cover
Contact Name
Jurnal Media Analis Kesehatan
Contact Email
mediaanalis@poltekkes-mks.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
mediaanalis@poltekkes-mks.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Media Analis Kesehatan
ISSN : 20871333     EISSN : 26219557     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Media Analis Kesehatan merupakan jurnal ilmiah berkalah yang diterbitkan oleh Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar Jurusan Analis Kesehatan dengan pISSN : 2087-1333, dan e-ISSN : 2621-9557. Media Analis Kesehatan merupakan merupakan jurnal ilmiah yang memuat tulisan ilmiah yang berkaitan dengan bidang ilmu analis kesehatan atau teknologi laboratorium medik. Keberadaan jurnal ini memberikan ruang bagi para tenaga analis kesehatan dan tenaga teknologi laboratorium medis untuk mempublikasikan tulisan ilmiahnya dalam jurnal yang lebih spesifik dengan mudah dan berkelanjutan. Sirkulasi media analis kesehatan poltekkes Makassar terbit setiap dua kali setahun.
Arjuna Subject : -
Articles 128 Documents
POTENSI ANTIFUNGI EKSTRAK DAUN SINGKONG (Manihot esculenta C.) TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR Malassezia Furfur Zulfikar Ali Hasan; Rafika Rafika; Rivaldo Pratama Ismail; Nurlia Naim
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 12, No 2 (2021): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mak.v12i2.2451

Abstract

Pityriasis versicolor disebabkan oleh jamur superfisialis, yakni Malassezia furfur. Daun singkong (Manihot esculenta C) merupakan tanaman yang banyak digunakan untuk pengobatan karena mengandung senyawa metabolit flavonoid, saponin, titerpenoid dan tannin yang memiliki sifat antimikroba. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun singkong (Manihot esculenta C.) dalam menghambat pertumbuhan jamur Malassezia furfur. Metode dalam penelitian ini yaitu Quasi experiment atau eksperimen semu dengan rancangan Posttest Only With Non-Equivalent Control Design. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Bakteriologi Poltekkes Kemenkes Makassar Jurusan Analis Kesehatan, pada bulan Juni tahun 2021. Uji aktivitas antijamur menggunakan metode ekstraksi maserasi dengan variasi konsentrasi100%, 75%, 50% dan 25%. Kontrol positif yang digunakan adalah itrakonazol sedangkan kontrol negatif yang digunakan aquades. Hasil ekstrak daun singkong tidak membentuk zona hambat terhadap petumbuhan Malassezia furfur. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun singkong (Manihot esculenta C.) tidak memiliki efektivitas antijamur terhadap pertumbuhan Malassezia furfur, ditunjukan dengan tidak terbentuknya zona bening disekitar kertas cakram yang telah direndam ekstrak daun singkong pada media Sabouraud Dextrose Agar (SDA). Diperlukan analisis fitokimia kuantitatif untuk mengetahui kadar senyawa metabolit daun singkong. Kata kunci : Antifungi, Ekstrak Daun Singkong, Malassezia furfur
METODE SEDERHANA UNTUK MENDETEKSI KERACUNAN ALKOHOL DALAM SALIVA Nur Qadri Rasyid; Muawanah Muawanah; Suardi Suardi
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 12, No 2 (2021): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mak.v12i2.2395

Abstract

Intoksikasi alkohol dalam tubuh dapat menyebabkan gangguan visual, gangguan neurologis, gagal ginjal akut, gangguan paru-paru, gangguan jantung, asidosis metabolik, dan kematian.  Diagnosis pasti dari keracunan alkohol umumnya didasarkan pada deteksi alkohol atau metabolitnya dalam darah. Diagnosis dini sangat penting, karena memulai pengobatan yang tepat dapat secara nyata mengurangi morbiditas dan mortalitasnya. Saat ini deteksi alkohol dalam cairan tubuh disimpulkan dari pengukurannya dalam darah. Pengukuran ini sering dilakukan oleh analis kesehatan di laboratorium khusus dengan menggunakan peralatan mahal, dan penundaan yang lama antara mendapatkan spesimen dan mendapatkan hasilnya. Pada penelitian ini, akan dilakukan metode sederhana dengan menggunakan kalium dikromat sebagai pereaksi dalam alkohol dalam air liur pada subjek yang diduga keracunan saliva. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan pereaksi kalium bikromat merupakan metode yang praktis, cepat, murah dan mudah diinterpretasikan dan dapat digunakan untuk memprediksi adanya alkohol dalam darah melalui air liur. Pada semua jenis subjek yang dicurigai keracunan alkohol terdapat 8 sampel saliva yang positif mengandung alkohol dari perubahan warna yang sesuai dengan kontrol positif dengan konsentrasi 0.02% warna hijau dan 0.1% warna hijau kebiruan. Penelitian ini dapat dipertimbangkan sebagai pilihan untuk menentukan konsentrasi alkohol dalam darah di tempat kejadian perkara dan juga dalam kasus postmortem untuk forensik.
PERTUMBUHAN Salmonella sp PADA PRODUK MAKANAN Zulfian Armah; Yaumil Fachni Tandjungbulu; Uci Sampe Padang; Ridho Pratama
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 12, No 2 (2021): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mak.v12i2.2460

Abstract

Telur asin banyak digemari oleh masyarakat Kota Makassar dan merupakan salah satu produk dari teknologi hasil ternak. Salah satu metode yang dapat digunakan dalam pembuatan telur asin yaitu metode pemeraman. Dalam proses ini tentunya tingkat kebersihan masih sangat rentan sehingga diperkirakan peluang terkontaminasi beberapa jenis bakteri sangatlah besar khususnya bakteri Salmonella sp. Bakteri ini dapat meginfeksi saluran cerna, menimbulkan gejala klinis yang bervariasi bahkan apabila tidak tepat dalam penanganannya dapat menyebabkan kematian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat bakteri Salmonella sp pada telur asin mentah dan yang telah dimasak di Pasar Tradisional Kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah observasi laboratorik untuk mengetahui apakah terdapat Salmonella sp pada telur asin mentah dan yang telah dimasak di Pasar Tradisional Kota Makassar. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Dalam penelitian ini sampel yang digunakan sebanyak 16 sampel telur asin masak dan mentah dari 4 wilayah Pasar Tradisional Kota Makassar yaitu Pasar Pa’baeng Baeng, Pasar Hartaco, Pasar Sentral, dan Pasar Tello. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Laboratorium Bakteriologi Jurusan Teknologi Laboratorium Medis Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Makassar dapat disimpulkan bahwa ditemukan adanya bakteri Salmonella sp pada 2 sampel (12,5%) dari 16 sampel telur asin mentah dan masak di Pasar Tradisional Kota Makassar.Kata Kunci : Salmonella Sp, Telur Asin Mentah, Telur Asin Masak
EFEK LAMA WAKTU PEMAPARAN OBAT NYAMUK BAKAR TERHADAP MAKROSKOPIS PARU MENCIT (Mus musculus) Acivrida Mega Charisma; Refilda Refilda Ningtyas
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 12, No 2 (2021): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mak.v12i2.2427

Abstract

The active substances contained in mosquito coils when used long term can affect and cause abnormalities in the organs of the human body, one of which is the lungs. The purpose of this study was to determine the effect of exposure time for mosquito coils on microscopic and macroscopic examination of the lungs of mice (mus musculus). The research was experimental with 24 mice divided into four groups, namely P0 as a control, P1 exposed to mosquito coil smoke for 4 hours, P2 exposed to smoke for 6 hours, and P3 exposed to smoke for 8 hours per day for 30 days. On the 30th day, surgery was performed to perform macroscopic observations which included weighing the lungs, measuring the diameter of the lungs and observing the color of the lungs. The results of the research P0, P1, P2, and P3 on color microscopic showed pink; pink with raised patches; red with dark patches; and red with white patches. At P0, P1, P2, and P3 lung diameters, the results were 1.3; 1.4; 1.5; 1.6. Meanwhile, the lung weight obtained was 0.22; 0.24; 0.24; and 0.24. The conclusion in this study is that there is a significant difference in the duration of exposure to mosquito coils on lung diameter.
KORELASI HASIL BAKTERIAL PADA URIN RUTIN DENGAN KULTUR URIN TERHADAP PASIEN DIAGNOSA INFEKSI SALURAN KEMIH Andi Ani Sulistiani; Artati Artati; Syahida Djasang; Mursalim Mursalim
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 12, No 2 (2021): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mak.v12i2.2461

Abstract

Infeksi saluran kemih (ISK) adalah keadaan klinis akibat berkembang biaknya mikroorganisme yang menyebabkan inflamasi pada saluran kemih dan menimbulkan bakteriuria (>100.000 CFU/ml). Prosedur standar pembuktian ISK adalah pemeriksaan Urin rutin dan kultur urin. Pemeriksaan bakteri merupakan salah satu parameter yang diperiksakan di Urin rutin, yang dilakukan dengan pemutaran dengan kecepatan yang ditentukan kemudian diambil endapan lalu diperiksa di bawah mikroskop dengan pembesaran obkjektif 40x. Penelitian bertujuan mengetahui korelasi bakteri pada urin rutin dengan kultur urin (gold standar) pada pasien diagnosa ISK. Metode penelitian bersifat independen untuk menemukan ada tidaknya hubungan hasil bakterial di urin dengan kultur urin terhadap pasien curiga ISK, hasil penelitian dianalisis menggunakan uji korelasi Kendall’s. Dari penelitian yang dilakukan di Klinik Labroratorium Prodia didapatkan hasil korelasi yang signifikan kuat dan searah, dengan tingkat kesalahan 1% (hasil sig 0,000<0,001) antara keduanya.Kata Kunci : ISK, Kultur urin, Urin, Urin rutin
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR KOAGULASI PADA PASIEN COVID-19 DI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS HASANUDDIN Nurdin Nurdin; Andi Natasya Salsabila; Rahman Rahman; Hurustiaty Hurustiaty
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 12, No 2 (2021): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mak.v12i2.2433

Abstract

COVID-19 merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus baru yang ditemukan pada akhir tahun 2019 yaitu SARS-CoV-2. Pada pasien COVID- 19 dapat terjadi abnormalitas koagulasi yang terlihat pada kadar PT dan perpanjangan APTT serta D-dimer akan meningkat. Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor koagulasi dengan adanya komorbid maupun non komorbid pada penyakit COVID-19. Penelitian ini bersifat kuantitatif deskriptif dengan menggunakan teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah Purposive sampling dengan mengumpulkan data pemeriksaan pasien COVID-19 dari tahun 2020- 2021. Populasi penelitian ini adalah pasien COVID-19 yang ada di wilayah Makassar. Sampel ditentukan menurut kriteria inklusi dan ekslusi dalam penelitian dengan jumlah 56 sampel. Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukkan, berdasarkan uji t diperoleh nilai untuk D-dimer dengan adanya komorbid p (0,006) < α (0,05), PT dengan adanya komorbid p (0,034) < α (0,05), INR dengan adanya komorbid p (0,038) < α (0,05) dengan demikian Ha diterima dan Ho ditolak serta APTT dengan adanya komorbid p (0,345) > α (0,05) dengan demikian Ha ditolak dan Ho diterima. Kesimpulan: Terdapat hubungan D-dimer, PT dan INR dengan adanya komorbid pada penyakit COVID-19 Kata kunci : COVID-19, Activated Partial Tromboplastin Time (APTT), Protombin Time (PT), D-dimer
PROFIL PEMERIKSAAN UJI WIDAL BERDASARKAN KARAKTERISTIK PENDERITA DEMAM TIFOID Herman Herman; Herdiana herdiana; Nurhadaya Nurhadaya; Muawwana Muawwana; Muhammad Nasir
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 12, No 2 (2021): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mak.v12i2.2462

Abstract

Demam tifoid merupakan masalah pencernaan berat yang diakibatkan oleh bakteri salmonella thypi, Salmonella parathypi A,B dan C, penyakit ini ditandai dengan suhu tubuh meningkat, nadi lemah, dan pusing. Berdasarkan data RSUD Salewangan Maros di tahun 2010 terdapat 177 pasien, berdasarkan golongan usia 10-9 tahun sebanyak 43 pasien (68,3%), berdasarkan jenis kelamin pria lebih dominan menderita demam tifoid. Tujuan dari penelian ini untuk menentukan hasil uji widal pada penderita demam tifoid berdasarkan usia dan jenis kelamin. Jenis penelitian yang di lakukan adalah deskriptif penelitian ini di lakukan dari bulan April – Mei 2021 di Puskesmas Lau Maros dengan jumlah sampel dari penelitian ini sebanyak 97 sampel dengan menggunakan metode Purposive sampling. Dari hasil penelitian yang di lakukan pada pasien demam tifoid berdasarkan usia lebih banyak terjadi pada anak usia 6-11 tahun dengan jumlah pasien 25 (25,77%) pasien, dan untuk jenis kelamin lebih banyak terjadi pada laki-laki dengan jumlah pasien 54 (55,67%). Di harapkan bagi orang tua untuk lebih memperhatikan kebersihan pada anak, untuk pihak puskesmas untuk memberikan penyuluhan secara berkala kepada masyarakat mengenai penularan bakteri Salmonella typhi, dan pentingnya kebersihan, dan diharapkan bagi peneliti selanjutnya untuk menggunakan metode tubex pada penelitian selanjutnya.Kata Kunci : Penderita demam tifoid, Usia, Jenis Kelamin
ANALISIS HUBUNGAN KADAR KIDNEY INJURY MOLECULE -1 (KIM-1) DENGAN LAJU FILTRASI GLOMERULUS PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 Mutiah Dwi Humairah; Uleng Bahrun; Liong Boy Kurniawan
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 12, No 2 (2021): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mak.v12i2.2436

Abstract

Diabetes melitus type 2 (DM Type 2) is a disorder characterized by an increase in blood glucose and has become a world health problem due to high rates of morbidity and mortality. Complications of DM occur because glucose levels in the blood are not well controlled, one of which is diabetic nephropathy due to glomerular damage. Renal function monitoring is usually increased in patients with kidney damage, so KIM-1 plays a role in the development of interstitial fibrosis in kidney disease and can be used to indicate early kidney damage as in several studies that have shown the role of KIM-1 as a tubular biomarker in cases of DM. This study aims to analyze the relationship between levels of Kidney Injury Molecule – 1 (KIM-1) with Glomerular Filtration Rate (GFR) in patients with type 2 Diabetes melitus. The data in this study used 60 subjects consisting of 43.33% male and 56.67 % are female. KIM-1 levels were checked using the ELISA method. The results of this study showed that the mean GFR was 103.82 ml/min/1.73m2 and the average KIM-1 level was 1.887 ng/mL. Statistically, it shows that there is a strong correlation in a negative direction between the GFR and KIM-1 variables (r=-0.657 p=<0.001), the higher the GFR value, the lower the KIM-1 value, and vice versa. The conclusion shows that there is a relationship between Kidney Injury Molecule-1 levels and Glomerulus Filtration Rate in type 2 Diabetes melitus patients
TINJAUAN PEMERIKSAAN HITUNG JUMLAH TROMBOSIT, LEUKOSIT, DAN JENIS LEUKOSIT PADA PASIEN TERKONFIRMASI CORONAVIRUS DISEASE 2019 Yaumil Fachni Tandjungbulu; Mahlil Mahlil; Kalma Kalma; Hurustiaty Hurustiaty; Widarti Widarti; Nuradi Nuradi
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 12, No 2 (2021): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mak.v12i2.2481

Abstract

Penyakit Coronavirus Disease 2019 dapat menyebabkan infeksi sistemik yang secara signifikan mempengaruhi respon imun dan kondisi hemostasis. Pemeriksaan hematologi merupakan salah satu pemeriksaaan penunjang dalam diagnostik untuk menilai tingkat keparahan penyakit dan memprediksi risiko pada pasien Coronavirus Disease 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pemeriksaan trombosit, leukosit, dan jenis leukosit pada pasien terkonfirmasi positif Coronavirus Disease 2019. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional, dengan desain penelitian menggunakan cross sectional dan teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 107 sampel yang memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data pasien dilakukan di Instalasi Rekam Medik RSUD Kabupaten Buton selama bulan Mei sampai Juni 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien terkonfirmasi positif Coronavirus Disease 2019 lebih banyak berjenis kelamin pria (60,7%) dan berusia dewasa antara 20-60 tahun (62,6%) dengan ditemukan jumlah total trombosit normal (83,2%), menurun (13,1%), dan meningkat (3,7%). Sedangkan jumlah leukosit normal (53,3%), menurun (9,3%), dan meningkat (37,4%). Untuk hitung jenis leukosit ditemukan hasil yang bervariasi yaitu neutrofil normal (40,2%), menurun (3,7%), meningkat (56,1%), eosinofil normal (29,0%), menurun (60,7%), meningkat (10,3%), basofil normal (97,2%), menurun (0%), meningkat (2,8%), monosit normal (75,7%), menurun (3,7%), meningkat (20,6%), limfosit normal (29,0%), menurun (67,3%), meningkat (3,7%). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pada pasien terkonfirmasi positif Coronavirus Disease 2019 memiliki hasil pemeriksaan hematologi yang bervariasi, hal ini disebabkan oleh berat ringannya infeksi dan inflamasi yang dialami penderita.Kata Kunci : Coronavirus Disease 2019, Trombosit, Leukosit, dan Jenis Leukosit
Analysis Of Lead Levels (Pb) In Public Transport Drivers’hairbyusing Automic Absorption Spectrophotometer (AAS) Method Wini Alimudin; Sulfiani Sulfiani; Julia F. N
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 12, No 2 (2021): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mak.v12i2.2336

Abstract

Lead levels (Pb) is a heavy metal that is toxic to humans. There are many people do their activites on the highway, one of them is a public transport driver. Public transport driversare works who have a considerable by using an Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). The aim of research was todetermine the levels of lead (Pb) in the hair of public transport  driver. The number of samples was 11 respondents of public transport drivers by using accidental sampling technique. Based on the research results found that the concentration of heavy metal lead (Pb) in hair of public transport drivers. The results shows that sample code (A) with thelength of working was 20 years, the Pb level : 65.10 µg/g; sample (B) with thelength of working was 30 years, Pb level : 91.44 µg/g; sample (C) with thelength of working was 15 years, Pb level : 39.11 µg/g; sample (D) with thelength of working was 14 years, Pb level : 39.37 µg/g; sample (E) with thelength of working was 3 years, Pb level : 12.20 µg/g; sample (F)with thelength of working was 7 years Pb level : 30.26 µg/g; sample (G) with thelength of working was 9 years Pb level : 15.90 µg/g; sample (H) with thelenght working was 15 years Pb level : 40.98 µg/g; sample (I) with thelenght working was 10 years Pb level : 74.55 µg/g; sample (J) with thelenght working was 10 years, Pb level : 36.50 µg/g; sample (K) with thelenght working was 6 years, Pb level : 18.60 µg/g. It can be concluded that the lead levels (Pb) in all research samples have Pb levels exceeding the threshold value, where the maximum tolerance limit for lead levels in hair based on WHO is ≤ 12 µg/g.

Page 10 of 13 | Total Record : 128