Wacana: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi
Wacana, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi merupakan wujud karya ilmiah tentang kajian ilmu komunikasi yang melingkupi hasil penelitian dengan tema atau topik yang dibahasa dalam jurnal Wacana meliputi kajian ilmu komunikasi baik Komunikasi Politik atau pun Komunikasi Lintas Budaya; Strategic Communication meliputi Kehumasan, Periklanan, IMC, maupun Branding; Analisis Teks, Semiotika; dan juga Media Studies.
Articles
973 Documents
ADAKAH ILMU PENERANGAN PADA EPISODE DEWASA INI ?
Kertopati, Ton
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 4, No 3 (2005)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Bagi suatu ilmu pengetahuan, teori itu dapat diibaratkan sebagai jantungnnya, meskipun dapat menyesatkan bila kita menganggapnya sebagai sekuat karang yang tidak dapat diungkit ungkit lagi, sebagai hasil karya manusia dalam upaya mencari kebenaran.Manusialah yang menciptakan teori di dalam proporsi kebutuhannya, maka oleh karena itu suatu teori bisa saja berisi system lengkap,kategori generalisasi dll, dan keterkaitan gejala gejalanya satu dengan yang lainnya, namun pada kernyataanya masih ada yang tidak bermanfaat. Walaupun tidak berarti False (keliru) namun useless tidak berfaedah.
PORNOGRAFI , ISU SOSIAL-POLITIK DAN PERAN AMBIGU MEDIA MASSA
Santoso, Prasetya Yoga
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 10, No 4 (2011)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
PORNOGRAFI , ISU SOSIAL-POLITIK DAN PERAN AMBIGU MEDIA MASSA
DRAMA KEHIDUPAN DALAM PERTELEVISIAN INDONESIA TINJAUAN BERDASARKAN PEMIKIRAN ERVING GOFFMAN TENTANG DRAMATURGI
Manihuruk, Amin Saragih
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 4, No 13 (2005)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kehadiran  media  televisi membawa berbagai implikasi terhadap  kehidupan  masyarakat Indonesia. Selain dapat memberikan informasi, televisi juga diharapkan dapat memberikan hiburan   yang  sehat  bagi  khalayak. Tampaknya  para  penqelola media tanggap   terhadap peluang  yang ada. Oleh karena itu, bermunculanlah berbagai jenis program bernuansa hiburan. Salah satunya yaitu program Dangdut Mania di TP! Sebuah program acara musik yang   menampilkan penyanyi dangdut  dari kalangan masyarakat biasa (umumnya menengah ke bawah).Namun dalam  perjalanannya,  acara tersebut   menimbulkan dampak  yang tidak  ⢠menguntungkan karena  mereka terbuai  oleh kesadaran palsu untuk menjadi  seorang artis dengan segala kehidupannya yang serba mewah. lnilah dampaknya jika masyarakat tidak   paham   bahwa   program-program  televisi itu  hanyalah merupakan  panggung sandiwara. la merupakan sebuah drama kehidupan yang dimainkan oleh para aktor dan aktris. Ada penyanyi  di atas panggung yang bercita-cita menjadi artis terkenal, lalu di hadapan  rnereka ada penonton yang menikmati suguhan  tersebut. Tetapi disadari atau tidak, ada dalang di balik itu semua. Ada para produser dan pengelola media di belakang panggung yang membuat dan mengatur acara untuk mencapai tujuan mereka.Fenomena sosial tersebut tampaknya sesuai dengan  pemikiran Erving Goffman mengenai konsep DRAMATURGI. la mengatakan bahwa manusia cenderung melakukan peran   sebagaimana halnya  seorang   aktor  atau  aktris  memainkan perannya di atas panggung pertunjukan. Goffman cenderung melihat kehidupan sosial sebagai  satu seri drama  atau seri pertunjukan di mana para aktor memainkan peran-peran tertentu  guna mempertahankan gambaran diri yang stabil. Teater dijadikan kiasan dari kehidupan sehari-hari. Pelajaran yang dapat diambil dari pemikiran Goffman berkaitan dengan fenomena diatas adalah agar dalam kehidupan social, manusia harus menjalankan secara baik dengan mempersiapkan kompetensi para pemeran di panggung kehidupan. Hal ini bertujuan agar manusia tidak hanya bias bermimpi dalam kehidupan yang semakin kompleks dan dinamis sebagai konsekuensi logis kehadiran media televisi di Indonesia.Â
HUMAN TRAFFICKING TROUGH SOCIAL MEDIA
Widarini, Dwi Ajeng;
Prasasti, Rati
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 12, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Human trafficking is like an iceberg phenomenon. The number that hiding under the surface is greater far beyond what we can see. Human trafficking can be happened to anybody and anytime, including our relatives and neighbors who lack of knowledge and education about the subjectThus, the need for communications campaign to disseminate the knowledge necessary to prevent the human trafficking. Therefor, this paper scrutinized the campaign to raise the awareness on human trafficking by Computer Mediated Communication especially twitter. One of the interesting fact is twittter account @FemaleNotThing with tagline âshe is not for saleâ give an education and knowledge as communication campaign on human trafficking isues.This paper objective is to describe how the perception of student in Prof.Dr.Moestopo (Beragama) University on human trafficking issues from the @FemaleNotThing account and to examined the effectiveness of communication campaign by twitter account. One of the finding shown that 75% of students (n=41) aware about human trafficking issues.The use of new media in the form of communications campaign can be an alternative for the solution to introduce and raise awareness even trigger social movement on issues of human trafficking.We recommend the use of large-scale communication campaign integrated with official agency program nationally to combat human trafficking.
PEMBENTUKAN DAN PENGEMBANGAN HUBUNGAN PERTEMANAN ANTAR ETNIS DI JAKARTA ( Suatu Studi Komunikasi Antarpribadi di Kalangan Etnis Betawi dan Non-Betawi di Jakarta )
nurkholisoh, nurkholisoh
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 3, No 12 (2005)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Studi tentang masyarakat  Betawi yang telah dilakukan oleh para ahli selama ini lebih menitik beratkan pada unsur budaya, demografi dan adat istiadat yang terdapat di dalam komunitas tersebut, seperti Lance Castle yang melihatn.ya dari sudut demografi dalam bukunya" The Ethnic Profile of Djakarta" (1967). Masyarakat Betawi yang memiliki garis sejarah dengan kerajaan Jayakarta dikenal memiliki keyakinan agama yang kuat dan memegang teguh adat istiadat yang telah diwariskan oleh nenek moyangnya secara turun temurun. Hal inilah yang meyebabkan masyarakat Betawi menjadi suatu komunitas yang memiliki ciri khas tersendiri dilihat dari kultur dan adat istiadatnya. Seiring dengan perkembangan sosiokultural yang ada saat ini, masyarakat etnis Betawi yang selama ini dikenal dengan fanatisme  kultur  dan religi yang kuat turut mengalami  perubahan. Namun  demikian, pada tempat-tempat tertentu di Jakarta yang memiliki mayoritas komunitas Betawi seperti Condet, Cawang, Kampung Pulo dan Kebon Kacang masih memiliki fanatisme kultur dan religi yang  masih dipegang teguh. Nilai-nilai budaya yang masih dipegang teguh ini tentunya turut mempengaruhi perilaku masyarakat Betawi, baik yang bersifat internal maupun eksternal termasuk cara-cara dalam bergaul dan menjalin hubungan dengan etnis lain yang ada di dalam komunitas tersebut. Dalam hal ini tentunya menarik untuk mengetahui proses pembentukan dan pengembangan hubungan antar etnis betawi dan non-Betawi yang ada di Jakarta serta faktor-faktor yang mempengaruhi hubungan tersebut sehingga hubungan pertemanan dapat berlanjut dari satu tahap ke tahap berikutnya.
SEKOLAH KEJURUAN SEBAGAI CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DJARUM FOUNDATION
Sulaeman, Dede;
Mona, Leila
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 16, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Beroperasi di tengah ketatnya persaingan bisnis rokok, derasnya tekanan masyarakat maupun kebijakan pemerintah Djarum membutuhkan strategi bisnis yang kreatif. Program CSR Djarum Foundation dalam bentuk Program Sekolah Kejuruan (Vocational School) dipercaya menjadi salah satu strategi korporasi dalam upaya untuk bertahan bahkan mengembangkan bisnis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keunggulan program Sekolah Kejuruan Djarum Foundation, strategi komunikasi, dan legitimasi masyarakat terhadap program. Penelitian deskriptif kualitatif ini mengumpulkan data melalui wawancara dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menjelaskan bahwa Sekolah Kejuruan merupakan program CSR yang unggul, tidak mudah ditiru, dan berhasil mencapai tahap sustaining survival. Komunikasi program Sekolah Kejuruan dilakukan dengan pemilihan media, sasaran, isi pesan, dan narasumber secara efektif. Pendekatan tersebut menguatkan posisi strategis Djarum Foundation di level nasional dan internasional. Sekolah Kejuruan Djarum juga memperoleh legitimasi yang tercermin dari antusiasme masyarakat terhadap program; meningkatkan ekonomi masyarakat Kudus; dan apresiasi pemerintah baik daerah maupun pusat.
ALIRAN FRANFURT DAN PRAGMATIK UNIVERSAL
Abdullah, Abdullah
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 10, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
ALIRAN FRANFURT DAN PRAGMATIK UNIVERSAL
SEKILAS CATATAN MENGENAI PORNOGRAFI
Kertopati, Ton
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 3, No 19 (2004)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
SEKILAS CATATAN MENGENAI PORNOGRAFI
PROSES PRODUKSI ACARA SIARAN LANGSUNG TELEVISI UNTUK MENGHASILKAN ACARA YANG LAYAK TONTON
Yoedtadi, Muhammad Gafar;
Pribadi, Muhammad Adi;
Siswoko, Kurniawan Hari
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Acara televisi yang disiarkan secara langsung memiliki kompleksitas yang lebih tinggi dibanding acara yang diproduksi dengan format rekaman. Dari sisi persiapan harus dilakukan secara detil dan terencana. Diskusi tidak hanya dilakukan berulang kali antar awak produksi, tapi juga terhadap para pengisi acara. Penyebabnya adalah acara yang disiarkan secara langsung di televisi tidak memiliki kesempatan untuk melakukan penyuntingan sebagaimana yang dilakukan siaran dengan format rekaman. Berbagai kesalahan dan penyimpangan berpeluang terjadi dalam acara siaran langsung. Penyimpangan yang lebih genting adalah ketika melanggar aturan hukum dan norma-norma sosial. Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) sesuai amanat Undang-Undang No. 32/2002 Penyiaran, telah menerbitkan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) untuk mengatur agar stasiun televisi selalu memproduksi acara yang layak untuk ditonton masyarakat. Namun, dalam pengamatan KPI jumlah sanksi untuk stasiun televisi akibat pelanggaran P3SPS tidak kunjung mengalami penurunan. Kasus pelanggaran yang menonjol adalah kesalahan yang dilakukan para pengisi acara akibat tidak mengikuti naskah yang sudah disusun, melakukan adegan spotan yang ternyata melanggar aturan P3SPS. Penelitian ini berupaya mengungkap proses produksi siaran langsung televisi untuk menghasilkan acara yang layak tonton. Sebagai sample penelitian dipilih dua stasiun televisi nasional. Metode penelitian kualitatif deskriptif.
Organizational Discourse: Ideologi dan Relasi Kuasa dalam Organisasi
Prasetya, Hendri
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 4, No 2 (2005)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Oganizational Discourse adalah kajian kritis keorganisasian yang berfokus  pada  proses relasi kuasa  dan dominasi  yang terbentuk   dalam  realitas sosial organisasi, melalui proses pewacanaan yang  terjadi.  Proses  pengorganisasian sendiri dilihat sebagai situs dominasi  (site  of  domination)  kelornpok  tertentu. Semuabentukan kuasa dan dominasi tersebut tertanam dalam pemaknaan wa-cana - wacana yang  berkembang  dalam organisasi dan  melebur sebagai  konsepsi  budaya oganisasi  itu sendiri.Secara umum organisasi kerap dipahami   sebagai   kumpulan sejumlah orang  yang memiliki tujuan tertentu, dengan struktur pembagian  kerja yang jelas dan terarah. lstilah "organisasi" didefinisikan  sebagai sesuatu yang  nyata merangkum   orang- orang, hubungan-hubungan dan tujuan yang jelas. Organisasi menjadi  semacam  wadah  kerja bagi orang-orang  yang memiliki tujuan yang sama