cover
Contact Name
Jurnal Media Analis Kesehatan
Contact Email
mediaanalis@poltekkes-mks.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
mediaanalis@poltekkes-mks.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Media Analis Kesehatan
ISSN : 20871333     EISSN : 26219557     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Media Analis Kesehatan merupakan jurnal ilmiah berkalah yang diterbitkan oleh Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar Jurusan Analis Kesehatan dengan pISSN : 2087-1333, dan e-ISSN : 2621-9557. Media Analis Kesehatan merupakan merupakan jurnal ilmiah yang memuat tulisan ilmiah yang berkaitan dengan bidang ilmu analis kesehatan atau teknologi laboratorium medik. Keberadaan jurnal ini memberikan ruang bagi para tenaga analis kesehatan dan tenaga teknologi laboratorium medis untuk mempublikasikan tulisan ilmiahnya dalam jurnal yang lebih spesifik dengan mudah dan berkelanjutan. Sirkulasi media analis kesehatan poltekkes Makassar terbit setiap dua kali setahun.
Arjuna Subject : -
Articles 128 Documents
KARAKTERISTIK HASIL PEMERIKSAAN KREATININ SERUM PADA PENDERITA DIABETES MELITUS DITINJAU DARI HASIL PEMERIKSAAN HbA1c Yaumil Fachni Tandjungbulu; Nuradi Nuradi; Mawar Mawar; Muhammad Yusril; Alfin Resya Virgiawan; Zulfikar Ali Hasan
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 13, No 2 (2022): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mak.v13i2.3019

Abstract

Penderita diabetes melitus (DM) dengan kontrol glikemik yang buruk berisiko mengalami komplikasi DM salah satunya nefropati diabetik. Penegakan diagnosa nefropati diabetik dilakukan pemeriksaan kreatinin serum dan untuk melihat kontrol glikemik dilakukan pemeriksaan HbA1c. Penelitian ini bertujuan untuk melihat karakteristik hasil pemeriksaan kreatinin serum pada penderita DM ditinjau dari hasil pemeriksaan HbA1c. Desain dalam penelitian ini menggunakan cross section, jumlah sampel sebanyak 71 sampel yang memenuhi kriteria inklusi penelitian. Pengumpulan dan pemeriksaan sampel dilakukan di Laboratorium Patologi Klinik Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri Universitas Hasanuddin (RSPTN-UH) Makassar selama bulan Mei sampai Juni 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pemeriksaan HbA1c diperoleh untuk kategori tidak terkontrol sebanyak 63 orang (88.7%) dan kategori terkontrol diperoleh hanya 8 orang (11.3%). Hasil pemeriksaan kreatinin serum diperoleh dalam batas normal sebanyak 34 orang (47.9%), menurun 25 orang (35.2%), dan meningkat 12 orang (16.9%). Kemudian hasil penelitian diolah menggunakan uji statistik chi square untuk melihat hubungan dari setiap variabel. Terdapat hubungan yang signifikan antara hasil pemeriksaan kreatinin serum terhadap jenis kelamin pada penderita DM dengan nilai p=0.000 (p<0.05), tidak terdapat hubungan yang signifikan antara hasil pemeriksaan kreatinin serum terhadap klasifikasi umur pada penderita DM dengan nilai p=0.464 (p>0.05), dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara hasil pemeriksaan kreatinin serum pada penderita DM ditinjau dari hasil pemeriksaan HbA1c dengan nilai p=0.387 (p>0.05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa kreatinin serum tidak dapat menjadi biomarker utama untuk melihat adanya nefropati diabetik pada penderita DM, perlu ditambahkan biomarker lain seperti pemeriksaan mikroalbumin, protein urin, laju filtrasi glomerulus (LFG), dan blood urea nitrogen (BUN) untuk penetapan nefropati diabetik pada penderita DM.
Description Of Urine Bilirubin Hepatitis Patients With Variations of Examination Time Delay Dip Strip Method Rahmawati Rahmawati; Nurul Ni ma Azis; Nurhidayat Nurhidayat; Nurul Ilma Ridwan
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 13, No 2 (2022): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mak.v13i2.2970

Abstract

Penyakit hepatitis merupakan penyakit berupa kelainan peradangan organ hati akibat infeksi virus hepatitis. Adanya kelainan pada hati dan kerusakan membran hati ini dengan ditandai meningkatnya kadar oleh enzim pada hati. Adapun skrining dilakukan pemeriksaan penyakit hepatitis salah satunya menggunakan pemeriksaan bilirubin urine. Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran bilirubin urine pada penderita hepatitis dengan variasi penundaan waktu pemeriksaan metode carik celup. Jenis penelitian yang digunakan adalah bersifat eksperimental laboratorik Metode pengambilan sampel pada penelitian ini adalah accidental sampling dengan menggunakan jumlah sampel 10 urine penderita hepatitis di RS Bhayangkara Makassar, sedangkan metode pemeriksaan menggunakan metode carik celup. Hasil penelitian pada semua sampel urine penderita hepatitis menujukkan positif bilirubin. Dengan demikian variasi penundaan waktu 0,15, dan 30 menit tidak berpengaruh terhadap hasil bilirubin urine pada penderita hepatitis.
NILAI LAJU ENDAP DARAH (LED) PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 Herman Herman; Nurdin Ali; Kalma Kalma; Marwah Marwah
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 13, No 2 (2022): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mak.v13i2.3024

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit gangguan metabolik yang di tandai oleh kenaikan gula darah akibat penurunan sekresi insulin oleh sel beta pankreas dan atau ganguan fungsi insulin (resistensi insulin). Diabetes melitus yang tidak terkontrol dapat menimbulkan komplikasi akut atau kronis yaitu aterosklerosis dimana terjadinya inflamasi kronis ditandai dengan peningkatan kadar fibrinogen sehingga pembentukan rouleux meningkat berpengaruh terhadap nilai laju endap darah (LED). Tujuan penelitian  ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kadar gula darah dengan laju endap darah sebagai indikator terjadinya komplikasi dalam tubuh. Penelitian ini merupakan observasional analitik dengan desain cross sectional yang dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Pusar Dr. Wahidin Sudirohusodo pada tanggal 19 Mei s/d 7 Juni 2022. Jumlah sampel yang diteliti adalah sebanyak 33 pasien penderita diabetes melitus tipe 2. Analisis data dimulai dengan analisis univariat yang bertujuan untuk mengetahui karakteristik pada penderita diabetes melitus tipe 2 berdasarkan jenis kelamin, kadar gula dalam darah, beserta kadar laju endap darah, kemudian dilanjutkan dengan analisis bivariat menggunakan uji Chi square. Hasil uji statistic dengan metode Chi square menujukan kolerasi sebesar P Value 0,000. Simpulan penelitian, terdapat hubungan yang bermaknaantara kadar gula darah dengan laju endap darah pada penderita diabetes melitus tipe 2
NILAI NEUTROPHIL LYMPHOCYTE RATIO (NLR) PADA PASIEN COVID-19 DI RSUD Dr. H. MOCH. ANSARI SALEH BANJARMASIN Nuril Al Hikmah; Muhammad Ilham Farihi; Yuliana Salman; Risnawati Risnawati
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 13, No 2 (2022): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mak.v13i2.2989

Abstract

Coronavirus Disease 19 (COVID-19) adalah penyakit yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2. Jumlah kasus COVID-19 yang tercatat sebesar 10.273.001 kasus di seluruh dunia pada Desember 2019 sampai Juni 2020, dengan total kematian sebesar 505.295 jiwa. Salah satu parameter pemeriksaan laboratorium  untuk memprediksi kondisi pasien adalah pengukuran Neutrophil Lymphocyte Ratio (NLR) sebagai faktor untuk menentukan prognosis pasien dalam berbagai situasi klinis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran NLR pada pasien COVID-19 di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin tahun 2021. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Variabel penelitian yaitu,  Nilai NLR pasien COVID-19, sub variabel yaitu pasien COVID-19 berdasarkan kelompok usia, jenis kelamin, dan riwayat penyakit. Data diambil pada bulan Januari sampai Desember Tahun 2021.Sampel dalam penelitian ini adalah pasien COVID-19 yang melakukan pemeriksaan NLR di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin sebanyak 280 pasien dengan teknik cluster random sampling. Hasil penelitian ini diperoleh rata-rata nilai NLR 7,31 terbanyak nilai NLR risiko tinggi yaitu 199 pasien (71,07%). Berdasarkan kelompok usia terbanyak pasien dengan risiko tingi sebanyak 102 pasien (36,4%) dengan rata-rata nilai NLR 10,59. Rata-rata nilai NLR berdasarkan jenis kelamin, pasien laki-laki 7,82 dan pasien perempuan 6,89. Berdasarkan riwayat penyakit, pasien yang ada riwayat penyakit sebanyak 173 pasien (61,8%) dengan rata-rata nilai NLR 9,20. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa nilai NLR yang tinggi pada pasien COVID-19 yang memiliki riwayat penyakit (hipertensi, pneumonia, dan diabetes  melitus) dan pasien dengan umur >50 tahun.
WAKTU SIMPAN WHOLE BLOOD CELL (WBC) TERHADAP JUMLAH LEUKOSIT, ERITROSIT DAN TROMBOSIT Artati Artati; Nurlia Naim; Muh. Yusril; Zulfian Armah; Ridho Pratama
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 13, No 2 (2022): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mak.v13i2.3023

Abstract

Transfusi darah merupakan suatu rangkaian proses pemindahan darah dari seseorang donor kepada resipien. Darah disimpan di lemari es dengan suhu 2 - 6°C. Dalam proses penyimpanan darah akan mengalami perubahan – perubahan komponen darah seperti jumlah leukosit, eritrosit, dan trombosit. Tujuan penelitian Untukk mengetahuii pengaruhhwaktu simpan darah terhadap jumlahhleukosit, eritrosit, trombosit, pada whole blood darah donor sebelum dan sesudah disimpan selama 1 hari, 3 hari, 5 hari dan 7 hari. Jenis penelitian ini adalah Experimen, dan analisis data yang di peroleh dari hasil pemeriksaan leukosit, eritrosit dan trombosit menggunakan uji Paired T test. Sampel yang digunakan untuk penelitian ini sebanyak 4 golongan darah A, B, AB, O. sampel sesuai dengan kriteria inklusi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terdapat pengaruh waktu simpan terhadap penurunan jumlah leukosit, eritrosit, dan trombosit dimana terjadinya penurunan jumlah leukosit dengan rata – rata penurunan sebesar 0,17 103/µl, kemudian jumlah eritrosit memiliki rata – rata penurunan sebesar 0,3 106/µl dan jumlah trombosit memiliki rata – rata penurunan sebesar 5,25 1010/µl. Dan untuk peneliti selanjutnya yang sama dimasa akan datang untuk menambah jumlah sampel atau melukukan pemeriksaan secara duplo agar mengetahui perbandingan yang lebih jelas terhadap jumlah komponen darah
ANALISA GLUKOSA DARAH DAN KOLESTEROL PADA AKSEPTOR KONTRASEPSI SUNTIK DI PUSKESMAS PITUMPANUAKABUPATEN WAJO Widarti Widarti; Ayu Gusti; Mursalim Mursalim; Rahman Rahman; Syahida Djasang
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 13, No 2 (2022): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mak.v13i2.3009

Abstract

Kontrasepsisuntik adalah salah satu metode pencegahan kehamilan yang membantu mencegah sel telur menempel di dinding rahim. Penggungaan kontrasepsi suntik merupakan salah satu faktor meningkatnya kadar glukosa darah dan mempengaruhi metabolisme lemak khususnya lipoprotein, pengaruh yang terjadi karena adanya hormon estrogen dan progesterone yang terkandung dalam kontrasepsi suntik tersebut, dan faktor lainnya yaitu pola makan tidak teratur, kurang aktivitas, dan umur. Penelitian bertujuanuntuk menganalisa hasil pemeriksaan kadar glukosa darah dan kadar kolesterol pada akseptor kontrasepsi suntik. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif berupa obrservasi laboratorik. Populasi penelitian ini adalah akseptor kontrasepsi suntik sebanyak 50 responden ditentukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisa data secara deskriptif, kemudian diolah dengan menggunakan uji korelasi, kemudian disajikan dalam bentuk tabel dan selanjutnya dibahas dalam bentuk narasi. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Pitumpanua Kabupaten Wajo dan pemeriksaan sampel dilakukan di RSUD SIWA. Darihasil penelitian sebanyak 50 sampel, berdasarkan uji korelasi pearson diperoleh nilai signifikan (0,003)<(0,05). Pada pemeriksaan glukosa darah didapatkan kadar gula darah menurun sebanyak 3 sampel (6%), kadar gula darah normal sebanyak 22 sampel (44%), kadar gula darah meningkat sebanyak 25 sampel (50%), dan pada pemeriksaan kolesterol didapatkan kadar kolesterol normal sebanyak 41 sampel (82%), serta kadar kolesterol resiko sedang sebanyak 5 sampel (10%), dan kadar kolesterol risiko tinggi sebanyak 4 sampel (8%). Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pemeriksaan glukosa darah dan kolesterol pada akseptor kontrasepsi suntik.
DETEKSI JAMUR Candida spp. PADA SWAB MULUT PENDERITA DIABETES MELLITUS DI UPTD DIABETES CENTER KOTA TERNATE Aan Yulianingsih Anwar; Febrianti Jakaria; Panji - Erlangga; Artati Artati
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 13, No 2 (2022): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mak.v13i2.3039

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit gangguan metabolik menahun akibat pankreas tidak memproduksi cukup insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif. Candida spp. merupakan flora normal di permukaan membran mukosa, saluran pencernaan, dan saluran genitalia wanita. Candida albicans akan menjadi patogen apabila ada beberapa faktor risiko penyebab infeksi, seperti penurunan sistem imunitas dan terjadi perubahan fisiologis tubuh, salah satunya terjadi pada penderita diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi jamur Candida spp. Pada swab mulut penderita Diabetes mellitus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 42 responden terdapat 16 responden positif terdapat jamur Candida spp., dari 29 responden yang berumur >55 tahun terdapat 11 responden yang positif terdapat jamur Candida spp., Jenis kelamin perempuan dengan jumlah 12 responden positif jamur Candida spp., dan lama menderita >2 tahun dengan jumlah 13 responden. Kesimpulan dari penelitian ini dari 62 sampel swab mulut penderita Diabetes mellitus didapatkan sebanyak 16 sampel positif terinfeksi jamur Candida spp..  Umur >55 tahun, jenis kelamin perempuan dan menderita diabetes mellitus >2 tahun  lebih banyak terinfeksi jamur Candida spp
SEL BASOFILIKSTIPLING PADA PEKERJA PENGECATAN MOBIL DI KAMPUNG LIGU SEMARANG YANG TERPAPAR TIMBAL Budi Santosa; Arista Kurnia Budi Fristiani; Tulus Ariyadi
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 13, No 2 (2022): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mak.v13i2.2890

Abstract

Timbal adalah logam berat yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Toksisitas dalam tubuh dapat menimbulkan anemia, salah satu inklusi yang spesifik paparan timbal adalah basofilik stipling. Bahan Cat yang digunakan oleh pekerja pengecatan mobil di Kampung Ligu semarang ada unsur timbalnya. Tujuan dari penelitian ini adalah apakah terdapat hubungan paparan timbal dengan jumlah sel Basofilik Stipling. Studi cross sectional yang digunakan pada 46 pekerja pengecatan mobil di Kampung Ligu Semarang diperiksa kadar timbal menggunakan AAS dan basofilik stipling menggunakan pengecatan Giemsa. Untuk mengetahui hubungan paparan timbal dengan jumlah sel basofilik stipling menggunakan uji Product moment. Hasil penelitian diperoleh rerata kadar timbal 43,25±4,99 dan rerata jumlah sel retikulosit 1,00±0,64 hasil uji Spearman”s rho diperoleh p value 0,00. Simpulannya adalah terdapat hubungan siknifikan antara kadar timbal dengan jumlah sel basofilik stipling.
EFEK MULTI STRAIN PROBIOTIK TERHADAP KADAR LDL-C Rattus norvegicus HIPERLIPIDEMIA Kadeq Novita Prajawanti; Jusak Nugraha; Harianto Notopuro; Amellya Octifani; Yohanes Adrian Kapri Negara
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 14, No 1 (2023): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mak.v14i1.3256

Abstract

Hyperlipidemia is an increase in one or more plasma lipids and the main cause is related to the pattern of food intake. Among the many intestinal microbes, Lactobacillus, Bifidobacterium have been shown to affect the host beneficially by improving the intestinal microbial balance and are therefore categorized as probiotics. The aim of this study was to determine the effect of multi-strain probiotics Lactobacillus rhamnosus and Bifidobacterium bifidum on reducing LDL-C in rat fed HFD 1% per body weight. This True Experimental Research with Pretest-Posttest Design used Rattus norvegicus which was divided into 5 groups each K- (standard feed + tap water), K+ (HFD without probiotics), P1 (HFD + 2mL probiotics), P2 (HFD + 2 .5mL probiotics) and P3 (HFD + 3mL probiotics). The results of the LSD test for LDL cholesterol levels after administration of probiotics, the group that had a significantly different value was in the K- to K+ group with p=0.00; K+ to P1, P2 and P3 with p 0.00 each. Meanwhile, among the treatment groups that were given probiotics, only the P2 to P3 groups showed a significant difference with a p value = 0.037.
KADAR TIMBAL (Pb) PADA AIR SUMUR WARGA YANG TINGGAL DI SEKITAR PEMBUANGAN LIMBAH INDUSTRI KELAPA SAWIT DI DESA BULILI SULAWESI BARAT Nuradi Nuradi; Ridho Pratama; Muhammad Nasir Nasir; Jangga Jangga; Linda Indriani Indriani
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 14, No 1 (2023): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mak.v14i1.3217

Abstract

Timbal (Pb) merupakan salah satu logam berat yang  berbahaya bagi kesehatan tubuh. Logam timbal (Pb) yang masuk ke dalam perairan sebagai dampak dari aktivitas manusia dapat membentuk air buangan atau limbah dan selanjutnya akan mengalami pengendapan atau yang dikenal dengan istilah sedimen. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah  Observasi Laboratorik yang bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya logam Timbal dan berapa kadar yang terkandung pada air sumur gali dan sumur bor warga yang tinggal di Bulili. Teknik pengambilan sampel adalah Accidental sampling dengan jumlah 10 sampel. Analisa data dilakukan dengan pemeriksaan secara kualitatif dan kuantitatif. Setelah dilakukan pemeriksaan didapatkan hasil negative pada pemeriksaan secara kualitatif dan pada pemeriksaan secara kuantitatif didapatkan hasil pada kode sampel S1, S2, S3, S4, S5, K1, K2, K3, K4 dan K5 dengan kadar yang sama yaitu sebesar < 0.01. sampel dinyatakan positif apabila terdapat endapan kuning pada pemeriksaan secara kuantitatif dan kadar sebesar 0,05 mg/L pada pemeriksaan secara kuantitatif. Berdasarkan hasil yang didapatkan sampel dinyatakan negatif dan aman untuk digunakan oleh masyarakat Bulili. 

Page 12 of 13 | Total Record : 128