sains Farm Klin 8(2), Agustus 2021 Vol 8, No 1 (2021): J Sains Farm Klin 8(1), April 2021 Vol 8 No 1 (2021): J Sains Farm Klin 8(1), April 2021 Vol 7, No 3 (2020): J Sains Farm Klin 7(3), Desember 2020 Vol 7 No 3 (2020): J Sains Farm Klin 7(3), Desember 2020 Vol 7 No 2 (2020): J Sains Farm Klin 7(2), Agustus 2020 Vol 7, No 2 (2020): J Sains Farm Klin 7(2), Agustus 2020 Vol 7 No 1 (2020): J Sains Farm Klin 7(1), April 2020 Vol 7, No 1 (2020): J Sains Farm Klin 7(1), April 2020 Vol 6, No 3 (2019): J Sains Farm Klin 6(3), Desember 2019 Vol 6 No 3 (2019): J Sains Farm Klin 6(3), Desember 2019 Vol 6, No 2 (2019): J Sains Farm Klin 6(2), Agustus 2019 Vol 6, No 1 (2019): J Sains Farm Klin 6(1), April 2019 Vol 5, No 3 (2018): J Sains Farm Klin 5(3), Desember 2018 Vol 5, No 2 (2018): J Sains Farm Klin 5(2), Agustus 2018 Vol 5, No 1 (2018): J Sains Farm Klin 5(1), April 2018 Vol 4, No 1 (2017): J Sains Farm Klin 4(1), November 2017 Vol 3, No 2 (2017): J Sains Farm Klin 3(2), Mei 2017 Vol 3, No 1 (2016): J Sains Farm Klin 3(1), November 2016 Vol 2, No 2 (2016): J Sains Farm Klin 2(2), Mei 2016 Vol 2, No 1 (2015): J Sains Farm Klin 2(1), November 2015 Vol 1, No 2 (2015): J Sains Farm Klin 1(2), Mei 2015 Vol 1, No 1 (2014): J Sains Farm Klin 1(1), November 2014 More Issue