Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Jurnal Islamika: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman (e-ISSN 2502-7565, p-ISSN 1693-8712 is a peer-reviewed (double blind review) journal published by Research and Community Service Office, State Islamic Institute of Kerinci. The goal of this journal is to facilitate scholars, researchers, and teachers for publishing the original research articles or review articles. Journal Islamika is published 14 articles in two editions in one year in July and December.
Articles
299 Documents
Perspektif Islam Terhadap Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Muhammad Rizky Ramadhandy Budianto;
Syaban Farauq Kurnia;
Tresna Ramadhian Setha Wening Galih
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 21 No. 01 (2021): Islamika: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32939/islamika.v21i01.776
Saat ini, kemajuan teknologi sudah semakin pesat. Hal ini ditandai dengan Revolusi Industri 4.0 dan Revolusi sosial 5.0 yang membuat hidup semakin mudah bahkan hanya dalam 1 genggaman saja. Seiring dengan perkembangan teknologi, Islam harus bisa beradaptasi dengan teknologi yang semakin kesini semakin pesat perubahannya. Hal ini agar eksistensi islam tetap ada di dunia yang semakin cepat teknologinya. Namun, terdapat sebuah pertanyaan besar dimana dengan semakin pesat teknologinya, mau tidak mau islam harus mencari cara agar dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, Islam dapat menjaga eksistensinya di era modern. Metode penelitian yang akan digunakan yakni kajian literatur dari beberapa karya ilmiah mengenai islam dan teknologi. Penelitian ini berfokus untuk mencari tahu relevansi antara teknologi dan islam di Indonesia. Hasil yang akan dicapai yakni mencari teknologi yang dapat digunakan untuk membantu perkembangan islam di indonesia. Penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi para pengembang platform teknologi berbasis islam guna membantu perkembangan islam di dunia modern
Pernikahan Sirri (Kontekstualisasi Pemahaman Hadis dalam Studi Kasus di Indonesia)
Agusri Fauzan
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 21 No. 01 (2021): Islamika: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32939/islamika.v21i01.825
Tulisan ini bertujuan untuk membahas persfektif hadis tentang permasalahan pernikahan sirri, melalui pemahaman kontekstual dengan menggunakan pendekatan fikih, agar dapat menentukan hukum yang pasti dari berbagai variasi pernikahan sirri yang terjadi di masyarakat. Metode yang digunakan dalam tulisan ini menggunakan metode kepustakaan (library research) yaitu meneliti dan menelaah berdasarkan sumber-sumber kepustaakan. Penelitian ini bersifat deskriftif (menguraikan sumber-sumber yang diperoleh dan kemudian dianalisis) dengn menggunakan langkah kerja pemahaman hadis yang terdiri dari takhrij hadis, natijah, dan pemahaman matan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwapernikahan sirri yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pernikahan yang tidak sesuai sunnah, dalil-dalil yang medukung kesimpulan ini penulis dapat dari pemahaman hadis-hadis Nabi: 1. pernikahan adalah kegiatan yang tidak boleh hanya dihadiri subjek utama (mempelai pria dan wanita saja), namun harus dihadiri minimal oleh satu orang wali dan dua orang saksi, 2. Pernikahan adalah kegiatan yang tidak boleh ditutupi dan harus disebarluaskan kepada masayarakat, 3. Walimah pernikahan adalah kegiatan yang sangat diperintahkan oleh Nabi walaupun dilaksanakan secara sederhana. Walimah dapat juga berfungsi sebagai media penyebarluasan berita pernikahan.
Penerapan Media Audio Visual Dalam Meningkatkan Akhlak Anak Sekolah Dasar Di Masa Pandemi
Rieza Hardyan Rahman
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 21 No. 01 (2021): Islamika: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32939/islamika.v21i01.831
Proses pembelajaran merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru dan siswa dengan menggunakan bahasa verbal sebagai media untuk menyampaikan materi pembelajarannya. Peran guru sebagai sumber belajar dalam kegiatan pembelajaran sangat penting dalam keadaan seperti ini. Tetapi, bahan pelajaran tidak dapat disajikan semuanya oleh guru secara langsung. Ketika akan mempelajari seperti apa kehidupan makhluk hidup di laut, guru tidak mungkin melakukan pembelajaran secara langsung dengan menyelam ke dasar laut bersama siswa atau secara langsung membelah dada manusia hanya untuk mengetahui bagaimana cara kerja organ-organ tubuh manusia. Agar mempermudah proses pembelajaran, guru bisa menggunakan berbagai macam metode atau alat bantu ketika akan menyampaikan materi atau melakukan kegiatan belajar-mengajar. Inilah yang dimaksud dengan alat peraga atau media pembelajaran. Dalam pembelajaran PAI, agar materi pelajaran yang disampaikan menjadi mudah dipahami oleh peserta didik, maka harus menggunakan media yang bisa membantu dalam penyampaian materi yang akan diajarkan. Dengan menggunakan media atau alat bantu, diharapkan persepsi guru dan siswa bisa disamakan. Apalagi bagi kehidupan manusia, terutama untuk memperoleh ketenangan batin dan kesehatan mental pada umumnya, Pendidikan Agama Islam merupakan pendidikan yang sangat penting. Media atau alat bantu yang bisa digunakan dalam pembelajaran PAI yaitu Media Audio Visual.
Permasalahan Pendidikan Islam di Lembaga Pendidikan Madrasah
Ismi Adelia;
Oki Mitra
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 21 No. 01 (2021): Islamika: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32939/islamika.v21i01.832
Permasalahan yang dihadapi pendidikan di Indonesia secara umum ini, adalah kualitas, relevansi, elitisme, dan menajemen. Permasalahan ini terjadi pada pendidikan secara umum di Indonesia, termasuk pendidikan islam yang di nilai justru lebih besar problematikanya. Metodelogi dalam penelitian ini adalah penelitian studi kasus dalam arti penelitian ini difokuskan pada kasus (fenomena) yang kemudian di pahami dan di analisis secara mendalam. Metode penelitian ini digunakan untuk mendiskripsikan secara holistik dan komperhensif tentang gejala dan peristiwa dalam permasalahan pendidikan islam khususnya Madrasah. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengungkapkan permasalahan yang ada pada Madrasah sehingga bisa menjadi pedoman untuk kedepannya agar madrasah bisa lebih baik dan mandiri. Adapun hasil Penelitian dari Bentuk permasalahan Pendidikan Islam di Madrasah antara lain adalah Lemahnya akhlak siswa di Madrasah, kurangnya kontribusi siswa dalam menyiarkan ajaran Islam di masyarakat, Berkurangnya minat siswa di bandingkan pada sebelumnya, dan banyak yang memilih untuk pindah ke sekolah umum. Adapun Pembahasan dari penelitian ini adalah permasalahan yang dihadapi oleh Madrasah dalam pendidikan Islam dengan melihat dari dua sisi permasalahan pokok yaitu permasalahan internal dan permasalahan eksternal. Faktor lain yang secara umum dihadapi oleh Madrasah adalah masyarakat agaknya kurang memiliki kebebasan untuk mengelola dengan caranya sendiri, karena hampir semua hal yang berkaitan dengan pendidikan sudah ditentukan oleh pemegang otoritas pendidikan.
Eksistensi Hukum Adat dalam Peraturan Daerah Studi Kasus Pemerintah Kota Sungai Penuh
hainadri hainadri
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 21 No. 01 (2021): Islamika: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32939/islamika.v21i01.843
Masyarakat Kota Sungai Penuh memiliki tradisi yang beraneka ragam yang terdiri dari bermacam suku atau etnis. Kota Sungai Penuh memiliki 10 persekutuan Masyarakat adat yang masing-masing memiliki lembaga adat tersendiri. Namun secara umum Kota Sungai Penuh masih mengakui dan menganut hukum adat Kerinci sebagaimana sebelum daerah tersebut dimekarkan. Tujuan penelitian ini adalah memberikan informasi aktual tentang kondisi hukum adat yang ada di wilayah pemerintahan Kota Sungai Penuh. Kota Sungai Penuh sejak diresmikan menjadi daerah otonom baru sebagai hasil dari pemekaran Kabupaten Kerinci sejak tahun 2010 telah menghasilkan 124 (seratus dua puluh empat) peraturan daerah yang 44 (empat puluh empat) diantaranya sudah tidak berlaku lagi. Jadi ada 80 (delapan puluh) peraturan daerah yang masih berlaku sampai saat ini. Meskipun didefinisikan sebagai hukum yang tidak tertulis, keberadaan hukum adat sebagai salah satu sistem pemerintahan di daerah secara yuridis formal mendapat landasan yang kuat. Namun di Kota Sungai Penuh belum ada satupun Peraturan daerah yang mengatur tentang Hukum adat dan tidak satu pasalpun yang mengatur perihal hukum adat.
Zakat Harta Kekayaan dalam Perspektif Tafsir Ayat Ahkam
Husin Bafadhal
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 21 No. 01 (2021): Islamika: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32939/islamika.v21i01.911
Fenomena zakat dalam Islam senantiasa mengalami perkembangan seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi serta perkembangan aktifitas ekonomi dengan segala macam jenisnya, sehingga memunculkan berbagai persoalan mengenai produk zakat kontemporer dengan bertambahnya jenis harta yang wajib dizakati. Salah satunya adalah zakat harta kekayaan. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji dan menganalisis pengembangan makna zakat harta kekayaan dalam perspektif tafsir ayat Ahkam. Jenis penelitian ini adalah kepustakaan (library research) yaitu dengan mengumpulkan sejumlah data yang berkaitan dengan zakat badan hukum berupa kitab-kitab fikih, ushul fikih, tafsir, hadis, jurnal dan sumber lain yang berkenaan dengan masalah zakat badan hukum. Analisis data dalam penelitian ini meliputi analisis isi, metode komparatif, dan analisis hermeneutik yang bersifat interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekayaan yang dimiliki seseorang yang bersumber dari usaha ekonomi apa saja usahanya dengan batasan thayyibat (halal dan bermanfa’at), wajib-lah ia mengeluarkan sebagian dari penghasilannya bagi keperluan orang yang berhak menerimanya.
Cultural Relations: Javanese Elements in Macapat Metre Composed in Madura
Anasom Anasom;
Nur Ahmad
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 21 No. 02 (2021): Islamika: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32939/islamika.v21i02.757
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur-unsur sastra tradisional Jawa yang terdapat dalam teks macapat Madura. Dengan sumber utama naskah Sumenep, penelitian ini menggunakan analisis filologis terhadap teks tersebut. Dalam teori analisis intertekstual, artikel ini mengklaim menemukan unsur-unsur tradisi Jawa dalam teks Madura. Temuan ini penting untuk mendukung citra kompleks hubungan budaya kedua masyarakat yang diperkenalkan oleh beberapa sarjana. Dalam artikel ini, penelitian sebelumnya juga memberikan petunjuk tentang penyebaran luas bahasa Jawa dalam konteks Madura beberapa abad yang lalu.
Paradigma Penelitian Manuskrip Al-Qur’an: dari Diskursus ke Metodologi
Achmad Yafik Mursyid
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 21 No. 02 (2021): Islamika: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32939/islamika.v21i02.817
Penelitian ini bertujuan untuk memahami metodologi penelitian manuskrip Al-Qur’an berdasarkan asumsi-asumsi dasar penelitian. Kebutuhan atas metodologi manuskrip Al-Qur’an didasarkan atas jumlah manuskrip Al-Qur’an yang banyak disimpan tidak hanya di Indonesia melainkan juga di negara lain, seperti Inggris, Belanda, Malaysia dsb. banyaknya manuskrip Al-Qur’an yang ditemukan berbanding terbalik dengan jumlah penelitian terhadap manuskrip Al-Qur’an. beberapa perguruan tinggi di Indonesia, khususnya prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir belum banyak yang memperkenalkan kajian ini kepada mahasiswanya. Hal ini disebabkan kurangnya literatur yang fokus membahas kajian manuskrip Al-Qur’an. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengumpulkan literatur-literatur yang berkaitan dengan manuskrip Al-Qur’an. hasil penelitian ini menunjukan bahwa kajian atas manuskrip Al-Qur’an telah digunakan dalam penelitian atas sejarah Al-Qur’an. hal ini terlihat pada beberapa penelitian yang dilakukan oleh para orientalis yang membahas tentang sejarah Al-Qur’an seperti Alphonso Mingana, Christoph Luxenberg, Nabia Abbot serta metodologi textual criticism criticism yang diperkenal oleh para orientalis dalam mengkaji Al-Qur’an. Penelitian ini memberi kontribusi dalam memetakan diskursus kajian manuskrip Al-Qur’an dan juga menawarkan metodologi baru dalam penelitian manuskrip Al-Qur’an.
Harmonisasi Asuransi Syariah dalam Maqashid Syariah dan Perundangan di Indonesia
Muhammad Ilham
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 21 No. 02 (2021): Islamika: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32939/islamika.v21i02.848
Kajian tentang Asuransi Syariah telah dikaji dalam fatwa DSN-MUI Nomor 21/DSN-MUI/X/2001, yaitu Asuransi Syariah. Meskipun demikian bahwa perlu kembali untuk mengkaji dalam konsep Maqashid Syariah dan Peraturann Undang-undang di Indonesia. Mengacu pada kajiannya bahwa pendekatan yang diterapkan dalam tulisan ini beupa kajian kualitatif dengan sumber berupa fatwa DSN-MUI dan Peraturan yang terkait dnegan perasuransian secara umum. Dalam kesimpulan yang didapatkan bahwa pada dasarnya implementasi teori maqasid asy-syariah memberi warna baru dalam pembahasan asuransi. Ada titik temu antara tujuan ditetapkannya syariah dengan maksud diadakannya asuransi. Peranan asuransi dalam melindungi al-kulliyah alkhams bisa berupa ijabiyah (perwujudan), bisa juga berupa salbiyah (pencegahan/penolakan). Sehingga secara filosofis bahwa maksud dan tujuan seorang muslim dalam mengikuti program asuransi dengan niatan melindungi agama, jiwa, akal, keturunan, harta dan kehormatan. Secara esensial dapat dikatakan bahwa adanya prinsip-prinsip hukum asuransi, tidak bertentangan dengan syari‟at Islam. Prisnip-prinsip itu ditempatkan sebagai syarat sahnya akad dan termasuk syarat yang diakui, bukan syarat yang bertentangan dengan akad (mulghah). Justru keberadaannya memperkuat keberadaan tujuan akad asuransi yang telah terbentuk.
Eksistensi Kebiasaan (‘Urf) Sebagai Sumber Hukum Perdagangan Internasional
Fauzi Muhammad;
Hasbi Umar;
Hermanto Harun
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 21 No. 02 (2021): Islamika: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32939/islamika.v21i02.890
Kebiasaan adalah salah satu sumber hukum perdagangan internasional, dan dalam metodologi hukum Islam kebiasaan diistilahkan dengan ‘urf, adalah sebagai dalil/sumber hukumnya. Kebiasaan (‘urf) dalam pandangan metodologi hukum Islam ini dapat berlaku dalam hukum perdagangan internasional, mesti memenuhi kriteria-kriteria tertentu, dan sejalan dengan Nash (al-Quran dan Sunnah). Kebiasaan (‘urf) ini sendiri merupakan bagian dari natural-karektaristik yang hidup dalam masyarakat dunia, ia terbentuk secara sengaja maupun tidak sengaja dan alami. Sehingga kebiasaan itu tidak bisa dihilangkan atau didiskualifikasi, dan bahkan semakin mejadi trand masyarakat kontemporer, seperti perdagangan internasional secara online (e-commerce). Islam sebagai agama universal, dinamis, cocok untuk setiap waktu dan tempat, mengatur kebiasaan tersebut secara komprehensif.