cover
Contact Name
Dr. Asep Supianudin, M.Ag.
Contact Email
asepsupianudin@uinsgd.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
altsaqafa@uinsgd.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
ISSN : 02165937     EISSN : 26544598     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 214 Documents
THE REPRESENTATION OF NATIONAL IDENTITY IN THE CONVERSATION BETWEEN DOMESTIC AND FOREIGN TOURISTS AT BATU KARAS, PANGANDARAN Suroto Suroto
Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 13, No 02 (2016): Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v13i02.1983

Abstract

The present research focuses on the study of language and tourism. It analyses the discursive strategies and their realization in the conversation between domestic and foreign tourists at Batu Karas, Pangandaran by using Discourse Historical Approach. This study is a qualitative study and data were collected through a participant observation and recording conducted for nearly a week. The results show that the subjects use two discursive strategies of Discourse Historical Approach; nomination and predication to express the topic of national body and culture as the representation of national identity. The nomination strategy is realized in the form of noun while the predication strategy is in the form of adjective and adverb. Meanwhile, two ideologies are reflected from the conversation between domestic and foreign tourists; feudalism and nationalism
MAKNA DAN FUNGSI UPACARA ADAT NYANGKU BAGI MASYARAKAT PANJALU Heri Jauhari Jauhari
Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 15, No 2 (2018): Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v15i2.3822

Abstract

Panjalu sebuah desa bekas kerajaan masyarakatnya sampai sekarang masih memegang tradisi  upacara adat nyangku. Masyarakat Panjalu menganggap tradisi tersebut sakral karena berhub­ungan dengan asal keberadaan dan penyebaran agama Islam di kerajaan Panjalu dan  tatar Priangan. Acara inti  upacara adat nyangku cermah keagamaan (Islam),  pemberesiahan benda-benda pu­saka, dan beberapa rangakaian acara lainnya. Secara teoretis tradisi tersebut berhubungan secara ekstrinsik dengan masyarakat pemiliknya, maka akan berfungsi dan bermakna. Penelitian  menggunakan  metode deskriptif interpretatif. Adapun datanya diperoleh dari obsevasi lapangan. An­alisis data menggunakan  teori strultural genetik, hermeunetik, dan antropologi. Hasil analisis data  menemukan bahwa upcara adat nyangku berfungsi ritual, sosial, pendidikan, dan wisata religi. Dari keempat fungsi itu, fungsi ritual yang paling dominan. Selanjutnya upacara adat nyangku bermakna literal/historis,  alegoris, tropologis/ moral/pendidikan, dan anagogis. Dari keempat makna tersebut, makna historis intensitasnya paling tinggi.
MODEL KONSERVASI SENI ISLAM INDONESIA: STUDI ATAS PELESTARIAN DAN PERLINDUNGAN SENI TARI SAMAN ACEH Asep Supianudin
Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 16, No 1 (2019): Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v16i1.4773

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan jawaban tentang model pelestarian dan perlindungan seni Tari Saman Aceh sebagai simbol seni seni Islam Indonesia. Hal ini dipandang penting mengingat tiga hal; pertama, “pertemuan” antara seni sebagai kebudayaan yang sangat dipengaruhi oleh individu dan lingkungannya dengan Islam yang kemudian berwujudlah sebuah seni yang disebut sebagai seni Islam. kedua, berkenaan dengan kelestarian tari Saman sebagai sebuah seni pada masyarakat Gayo Aceh dan masyarakat Aceh pada umumnya. Ketiga, berkenaan dengan terakuinya tari Saman Aceh ini pada badan dunia yang bernama Unesco sebagai wujud perlindungan akan keberadaan seni tari ini.            Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Pencarian data dilakukan dengan beberapa teknik, yaitu melakukan studi pustaka atas konsep dan teori tentang seni dan Islam serta hubungan antara keduanya. Juga dilakukan wawancara dengan sumber yang dipandang dipandang paham dan ahli tentang seni dan Islam serta hubungannya dengan tari Saman sebagai perwujudan antara keduanya. Teknik berikutnya adalah observasi langsung ke lapangan; masyarakat Aceh baik yang berdomisili di Aceh ataupun diluar Aceh yang mengetahui, mengenal, memahami dan menjadi pelaku seni tari Saman ini. Teknik lainnya adalah observasi dan wawancara langsung tentang bentuk perlindungan seni ini dengan pihak yang berhubungan dengan hal ini.Kesimpulan dari penelitian ini adalah seni Tari Saman merupakan seni Islam. Dan dalam konteks keindonesiaan, tari Saman ini adalah simbol seni Islam Indonesia. Seni tari Saman ini telestarikan karena telah menjadi bagian kehidupan keseharian masyarakat Gayo Aceh, juga telah menjadi identitas masyarakat Aceh pada umumnya, sehinga hampir semua masyarakat Aceh merasa berkepentingan untuk melestarikannya. Bentuk perlindungan seni ini diwujudkan dengan adanya beberapa hasil penelitian, adanya Qanun Aceh yang melindungi keberadaan tari Saman sebagai wujud kebudayaan masyarakat Aceh, dan pengakuan seni ini pada Unesco.Penelitian ini masih merupakan model atas suatu macam seni Islam di Indonesia. Diluar seni ini, masih banyak seni-seni Islam lainnya. Model pelestarian serta perlindungannya dimungkinkan mempunyai model tersendiri, atau bukan tidak mungkin menyerupai model ini. Ini merupakan lahan untuk penelitian lanjutan.    
TRANSLATION SHIFTS IN THE TEXTS OF DIORAMA DISPLAY AT THE NATIONAL HISTORY MUSEUM IN INDONESIAN NATIONAL MONUMENT (MONAS) Deuis Sugaryamah; Gifa Rokhimah Anggreyani
Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 14, No 1 (2017): al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v14i1.1792

Abstract

This paper presents the result of a study related to the translation shifts procedure in the translation of Indonesian into English texts of the diorama display at the History Museum in National Monument Jakarta. The 51 (fifty one) pair of texts available in the displays are used as the main data. The data were collected by using documentation, and by taking pictures of the entire texts in the label of the dioramas. Using the Catford’s theory of translations shift, the four types of category shifts revealed in the texts are structure shifts, class shifts, unit shifts, and intra-system shifts. Meanwhile, the data presenting level shift was found unavailable in the texts. 
موقف ابن مالك مما اختلف فيه البَصريون والكوفيون Muhammad Syasi
Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 14, No 2 (2017): al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v14i2.2003

Abstract

ابن مالك هو الرجل المشهور في دراسة النحو العربي، كانت ألفيته الشهيرة قد شرحها كثير من العلماء وهي مدروسة في كثير من المعاهد والمدارس. هذا يدل على إقبال الدارسين على هذه الألفية مادة وأسلوبا. ويدل كذلك على نجاح ابن مالك في عرض القواعد المختارة مما اتفق ومما اختلف فيها بين النحاة حتى تكون قواعده ثابتة غير مثيرة للرفض والجدل. فقد نجح ابن مالك في تعيين الراجح والمرجوح بل في ترجيح ما اختلف فيه البصريون والكوفيون. هذا هو الرجل ذو موقف معين مما اختلفت المدرستان في النحو. وما هو هذا الموقف؟ ليس من السهل للدارس تعيين موقف هذا الرجل إلا بعد معرفة خطواته في معالجة المسائل الخلافية. فالغرض من هذا البحث هو معرفة موقف ابن مالك مما اختلف فيه البصريون والكوفيون. هل كان يتمسك بواحد منهما تعصبيا أم كان يباين كلا منهما ويسلك مسلكا خاصا له أساسه الموضوعي العلمي؟ أم غير ذلك؟  ولحل هذا السؤال يقوم الباحث بالاطلاع على أفكاره وخطواته في معالجة الخلافية. ويعتمد البحث على كتابه شرح التسهيل، لأن فيه مباحثه العميقة وتحليلاته المفصلة عن المسائل النحوية. ولوحظ أنه قد سلك الخطوات التالية: (1) فهْمُ جوهر كل مسألة خلافية، (2) قراءة جميع الآراء المختلفة في كل مسألة قراءة دقيقة، (3) فهم جوهر كل رأي في كل مسألة، (4) ذكر الآراء التي يحسن الكلام عليها، (5) نقد كل رأي، (6) اختيار رأي لإثباته قاعدة، (7) تقرير القاعدة وإثباتها. وهذه الخطوات تتصف بهذه الخصائص: (1) التعادل والتحادي أي عدم التعصب، (2) الانتقاد والتحقق، (3) الاحترام، و (4) الحكمة لتسهيل الطلاب لعملية التعلم. وبعدُ، فقد حصل هذا البحث على نتيجة أن ابن مالك يقف مما اختلف فيه البصريون والكوفيون موقفا حذرا علميا موضوعيا وتربويا بمعنى أنه لا يميل إلى أحدهما ميلا تعصبيا بل يقيم أفكاره النحوية على أساس موضوعي ذي قيمة تربوية وتعليمية، وقد دلت عليه خصائص خطواته عند حل المشكلات والمسائل النحوية عامة والمسائل الخلافية خاصة. فهو بذلك بلغ إلى تقعيد النحو بنجاح حتى يعترف معظم النحاة بدوره العظيم في تطوير النحو.
Pupujian (Shalawatan) sebelum Shalat Berjama’ah (Suatu Pendekatan Semiotik) Wildan Taufiq
Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 15, No 1 (2018): Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v15i1.3039

Abstract

Pupujian merupakan tradisi keagamaan Islam yang tumbuh kembang di tatar Sunda, bahkan Nusantara. Pupujian merupakan “basa ugeran” yang berupa puja-puji, do’a, nasihat, tafsir Al-Qur’an, keterangan tentang hadits, riwayat Rasulullah, uraian tentang fikih atau bab agama lainnya, yang biasanya dinyanyikan di mesjid-mesjid atau pesantren-pesantren pada saat menunggu salat berjama’ah, antara adzan dan qomat. Terdapat pro-kontra tentang pupujian ini, apakah termasuk ibadah yang ada dasarnya (Al-Qur’an dan Sunnah) atau tidak ada? Dengan demikian pada tulisan ini penulis mencoba mencari teks-teks rujukan baik dari Al-Qur’an, Sunnah, maupun teks kesusastraan Arab yang menjadi latar atas teks-teks pupujian. Untuk mencari teks-teks rujukan tersebut, penulis menggunakan pendekatan semiotik, dalam hal ini teori semiotika intertekstual Julia Kristeva. Tujuan tulisan ini bertujuan untuk mengetahui jenis pupujian sebelum shalat berjama’ah yang ada di wilayah di Kec. Parungponteng Kab. Tasikmalaya dan Kec. Sukawening Kab. Garut; dan mengetahui hubungan antara teks-teks pupujian sebelum shalat berjama’ah dengan teks-teks dasar-dasar agama Islam. Dari hasil analisis diketahui bahwa jenis pupujian yang ditemukan di wilayah di Kec. Parungponteng Kab. Tasikmalaya dan Kec. Sukawening Kab. Garut, adalah pupujian yang menggunakan satu bahasa (Sunda atau Arab), dan campuran (Arab-Sunda). Adapun teks-teks yang menjadi referensi teks-teks pupujian tersebut adalah teks Al-Qur’an, Hadits, fiqih, kesusastraan Arab, dan sejarah. Sedangkan hubungan antara teks-teks pupujian dengan teks-teks referensinya bertransposisi “mengubah”.
IDEOLOGI (DAN) ESTETIKA SENO GUMIRA AJIDARMA: SAKSI MATA DALAM RUANG PERJUMPAAN IDEOLOGIS Moch Zainul Arifin
Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 15, No 2 (2018): Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v15i2.3830

Abstract

Tulisan ini mencoba menguraikan struktur ideologi Seno Gumira Adjidarma dalam Saksi Mata pada masa otoriter Orde Baru. Pisau analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kritik sastra materialisme Terry Eagleton yang mengasumsikan bahwa teks sastra tidak bertindak pasif, tetapi bertindak aktif menentukan proses produksi dan struktur ideologi yang melingkupinya. Dengan demikian, kritik sastra Eagleton melihat karya sastra dari aspek eksternal dan juga aspek internalnya. Berangkat dari hal itu, bagaimana Saksi Mata menawarkan bentuk kritik yang, tentu ideologis, dihadirkan guna mengguncang kekuasaan absolut Orde Baru? Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama, struktur ideologi dalam cerpen Saksi Mata meliputi prkatik material eksternal dan internal teks. Aspek eksternal teks merupakan hasil artikulasi dominasi Orde Baru. Untuk itu, Saksi Mata juga tidak luput dari pengaruh mobilisasi Soeharto, akan tetapi Seno dengan Saksi Mata mampu melawan kebijakan tersebut. Kedua, konstruksi internal teks yang sebetulnya ruang perjumpaan dan negosiasi ideologi-ideologi yang ada,  Saksi Mata berupaya menunjukkan kengerian totaliter Orde Baru. Akan tetapi, tentu dalam ruang politik yang represif, kritik dalam semangat kemanusiaan, keadilan dan kebebasan berpendapat ditransfor-masi dan dibungkus dalam cerpen Saksi Mata dengan bangunan satire dan khas komedi, sekaligus mengungkapkan kengeriannya.
METODE DAN STRATEGI PENERJEMAHAN ISTILAH-ISTILAH PRAGMATIK DALAM BUKU “PRAGMATICS” KARYA GEORGE YULE KE DALAM BAHASA INDONESIA Cipto Wardoyo
Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 13, No 02 (2016): Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v13i02.1984

Abstract

This study tries to explain methods and strategies in translating pragmatic terms were used by translators in translating pragmatic terms. Source of data in this study was the book written by George Yule entitled “Pragmatics” (1996) which was translated into Indonesian language by Fajar Indah Wahyuni (2014).The writer in this research used the theory of translation method by Newmark (1988) and translation strategies by Vinay & Dalbernet (2000) and Baker (1992). The results of  this study shows that the most dominant translation method was  literal translation, it was 72 % from the total data, faithful translation method was 10%, semantic translation was 10%, free translation method was 5%, and communicative translation method was 3%. Moreover,  strategies of translating pragmatic terms in the book "pragmatics" by George Yule the dominant strategy was naturalization strategy was 66% from the total data, Calque was 28%, transposition was 4%, and tranferency was 3%.
BAING YUSUF (Ulama Central dalam Islamisasi di Purwakarta) Ricko Andhitiyara
Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 15, No 2 (2018): Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v15i2.3823

Abstract

Di Indonesia, para ulama telah memainkan peranan yang sangat penting dan strategis. Mereka berperan bukan hanya dalam peningkatan spiritual umat saja, akan tetapi juga dalam mendobrak kekuasaan pemerintahan Kolonial. Sejarah menjadi saksi betapa ulama telah berjasa besar dalam perjuangan kemerdekaan. Bukan hanya itu, ulama juga memainkan peranan penting dalam kehidupan bermasyarakat dikarenakan mereka memiliki posisi sebagai pemimpin informal, guru, pembina, dan pengajar agama khususnya. Dimana disini masyarakat menganggap ulama adalah pewaris Nabi Muhammad SAW dan perantara mereka dalam memahami ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Islam memandang para ulama merupakan penerus jejak risalah dan contoh panutan untuk masyarakat guna selamat. Begitu pun dengan Syekh Baing Yusuf, beliau merupakan salah satu tokoh penyebar agama Islam di Purwakarta. Beliau telah berkelana ke Madagaskar dan melanjutkan perjalanannya ke Tanah Suci guna menuntut ilmu. Dalam beberapa sumber sejarah Purwakarta, disebutkan bahwa Baing Yusuf merupakan tokoh sentral dalam penyebaran dan pengembangan agama Islam yang    terdapat di Purwakarta. Baing Yusuf merupakan guru dari pendiri Pondok  Pesantren Sempur. K.H. Bakri (masyarakat Purwakarta dan khususnya masyarakat setempat lebih mengenal dengan panggilan Mama Sempur.
PERUBAHAN STRUKTUR DAN PERGESERAN MAKNA FRASA NOMINA BAHASA INGGRIS DALAM “THE ADVENTURE OF TOM SAWYER” DAN VERSI BAHASA INDONESIANYA Ruminda Ruminda; Siti Komariah
Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 15, No 1 (2018): Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v15i1.1925

Abstract

Penerjemahan esensinya tidak hanya menerjemahkan SL kedalam TL, tetapi juga menemukan ketepatan makna ketika SL diterjemahkan kedalam TL. Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia itu sendiri merupakan dua bahasa dengan struktur gramatikal dan aturan yang berbeda, khususnya perbedaan dalam proses penyusunan kata, frase, dan klausa menjadi kalimat yang baik dan benar. Penelitian ini menunjukkan bagaimana perubahan struktur serta pergeseran makna frasa nomina (NP) Bahasa Inggris ketika diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia yang ditemukan dalam novel The Adventure of Tom Sawyer dan terjemahan versi Bahasa Indonesianya. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif, purposive sampling atau sample acak serta dokumen analisis dengan menerapkan analisa tri diagram. Dengan menggunakan teori translation shif dan sintaksis, penelitian ini menunjukkan adanya perubahan pola, perubahan kategori sintaksis, perubahan fungsi sintak dan pergeseran makna ketika NP Bahasa Inggris di terjemahkan kedalam Bahasa Indonesia. 

Page 9 of 22 | Total Record : 214