cover
Contact Name
FAHRUDDIN KURDI
Contact Email
fahruddinkurdi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
journal.lppmstikespemkabjombang@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan
Published by STIKES Pemkab Jombang
ISSN : 25809156     EISSN : 26218305     DOI : -
Jurnal Pengabdian Masyarakat is a publication of community service activities in the health sector. The public service journal is published every six months twice a year. Public service journal published by STIKES Pemkab Jombang. The publication of this journal aims to understand and evaluate community service activities as the implementation of research results, application of appropriate technology, dissemination of innovation, and development of community empowerment model. The written articles have not been published in public service journals either nationally or internationally.
Arjuna Subject : -
Articles 268 Documents
Pelatihan Kader Posbindu PTM (Pria) Untuk Mendukung Program Pembangunan Kesehatan Masyarakat Di Kelurahan Gedawang Kota Semarang Ulfiana, Elisa; Erna Widyastuti; Yuniarti; Ida Ariyanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2024): JPM | Maret 2024
Publisher : UPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v10i1.2156

Abstract

Penyakit tidak menular menjadi salah satu permasalahan kesehatan global yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Menurut data WHO tahun 2008 menunjukkan bahwa dari 57 juta kematian yang terjadi, 36 juta disebabkan oleh penyakit tidak menular. Tujuan Umum dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan kader kesehatan dalam upaya melakukan skrining faktor resiko penyakit tidak menular di lingkungan masyarakat di kelurahan gedawang. Metode pelaksaan kegiatan yaitu terdiri dari tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Kegiatan pengabdian masyarakat telah dilaksanakan pada tanggal 25 Oktober 2023 dengan beberapa tahapan di Balai Kelurahan Gedawang dengan peserta kader kesehatan, petugas kelurahan, tim pengabdi dan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Semarang. Hasil pre test dengan kuesioner didapatkan sebanyak 14% peserta memiliki pengetahuan cukup tentang PTM dan 86% memiliki pengetahuan baik. Setelah dilakukan Pendidikan kesehatan dengan leaflet dan materi PPT, posttest dilakukan kepada kader secara lisan dan juga mempraktekkan Kembali cara mengukur tensi, lingkar perut dan TM serta menimbang BB
Edukasi Terhadap Kemampuan Toilet Training Pada Anak SMP Dengan Retardasi Mental Di SLB Dharma Wanita Persatuan Provinsi Bengkulu Deoni Vioneery; Dirhan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2024): JPM | Maret 2024
Publisher : UPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v10i1.2158

Abstract

Toilet training merupakan suatu cara melatih buang air besar dan buang air kecil pada tempatnya (toilet). Toilet training secara umum dapat dilaksanakan pada setiap anak yang sudah memasuki fase kemandirian pada anak. Suksesnya toilet training tergantung pada anak dan keluarga, seperti kesiapan fisik, dimana kemampuan secara fisik sudah kuat dan mampu. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan anak melalui edukasi tentang toilet training pada anak SMP dengan retardasi mental di SLB Dharma Wanita Persatuan Provinsi Bengkulu. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini berupa penyuluhan, demonstrasi, dan diskusi yang dilaksanakan secara langsung atau tatap muka. Hasil kegiatan ini adalah berupa peningkatan kemampuan toilet training siswa SMP dengan retardasi mental. Sebagian besar anak sudah mampu toilet training secara mandiri.
Empowerment Of Pkk Groups Through Diabetes Self Management Efforts To Control Diabetes Mellitus In Sembilangan Village – Bangkalan District: Pemberdayaan Kelompok Pkk Melalui Diabetes Self Management Upaya Pengendalian Penyakit Diabetes Mellitus Di Desa Sembilangan – Kecamatan Bangkalan Jnauarti, Luluk; Rahmad Wahyudi; M.Shofwan Haris
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2024): JPM SEPTEMBER 2024
Publisher : UPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v10i2.2300

Abstract

Diabetes melitus (DM) penyakit gangguan metabolisme kronis yang ditandai oleh kadar glukosa darah tinggi (hiperglikemia) yang dapat menyebabkan komplikasi neuropati perifer dan terjadi ulkus diabetikum. pemberdayaan dengan mengikutsertakan kelompok mitra PKK sebagai kader kesehatan primer di Masyarakat dibutuhkan sebagai agen perubahan. Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk memberdayakan, melatih dan memberikan edukasi Kesehatan sebagai Upaya pencegeahan dan pengendaliandiabetes mellitus.  Metode dalam kegiatan ini Pendidikan Kesehatan, pelatihan dan Praktik Comprehensive Clinical Skill, meliputi kegiatan pekan deteksi dini Kesehatan dasar, diabetes self management, senam kaki diabetes, manajemen perawatan kaki, pelatihan kader Kesehatan dan screening resiko luka ulkus. Kegiatan dilaksanakan pada kelompok mitra PKK sejumlah 25 orang beserta masyarakat desa Sembilangan. Hasil kegiatan terdapat 13 warga desa sembilangan mengalami diabetes mellitus, peningkatan pengetahuan kelompok mitra PKK tentang diabetes self management, manajemen perawatan kaki, tugas dan fungsi kader yang dibuktikan dengan peningkatan nilai mean sebelum dan sesudah kegiatan serta  mampu melakukan demonstrasi ketrampilan senam kaki diabetes dan screening luka ulkus serta terlibat aktif dalam pekan deteksi dini Kesehatan dasar. Pengetahuan dibutuhkan guna untuk membentuk sikap dan tindakan seseorang. Pendidikan kesehatan merupakan aplikasi atau penerapan pendidikan dalam bidang kesehatan, dimana kegiatan untuk memberikan dan meningkatkan pengetahuan, sikap, praktik pada individu, kelompok atau masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan sendiri. Diharapkan kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan bekerja sama dengan pihak Puskesmas untuk mengembangkan inovasi kelompok peduli perubahan dalam bidang kesehatan. Serta menjadi project based learning bagi wilayah desa lain
Training Of Disaster Safe Education Unit As An Effort To Reduce The Risk Of Disaster Schools In Surakarta: Pelatihan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Sebagai Upaya Pengurangan Resiko Bencana Di Sekolah Rawan Bencana Surakarta Eska Dwi Prajayanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2024): JPM SEPTEMBER 2024
Publisher : UPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v10i2.2213

Abstract

Bencana merupakan peristiwa atau rangkaian yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan oleh faktor non alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan dampak psikologis. Dampak bencana terhadap anak salah satunya adalah dampak pendidikan yang berakibat putus sekolah, kehilangan dokumen sampai ke penurunak kualitas pendidikan. Satuan Pendidikan Aman Bencana merupakan sebuah upaya pencegahan dan penanggulangan dampak bencana pasa satuan pendidikan. Pengetahuan tentang SPAB harus dimiliki oleh tenaga pendidik sebagai upaya untuk meminimalkan resiko terjadinya korban di satuan pendidikan. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pelatihan kepada peserta didik tentang SPAB terutama di satuan pendidikan yang rawan bencana banjir. Metode dalam kegiatan ini adalah pelatihan yang dilaksanakan selama 2 hari dimana hari pertama diberikan pembekalan materi tentang SPAB dengan cara ceramah dan hari kedua dilakukan simulasi pelaksanaan SPAB dilingkungan sekolah. Hasil dari kegiatan ini setelah dilakukan pengukuran tingkat pengetahuan tentang SPAB diperoleh hasil 97% guru TK mengalami peningkatan pengetahuan dari total peserta 63 guru TK ABA Kota Surakarta. Kesimpulan kegiatan ini setelah dilakukan pelatihan SPAB selama 2 hari satuan pendidik mampu mengaplikasikan SPAB dan diharapkan mampu diimplementasikan di Satuan Pendidikan TK Aisyiyah Se Surakarta
Parental Guidance Through Monitoring Of Children’s Growth And Development And Gemati In An Effort To Anticipate The Inner Child Phenomenon From An Early Age: Pendampingan Orangtua Melalui Pemantauan Tumbuh Kembang Dan GEMATI (Gerakan Memantau Anak Dari Hati) Dalam Upaya Antisipasi Fenomena Inner Child Sejak Dini Putri, Hanifa; Sri Rahayu; Listyaning Eko Martanti; Setya Prihatin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2024): JPM SEPTEMBER 2024
Publisher : UPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v10i2.2299

Abstract

Inner child adalah sebuah konsep yang digunakan untuk menggambarkan “sifat kekanak-kanakan” dalam diri seseorang. Konsep ini juga merujuk pada sikap kekanakan pada diri seseorang, terutama orang dewasa. Setiap manusia umumnya memiliki inner child yang berbeda, karena hal ini terbentuk dari pengalaman saat masih anak-anak. Inner child adalah bagian dari diri seseorang yang berperan dalam membentuk karakternya. Trauma   masa   anak meliputi beberapa aspek, yaitu:  kekerasan fisik, kekerasan seksual, kekerasan emosional,    penolakan    fisik,    penolakan    emosional,    dan    menyaksikan kekerasan. Kejadian yang  berkaitan  dengan  aspek-aspek  tersebut, sangat  berpengaruh  terhadap  trauma  pada  masa  anak,  dan  kehidupan individu tersebut. Anak yang seharusnya mendapatkan rasa aman dari orang-orang terdekatnya, namun nyatanya orang-orang terdekat itu yang memberikan  luka  pada  anak. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan peran kader dan orang tua melalui GEMATI (Gerakan Memantau Anak dengan Hati) memberikan edukasi pola asuh yang tepat untuk menghindari dampak innerchild, dan cara mendeteksi gangguan emosional pada anak di Kelurahan Ngijo Gunungpati. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah hasil pengetahuan ibu tentang innerchild sebelum dan sesudah diberikan edukasi menunjukkan peningkatan rerata dari skor 8,46 menjadi 8,54. Kader dan orangtua mendapatkan edukasi tentang konsep tumbuh kembang anak, pola asuh dengan GEMATI (Gerakan Memantau Anak dari Hati), tantrum, dan innerchild. Hal ini merupakan salah satu upaya untuk mencegah terjadinya kekerasan pada anak yang dapat memberikan dampak negatif untuk perkembangan emosional anak
D’BEST (Stunting-Free Village) Through The Establishment Of Toga Gardens (Family Medicinal Plants) Gasing (Anti-Stunting Movement): D’BEST (Desa Bebas Stunting) Melalui Pembentukan Kebun Toga (Tanaman Obat Keluarga) Gasing (Gerakan Anti stunting) Sari, Evi Puspita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2024): JPM SEPTEMBER 2024
Publisher : UPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v10i2.2310

Abstract

Stunting adalah kondisi di mana pertumbuhan fisik anak terhambat, biasanya disebabkan oleh kekurangan gizi pada periode awal kehidupan, seperti masa kehamilan dan 1000 hari pertama kehidupan. Kondisi ini dapat mempengaruhi perkembangan otak dan kesehatan secara keseluruhan. Tanaman obat keluarga (TOGA) bisa menjadi salah satu solusi untuk membantu mengatasi masalah gizi dan kesehatan secara alami. Beberapa tanaman obat yang sering digunakan di Indonesia dapat membantu mendukung kesehatan anak dan pencegahan stunting. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membentuk desa bebas stunting dengan memanfaatkan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dalam pencegahan stunting dan peningkatan ekonomi masyarakat. Kegiatan ini dilakukan melalui penyuluhan, pelatihan pembuatan produk pangan bergizi dari TOGA, serta pembentukan kebun TOGA antistunting. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan TOGA untuk pencegahan dan ide usaha masyarakat. Program ini diharapkan dapat berkontribusi pada penurunan angka stunting di wilayah Panglungan.
Empowering Families As Care Givers In Improving The Health Of Elderly With Diabetes Mellitus At Home In Kembangbilo Village, District Tuban: Pemberdayaan Keluarga Sebagai Care Givers Dalam Meningkatkan Kesehatan Lansia Diabetes Mellitus Di Rumah Di Desa Kembangbilo Kecamatan Tuban Dyah Pitaloka; Hyan Oktodia Basuki; Fitri Firranda Nurmalisyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2024): JPM SEPTEMBER 2024
Publisher : UPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v10i2.2316

Abstract

Seiring dengan bertambahnya usia, banyak didapatkan lansia yang mengalami masalah kesehatan, salah satunya adalah menderita penyakit Diabetes mellitus (DM). Lansia dengan diabetes mellitus   memerlukan   bantuan dalam penanganan masalah keehatannya terutama dari keluarga yang berperan sebagai caregiver bagi lansia. Tujuan Kegiatan pengabdian masyarakat diberikan terhadap keluarga sebagai care diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan keluarga dalam merawat lansia dengan DM.Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa peran keluarga dalam memberikan dukungan bagi lansia sangat berpengaruh pada kondisi kesehatan lansia. Metode pengabdian dilakuakan dengan memberikan materi dan pelatihan senam kaki melalui media promosi kesehatan kepada keluarga yang mearawat (care giver). Kegiatan ini di ikuti oleh 25 keluarga yang memiliki lansia dengan menderita penyakit DM. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan keluarga lansia dalam pengelolaan DM setelah diberikan pelatihan terintegrasi Kadar gula darah lebih dari normal 12% dan Normal 88%. Pengetahuan Merawat lansia (pemberian diet yang tepat) Kurang (0%) Cukup 8% Baik 92%. Sehingga memberikan dampak yang positif kepada care giver  dalam merawat lansia tentang penyakit diabetes melitus, dan pencegahannya khusnya pada masyarakat di Desa Kembangbilo Kec. Tuban dengan yang memiliki lansia dengan diabetes mellitus
Education to Increase Knowledge of the Dangers of Smoking in Madrasah Ibtidayah School Children: Edukasi Peningkatan Pengetahuan Bahaya Merokok Pada Anak Sekolah Madrasah Ibtidayah Teuku, tahlil
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2024): JPM SEPTEMBER 2024
Publisher : UPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v10i2.2323

Abstract

Kebiasaan merokok tidak hanya menjadi masalah kesehatan tapi juga merugikan secara ekonomi dan sosial perokok dan juga masyarakat sekitar. Oleh karena itu, upaya-upaya meningkatkan pengetahuan tentang bahaya merokok sangat diperlukan guna mencegah dan menghentikan perilaku merokok terutama pada anak remaja. Studi ini bertujuan untuk mengetahui manfaat intervensi pendidikan dalam meningkatkan pengetahuan bahaya merokok pada agregat remaja di salah satu desa dalam Kabupaten Aceh Besar dengan Asuhan Keperawatan. Hasil pengkajian keperawatan menunjukkan terdapat remaja yang belum mendapatkan edukasi terkait bahaya merokok dan hidup dalam lingkungan perokok. Berdasarkan data ditetapkan masalah keperawatan dan kemudian disusun intervensi untuk peningkatan pengetahuan bahaya merokok dengan edukasi. Implementasi kegiatan dilakukan dengan metode penyuluhan melalui ceramah, menonton video edukasi bahaya merokok dan simulasi bahaya merokok yang diikuti oleh 15 remaja. Hasil evaluasi menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan dari 26% menjadi 100%.  Studi ini membuktikan bahwa pendidikan kesehatan yang diberikan tentang bahaya merokok pada remaja untuk menghindari secara dini perilaku merokok dan dampak yang ditimbulkan dari merokok. Diharapkan dari studi kasus ini mempu menjadi evaluasi bagi pihak sekolah atau pembina UKS untuk melakukan penyuluhan dengan memanfaatkan media promosi kesehatan mengenai bahaya merokok untuk mencegah perilaku merokok secara dini pada remaja
Increasing The Animo Of Donor Milk Givers And Recipients Through The Socialization Of Breast Milk Sharing ProgramNIMO OF DONOR MILK GIVERS AND RECIPIENTS THROUGH THE SOCIALIZATION OF BREAST MILK SHARING PROGRAM: Peningkatan Animo Pemberi Dan Penerima ASI Donor Melalui Sosialisasi Program Berbagi ASI Ulfiana, Elisa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2024): JPM SEPTEMBER 2024
Publisher : UPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v10i2.2340

Abstract

ASI adalah makanan yang terbaik untuk bayi usia 0-6 bulan. Akan tetapi, tidak semua ibu dapat memberikan ASI secara langsung atau memberikan cukup ASI kepada bayinya. Kondisi ini membuat program berbagi ASI menjadi salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan bayi akan ASI melalui penyediaan ASI donor. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan animo pemberi dan penerima ASI donor. Metode pelaksanan kegiatan yaitu terdiri dari tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Tahap persiapan dilakukan dengan penyiapan media kegiatan dan perijinan. Tahap pelaksanaan yaitu intervensi, meliputi sosialisasi donor ASI, pembentukan komunitas melek ASI donor, pembentukan POS Asi donor. Tahap evaluasi yaitu dengan melihat tolak ukur keberhasilan kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan responden, terbentuknya komunitas melek ASI Donor, terbentuknya Pos ASI Donor, terjalinnya kerjasama dengan desa mitra. Berdasarkan hasil iji analisis data tingkat pengetahuan menggunakan paired t-test menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05 yang artinya terdapat pengaruh sosialisasi terhadap tingkat pengetahuan. Peran dan dukungan dari masyarakat sangat berarti untuk mendukung keberlangsungan kegiatan Program Donor ASI
Empowering Mothers And Facilitators Of Girls' Schools In Preparing Healthy Brides And Stunting-Free Generations In Kedung Betik Village, Kesamben, Jombang: Pemberdayaan Ibu Dan Fasilitator Sekolah Perempuan Dalam Mempersiapkan Calon Pengantin Sehat Dan Generasi Bebas Stunting Di Desa Kedung Betik, Kesamben, Jombang Hasyim, Masruroh; Herin Mawarti; Nur Ulwiyah; Pujiani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2024): JPM SEPTEMBER 2024
Publisher : UPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v10i2.2345

Abstract

Pernikahan anak meningkatkan risiko stunting akibat kehamilan dini dan kurangnya pengetahuan serta akses gizi yang memadai.  Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi komprehensif kepada fasilitator dan peserta sekolah perempuan dalam mempersiapkan calon pengantin yang sehat, mandiri, dan siap menghadapi kehidupan pernikahan. Edukasi yang diberikan meliputi kesehatan reproduksi, Gizi remaja, balita, kesiapan fisik dan mental calon pengantin serta pendidikan karakter. Metode yang digunakan adalah sosialisasi,  pendampingan dan evaluasi, dan keberlanjutan program. Hasil pelaksanaan pengabdian ini adalah kegiatan sekolah perempuan Amanah yang telah terbentuk mempunyai aktifitas pembelajaran dan sebanyak 34 peserta sekolah perempuan yang terdiri dari fasilitator dan peserta sekolah mengalami peningkatan pengetahuan.  Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan perempuan dalam menghadapi pernikahan dengan lebih matang dan bertanggung jawab, sehingga mampu mewujudkan keluarga yang harmonis dan berkualitas dan menjadikan desa kedung betik bebas Stunting. Rekomendasi dari pengabdian masyarakat ini Sekolah Perempuan Amanah berjalan berkelanjutan dengan terciptanya kurikulum sebagai panduan pembelajaran