cover
Contact Name
Miftahul Fikri
Contact Email
miftahulfikrisiwa@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.atthulab@uinsgd.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal
ISSN : 25035282     EISSN : 25030971     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal merupakan Jurnal Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang bertujuan untuk mewadahi para dosen, para peneliti dan pendidik Agama Islam di sekolah/madrasah dalam mempublikasikan hasil penelitian mereka di bidang pembelajaran PAI.
Arjuna Subject : -
Articles 182 Documents
Curriculum Development, Islamic Religious Education, Islamic Elementary School AL Azhar Piki Hilman Maas
Jurnal al-Thullab Vol 4, No 1 (2019): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal
Publisher : Laboratory of Islamic Religious Education Faculty of Tarbiyah and Teacher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ath.v4i1.2850

Abstract

The Islamic Education curriculum is one of the important components to create a generation of morality and martyrs. But the Islamic Religious Education curriculum has been considered only to educate cognitive aspects (transfer of knowladge) and has not touched many affective and psychomotor aspects (transfer of value). This is evident from the many students who have not been able to apply knowledge about their religion such as not performing worship well, speaking harshly and disrespectfully, disrespecting parents and teachers and a group of students who are often in shopping centers and crowds. Therefore, it is necessary to develop an Islamic Education curriculum that accommodates cognitive, affective and psychomotor aspects, so that education is not only a transfer of knowladge but also a transfer of value. Islamic Education curriculum development in this study contains the understanding of the expansion or improvement of the subject matter of the Islamic Religious Education curriculum and what is experienced by students or all efforts (engineering) programmed by Al Islam Azhar 36 Bandung in helping develop the potential of students through learning experience the potential to achieve the vision, mission, school goals. 
Pengaruh Kualitas Keberagamaan Orang Tua Terhadap Motivasi Belajar PAI Siswa Iis Isnawati
Jurnal al-Thullab Vol 2, No 2 (2017): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal
Publisher : Laboratory of Islamic Religious Education Faculty of Tarbiyah and Teacher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ath.v2i2.2912

Abstract

Upaya untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dalam Pendidikan Agama Islam, pihak madrasah beserta para guru sudah melakukan upaya untuk meningkatkan motivasi belajar siswa, terutama dalam meningkatkan motivasi belajar Agama Islam. Guru telah melakukan upaya dari mulai memotivasi siswa secara verbal yaitu melalui bimbingan dan nasihat, serta melalui bentuk nilai tertulis. Selain itu, pihak sekolah juga mengadakan fasilitas berupa boarding school untuk memotivasi siswa. Akan tetapi, hal tersebut tidak memperlihatkan hasil yang cukup baik. Bertolak dari pernyataan di atas, maka muncul suatu persoalan bagaimana pengaruh kualitas keberagamaan orang terhadap motivasi belajar Pendidikan Agama Islam pada siswa. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1)Kualitas keberagamaan orang tua, 2)Motivasi belajar siswa, dan 3)Pengaruh kualitas keberagamaan orang tua terhadap motivasi belajar Pendidikan Agama Islam pada siswa kelas X Madrasah Aliyah Negeri 1 Majalengka. Penelitian ini bertolak dari suatu pemikiran bahwa buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, maksudnya secara asumsi ketika kualitas keberagamaan orang tua baik maka keberagamaan termasuk motivasi belajar PAI anakpun baik, begitupun sebaliknya. Dari asumsi tersebut dapat di tarik hipotesis bahwa semakin tinggi kualitas keberagamaan orang tua, maka semakin tinggi pula motivasi belajar PAI siswa. Dan semakin rendah kualitas keberagamaan orang tua, maka semakin rendah pula motivasi belajar PAI siswa. Untuk membuktikan hipotesis tersebut diadakan penelitian dengan menggunakan metode deskriptif  korelasional, sedangkan teknik pengumpulan datanya dengan observasi, wawancara, dan angket. Alat analisis yang digunakan adalah pendekatan analisis parsial yang menghasilkan variabel X berdistribusi normal, indikator pengetahuan variabel X berdisribusi tidak normal dan variabel Y berdistribusi normal, maka korelasi ini menggunakan rumus korelasi product moment dan korelasi rank. Hasil penelitian diperoleh kesimpulan: 1) Realitas variabel X rata-rata sebesar 3,45 yang ditafsirkan kepada kategori cukup dengan data berdistribusi normal, terbukti karena harga x² hitung 2,74 < x² tabel 9,488. 2) Realitas variabel Y rata-rata sebesar 2,69 yang ditafsirkan kepada kategori cukup dengan data berdistribusi normal, yang terbukti karena harga x² hitung 4,19 < x² tabel 9,488. 3) Pengaruh antara variabel X dengan variabel Y diperoleh Rxy = 0,38 yaitu kategori korelasi rendah. Dan taraf signifikasi diperoleh thitung sebesar 2,47 dan ttabel sebesar 2,024 dengan taraf signifikasi 5%, sehingga thitung > ttabel, yakni terdapat  pengaruh yang signifikan antara variabel X dan variabel Y. Oleh karena itu hipotesis yang diajukan dinyatakan: Ha diterima dan Ho ditolak. Kemudian besarnya pengaruh diperoleh 8% hal ini menunjukkan masih ada 92% faktor lain yang mempengaruhi motivasi belajar PAI siswa.
PENINGKATAN KEMAMPUAN BACA TULIS AL-QUR’AN MELALUI METODE SCAFFOLDING PADA SISWA KELAS V MI TERPADU AD-DIMYATI BANDUNG Shalahudin Ismail
Jurnal al-Thullab Vol 3, No 2 (2018): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal
Publisher : Laboratory of Islamic Religious Education Faculty of Tarbiyah and Teacher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ath.v3i2.4210

Abstract

Sebagai kalam Allah, al-Qur’an adalah kitab suci yang pada dasarnya sebagai pedoman dan pembimbing manusia untuk mencapai kemakmuran dan kebahagiaan dunia dan akhirat. Namun pada kenyataanya banyak siswa yang tidak bisa membaca dan menulis al-Qur’an. Salah satu faktor penyebab di balik ini adalah pendidik cenderung hanya berfokus pada metode pembelajaran konvensioanal.Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah ada peningkatan kemampuan baca tulis al-Qur’an siswa kelas V MI Terpadu Ad-Dimyati Bandung setelah menggunakan metode scaffolding. Penelitian ini menggunakan metode quasi-experimen one grouf pretest posttest. Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa metode scaffolding sangat sistematis dan efektif dalam meningkatkan kemampuan baca tulis al-Qur’ansiswa kelas V MI.
PENGENALAN MEDIA PEMBELAJARAN TAJWID BERBASIS FLASH DI SMP HIKMAH TELADAN CIMAHI Agus Taufik Rahman
Jurnal al-Thullab Vol 2, No 2 (2017): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal
Publisher : Laboratory of Islamic Religious Education Faculty of Tarbiyah and Teacher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ath.v2i2.2964

Abstract

Learning media used is very determine the success of the delivery of materials, both in the school environment, religious education institutions and also home learning .. It is necessary to support these activities in the form of innovations in learning methods. Computer technology can be used to support such activities as a software development facility in the learning model, The use of learning media is needed to overcome the problems that arise in the learning process tajwid. For that reason developed a computerized learning media applications. Submission of learning with computerized applications can help the learning process so as not monotonous because accompanied by animation and audio. The method used in this research is literature study - includes study on similar research and study of supporting literature, observation process (observation) on Tajwid learning process process. And the system development using waterfall model. The result of this research is Flash-based Tajwid learning media software.ABSTRAKMedia pembelajaran yang digunakan sangat menetukan keberhasilan penyampaian materi, baik dilingkungan sekolah, instansi – instansi pendidikan agama dan juga pembelajaran di rumah.. Hal yang diperlukan untuk menunjang kegiatan tersebut yaitu berupa inovasi – inovasi dalam metode pembelajaran. Teknologi komputer dapat digunakan untuk menunjang kegiatan tersebut yaitu sebagai fasilitas pengembangan suatu perangkat lunak dalam model pembelajaran, Penggunaan media pembelajaran dibutuhkan untuk mengatasi permasalahan yang muncul dalam proses pembelajaran tajwid. Untuk itulah dikembangkan sebuah aplikasi media pembelajaran yang terkomputerisasi. Penyampaian pembelajaran dengan aplikasi yang terkomputerisasi dapat membantu proses pembelajaran agar tidak monoton karena disertai dengan animasi dan audio. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan- mencakup kajian terhadap penelitian sejenis dan studi terhadap literatur yang mendukung, proses observasi (pengamatan) terhadap proses kegiatan pembelajaran Tajwid. Dan  pengembangan sistemnya memakai model waterfall. Hasil dari penelitian ini adalah berupa software media pembelajaran Tajwid berbasis Flash.
PROSES EVALUASI HASIL BELAJAR DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DI MTs Al-JAWAMI Haidir Ali
Jurnal al-Thullab Vol 3, No 2 (2018): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal
Publisher : Laboratory of Islamic Religious Education Faculty of Tarbiyah and Teacher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ath.v3i2.3165

Abstract

Proses evaluasi hasil belajar dalam implementasi kurikulum 2013 lebih menyeluruh dibandingkan dengan KTSP atau kurikulum-kurikulum sebelumnya. Evaluasi ini disebut authentic assessment atau penilaian otentik. Namun pada praktiknya, guru-guru masih merasa kesulitan melaksanakan prosedur evaluasi pada kurikulum baru ini. Terutama di madrasah yang implementasi kurikulum 2013 ini masih kurang mendapat perhatian yang serius. Hal tersebut yang menjadi latar belakang penelitian ini. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini dilakukan di MTs Al-Jawami Cileunyi Bandung yang telah menggunakan kurikulum ini sejak tahun 2015. Adapun teknik pengumpulan datanya adalah dengan wawancara dan dokumentasi. Dari hasil wawancara, peneliti menyimpulkan bahwa proses pembelajaran dengan menggunakan kurikulum 2013 di MTs Al-Jawami secara keseluruhan telah berjalan dengan cukup baik, para siswa telah dapat dibuat untuk lebih aktif dan kreatif, dan para guru lebih kreatif dalam menciptakan pembelajaran menyenangkan yang berpusat pada siswa. Namun sayangnya pembelajaran yang baik itu belum diiringi dengan evaluasi sebagai mana mestinya evaluasi hasil belajar dalam implementasi kurikulum 2013. Banyak faktor yang menyebabkan hal ini diantaranya dirasa kurangnya pelatihan, sarana dan prasarana yang belum memadai, serta kurangnya pemahanan tentang teknologi komputer bagi beberapa guru MTs Al-Jawami.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MODELLING THE WAY TERHADAP PELAKSANAAN IBADAH SEHARI-HARI Ardi Rakasiwi
Jurnal al-Thullab Vol 3, No 1 (2018): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal
Publisher : Laboratory of Islamic Religious Education Faculty of Tarbiyah and Teacher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ath.v3i1.4201

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena masih ada siswa yang baik dalam hal kognitif namun pada pelaksanaan ibadah sehari-harinya masih kurang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui realitas pelaksanaan ibadah sehari-hari siswa dengan menggunakan metode pembelajaran Modelling The Way.Penelitian ini didasarkan pada asumsi bahwa pemilihan metode pembelajaran yang tepat pada materi PAI subbab Fiqih akan sangat berkaitan dengan pelaksanaan ibadah sehari-hari siswa dan metode pembelajaran Modelling The Way lah salah satu metode pembelajaran yang tepat untuk pembelajaran Fiqih. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif korelasional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 orang siswa SMP Negeri 17 Bandung. Sedangkan teknik pengumpulan datanya dengan menggunakan angket, observasi, wawancara dan studi kepustakaan. Kemudian untukanalisis datanya menggunakan dua pendekatan yaitu analisis deskriptif dan analisis korelasi.Setelah dilakukan analisis terhadap data yang diperoleh, maka dapat disimpulkan bahwa (1) Tanggapan siswa terhadap penerapan metode pembelajaran Modelling The Way termasuk pada kualifikasi sangat tinggi, haltersebut berdasarkan skor 4,397 berada pada interval 4,20 – 5,00; (2) Pelaksanaan ibadah sehari-hari siswa termasuk pada kualifikasi tinggi, hal tersebut berdasarkan skor 3,81 berada pada interval 3,40 – 4,19; dan(3) Pengaruh antara keduanya adalah (a) Angka koefisien korelasi sebesar 0,67, angka tersebut termasuk pada kualifikasi tinggi karena berada pada interval 0,60 – 0,69 ; (b) Hipotesisnya diterima yaitu adanya  hubungan yang signifikan antara variabel X dengan variabel Y karena t hitung > t tabel atau 4,78 > 2,763 ; dan (c) Derajat pengaruh variabel X terhadap variabel Y sebesar 26%, sehingga masih terdapat 74% faktor lain yang mempengaruhi pelaksanaan ibadah sehari-hari siswa SMP Negeri 17 Bandung
PELAKSANAAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BAGI NARAPIDANA KASUS KORUPSI Hasbiyallah Hasbiyallah; Siti Fadhilah Asy-Syari
Jurnal al-Thullab Vol 4, No 1 (2019): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal
Publisher : Laboratory of Islamic Religious Education Faculty of Tarbiyah and Teacher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ath.v4i1.2862

Abstract

Dalam upaya memberantas kasus korupsi di Indonesia ini berkurang, timbulah sebuah gagasan untuk memasukan peran  pendidikan agama Islam di Lembaga Pemasyarakatan sehingga Narapidana yang melakukan tindak kriminal dapat menerima kesalahan mereka dengan bentuk kesadaran diri untuk memperbaiki diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pendidikan agama Islam di Lembaga Pemasyarakatan wanita kelas IIA yaitu tentang perencanaan,  proses, dan faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan pendidikan agama Islam bagi narapidana kasus korupsi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan metode observasi, wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi. Sedangkan untuk menganalisis data nya dengan penafsiran deskriptif. Hasil penelitian yang dilakukan penulis dapat disampaikan yaitu : Pertama, perencanaan pelaksanaan pendidikan agama Islam terdiri dari jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Kedua, proses pelaksanaan pendidikan agama Islam di Lembaga Pemasyarakatan telah dijadwalkan oleh pihak lapas dari hari senin sampai hari sabtu setiap pagi pukul 07.30 sampai dengan 11.30. Ketiga, faktor  pendukungnya tenaga pendidik/dai yang diisi oleh pihak instasi dan berbagai organisasi keagamaan, Faktor penghambatnya adalah sarana yang selalu terfokus di aula serba guna sehingga situasi dan kondisinya bising
METODE PENDIDIKAN YANG EFEKTIF BAGI ANAK DIDIK MENURUT AL QUR’AN: ANALISIS AYAT-AYAT AL QUR’AN Muhammad Rijaal Qurotul&#039;uyun
Jurnal al-Thullab Vol 1, No 2 (2016): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal
Publisher : Laboratory of Islamic Religious Education Faculty of Tarbiyah and Teacher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ath.v1i2.2847

Abstract

Tanggung jawab yang besar untuk mendidik seorang anak terdapat pada kewajiban seorang pendidik, baik tanggung jawab yang berhubugan dengan keimanan maupun akhlak, intelektual maupun fisik, mental maupun sosial. Betapa gembiranya para orang tua dan pendidik lainnya ketika mereka dapat memetik hasil yang baik di masa depan sebagai buah dari usaha mereka. Namun apakah cukup bagi pendidik untuk mengemban berbagai tanggung jawab tersebut dan melaksanakan semua kewajibannya? Setelah itu, ia menganggap dirinya telah lepas beban dalam melaksanakan tugasnya. Ataukah ia harus memperhatikan metode dalam mendidik dan terus mencari kesempurnaan dalam mendidik? Jawabannya sudah dapat dipastikan bahwa seorang pendidik yang baik akan selalu mencari metode dan sarana pendidikan yang sangat berpengaruh dalam pembentukan akidah dan akhlak anak didik.
STRATEGI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MELALUI PEMECAHAN MASALAH POLYA Desyawati, Widza Nhurul
Jurnal al-Thullab Vol 3, No 1 (2018): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal
Publisher : Laboratory of Islamic Religious Education Faculty of Tarbiyah and Teacher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ath.v3i1.4196

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena yang terjadi di SMK Muhammadiyah 2 Cibiru Kota Bandung bahwa di sekolah tersebut kemampuan berpikir kritis siswa masih rendah, dikarenakan kurangnya keinginan siswa untuk bertanya kepada guru kemudian masih banyak siswa yang hanya menerima materi yang diajarkan tanpa menelaah lebih dalam dan berkelanjutan serta kurangnya keberanian siswa untuk mengeluarkan pendapat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisa pengaruh strategi pemecahan masalah Polya terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran Pendididkan Agama Islam dan Budi Pekerti. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasi dengan pendekatan kuantitatif. Metode ini dianggap mampu mengungkap dan menganalisis fenomena-fenomena yang terjadi pada masa sekarang dan masalah-masalah yang bersifat fakta dan mengungkapkannya secara apa adanya. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis parsial perindikator, uji normalitas, analisis regresi linier sederhana, analisis korelasi, analisis determinasi, dan analisis hipotesis (uji t parsial). Dari hasil penelitian yang dilakukan, diperoleh perhitungan statistikyang menunjukan realitas pengaruh strategi pemecahan masalah Polya terhadap kemampuan berpikir kritis siswa sebesar 0,976, nilai tersebut berada pada interval 0,80 – 1,00. Kemudian derajat pengaruh dari variabel X terhadap variabel Y sebesar 78 % sedangkan 22 % ditentukan atau dipengaruhi oleh faktor lain yang dapat mempengaruhi kemampuan berpikir kritis siswa
PROGRAM PENGEMBANGAN KEBERAGAMAAN PESERTA DIDIK DI SMA MELALUI KEGIATAN PEMBELAJARAN BERBASIS PAI DI LUAR KELAS (Studi Kasus di SMAN 5 Bandung) Iwan Sanusi
Jurnal al-Thullab Vol 4, No 1 (2019): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal
Publisher : Laboratory of Islamic Religious Education Faculty of Tarbiyah and Teacher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ath.v4i1.2938

Abstract

Pendidikan mempunyai tujuan untuk menjadikan manusia bagus dalam bersikap, pengetahunnya semakin banyak dan keterampilannya berkembang serta bermanfaat. Begitu pula tujuan pendidikan agama Islam, supaya bisa menjadikan manusia insan kamil, dan menjadi manusia sejati yang menghambakan diri pada Allah secara total dan dapat hidup dengan masyarakat selaras dan mengelolanya sebagai pemimpin. Cita-citu itu akan terwujud dengan proses pembelajaran, guru mengajar dan siswa belajar, sehingga ada hasil belajar. Secara praktik untuk mencapai itu, pembelajaran dilakukan dengan serangkaan sistem, baik kurikuler intruksional normatif ataupun ko-kurikuler/ekstrakurikuler pembelajaran tidak normatif langsung. Pendidkan agama Islam memiliki peran penting untuk mewujudkan itu, baik sebagai mata pelajaran atau sebagai sebuah proses dan cara untuk menjadikan manuisa muslim, mukmin dan muhsin sejati yang akan tampak pada sikap dan perilaku keseharian pada lingkup pola keberagamaan. Oleh karena itu perlu program pengembangan keberagamaan peserta didik yang terencana, terukur, terevaluasi dan memiliki tingkat ketercapaian tinggi, terlebih dengan ruang lingkup sekolah umum atau SMA.

Page 6 of 19 | Total Record : 182


Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 10 No. 1 (2025): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal Vol. 9 No. 2 (2024): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal Vol. 9 No. 1 (2024): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal Vol. 8 No. 2 (2023): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal Vol. 8 No. 1 (2023): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal Vol 8, No 1 (2023): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal Vol. 7 No. 2 (2022): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal Vol 7, No 2 (2022): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal Vol 7, No 1 (2022): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal Vol 6, No 2 (2021): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal Vol 6, No 1 (2021): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal Vol 5, No 2 (2020): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal Vol 5, No 1 (2020): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal Vol 4, No 2 (2019): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal Vol 4, No 1 (2019): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal Vol 3, No 2 (2018): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal Vol 3, No 1 (2018): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal Vol 2, No 2 (2017): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal Vol 2, No 1 (2017): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal Vol 1, No 2 (2016): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal Vol 1, No 1 (2016): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal More Issue