cover
Contact Name
FAHRUDDIN KURDI
Contact Email
fahruddinkurdi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
journal.lppmstikespemkabjombang@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan
Published by STIKES Pemkab Jombang
ISSN : 25809156     EISSN : 26218305     DOI : -
Jurnal Pengabdian Masyarakat is a publication of community service activities in the health sector. The public service journal is published every six months twice a year. Public service journal published by STIKES Pemkab Jombang. The publication of this journal aims to understand and evaluate community service activities as the implementation of research results, application of appropriate technology, dissemination of innovation, and development of community empowerment model. The written articles have not been published in public service journals either nationally or internationally.
Arjuna Subject : -
Articles 268 Documents
Pendidikan dan Pelatihan Mindfulness Spiritual Islam pada Penghuni LAPAS Banyuwangi Tahun 2019: Spiritual Mindfulness Education and Training in Residents of the Banyuwangi Field in 2019 fahmi, akhmad yanuar; rudiyanto; annisa nur nazmi; badrul munif
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2019): JPM | September 2019
Publisher : UPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.734 KB) | DOI: 10.33023/jpm.v5i2.490

Abstract

Lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan Negara (rutan) secara “alami” adalah tempatyang stressfull atau menekan.Terminology stress megacu pada keadaan internal (individu) yang disebabkankarena adanya sesuatu yang secara fisik berpengaruh pada tubuh (penyakit, perubahan temperature, dansebagainya) atau oleh lingkungan dan situasi sosial yang di nilai mengancam atau membahayakan. Keadaan fisik,lingkungan social dan situasi sosial yang mengakibatkan stress disebut stressorPemanfaatan mindfulness Spritual belum pernah dilakukan oleh pihak pengelola LAPAS Banyuwangi,sehingga tim Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi memberikan pendidikan dan pelatihan MindfulnessSpritual kepada penghuni LAPAS sebagai realisasi dan keberlanjutan hasil – hasil penelitian yang pernahdilakukan. Dengan Minfulness Spritual para penghuni LAPAS akan memiliki coping diri yang baik dan mampumencegah bahkan mampu menerapi secara mandiri stress / gangguan psikososial yang dialami
ACCOMPANY OF PREGNANT WOMEN HIGH RISK THROUGH PREGNANT CLASS IN KARANGMANGU VILLAGE PURWOJATI DISTRCT BANYUMAS REGENCY: PENDAMPINGAN IBU HAMIL RESIKO TINGGI MELALUI KELAS HAMIL DI DESA KARANGMANGU KECAMATAN PURWOJATI KABUPATEN BANYUMAS Surtinigsih; linda yanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2019): JPM | September 2019
Publisher : UPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.622 KB) | DOI: 10.33023/jpm.v5i2.501

Abstract

Pregnancy and childbirth are physiological but require good preparation and assistance from family and health professionals to minimize the risk of pregnancy and childbirth complications. From the results of interviews with the Coordinator of Maternal and Child Health at the Purwojati Community Health Center, there were quite a number of problems, including underage or over 35 years of pregnancy, pregnancy outside marriage, pregnancy with Chronic Energy Deficiency (KEK) and anemia in pregnancy. Discomfort of many trimester III pregnancies are also found such as back pain, constipation, frequent urination and swelling in the legs. The purpose of this activity is the formation and activation of classes of pregnant women who are equipped with complementary care and synergize between standard care with innovations that are expected to maximize services at both the Posyandu or Puskesmas levels. Assistance of high risk mothers is carried out with early detection, physical examination, laboratory examination, health education, and also some activities such as pelvic rocking exercise. From the results of early detection conducted in Karangmangu Village, there were cases of pregnant women experiencing chronic energy deficiency of 16.2%, Anemia of 21.1%, pregnancy with diabetes risk of diabetes 8.1%, positive urine protein 5.4% and others pregnancy is accompanied by an infectious disease of 5.4%. In addition to the findings of the problem there are also complaints that are felt by many pregnant women, including constipation, cramps, frequent urination and back pain. The conclusion of this activity is the formation of a class of pregnant women in Karangmangu Posyandu 2 which is implemented in Karangmangu Village Polyclinic so that the pregnant class is not focused in Purwojati Puskesmas, the detection of pregnancy problems so that assistance can be made especially to high risk pregnant women, the increase in knowledge of mothers pregnancy and back pain, cramps, constipation can be minimized with pelvic rocking exercises
PELATIHAN SENAM YOGA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS TIDUR LANSIA POSYANDU PELANGI NUSANTARA KELURAHAN DARMO KECAMATAN WONOKROMO, SURABAYA: YOGA TRAINING TO IMPROVE THE QUALITY OF ELDERLY SLEEPING IN POSYANDU PELANGI NUSANTARA, KELURAHAN DARMO, KECAMATAN WONOKROMO SURABAYA anastasia; sisilia Indriasari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2019): JPM | September 2019
Publisher : UPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.377 KB) | DOI: 10.33023/jpm.v5i2.508

Abstract

Kebutuhan vital yang penting agar proses kehidupan berlangsung baik untuk setiap makhluk hidup adalah kebutuhan tidur. Akan tetapi hal tersebut akan mengalami pergeseran saat memasuki lansia. Salah satu faktor penyebab perubahan tidur pada lansia yaitu perubahan pada lobus frontal lansia. Lama tidur normal pada lansia biasanya sekitar 7-8 jam per hari, dan dikatakan mengalami penurunan kualitas tidur apabila tidur lansia mengalami penurunan waktu tidur sekitar 5-6 jam. Hasil surveyyang di lakukan di kelompok lansia yang tinggal di RW 06 Kelurahan Darmo Kecamatan Wonokromo didapatkan 8 dari 10 lansia mengalami penurunan kualitas tidur dengan skor PSQI <5, karena sebanyak 75% lansia tersebut jarang melakukan olahraga, hal tersebut juga disebabkan karena kader lansia dan lansia di RW 06 tidak mempunyai pengetahuan yang cukup mengenai olah raga yang dapat digunakan untuk memperbaiki kualitas tidur lansia. Kader lansia juga tidak memiliki panduan pelaksanaan senam serta kurangnya ketrampilan dalam melakukan senam yoga. Puskesmas tidak pernah memberikan pembelajaran khusus bagi kader dan lansia untuk menambah referensi senam bagi lansia. Fasilitas untuk melakukan aktivitas olahraga yang lain juga belum tersedia. Tim pelaksana pengabdian masyarakat telah melaksanakan pendidikan kesehatan, maupun pelatihan senam yoga bagi kader lansia. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut pendidikan kesehatan yang sudah diberikan meliputi : rematik, kolesterol, vertigo, gangguan pendengaran, nutrisi bagi lansia. Kegiatan ini menghasilkan pengetahuan lansia mengenai senam yoga meningkat yaitu sebanyak 25% lansia mempunyai pengetahuan cukup dan 75% mempunyai pengetahuan baik. Sedangkan setelah dilakukan senam yoga secara rutin sebanyak 80% lansia mempunyai kualitas tidur baik dan 25% lansia mempunyai kualitas tidur cukup.
EFEKTIFITAS PEMBERDAYAAN KADER BALITA SEHAT : Effectiveness of Empowering Health Care Carriers NUR AZIZAH, EVA; ratih kusuma wardhani; sukma amperiana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2019): JPM | September 2019
Publisher : UPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.74 KB) | DOI: 10.33023/jpm.v5i2.518

Abstract

Pengabdian masyarakat memberikan pemberdayaan kader balita tentang bagaimana usaha peningkatan pendapatan keluarga di Desa Kebonrejo. Desa Kebonrejo merupakan bagian wilayah Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri dan termasuk Type Desa Swakarya. Jumlah penduduk yang tinggal di Desa Kebunrejo sejumlah 4115 Orang. Kegiatan posyandu balita dalam bentuk kelas balita yang dilaksanakan setiap satu bulan sekali di minggu kedua. Kegiatan tersebut bisa terlaksana dengan baik karena peran aktif dari kader Desa Kebonrejo. Kadernya berdedikasi tinggi dan handal dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Kader aktif yang dimiliki oleh Desa Kebonrejo berjumlah 18 orang. Permasalahan mitra antara lain kader kurang inovatif dalam menyajikan makanan pendamping ASI (MP-ASI) ketika ada kelas balita monoton hanya menyajikan bubur kacang hijau dan biscuit MP-ASI, Masih terdapat kasus balita yang gizi kurang atau BGM mencapai angka 0,08% dari jumlah total balita di Desa Kebonrejo. Solusi untuk permasalahn mitra antara lain : bimbingan kader balita sehat untuk mendapatkan informasi tentang makanan pendamping MP-ASI sehingga mampu meproduksi makanan yang kualitas dan kuantitas baik, pemasaran produk dengan membuka stand. Luaran yang dihasilkan Publikasi liputan di media Koran Radar Kediri, video kegiatan pembuatan MP-ASI; HKI artikel, pembuatan poster dan exbanner; Produk MP-ASI sesuai dengan klasifikasi usia balita berdasarkan panduan PMBA, dengan Paket A, Paket B, Paket c.. Untuk mewujudkan upaya tersebut maka perlu ditingkatkan pengetahuan, sikap dan ketrampilan para kader balita terutama dalam hal ketrampilan untuk nutrisi balita.
TERAPI RELAKSASI SPIRITUAL BAGI KELUARGA THALASEMIA KABUPATEN JOMBANG: Spiritual Relaxation Therapy for Family with Thalassemia Sufferer Jombang Ana Farida Ulfa; pujiani; edi wibowo
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2019): JPM | September 2019
Publisher : UPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.261 KB) | DOI: 10.33023/jpm.v5i2.527

Abstract

Thalasemia merupakan penyakit kelainan bawaan (genetik), dimana umur sel darah merah menjadi sangat pendek, sehingga penderita akan selalu memerlukan transfusi darah seumur hidup.Dampak penyakit ini tidak hanya secara fisiologis, namun juga pada aspek sosial dan spiritual baik bagi penderita maupun keluarga. Relaksasi adalah teknik atau upaya sejenak yang dilakukan oleh seseorang untuk melupakan kecemasan, dan mengistirahatkan pikiran. Relaksasi spiritual diharapkan mampu membantu pasien thalasemia dan keluarganya agar dapat menerima sakitnya dengan baik. Selain itu dengan relaksasi spiritual pasien dapat memiliki kualitas hidup yang lebih baik.Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan oleh dosen FIK Unipdu yang bekerja sama dengan paguyuban orang tua penderita thalasemia Kabupaten Jombang, dengan total peserta 60 orang anak thalasemia dan orang tuanya. Bentuk kegiatannya adalah pelatihan dan terapi relaksasi spiritul yang difasilitasi oleh tim pengabmas. Hasil dari kegiatan penabdian masyarakat ini, keluarga merasa senang dan puas dengan kegiatan pelatihan dan terapi relaksasi spiritual. Secara individu pasien thalasemia maupun keluarga merasakan dampak positif setelah terapi, antara lain: tubuh segar, nyeri kepala atau pusing hilang, capek hilang, merasa lebih tenang. Kendala yang ditemukan tim pengabdian masyarakat selama kegiatan, sehingga mengurangi keberhasilan anak thalasemia dan keluarga mengikuti pelatihan dan terapi relaksasi spiritual adalah; (1) Usia anak thalasemia, (2) Dukungan keluarga, (3) Suasana lingkungan. Berdasarkan kendala tersebut saran yang dapat diberikan adalah pada pasien thalasemia yang masih kecil, yang melakukan relaksasi adalah orang tua yang ditujukan untuk anak yang sakit. Keluarga dapat memberikan dukungan kepada anak thalasemia untuk bisa melkaukan terapi secara mandiri dengan melakukan terapi bersama-sama. Terapi relaksasi spiritual sangat baik dilakukan secara rutin sebelum tidur malam.
PENGUATAN BANTUAN HIDUP DASAR PADA WARGA RW 09 PONDOK RANGGON, CIPAYUNG, JAKARTA TIMUR: Strengthening Basic Life Support for Residents of RW 09, Pondok Ranggon, Cipayung, East Jakarta
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2020): JPM | Maret 2020
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.706 KB) | DOI: 10.33023/jpm.v6i1.538

Abstract

Basic life support is a basic action to help someone's life in a state of cardiac arrest and respiratory arrest. Death due to cardiac arrest and respiratory arrest can be overcome if the victim gets help. Basic life support can be done by anyone and anywhere immediately when the onset of cardiac arrest or stopping breathing. The purpose of this activity is to provide education and training to the community so that they can know and demonstrate the provision of basic life support in cases of cardiac arrest and respiratory arrest, choking, burns, poisoning and drowning. The implementation of education and training was given to the people in RT 09 RW 04, Pondok Ranggon, Cipayung, East Jakarta as many as 15 people, giving material and training with discussion lecture methods accompanied by demonstrations with power point media and CPR (Cardio Pulmonary Resuscitation) mannequins for 30 minutes, in addition to the community given education and training for victims of choking, poisoning, burns and drowning. The results of the evaluation in the pre-test showed a moderate level of knowledge of 46.7% and a low of 53.3%, whereas in the post-test obtained a high level of knowledge of 20% and a moderate of 80%. The basic life support education and training program that has been carried out is very useful for increasing public knowledge so it is also expected to be able to practice first aid in cases of cardiac arrest and respiratory arrest.
EDUKASI IBU MENYUSUI DENGAN ASI EKSKLUSIF MELALUI KOMUNIKASI INTERPERSONAL DI WILAYAH KERJA PAMULANG: Health Teaching for Breasfeeding Mother with Exclusive Breastfeeding Through Interpersonal Communication in Pamulang Desmawati; Agustina; Retno Dyah Kusumastuti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2020): JPM | Maret 2020
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.864 KB) | DOI: 10.33023/jpm.v6i1.543

Abstract

Permasalahan pada ibu-ibu menyusui (busui) setelah melahirkan adalah mengalami ketidaklancaran pengeluaran ASI; tidak adanya produksi ASI, produksi ASI (payudaranya) penuh, namun ejeksi ASI tidak lancar, puting susu yang kurang menonjol, dan lain-lain sehingga masih banyak bayi yang diberikan Pengganti Air Susu Ibu (PASI), padahal makanan yang terbaik untuk bayi adalah ASI. Salah satu penyebab hal tersebut terjadi karena kurangnya pengetahuan ibu dan keluarga. Pengetahuan ibu menyusui dan keluarganya terkait ASI eksklusif sangat penting untuk memaksimalkan pemberian ASI eksklusif pada bayi. Selain itu ibu menyusui harus terhindar dari stress, cemas, ketidaknyamanan, ketidaktenangan atau ibu harus selalu bahagia. Tujuan dari pengabdian ini adalah menambah pengetahuan, meningkatkan pemahaman dan perubahan perilaku busui, dan keluarga di lingkungan wilayah kerja Puskesmas Pamulang sehingga cakupan pemberian ASI eksklusif meningkat. Metode yang digunakan adalah health teaching dan demontstrasi pada 12 busui dengan komunikasi interpersonal di Pamulang pada tahun 2018. Hasil yang didapat setelah diberikan health teaching adalah pengetahuan mereka meningkat setelah diberikan Pendidikan kesehatan. Kesimpulan bahwa health teaching bisa meningkatkan pengetahuan ibu menyusui tentang ASI eksklusif. Disarankan health teaching segera dilakukan setelah melahirkan pada ibu menyusui walaupun semasa hamil sudah pernah diberikan.
PEMERIKSAAN KESEHATAN DAN PENYULUHAN KESEHATAN DI DUSUN KRAMPYANG, DESA KALIPANG, KECAMATAN GROGOL, KABUPATEN KEDIRI (KERJA SAMA DENGAN) LEMBAGA AMIL ZAKAT “NURUL HAYAT” DAN “BSMI KABUPATEN KEDIRI” Bambang Wiseno
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2020): JPM | Maret 2020
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.778 KB) | DOI: 10.33023/jpm.v6i1.544

Abstract

Kekeringan menyebabkan berbagai masalah dalam kehidupan manusia. Orang-orang di dusun Krampyang, desa Kalipang, Kecamatan Grogol telah mengalami banyak masalah kesehatan di daerah tersebut. Letak geografis di lereng gunung wilis yang jauh dari layanan kesehatan, menyebabkan masyarakat kurang memiliki perilaku kesehatan. Misalnya, orang-orang menggunakan obat-obatan bebas untuk mengatasi masalah kesehatan mereka. Berdasarkan masalah-masalah itu, melalui Lembaga Amil Zakat "Nurul Hayat" sebagai penyandang dana bekerja sama dengan Perhimpunan Bulan Sabit Merah Indonesia Kabupaten Kediri dan Stikes Pamenang dengan Tim Kesehatannya, mereka tergerak untuk mengurangi beban pada warga dalam mengatasi masalah kesehatan. Layanan sosial diberikan oleh Tim Kesehatan pada 28 September 2019 dengan asumsi layanan kesehatan dan pendidikan kesehatan kepada penduduk. Sebanyak 8,5% dari sekitar 1.200 penduduk memanfaatkan kegiatan ini untuk memeriksa kesehatan mereka secara gratis dan mendapatkan obat sesuai indikasi penyakit mereka. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan bahwa masyarakat yang mengalami masalah kesehatan tertinggi di daerah ini adalah; tekanan darah tinggi sebanyak 38,2% dan gangguan sendi / otot sebanyak 29,4%. Berdasarkan kondisi ini, konseling tentang efek negatif dari penggunaan obat bebas, masalah hipertensi dan masalah osteoporosis diberikan untuk meningkatkan pengetahuan warga tentang kesehatan sehingga konsekuensi dari masalah ini dapat dikurangi. Kata Kunci: Kemarau, Kesehatan Masyarakat, Bakti Sosial.
PENDAMPINGAN GURU DAN MURID GIAT PROGRAM UKS SDN GAMPINGAN 2 Erma Wahyu Mashfufa; Nur Aini; Lilis Setyowati; Ollyvia Freeska D. M.
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2020): JPM | Maret 2020
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.081 KB) | DOI: 10.33023/jpm.v6i1.556

Abstract

Sekolah merupakan tempat pembelajaran, tetapi juga sebagai tempat yang dapat mengancam terjadinya penularan penyakit jika tidak dikelola dengan baik. Usia sekolah dasar merupakan usia yang rawan untuk terserang berbagai penyakit. Penyakit yang sering muncul pada anak usia sekolah umumnya terkait dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Masalah ini dapat diatasi dengan memaksimalkan fungsi UKS (Usaha Kesehatan Sekolah). Tujuan kegiatan pengabdian adalah sarana meningkatkan wawasan fungsi dari UKS, sebagai sarana yang efektif dalam mensosialisasikan kesehatan ; membentuk PERCIL (Perawat Kecil) sebagai rode model PHBS. Metode kegiatan dengan memberikan pendampingan pengisian raport kesehatan siswa, pengenalan alat-alat UKS dan penyuluhan tentang PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat). Kegiatan dilakukan selama 8 bulan pada guru pendamping UKS sejumlah 4 guru dan 20 siswa kader UKS. Setelah pemberian materi, kemudian dilakukan post test dan dipilih 10 siswa berdasarkan nilai post tes tertinggi yang akan dilatih secara intensif untuk menjadi PERCIL (perawat kecil) dan akan mewakili sekolah dalam lomba UKS. Peserta diberikan pre tes dan pos tes oleh pengabdi menggunakan instrumen yang dibuat oleh pengabdi berdasarkan materi yang diberikan. Terjadi peningkatan nilai rata–rata pengetahuan dari 20,65 menjadi 68,85. Tim juga memberikan bantuan peralatan UKS, poster dan buku raport kesehatan siswa dan buku informasi kesehatan untuk siswa usia usia sekolah. Kegiatan bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan Guru dan Kader UKS.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN PARTISIPASI MAHASISWA UNIVERSITAS TANJUNGPURA SEBAGAI AGEN PERUBAHAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN PENEMUAN KASUS TB DI KOTA PONTIANAK: Increasing Knowledge and Participation of Universitas Tanjungpura Studens as an Agent of Change in Efforts to Improve Case Detection of Tuberculosis Cases In Pontianak City Agus Fitriangga
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2020): JPM | Maret 2020
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.892 KB) | DOI: 10.33023/jpm.v6i1.561

Abstract

Tuberkulosis (TB) paru merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Insiden TB di Indonesia mencapai 842 ribu kasus dengan angka mortalitas 107 ribu kasus. Jumlah ini membuat Indonesia berada di urutan ketiga tertinggi untuk kasus TB setelah India dan China. Namun angka penemuan kasus TB di Kalimantan Barat belum mencapai target yang ditentukan yaitu 152 per 100.000 penduduk, bahkan cenderung mengalami penurunan. Tahun 2015 angka CNR adalah 120 per 100.000 dan tahun 2016 CNR menurun menjadi 103 per 100.000. untuk meningkatkan penemuan kasus TB di Kota Pontianak, perlu pelibatan unsur masyarakat, termasuk mahasiswa. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa Universitas Tanjungpura tentang penyakit TB sehingga diharapkan dapat menjadi agent bagi Dinas Kesehatan Kota Pontianak khususnya dalam deteksi kasus TB.

Page 10 of 27 | Total Record : 268