cover
Contact Name
Dr. Asep Supianudin, M.Ag.
Contact Email
asepsupianudin@uinsgd.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
altsaqafa@uinsgd.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
ISSN : 02165937     EISSN : 26544598     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 210 Documents
DOKTRIN KULTURAL POLITIK NU Ahmad Zainuri
Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 18, No 2 (2021): Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v18i2.15075

Abstract

ABSTRAKNU adalah organisasi Islam terbesar di Indonesia. Dalam perjuangannya, NU memiliki banyak hal yang ditawarkan, mulai dari pendidikan, sosial, politik, ekonomi dan lain-lain. Ketertarikan NU untuk berkiprah di kancah politik dimulai sejak perjuangan dengan kedatangan Jepang. Resolusi Jihad dikeluarkan untuk melawan segala bentuk penjajahan dan bentuk bela kemerdekaan bangsa Indonesia. Kerja politik dimulai dari MIAI, GAPI dengan mendelegasikan aktivis muda NU untuk berpartisipasi dalam dunia politik, tak lain Masyumi, Partai Nahdlatul Ulama dan perjuangan politik yang kembali pada khittah 1926. Doktrin politik NU bertumpu pada khasanah keilmuan fiqh yang menjadi landasan ratu ilmu di dunia Islam dan pesantren. Keberadaan NU sebagai organisasi Islam mengalami seuah keharusan dalam memberikan partisipasinya untuk ruang politik, dengan beberapa doktrinal-doktrinal keagamaan yang dianutnya. Namun, tujuan akhir daripada NU dalam gelanggang politik dan sekembalinya ke khittah 1926 bahwa doktrin NU dalam keagamaan dan kebangsaan ialah tujuan utama untuk kemaslahatan umat dan bangsa. Penulis menggunakan metodologi sejarah sebagai pendekatan sekaligus metode untuk mendekati objek kajian yang terkait erat dengan hubungan politik dan sosial-kemasyarakatan maupun keumatan. Agar bisa disimpulkan bahwa doktrin NU yang kental dengan fiqh siyasah, akan tetapi dalam perwujudannya bisa bergerak dalam beberapa sudut pandang banyak arah. Politik sebagai jalan untuk melawan penjajah, sehingga keikutsertaan dalam praktis politik ialah dorongan keadaan dan semua terumuskan untuk kembali pada politik perjuangan awal dari NU 1926, politik kebangsaan atau politik kultural.ABSTRACTNU is the largest Islamic organization in Indonesia. In its struggle, NU has many things to offer, ranging from education, social, political, economic and others. NU's interest in taking part in politics began with the struggle with the arrival of Japan. The Jihad Resolution was issued against all forms of colonialism and forms of defense of the Indonesian nation's independence. Political work started from MIAI, GAPI by delegating young NU activists to participate in the political world, none other than Masyumi, the Nahdlatul Ulama Party and political struggles that returned to the 1926 khittah. NU's political doctrine rests on the scientific knowledge of fiqh which is the foundation of the queen of knowledge in the Islamic world. and Islamic boarding schools. The existence of NU as an Islamic organization experiences a necessity in giving its participation in the political space, with several religious doctrines it adheres to. However, the final goal of NU was in the political arena and upon its return to the 1926 khittah that the NU doctrine in religion and nationality was the main goal for the benefit of the people and the nation. The author uses historical methodology as an approach as well as a method to approach the object of study which is closely related to political and social-social and public relations. So that it can be concluded that the NU doctrine is thick with fiqh siyasah, but in its manifestation it can move in several points of view in many directions. Politics as a way to fight against the colonialists, so that participation in political practice was a driving force for the situation and everything was formulated to return to the politics of the initial struggle of NU 1926, national politics or cultural politics.
Kritik Narasi Sejarah Terhadap Sosok Alauddin Khalji Dalam Film Padmaavat Fitri Sari Setyorini
Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 18, No 2 (2021): Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v18i2.14622

Abstract

Tulisan ini terutama untuk menjawab tiga persoalan. Pertama, bagaimana penggambaran Sultan Alauddin Khalji dalam film Padmaavat. Kedua, bagaimana sumber-sumber sejarah India mencatat tentang sosok Alauddin Khalji.  Ketiga, bagaimana analisis perbandingan Alauddin Khalji dalam film dan dari data sejarah. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan rekonstruksi sejarah secara menyeluruh terhadap sosok Alauddin Khalji berdasarkan fakta sejarah secara ilmiah sehingga dapat menampilkan narasi yang objektif. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan studi kepustakaan dan sinematografi serta menggunakan pendekatan dan metode  sejarah dalam analisisnya. Analisa digunakan dalam mengurai dan menyatukan fakta-fakta sejarah yang bersifat fragmentaris menjadi satu kesatuan yang utuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rani Padmini atau Padmaavat yang terdapat dalam film maupun di dalam karya sastra Malik Muhammad Jayasi adalah tokoh fiktif. Karya sastra tidak bisa dijadikan sebagai sumber sejarah karena di dalamnya terdapat imajinasi tak terbatas dan interpretasi dari sastrawan, namun peristiwa sejarah baik tokoh, tempat, waktu dan peristiwanya dapat dijadikan sebagai latar belakang dalam karya sastra. Sementara proses adaptasi dari karya sastra ke dalam film merupakan salah satu perwujudan kemajuan di dalam seni pertunjukkan. Apa yang terdapat dalam film tidak harus sama persis dalam karya sastra maupun peristiwa sejarah. Sutradara memiliki kewenangan dalam memahami, mengembangkan, dan mengimprovisasi tema yang ia angkat.
HABAIB DALAM PETA POLITIK INDONESIA Mawardi Mawardi; Agus Permana
Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 19, No 1 (2022): AL-TSAQAFA : JURNAL ILMIAH PERADABAN ISLAM
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v19i1.18613

Abstract

Penelitian ini mempunyai dua tujuan yaitu pertama untuk mengetahui bagaimana peran politik Habaib di Kontes Perpolitikan Indonesia dan untuk mengungkap bagaimana kiprah sosial politik Habaib di Indonesia.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah dengan tahapan kerja pengumpulan data (heuristik), verifikasi (kritik), penafsiran (interpretasi) dan penulisan (historiografi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa meski  masih memerlukan pembuktian lebih lanjut, para habaib di Nusantara sudah mulai menunjukkan kiprahnya bukan hanya pada proses islamisasi dan dakwah Islam saja tetapi juga masuk ke wilayah politik, pada masa kolonial ada bebarapa habaib yang menjadi motor gerakan kemerdekaan bahkan pernah mendirikan Partai Arab Indonesia (PAI). Pada masa kemerdekaan keterlibatan mereka dalam bidang sosial dan politik dimulai dari aktivitas di organisasi sosial keagamaan, gerakan-gerakan sosial, mejadi aktivis di partai politik, menjadi anggota parlemen baik di DPD maupun DPR dan terakhir menduduki jabatan politik seperti menteri, atau kepala daerah.
NILAI-NILAI KEISLAMAN DALAM TRADISI SENI GEMBYUNG DI KABUPATEN SUBANG Lilis Liani; Setia Gumilar
Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 19, No 1 (2022): AL-TSAQAFA : JURNAL ILMIAH PERADABAN ISLAM
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v19i1.15309

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejarah awal kesenian Gembyung di Kabupaten Subang dari mulai penyajian Gembyung, unsur waditra, dan fungsinya serta perkembangan dan upaya pelestarian kesenian Gembyung di Kabupaten Subang dari tahun 1990 sampai 2021. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian sejarah. Dalam penelitian ini, penulis berupaya untuk menggali sejarah awal kesenian Gembyung di Kabupaten Subang agar dapat dinarasikan ke dalam tulisan sejarah. Tahapan-tahapannya sendiri memiliki empat tahap, yaitu: heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kesenian Gembyung merupakan kesenian peninggalan para wali yang digunakan untuk media dakwah dan tersebar sampai ke Kabupaten Subang dan mengalami banyak perubahan sampai sekarang. Hal itu bertujuan agar lebih diminati oleh masyarakat dan tidak mengalami kepunahan.
ANALISIS ISI SERAT PEPALI KARYA KI AGENG SELO DAN MANFAATNYA UNTUK GENERASI MASA KINI Faza Fauziyyah; Dadan Rusmana
Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 19, No 1 (2022): AL-TSAQAFA : JURNAL ILMIAH PERADABAN ISLAM
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v19i1.18118

Abstract

Penelitian ini membahas Serat Pepali dan juga sisi kepengarangan Ki Ageng Selo. Serat Pepali adalah salah satu karya sastra yang memuat ajaran agama Islam, sehingga penelitian ini bisa bermanfaat untuk generasi masa kini. Adapun yang dimaksud sastra yaitu salah satu cabang seni yang dibuat dengan mengutamakan keindahannya melalui bahasa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif melalui teknik telaah pustaka. Metode ini digunakan untuk memaparkan data secara komprehensif terkait telaah kepengarangan Ki Ageng Selo beserta karyanya. Berdasarkan hasil penelitian, hingga sekarang para sastrawan makin bertambah terutama generasi muda masa kini yang lebih bebas menunjukkan bakatnya dalam menulis karya sastra yang tidak terikat dengan aturan apapun. Semua orang bebas dalam menulis karya sastra. Data dalam penelitian ini diperoleh serta diolah berdasarkan hasil studi pustaka dengan mencari data melalui jurnal, website, dan buku. Melalui analisis isi dari Serat Pepali ini dapat diketahui bentuk karya sastra pada masa lampau serta sisi kesastrawanan dari Ki Ageng Selo. Selain itu, dengan mempelajari karya sastra pada masa lampau kita sekaligus dapat melestarikannya sehingga akan ada banyak orang yang mengenali karya sastra di Indonesia pada generasi masa kini.
TUBAN DAN GELOMBANG PASANG ISLAMISASI ABAD KE-15 SAMPAI DENGAN KE-17 Muhammad Afifudin Khoirul Anwar; Hendra Afiyanto
Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 19, No 1 (2022): AL-TSAQAFA : JURNAL ILMIAH PERADABAN ISLAM
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v19i1.15421

Abstract

Tuban sebagai kota pelabuhan niaga yang berada di pesisir utara laut Jawa telah memposisikan dirinnya sebagai jalur perdagangan laut dunia sejak abad ke-11. Melalui peran para saudagar muslim dan ulama, Islam dapat berkembang dan melembaga di Tuban. Islamisasi di Tuban berfokus pada kaum bangsawan, harapannya ketika Islam mendapat kekuasaan tertinggi di Tuban maka dapat dikenal oleh masyarakat secara luas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap sejarah Islam di Tuban dan bagaimana Islam mendominasi pesisiran Tuban abad ke-15 sampai ke-17. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian sejarah yaitu pengumpulan data, kritik sumber, penafsiran dan penulisan sejarah. Terdapat beberapa temuan dalam penelitian ini. Pertama, terdapat tiga ulama yang berperan dalam menyebarkan Islam di Tuban. Kedua, Islam masuk di Tuban pada masa abad ke-15 bersamaan ketika Adipati Arya Dikara masuk Islam. Ketiga, pengaruh dan dominasi Islam di pesisiran Tuban terhadap agama, budaya, ekonomi dan politik lokal.
POTENSI WISATA RELIGI MAKAM SUNAN GIRI SEBAGAI WUJUD PELESTARIAN KEARIFAN LOKAL ARSITEKTUR ISLAM DI KABUPATEN GRESIK Martin Rizaldi; Wahyu Djoko Sulistyo
Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 19, No 1 (2022): AL-TSAQAFA : JURNAL ILMIAH PERADABAN ISLAM
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v19i1.18208

Abstract

Kabupaten Gresik menjadi salah satu daerah yang dikenal akan wisata religinya di Jawa Timur. Budaya Islam berkembang di Pulau Jawa disebabkan karena adanya pengaruh dari syiar agama para Wali Songo. Oleh sebab itu, di Kabupaten Gresik terdapat seorang wali yang dimakamkan di wilayah sana yakni Sunan Giri. Penulisan ini bertujuan untuk mengkaji potensi wisata religi makam Sunan Giri sebagai wujud pelestarian kearifan lokal pada arsitektur Islam di Kabupaten Gresik. Metode yang digunakan untuk menyusun artikel ini menggunakan metode sejarah yang memiliki empat tahapan, yaitu heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Sumber data didapatkan melalui kajian pustaka atau studi kepustakaan. Wisata religi makam Sunan Giri memiliki potensi alam yang amat menarik dan pola ciri-ciri unik apabila dikelola lebih lanjut. Makam Sunan Giri memiliki ciri khas motif arkeologi peninggalan pada masa awal agama Islam yang mempunyai makna dan nilai-nilai konsepsi kawasan sebagai wujud pelestarian kearifan lokal.
HISTORIOGRAFI ROSIHAN ANWAR DALAM PENULISAN SEJARAH DI INDONESIA TAHUN 1945-2011 Anhar Nurpiddin; Samsudin Samsudin; Sulasman Sulasman
Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 19, No 1 (2022): AL-TSAQAFA : JURNAL ILMIAH PERADABAN ISLAM
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v19i1.16116

Abstract

Rosihan Anwar di Indonesia lebih dikenal sebagai seorang wartawan senior hingga mendapatkan julukan wartawan tiga zaman. Ia mempunyai peranan penting dalam penulisan sejarah, walaupun dinobatkan sebagai sejarawan non-akademis tetapi dengan banyaknya karya-karya sejarah yang ditulisnya dan dia mampu mengemas sejarah menjadi suatu hal yang menarik untuk dikaji. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peranan dari Rosihan dalam penulisan sejarah, karena tokoh ini lebih dikenal sebagai seorang wartawan dibandingkan seorang sejarawan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah seperti Heuristik, Kritik, Interpretasi dan Historiografi. Hasil dari penelitian ini adalah Rosihan Anwar yang lebih dikenal sebagai seorang wartawan senior di Indonesia ternyata dia juga banyak memberikan konstribusinya dalam penulisan-penulisan sejarah di Indonesia. Walaupun termasuk ke dalam kategori sejarawan non-akademisi.
PENGENALAN BUDAYA SUNDA PADA ANAK USIA DINI: SEBUAH NARRATIVE REVIEW Fanny Rizkiyani; Dianti Yunia Sari
Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 19, No 1 (2022): AL-TSAQAFA : JURNAL ILMIAH PERADABAN ISLAM
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v19i1.18292

Abstract

Penelitian ini menelaah penelitian-penelitian sebelumnya mengenai integrasi pengenalan budaya Sunda dalam pembelajaran di tingkat anak usia dini. Adapun literatur-literatur yang dimasukkan dalam penelitian ini adalah literatur berbentuk artikel yang dipublikasikan antara rentang waktu 2019-2022. Pencarian dalam database Google Scholar  memunculkan sejumlah 787 literatur, dan hanya 9 artikel jurnal yang dipilih untuk dimasukkan dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian ini, elemen-elemen dari budaya Sunda yang sudah dikenalkan dalam pembelajaran di kalangan anak usia dini, di antaranya, adalah bahasa Sunda, alat transportasi tradisional, alat bertani tradisional, tarian dan permainan tradisional, serta seni tradisional. Pengenalan budaya Sunda tersebut diintegrasikan dalam pembelajaran yang bertujuan meningkatkan keterampilan anak dalam aspek-aspek perkembangan tertentu, yaitu bahasa, fisik motorik, kognitif, dan sosial emosional. Mempertimbangkan karakter pendidikan anak usia dini yang holistik integratif, pengenalan budaya Sunda memiliki potensi untuk diintegrasikan dalam pembelajaran yang menargetkan peningkatan beberapa aspek perkembangan anak secara simultan.
DEFINITE ARTICLE ON THE REPRESENTATIONS OF ALLAH IN “AL FATIHAH” Erlan Aditya Ardiansyah
Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 19, No 1 (2022): AL-TSAQAFA : JURNAL ILMIAH PERADABAN ISLAM
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v19i1.17585

Abstract

Allah Subhanahu Wa Ta'ala has representations that are manifested in the best names namely Asmaul Husna or other related names of Allah. The greatness of Allah is mentioned in the Qur'an through existence of definite article the on the representations of Allah. This study aimed to examine Asmaul Husna and other name of Allah that appear in “Al Fatihah” and the presence of definite article on the representations of Allah. This was a descriptive study using a qualitative design. Data source selected in this study is the digital Al-Qur’an application iQuran Lite. The study analyzed the representations of Allah and definite article on the representations of Allah in the English version of chapter “Al Fatihah”. To identify the representations of Allah, the phrase in the name of Allah in the verse one is used as a reference. The definite article describes definiteness including uniqueness, inclusiveness, familiarity, and identifiability. There are Asmaul Husna the Beneficent and the Merciful and other name of Allah the Lord which come after definite article, but Asmaul Husna Master appears without definite article, namely zero definite article. Based on word class categorization, representations of Allah are nouns and adjectives. It is discovered that definite article does not only precede the nouns, but also the adjectives. Repetitions of Asmaul Husna the Beneficent and the Merciful are discovered in chapter “Al Fatihah” verses 1 and 3. It can be concluded that the representations in the form of Asmaul Husna and other name of Allah are accompanied by definite article to determine special characteristics that only belong to Allah.